Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

BUKU

Filters

Showing 145-192 of 814 products

View 24/48/All

Filter by price

145-192 of 814 products

  • Buku - Ketakberhinggaan di Telapak Tangannya
    Buku - Ketakberhinggaan di Telapak Tangannya

    Ketakberhinggaan di Telapak Tangannya – Gioconda Belli

    ,
    Diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh Fransiskus Pascaries Penerbit: Marjin Kiri Tahun Terbit: 2019 Tebal: xii + 202 halaman ISBN: 978-979-1260-92-3 Kondisi: Baru Sebuah dunia di awal mula. Puisi dan misteri berkelindan dalam novel transendental mengenai manusia-manusia pertama. Ikuti pengalaman Adam dan Hawa sesudah pengusiran dari Firdaus, menemukan dunia, menjelajah tubuh mereka, merasakan kebingungan dan kengerian setelah terlempar keluar dari kenyamanan, menjalani arti tak terpahami menjadi manusia. Amati ketakjuban mereka mengalami kekuatan untuk memberi hidup sekaligus kemampuan untuk mencabut hidup demi bertahan di dunia keras yang tak dikenal—sebuah parabel tentang zaman kita sendiri dan masa depan yang serba tak pasti. * “Diterbitkannya novel yang banyak mendapat penghargaan ini merupakan alasan untuk bersuka ria. Ketakberhinggaan di Telapak Tangannya menggarap tak kurang dari mitos penciptaan dalam peradaban Barat, dan versi revisionis Belli yang ambisius, cerdik, dari kisah tentang Adam dan Hawa akan membuatnya memperoleh banyak pembaca baru.” — Salman RushdieVersi mengharukan dan menyegarkan dari peristiwa-peristiwa di kitab Kejadian.” — Criticas
    Rp 73.000,00
  • Buku - But I Still Love You
    Buku - But I Still Love You

    But I Still Love You – Coniglio

    , ,
    Penerbit: Noura Publishing Tebal: 220 halaman ISBN: 978-602-385-961-0 Kondisi; Baru Ada hal yang membuatmu sedih? Kemarilah. Biar kupeluk erat dirimu. * Tentang Penulis Seorang seniman yang menyampaikan kebahagiaan lewat gambar gadis berpipi tembam dan kelinci gemuk. Dengan pseudonim “Coniglio” yang berarti “kelinci” dalam bahasa Italia, dia menggambarkan kenangan gemerlap dan momen-momen bahagia pada masa kecil. Gambar yang dibuat dari sudut pandang hangat ini dibaca sebanyak 10.000.000 kali di Naver Grafolio, dan dirilis sebagai buku berjudul But I Still Love You. Semoga buku ini bisa menjadi hiburan hangat bagi mereka yang memiliki banyak cerita lembut, sepanjang bulu mata si gadis dan kelinci.
    Rp 89.000,00
  • Buku - For The Never Ending Moment
    Buku - For The Never Ending Moment

    For the Never Ending Moment – Coniglio

    , ,
    Penerbit: Noura Publishing Tebal: 236 halaman ISBN: 978-602-385-960-3 Kondisi: Baru Ada kalanya kita menitikkan air mata hanya karena hal sepele. Tidak apa-apa, kau boleh menangis pada momen seperti itu. Aku berada di sampingmu. * Tentang Penulis Seorang seniman yang menyampaikan kebahagiaan lewat gambar gadis berpipi tembam dan kelinci gemuk. Dengan pseudonim “Coniglio” yang berarti “kelinci” dalam bahasa Italia, dia menggambarkan kenangan gemerlap dan momen-momen bahagia pada masa kecil. Semoga buku ini bisa menjadi hiburan hangat bagi mereka yang memiliki banyak cerita lembut, sepanjang bulu mata si gadis dan kelinci.
    Rp 89.000,00
  • Buku - Mitos dari Lebak
    Buku - Mitos dari Lebak

    Mitos dari Lebak: Telaah Kritis Peran Revolusioner Multatuli – Rob Nieuwenhuys

    , , ,
    Penerjemah: Sitor Situmorang Pengantar: JJ Rizal, Emma Keizer & Tico Onderwater Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: 140 halaman ISBN: 978-623-7357-03-2 Kondisi: Baru Mitos dari Lebak merupakan sebuah telaah kritis tentang pandangan hidup Douwes Dekker, asisten residen di Lebak pada abad ke-19, dalam kasus yang terkenal karena tuduhannya terhadap bupati Lebak, dan permintaan berhenti sebagai asisten residen yang diajukannya kepada Gubernur Jenderal Belanda. Tanpa berbasa-basi dan dengan diksi-diksi tajam yang “menusuk”, Rob Nieuwenhuys berhasil menguliti habis-habisan peristiwa bersejarah yang terjadi di Lebak, Banten, hampir dua abad lalu. Melalui studi sejarah, ia menguak peran Douwes Dekker alias Multatuli alias Max Havelaar sewaktu jadi asisten residen di Lebak yang kemudian menjadi latar masalah dalam mahakaryanya, Max Havelaar. Karyanya ini penting karena menjadi semcam pengisi kekosongan yang mungkin terlewatkan oleh mereka para kritikus sastra dan sejarawan ketika berbincang mengenai andil Dekker sewaktu kolonialisme Indonesia. Mitos dari Lebak juga bisa dipandang sebagai kritik atas romantisme sejarah terhadap baik Dekker sendiri maupun karya besarnya Max Havelaar. Alih-alih revolusioner, tindakan Lebaknya ternyata sebuah usaha pencaplokan politik.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Rebel Without Applause
    Buku - Rebel Without Applause

    Rebel Without Applause – Lemn Sissay

    , ,
    Penerbit: Canon Gate Bahasa: Inggris ISBN: 9781841950013 Kondisi: Bekas THE BLACK MOON Some people say there was no moon If it was black, because it can't be seen with the naked eye, like there is a naked eye unattached to the brain. I would say take a closer look, here use the telescope point it towards the star. Yes the white and bright one can you relate to that, right, now move it to the left ... up a little An outline, a circular shape that's the one, yeah! Yes that's the black moon. A circular magnificence reveals and breathes itself into another mind, free again. The music of knowing. Taking his eye away quizzically, mockingly he said Yeah but what do I want to know that for. All that investigation all that proof For what?
    Rp 55.000,00
  • Buku - Surabaya 1945
    Buku - Surabaya 1945

    Surabaya 1945: Sakral Tanahku – Frank Palmos

    , ,
    Penerjemah: Johannes Nugroho Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Tebal: xviii + 461 halaman ISBN: 978-979-461-638-3 Kondisi: Baru Surabaya 1945: Sakral Tanahku mengungkap sejarah lengkap tegak berdirinya RI di tahun 1945 melalui kesaksian para pelaku sejarah, detil-detil perjuangan, pengorbanan para pejuang dan taktik mereka dalam mempertahankan kemerdekaan. Nyawa merenggang dan kekerasan mewarnai masa awal RI antara Agustus dan Desember 1945. Dengan berani, pejuang di Surabaya mencapai tiga capaian: menaklukkan pasukan Jepang dan melucuti senjatanya, melawan dan menggagalkan kekuatan Belanda yang hendak mengambil kembali bekas jajahannya, dan menantang tentara gabungan Inggris-India dengan misi mereka memulangkan pasukan Jepang yang telah kalah perang dan membantu Belanda berkuasa kembali di Hindia Timur (Indonesia). Yang tak banyak diketahui adalah bahwa setelah proklamasi kemerdekaan, pasukan Inggris dan Jepang dengan cepat mampu menguasai Jakarta dan secara brutal menumpas tuntutan merdeka di Bandung, Bogor, Cirebon, dan Semarang. Pada bulan Oktober 1945 pasukan Inggris mendarat di Surabaya dengan tujuan untuk menaklukkannya, namun mereka gagal. Hanya di Surabaya, pejuang RI mampu memberikan perlawanan yang berarti bagi pasukan Jepang dan Inggris-India. Para Arek Suroboyo, di bawah arahan jitu para tokoh nasionalis lokal, melucuti senjata tentara Jepang, menggagalkan usaha Belanda menundukkan Surabaya dan akhirnya menggempur pasukan Inggris-India di bulan Oktober 1945. Wilayah RI pertama yang secara riil merdeka adalah kota Surabaya, dan karena itu penduduknya adalah WNI pertama yang mengecap kemerdekaan. Buku karya sejarawan Dr Frank Palmos menyajikan kisah-kisah 99 hari heroik yang bergolak di Surabaya dari tanggal 22 Agustus hingga 30 November 1945, sebuah rangkaian peristiwa yang memutuskan harapan Belanda dan Inggris untuk berkuasa kembali.
    Rp 140.000,00
  • Buku - Awas! Recent Art from Indonesia
    Buku - Awas! Recent Art from Indonesia

    Buku Lanjuran “AWAS! Recent Art from Indonesia”

    ,
    Penerbit: Cemeti Art Foundation & Walter Spies Society, published in conjuction with the exhibition AWAS! Recent Art from Indonesia Tahun Terbit: 2000 Tebal: 160 halaman ISBN: 979-95909-2-7 Kondisi: Old Stock The word 'awas' is basically a neutral word meaning 'take care' or 'remember'. But in the context of power, the meaning of this word is not simply to warn someone to take care, but also connotes a deliberate threat by someone whose pretensions to power are greater than another's. Under these cirumstances, the word 'awas' becomes a part of the language used to keep a tight reign on people's political behavior in the interests of asserting power. In this way, the word 'awas' is commonly used by a repressive regime to project an image of itself as a democratic regime. The political practices of the New Order regime effectively demonstrated that the word 'awas' was used to oppress the wishes of the people to take political action that conflicted with the interests of the regime. 'Awas' not only become a dogma aimed at eroding subversive elements in sections of society that tried to oppose the regime; the word also infiltrated 'political education' right from elementary school. It is not surprising then that 'awas' fashioned uniformity, 'awas' forged the commando system, 'awas' demanded absolute obedience, and last but not least 'awas' negated any plurality of political aspirations. This was the political aesthetic of the New Order regime. But 'awas' had a weak side. Besides being a tool of oppression, apart of 'awas' is also the fear that this power will be lost. It is the side that has been continually gnawed at by the few people who wish to express their opposition over the three decades the New Order regime was in power. Among those are the artists involved in this exhibition, The Cemeti Art Foundation is proud to present their expressions, which swell the voice of opposition to a repressive regime. The 'AWAS! Recent Art from Indonesia' exhibition truly shows the two sides of the repressive political coin. On the one hand it presents a portrait of anti-democratic political practice; but on the other hand it reveals the collective sins of the people who allowed this authority to continue for many years.
    Rp 25.000,00
  • Buku - Bandung Digambar Euy!
    Buku - Bandung Digambar Euy!

    Bandung Digambar Euy! Sejarah Singkat Bandung dalam 100 Sketsa Full-Colour

    , , ,
    Ilustrasi: M. Ichsan H., Arinaka T., M. Avrilany, R. Satryaji Fotografer: Indrayudha A. Teks: Medina Desianti, M. Ichsan H. Penerbit: Art Paper Publishing House Tahun Terbit: 2006 Tebal: 32 halaman ISBN: 979-996-323-0 Kondisi: New Old Stock Bandung adalah sebuah kota dengan warisan sejarah dan budaya yang luar biasa. Semenjak pengembangannya pada awal abad ke-19, para preangerplanters (pengusaha perkebunan) menggemari Bandung karena iklimnya yang sejuk dan pemandangannya yang indah. Di awal abad ke-20, Bandung menjadi kiblat gaya hidup dan mode di Hindia Belanda. Mobil-mobil terbaru, pakaian terbaru, bahkan gaya arsitektur terbaru yang muncul di Eropa, khususnya Paris, bisa segera ditemukan di kota ini. Sebagai hasil dari perkembangan kota selama dua abad, ratusan bangunan bernilai sejarah dan arsitektur tinggi bertebaran di Kota Bandung, mulai dari bangunan pendopo kabupaten gaya Mataram dari abad ke-18, hingga bank bergaya Art-Deco tahun 40-an. Buku kecil ini mencoba mengisahkan sekilas perkembangan Kota Bandung selama dua abad dengan cara yang unik, melalui sketsa dengan media cat air! Sekitar 100-an sketsa yang ditampilkan di sini mampu membuat bangunan tua yang terabaikan dalam kehidupan kita sehari-hari mengalami transformasi menjadi sesuatu yang indah dan romantis. Buku ini layak untuk dimiliki oleh mereka yang peduli akan keindahan Kota Bandung, atau untuk dipersembahkan kepada tamu-tamu istimewa Anda yang sedang berkunjung ke kota kita tercinta ini.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Arsipelago (Bahasa Indonesia)
    Buku - Arsipelago (Bahasa Indonesia)

    Arsipelago: Kerja Arsip & Pengarsipan Seni Budaya di Indonesia

    , , ,
    Penulis: Anna Mariana, Erie Setiawan, Galatia Puspa Sani Nugroho, Gde Putra, Hafiz Rancajale, Helly Minarti, Joned Suryoatmoko, Kathleen Azali, Muhidin M Dahlan, Rachmi Diyah Larasati Penyunting: Farah Wardani & Yoshi Fajar Kresno Murti Penerbit: IVAA, in colaboration with Ford Foundation & Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Bahasa: Indonesia Tebal: xx + 198 halaman ISBN: 978-602-70013-3-6 Kondisi: Baru DAFTAR ISI: - PENGANTAR: DAUR ULANG! KERJA ARSIP DAN PENGARSIPAN SENI BUDAYA DI INDONESIA - PRAKTIK KLIPING & DAYA BUDI KULTURAL - MENGINGAT TUBUH: TUBUH TARI SEBAGAI ARSIP - ARSIPTEKTUR MUSIK SENI INDONESIA MASA KINI (IDEOLOGI & KRITIK) - PAK MISBACH: SANG ARSIP - DI BALIK REKAMAN "ANAK SABIRAN: DI BALIK CAHAYA GEMERLAPAN" - "MENGHIDUPKAN ARSIP", MENCIPTA WACANA: PENTINGNYA ARSIP UNTUK GERAKAN SOSIAL - POSTER AKSI TOLAK REKLAMASI DI TELUK BENOA, DAN MEREBUT MASA DEPAN BALI - PENGARSIPAN DAN SEJARAH NASIONAL: MEDAYU AGUNG DAN OEI HIEM HWIE - ARSIP BERGERAK: MENGARSIPKAN SENI TRADISI, MENGOLAH INTERAKSI - MEMBUKA KATALOG, MENGUNGKAP IDEOLOGI - MEMBACA KOTA: REPORTASE SINGKAT KERJA ARSIP DAN PENGARSIPAN SENI BUDAYA - MENEORIKAN ARSIP
    Rp 85.000,00
  • Buku - Arsipelago
    Buku - Arsipelago

    Arsipelago: Archival Work & Archiving Art & Culture in Indonesia

    , , ,
    Penulis: Anna Mariana, Erie Setiawan, Galatia Puspa Sani Nugroho, Gde Putra, Hafiz Rancajale, Helly Minarti, Joned Suryoatmoko, Kathleen Azali, Muhidin M Dahlan, Rachmi Diyah Larasati Penerjemah: Elly Kent, Idaman Andarmosoko, Rani Elsanti Editor: Farah Wardani & Yoshi Fajar Kresno Murti Penerbit: IVAA, in colaboration with Ford Foundation & Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Bahasa: Inggris Tebal: xx + 198 halaman ISBN: 978-602-70013-5-0 Kondisi: Baru CONTENTS: - INTRODUCTION: RECYCLING! ARCHIVAL WORK & ARCHIVING ART & CULTURE IN INDONESIA - THE PRACTICE OF CLIPPING AS FUEL FOR CULTURAL INTELLIGENCE - REMEMBERING THE BODY: THE DANCING BODY AS AN ARCHIVE - THE ARCHI(VE)TECTURE OF ART MUSIC IN INDONESIA IN OUR TIME (IDEOLOGY & CRITICISM) - PAK MISBACH: THE ARCHIVE BEHIND THE RECORDINGS OF "ANAK SABIRAN: BEHIND THE GLOW OF THE GLITTER" - INVIGORATING THE ARCHIVE, CREATING DISCOURSE: THE IMPORTANCE OF THE ARCHIVE FOR SOCIAL MOVEMENTS - ACTION POSTERS REJECT RECLAMATION IN TELUK BENOA AND FIGHT FOR BALI'S FUTURE - (PERSONAL) ARCHIVING AND HISTORY: MEDAYU AGUNG AND OEI HIEM HWIE - DYNAMIC ARCHIVES: ARCHIVING TRADITIONAL ART, MANAGING INTERACTION - OPENING CATALOGUES, REVEALING IDEOLOGIES - READING THE CITY: CONCISE ARTICLES, ARCHIVAL WORK AND ARCHIVING ARTS AND CULTURE - THEORIZING THE ARCHIVE: CORPOREALNESS, DECOLONIZATION OF THINKING AND TACTICS, AND PLAYFULNESS OF MEMORY
    Rp 85.000,00
  • Buku - Interkultur
    Buku - Interkultur

    [Buku+CD] Interkultur: Pengolahan Gagasan dan Ekspresi Seni Visual Serta Media Alternatif dalam Konteks Keberagaman (1935-2011)

    , , ,
    Penerbit: IVAA, didukung Hivos Tahun Terbit: 2012 Tebal: 136 halaman ISBN: 978-979-99045-4-6 Kondisi: Baru Seri Buku Katalog Data IVAA merupakan terbitan buku saku yang dilengkapi CD bersifat interaktif, dan mempunyai tautan langsung ke situs atau online archive IVAA. Seri tersebut dimaksudkan pertama-tama lebih sebagai buku saku yang diharapkan dapat memancing inspirasi pembacanya - tidak saja untuk mengeksplorasinya lebih lanjut berkaitan dengan tema-tema yang diangkat, juga melengkapinya pelan-pelan. Buku katalog data IVAA ini menggelar data yang dirangkai dan dikumpulkan dari peristiwa-peristiwa seni visual di Indonesi. Dikurasi dari database IVAA sebagai produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA selama ini untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer. Buku saku ini dimaksudkan untuk ikut membangun bahan, medium, dan wacana seni rupa dan perkembangan masyarakat bagi dunia pendidikan dan eksperimentasi praktik seni rupa di masa yang akan datang. Arsip seni visual dipahami sebagai media membaca dan alat pembacaan perkembangan masyarakat. Perjalanan dan perkembangan dunia seni rupa (kontemporer) Indonesia sesungguhnya telah melahirkan berbagai produksi pengetahuan yang dihasilkan dari perputaran dan pergulatan karya seni rupa maupun proses berkarya, jalan hidup seniman maupun komunitas seni, ruang peristiwa seni maupun ruang kehidupan sehari-hari. Perkembangan dunia seni visual Indonesia - "sekecil apapun peranan"nya dalam kehidupan bersama - tidak bisa dikatakan lahir dan berada dalam ruang kosong. Karya seni, proses berkarya, seniman, komunitas seni, peristiwa seni dan pengalaman seni selalu berada dalam konteks masyarakatnya. Dan karena itu, sesungguhnya estetika - sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual - sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual - selalu berada dalam ruang sosialnya. Penilaian karya, peristiwa maupun proses seni rupa yang didasarkan pada dikotomi baik buruk, mahal murah, berhasil gagal, indah jelek, ataupun penilaian seperti politik-apolitis, dan lain sebagainya akan selalu hadir berbareng dengan pengabaian atas penilaian tersebut. Estetika merupakan kelenturan yang bisa hadir dari mana saja, hadir dari situasi ataupun konteks yang beraneka ragam. Katalog kecil ini bukan berangkat dari perdebatan estetika beserta penilaian-penilaiannya, tetapi dari bagaimana pernyataan, strategi dan eksperimentasi (estetik) dipraktikkan. Tujuannya lebih pada urgensi untuk menemukan strategi visual yang dengan tepat menggambarkan keterlibatan dan posisi seni visual dalam keadaan sekarang dan sebagai inspirasi masa yang akan datang. - Yoshi Fajar Kresno Murti * DAFTAR ISI: PENGANTAR IVAA I PERBEDAAN (IDENTITAS), SENI RUPA DAN KEBERAGAMAN a. Identitas yang Bergerak b. Ketegangan Identitas c. Identitas dalam Medium II. DIRI, YANG LAIN DAN IMAJINASI KERAGAMAN DALAM NEGARA BANGSA YANG BARU III. BHINNEKA TUNGGAL IKA: MEMPERSATUKAN PENYERAGAMAN IDENTITAS (NASIONAL a. Identitas Kota: (seolah) Representasi Ideologi dan Aliran b. Seni Rupa dan Identitas Agama: Dari Buraq Hingga Sadali (Seni Rupa dan Akar Otokrasi Agama) c. Identitas (Kelas) Konsumsi dan Budaya Pop IV. PERAYAAN KEBERAGAMAN V. RUANG KOMUNIKASI (KEBERAGAMAN)
    Rp 120.000,00
  • Buku - Fixing The Bridge
    Buku - Fixing The Bridge

    Buku Lanjuran “Fixing The Bridge: An International Workshop on Artists Initiatives”

    , , ,
    Penerbit: Cemeti Art Foundation Tahun Terbit: 2004 Bahasa: Indonesia dan Inggris Tebal: 187 halaman ISBN: 979-95909-9-X Kondisi: Old Stock Fuck you! Bagi sebagian orang di belahan Barat bola dunia, bisa saja kata ini berarti sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Dalam bahasa Indonesia "gaya Jakarta", kata itu kurang lebih bisa diartikan dengan "ngentot lu!". Dalam kenyataannya sehari-hari satu kalimat atau kata yang sama persis susunan huruf-hurufnya, tidak berarti kemudian mempunyai arti sama di lain tempat. Fuck you di Jawa (salah satu pulau terpadat di Indonesia) berarti kurang lebih: umpatan halus yang menunjukkan bahwa sang pengumpat cukup terdidik, menggemari film-film Barat terutama Amerika, sekuler, dan terbiaa untuk berbicara dalam bahasa asing. Oleh karena itulah maka dalam film-film televisi Amerika yang diputar di Indonesia, "fuck you" tidak pernah disensor. Kata itu mungkin dianggap sama dengan kalimat "Have a nice day!" atau "Good morning!" Hal yang kurang lebih sama, terjadi di workshop dan seminar "Fixing The Bridge" yang diadakan Yayasan Seni Cemeti di Kedai Kebun Forum Yogyakarta. Partisipan Korea berulangkali menyebut, "Kami menolak karya seni yang dikaitkan dengan humanisme," ini menarik, karena humanisme (di Barat, humanisme adalah semacam bensinnya ilmu pengetahuan) a la Korea, saya yakin sekali berbeda dengan humanisme a la finger (Frankfurt) atau CASCO (Utrecht). Perdebatan ini juga mengingatkan saya pada pertemuan pertama "Community and Art" di Seoul pada musim panas 2002. Ketika itu ada perdebatan yang cukup tajam antara peserta dari Asia dan Eropa. Peserta dari Asia menganggap globalisme itu iblis dari neraka jahanam, sedangkan peserta dari Eropa menganggap globalisme adalah bidadari cantik dari surga. Selain perbedaan atas satu hal, seminar ini juga ditandai dengan banyaknya persamaan. Persamaan itu muncul terutama pada aspek pendekatan, penggunaan medium, dan hasil akhir. Persamaan itu bisa jadi sama sekali tidak disengaja, dan itu kemudian menyiratkan adanya sebuah dunia yang kurang lebih "satu". Sehingga hal itu menyebabkan seniman dari Tulungagung (di Jawa Timur, Indonesia) menghadapi persoalan yang kurang lebih sama dengan seniman dari Denmark, sebagaimana seniman dari Seoul berhaapan dengan masalah yang sama dengan seniman yang bekerja di pelosok hutan di Jawa Barat. Dunia itu satu. Saya menyikapi itu dengan perasaan ambigu. Lalu di mana perang peradaban a la Huntington? Mungkinkah persamaan itu disebabkan karena pada dasarnya mereka menghadapi musuh bersama? Moelyono dengan berang menyebut sang "musuh bersama" adalah neoliberalisme. Saya tidak tahu pasti apakah seniman-seniman yang berasal dari kota-kota besar dunia "pertama" juga sepakat dengan Moelyono untuk hal itu. Akan tetapi forum "Fixing The Bridge" nampak benar menyiratkan spirit anti neoliberalisme itu. Semoga saja saya benar. - Agung Kurniawan, Project Officer
    Rp 25.000,00
  • Buku - Reka Alam
    Buku - Reka Alam

    [Buku+CD] Reka Alam: Praktik Seni Visual dan Isu Lingkungan di Indonesia (Dari Mooi Indië Hingga Reformasi)

    , ,
    Penerbit: IVAA, didukung Hivos Tahun Terbit: 2011 Tebal: 144 halaman ISBN: 978-979-99045-4-6 Kondisi: Baru Seri Buku Katalog Data IVAA merupakan terbitan buku saku yang dilengkapi CD bersifat interaktif, dan mempunyai tautan langsung ke situs atau online archive IVAA. Seri tersebut dimaksudkan pertama-tama lebih sebagai buku saku yang diharapkan dapat memancing inspirasi pembacanya – tidak saja untuk mengeksplorasinya lebih lanjut berkaitan dengan tema-tema yang diangkat, juga melengkapinya pelan-pelan. Buku katalog data IVAA ini menggelar data yang dirangkai dan dikumpulkan dari peristiwa-peristiwa seni visual di Indonesi. Dikurasi dari database IVAA sebagai produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA selama ini untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer. Buku saku ini dimaksudkan untuk ikut membangun bahan, medium, dan wacana seni rupa dan perkembangan masyarakat bagi dunia pendidikan dan eksperimentasi praktik seni rupa di masa yang akan datang. Arsip seni visual dipahami sebagai media membaca dan alat pembacaan perkembangan masyarakat. Perjalanan dan perkembangan dunia seni rupa (kontemporer) Indonesia sesungguhnya telah melahirkan berbagai produksi pengetahuan yang dihasilkan dari perputaran dan pergulatan karya seni rupa maupun proses berkarya, jalan hidup seniman maupun komunitas seni, ruang peristiwa seni maupun ruang kehidupan sehari-hari. Perkembangan dunia seni visual Indonesia – “sekecil apapun peranan”nya dalam kehidupan bersama – tidak bisa dikatakan lahir dan berada dalam ruang kosong. Karya seni, proses berkarya, seniman, komunitas seni, peristiwa seni dan pengalaman seni selalu berada dalam konteks masyarakatnya. Dan karena itu, sesungguhnya estetika – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – selalu berada dalam ruang sosialnya. Penilaian karya, peristiwa maupun proses seni rupa yang didasarkan pada dikotomi baik buruk, mahal murah, berhasil gagal, indah jelek, ataupun penilaian seperti politik-apolitis, dan lain sebagainya akan selalu hadir berbareng dengan pengabaian atas penilaian tersebut. Estetika merupakan kelenturan yang bisa hadir dari mana saja, hadir dari situasi ataupun konteks yang beraneka ragam. Katalog kecil ini bukan berangkat dari perdebatan estetika beserta penilaian-penilaiannya, tetapi dari bagaimana pernyataan, strategi dan eksperimentasi (estetik) dipraktikkan. Tujuannya lebih pada urgensi untuk menemukan strategi visual yang dengan tepat menggambarkan keterlibatan dan posisi seni visual dalam keadaan sekarang dan sebagai inspirasi masa yang akan datang. – Yoshi Fajar Kresno Murti * DAFTAR ISI: PENGANTAR IVAA I. LINGKUNGAN: CARA PANDANG, ALAM DAN VISUALISASI II. POLITICS OF SEEING: MEMANDANG BANGSA, MEMBANGSAKAN LINGKUNGAN a. Mooi Indië b. Persagi c. Realisme Sosial: Kemerdekaan (Revolusi 1945) Belum Selesai III. BERSIH LINGKUNGAN. LINGKUNGAN BERSIH ORDE BARU a. Militerisme Lingkungan b. Suara-suara (Penyadaran) Lingkungan MEMBACA JEJAK LANGKAH SENIRUPAWAN MENUJU LINGKUNGAN IV. TRANSNASIONALISME DAN LINGKUNGAN a. Kamuflase Hijau b. Peringatan Hari Lingkungan Hidup V. URBANISASI: LINGKUNGAN URBAN a. Kota dalam Lukisan b. Bekerja dengan Kota MEMBAYANGKAN JAKARTA VI. ISU LINGKUNGAN SEBAGAI KERJA BERSAMA DAN KOMUNITAS SENI RUPA DAN MUATAN LINGKUNGAN
    Rp 120.000,00
  • Buku - Seni, Aksi, dan Jogja Sebagai Ruang Urban
    Buku - Seni, Aksi, dan Jogja Sebagai Ruang Urban

    Seni, Aksi dan Jogja sebagai Ruang Urban (sejak reformasi hingga kini)

    , , ,
    Tim Penyusun: Lisistrata Lusandiana, Sukma Smita, Krisnawan Wisnu Adi Kontributor: Syafiatudina, Kus Sri Antoro Penerjemah: Translexi Editor: Arham Rahman Penerbit: IVAA, didukung Ford Foundation Tahun Terbit: 2017 Bahasa: Indonesia dan Inggris Tebal: vi + 170 halaman ISBN: 978-602-70013-7-4 Kondisi: Baru Buku Katalog Data IVAA ini merupakan gelaran data yang dirangkai dan dikumpulkan dari beragam peristiwa seni budaya atau yang berkaitan dengannya, yang mengiringi perubahan dan pergeseran arah gerak Jogja sebagai ruang urban pasca-1998. Mengingat keberadaan karya dan peristiwa yang tidak bisa dilepaskan dari konteksnya, kami merasa perlu untuk selalu mengingatkan pentingnya melakukan kontekstualisasi, serta menempatkan peristiwa seni budaya sebagai bagian dari bahasa kritik sosial, sebelum lebih jauh menuntutnya menjadi kritik kekuasaan. Konteks yang dimaksud kami batasi dengan batasan administratif wilayah provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Membicarakan Jogja berarti membicarakan kontestasi ruang. Di satu sisi, hampir setiap hari kita terus dihadapkan pada berbagai narasi yang menguatkan model pengembangan dan pembangunan kota dengan narasi 'istimewanya'nya. Sementara di sisi lain, di tengah narasi dominan keistimewaan, terdapat geliat warga yang tidak tinggal diam, merespons situasi ini sebagai kondisi yang tidak baik-baik saja. Terhitung sejak masa reformasi geliat dan dinamika politik kewargaan hampir selalu ada. Sementara seniman dan pekerja budaya yang hidup di kota ini menjadi bagian darinya. Dengan menggarisbawahi geliat tersebut, kami menekankan bahwa geliat atau gerakan seni budaya itu penting, tak terkecuali kritiknya. Berbagai tonggak, yang tidak harus besar dan monumental, sengaja kami hadirkan, mengingat kecenderungan kita yang memiliki ingatan pendek. Kita sering kali lupa atas beberapa peristiwa yang telah lewat, sehingga tidak jarang melakukan pengulangan yang tidak perlu. Atau bahkan merasa telah menciptakan peristiwa atau terobosan baru dalam konteks kehidupan bersama. - Lisistrata Lusandiana * Daftar Isi: - Pengantar / Foreword - Ragam Peristiwa dan Jogja Sebagai Arena / An Array of Events and Yogyakarta as a Field - Seni dan Praktik Budya di Tengah Upaya Modernisasi Jogja: Serangkaian Hipotesa / Art And Cultural Practices Amid the Urbanity of Jogja: A Series of Hypotheses - Seni dan Lingkungan / Art and Environment - Seni dan Narasi / Art and Naration
    Rp 75.000,00
  • Buku - Kolektif Kreatif
    Buku - Kolektif Kreatif

    [Buku+CD] Kolektif Kreatif: Dinamika Seni Rupa dalam Perkembangan Kerja Bersama Gagasan dan Ekonomi (Kreatif), (1938-2011)

    , ,
    Penerbit: IVAA, didukung Hivos Tahun Terbit: 2012 Tebal: 136 halaman ISBN: 978-979-99045-4-6 Kondisi: Baru Seri Buku Katalog Data IVAA merupakan terbitan buku saku yang dilengkapi CD bersifat interaktif, dan mempunyai tautan langsung ke situs atau online archive IVAA. Seri tersebut dimaksudkan pertama-tama lebih sebagai buku saku yang diharapkan dapat memancing inspirasi pembacanya – tidak saja untuk mengeksplorasinya lebih lanjut berkaitan dengan tema-tema yang diangkat, juga melengkapinya pelan-pelan. Buku katalog data IVAA ini menggelar data yang dirangkai dan dikumpulkan dari peristiwa-peristiwa seni visual di Indonesi. Dikurasi dari database IVAA sebagai produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA selama ini untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer. Buku saku ini dimaksudkan untuk ikut membangun bahan, medium, dan wacana seni rupa dan perkembangan masyarakat bagi dunia pendidikan dan eksperimentasi praktik seni rupa di masa yang akan datang. Arsip seni visual dipahami sebagai media membaca dan alat pembacaan perkembangan masyarakat. Perjalanan dan perkembangan dunia seni rupa (kontemporer) Indonesia sesungguhnya telah melahirkan berbagai produksi pengetahuan yang dihasilkan dari perputaran dan pergulatan karya seni rupa maupun proses berkarya, jalan hidup seniman maupun komunitas seni, ruang peristiwa seni maupun ruang kehidupan sehari-hari. Perkembangan dunia seni visual Indonesia – “sekecil apapun peranan”nya dalam kehidupan bersama – tidak bisa dikatakan lahir dan berada dalam ruang kosong. Karya seni, proses berkarya, seniman, komunitas seni, peristiwa seni dan pengalaman seni selalu berada dalam konteks masyarakatnya. Dan karena itu, sesungguhnya estetika – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – selalu berada dalam ruang sosialnya. Penilaian karya, peristiwa maupun proses seni rupa yang didasarkan pada dikotomi baik buruk, mahal murah, berhasil gagal, indah jelek, ataupun penilaian seperti politik-apolitis, dan lain sebagainya akan selalu hadir berbareng dengan pengabaian atas penilaian tersebut. Estetika merupakan kelenturan yang bisa hadir dari mana saja, hadir dari situasi ataupun konteks yang beraneka ragam. Katalog kecil ini bukan berangkat dari perdebatan estetika beserta penilaian-penilaiannya, tetapi dari bagaimana pernyataan, strategi dan eksperimentasi (estetik) dipraktikkan. Tujuannya lebih pada urgensi untuk menemukan strategi visual yang dengan tepat menggambarkan keterlibatan dan posisi seni visual dalam keadaan sekarang dan sebagai inspirasi masa yang akan datang. – Yoshi Fajar Kresno Murti * DAFTAR ISI: I. SENI RUPA, KERJA BERSAMA DAN PERJUANGAN POSISI a. Dalam Gelora Lingkaran Pemimpin Nasional(isme) b. Dalam Keluarga Sanggar Institusi Nasional(isme) II. AKADEMI SENI DAN KOMODITI KARYA SENI a. Dalam Arus Pendidikan (Formal) Seni Rupa b. Dalam Jaringan Pasar III. RUANG ALTERNATIF - Politik dan Puitik Ruang Seni: Sebuah Sejarah Singkat IV. (TEKNOLOGI) MEDIA, DESAIN DAN JARINGAN - Design It Yourself, Surabaya
    Rp 120.000,00
  • Buku - Jean-Michel Basquiat
    Buku - Jean-Michel Basquiat

    Jean-Michel Basquiat: Raja Seni Jalanan – Drajat T. Jatmiko

    , , , ,
    Penerbit: Phosphene Art Book Tahun Terbit: 2019 Tebal: 233 halaman ISBN: 978-602-5374-62-3 Kondisi: Baru Jean-Michel Basquiat (1960-1988) mengawali kariernya sebagai seniman jalanan kota New York. Di usia remaja, dia telah berhasil menguasai pasar seni global, sekaligus menjadi salah satu legenda gerakan neo-ekspresionisme di negeri Abang Sam. Kiprah kesenimanannya menempuh lika-liku yang cukup panjang. Dia tumbuh ketika perbudakan dan rasisme diolok-olok. Hingga kemudian menjadi sosok yang cukup populer di kalangan seniman jalanan, hingga para elit dan kurator seni papan atas. Namun tragis, hidupnya berakhir di usia 27 tahun karena overdosis heroin. Basquiat berasal dari keluarga keturunan Haiti-Puerto Rico. Sejak kanak-kanak, bakat melukisnya sudah mulai terlihat. Karyanya banyak memuat kritik mengenai isu perbudakan, ketimpangan sosial, dan diskriminasi terhadap ras kulit hitam. Berkat kepiawaiannya dalam bergaul, dia berteman akrab dengan sejumlah seniman kenamaan Amerika seperti Keith Haring, Kenny Schraf, hingga kampiun pop art, Andy Warhol. Hampir separuh usia Basquiat digunakan untuk melukis, maka tak heran jika sepanjang hidupnya, dia telah menghasilkan lebih dari seribu karya. Buku ini menceritakan perjalanan hidup Jean-Michel Basquiat. Mulai dari silsilah keluarga, kehidupan pribadinya, perjuangannya untuk bertahan hidup di jalanan, hingga transformasinya menjadi seorang superstar. Obsesinya untuk dikenal banyak orang telah menempatkan Jean-Michel Basquiat menjadi salah satu seniman penting kelas dunia.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Folders
    Buku - Folders

    Folders: 10 Tahun Dokumentasi Yayasan Seni Cemeti (Dwibahasa: Indonesia dan Inggris)

    , , ,
    Penulis: Nuraini Juliastuti dan Yuli Andari Merdikaningtyas Penerbit: IVAA dan Hivos Tahun Terbit: 2007 Tebal: 160 halaman ISBN: 978-979-99045-3-9 Kondisi: New Old Stock Yayasan Seni Cemeti berfungsi sebagai mediator antara masa lalu dan situasi kontemporer, sebagai upaya kritis terhadap mistifikasi masa lalu dan pengharapan berlebihan pada masa depan. Ide pendirian Yayasan Seni Cemeti terbentuk di teras rumah bergaya Jawa kolonial di salah satu sudut benteng Kraton Yogyakarta. Saya ingat waktu itu sore hari, tujuh orang berkumpul rata-rata masih berusia tiga puluhan-untuk membentuk sebuah lembaga yang bertujuan melakukan pengumpulan data dan aktivitas seni di Indonesia. Saya tidak tahu apakah karena terlalu banyak teh dan kopi yang kami minum pada saat itu, atau karena sebab lain, pertemuan singkat itu berujung pada kesepakatan segera membentuk sebuah lembaga. Sebuah lembaga yang berfungsi untuk melakukan kerja pengumpulan data dan penyebaran informasi tentang situasi seni di Indonesia, dan di Yogyakarta khususnya. - Agung Kurniawan
    Rp 60.000,00
  • Buku - Jejak
    Buku - Jejak

    Jejak: Seni dan Pernak-Pernik Dunia Nyata – Kumpulan Esai Peserta Lokakarya Penulisan dan Pengarsipan Seni Rupa IVAA 2017

    , , , ,
    Penerbit: IVAA ISBN: 978-602-70003-6-7 Kondisi: Baru Sebagian besar esai di buku ini menghadirkan kemewahan akademik tanpa mengurangi ketajaman berpikir. Tebaran teori dihadirkan sebagai penuntun sekaligus pembatas agar pembahasa tiak melebar. Artinya, para penulis lebih memilih menggali lebih dalam. Sebagian besar esai di buku ini tak terpengaruh pada hiruk pikuk seni rupa dengan kebesaran-kebesaran peristiwa yang melingkupinya. Justru masuk lebih intim dalam karya dan personal seniman. Sebab peristiwa hanyalah efek dari keduanya. Itulah dua alasan yang saya ajukan untuk menjawab pertanyaan anda, "Kenapa saya harus membaca buku ini?" - Fairuzul Mumtaz
    Rp 75.000,00
  • Buku - Semesta Perayaan - Jogja Kemrungsung
    Buku - Semesta Perayaan - Jogja Kemrungsung

    Semesta Perayaan: Jogja Kemrungsung – Kumpulan Esai Peserta Lokakarya #2 Penulisan dan Pengarsipan IVAA

    , , , ,
    Penulis: Aik Vela Pratisca, Ajeng Anggrahita, Anne Shakka, Istifadah Nur Rahma, Nadia Maya Ardiani, Nurina Susanti, Rendra Agusta Penerbit: IVAA dan Ford Foundation ISBN: 978-602-70013-9-8 Kondisi: Baru Tulisan yang terhimpun di buku ini cukup menunjukkan bahwa masing-masing dari kita telah merasakan kehadiran rezim percepatan pembangunan yang muncul di keseharian kita. Dari titik ini, sesungguhnya kita bisa melanjutkan pembahasan di sekitar asumsi bahwa ritme batin manusia, yang juga merupakan ritme sosial masyarakat, merupakan elemen yang juga politis. Harapannya, catatan dan asumsi awal yang terhimpun di buku ini bisa dilanjutkan melalui penelitian yang memperkuat argumentasi kita, bahwa Jogja yang selow adalah mitos!
    Rp 35.000,00
  • Buku - Mengapa Sebelas Lawan Sebelas
    Buku - Mengapa Sebelas Lawan Sebelas

    Mengapa Sebelas Lawan Sebelas? (dan serba-serbi sejarah sepak bola lainnya) – Luciano Wernicke

    Penerjemah: Mahir Pradana (dari bahasa Spanyol) Penerbit: Marjin Kiri Tebal: x + 175 halaman ISBN: 978-979-1260-91-6 Kondisi: Baru Mengapa tim sepak bola beranggotakan sebelas pemain? Siapa penyusun aturannya? Sejak kapan ada wasit? Dan sejak kapan wasit memakai peluit? Siapa penemu adu penalti? Samakah dengan penemu kartu merah? Siapa wasit yang mengartu merah dirinya sendiri? Cerita-cerita menarik dan jarang diketahui dari sejarah panjang sepak bola, dikumpulkan melalui riset cermat penulis olahraga kenamaan Argentina, Luciano Wernicke.
    Rp 62.000,00
  • Buku - Biografi Pendek Sitor Situmorang
    Buku - Biografi Pendek Sitor Situmorang

    Sitor Situmorang: Biografi Pendek 1924-2014 – JJ Rizal

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: x + 186 halaman ISBN: 978-602-9402-64-3 kondisi: Baru Sitor Situmorang (1924-2014) adalah tokoh yang kompleks. Ia salah satu penyair Indonesia terkuat, penulis cerpen yang karyanya harus diperhitungkan bagi siapa saja yang hendak membuat kumpulan cerpen terbaik duia, tokoh film (karena darinya lahir cerita film Darah dan Doa yang jadi tonggak pertama film Indonesia), dan eseis kebudayaan yang buah pikirannya memberikan sumbangan penting bagi pencerahan serta pembaruan dalam alam kebudayaan Indonesia. Selain itu, ia juga seorang penulis naskah drama, jurnalis, penerjemah, sejarawan sekaligus antropolog Batak.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Menguak Duniaku
    Buku - Menguak Duniaku

    Menguak Duniaku: Kisah Sejati Transseksual – R. Prie Prawirakusumah & Ramadhan KH

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2005 Tebal: v + 605 halaman ISBN: 979-3731-04-4 Kondisi: Baru Bagaimana rasanya menjadi seorang lelaki yang terjebak di dalam tubuh perempuan? Lantas bagaimana masyarakat meresponsnya? Kisah ini mengungkap pengalaman langsung dari seorang trans beserta cara dia menghadapi norma dan nilai di masyarakat yang telah mapan.
    Rp 55.000,00
  • Buku - Julia's Jihad
    Buku - Julia's Jihad

    Julia’s Jihad – Julia Suryakusuma

    , , ,
    Pengantar: Meidyatama Suryodiningrat, Endy Bayuni Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit:2013 Tebal: xxxviii + 526 halaman Bahasa: Inggris ISBN: 978-602-9402-27-8 Kondisi: Baru Does the proliferation of jilbabs (headscarves) in Indonesia since 1998 mean the nation has gone hardline? How did democracy happen in Indonesia, which has the largest population of Muslims in the world, and will it stick? Is the term ‘Muslim feminist’ an oxymoron? Do Muslims even like sex? Julia’s Jihad provides the answer to these questions and much, much more: how the nation struggles to maintain the ‘unity in diversity’ of its 300 ethnic groups; how it practices ‘political cannibalism’ to deal with to its human rights problems; how environmentally we ‘burn our own house down’, and a whole lot of the other weird and wacky things that make Indonesia the fascinating bundle of contradictions it is. * "Buku ini merupakan kumpulan esai pemikiran Julia selama 8 tahun yang pernah dimuat di The Jakarta Post dan majalah Tempo edisi bahasa Inggris. Tulisan Julia terasa tajam dan segar saat mengupas kompleksitas permasalahan di negeri ini. Mulai dari identitas wanita muslim, gerakan sosial, kebijakan publik, tradisi, kapitalisasi agama, hingga hak asasi manusia. Anda juga akan tersenyum-senyum sendiri saat menemukan selipan humor yang satir di dalam bahasan yang serius. Pas untuk Anda yang mencari bacaan alternatif dan menawarkan sudut pandang berbeda." – Femina.co.id "Julia is not just a critical feminist, but also a true humanist. She moves us to sincerely respect our fellow human beings and the plurality of culture and religion as certainties, and even sources of peace." – Musdah Mulia "Julia’s Jihad is jihad in fourth gear in the struggle for openness, rationality, humanity and, naturally, woman—all spiced with a big dose of humor and wit that shakes up the reader. Reading Julia, you keep on laughing until you suddenly realize that what she is writing about is not funny but very, very serious." – Frans Magnis Suseno
    Rp 125.000,00
  • Buku - Kumpulan Sajak Sitor Situmorang
    Buku - Kumpulan Sajak Sitor Situmorang

    Sitor Situmorang: Kumpulan Sajak 1948-2008

    ,
    Pengantar: Ajip Rosidi, E. Ulrich Kratz Editor: JJ Rizal Penerbit; Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Tebal: lxiv + 1000 halaman ISBN: 979-3731-09-5 Kondisi: Baru “Buku kumpulan sajak Sitor Situmorang yang dikumpulkan dengan ketekunan dan kecermatan tinggi. Jumlahnya lebih dari 630 judul. Mungkin Sitorlah penyair yang paling banyak menghasilkan sajak di Indonesia. Sajak itu ditulisnya dalam rentang waktu yang sangat panjang, 1948-2008. Berkat kumpulan sajak ini kita dapat memperoleh gambaran utuh tentang seorang penyair besar Indonesia.” – Ajip Rosidi “Sebuah edisi kumpulan puisi yang luar biasa dan yang pertama dalam sejarah penerbitan sastra di Indonesia. Pembaca diberi kesempatan menemukan, membaca, menikmati dan menerima puisi Sitor atas sajaknya sendiri dan tidak tergantung pada kata orang. Suatu jalan untuk menghargai sumbangan Sitor yang besar dan penting sekali pada khazanah sastra Indonesia, tetapi kurang diketahui bahkan ditutup-tutupi dan dicanteli cap-cap yang tidak benar.” – Ulrich Kratz “Saya memasuki bayangan ruang dimana ruang rantau yang umumnya berada di luar, dalam pertumbuhan puisi-puisi Sitor, ruang rantau itu alih-alih berbalik menjadi di dalam. Seorang penyair seperti Sitor, yang memiliki kesempatan masuk ke dalam momen-momen sejarah penuh warna, membuat pusinya memunculkan “komunitas pejala” dimana puisi dan sejarah seperti lanskap dengan pesona bayangannya; bau usia manusia dengan teknologi imajinasi yang bergulat dalam bahasa; dan dialog intens dalam berbagai medan sosio-historis yang dilaluinya. Puisi-puisi Sitor merupakan situs yang acap kali saya kunjungi dalam arti ini.” – Afrizal Malna
    Rp 300.000,00
  • Buku - Atheis
    Buku - Atheis

    Atheis – Achdiat K. Mihardja

    ,
    Penerbit: Balai Pustaka ISBN: 979-407-185-4 Kondisi: Baru "Setidaknya sejak 4.000 tahun silam, Tuhan merupakan tema penting dalam sejarah kesadaran manusia, dalam upaya menemukan Tuhan yang benar-benar bermakna dan relevan bagi kehidupan mereka. Mengisahkan pergulatan batin anak manusia tentang Tuhan, novel Atheis memberikan aspek-aspek menantang tentang tema ini, yang cukup peka hampir sepanjang kesadaran manusia, termasuk di Indonesia." - Jamal D. Rahman * "Keberhasilan Atheis terletak pada hampir semua unsurnya yang begitu menonjol. Latar alam yang terjadi di daerah Pasundan, dengan berbagai tradisi keagamaannya, sangat mendukung perkembangan watak tokoh utamanya, Hasan. Cerita ini justru diawali dengan akhir riwayat hidup tokoh utamanya, menyerupai cerita berbingkai, hanya dalam struktur yang agak berbeda. Unsur lain yang tak kalah penting adalah penggunaan sekaligus tiga pencerita. Wajarlah sampai sekarang novel ini masih terus dibaca dan dibicarakan." - Maman S Mahayana
    Rp 69.000,00
  • Buku - Ego dan Id
    Buku - Ego dan Id

    Ego dan Id – Sigmund Freud

    , ,
    Penerbit: Tanda Baca Tahun Terbit: 2018 Tebal: 104 halaman ISBN: 978-602-52260-1-4 Kondisi: Baru Pada tahun 1923, dalam buku ini, Freud menyusun implikasi-implikasi penting dari teori struktural pikiran yang pertama kali dia ketengahkan tiga tahun sebelumnya dalam Beyond the Pleasure Principle. Ego dan Id memiliki kedudukan penting dalam karya Freud setelahnya. Buku ini menyoroti Ego sebagai bagian esensial dari manusia dan bagaimana ia dipengaruhi oleh Id, Super-ego, dan dunia luar.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Kenang-kenangan Hidup
    Buku - Kenang-kenangan Hidup

    Kenang-kenangan Hidup – HAMKA (Buku I & II)

    , ,
    Penerbit: Balai Pustaka ISBN Buku I: 978-602-2600-50-3 ISBN Buku II: 978-602-2600-51-0 Kondisi: Baru Buku I membabarkan serangkaian panjang kisah masa kanak-kanak yang penuh kenakalan dan petualangan khas di tengah keelokan alam dan budaya Minangkabau, kehidupan anak-anak di surau penuh gurau di sela dan setelah mengaji Alquran dan Alhadits serta berbagai kitab atau berlagu barzanzi, juga riwayat persentuhannya dengan sastra serta berbagai bacaan dari Eropa semasa remaja. Penjelajahannya ke tanah Jawa dalam rangka mencari ilmu turut andil dalam pembentukan pengetahuan dan karakternya, hingga kemudian bertolak ke tanah suci Mekkah dalam masa pendewasaannya, kemudian sekelumit peristiwa menuju upacara pernikahannya yang dilangsungkan pada 1929. Buku II mengisahkan kiprah HAMKA sejak mula masuk ke lingkungan sastra Indonesia dengan menjadi pengarang. Baginya jalan seni merupakan hal penting yang tidak dapat diabaikan di dalam kehidupan, "Kebangunan seni dengan sendirinya bertali dengan kebangunan budi."
    Rp 97.000,00
  • Buku - Rumah Mati di Siberia
    Buku - Rumah Mati di Siberia

    Rumah Mati di Siberia – F.M. Destojewski

    ,
    Penerjemah: M. Radjab Penerbit: Balai Pustaka Tahun Terbit: 2002 (Cetakan Kedua. Pertama kali diterbitkan pada 1949.) Tebal: vii + 326 halaman ISBN: 979-666-658-8 Kondisi: New Old Stock Rantai-rantai itu pun jatuhlah. Saya pungut rantai itu dari tanah. Saya ingin memegangnya dan memandanginya untuk penghabisan kali. Takjub saya melihatnya bertahun-tahun dan baru sebentar ini ia masih mengikat kaki dan membatasi kemerdekaan badan dan jiwa saya.
    Rp 92.000,00
  • Buku - Esai Tentang Pembebasan
    Buku - Esai Tentang Pembebasan

    Esai Tentang Pembebasan – Herbert Marcuse

    , ,
    Penerjemah: Praksi Pradipta Penerbit: Tanda Baca Tahun Terbit: 2019 Tebal: 133 halaman Kondisi: Baru Dalam masyarakat makmur, kapitalisme datang dengan sendirinya. Dua dorongan utama dinamikanya--eskalasi produksi komoditas dan eksplotasi yang produktif--menyertai dan menyerap ke dalam semua dimensi ruang publik dan privat. Sumber daya material dan intelektual yang tersedia (potensi pembebasan) telah berkembang jauh melebihi Penguasa yang ada, sehingga hanyalah peningkatan sistematis dalam pembuangan, penghancuran, dan pengaturan yang mampu menjaga sistem tetap berjalan.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Antarkota Antarpuisi
    Buku - Antarkota Antarpuisi

    Antarkota Antarpuisi – Beni Satryo

    ,
    Penerbit: baNANA Tahun Terbit: 2019 ISBN: 978-979-2079-66-2 Kondisi: Baru Aku bertamu ke kuburan ayah. Memohon doa restu. "Kemarin kemiskinan datang ke rumah," kataku. "Ia melamar ibu."
    Rp 45.000,00
  • Buku - Azab dan Sengsara
    Buku - Azab dan Sengsara

    Azab dan Sengsara – Merari Siregar

    ,
    Penerbit: Balai Pustaka Tahun Terbit: 2011 (Cetakan ke-32. Pertama kali diterbitkan pada 1936) Tebal: xviii + 188 halaman ISBN: 978-979-4071-68-7 Kondisi: New Old Stock "Karya sastrawan Merari Siregar (1896-1940) ini merupakan roman pertama Indonesia yang diterbitkan Balai Pustaka pada tahun 1920, yang mempermasalahkan hal kawin paksa dalam adat Minangkabau, sebuah tema penggarapan yang akan bertahan sekitar dua dasawarsa lamanya. "Plot yang disusun pengarang melibatkan interaksi kehidupan anak laki-laki dan perempuan dari dua keluarga, yaitu Baginda Diatas dan Sutan Baringin, kedua-duanya bangsawan kaya, berlangsung di daerah Sipirok, Padang dan Medan, Sumatera Utara, dengan berbagai konflik dan komplikasi tak putus-putusnya." - Taufiq Ismail
    Rp 81.000,00
  • Buku - Sudah Lama Tidak Bercinta Ketika Bercinta Tidak Lama
    Buku - Sudah Lama Tidak Bercinta Ketika Bercinta Tidak Lama

    Sudah Lama Tidak Bercinta Ketika Bercinta Tidak Lama: Kumpulan Puisi – Berto Tukan

    ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2018 Tebal: 161 halaman ISBN: 978-602-51695-2-6 Kondisi: Baru HORISON JAKARTA Langit haru biru Berjuta manusia dibawahnya Merindu bercinta harapharap cemas menanti kepastian raguragu melangkah Sakit perut kambuh pada menit ke sekian Asam lambung Mencret-mencret 2017 (…akankah… nantikan pada episode berikutnya)
    Rp 50.000,00
  • Buku - Gayo
    Buku - Gayo

    Gayo: Masyarakat dan Kebudayaannya Awal Abad ke-20 – C. Snouck Hurgronje

    , ,
    Penerjemah: Hatta Hasan Aman Asnah Penerbit: Balai Pustaka Tahun Terbit: 1996 Tebal: xxiv + 294 halaman ISBN: 979-407-988-x Kondisi: New Old Stock Sampai masa terakhir ini, data tentang Tanah Gayo masih sangat sedikit dan itu pun belumlah dapat dipercaya. Sebenarnya banyak kesempatan terluang, di mana-mana di daerah pesisir Aceh bisa kita jumpai orang-orang Gayo, dan pasti apabila diberikan sedikit imbalan uang, mereka akan bersedia memberikan keterangan tentang daerahnya. Mengapa hal ini tidak dilakukan, alasannya karena adanya tekanan-tekanan yang sejak 1986 dan akhirnya pada 1898 barulah politik bertahan ini ditinggalkan. Dalam semester kedua tahun 1900, di Desa Purumeue di dekat Meulaboh, saya berjumpa dengan seorang Gayo berasal dari Isak bernama Nyak Putih; potretnya kita cantumkan di halaman buku ini. Anak muda ini berintelijensi tinggi, cukup mengenal dan mengetahui sebagian besar dari Tanah Gayo, bahkan dapat menuturkan dengan baik keadaan lingkungannya. Ajudan Gubernur Aceh, Kapten P.J. Spruijt memindahkannya ke dalam satu bentuk peta darurat, dan selanjutnya dari Nyak Putih yang mahir berbahasa Aceh inilah saya banyak mendapat keterangan dan penjelasan yang amat berharga tentang bahasa dan penduduk Tanah Gayo sendiri. Sesudah itu, selama saya berada di daerah Blang Pidie, saya selalu mengambil kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang Gayo dari Gayo Lues untuk mempelajari banyak hal tentang Tanah Gayo. Sejak itu pulalah selama saya berada di sekitar pesisir Aceh, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menemui orang-orang Gayo, yang datang dari berbagai pelosok Tanah Gayo, yang kadang-kadang di antaranya sampai beberapa hari saya wawacarai guna menambah wawasan saya mengenai penduduk negeri ini.
    Rp 88.000,00
  • Buku - Layar Terkembang
    Buku - Layar Terkembang

    Layar Terkembang – St. Takdir Alisjahbana

    ,
    Penerbit: Balai Pustaka ISBN: 979-407-065-3 Kondisi: Baru Selagi Maria dan Yusuf menjalin percintaan yang manis, Tuti bergelut dengan dirinya sendiri: apakah ia akan menikah dengan orang yang tidak dicintainya hanya karena usianya semakin bertambah? Atau tetap memegang prinsip: lebih baik tidak menikah daripada mendapatkan suami yang tidak sepandangan dan sepemahaman.
    Rp 88.000,00
  • Buku - Dragonfly and Damselfly
    Buku - Dragonfly and Damselfly

    Dragonfly and Damselfly – Ratna Kusuma Halim

    , ,
    Penerbit: Rosda Tahun Terbit: 2015 Tebal: 28 halaman Bahasa: Inggris ISBN: 978-979-692-688-6 Kondisi: Baru Dragonfly was a strong and fast flyer. With that special skill of his, he was sure no predators could ever be a threat for him. He wouldn't even listen to his best friend, who had tried to warn him. Until a shocking moment in a waterlily pond happened to him and changed his life. Would Damselfly, his best friend that he once underestimated, forgive him?
    Rp 90.000,00
  • Buku - Aki
    Buku - Aki

    Aki – Idrus

    ,
    Penerbit: Balai Pustaka Tahun Terbit: 2011 (Cetakan Kedua Belas. Pertama kali diterbitkan pada 1944.) Tebal: xviii + 84 halaman ISBN: 979-666-183-7 Kondisi: New Old Stock Aki umurnya 29 tahun, tapi kelihatannya seperti ia sudah berumur 42 tahun. Hal yang semacam ini sering kita jumpai pada orang laki-laki yang waktu mudanya dihabiskan dengan perempuan jahat. Tapi tidak demikian halnya denga Aki. Penyakit menimpanya sejak sudah lama juga dan tiba-tiba ia sudah seperti orang tua. Kalau ia berjalan, kedua kakinya membengkok di pertengahan dan merupakan satu nol besar, seakan-akan badannya yang kurus kering itu masih juga keberatan bagi kedua kakinya. Punggungnya sudah bongkok dan jika ia kebetulan tidak pakai baju, kelihatan tulang punggung itu membikin sudut 165 derajat. Tidak, Aki sendiri sudah merasa. Lama-lama begitu tentu tidak mungkin. Tiada berapa lama lagi, tali yang sudah genting itu tentu akan putus.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Supernova Akar
    Buku - Supernova Akar

    Supernova: Akar – Dee

    ,
    Penerbit: Truedee Books Tahun Terbit: 2002 Tebal: xiv + 210 halaman ISBN: 979-96257-2-6 Kondisi: New Old Stock Kuraih simpul mati bandanaku, menguraikannya perlahan, mengangkatnya hati-hati. Dan kusambut kesiap sunyi. Reaksi semua manusia kala pertama mereka melihatku tanpa penutup kepala. Mereka diam karena meragu ... Adakah anak bernama Bodhi, yang mencuci setengah tubuhnya cuma untuk bercerita, bersila sempurna dengan tasbih kayu di tangan kiri, adalah manusia? Sekalipun ia berkata-kata seperti mereka. Bernapas dengan paru-paru. Berjalan di atas dua kaki. Dan sering nongkrong di warung si Gombel ...
    Rp 60.000,00
  • Buku - Supernova I
    Buku - Supernova I

    Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh – Dee

    ,
    Penerbit: Truedee Book Tahun Terbit: 2001 Tebal: xii + 231 halaman ISBN: 979-96257-0-X Kondisi: New Old Stock Selamat Datang. Apa yang hendak disampaikan di Supernova bukan sesuatu yang mudah dipahami. Kita berusaha merangkum sejarah miliaran tahun. Kita berusaha mendeteksi gerak-gerik sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya. Kita berusaha memuat apa yang hanya bisa dijangkau abstraksi bernama "iman" ke dalam sel-sel otak kita yang usang. Tapi, jangan terlalu cepat berkecil hati. * TENTANG PENULIS Dewi Lestari, atau Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Lebih dulu dikenal sebagai Sarjana Ilmu Politik dari jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Dengan modal suara alto yang ia pikir merdu, Dee lantas mencoba-coba menjadi penyanyi, dan akhirnya bergabung dengan grup vokal "Rida, Sita, Dewi". Dara berzodiak Aquarius yang menggemari masakan Indonesia, tidak suka saos tomat, segan dengan kecoak, serta menyukai warna biru dan hitam ini ternyata juga hobi membaca. Supernova adalah buku pertamanya. Sebelum itu, Dee amat rajin menulis untuk dirinya sendiri, keluarga, dan teman-teman. Plus, beberapa lirik lagu puitis yang cenderung kurang komersil. Sampai hari ini, Dee masih berdomisili di kota kelahirannya, dan mulai berani menghadapi kecoak tanpa bantuan orang lain atau obat serangga.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Becoming
    Buku - Becoming

    Becoming – Michelle Obama

    , ,
    Penerbit: Noura Books Tebal: 576 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-385-747-0 Kondisi: Baru “… bersama, di apartemen kami yang sesak, Ayah dan Ibu mengajariku melihat nilai-nilai dalam setiap kisah kehidupan kami … bahkan saat kisah itu tidak indah atau sempurna ….” Dunia Michelle kecil adalah sebuah apartemen sempit di South Side, Chicago, tempat dia dan saudaranya, Craig, dibesarkan dan dididik untuk menjadi pemberani dan tidak takut bicara. Namun kemudian, kehidupan membawanya jauh melangkah, mulai dari Universitas Princeton—tempat dia belajar merasakan menjadi satu-satunya perempuan kulit hitam di sebuah ruangan—hingga ke kantor pengacara tempat dia bekerja dan bertemu Barack Obama, yang kemudian menjadi suaminya. Pertemuan yang mengubah semua rencana hidupnya. Dalam buku ini, untuk pertama kalinya, Michelle Obama menggambarkan tahun-tahun pertama pernikahannya, ketika dia berjuang menyeimbangkan pekerjaan dan keluarganya dengan karier politik suaminya yang bergerak cepat. Dia juga mengungkap drama pencalonan suaminya sebagai presiden hingga perannya sebagai tokoh yang populer, sekaligus sasaran kritik. Dengan narasi yang anggun, penuh humor, dan keterusterangan, Michelle menuturkan kisah di balik layar kehidupannya selama delapan tahun di Gedung Putih yang membuatnya tak hanya dikenal, tetapi juga semakin mengenal negaranya. Melalui Becoming, sebuah memoar yang jujur dan berani, Michelle Obama menggugah kita untuk bertanya: Who are we and who do we want to become?
    Rp 149.000,00
  • Buku - Different Seasons
    Buku - Different Seasons

    Different Seasons – Stephen King

    ,
    Penerbit: Noura Books Tebal: 772 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-385-326-7 Kondisi: Baru Dari salah seorang penulis cerita terhebat sepanjang masa, Stephen King. Different Seasons menyuguhkan empat novella menakjubkan. Rita Hayworth dan Penebusan Shawshank, mengisahkan seorang narapidana yang dijebloskan ke penjara secara tidak adil dan berupaya melakukan pembalasan dendam yang ganjil dan mengejutkan. Murid Cerdas, tentang seorang remaja laki-laki yang terobsesi kepada kehidupan masa lalu yang kelam dan kejam dari seorang pria tua di kotanya. Mayat, menceritakan petualangan empat remaja mencari remaja lain yang telah menghilang dan menghebohkan kota. Metode Bernapas, mengenai seorang wanita hamil yang harus menghadapi kengerian di luar nalar manusia demi melahirkan anaknya. Seperti biasa, ketegangan kisah-kisah Stephen King membuat kita tidak bisa lagi memandang dunia dengan cara yang sama.
    Rp 149.000,00
  • Buku - Laki-Laki Bernama Klaus Klump
    Buku - Laki-Laki Bernama Klaus Klump

    Laki-laki Bernama Klaus Klump – Gonçalo M. Tavares

    ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 Jumlah Halaman: xxvi + 158 halaman ISBN: 978-602-433-723-9 Kondisi: Baru Seorang Laki-laki Bernama Klaus Klump adalah karya penulis Portugis, Gonçalo Manuel Tavares, berlatar belakang masa perang. Tidak disebutkan di mana, atau kapan terjadinya kisah ini, Tavares hanya memberikan detail tentang kematian, tank, dan peluru. Tentang pria dan wanita di kota yang terkepung, para prajurit memasuki rumah-rumah dan memperkosa wanita yang tinggal di sana, munculah perlawanan, yang mengakibatkan perang. Tavares menggambarkan pengalaman kemanusiaan yang dialami ribuan orang pada masa itu. Klaus Klump, tokoh utamanya, berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Dengan pecahnya perang ia terpaksa mengubah hidupnya secara radikal. Dari seorang penerbit buku, ia menjadi tentara. Buku-buku yang ia terbitkan itu bagaikan bom kecil yang dia luncurkan melawan ekonomi, politik. Dia tahu bahwa untuk bertahan hidup dalam perang, yang terbaik adalah tetap netral, menjadi pengecut, namun ia memilih untuk melawan. Transformasi yang terjadi dalam kehidupannya erat hubungannya dengan dua orang wanita yang dekat dengannya, yaitu Yohana dan Herthe. Tapi suatu kekuatan besarlah yang membatalkan takdirnya. Kisah Klaus Klump adalah protret kehidupan di zaman perang yang bertutur tentang cara orang bertahan hidup, kemenangan atas kemunafikkan dan keinginan untuk melupakan seperti pedang bermata dua.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Matinya Seorang Mantan Menteri
    Buku - Matinya Seorang Mantan Menteri

    Matinya Seorang Mantan Menteri – Nawal El Saadawi

    ,
    Penerjemah : Lie Hua Kata Pengantar: Mochtar Lubis Penerbit: Yayasan Obor Indonesia ISBN: 9789794611456 Kondisi: Baru Dalam tangan ibunya, seorang menteri pemerintah melukiskan suatu pertemuan secara kebetulan dengan seorang pegawai bawahan, seorang perempuan, yang tidak merendahkan pandangan matanya di hadapan dirinya, tidak akan menyerah. Merusak dugaan-dugaannya sebelumnya tentang perilaku yang dapat diterima, maka insiden tersebut akhirnya menyebabkan kegagalannya, pemecatan, dan kematian seorang laki-laki. Cerita ini menggambarkan gema universal dari fakta-fakta masyarakat Arab untuk memproyeksikan persepsi yang berbeda mengenai politik seksual, emosi-emosi yang ditekan, makna kehidupan dan cinta.
    Rp 35.000,00
  • Buku - Deana Pada Suatu Ketika
    Buku - Deana Pada Suatu Ketika

    Deana Pada Suatu Ketika – Titie Said

    ,
    Penerbit: Pustaka Populer Obor Tahun Terbit: 2004 Tebal: 168 halaman ISBN: 979-461-489-0 Kondisi: Baru Deana berontak pada lingkungan sosial, pada pola budaya Indonesia, yang sering diskriminatif. Coba kalau lelaki yang kena penyakit, beban deritanya tak seberat dibanding penderita perempuan. Dianggap biasa kalau lelaki ketularan penyakit kelamin karena lelaki dianggap punya bakat poligami, suka jajan! Deana pernah jadi Putri Kampus, Putri Asia-Pasifik dan sederet gelar yang mengacu pada kecantikan dan kecerdasan. Bahkan setelah menikah pun ia masih meraih beberapa gelar seperti Istri Ayu, Wanita Berbusana Anggun, dan lain-lain. Namun kini, ia nyaris putus harapan karena tertular HIV dari transfusi darah yang ia jalani setelah mengalami kecelakaan mobil.
    Rp 22.000,00
  • Zine - Bookshelf Brief
    Zine - Bookshelf Brief

    Bookshelf Brief: A Quarterly Curated Story

    ,
    Penulis: Griselda Puspa Bahasa: Inggris Tebal: 15 halaman Kondisi: Baru "It was easy for Mana to have nightmares. She watched Titanic back in the late '90s with her parents and dreamt she was drowning. She read a book about a thief caught by a dog, and she dreamt herself chased down by a dog, and lately, Mana had nightmares about silence." * Welcome to Bookshelf Brief, a quarterly curated story. Here you will find a short story or a narrative essay or a novel excerpt hand-picked by our staff. Our story began in 2018 when Bookshelf is first founded. Bookshelf is a growing place for readers aims to cultivate critical and creative minds. At first, Bookshelf is a book review offering critical thinking questions so readers can better digest their books. In 2019, we further expanded to Bookshelf world, an online publication at Medium, and Bookshelf Brief, a printed publication of a quarterly curated story. For this edition we bring you a story from our founder, Griselda Puspa, called "Eleven at Night". It is a reading that reminds us about self-love and true friendship. We hope that you enjoy it and share the joy of reading to others. Regards, Editor *
    Rp 25.000,00
  • Buku - Orphic Tales
    Buku - Orphic Tales

    Orphic Tales: A Novella – Griselda Sukmoro

    ,
    Penerbit: Self-Published via Penerbit Jejak, Make Your Own Mark Tahun Terbit: 2018 Tebal: 128 halaman Bahasa: Inggris ISBN: 978-602-474-065-8 Kondisi: Baru A scientist meets an alien race for the first time. A disabled boy runs with prosthetic legs. A polymath observes the creation of life through building a city. A mathematician connected to a stranded astronaut. Orphic Tales delivers to you the legendary tales about evolution, championship, creation, and survival.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Kaleidoscope
    Buku - Kaleidoscope

    Kaleidoscope: Short Stories Collection – Griselda Puspa

    ,
    Penerbit: Self-Published via Penerbit Jejak, Make Your Own Mark Tahun Terbit: 2019 Tebal: 168 halaman Bahasa: Inggris ISBN: 978-602-474-732-9 Kondisi: Baru Our lives are brighter than it seems. They glow with their own lights, illuminating the horizon with our personal stories. Kaleidoscope is a collection of short stories written in 2006-2019 ranging from mystery, science fiction, human drama, humor, historical fiction, fairy tale, and fantasy.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Lusifer! Lusifer!
    Buku - Lusifer! Lusifer!

    Lusifer! Lusifer! – Venerdi Handoyo

    ,
    Penerbit: POST Press Tahun Terbit: 2019 ISBN: 978-602-6030-45-0 Kondisi: Baru Malam itu banyak hal tak semestinya terjadi. Tetapi, apa boleh buat, Lusifer diyakini merasuki tubuh Mawarsaron, si gadis 16 tahun. Tidak ada pilihan lain: si Iblis Segala Iblis harus diusir. Empat belas anggota Barisan Pendoa berseru-seru, menengking, berbahasa roh, dipadu gaduh suara gitar, megusir semua kuasa kegelapan. Mawarsaron harus disucikan kembali, dengan cara apapun. Malam itu, dengan senjata kekuatan iman, perang melawan setan dikobarkan. Di tengah segala histeria itu, diam-diam, Markus Yonatan mengemban misi lain.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Kepulauan Nusantara (II)
    Buku - Kepulauan Nusantara (II)

    Kepulauan Nusantara: Kisah Perjalanan, Kajian Manusia dan Alam – Alfred Russel Wallace

    , , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xiii + 524 halaman ISBN: 978-602-9402-99-5 Kondisi: Baru Alfred Russel Wallace, Bapak Biogeografi Evolusi, lahir 8 Januari 1923 di Usk, Wales, Inggris. Ia dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan biologi. Ia adalah salah satu penemu teori seleksi alam. Penjelajahannya di Nusantara menghasilkan sebuah garis imajiner pembagi flora dan fauna Indonesia, yang dikenal dengan nama Garis Wallacea. Selain itu, ia juga dikenal dengan “Efek Wallace”, sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna. Wallace meninggal pada 7 November 1913 di Dorset, Inggris. * “Luar biasa sekali Anda kembali dalam keadaan selamat setelah berbagai risiko penyakit dan pelayaran jauh, terutama pelayaran ke dan dari Waigou yang begitu menarik. Dari semua kesan yang saya dapat dari buku Anda, yang begitu kuat membekas bagi saya adalah ketekunan Anda dalam ilmu pengetahuan. Sangat heroik. Dan saya begitu iri pada Anda, menemukan berbagai jenis kupu-kupu cantik, membuat saya merasa muda kembali ….— Charles Darwin, penulis The Origin of SpeciesAlfred Russel Wallace adalah nama besar dalam jagat ilmu pengetahuan dunia. Tetapi melalui bukti-bukti, peninggalan Wallace dapat dengan nyata teraba dan dengan mudah teridentifikasi bahwa dia adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Sayangnya, Wallace dan karya besarnya The Malay Archipelago di Indonesia masih terlupakan. Di Ternate—tempat ia lama bekerja dan tempat sesungguhnya teori akbar mengenai evolusi lahir—sampai tahun lalu sama sekali bersih dari tanda-tanda yang mengingatkan adanya penemuan paling besar pada abad ke-19 itu. Sayang sekali.” — Sangkot Marzuki, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Ketua Dewan Pengurus Yayasan Wallacea IndonesiaSeandainya Wallace bersama dalam pelayaran kami, ia tidak akan terkejut dengan jalanan yang padat atau hutan-hutan ini. Tapi ia akan sangat tercengang ketika melihat dari bibir perahu kecil kami ketika berlayar ke pelabuhan Ambon. Taman terumbu karang bawah laut yang digambarkannya begitu elok, kini hilang dan takkan kembali. Betapa Wallace akan sangat terpukul.” — Tim Severin, penulis The Spice Islands Voyage.
    Rp 180.000,00
Subscribe