Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Esai

Filters

Showing 1-24 of 30 products

View 24/48/All

Filter by price

1-24 of 30 products

  • Jurnal Perempuan - Perempuan Dalam Bencana
    Jurnal Perempuan - Perempuan Dalam Bencana

    Jurnal Perempuan – Perempuan dalam Bencana

    , ,
    Tahun Terbit: 2005 Tebal: 153 halaman ISSN: 1410-153XKondisi: BekasCATATAN UNTUK MEREKA YANG BEKERJA DI WILAYAH BENCANABanyak organisasi donor yang bekerja di Aceh dengan agenda dan target mereka sendiri. Keadaan ini sering membuat kebutuhan perempuan tidak terlacak dalam agenda rehabilitasi dan rekonstruksi. Peminggiran ini telah terjadi pada perempuan Aceh semenjak situasi konflik dan terus diulang saat mereka ditempa bencana.KEBUTUHAN PEREMPUAN YANG TERABAIKANKebutuhan spesifik perempuan untuk pelayanan kesehatan reproduksi maupun perlindungan dari kekerasan tidak diakomodasi dalam sistem pelayanan pasca bencana. Birokrasi menjadi variablel yang mempersulit kondisi perempuan di wilayah bencana.PSIKOLOGI PASCA BENCANADalam situasi "normal" saja perempuan dan anak rentan menghadapi kekerasan yang berakibat pada trauma psikologis, apalagi dalam keadaan luar biasa seperti bencana Aceh. Para pekerja sosial harus benar-benar memahami psikologi korban dalam bekerja bersama melakukan rehabilitasi atau pemulihan psikososial masyarakat.
    Rp 35.000,00
  • Buku - Perang, Langit, dan Dua Perempuan
    Buku - Perang, Langit, dan Dua Perempuan

    Perang, Langit, dan Dua Perempuan – Laksmi Pamuntjak

    , , ,
    Penerbit: Nalar dan Freedom Institute Tahun Terbit: 2006 Tebal: 158 halaman ISBN: 978-979-9939-59-3Kondisi: Baru"Perbincangan filosofis tiga perempuan--Weil, Bespaloff dan Laksmi--ihwal kekerasan, perang. puisi dan hati. Esai puitis ini tak hanya mendalam, baris-baris kalimatnya menggemakan makna berganda-ganda. Di sini filsafat tak cuma mengusik, ia juga menawan dan cantik."- Bambang Sugiharto*"Dialog intertekstual ketiga perempuan ini--yang sangat peduli pada masalah zamannya--sangat relevan dan penting bagi intelektual pada masa ini dalam menyikapi kekerasan yang ada di sekitar kita. Dengan penuh empati--namun tanpa kehilangan daya kritis atas pemikiran kedua perempuan yang suaranya tenggelam dalam akhir jaman--Laksmi melakukan suatu "intervensi" budaya."- Melani Budianta
    Rp 48.000,00
  • Zine - Chinatown Affair
    Zine - Chinatown Affair

    Chinatown Affair – Elisa Cindy

    , , ,
    Penerbit: Binatang Press! Tahun Terbit: 2018Kondisi: BaruWelcome to the biggest cultural affair in the heart of Kuala Lumpur. Aside from being a staple shopping destination, Chinatown also has a deep history and culture, particularly of the Chinese community in Malaysia. There has always been a clash of of unique culture and language variety, a result of many years of cultural mix and heritage. These traits make Chinatown a must see place for tourists and locals alike in experiencing the colourful and bustling scene. Popular for its bargain hunter's paradise, from Chinese herbs to imitation goods, lively and vibrant night market, filled with hundreds of stalls offering food, drinks and unfamiliar stuffs.
    Rp 55.000,00
  • Buku - Lima Serpihan Moral
    Buku - Lima Serpihan Moral

    Lima Serpihan Moral – Umberto Eco

    , , ,
    Penerjemah: Eka Kurniawan & Elpiwin Aldela Penerbit: Octopus Tahun Terbit: 2016 Tebal: 156 halaman ISBN: 978-6027-2743-9-6Kondisi: BaruBuku ini adalah kumpulan esei Umberto Eco yang mencakup lima topik penting dalam kebudayaan. Ia menulis tentang perang, pers, fasisme, dan situasi menjelang pergantian milenium.Etik adalah hal penting bagi Eco. Pengalaman masa mudanya yang lekat dengan kehidupan di bawah kekuasaan fasis Mussolini semakin mengukuhkan telaahnya atas etik. Menurutnya, repetisi kekejaman tidak pernah berujung walau zaman terus berganti.
    Rp 65.000,00
  • Buku - The Seven Good Years
    Buku - The Seven Good Years

    The Seven Good Years – Etgar Keret

    , ,
    Pengantar: Eka Kurniawan Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 208 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-2912-00-2Kondisi: BaruBagi Etgar Keret, hidup di daerah konflik tidak melulu tentang penderitaan. Lewat cara pandangnya yang unik dan jenaka, Keret selalu optimis bahwa segalanya akan baik-baik saja.Etgar Keret merupakan penulis keturunan Yahudi asal Israel. Kendati demikian, dia sangat kritis terhadap pemerintah negaranya sendiri. Ia rutin menulis opini yang menentang pendudukan Israel di Palestina, serta menyampaikan pesan-pesan perdamaian. Meski sempat diboikot oleh pemerintah Israel, Keret justru dipuji oleh negara lainnya—termasuk negara berpenduduk Muslim—atas keberpihakannya pada kedamaian. Padangan Keret terhadap perdamaian melampaui batas agama, bangsa, dan negara.The Seven Good Years adalah memoar yang humanis, cerkas, mengharukan, sekaligus lucu. Lewat buku ini, kita akan diingatkan kembali bahwa serangan bom sekalipun takkan mampu menghilangkan cinta dan harapan di hati manusia.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Memungut Remah-Remah Kehidupan
    Buku - Memungut Remah-Remah Kehidupan

    Memungut Remah-Remah Kehidupan – Jannus T.H. Siahaan

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2014 Tebal: xviii + 278 halaman ISBN: 978-979-461-916-2Kondisi: BaruVerba Volant, scripta manent. Karena biasa menyuguhkan berita verbal plus visual dengan bantuan kamera, maka Jannus T.H. Siahaan –Penulis buku ini- ingin verba-verba yang biasa siapkan sebagai penggambaran peristiwa, tidak hilang bersama menguapnya kesan pemirsa mengenai sebuah peristiwa. Omongan yang biasanya lekas hilang akan lebih bertahan lama jika dituangkan dalam tulisan. Maka pembaca akan menemukan begitu banyak subtema dalam satu tema. Itu semata karena tulisan Jannus yang memang semata remah. Simaklah beberapa penggalan sentilan Jannus yang menggelitik.*“Mereka yang kalah dalam pilkada, menumpahkan kekecewaan dengan bahasa kekerasan. Yang kalah dalam sengketa tanah, mengumbar kekerasan sebagai bahasa komunikasi. Kelompok tertentu dalam umat agama, juga tak malu lagi menggunakan bahasa kekerasan saat menjajakan keyakinannya. Malah, institusi yang diamanahi menjaga tegaknya hukum, justru pasang aksi jual beli argument dengan bahasa kekerasan. Konflik KPK-Polri; contoh paling buruk dari bahasa kekerasan dalam dunia hukum.” (Bahasa kekerasan)*“Kalau mungkin berjuang untuk bisa hidup di jalan Tuhan apakah salah merekonstruksi keyakinan yang membabibuta dengan jargon mati di jalan Tuhan? Hidup di jalan Tuhan, di mata Penulis buku ini, meniscayakan perjuangan melawan penindasan, mempersempit disparitas antara yang kaya dengan yang miskin, mengikis seoptimal mungkin kebodohan yang membelit, dan menerjang perbudakan melembaga. Hanya dengan pilihan terus hidup di jalan Tuhan, jihad akan menemukan maknanya dalam bentuk lain.” (Hidup di Jalan Tuhan)
    Rp 90.000,00
  • Buku Matinya Seorang Penulis Besar
    Buku Matinya Seorang Penulis Besar

    Matinya Seorang Penulis Besar – Mario Vargas Llosa

    , , , ,
    Penerjemah: Ronny Agustinus Penerbit : Immortal X Octopus Tahun Terbit: 2018 Tebal: 142 halaman ISBN: 978-602-6657-94-7Kondisi: BaruDemokrasi dan pasar telah merekayasa putaran lain: karena kini tak ada opini publik, hanya publik semata, maka si penulis-bintanglah—mereka yang paling tahu cara memanfaatkan media audiovisual, para “seleb media”—yang memberi prestise pada buku-bukunya, dan bukan sebaliknya, seperti yang terjadi di masa lalu. Alhasil, kita telah mencapai taraf degradasi suram yang telah diperkirakan paling bagus oleh Tocqueville: era para penulis yang “mementingkan sukses ketimbang keagungan”.Alih-alih jatuh ke dalam depresi dan menganggap diri makhluk ketinggalan zaman yang ditampik oleh modernitas, penulis zaman sekarang harus merasa dipacu oleh tantangan berat untuk menciptakan sastra yang cocok bagi zaman kita dan mampu mencapai publik luas potensial yang menantikannya, yang kini, berkat demokrasi dan pasar, begitu banyak manusia bisa membaca dan mampu membeli buku, sesuatu yang tak pernah terjadi di masa lampau ketika sastra adalah agama dan penulis adalah sesosok dewa kecil yang diberi penghormatan dan pujapuja oleh “minoritas kebanyakan”. Tak pelak lagi tirai telah tertutup bagi para penulis narsis pengkhotbah itu; tetapi pertunjukan bisa terus berlanjut apabila para penerus mereka berusaha untuk lebih mengasyikkan dan jangan terlalu ambisius.*Mario Vargas Llosa telah menghasilkan tulisan-tulisan nonfiksi yang bila ditumpuk bisa jadi sama tebal atau bahkan lebih tebal dibanding seluruh karya fiksinya (di luar naskah drama, skenario film, dan cerita anak yang juga pernah dihasilkannya).Tulisan-tulisan nonfiksi itu berupa esei dan kolom pendek, kajian panjang, pidato dan kuliah, bahkan buku utuh tentang permasalahan sastra, politik, seni rupa, atau kehidupan sosial budaya umumnya.
    Rp 39.000,00
  • Buku Bentang Tubuh Batu dan Hasrat
    Buku Bentang Tubuh Batu dan Hasrat

    Bentang Tubuh Batu dan Hasrat: Sejumlah Esai Seni Rupa – Kris Budiman

    , , ,
    Penerbit: Nyala Tahun Terbit: 2018 Tebal: x + 107 halaman ISBN: 978-602-50721-3-0Kondisi: Baru"Hasrat saya memang kerap terbagi-bagi. Paling mudah terbaca di permukaan mungkin hasrat terhadap sastra karena sejak di fase awal, apa boleh buat, saya sudah terlanjur terpuruk di situ. Akan halnya seni rupa, pun kajian budaya visual secara lebih luas, jejak-jejaknya mungkin hanya terekam di dalam sedikit buku saya tentang semiotika visual--selebihnya hanya teredam di ruang-ruang kelas sehingga luput dari publisitas. Bahkan, andai ditinjau jauh ke belakang, saya tidak lagi ingat sejak kapan persisnya mulai menulis tentang seni rupa."- Kris Budiman
    Rp 65.000,00
  • KoleksiHumorGusDur
    KoleksiHumorGusDur

    Koleksi Humor Gus Dur Paling Nyeleneh… -Guntur Wiguna

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Narasi Tanggal Terbit: 2017 ISBN: 978-979-1685-28-3Kondisi: BaruGus Dur itu kiai yang nyeleneh. Suka tidur di mana saja, pada saat Shalat Jumat, pada saat rapat, bahkan pada saat menjadi pembicara. Gus Dur juga satu-satunya presiden yang mempersilakan rakyat datang ke istana Presiden hanya menggunakan sandal jepit. Gus Dur suka mengkritik dengan humor dan jika balik dikritik, dengan santainya akan bilang, "Gitu aja kok repot!" Yah itulah Gus Dur, presiden terlucu sedunia. K.H. Abdurrahan Wahid alias Gus Dur, mungkin saat ini sedang melucu di surga.Meski sosoknya fenomenal dan kontroversial, Gus Dur lah yang mengajarkan bangsa ini untuk menikmati indahnya perbedaan, untuk memberikan hak bagi mereka yang memang layak mendapatkannya, untuk melihat-lihat segala sesuatu dengan perspektif yang lebih luas. Gus Dur merespons segala sesuatu dengan enteng, dengan humor-humornya yang cerdas, dan sangat apa adanya.Segala celoteh dan guyonan Gus Dur akan selalu kita kenang. Bukan saja karena lucu, tapi karena mengajarkan banyak hal bagi kita, dan mengajak kita untuk menertawakan diri kita sendiri, menertawakan kegilaan, dan kesalahan kita sendiri.
    Rp 39.500,00
  • ManusiaTanpaNegara
    ManusiaTanpaNegara

    Manusia Tanpa Negara – Kurt Vonnegut

    , , ,

    Penerjemah: Lutfi Mardiansyah dan Wawan Kurniawan
    Penerbit: Cantrik Pustaka
    Tebal: 95 halaman
    ISBN: 978-602-6645-76-0

    Kondisi: Baru

    Esei-esei di dalam buku ini berurusan banyak dengan topik semisal pentingnya lelucon untuk menghadapi hari-hari ke depan yang begitu menegangkan. Seni lelucon di sini dihadapkan pada isu-isu sosial politik, atau sekitaran persoalan lelaki dan perempuan yang sudah tidak ada bedanya, yang pada konteksnya memotret manusia-manusia Amerika. Vonnegut, sebagai seorang humoris yang nakal, dinilai oleh Studs Terkel, sejarawan Amerika, telah menemukan warisan keluarganya dan sejenis humanisme yang tidak populer dan keras kepala. Mini memoar yang menakjubkan ini juga membuat The New York Times Book Review mengimajinasikannya seperti seseorang yang tengah berada di sebuah suasana santai dan mengobrol panjang dengan seorang teman lama.

    Rp 45.000,00
  • MelampauiCitraDanIngatan
    MelampauiCitraDanIngatan

    Melampaui Citra dan Ingatan: Bunga Rampai Tulisan Seni Rupa 1968-2017 – Bambang Bujono

    , , , ,
    Editor: Ardi Yunanto Esei Pengantar: Hendro Wiyanto Penerbit: Yayasan Jakarta Biennale Tahun Terbit: 2017 Tebal: 574 halaman ISBN: 978-602-5061-00-4Kondisi: BaruBuku ini merupakan bunga rampai pertama tulisan-tulisan seni rupa Bambang Bujono. Akrab dipanggil Bambu, ialah penulis seni rupa paling produktif dengan masa dedikasi paling lama di Indonesia. Sejak 1968, ia telah menghasilkan setidaknya 419 tulisan berupa ulasan, esei, dan artikel seni rupa di berbagai media massa, buku, katalog--maupun makalah dalam diskusi dan lokakarya. Isi buku ini mencakup periode sepanjang 1968-2017, terdiri atas 101 tulisan dalam lima bab dan dilengkapi dengan 38 foto karya, seniman, maupun suasana pameran. Melalui buku ini, kita akan diajak mengunjungi kembali berbagai peristiwa seni rupa selama lebih dari empat dekade--khususnya di Jakarta-- dan mencermati lebih dekat, misalnya, fenomena pertumbuhan galeri, peran kolektor, kondisi koleksi, sampai lukisan palsu. Semua itu bisa kita lihat kembali melalui pemikiran seorang kritikus yang selalu menulis dengan lugas, bebas jargon, sesekali jenaka, dengan deskripsi yang kuat. Buku ini merupakan sumbangan berharga bagi perkembangan seni rupa Indonesia.
    Rp 150.000,00
  • ParaRajaDanRevolusi
    ParaRajaDanRevolusi

    Para Raja dan Revolusi – Linda Christanty

    , , ,
    Penerbit: IRCiSoD Tahun Terbit: 2016 Tebal: 212 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-769-618-1Kondisi: BaruHasil pertama dari Revolusi Indonesia adalah “Inlander” atau Bumiputra yang sederajat dengan anjing dalam sebuah negeri yang dijajah menjadi manusia bermartabat di sebuah negeri merdeka. Kemerdekaan itu membuat bangsa-bangsa Bumiputra yang kelak disebut bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain sebagai salah satu bangsa pembangun peradaban.Selain menuturkan bermacam fakta dan menganalisisnya, Para Raja dan Revolusi juga menunjukkan bahwa hegemoni yang mengeksploitasi manusia dan bangsa di dunia masih berlangsung sampai sekarang, dan belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir.
    Rp 60.000,00
  • Nyala Ganda - Octavio Paz
    Nyala Ganda - Octavio Paz

    Nyala Ganda: Cinta dan Erotisme – Octavio Paz

    , , ,
    Penerbit: Basabasi Tahun Terbit: 2018 Tebal: 280 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-6651-75-4Kondisi: BaruCinta tidak menaklukkan maut; ia adalah pertarungan melawan waktu dan aksiden-aksidennya. Lewat cinta kita bisa sekilas memandang, dalam hidup ini, ke hidup lain. Bukan hidup kekal, seperti yang coba saya katakan dalam beberapa sajak, melainkan vitalitas murni. Saat membicarakan pengalaman religius, Freud merujuk ke sebuah “rasa samudra:, sensasi tersungkup dan terombang-ambing semua eksistensi. Itu adalah dimensi ke-Pan-an para leluhur, kegemparan keramat, antusiasme: pemulihan keutuhan dan penemuan kembali diri sebagai keutuhan dalam Keutuhan Agung. Itulah mengapa citra-citra puitis mengubah yang tercinta menjadi alam–sebuah gunung, air, awan, bintang, pohon, laut, ombak–dan mengapa pada gilirannya, alam berbicara seolah-olah ia adalah seorang kekasih. Rekonsiliasi dengan totalitas dunia. Dengan masa lalu, masa kini, dan masa depan pula.Menurut Diccionario de Autoridades, nyala adalah “bagian paling subtil dari api, membubung dan naik dalam wujud piramida.” Api primordial, yang asali, dari seksualitas, yang membubungkan nyala merah erotisisme, dan ini menyulut dan membesarkan nyala lain, gemetar kebiruan: nyala cinta. Erotisisme dan cinta: nyala ganda kehidupan.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Bola di Balik Bulan
    Buku - Bola di Balik Bulan

    Bola di Balik Bulan – Sindhunata

    , , ,
    Penerbit: Boekoe Petroek Tahun Terbit: 2017 Jumlah Halaman: xviii+396 ISBN: 978-602-336-441-1Kondisi: BaruDi mana saja dan kapan saja, sepak bola selalu menarik dan mempesona manusia. Mungkin karena sepak bola bukan hanya telah menjadi olahraga rakyat, melainkan juga hiburan umat manusia, digemari lelaki dan wanita.Di dalam bola kita dapat melihat dan merasakan tragedi, komedi, ketabahan untuk menerima kegagalan, serta tekad dan keberanian untuk selalu bangun meraih kemenangan.Tulisan Sindhunata di dalam buku ini menjadi refleksi mengenai kemanusiaan, yang meski diangkat dari sepak bola, bisa berdiri lepas di luar sepak bola.
    Rp 96.000,00
  • Buku-Seks-dan-Revolusi-e1508398085128
    Buku-Seks-dan-Revolusi-e1508398085128

    Seks dan Revolusi – Jean-Paul Sartre

    , , ,
    Penerbit: Narasi dan Pustaka Promethea Tahun Terbit: 2015 Tebal: 258 halaman ISBN: 978-9790168-427-9Kondisi: BaruSejumlah esei panjang dalam buku ini merefleksikan visi Sartre tentang seksualitas dan revolusi. Hasrat seksual, cinta maternal, masturbasi, dan homoseksualitas bagi Sartre merupakan fenomena yang sesungguhnya tidak lepas dari suatu modus kesadaran (tubuh) untuk mengada dan menjadi. Yang unik, di dalam seks kesadaran itu kemunculannya melibatkan penemuan tubuh lain. Adakah seks membawa implikasi etis (sosial)?
    Rp 60.000,00
  • Buku-Senjakala-Kebudayaan-e1506575634173
    Buku-Senjakala-Kebudayaan-e1506575634173

    Senjakala Kebudayaan – Nirwan Dewanto

    , , ,
    Penerbit: OAK Tahun Terbit: 2017 Tebal: 224 halaman ISBN: 978-602-60924-4-1Kondisi: BaruKita senantiasa berayun, tergoda, oleh keindahan sebuah fragmen dan impian untuk menciptakan keseluruhan yang padu. Kita pun terbelah, kita tidak lagi betah tinggal sebagai subyek yang utuh tapi membeku. Kita adalah penyair dan pembaca puisi sekaligus, kita mencipta tanda-tanda dan kita pula yang mencari-cari makna dari tanda-tanda itu. Kita mengidap semacam penyakit skizofernia, tetapi syukurlah, kita mengetahuinya: kita adalah pasien dan psikiater sekaligus.Setiap penonton teater di alam tak sadarnya boleh jadi menyimpan karakter-karakter dalam naskah yang sedang dipentaskan. Mereka yang datang ke pertunjukan Danton, misalnya, boleh jadi adalah penjelmaan Danton dan Robespierre sendiri. Para penonton itu pada akhirnya mengharapkan karakter-karakter khusus, tajam dan subversif. Tapi mereka tidak sekadar mengharapkan: mereka ikut menciptakan, dengan cara sendiri-sendiri. Untuk menciptakan keleluasaan-dalam-keterbatasan ini, teater tidak bertanding dengan film dan televisi, tapi dengan dirinya sendiri.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Nice Boys Don't Write Rock and Roll
    Buku - Nice Boys Don't Write Rock and Roll

    Nice Boys Don’t Write Rock N Roll: Obsesi Busuk Menulis Musik – Nuran Wibisono

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 581 halaman ISBN: 978-602-50222-0-2Kondisi: Baru"Usia belasan menjadi kala awal mengenal musik. Membeli kaset pertama, jatuh cinta dengan Mötley Crüe dan hair metal, hingga menghamburkan uang jajan untuk membeli kaset. Setelah benar-benar terhisap dalam musik, maka cita-cita pun dicanangkan: jadi anak band. Tapi sebagai remaja yang sadar diri dengan skill bermusik yang terbatas, maka menjadi jurnalis musik menjadi pilihan cita-cita utama. Apalagi setelah melihat Almost Famous dan menyadari betapa terlihat menyenangkannya menjadi jurnalis musik."(SIDE A 18 And Life*)*“Membaca buku ini Anda akan setuju dengan saya bahwa Nuran adalah penulis musik sangat berbakat. Rajutan data, pemahamannya akan ekosistem industri, dan referensinya terhadap band-band terhormat serta album-album musik bermartabat sangat luas dan dalam. Nuran sudah masuk dalam barisan dan menambah jumlah penulis musik independen, melebihi mereka yang bekerja di penerbitan/majalah musik. Rock on!”– Phillips J. Vermonte
    Rp 125.000,00
  • Buku - Presiden Guyonan
    Buku - Presiden Guyonan

    Presiden Guyonan – Butet Kartaredjasa

    , , ,
    Pengantar: Mohamad Sobary Gambar: Dwi Koen Penerbit: Kitab Sarimin Tahun Terbit: 2008 Tebal: 286 halaman ISBN: 978-979-187-7Kondisi: New Old StockBuku Presiden Guyonan yang berisi 54 judul karangan Butet Kartaredjasa ini, merupakan sketsa-sketsa sosial yang muncul dalam kolom mingguan di koran Suara Merdeka, terbitan Semarang. Sketsa sosial itu tak ubahnya permainan monolog Butet yang selama ini dikenal sebagai aktor monolog. Selain dikenal sebagai penggiat kesenian khususnya seni teater, Butet juga seorang penulis. Lewat buku perdananya ini, Butet mengajak kita merenungi nasib bangsa dan membangun impian tentang sebuah Indonesia yang lebih baik. Semua disajikan dalam gaya tutur yang khas Butet: kocak berotak. Full jenaka.*"Kini dengan gembira saya menemukan hal yang selama ini tak saya temui: seorang komediwan, seorang yang bisa memadukan antara kemampuan seni pertunjukan dan kemampuan memproduksi humor. Butet Kartaredjasa menulis dengan menarik. Bahkan harus saya katakan: di pentas, kemampuan Butet yang tinggi untuk "seni-tiru", mime, acapkali dibatasi oleh tuntutan penonton yang cenderung menginginkan familiaritas, sehingga terjadi pengulangan. Sementara itu, dalam karya tulisnya, Butet punya kesempatan lebih luas."- Goenawan Mohamad"Tulisan Butet dalam suara alter-ego-nya, Mas Celathu, meneruskan tradisi Jawa sindiran dan kritik politik wong cilik dengan humor yang kental. Mas Celathu mengingatkan kita pada punakawan dalam wayang kulit, atau Pak Ageng dalam kolom Umar Kayam. Tetapi, tulisan Butet memang khas: sebagai pemain drama dan monolog, Butet piawai menangkap dialog dan ucapan. Bahasanya sangat hidup, dan tulisannya bisa dibaca (lebih tepatnya didengar) sebagai pagelaran!"- Jennifer Lindsay
    Rp 60.000,00
  • Buku - Aku India 2
    Buku - Aku India 2

    Aku & Film India Melawan Dunia – Buku II – Mahfud Ikhwan

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 218 halaman ISBN: 978-602-1318-47-8Kondisi: BaruMenjadi penonton film India di Indonesia sama seperti menjadi sudra: terlalu memalukan untuk diakui dan terlunta-lunta sendiri. Apa benar negara dengan produksi film tahunan terbanyak di seluruh dunia itu tak punya film-film yang membanggakan?Ini buku pengalaman menonton film India. Tentang nostalgia, perjuangan menonton, dan kisah-kisah tentang sejumlah film terbaik yang pernah dihasilkan manusia di muka bumi - film-film dari India, sebuah negara dengan amat banyak kemiripan dengan Indonesia.*Karya penulis pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Aku India I
    Buku - Aku India I

    Aku & Film India Melawan Dunia – Buku I – Mahfud Ikhwan

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 150 halaman ISBN: 978-602-131-847-8Kondisi: BaruMenonton film India, membahasnya, apalagi menuliskannya adalah semacam kerelaan menjadi - meminjam judul film garapan Mehmood tahun 1996 - dushman duniya ka; sang musuh semesta.*Karya penulis pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Pemberontak - Camus
    Buku - Pemberontak - Camus

    Pemberontak – Albert Camus

    , , ,
    Penerbit: NARASI dan Pustaka Promethea Tebal: 578 halamanKondisi: Baru"Dengan bukunya ini, Albert Camus masuk dalam silsilah orang-orang terhormat yang dimulai dari Montaigne. Eseinya ini boleh disebut sebagai ziarah intelektual terhadap surga di Bumi. Sebuah biografi tentang pemberontakan Eropa yang pecah bersama Revolusi Prancis - dalam arti yang lebih mendalam merupakan sebuah autobiografi."- Manes Spenber, The New York Times"Buku ini adalah segugusan pemikiran dalam tradisi besar logika Prancis. Di sini, tak ditemukan jejak-jejak sentimentalitas, retorika, ataupun jargon-jargon yang hanya dipahami segelintir orang. Argumennya dihidupkan oleh gairah yang terjaga ketat dan sebuah gaya sastra yang bertabur dengan frase-frase yang berkelebat cemerlang serta aforisme-aforisme yang memukau. Namun di atas segalanya, yang menggembirakan dari esei Albert Camus adalah di sini kita dapat mendengar suara manusia yang teguh memegang nilai-nilai kesusilaan."- Charles J. Rolo, The Atlantic
    Rp 95.000,00
  • Buku Tanah dan Air Sunda
    Buku Tanah dan Air Sunda

    Tanah dan Air Sunda – Kumpulan Esai – Hawe Setiawan

    , , ,
    Penerbit: Api Kecil Tahun terbit: 2017 Tebal: 402 halaman ISBN: 978-602-396-121-4Kondisi: BaruHawe Setiawan kerap diundang untuk menyampaikan pemikirannya dalam simposium, kuliah umum, atau jurnal ilmiah. Dia bicara dan menulis tentang legenda Lutung Kasarung, relasi Sunda dan Islam, pengamatan Franz Wilhelm Junghuhn atas tanah Priangan, konstruksi kecantikan perempuan Suda dalam iklan pada masa kolonial, serta hal-hal lain.Benang merah dari semua bahasan Hawe itu adalah kebudayaan Sunda. Dia menghayati kesundaan secara intens dan memiliki perkakas intelektual yang memadai untuk menggeledah dengan kritis.Antologi ini menghimpuan telaah-telaah tajam dan mencerahkan dari doktor lulusan ITB tersebut.
    Rp 78.000,00
  • Buku - Bahasa Indonesia
    Buku - Bahasa Indonesia

    Bahasa Indonesia Bahasa Kita – Sekumpulan Karangan – Ajip Rosidi

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2001 Tebal: 140 halaman ISBN: 9794192880Kondisi: Baru"... sejak awal kemerdekaan, bangsa kita sudah mempunyai bahasa nasional, bahkan bahasa negara. Berlainan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina, apalagi Indoa. Negara-negara itu bahkan sampai sekarang masih bergulat dalam usahanya untuk mempunyai satu bahasa nasional. Dalam pergulatan itu, di India bahkan sampai jatuh kurban manusia. Berlainan dengan banyak negara yang baru merdeka setelah perang dunia kedua, yang mengadopsi bahasa penjajahnya, kita punya bahasa sendiri. Bahasa Indonesia yang kita punyai cukup modern untuk dipakai menyampaikan pikiran yang betapa rumitnya, termasuk ilmu yang betapa tingginya, dan perasaan yang betapa halusnya sekalipun. Dengan begitu kita tidak terjebak dalam kerangkeng bahasa penjajah kita."- Ajip Rosidi, Bahasa Indonesia, Bahasa Kita
    Rp 56.500,00
  • Buku - Gema
    Buku - Gema

    Merenungkan Gema – Perjumpaan Musikal Indonesia-Belanda

    , , ,
    Penyunting: Bart Barendregt dan Els Bogaerts Penerjemah: Landung Simatupang Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Tebal: xvi + 403 hlm ISBN: 978-979-461-635-2Kondisi: BaruDari waktu ke waktu, hingga kini, komposer, pelaku pergelaran, dan sarjana musik saling mengilhami. Kehadiran orang Belanda di Hindia Belanda dan Indonesia serta keberadaan komunitas diaspora yang besar di negeri Belanda telah memberi kontribusi terhadap pertukaran timbal-balik dalam bidang musik: dari kelompok musik tiup militer, musik klasik dan liturgi sampai musik jazz, Indo rock, dan musik dunia sebagai yang lebih baru. Meskipun demikian, interaksi musikal seperti itu sering dibentuk oleh kekuatan kekuasaan yang tidak seimbang, apalagi dengan motif-motif yang sangat beragam pada awalnya. Merenungkan Gema menyajikan eksplorasi musikologis, historis, dan antropologis dalam perjumpaan musikal yang telah dibentuk dalam masa lalu dan masa sekarang. Hasilnya adalah warisan musik yang hingga kini dapat didengarkan.*Kontributor: Bart Barendregt, Els Bogaerts, Liesbeth Ouwehand, Gerard A. Persoon, Sumarsam, Miriam Brenner, R. Franki S. Notosudirdjo, Henk Mak van Dijk, Madelon Djajadiningrat, Clara Brinkgreve, Wim van Zanten, Matthew Cohen, Lutgard Mutsaers, Rein Spoorman, Annika Ockhorst, dan Fridus Steijlen.*Bart Barendregt adalah antropolog yang mengajar di Institut Studi Sosial dan Budaya, Universitas Leiden. Ia telah melakukan penerbitan dan membuat film tentang seni pertunjukan Asia Tenggara, media baru dan mobil, dan musik pop (Islami).Els Bogaerts berspesialisasi dalam bahasa-bahasa dan kebudayaan Asia Tenggara (Universitas Leiden) serta tari dan musik Jawa klasik (Yogyakarta). Ia menulis artikel tentang hasil perjumpaan kultural, seni pertunjukan, budaya dan dekolonisasi, dan menyunting beberapa buku. Ia juga sedang melakukan riset tentang representasi budaya-budaya Jawa di televisi Indonesia.
    Rp 100.000,00
Subscribe