Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

/resensi: musik/ Migala – Asi Duele Un Verano (1999)

/resensi: musik/ Migala – Asi Duele Un Verano (1999)
08/10/2014 admin

Migala_still
Migala – Asi Duele Un Verano
[Acuarela, 1999, CD]

Seperti hendak menguji ulang bagaimana melankolia mampu menyeruak di antara musik yang melintasi batas-batas logat bahasa, band indie rock Spanyol ini bermain-main dengan bunyi instrumen yang digubah sedemikian rupa dan suara-suara tambahan yang membuatnya lebih sendu. Apakah nada-nada kaku dari piano gospel dan peluit kapal (!) di nomor pembuka “Wait The Ships Come Back”, suara gitar tipis dan sayup-sayup theremin di beberapa track lainnya berhasil menghadirkan perasaan melankolis itu? Di “Gurb Songs”, komposisi terpanjang sekaligus terkuat di album ini, kesenduan hadir dalam wujud lain: narasi spoken words. Lagu yang ditulis berdasarkan beberapa bait puisi dari penyair Amerika Tim Dlugos ini adalah kisah romansa berumur pendek dengan banyak metafora, yang melibatkan koleksi prangko Afrika Utara dan pengamatan jeli “We got to know each other by caressing each other scars/ avoiding getting to close to know too much..” Ada juga kiasan atas ingatan dan pengharapan (“We wanted happiness to be/ like a virus that reaches every place in a sick body..“), selipan name-dropping nama-nama cool seperti Nick Drake dan The Smiths (trik standar dalam upaya menjajaki lawan jenis, bukan?) hingga tibalah saatnya: si laki-laki menyadari sang perempuan telah pergi. Di beberapa komposisi, vokal berat Abel Hernandez terdengar membius seperti versi lebih berumur dari Matt Berninger (jika vokalis The National itu berniat mencari saudara tua sebaritonnya, dia bisa mulai dari Madrid). Album ini juga menyadarkan bahwa melankolia ternyata bisa tiba-tiba datang menginterupsi, justru lewat suara-suara yang tak kita kehendaki. Lagu “Dactylographique” misalnya, menabrakkan harmonisasi piano yang lembut dengan suara burung gagak; atau kesayuan alunan akordeon yang berbarengan suara-suara obrolan televisi dan gonggongan anjing pada lagu “Akita”. Cara lainnya, dengan memasukkan suara bisikan anak perempuan dalam bahasa Spanyol dilanjutkan bunyi badai di lagu “Regular Storm Sounds”; atau nuansa lo-fi pada“When I Go I Go” yang dengan cueknya memunculkan suara jangkrik. Semua ikhtiar ini, disadari atau tidak, adalah satu dari sekian upaya seumur hidup manusia menerjemahkan ke dalam musik, seperti apa kompleksitas perasaan mereka. Dan itu adalah misteri sepanjang masa.

[RA/BW]
@kineruku

CD Migala Asi Duele Un Verano ini tersedia di koleksi rental Kineruku.

Migala_CD

Tracklist:
1. Wait The Ships Come Back 2. The Whale 3. 320 m. To The Surface 4. Low Of Defenses 5. Gurb Song 6. Guetaria 7. On Not Given Farewells… 8. Ancient Glaciar Tongues 9. Akita 10. Unlost Memory 11. Regular Storm Sounds 12. Dactylographique 13. When I Go, I Go

* * *

 

 

Comment (1)

  1. Name * 5 years ago

    beautifully written, personally felt.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Subscribe