Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options
Morfologi Dialek Jakarta: Afiksasi dan Reduplikasi – Muhajir

Morfologi Dialek Jakarta: Afiksasi dan Reduplikasi – Muhajir

Rp 65.000,00

Penerbit: Djambatan
Tahun Terbit: 1984
Tebal: 203 halaman

Kondisi: Bekas

Dialek Melayu Jakarta, bahasa Melayu yang dipakai di wilayah ibukota Republik Indonesia, merupakan “pulau bahasa” di kawasan bahasa Sunda yang umumnya dipakai daerah Jawa Barat. Di sebelah barat dan selatan, dialek Jakarta berbatasan dengan bahasa Sunda. Hanya di daerah pantai di batas sebelah timur, dialek Jakarta berbatasan dengan bahasa Jawa dialek “lokal”. (Budhisantoso, 1976).

Berlainan dengan bahasa-bahasa daerah dan dialek Melayu lainnya seperti Melayu Medan, Riau, dan Palembang, dialek Melayu Jakarta tidak didukung oleh kelompok etnis yang homogen. Komposisi penduduk, sejak abad ke-17 selalu terdiri dari kelompok-kelompok etnis yang beragam-ragam, akibat migrasi dari dalam maupun dari luar Indonesia (Castles, 1967). Dan migrasi penduduk hingga kini terus berlangsung, bahkan makin beragam latar belakang sosial dan kebudayaannya.

Ketika Jan Pieterszoon Coen berhasil menduduki kota Jakarta pada tahun 1916, sebagian penduduk melarikan diri ke arah Banten. Coen kemudian berusaha menutup kota Jakarta dari penduduk pedalaman, yang dilakukannya demi alasan keamanan; menghalau setiap usaha penduduk asli yang hendak memasuki kembali daerah pertaniannya yang ditinggalkan (Leirissa, 1973).

Sejak itu kota Jakarta “bersih” dari penduduk asli. Beberapa tahun kemudian Coen membiarkan orang Cina menjadi penduduk kota, menyusul orang-orang Banda, pedagang rempah-rempah Jepang, sampai tahun 1636 juga merupakan unsur penting penduduk kota Jakarta. Penduduk merdeka lainnya adalah suku-suku Melayu, Bali Bugis, Ambon, serta bangsa “Moors”, yakni bangsa India Selatan yang beragama Islam (Castles, 1967: 155.)

SKU: BP0365 Categories: ,
000

Additional information

Weight0.4 kg
Dimensions16 x 24.5 x 1.5 cm

Reviews(0)

There are no reviews yet.

Add a Review

Be the first to review “Morfologi Dialek Jakarta: Afiksasi dan Reduplikasi – Muhajir”

Subscribe