Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options
Seni, Aksi dan Jogja sebagai Ruang Urban (sejak reformasi hingga kini)

Seni, Aksi dan Jogja sebagai Ruang Urban (sejak reformasi hingga kini)

Rp 75.000,00

Tim Penyusun: Lisistrata Lusandiana, Sukma Smita, Krisnawan Wisnu Adi
Kontributor: Syafiatudina, Kus Sri Antoro
Penerjemah: Translexi
Editor: Arham Rahman
Penerbit: IVAA, didukung Ford Foundation
Tahun Terbit: 2017
Bahasa: Indonesia dan Inggris
Tebal: vi + 170 halaman
ISBN: 978-602-70013-7-4

Kondisi: Baru

Buku Katalog Data IVAA ini merupakan gelaran data yang dirangkai dan dikumpulkan dari beragam peristiwa seni budaya atau yang berkaitan dengannya, yang mengiringi perubahan dan pergeseran arah gerak Jogja sebagai ruang urban pasca-1998. Mengingat keberadaan karya dan peristiwa yang tidak bisa dilepaskan dari konteksnya, kami merasa perlu untuk selalu mengingatkan pentingnya melakukan kontekstualisasi, serta menempatkan peristiwa seni budaya sebagai bagian dari bahasa kritik sosial, sebelum lebih jauh menuntutnya menjadi kritik kekuasaan.

Konteks yang dimaksud kami batasi dengan batasan administratif wilayah provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Membicarakan Jogja berarti membicarakan kontestasi ruang. Di satu sisi, hampir setiap hari kita terus dihadapkan pada berbagai narasi yang menguatkan model pengembangan dan pembangunan kota dengan narasi ‘istimewanya’nya. Sementara di sisi lain, di tengah narasi dominan keistimewaan, terdapat geliat warga yang tidak tinggal diam, merespons situasi ini sebagai kondisi yang tidak baik-baik saja. Terhitung sejak masa reformasi geliat dan dinamika politik kewargaan hampir selalu ada. Sementara seniman dan pekerja budaya yang hidup di kota ini menjadi bagian darinya. Dengan menggarisbawahi geliat tersebut, kami menekankan bahwa geliat atau gerakan seni budaya itu penting, tak terkecuali kritiknya.

Berbagai tonggak, yang tidak harus besar dan monumental, sengaja kami hadirkan, mengingat kecenderungan kita yang memiliki ingatan pendek. Kita sering kali lupa atas beberapa peristiwa yang telah lewat, sehingga tidak jarang melakukan pengulangan yang tidak perlu. Atau bahkan merasa telah menciptakan peristiwa atau terobosan baru dalam konteks kehidupan bersama.

– Lisistrata Lusandiana

*

Daftar Isi:
– Pengantar / Foreword
– Ragam Peristiwa dan Jogja Sebagai Arena / An Array of Events and Yogyakarta as a Field
– Seni dan Praktik Budya di Tengah Upaya Modernisasi Jogja: Serangkaian Hipotesa / Art And Cultural Practices Amid the Urbanity of Jogja: A Series of Hypotheses
– Seni dan Lingkungan / Art and Environment
– Seni dan Narasi / Art and Naration

000

Additional information

Weight0.4 kg
Dimensions18 x 23 x 2 cm

Reviews(0)

There are no reviews yet.

Add a Review

Be the first to review “Seni, Aksi dan Jogja sebagai Ruang Urban (sejak reformasi hingga kini)”

Subscribe