Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

BUKU

Filters

Showing 73-96 of 824 products

View 24/48/All

Filter by price

73-96 of 824 products

  • Buku - Dari Melayu Menjadi Indonesia
    Buku - Dari Melayu Menjadi Indonesia

    Dari Melayu Menjadi Indonesia: Dari Politik Bahasa hingga Politik Identitas – Afthonul Afif dkk.

    , ,
    Penerbit:Basabasi Tahun Terbit: 2018 Tebal: 444 halaman ISBN: 978-602-6651-90-7Kondisi: BaruBuku ini merupakan kumpulan tulisan dari sejumlah peneliti dan penulis dengan latar belakang disiplin keilmuan yang beragam yang mencoba meneroka keindonesiaan dari sudut pandang kemelayuan. Melayu dalam konteks buku ini lebih dipahami sebagai sebuah kelompok bangsa penutur bahasa Austronesia yang persebarannya sangat luas, yang mendiami di hampir seluruh kawasan Asia Tenggara, bahkan hingga Fiji dan Hawaii. Dengan merujuk pada pengertian tersebut, tulisan-tulisan di buku ini tidak hendak memasuki medan perdebatan untuk menguji seberapa valid kebenaran pengertian tersebut, tapi justru hendak menjelajahi sejauhmana ia termanifestasikan dalam bentangan sejarah Indonesia modern.Sebagai buku yang disusun dari beragam tema dan latar belakang kajian yang sebelumnya terbit secara terpisah, dan tidak diniatkan sejak awal untuk dikumpulkan lalu diterbitkan, buku ini lebih menyerupai mozaik, tidak menawarkan kekhususan yang mendalam, tapi menyuguhkan panorama yang beragam dan menyebar. Keragaman tema dan pendekatan yang diusung buku ini jika dibaca sebagai 'kemungkinan' pembacaan, justru dapat menjadi informasi awal berharga yang sanggup memperluas cakrawala pandang kita tentang betapa kompleks dan luasnya realitas 'kemelayuan' juga 'keindonesiaan' itu sendiri yang acapkali kita tanggapi sebagai realitas yang sederhana dan monoton.
    Rp 90.000,00
  • Buku - Dari Hari ke Hari
    Buku - Dari Hari ke Hari

    Dari Hari ke Hari – Mahbub Djunaidi

    ,
    Penerbit: DIVA Press Tahun Terbit: 2018 (Pertama kali terbit pada 1975) Tebal: 244 halaman Penghargaan: Pemenang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 1974 ISBN: 978-602-391-514-9Kondisi: Baru"Secara pribadi, saya tidak kenal Pak Mahbub Djunaidi. Sekali dua kali saja saya papasan dengannya di Jakarta. Tapi di banyak kesempatan saya mengaku santrinya beliau. Sebab, karya-karyanya banyak menempel di kepala saya. Dan novel Dari Hari ke Hari ini, salah satu karya Pak Mahbub yang saya baca berulang-ulang."— Ahmad Tohari"Novel ini menarik dan renyah, lantaran disajikan dengan cara penuh “kelakar”. Seorang anak tanggung memandang revolusi dengan kacamata yang polos sehingga peristiwa pertumpahan darah, tidak mengudarkan kengerian, melainkan justru menggelikan. Walaupun dalam beberapa hal sering muncul suara pengarangnya, secara keseluruhan novel ini terkesan meledek tokoh-tokoh politik yang lebih suka gontok-gontokan sendiri daripada mengurusi bangsa dan negaranya. Itulah kekhasan kritik model Mahbub Djunadi."— Maman S. Mahayana"Dengan terbitnya kembali karya yang sudah berusia 40 tahun ini tebersit secercah harapan semoga buku ini menjadi bacaan bermutu yang mampu merangsang kembali kesadaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia bagi generasi masa kini."— Lukman Hakim Saifuddin"Dari Hari ke Hari adalah salah satu novel kesukaan saya. Mahbub sukses menceritakan sesuatu yang “besar” dengan mengalir tanpa. beban. Ia tidak berumit-rumit dengan fakta sejarah, melainkan asyik berkisah tentang kehidupan dan hal-hal kecil yang membuatnya layak dirayakan. Rasanya sampai saat ini belum ada pengarang Indonesia yang bisa bertutur selihai, sejenaka, dan selincah Mahbub."— Andina Dwifatma
    Rp 65.000,00
  • Buku - Omelan, Desa, Kampung, Kota
    Buku - Omelan, Desa, Kampung, Kota

    Omelan: Desa, Kampung, Kota – Bandung Mawardi

    , , ,
    Penerbit: Basabasi, Jagat Abjad, Kampungnesia Tahun Terbit: 2018 Tebal: 456 halaman ISBN: 978-602-5250-66-8Kondisi: BaruPilihan menjadi pembaca koran-koran setiap hari mirip keterpencilan saat suara burung masih terdengar di pepohonan dan dangdut koplo mulai menderu di rumah tetangga. Koran-koran masih mungkin disantap tanpa tergesa dan pemanjaan. Kewajaran sebagai pembaca setelah rampung mencuci dan sarapan untuk memuliakan kertas-kertas fana. Di situ, tulisan-tulisan dan foto-foto minta tatapan mata dan sentuhan.Aku memilih sembarangan, tak memerlukan ketentuan ketat berlagak periset atau asal menuruti jari dan mati. Sembarang tapi beresiko. Ratusan koran disantap untuk memilih, berharap tanpa sesalan dan dendam. Pilihan tulisan sengaja mendapat omelan menuruti situasi hari atau jenis makanan-minuman di perut. Omelan murahan dan kebablasan jadi bualan orang terlalu ingin menunggui rumah.Omelan dengan segala rancu, salah, fitnah, dan lelucon iru dikumpulkan menjadi buku sulit dijuluki molek. Buku berjudul Omelan: Desa, Kampung, Kota cuma pemenuhan pamrih kecil agar kesombongan pembaca koran-koran tak terlalu fana setelah hari-hari berganti dan tahun-tahun berlalu tanpa pelukan. Buku boleh dilihat sekejap atau dibaca sampai khatam untuk dilupakan saat hari-hari terlalu suntuk dengan gempa kata di gawai, begitu.
    Rp 120.000,00
  • Buku - Kreativitas dan Keberanian
    Buku - Kreativitas dan Keberanian

    Kreativitas dan Keberanian – Rollo May

    , ,
    Penerjemah: Afthonul Afif Penerbit: Ircisod Tahun Terbit: 2018 Tebal: 252 halaman ISBN: 978-602-7696-75-4Kondisi: BaruAkhirnya, tidak ada karya kreatif apa pun yang dapat dipahami dan berbicara di luar batas, dan itu artinya ia harus memiliki bentuk yang jelas. Apa yang Rollo May maksud dengan bentuk dalam bukunya ini bukanlah dogmatisme atau ketertutupan, melainkan sebuah Gestalt yang memberi perwujudan bagi pengalaman. Kesadaran dan ketidaksadaran sama-sama memainkan peran penting dalam proses penciptaan bentuk ini.Hasrat pada bentuk (passion for form) merupakan dorongan yang hakiki dalam diri kita. Daya yang bahkan lebih sering tidak kita sadari inilah yang bekerja mengarahkan kreativitas untuk menghasilkan karya kreatif. Ia juga yang membimbing kita untuk tidak membiarkan pengalaman dan peristiwa dalam hidup kita berlalu begitu saja dan kita kenang sebagai deretan gejala kosong belaka. Kita menemukan kebutuhan ini sebagai kehendak untuk hidup bermakna (will to meaning) dalam psikologinya Victor Frankl atau sebagai kehendak untuk berdaya (will to power) dalam filsafatnya Friedrich Nietzsche, sebuah dorongan azali yang akan mengantarkan manusia ke posisi tertinggi dalam hidup yang masih mungkin dicapai (the highest possible position in life).
    Rp 80.000,00
  • Buku - Sawerigading Datang Dari Laut
    Buku - Sawerigading Datang Dari Laut

    Sawerigading Datang dari Laut: Cerita-cerita Faisal Oddang

    ,
    Penerbit: Diva Press Tahun Terbit: 2019 Tebal: 192 halaman ISBN: 978-602-3916-65-8Kondisi: Baru"Dengan kalimat-kalimat pembuka yang menyentak dan kerap sureal, cerita-cerita di buku ini membuhul kepiawaian mendongeng Faisal Oddang dengan kepekaannya untuk menciptakan gambaran-gambaran yang seolah-olah berada di ambang antara dunia nyata dan tak nyata yang berlatar Sulawesi."- Ronny Agustinus"Sawerigading Datang dari Laut memikat bukan lantaran Faisal menulis Kisah tentang Yang Lain, yang selama bertahun-tahun keberadaan mereka ditumpas dalam senyap oleh negara (dan kadang kadang oleh masyarakat); yang informasi tentang mereka sedikit sekali diketahui; terkubur begitu dalam; tapi terutama karena cerita-cerita tersebut berhasil menularkan kegetiran dan kengerian, membuat siapa pun yang membaca akan terancam."- Azhari Aiyub
    Rp 68.000,00
  • Buku - Humor Jurnalistik
    Buku - Humor Jurnalistik

    Humor Jurnalistik – Mahbub Djunaidi

    , ,
    Penerbit: Ircisod Tahun Terbit: 2018 Tebal: 432 halaman ISBN: 978-602-7696-65-5Kondisi: BaruIbarat suatu pertunjukan, suasana segar dalam buku ini senantiasa terjaga dari satu adegan ke adegan berikutnya. Gaya khas Mahbub yang tajam sekaligus kocak menyemburatkan warna tersendiri dalam dunia jurnalistik Indonesia. Dalam buku ini, Mahbub meramu aneka masalah yang pahit dan serba muram-buram menjadi semacam bahan olok-olok. Mahbub memang kaya gagasan, dan itu telah berhasil diapungkannya ke atas melalui canda dan humor.Membaca buku ini, bibir kita pasti akan terus-menerus menyunggingkan senyum. Sementara itu, mata kita tak akan rela beranjak melepaskan halaman demi halaman. Pendek kata, buku yang semula merupakan rangkuman tulisan Mahbub di pelbagai media massa terkemuka di Indonesia ini menjanjikan suatu pesona yang akan memperkaya cakrawala batin kita. Tabik!*"Itulah Mahbub, yang dengan gaya tulisannya mampu mengubah tragedi menjadi komedi."— Fariz Alniezar
    Rp 90.000,00
  • Buku - Yang Telah Tiada
    Buku - Yang Telah Tiada

    Yang Telah Tiada – James Joyce

    ,
    Penerjemah: Wawan Eko Yulianto Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: xx + 76 halaman ISBN: 978-602-5264-59-7Gabriel Conroy bersama istrinya, Gretta, menghadiri pesta Natal yang diselenggarakan bibi-bibinya. Dalam pesta itu Nona Ivors mengejeknya sebagai “Inggris Barat” dan Gabriel kemudian menyampaikan gagasan soal identitas dalam pidatonya di penghujung pesta. Setelah kembali ke hotel, Gabriel mengalami efifani dari kisah istrinya tentang cinta masa muda yang sebelumnya tak pernah diungkap.*“Novela yang sangat bagus tentang kelembutan dan hasrat, sekaligus juga tentang cinta yang berujung kecewa serta ekspektasi-ekspektasi pribadi dan karier yang gagal.”– Daniel R. Schwarz
    Rp 40.000,00
  • Buku - Kesenangan Teks
    Buku - Kesenangan Teks

    Kesenangan Teks – Roland Barthes

    , ,
    Penerjemah: Stephanus Aswar Herwinarko Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: xi + 69 halaman ISBN: 978-623-9008-71-0Kondisi: Baru"Barthes dalam perumpamaan luar biasa membandingkan teks dengan tubuh perempuan yang menggoda. Sebagaimana tubuh perempuan membuat mata terpesona ketika satu demi satu pakaian ditanggalkan, maka teks pun membangkitkan kesenangan bagi pembaca, dengan tersibak sedikit demi sedikit. Kesenangan melihat penari bar mencopoti pakaian beringsut naik bertahap hingga sampai puncaknya: melihat kelaminnya telanjang, demikian pula pembacaan menyingkap sedikit demi sedikit teks hingga mencapai akhir atau moral teks itu. Dan pembaca tergesa yang melompat-lompati paragraf lekas-lekas sampai ke akhir sama dengan orang yang mendatangi si penari, menelanjanginya cepat-cepat hingga puncaknya: melihatnya telanjang bulat."- Fatima El Bouanani
    Rp 45.000,00
  • Buku - Dongeng Pulau Tak Dikenal
    Buku - Dongeng Pulau Tak Dikenal

    Dongeng Pulau Tak Dikenal – José Saramago

    ,
    Penerjemah: Ronny Agustinus Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 50 halaman ISBN: 978-623-9008-74-1Kondisi: BaruSeorang lelaki datang mengetuk pintu raja dan berkata, Beri hamba kapal. Karena raja tidak kunjung datang, lelaki itu pun berbaring melintang di ambang pintu, menghalangi siapa pun yang hendak masuk atau keluar. Karena urusan ini menimbulkan perkara besar, setelah tiga hari raja pun menemui si lelaki dan memberondong pertanyaan-pertanyaan dengan kasar, tapi ia cuma menjawab: Beri hamba kapal. Akhirnya raja memberinya kapal. Namun, ia harus mencari awaknya sendiri, untuk membantunya pergi mewujudkan mimpi mencari pulau tak dikenal.*"Kisah kaya yang penuh teka-teki ini merupakan sindiran nakal dan bijaksana, tentang para elite penguasa dan pemimpi yang berani, yang dilemparkan dalam bentuk dongeng revisionis."- Kirkus Review
    Rp 30.000,00
  • Buku - Batu Matahari
    Buku - Batu Matahari

    Batu Matahari – Octavio Paz

    ,
    Penerjemah: Tia Setiadi Penerbit: Diva Press ISBN: 978-602-391-684-9Kondisi: Baruaku menelusuri jalan-jalan diriku di bawah matahari abadi, dan di sampingku kau berjalan bagai pohon, kau berjalan ibarat sungai, dan berkata kepadaku seperti aliran sungai, kau tumbuh umpama gandum di antara tanganku, kau berkelejatan penaka tupai di antara tanganku, kau terbang laksana seribu burung, dan tawamu bagaikan deru laut, kepalamu adalah sebutir bintang di antara tanganku, dunia menjelma hijau kembali saat kau tersenyum menyantap sebuah jeruk
    Rp 55.000,00
  • Buku - Konvensi
    Buku - Konvensi

    Konvensi: Kumpulan Cerpen – A. Mustofa Bisri

    ,
    Penerbit: Diva Press Tahun Terbit: 2018 Tebal: 132 halaman ISBN: 978-602-391-634-4Kondisi: BaruBegitu sampai Jakarta, seperti setiap kali sampai Jakarta, seolah-olah ada yang selalu meyakinkan aku: inilah dunia! Sibuk berputar dan bising bagai gasing. Kapan gasing ini berhenti berputar? Sibuk apa saja gerangan orang-orang ini yang hilir-mudik ke sana kemari seperti terburu-buru?Manusia memang aneh. Meski mengaku hamba Tuhan, terus saja berperilaku seperti tuan. Mereka bilang menirukan firman Allah, Tuhan menciptakan kita semata-mata hanya untuk menyembahNya, sementara untuk urusan rezeki, Dialah yang menjamin. Namun rezeki yang sudah dijamin Tuhan diburu, penyembahan yang dituntut oleh-Nya diabaikan.*”ltulah pollitik,” kataku kepada istriku yang tampak bingung setelah mendengar ceritaku. ”Untung aku tidak tergiur ketika ada yang menawariku dan kamu ikut mendorong-dorongku untuk ikutan maju sebagai cawabup!”*Kumpulan cerpen yang ditulis dalam bentang waktu yang panjang hingga 2018 ini mencerminkan kedalaman, kepekaan, dan sekaligus kesederhanaan batin A. Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam menangkap segala reallitas di sekelilingnya, realitas negeri ini. Sebagai kiai, budayawan, dan seniman, cerpen-cerpennya diramu dengan sangat apik dan utuh, sehingga siapa pun yang membacanya bakal terkesan ”diingatkan, dimomong” dengan penuh kasih sayang.Buku ini sangat berharga untuk direnungkan oleh semua kita dan sangat berharga bagi khazanah sastra Indonesia.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Imajinasi Intelektual
    Buku - Imajinasi Intelektual

    Imajinasi Intelektual – Edward Said

    , ,
    Penerjemah: Nanda Akbar Ariefianto Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: viii+160 ISBN: 978-602-52645-7-3Kondisi: BaruTulisan yang terhimpun dalam buku ini diikat oleh satu benang merah yang sama: semuanya mendedah tentang intelektual eksil. Mahmoud Darwish, penyair Palestina yang menjadi eksil 'pengembara'; Adorno, pemikir Frankfurt yang menjadi eksil di Oxford, New York, Los Angeles; Salman Rusdhie, penulis India yang menjadi eksil di Inggris.Selain itu, Said juga berbiara tentang dirinya sendiri, karena bahkan ketika dia berbicara tentang para intelektual eksil itu, dia pada dasarnya berbicara tentang dirinya. Maka tak mengherankan jika dia merasa kecewa terhadap Jean-Paul Sartre. Said diundang oleh Simone de Beauvoir dan Sartre ke seminar tentang perdamaian Timur Tengah yang diadakan di Paris, dia datang dengan penuh semangat, tapi lalu kecewa karena Simone 'meninggalkan tempat pertemuan begitu saja setelah berceloteh mengutarakan pandangan yang tendensius tentang islam dan wanita berhijab' dan Sartre hanya ikut berbicara setelah 'dituntut' olehnya, itu pun dengan ... 'paparan yang hambar dan teramat dangkal'.Satu esei panjang Said tentang Foucault juga dimuat dalam buku ini; suatu telaah yang menyingkap basis pemikiran Foucault sebagai seorang posmodernis.Enam esei dalam buku ini menunjukkan Said adalah perpaduan langka antara intelektual yang dahsyat dan aktivis yang tajam.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Kafetaria
    Buku - Kafetaria

    Kafetaria – Isaac Bashevis Singer

    , ,
    Penerjemah: Lutfi Mardiansyah Penerbit: Trubadur Tahun Terbit: 2018 Tebal: iv+235 halaman ISBN: 978-602-51629-4-7Kondisi; BaruPada tahun 1935, Isaac Bashevis Singer beremigrasi ke Amerika Serikat dari kampung halamannya di Polandia. Hal ini menyelamatkannya sebab empat tahun kemudian Jerman menginvasi Polandia. Di satu sisi, terhindar dari cengkraman Nazi adalah nasib baik baginya. Tapi di sisi lain, hal itu menjelma mimpi buruk yang merangkak dan membayanginya karena kemudian, ketika banyak dari ‘landsleit’ (rekan Yahudi sekampung) Polandianya juga datang ke Amerika Serikat dalam rangka menyelamatkan diri, ia harus berhadapan dengan kisah-kisah mereka yang menyakitkan, menyedihkan, sekaligus menakutkan.Sebagai sesama Yahudi dalam lingkup kecil, dan sebagai sesama umat manusia dalam lingkup besar, ia ikut merasakan penderitaan para landsleit-nya, ikut terluka manakala mereka terluka, ikut berdarah manakala mereka berdarah. Dan baginya, mengisahkan hal-hal tersebut adalah satu dari sekian cara agar dunia tahu, agar dunia dapat mengambil pelajaran dari kebrutalan peradaban yang sudah semestinya tidak terjadi dan, jika telah terlanjur terjadi sebagaimana kenyataannya, jangan sampai hal yang sama kembali terulang. Kisah-kisah itulah yang termuat di dalam kumpulan cerita Kafetaria ini. Sebagai seorang penulis Polandia di Amerika Serikat, Isaac bergerak bolak-balik di antara dua realitas yang darinya ia banyak menggali ilham: kehidupannya di Amerika Serikat dan nostalgia kampung halamannya.Di dalam kumpulan ini, kita bisa membaca kisah-kisah berlatar Warsawa seperti ‘Spinoza dari Jalan Pasar’dan ‘Seorang Kawan Kafka’, juga kisah-kisah berlatar New York seperti ‘Kafetaria’ dan ‘Kabalis dari Broadway Timur’, cerita-cerita terbaik Isaac Bashevis Singer yang telah menjadi klasik. Di bagian akhir buku juga dilampirkan pidato Isaac Bashevis Singer ketika menerima Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1978.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Esai Autobiografis
    Buku - Esai Autobiografis

    Esai Autobiografis – Jorge Luis Borges

    , , ,
    Penerjemah: Lutfi Mardiansyah Penerbit: Trubadur Tahun Terbit: 2019 Tebal: iv + 121 halaman ISBN: 978-602-51629-5-4Kondisi: BaruBuku kecil ini berisi esai panjang yang ditulis Borges khusus untuk penerbitan The Aleph and Other Stories dalam versi bahasa Inggris tahun 1971. Esai panjang yang diberi judul An Autobiographical Essay itu tidak saja menerakan kisah autobiografis tentang kehidupan Borges--keluarga, masa kecil, masa dewasa, kawan-kawan, serta tahun-tahun semaraknya.Di dalamnya Borges juga menceritakan hal-hal menarik mulai dari kondisi seperti apa yang membuatnya merasa yakin bahwa ia ditakdirkan untuk menjadi seorang penulis, siapa saja sosok yang berperan dan berpengaruh dalam karier sastranya, buku apa saja yang penting dan dengan cara apa buku-buku itu meninggalkan kesan baginya, hingga eksperimen-eksperimen sastra apa saja yang pernah dilakukan Borges sepanjang ia berproses kreatif hingga menemukan bentuk karyanya yang kita kenal sekarang.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Kisah-Kisah Awal
    Buku - Kisah-Kisah Awal

    Kisah-kisah Awal – Marcel Proust

    ,
    Penerjemah: Lutfi Mardiansyah Penerbit: Trubadur Tebal: iv + 70 halaman ISBN: 978-602-51629-0-9Kondisi: BaruKisah-kisah Awal memperlihatkan bagaimana Proust begitu jatuh cinta kepada laut dan terutama dusun-dusun kecil di Normandia, wilayah di Prancis Utara yang berbatasan dengan Selat Inggris itu. Laut sebagai latar cerita dan laut sebagai metafora dari hal-ihwal yang diketengahkan Proust di dalam kisah-kisah awalnya dilukiskan dengan deskripsi-deskripsi yang nyaris menyerupai puisi. Diksi-diksi lembut, liris, bahkan subtil, yang digunakan Proust manakala menggambarkan laut dan langit dan kapal-kapal layar dan ombak dan angin dan padang rumput, seluruhnya nyaris menyeret pembacanya ke dalam imaji-imaji artistik dan meninggalkan pembacanya dengan impresi-impresi yang tak lekang bahkan ketika kisah-kisah itu telah selesai dituturkan.Kisah-kisah Awal memuat enam cerita karya Marcel Proust yang diterjemahkan dari bagian 'Early Stories' dalam buku The Complete Short Stories of Marcel Proust (Cooper Square Press: 2001).
    Rp 38.000,00
  • Buku - The Hound of Baskervilles
    Buku - The Hound of Baskervilles

    The Hound of Baskervilles – Sir Arthur Conan Doyle

    ,
    Penerbit: Woodsworth Classic Bahasa: Inggris ISBN: 1-84022-400-2Kondisi: Baru'A hound it was, an enormous coal black hound, but not such a hound as mortal eyes have ever seen.'The Hound of the Baskervilles is the classic detective chiller. It features the world's greatest detective, Sherlock Holmes, in his most challenging case. The Baskerville family is haunted by a phenom beast 'with blazing eyes and dripping jaws' which roams the mist-enshrouded moors around the isolated Baskerville Hall on Dartmoor. Now the hound seems to be stalking young Sir Henry, the new master of the Baskerville estate. Is this fiendish spectre the manifestation of the family curse? Or is Sir Henry the victim of a vile and scheming murderer? Only Sherlock Holmes can solve this devilish affair.
    Rp 63.000,00
  • Buku - Pride & Prejudice
    Buku - Pride & Prejudice

    Pride & Prejudice – Jane Austen

    ,
    Penerbit: Qanita Tahun Terbit: 2015 Tebal: 588 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-7870-84-0Kondisi: BaruElizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak mempunyai kecocokan bahkan sejak mereka belum saling mengenal. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh, dan mengesalkan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka.Untuk waktu yang lama mereka saling bermusuhan, bahkan seringkali melontarkan sindiran-sindiran pedas terhadap satu sama lain. Kebencian itu tanpa mereka sadari berangsur menjadi ketertarikan yang mendalam. Seiring dengan berjalannya waktu, Elizabeth melihat sisi lain dari Fitzwilliam Darcy, bahwa dia bukanlah sekadar pria arogan atau angkuh seperti yang selama ini ia sangka.Dalam Pride and Prejudice, Jane Austen menuangkan detail yang memikat mengenai kaum menengah ke-atas pada abad 18. Karakter-karakternya yang memukau membuat novel ini menjadi salah satu roman paling populer sepanjang masa.
    Rp 62.000,00
  • Buku - Dari Sergai ke Kefa
    Buku - Dari Sergai ke Kefa

    Dari Sergai ke Kefa: Kumpulan Reportase Geliat Hidup Rakyat

    , ,
    Penulis: Linda Fitria, Joffie DB, Annas Chairunnisa Latifah, Indri Moniaga, Maflahah, Haris Prabowo, Irene Aprilya Meok, Filisianus Richardus Vitor, Laras Olivia, Yepuni 'Jeffry' Giyai Penerbit: Perkumpulan TerasmitraKondisi: BaruMenulis cerita sudut-sudut wilayah Indonesia yang kaya budaya dan beragam kepada khalayak bukan perkara gampang. Tantangannya tidak sedikit. Prosesnya tentu panjang, dan melelahkan. Seseorang yang berniat menulis tentang sebuah tempat di Indonesia, setidaknya mesti melakukan perjalanan; berbincang dan tertawa bersama masyarakat di sana. Mendengarkan pengalaman wargal menangkap perjuangan dan kepahitan hidup. Merasakan alam lingkungan di sekelilingnya. Lalu, tentu saja, menuliskannya dengan gaya bercerita. Mengalur seperti menyaksikan film. Mengalir seperti Anda mendengar penutur dongeng.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Dekat dan Nyaring
    Buku - Dekat dan Nyaring

    Dekat & Nyaring – Sabda Armandio

    ,
    Penerbit: Banana Tahun Terbit: 2019 Tebal: 110 halamanKondisi: BaruSebuah ledakan. Dekat dan nyaring. Sebuah letusan. Dekat dan nyaring. Suara letupan. Dekat dan nyaring. Suara genta. Dekat dan nyaring. Lonceng warung berdentang. Dekat dan nyaring.Dekat dan Nyaring menceritakan satu hari dalam kehidupan penghuni Gang Patos, sebuah kampung berbatas sungai dengan legenda menggentarkan.Gang Patos sudah ditinggalkan oleh hampir semua penghuninya. Mereka yang tersisa adalah Edi, pemilik warung yang menjual apa saja yang bisa menghasilkan uang, mulai daging ular asap sampai rajangan ganja palsu; Nisbi, janda seorang polisi, yang menyimpan cerita masa lalu yang selalu ia rahasiakan dari anak tunggalnya; Wak Eli, yang pada masa mudanya pernah menjadi figuran film Balada Cewek Jagoan dan menyaksikan Cok Simbara berkelahi, dan pada masa senjanya mesti mengasuh Aziz, anak semata wayangnya yang kecerdasan mentalnya tertinggal sepuluh tahun dari usia sebenarnya; Idris, penjual regulator tabung gas yang selalu menguarkan aroma lavender; Kina, istri Idris, yang memiliki alasan tersembunyi tinggal di sana, alasan yang hanya diketahui penghubungnya dengan dunia luar: seorang pengendara motor bermulut sengak bernama Dea Anugrah.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Kang Mbok
    Buku - Kang Mbok

    Kang Mbok: Sketsa Kehidupan Sri Teddy Rusdy – Sujiwo Tejo

    , , ,
    Penerbit: Yayasan Kertagama Tahun Terbit: 2013 Tebal: 202 halaman ISBN: 978-602-1995-43-3Kondisi: BaruSebetulnya seperti apakah hubungan saya dengan Kang Mbok kok bisa-bisanya menulis tentang tokoh ini?Mestinya pertanyaan itu sudah muncul sejak awal, namun anehnya baru menyeruak setelah saya tulis bab demi bab tentang Kang Mbok. "Kamu kok lancang berani-beraninya nulis tentang Sri Teddy Rusdy, menulis bab-bab yang belum tentu bisa persis menggambarkan keseluruhan perempuan itu, emangnya kamu siapa?" kira-kira begitu pertanyaan tahu diri saya.Saya baru bisa menjawabnya beberapa hari kemudian. Begini, hubungan saya dengan Kang Mbok adalah bahwa saya selalu "hadir" baginya. Dan sebaliknya "hadir" tidak berarti harus berupa kedatangan ragawi. "Hadir" di sini saya pinjam dari filsuf Prancis, Gabriel Marcel. Maknanya "ada bersama walau tak mesti di dalam ruang maupun waktu yang sama".Kang Mbok bisa "manjing, makahanan". Bisa hadir di segala ruang dan waktu bersama banyak pihak. Selain kesan kebersahajaan, Kang Mbok bisa "manjing, makahanan" karena kepedulian. Kepedulian adalah hal paling penting yang perlu dilakukan pada orang paling penting pada saat paling penting. Orang paling penting adalah orang yang sedang hadir bersama kita.Kang Mbok adalah orang penting dalam kehadiran saya. Kang Mbok adalah pengertian saya tentang seluruh perpaduan tradisi dan kekinian. Inilah perempuan yang akan sampeyan jumpai pada bab-bab buku ini.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Morfologi Dialek Jakarta
    Buku - Morfologi Dialek Jakarta

    Morfologi Dialek Jakarta: Afiksasi dan Reduplikasi – Muhajir

    ,
    Penerbit: Djambatan Tahun Terbit: 1984 Tebal: 203 halamanKondisi: BekasDialek Melayu Jakarta, bahasa Melayu yang dipakai di wilayah ibukota Republik Indonesia, merupakan "pulau bahasa" di kawasan bahasa Sunda yang umumnya dipakai daerah Jawa Barat. Di sebelah barat dan selatan, dialek Jakarta berbatasan dengan bahasa Sunda. Hanya di daerah pantai di batas sebelah timur, dialek Jakarta berbatasan dengan bahasa Jawa dialek "lokal". (Budhisantoso, 1976).Berlainan dengan bahasa-bahasa daerah dan dialek Melayu lainnya seperti Melayu Medan, Riau, dan Palembang, dialek Melayu Jakarta tidak didukung oleh kelompok etnis yang homogen. Komposisi penduduk, sejak abad ke-17 selalu terdiri dari kelompok-kelompok etnis yang beragam-ragam, akibat migrasi dari dalam maupun dari luar Indonesia (Castles, 1967). Dan migrasi penduduk hingga kini terus berlangsung, bahkan makin beragam latar belakang sosial dan kebudayaannya.Ketika Jan Pieterszoon Coen berhasil menduduki kota Jakarta pada tahun 1916, sebagian penduduk melarikan diri ke arah Banten. Coen kemudian berusaha menutup kota Jakarta dari penduduk pedalaman, yang dilakukannya demi alasan keamanan; menghalau setiap usaha penduduk asli yang hendak memasuki kembali daerah pertaniannya yang ditinggalkan (Leirissa, 1973).Sejak itu kota Jakarta "bersih" dari penduduk asli. Beberapa tahun kemudian Coen membiarkan orang Cina menjadi penduduk kota, menyusul orang-orang Banda, pedagang rempah-rempah Jepang, sampai tahun 1636 juga merupakan unsur penting penduduk kota Jakarta. Penduduk merdeka lainnya adalah suku-suku Melayu, Bali Bugis, Ambon, serta bangsa "Moors", yakni bangsa India Selatan yang beragama Islam (Castles, 1967: 155.)
    Rp 65.000,00
  • Buku - Dongeng Betawi Tempo Doeloe
    Buku - Dongeng Betawi Tempo Doeloe

    Dongeng Betawi Tempo Doeloe – Abdul Chaer

    , ,
    Penerbit: Masup Jakarta Tahun Terbit: 2017 Tebal: xviii + 322 hlm ISBN: 978-602-7200-13-5Setelah berbagai cerita humor yang berasal dari masyarakat Betawi-Jakarta maupun yang berkembang di sana dikumpulkan menjadi satu dalam buku Ketawa Ketiwi Betawi, kali ini Chaer mengumpulkan cerita-cerita tak bernalar (dongeng) yang lahir dari masyarakat yang sama maupun yang dikenal baik oleh mereka. Sebagai seseorang yang peduli terhadap kebudayaan Betawi, buku ini menjadi bukti lain dari usahanya dalam mendokumentasikan satu di antara aspek-aspek kebudayaan Betawi yang ada.Tidak hanya menyajikan dongeng tentang si pelanduk yang cerdik maupun si kancil yang diperdaya oleh siput, dalam buku ini terdapat pula dongeng tentang asal mula nama daerah-daerah di Jakarta. Selain itu, masih banyak dongeng Iain yang menghibur dan juga memberikan pesan moral. Malah, beberapa dongeng merupakan refleksi dari keadaan sosial-politik yang tidak hanya ada di Betawi-Jakarta saja, tetapi juga di negara ini.Dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, buku ini tidak hanya dapat dinikmati oleh kalangan yang bernostalgia ketika membacanya, tetapi juga bagi mereka yang belum mengenal dongeng, khususnya dongeng Betawi.
    Rp 110.000,00
  • Buku - Batavia Kala Malam
    Buku - Batavia Kala Malam

    Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit, dan Senjata Api – Margreet van Till

    , ,
    Penerbit: Masup Jakarta dan Nederlands letterenfonds dutch foundation for literature Tahun Terbit: 2018 Tebal: 312 halaman ISBN: 978-602-72003-7-3Kondisi: BaruBatavia pada akhir abad ke-19 merupakan masa yang diwarnai kriminalitas, terutama perampokan, tetapi ada yang unik pada masa ini. Perampok yang disebut bandit atau dalam beberapa kasus disebut jago ternyata begitu dikagumi masyarakat. Mereka layaknya selebritas yang kehadirannya ditunggu tunggu. Sebut saja jago bernama Gantang, Tjonat, dan tentu yang paling kita kenal adalah si Pitung. Para jago ini begitu terkenal di kalangan masyarakat kita dan membuat kepolisian kolonial Belanda begitu kesulitan menangkap mereka.Perihal si Pitung, jago ini begitu melegenda, bahkan kisahnya sampai difilmkan dua kali. la begitu kontroversial sekaligus memesona untuk dibicarakan. Begitu banyak versi kisahnya yang beredar, beberapa mengatakan bahwa ia tak bisa mati Bahkan kepolisian kolonial sampai menjaga kuburannya beberapa hari takut kalau kalau ia bangkit lagi. Lebih lebih kuburannya dibongkar lagi untuk memastikannya. Dalam hal ini pihak kolonial Belanda seperti dibodoh-bodohi, bahkan oleh jago yang sudah mati.Di buku ini Margreet van Till mencoba mengulasnya guna mendapat gambaran penyebab mereka mendapat perlakuan istimewa seperti itu. Ulasannya cukup ringkas dan dibungkus dengan penyampaian yang mengalir perlahan, tetapi jelas. Hal-hal yang tidak masuk akal seperti jimat juga mendapat porsi tersendiri dan menjadi cukup penting di sini.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro
    Buku - Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro

    Asal-Usul Nama Yogyakarta & Malioboro – Penyusun: Peter Carey

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2015 Tebal: 120 halaman ISBN: 978-602-9402-62-9Kondisi: BaruEtimologi nama-nama tempat selalu menarik untuk dibahas. Asal-usulnya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya adalah nama Yogyakarta dan Malioboro. Apakah nama Malioboro berasal dari nama Duke of Marlborough pertama? Ataukah dari kata “mâlyabharin” dari bahasa Sanskerta yang berarti “berhiaskan untaian bunga”? Bagaimana dengan nama Yogyakarta sendiri? Apakah berasal dari kata “Ngayogyakarta” dari bahasa Sanskerta? Ataukah dari sebuah dusun bernama Yogya atau Ayogya yang ada pada masa pemerintahan Sultan Mangkubumi?Buku ini dibuka dengan artikel yang ditulis oleh Peter Carey yang menjelaskan asumsinya mengenai asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro. Kemudian, dilanjutkan dengan artikel tanggapan dari Jacobus (Koos) Noorduyn, dan ditutup oleh Merle Calvin Ricklefs. Akan ditemukan tiga paparan menarik mengenai spekulasi asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro.
    Rp 80.000,00
Subscribe