Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

BUKU

Filters

Showing 97-120 of 814 products

View 24/48/All

Filter by price

97-120 of 814 products

  • Buku - Revolusi Sebatang Jerami
    Buku - Revolusi Sebatang Jerami

    Revolusi Sebatang Jerami – Masanobu Fukuoka

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 ISBN 978-602-433-807-7Kondisi: BaruAkibat keprihatinan terhadap terjadinya degenerasi tanah dan masyarakat Jepang, di mana orang-orang Jepang meniru secara langsung model pembangunan ekonomi dan industri Amerika. Masanobu Fukuoka bertekad untuk tidak meninggalkan bertani secara tradisional. Malahan ia memperhalus kembali, sehingga metode bertani alamiahnya memerlukan tenaga kerja dan kerusakan alam yang lebih sedikit daripada metode lain mana pun, sedangkan hasilnya per acre dipertahankan sama.Buku ini banyak berisi anjuran-anjuran yang merangsang, penuh dengan uraian tentang cara-cara praktis menanam padi dan biji-bijian musim dingin, buah jeruk dan sayur-mayur kebun di ladang orang Jepang. Ia beranggapan bahwa bertani secara alami berawal dari kesehatan spriritual pribadi orangnya. Buku ini juga bertujuan mengubah sikap terhadap alam, bertani, makanan dan kesehatan jiwa dan raga manusia. Oleh karena itu, buku ini praktis sekaligus filosofis, karena memberi inspirasi dan tidak sekedar berisi tentang pertanian saja.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Meretas Batas-batas Ilmu
    Buku - Meretas Batas-batas Ilmu

    Meretas Batas Ilmu: Perjalanan Intelektual Guru Besar Sosial Humaniora

    , ,
    Penyunting: Yunita T. Winarto , Rahayu S. Hidayat, dan Melani Budianta Prakata: Rosari Saleh, Herkirstuti Harkrisnowo Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 Tebal: 337 halaman ISBN: 978-602-433-815-2Kondisi: BaruBuku ini merupakan himpunan dari kisah sepuluh Guru Besar bidang Ilmu Sosial-Humaniora Universitas Indonesia dalam mengawali, menumbuhkembangkan, menggumuli, dan menghasilkan karya-karya ilmiahnya.Rentang perjalanan yang panjang dari setiap Guru Besar itu tidaklah berlangsung secara linear, mulus, dan sederhana. Tidak pula seluruhnya berawal dari rintisan karier yang sejalan dengan minat dan pilihan nuraninya. Namun, sekalipun para Guru Besar itu merintis karier dalam disiplin ilmu dengan landasan teoretis, konseptual, dan metodologis yang ditumbuhkembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan manca negara, mereka ternyata mampu memadukan pengetahuan itu dengan fenomena empiris sosial-budaya yang terwujud di bumi Indonesia.Meretas batas disiplin ilmu pun dilakukan agar dapat menyumbangkan karya ilmiahnya secara lebih optimal bagi pengembangan ilmu dan kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia. Pergulatan dan perjuangan yang dialami mereka melalui dialektika beragam teori, konsep, metodologi dengan kehidupan nyata masyarakat dan budaya Indonesia, melahirkan karya-karya ilmiah yang unggul menuju lahir dan tumbuhnya “Ilmu Sosial-Humaniora”.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Hikayat Kebo
    Buku - Hikayat Kebo

    Hikayat Kebo: Sehimpun Laporan tentang Orang-orang Terpinggirkan – Linda Christanty

    , ,
    Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 212 halaman ISBN: 978-602-52645-2-8Kondisi: BaruJurnalisme yang disodorkan Linda lewat 17 tulisan bukanlah jurnalisme biasa. Hikayat Kebo tidak dibuat dengan model soft-news. Dia menggunakan teknik bertutur fiksi, dengan bahan fakta dan peristiwa, atau dikenal dengan jurnalisme sastra.***"Seperti sikapnya dalam sastra, dia menjadikan jurnalisme sebagai karnaval orang-orang pinggiran, yang menggugat pusat kekuasaan." – Nezar Patria"Hikayat Kebo tidak sekadar sindiran norak terhadap sejumlah peristiwa penting yang terjadi di negeri ini, tetapi lebih dari itu merupakan tonggak dalam perkembangan genre yang meleburkan cerita ke berita, atau sebaliknya. Praktis tidak ada ‘jarak’ antara berita dan cerita kecuali huruf ‘b’ dan ‘c’ yang mengawali dua kata itu. Itu sebabnya buku ini wajib kita baca dengan cermat dan cerdik."– Sapardi Djoko Damono, Sastrawan"Melampaui sebuah utopia, sang penulis Hikayat Kebo juga memotret ketimpangan sosial di suatu locus dan tempus yang kerap diklaim sebagai era kemakmuran: Orde Baru. Lebih dari sekadar berkisah, ia secara lugas lalu memfalsifikasi narasi kejayaan masa lalu. Lebih dari itu, ia memprotesnya. Dengan memotret sosok penyair kerakyatan bernama Wiji Thukul, ia memperlihatkan jejak-jejak pemegang kuasa yang terus menyalahgunakan kepercayaan rakyat demi keserakahan diri, keluarga dan kroninya."– Usman Hamid
    Rp 85.000,00
  • Buku - Mempunyai atau Mengada
    Buku - Mempunyai atau Mengada

    Mempunyai atau Mengada? – Erich Fromm

    , ,
    Penerjemah : Aquarina Kharisma Sari Penerbit: IRCiSoD Tahun Terbit: 2019 Tebal: 312 halaman ISBN : 9786237378099Kondisi: BaruBuku ini merupakan karya orisinal Erich Fromm, yang mengembangkan penelitiannya dalam bidang psikoanalisis radikal-humanis, dan berfokus pada analisis persoalan egoisme dan altruisme sebagai dua orientasi karakter dasar manusia. Dengan kajiannya yang amat mendalam terhadap modus eksistensi “mempunyai” dan “mengada”, Fromm hendak menunjukkan kepada kita tentang krisis akut yang diderita oleh masyarakat kontemporer, baik yang kita sadari ataupun tidak, serta potensi solusinya yang mungkin dilakukan.Dua ideologi besar, komunisme dan kapitalisme, dikritik habis oleh Fromm secara jernih dan tak terduga. Sebaliknya, ia menawarkan suatu gambaran masyarakat baru yang “tak dikenal” oleh “otak kontemporer” kita, sebuah sistem sosial yang mampu melahirkan—sekaligus dilahirkan—oleh individu-individu baru dengan cara pandang baru terhadap realitas, agama, kebudayaan, dan biosfer tempat kita hidup. Ia menamai sistem masyarakat barunya itu sebagai Kota Mengada, sebuah sintesis dari visi masyarakat Abad Pertengahan, Kota Tuhan, dan visi masyarakat modern, Kota Duniawi.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Rasio Sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan
    Buku - Rasio Sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan

    Rasio sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan: Konseptualisasi dan Aktualisasi Filsafat Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram

    , ,
    Penulis: Afthonul Afif, Bandung Mawardi, Marcel Bonneff, M. Endy Saputro, Nanik Prihartanti, Nilam Widyarini, Ryan Sugiarto, Selu Margaretha Kushendrawati, Someya Yoshimichi, Sri Teddy Rusdy Penerbit: Basa Basi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 334 halaman ISBN: 9786237290032Kondisi: BaruTulisan-tulisan dalam buku ini membantu untuk menghidupkan kembali kehidupan dan filosofi Ki Ageng Suryomentaram. Ki Ageng Suryomentaram merupakan salah satu dari sejumlah sosok tersohor dalam kehidupan pemikiran dan religius Jawa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia dilahirkan di lingkungan yang berporos pada keraton, sebagaimana Ahmad Dahlan, namun bertolak dari perpaduan antara kebudayaan keraton dan empirisme filosofis untuk menghadapi persoalan dan pertanyaan modernitas serta kondisi kolonial yang dialami oleh apa yang dulu disebut Hindia Belanda dan sekarang dikenal sebagai Indonesia.Sebagaimana yang terlihat pada semua tulisan dalam buku ini, Ki Ageng Suryomentaram adalah sosok yang unik dan istimewa. Pada masa di mana rasionalitas menjadi salah satu ciri dari Renaisans Jawa, ini menjadi karakteristik penentu dari pemikiran Ki Ageng Suryomentaram. Kendati ia jelas-jelas merupakan seorang Jawa Muslim, tulisan-tulisannya dapat dipahami sebagai filsafat rasionalis tentang diri, akal budi, dan masyarakat. Ia tidak terlalu terlibat dengan modernisme Muslim atau mistisisme kebatinan modern.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Kisah-kisah Kebebasan
    Buku - Kisah-kisah Kebebasan

    (Kumpulan Cerpen) Kisah-Kisah Kebebasan – Ben Okri

    ,
    Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 134 halaman ISBN: 978-623-9072-17-9Kondisi: BaruKisah-Kisah Kebebasan menawarkan untaian imaji menghantui yang menyala dan berpendar ketika tersorot cahaya.*“… pandangan alternatif yang melampaui persepsi kita sehari-hari.”— Lucy Daniel, The Telegraph
    Rp 60.000,00
  • Buku - Seni Berbahagia
    Buku - Seni Berbahagia

    Seni Berbahagia – Epicurus

    , ,
    Penerjemah: Carissa Fadina Permata Penerbit: Basa Basi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 252 halaman ISBN: 978-602-9552-82-9Kondisi: BaruDi Athena, pada Abad Ketiga Sebelum Masehi, kesadaran dalam berkehidupan mencapai titik tertinggi. Benak para penduduknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana cara kerja alam semesta? Apa yang nyata? Bagaimana bisa manusia ada di tengah kosmos? Kehidupan yang baik itu apa? Apa itu kehidupan yang berbahagia? Apakah kedua hal itu – “baik” dan “bahagia” – saling berselaras atau bertentangan? Apa peran para dewa dalam semua ini?Di meja Taman Epikuros, kaum wanita dan pria mendengarkan Sang Master dengan saksama. Mereka semua sepakat bahwa Epikuros adalah guru terbaik yang pernah ada. Dia telah memikirkan filsafatnya masak-masak, fokus pada diskusinya dengan sesama. Dia menyambut pertanyaan para muridnya, sabar dengan kesalahpahaman mereka, dan menolerir pandangan yang berbeda. Terlepas dari fisiknya yang jelas tampak lemah, kebahagiaannya menjalani hidup tercermin dan menular. Orang lain merasa bersukacita hanya karena berada di dekatnya. Singkatnya, Epikuros memiliki segala hal yang pada zaman sekarang kita pertimbangkan sebagai karakter seorang guru motivator diri yang berkarisma.Untuk sesaat, manusia Abad Ke-21 mungkin menolak adanya seorang pria yang menganggap dirinya guru, dan mengajari murid-muridnya, termasuk kita, tentang cara untuk menjalani hidup. Namun, saya berpegang pada satu alasan bahwa Epikuros mungkin saja memang benar.— Daniel Kleinn
    Rp 70.000,00
  • Buku - Seandainya Aku Bisa Menanam Angin
    Buku - Seandainya Aku Bisa Menanam Angin

    Seandainya Aku Bisa Menanam Angin – Fawaz

    , ,
    Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2019 Tebal: 196 halaman ISBN: 978-602-1318-95-9Kondisi: Baru“Ah Sese, ko jangan pintar dolo, biar kita sama-sama bodoh dolo, pintar nanti juga sama-sama. Sa jangan ditinggal begitu, tidak bole itu. Tidak baik,” kata Tadius Bisaka, anak ajaib dari Asmat, Papua.Seandainya Aku Bisa Menanam Angin adalah rangkuman kisah, perpaduan tawa bahagia dan tangis sendu. Kisah yang tak pernah sudah tentang hubungan manusia paling jernih: saling percaya, menerima perbedaan, hingga mengikhlaskan.Mengajar bersama anak-anak Suku Anak Dalam Jambi, Asmat Papua, Gunung Argopuro Jember, dan anak-anak di sejumlah tempat yang lain bukan perkara hitung-hitungan dan tata bahasa bagi Fawaz. Ia mengajar, sekaligus diajari tentang sesama, alam raya, dan tentu saja cara berbahagia.
    Rp 78.000,00
  • Buku - Seni Berdebat
    Buku - Seni Berdebat

    Seni Berdebat: 38 Jurus Memenangkan Argumen – Arthur Schopenhauer

    , ,
    Penerjemah: Yudi Santoso Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 138 halaman ISBN: 978-623-9008-77-2Kondisi: BaruSeni Berdebat: 38 Jurus memenangkan Argumen, merupakan sebuah risalah klasik yang ditulis Arthur Schopenhauer. Di dalam karya ini, filsuf Jerman tersebut memeriksa secara total tiga puluh delapan metode untuk menundukkan argumen lawan dalam debat. Dia mengawali esainya dengan pendapat bahwa para filsuf telah memusatkan perhatian mengenai kaidah-kaidah logika, tetapi tidak menggeluti sisi kelam dari dialektika, dari kontroversi.Mengingat tujuan logika secara sederhana disebut sebagai metode untuk memperoleh kebenaran, dialektika, kata Schopenhauer, bersifat “... sebaliknya, hendak menguji hubungan antara dua individu yang, karena adalah makhluk rasional, hendaknya berpikir dalam kebersamaan, tapi ketika mereka berhenti bersepakat akan seperti dua jam yang berputar bersamaan secara tak putus-putus, menciptakan sebuah perdebatan atau kontestasi intelektual."Dengan kata lain, jika logika identik dengan upaya mencari kebenaran, maka dialektika berfokus pada keterampilan memenangkan debat; Sama seperti duel ksatria, lebih penting daripada siapa yang salah dan yang benar."
    Rp 65.000,00
  • DariBalikLayarPerak
    DariBalikLayarPerak

    Dari Balik Layar Perak: Film di Hindia Belanda 1926-1942 – M. Abduh Aziz

    , , ,
    Pengantar: Budi Irawanto Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxii + 106 halaman ISBN: 978-623-7357-07-0Kondisi: BaruBuku ini mengkaji perihal proses perkembangan film di Hindia Belanda dalam kurun waktu 1926-1942. M. Abduh Aziz menggambarkan bagaimana rupa dan serba-serbi dunia kesenian film semasa kolonial. Ia memulainya dengan membahas lanskap sosial politik masyarakat Hindia Belanda jelang abad ke-20 dan perubahan wajah kota yang mulai menuju modernitas. Selain itu dibahas pula keberlangsungan kesenian tradisional di tengah mulai masuknya bentuk seni terkini juga film-film impor. Sebagai sarana penunjang perfilman, geliat bisnis bioskop juga tak luput dari pembahasan.Jika sebelumnya mereka menjadi pengimpor film dan pengusaha bioskop, mulai akhir 1920-an mereka terlibat langsung di balik layar sebagai produser. Pesatnya perkembangan dunia perfilman tanah air juga mendorong dibuatnya aturan-aturan dari pemerintah kolonial terkait penayangan film-film, juga tentu terhadap pajak dan cukainya.*“Terbitnya buku ini bisa menjadi pengingat bahwa film merupakan anak kandung kehidupan modern. Sejarah film di Indonesia tak bisa diceraikan dari proses urbanisasi yang juga diwarnai oleh regulasi yang hendak menepis ‘efek buruk’ sinema. Tak aneh, hari ini bioskop di Indonesia hadir di tengah pusat perbelanjaan dan impuls untuk menyensor film tak pernah sirna. Setidaknya, buku ini telah menunjukkan akarnya di masa lalu.”- Budi Irawanto, Presiden Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Bulan Rumeuk di Pancuran
    Buku - Bulan Rumeuk di Pancuran

    Bulan Rumeuk di Pancuran: Kumpulan Carita Jurig – Oman Komara

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2019 Tebal: 160 halaman Bahasa: Sunda ISBN 978-979-419-528-4Kondisi: BaruAri jurig aya? Aya, cék carita-carita dina ieu buku mah. Bulan Rumeuk di Pancuran kenging Oman Komara ngamuat sawelas carita ngeunaan dedemit. Jurig nu ngabungkeuleuk, ngudag-ngudag jelema, tapi teu kacaturkeun nepi ka nandasa. Malah sabalikna, jelema nu bisa nundung deui ka alamna. Siga dina "Maret", jurig téh nuturkeun lantaran babawaanana—nu dipalidkeun bareng jeung mayit—dicokot ku nu rék ngala lauk.Saenyana lain jurig wungkul nu ku urang bisa "katewak" tina ieu buku téh. Gambaran kahirupan di pilemburan, dicaritakeun gemet pisan ku pangarang. Nu maca baris terang rupa-rupa kabiasaan alam harita, tur ayeuna mah boa geus teu aya di kieuna, siga "maret", "mosong", "ngobor", "ngalintar", "ngabungbang", jsté. Unggal bagian dicaritakeun kalayan ngaguluyur, sakapeung direumbeuy heureuy, matak ngubaran nu kukurayeun. Kilang kitu, kurang hadé mun ieu buku dibaca tengah peuting, komo bari nyorangan mah.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Catatan dari Lapangan
    Buku - Catatan dari Lapangan

    Catatan dari Lapangan: Esai-esai Refleksi Etnografis Bidang Sosial Budaya Mahasiswa Indonesia di Leiden

    , , ,
    Pengantar : Gerry van Klinken – Din Wahid Penulis: Ade Jaya Suryani Ajeng – Ayu Arainikasih – Aminudin TH Siregar – Arfiansyah – Fachrizal Afandi – Grace Leksana – Hari Nugroho – Jermy I. Balukh – Katriani Puspita Ayu – M. Zamzam Fauzanafi – Muhammad Latif Fauzi – Nazarudin – Nor Ismah – Nurenzia Yannuar – Sudarmoko – Syahril Siddik – Taufiq Hanafi – Wijayanto – Yunus Sulistyono – Ward Berenschot – Tom Hoogervorst – Margreet van Till – Marian Klamer Penerbit: Marjin Kiri Tahun Terbit: 2019 Tebal: xliv + 271 halaman ISBN: 978-979-1260-94-7Kondisi: BaruApa yang terjadi dalam diri seorang ilmuwan sosial ketika tengah melakukan penelitian di lapangan? Pergulatan batin dan pikiran seperti apakah yang dialaminya? Buku ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu melalui refleksi lima orang profesor dan sembilan belas mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi doktoral di Leiden, Belanda, atas apa yang mereka alami saat melakukan penelitian etnografi di lapangan.Disajikan dalam bentuk narasi yang sederhana, buku ini jauh dari istilah-istilah teknis yang rumit yang biasa ditemui dalam buku metodologi penelitian pada umumnya. Tak lain karena ia berisi kisah-kisah yang dituturkan dengan kejujuran dan kerendahan hati, tentang betapa kerja riset akan memaksa kita terbentur dengan hambatan dan kesulitan, tak jarang juga kegagalan bertubi-tubi.Maka lebih dari sekadar buku tentang refleksi metodologi, buku ini juga bisa dibaca layaknya kisah perjuangan sekelompok kecil anak muda Indonesia yang sedang meneguhkan langkahnya sebagai peneliti sosial-budaya.*“Ada emosi lain yang dapat dijumpai dalam buku ini, yang lebih mendalam sifatnya. Sebagian boleh dibilang filsafati. Kebingungan. Keingintahuan. Kenekatan untuk melawan opini orang yang lebih berkuasa. Perasaan-perasaan ini membawa saya sebagai pembaca masuk ke hal paling fundamental dalam kehidupan akademis.”— Gerry van Klinken
    Rp 55.000,00
  • Buku - Rosa Luxemburg
    Buku - Rosa Luxemburg

    Rosa Luxemburg: Sosialisme dan Demokrasi (Buku 1) – Dede Mulyanto

    , ,
    Pengantar: Ted Sprague Penerbit: Marjin Kiri Tebal: xx + 253 halaman ISBN: 978-979-1260-93-0Kondisi: BaruMenggabungkan metode penulisan riwayat diri dengan telaah pemikiran, buku ini menyajikan Rosa Luxemburg sebagai pejuang Demokrasi Sosial dalam gaya naratif yang mudah dicerna dan dinikmati.Buku pertama dari rencana dua jilid buku ini mengkhususkan diri pada pembahasan isu-isu seputar demokrasi dan sosialisme yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini, saat ide-ide sosialisme kembali dipeluk anak-anak muda sedunia di tengah kebangkrutan tatanan yang ada.Akan kita temukan pemikiran Rosa Luxemburg mengenai Demokrasi Sosial sebagai leburan antara sosialisme dengan gerakan kelas pekerja, termasuk uraiannya tentang kapan persisnya aksi-aksi demonstrasi dan pemogokan bisa digunakan secara tepat; bagaimana seharusnya sosialisme menyikapi agama, baik umat maupun pemukanya; sikapnya yang anti terorisme politik; beserta kecenderungan internasionalisnya dalam perjuangan demokrasi.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Setan yang Menjelma Menjadi Agar-agar
    Buku - Setan yang Menjelma Menjadi Agar-agar

    Setan yang Menjelma Menjadi Agar-agar – Ugo Untoro

    ,
    Penerbit: Nyala Tahun Terbit: 2019 ISBN: 978-602-52504-1-5Kondisi: BaruTak ada yang tahu dimana persisnya perempuan itu jadi aneh tingkahnya. Mungkin ditempat kerjanya di Jakarta atau ditengah jalan ketika ia memutuskan untuk pulang kampung hanya berjalan kaki. Sampai dikampung. Pada suatu siang yang pecah menjadi kegemparan karena kedatangannya, tetangganya melihat perempuan itu sudah kehilangan semua gigi depannya, rambut yang putih kelabu penuh debu dan mimik muka seperti hewan buas yang kehilangan tenaga.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Sisir Sisir Bunga EJa
    Buku - Sisir Sisir Bunga EJa

    Sisir Sisir Bunga Eja – Rachmat Hidayat Mustamin

    ,
    Penerbit: Nyala Tahun Terbit: 2019 Tebal: 84 halaman ISBN: 978-602-52504-5-3Kondisi: BaruRAHASIA MENGAKTIFKAN ALAM BAWAH SADARsaklarnya di belakang bahumu. punggung sisa panas dalam yang keluar. akta kelahiranku dikunyah sekolah setelah keluar main. paspor menggantikan wajahku pada pelukan di dalam selang. mau mandi sekarang? jangan dulu. saat ini bukanlah saat kota berbicara. slide-slide membelah kepala desa bercahaya. ember berisi potongan laut dan tradisi orang tua. bandara tidak ada kamu, jejeran balok es yang ditulisi alfabet import yang barat. tidak bisa berlari pada kontes kecantikan lirik. bacalah puisi yang belum ditulis di atas kursi. jangan. jangan di atas kursi. orang kecil hanyalah lidi yang mudah diblender telunjuk. berjalanlah ke punggung di tubuhmu. tutup tokomu sebelum jam 7 pagi. berdoalah bermainlah. berimalah. tunggulah barang sejenak. sekitar 43 jam yang lalu. tanah pada halaman golf mengecup telapak kaki musium yang kau susun dalam microsoft.alam sudah sadar di lapisan bawah yang kedua. bahasa sudah aktif di ponselmu.
    Rp 59.000,00
  • Buku - Hutbah Munggaran di Pajajaran
    Buku - Hutbah Munggaran di Pajajaran

    Hutbah Munggaran di Pajajaran: Kumpulan Dua Drama – Yus Rusyana

    , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2018 Tebal: 96 halaman Bahasa: Sunda ISBN: 978-979-419-540-6Kondisi: Baru”Hutbah Munggaran di Pajajaran” téh drama yasana Yus Rusyana, ditulis taun 1965. Ieu drama kungsi dipentaskeun ku Liga Drama Bumi Siliwangi tanggal 2-3 ]uli 1966, sutradarana Dudu Prawiraatmadja jeung Duduh Durahman.Sanajan kasebutna naskah heubeul, ieu drama teu laas ku pajamanan, lantaran nyaritakeun kajadian nu geus remen diguar ku urang Sunda: nyebarna Islam di Pajajaran nu jadi pamiangan urang Sunda ngagem agama Islam.Lian ti ”Hutbah Munggaran di Pajajaran”, ieu buku gé ngamuat drama karya Yus Rusyana lianna, nyaéta “Cahaya Maratan Waja" nu ditulis bulan Désémber 1964. Sawirahma jeung drama kahiji, ”Cahaya Maratan Waja" nyaritakeun nyebarna agama Islam. Bédana téh, nu ieu mah kajadianana di tanah Mekkah, mangsa Kangjeng Nabi Muhammad Saw. jumeneng kénéh.Kumpulan drama Hutbah Munggaran di Pajajaran lain ukur pentaskeuneun di panggung, dibaca naskahna tangtu réa pulunganeunana pikeun ngandelan kaislaman jeung kasundaan.
    Rp 36.000,00
  • Buku - Tiga Venus dan Tentang Seni yang Enggan Selesai
    Buku - Tiga Venus dan Tentang Seni yang Enggan Selesai

    Tiga Venus dan tentang Seni yang Enggan Selesai – Stanislaus Yangni

    , , ,
    Penerbit: Nyala Tahun Terbit: 2019 ISBN: 978-602-52504-7-7Kondisi: BaruSaya dan Tiga Venus bukan masa lalu maupun masa depan. Ia juga bukan nostalgia, bukan ingatan, dan bukan kisah atas yang lampau. Ia adalah masa kini. Bagi saya, painting harus “maju,” tidak sekadar takjub pada narasi di baliknya. Sebab, jika itu terjadi, Saya dan Tiga Venus selesai. Ia berhenti pada catatan sejarah ‘masa lalu,’ terjebak representasi. Karena itu, kalau pun ia tak semegah “Lima Jurus Gebrakan” GSRB, ia juga tidak bicara hal-hal besar seperti tumbangnya Orde Baru, namun dalam diamnya; ia seperti sedang “meneror” kita, terutama para seniman. Ia – selain “menjadi-Sudjojono-nafiri-yang-sepi” - juga tengah “menjadi-kita.”-Stanislaus Yangni
    Rp 50.000,00
  • Buku - Selat Malaka
    Buku - Selat Malaka

    Selat Malaka: Sejarah Perdagangan dan Etnisitas – Leonard Y. Andaya

    , ,
    Penerjemah: Aditya Pratama Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxxviii+ 342 halaman ISBN: 978-623-7357-04-9Kondisi: BaruBuku ini menyajikan proses pembentukan etnik dengan menyoroti pergeseran persepsi etnik Melayu di era prakolonial dan peran etnik Melayu dalam merangsang proses etnisisasi (penciptaan etnik baru) komunitas lain. Satu hal yang pokok dalam pembahasan itu adalah gagasan etnisisasi, yakni keputusan politik yang secara sadar dibuat oleh suatu kelompok untuk mengadopsi suatu identitas etnik demi meraih keuntungan. Setiap bahasan di dalam buku ini bersandar pada narasi sejarah perdagangan yang dapat menjelaskan mengapa, kapan, dan di mana aneka kelompok serta kategori etnik terbentuk atau dibentuk ulang di masa lalu, baik masa lalu yang sudah terlewat jauh maupun yang baru saja berlalu. Kelompok-kelompok tersebut adalah yang dianggap sebagai penduduk “purba”, mereka menghuni daratan dan lautan yang berbatasan dengan Selat Malaka.Dengan menyelami etnisitas, sejarawan dapat menawarkan pandangan yang lebih bernuansa tentang hubungan etnik di suatu kawasan yang bertakhtakan keberagaman bahasa dan budaya. Kreatif dan menantang, buku ini menyingkap banyak pertanyaan-pertanyaan baru yang semestinya menghidupkan kembali dan mengubah arah historiografi Asia Tenggara.*“Karya Andaya ini mengingatkan kita bahwa dengan memahami masa lalu, kita bisa belajar banyak mengenai hari ini. Buku ini menjadi sumbangsih yang penting dan tepat waktu terhadap pembahasan-pembahasan mengenai sejarah etnik yang juga berakibat terhadap politik etnik kiwari. Ditulis dengan cukup ringan, karya ini merupakan contoh yang luar biasa terkait bagaimana studi sejarah bisa menyebar dan menjangkau khalayak yang lebih luas.”– Rusaslina Idrus, Pengajar Studi Gender di Faculty of Arts and Social Sciences, University of Malaya.
    Rp 155.000,00
  • Buku - Kapankah Kesusasteraan Indonesia Lahir
    Buku - Kapankah Kesusasteraan Indonesia Lahir

    Kapankah Kesusasteraan Indonésia Lahir – Ajip Rosidi

    , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2019 Tebal: 220 halaman ISBN: 978-979-419-635-9Kondisi: BaruKendatipun karangan-karangan ini ditulis dalam waktu yang berbeda-beda dan untuk keperluan yang berlainan pula, namun di dalamnya ada garis-garis pokok yang senantiasa dipertahankan, yaitu keinginan yang keras untuk menyaksikan perkembangan sastera Indonesia yang tumbuh dalam iklim kesadaran kebangsaan yang berpedoman kepada Bhinneka Tunggal Ika. Semoga akan ada juga manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan kesusasteraan, kesenian dan kebudayaan Indonesia.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya
    Buku - Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya

    Semiotik & Dinamika Sosial Budaya – Benny H. Hoed

    , ,
    Pengantar: Haryatmoko Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xxxi + 352 halaman ISBN: 978-602-9402-44-5Kondisi: Baru“Di era Reformasi ini kita kebanjiran tanda dalam bentuk pesan politis, iklan, dan ikon yang sarat makna. Penjelasan buku ini mampu mengungkap tabir maknanya. Sebab itu, kehadiran buku ini pantas disambut masyarakat akademik dan mereka yang mengikuti perkembangan pesan yang beredar di berbagai media. Mata dan hati pembaca akan terbuka oleh suguhan yang menerangkan bagaimana tanda yang hadir melalui pesan menjadi makna yang senantiasa melintasi ruang dan waktu pengalaman penerimanya. Apalagi sebagai diskursus akademik yang rumit disampaikan dengan sederhana disertai contoh-contoh yang mudah diasosiasikan dengan pengalaman sehari-hari.”- Prof. Dr. Gunawan Tjahjono, Guru Besar Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas IndonesiaKita menemukan semiotik dalam mitos-mitos baru, tubuh, busana, etika ekonomi dalam kehidupan modern, iklan, dan totemisme, dan lainnya lagi, sebagai arena makna. Telaah semiotik pun dapat pula diterapkan dalam upaya pencarian makna dari hasil kebudayaan masyarakat masa silam. Contoh penerapan semiotik dalam buku ini memperkaya telaah makna tanda dalam kebudayaan. Semiotik terasa mudah, menyenangkan, serius, cair, dan kadang-kadang menemukan juga makna yang kocak.”- Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Guru Besar Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas IndonesiaBuku ini penting di tengah prediksi akan menyusutnya kekayaan sumber daya alam Indonesia dalam 20 tahun-an mendatang yang akan digantikan oleh ekonomi berbasis industri kreatif/Ekonomi kreatif karena dapat menjadi inpirasi proses kreatif. Memahami semiotik bukan saja menjadi penting sebagai unsur utama dalam proses kreatif dan desain, tetapi juga membuat hasil desain menjadi baik objek ekonomi maupun pengutamaan untuk peningkatan makna bagi kehidupan manusia.”- Irvan A. Noe’man, M.ID, BD+A Design, Strategy, Space and Branding Consultants, Alumni Arsitektur Interior, Institut Teknologi Bandung, Industrial Design, Rhode Island School of Design USA
    Rp 110.000,00
  • Buku - Pembalasan
    Buku - Pembalasan

    Pembalasan – H.S.D. Moentoe

    ,
    Pengantar: Makmur Makka Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2019 (Pertama kali diterbitkan pada 1935) Tebal: 139 halaman ISBN: 978-979-419-702Kondisi: Baru"Pada masa lalu, di beberapa daerah, termasuk kampung Labakkang, sejak kecil anak-anak sudah dibekali badik untuk menjaga kehormatan dan martabat dan harga diri keluarga. Selain itu, juga untuk menjalankan amanah agar berhasil mengarungi kehidupan nyata kelak."Dalam konsep nilai masyarakat masa lalu seperti itulah roman Pembalasan, karya H.S.D. Moentoe ditulis. Seperti halnya roman Angkatan Pujangga Baru (1935), cerita Pembalasan dibangun penuh komplikasi persoalan dan konflik, takdir dua orang kakak beradik I Marabintang (putri) dan I Mappabangka (putra) yang akan mewarisi harta dan kekayaan ayahnya Daeng Mapata yang diperoleh dari hasil kejahatan bersama komplotannya."- Makmur Makka
    Rp 47.500,00
  • Buku - Masalah Angkatan dan Periodisasi Sejarah Sastera Indonesia
    Buku - Masalah Angkatan dan Periodisasi Sejarah Sastera Indonesia

    Masalah Angkatan dan Périodisasi Sejarah Sastera Indonésia – Ajip Rosidi

    , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2019 Tebal: 52 halaman ISBN: 978-979-419-636-6Kondisi: BaruKumpulan tulisan dalam buku ini merupakan tanggapan Ajip Rosidi mengenai berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan sastera Indonésia, termasuk terhadap karya-karya telaah maupun karya-karya kréatif. Daripadanya akan nampak, beberapa hal mungkin sudah menjadi sejarah namun mungkin ada pula yang tetap aktual.Dengan menerbitkan karangan-karangan ini dalam sebuah kumpulan, mudah-mudahan sumbangan pikiran Ajip Rosidi akan mendapat perhatian yang lebih luas. Juga dengan dikumpulkan menjadi satu, mudah-mudahan meréka yang selama ini mengikutinya tersérak-sérak di mana-mana akan lebih mudah memperolehnya, sehingga dapat melihat suatu keutuhan sikap dan tanggapan yang menyeluruh.
    Rp 47.500,00
  • Buku - Rumah Tusuk Sate di Amsterdam Selatan
    Buku - Rumah Tusuk Sate di Amsterdam Selatan

    Rumah Tusuk Sate di Amsterdam Selatan – Joss Wibisono

    ,
    Penerbit: OAK Tahun Terbit: 2017 Tebal: 149 halaman ISBN: 978-602-60924-2-7Kondisi: Baru"Matahari tercurah di atas Amsterdam yang murung. Musim semi tiba, tapi betapa kota kelahiranku ini lebih suka terus terlelap saja dalam winterslaap. Sebenarnya bukan melulu ibu kota, seantero Belanda juga tertular enggan menyambut musim semi 1941 ini. Dan, bukan hanya orang Belanda, para pendatang pun kejangkitan rasa malas yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya. Tidak terkecuali para studenten Indonesia yang menuntut ilmu di negeri penjajah ini."- Salam Perkenalan Spesial*Rumah Tusuk Sate di Amsterdam Selatan dan cerita-cerita lain adalah kumpulan cerpen pertama Joss WIbisono yang terbit sebagai buku.
    Rp 64.000,00
  • Buku - Don Quijote dari La Mancha (II)
    Buku - Don Quijote dari La Mancha (II)

    Don Quijote dari La Mancha (Buku II) – Miguel de Cervantes

    ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 Tebal: 589 halaman ISBN: 978-602-433-767-4Kondisi: BaruDon Quijote menceritakan seorang hidalgo yang imajinasinya menjadi liar karena buku-buku yang dia baca. Dikisahkan Don Quijote menganggap dirinya seorang petualang tapi tidak seperti petualang yang biasa. Dia bagai mengolok-olok, menertawakan keadaan dengan dirinya sendiri. Banyak kesialan dan kegagalan yang menimpa Don Quijote dalam pertualangannya yang absurd, seperti karakternya, bahkan berkesan kejam pengarang pada tokohnya ini. Tapi, di sinilah keistimewaan penokohan dan kisah Don Quijote sehingga tidak lekang dimakan zaman.Don Quijote, karya fiksi klasik ini diperkirakan telah terjual 500 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke berbagai ratusan bahasa di dunia. Di Indonesia, Yayasan Pustaka Obor Indonesia mendapat kehormatan untuk menerbitkan novel yang pada tahun 2002 terpilih sebagai “buku yang paling berarti sepanjang masa” dalam sebuah jajak pendapat yang diorganisasi para editor Norwegian Book Clubs di Oslo. Sekitar seratus penulis terkenal dari 54 negara memberikan penghargaan kepada novel tersebut di Norwegian Nobel Institute. Tak mengherankan jika karya dari penulis Spanyol Miguel de Cervantes Saavedra, yang berjudul asli El Ingenioso Hidalgo Don Quijote de la Mancha ini menduduki urutan pertama dalam enam karya fiksi terbaik sepanjang masa. Novel ini pertama kali dicetak 1605 dan edisi keduanya dirilis pada 1615.Pertanyaannya mengapa, fiksi ini bisa begitu menarik banyak kalangan hingga hari ini? Untuk mendapat jawabannya, Anda harus membaca buku Don Quijote terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia ini. Berbeda dengan buku Don Quijote lainnya yang telah terbit di Indonesia sebelumnya, buku ini merupakan edisi utuh untuk pertama kalinya. 
    Rp 160.000,00
Subscribe