Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Cerita Silat

Filters

Showing all 9 products

View 24/48/All

Filter by price

9 products

  • Buku - Kisah Membunuh Naga
    Buku - Kisah Membunuh Naga

    Kisah Membunuh Naga (Buku I dan II) – Boe Beng Tjoe

    , ,
    Penerbit: Wastu Lanas GrafikaKondisi: New Old StocksTentang Penerjemah:Oey An Siok adalah kerabat dekat OKT (Oey Kim Tiang), bahkan ia menggunakan salah satu nama samaran OKT. Boe Bong Tjioe, dalam karya-karya terjemahannya. Bersama-sama OKT, ia menghasilkan Sin Tjioe Eng Hiap (Binasanya Satu Kaisar), dan Sin Tiauw Hiap Lu (Radjawali Sakti dan Pasangan Pendekar). Sedang terjemahan yang dikerjakannya sendiri adalah San Hoa Lie Hiap (Pendekar Wanita Penjebar Bunga), Peng Tjoan Thian Lie (Bidadari dari Sungai Es), Swat San Hoei Ho (Si Rase Terbang dari Pegunungan Salju), dan Ie Thian To Liong (Kisah Membunuh Naga).Lahir pada tahun 1915 di Tangerang, ia memperoleh pendidikan THHK dan kemudian Overseas Chinese Institute, keduanya di Jakarta. Ia memulai karirnya di Keng Po dan sewaktu Keng Po ditutup, melanjutkannya di Harian Pos Indonesia dan Mingguan Djaja, sebelum kemudian membantu Rumah Sakit Husada (dahulu Jang Seng Ie) di Jakarta juga. Jabatan terakhirnya di sana adalah Direktur Administrasi.
    Rp 140.000,00
  • Buku - Jari Menjentik, Guntur Menghentak
    Buku - Jari Menjentik, Guntur Menghentak

    Jari Menjentik Guntur Menghentak (Buku I, II, dan III) – Tjan ID

    , ,
    Penerbit: Wastu Lanas GrafikaKondisi: BaruTjan Ing Djioe telah menerjemahkan lebih dari 90 judul cerita silat. Jumlah yang mengukuhkannya sebagai penerjemah terbesar setelah O.K.T. (Oey Kim Tiang). Karya terjemahan pertamanya adalah Tujuh Pusaka Rimba (Tiancan Qiding) yang terbit pada tahun 1969. Tujuh belas tahun kemudian, di tahun 1986 ia menerbitkan Darah Pahlawan (Ludingji karya Jin Yong) dan meninggalkan daunia terjemahan. Bahasa terjemahannya sederhana dan lugas, sedang penguasaan bahasa Indonesianya yang jauh lebih baik daripada para pendahulunya membuat terjemahannya lebih dekat dengan pembaca generasi muda.Lahir dari keluarga peranakan di Semarang pada tahun 1949, ia pernah duduk di Zhonghua Gongxue sampai kelas 4, ketika sekolah itu ditutup. Untunglah bahwa ibunya seorang guru, sehingga penguasaan bahasa Cinanya tetap dikembangkan, apalagi ia sendiri gemar membaca cerita silat dalam bahasa aslinya. Ketika ia masih duduk di Fakultas Sospol Universitas DIponegoro, Semarang, ia mulai terjun dalam dunia penerjemahan, salah satu sebab ia tak menyelesaikan kuliahnya!Sesudah 'pensiun' hampir dua puluh tahun, di tahun 2005 ia kembali menerjemahkan cersil, terdorong keinginannya untuk mengangkat kembali popularitas cerita silat di tanah air bersama-sama Masyarakat Tjerita Silat. Selain menerjemahkan karya-karya baru, ia juga melakukan revisi pada naskah-naskahnya yang lama untuk diterbitkan kembali di sela-sela kesibukannya sebagai pengusaha peternakan ayam.
    Rp 290.000,00
  • Buku - Dua Musuh Turunan
    Buku - Dua Musuh Turunan

    Dua Musuh Turunan (Buku I, II, dan III) – Peng Tjong Hiap Eng

    , ,
    Penerbit: Wastu Lanas Grafika ISBN: 979-3743-05-0Kondisi: BaruO.K.T. (Oey Kim Tiang) adalah penerjemah cerita silat yang paling produktif di Indonesia sampai sekarang. Ia lahir dalam keluarga peranakan Cina yang tinggal di kota Tangerang. Lahir tahun 1903, di kota itu pula ia meninggal tahun 1995. Mewariskan lebih dari seratus karya terjemahan yang dihasilkan selama ia berkarya lebih daripada 60 tahun.
    Rp 230.000,00
  • Komik Wisanggeni
    Komik Wisanggeni

    Komik Silat Wisang Geni – John Halmahera & Hendri S.

    , , ,
    Penerbit: Wastu Lanas Grafika Tahun Terbit: 2009 Tebal: iv + 72 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-8114-15-8Kondisi: Baru
    Rp 30.000,00
  • Sarang Perjudian
    Sarang Perjudian

    Sarang Perjudian: Empat Cerita Silat Pendek – Khu Lung

    , ,
    Diceritakan kembali oleh Tjan ID Penerbit: Wastu Lanas Grafika Tahun Terbit: 2008 Tebal: 174 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-979-3743-97-4Kondisi: BaruDalam dunia persilatan ada satu Sarang Perjudian yang misterius. Mereka menerima berbagai taruhan yang aneh-aneh, bahkan mau menerima barang taruhan bentuk apa pun. Taruhan pertama: Duel dua jago pedang. Taruhan kedua: Memperebutkan gigi serigala Taruhan ketiga: Memburu perampok Taruhan keempat: Mempertaruhkan diri sendiri
    Rp 40.000,00
  • P_20180215_133932
    P_20180215_133932

    Komik Sie Djin Koei – Tjeng See 2 – Oto Suastika (Siauw Tik Kwie)

    , , ,
    Penyadur dan Pelukis: Oto Suastika (Siauw Tik Kwie) Penerbit: Wastu Lanas Grafika Tahun Terbit: 2009 (Pertama kali diterbitkan sebagai komik bersambung di Majalah Star Weekly, Agustus 1955-Februari 1960) Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-8114-11-0Kondisi: Baru“Komik Sie Djin Koei, yang naskah aslinya terbit 1912, bercerita mengenai seorang jenderal pada zaman Dinasti Tang, saat Kaisar Taizong berkuasa. Kisah kepahlawanan Jenderal Sie Djin Koei sering dijadikan lakon pada teater dan wayang potehi. Di Indonesia, kisah Sie Djin Koei diadaptasi ke dalam bahasa Jawa dan dikenal dengan nama Pangeran Joko Sudiro.”“Semula kisah ini hanya dapat dinikmati dalam bentuk serial komik bersambung yang dipublikasikan di rubrik beberapa majalah dan harian, di antaranya harian Sin Po dan Star Weekly. Penerbit Keng Po juga sempat menerbitkan komik pendek yang bersumber dari kedua harian itu.”– Gloria Samantha, nationalgeographic.co.id
    Rp 40.000,00
  • Buku - Pedang Tuan Muda Ketiga
    Buku - Pedang Tuan Muda Ketiga

    Pedang Tuan Muda Ketiga – Tjan ID.

    , ,
    Penerbit: Wastu Lanas Grafika ISBN: 978-979-3743-66-2Kondisi: BaruSam Sauya (Tuan Muda Ketiga) dari keluarga Cia, Cia Siauhong, adalah jago pedang nomor satu di kolong langit.Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa milik Yan Capsa terdiri dari 13 jurus, tapi 13 jurus itu masih belum cukup untuk mengalahkan Tuan Muda Ketiga dari keluarga Cia.Selama keduanya masih hidup, cepat atau lambat Cia Siauhong dan Yan Capsa pasti bertemu untuk menentukan, siapa jago pedang nomor satu.*"Seseorang di kala berada di saat menjelang kematiannya, apa yang biasanya dipikirkan?""Apa yang kau pikirkan ketika itu?""Jurus pedang itu, jurus pedang yang keempatbelas!"Seseorang apabila telah mengorbankan segenap kehidupannya untuk pedang, bagaimana mungkin di saat-saat menjelang kematiannya dapat memikirkan persoalan yang lain?*"Tigabelas Jurus Pedang Perenggut Nyawa itu sendiri tidak terlalu menakutkan, yang menakutkan justru jurus yang keempatbelas.""Aah, dari mana datangnya jurus yang keempatbelas?""Yang pasti jurus keempatbelas itu ada.""Maksudmu kecuali Tigabelas Jurus Ilmu Pedang Perenggut Nyawa-nya, masih terdapat pula jurus yang keempatbelas?"*Cia Ciangkwe menghela napas lebih berat lagi, katanya, "Ciongci menciptakan tulisan, setan dan malaikat menangis tersedu-sdu, kau menciptakan jurus pedang itu, setan dan malaikat pun seharusnya melelehkan pula air matanya!"Jurus pedang itu telah membocorkan rahasia langit dan kehilangan perintah langit.Perintah langit hanyalah kebajikan.Setelah terciptanya jurus pedang itu, semenjak detik itu, entah masih ada berapa banyak orang lagi yang bakal tewas di ujung pedang tersebut ...?*Benarkah Tuan Muda Ketiga dari keluarga Cia kalah oleh jurus ke-14 Yan Capsa? Atau ...?
    Rp 100.000,00
  • Buku - Wisanggeni 2
    Buku - Wisanggeni 2

    Wisang Geni 2 – John Halmahera

    , ,
    Penerbit: Wastu Lanas Grafika Rating: 18+ ISBN: 978-402-8114-27-1Kondisi: Baru“Bagaimana matinya?” Tanya Arjapura.“Dia mati terhormat, tuan. Tarung satu lawan satu.”Arjapura memukul meja. Empat kaki meja amblas ke dalam tanah. Permukaan meja pecah berantakan. Tanda kemarahan luar biasa. Terdengar geramnya macam harimau raksasa terluka.Suami isteri murid Yudistira merunduk dengan tubuh gemetar ketakutan, berkata lirih. “Maaf, tuan. Kami tidak campur tangan, guru Yudistira dan keluarganya juga tidak campur tangan, itu pertarungan dua pendekar. Tuan Wasudeva tarung secara ksatria dengan pendekar tanah Jawa. Kami semua berharap kemenangan di pihak tuan Wasudewa, tetapi apa hendak dikata, karma dewata menentukan putra tuan mati dalam tarung.”“Siapa namanya, laki-laki yang membunuh putraku?”“Wisang Geni.”*25 tahun yang lalu, Wisang Geni kecil lolos dari pembunuhan. Pembunuhan yang meminta korban kedua orang tuanya, dan kehancuran perguruan silat Lemah Tulis.Setelah dewasa dan cukup tangguh, mulailah Wisang Geni mencari satu per satu musuh yang menghancurkan perguruan Lemah Tulis yang membunuh kedua orang tuanya.Dalam pengelanaannya, Wisang Geni mendapat berbagai penemuan dan pengalaman aneh, yang membuat dirinya semakin sakti, dan bertemu dengan wanita-wanita yang kelak menjadi istri-istrinya.Tidak semua pertualangannya berjalan mulus, beberapa kali Wisang Geni hampir kehilangan nyawanya, kisah cintanya pun berliku, karena salah satu wanita yang dicintainya adalah bibi gurunya. Bahkan dalam suatu kejadian, Wisang Geni kehilangan ...
    Rp 60.000,00
  • Buku - Wisanggeni 1
    Buku - Wisanggeni 1

    Wisang Geni 1 – John Halmahera

    , ,
    Penerbit: Wastu Lanas Grafika Rating: 18 + ISBN: 978-602-8114-26-4Kondisi: Baru25 tahun yang lalu, Wisang Geni kecil lolos dari pembunuhan. Pembunuhan yang meminta korban kedua orang tuanya, dan kehancuran perguruan silat Lemah Tulis.Setelah dewasa dan cukup tangguh, mulailah Wisang Geni mencari satu per satu musuh yang menghancurkan perguruan Lemah Tulis, yang juga membunuh kedua orang tuanya.Dalam pengelanaannya, Wisang Geni mendapat berbagai penemuan dan pengalaman aneh, yang membuat dirinya semakin sakti, dan bertemu dengan wanita yang kelak menjadi istri-istrinya.Tidak semua petualangannya berjalan mulus, beberapa kali Wisang Geni hampir kehilangan nyawanya, kisah cintanya pun berliku, karena salah satu wanita yang dicintainya adalah bibi gurunya. Bahkan dalam suatu kejadian Wisang Geni kehilangan ....
    Rp 60.000,00
Subscribe