Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

BUKU

Filters

Showing 697-720 of 821 products

View 24/48/All

Filter by price

697-720 of 821 products

  • Buku - Kooong
    Buku - Kooong

    Kooong – Kisah tentang Seekor Perkutut – Iwan Simatupang

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tebal: 100 halaman ISBN: 978-979-419-386-0Kondisi: BaruMalang nian nasib Pak Sastro, sudah ditinggal mati oleh istri tercinta, harus kehilangan anak pula, yang tewas ditabrak kereta api langsir.Untuk mengobati kesedihan hatinya, dia membeli seekor perkutut. Celakanya, yang dia beli hanya perkutut gule - tak bisa berbunyi kooong. Walau begitu, dia telanjur cinta.Suatu hari burung itu kabur dari sangkar yang terlupa dikunci. Pergilah Pak Sastro untuk mencarinya. Siapa nyana, seisi desa ternyata ikut blingsatan dan kehidupan pun jungkir balik. Apa pasal?
    Rp 44.000,00
  • Buku - Dostoyevsky
    Buku - Dostoyevsky

    Kejahatan dan Hukuman – Fyodor Dostoyevsky

    ,
    Pengantar: Jakob Sumardjo Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxxii + 448 halaman ISBN: 978-979-461-988-9Kondisi: BaruKejahatan dan Hukuman adalah novel yang menelusuri pergumulan paling sengit di relung jiwa terdalam seorang anak manusia ... Kesepian hati ... Kepahitan hidup ... Keangkuhan ... Kemelaratan ... dan Cinta.Novel ini menceritakan pergulatan batin seorang mahasiswa yang kesepian dan penyendiri bernama Raskolnikov, yang coba menghibur diri dengan ilusi kekuasaan, dan meyakini dirinya boleh melakukan pembunuhan tanpa harus menanggung rasa bersalah dan sanksi hukum.*"Dostoyevsky menyusun ceritanya dalam struktur yang kokoh, dengan unsur-unsur bagiannya yang dijalin dalam ketegangan yang terjaga dan penuh kejutan."- Jakob Sumardjo
    Rp 100.000,00
  • Buku - Pemberontak - Camus
    Buku - Pemberontak - Camus

    Pemberontak – Albert Camus

    , , ,
    Penerbit: NARASI dan Pustaka Promethea Tebal: 578 halamanKondisi: Baru"Dengan bukunya ini, Albert Camus masuk dalam silsilah orang-orang terhormat yang dimulai dari Montaigne. Eseinya ini boleh disebut sebagai ziarah intelektual terhadap surga di Bumi. Sebuah biografi tentang pemberontakan Eropa yang pecah bersama Revolusi Prancis - dalam arti yang lebih mendalam merupakan sebuah autobiografi."- Manes Spenber, The New York Times"Buku ini adalah segugusan pemikiran dalam tradisi besar logika Prancis. Di sini, tak ditemukan jejak-jejak sentimentalitas, retorika, ataupun jargon-jargon yang hanya dipahami segelintir orang. Argumennya dihidupkan oleh gairah yang terjaga ketat dan sebuah gaya sastra yang bertabur dengan frase-frase yang berkelebat cemerlang serta aforisme-aforisme yang memukau. Namun di atas segalanya, yang menggembirakan dari esei Albert Camus adalah di sini kita dapat mendengar suara manusia yang teguh memegang nilai-nilai kesusilaan."- Charles J. Rolo, The Atlantic
    Rp 110.000,00
  • Buku - Kitab Lupa dan Gelak Tawa
    Buku - Kitab Lupa dan Gelak Tawa

    Kitab Lupa dan Gelak Tawa – Milan Kundera

    ,
    Penerbit: NARASI dan Pustaka Promethea Tebal: 404 halamanKondisi: Baru"Sebuah buku yang sangat menarik dan sangat penting, yang mengajarkan pada kita bahwa jika kita mati, maka yang akan hilang dari kita bukanlah masa depan, tetapi masa lalu. Menurut saya, Kundera adalah salah satu penerus Gogol dan Kafka pada zaman modern."- Carlos Fuentes"Sebuah tarian indah dari sebuah buku …, Kundera adalah orang yang mengajui dirinya sebagai seorang hedonis dalam dunia yang dilingkupi persoalan-persoalan politik. Novelnya yang sangat mengagumkan ini membaurkan erotisme cinta kaum hedonis, fantasi dan lelucon penuh satir politik yang menusuk tajam. Sebuah masterpiece."- Salman Rushdie
    Rp 75.000,00
  • Buku - Arsitek Soejoedi
    Buku - Arsitek Soejoedi

    Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi – Budi A. Sukada

    , ,
    Penerbit: Gubahlaras Arsitek & Perencana Tahun Terbit: 2011 Tebal: 237 halaman ISBN: 978-602-98519-0-8Kondisi: Baru"Buku ini mengajak kita untuk menatap perkembangan arsitektur di Eropa, dan selanjutnya menyikapi perkembangan duni arsitektur di Indonesia. Khususnya gagasan-gagasan dari karya Soejoedi. Buku ini dapat menjadi panduan singkat dan tepat agar arsitek generasi muda akan menjadi arsitek idealis sekaligus realistis dalam mempersiapkan perkembangan dan kehidupan arsitektur Indonesia untuk masa kini dan masa depan."- Josef Prijotomo"Soejoedi sejak kuliah di ITB, TH Delft, dan TU Berlin mendambakan arsitektur Nusantara yang didasari oleh kearifan lokal, dalam bahasa arsitektur modern internasioal. Karya-karyanya pun kemudian merupakan kenyataan terbangun (built statement). Aksen Pendopo (shelter) dalam bahasa beton tercermin pada karyanya. Penyesuaiannya kepada iklim lokal membuat bangunannya kokoh tapi ringan dengan mengangkat badan bangunan berat lepas dari Bumi. Belum pula pesonanya terhadap kecantikan alam Sawah Berteras, baginya sebagai puisi (Asean, Villa Arsyad.) Soejoedi menyumbang peran yang tidak terhingga dalam perjalanan menuju arsitektur modern Indonesia."- Han Awal
    Rp 330.000,00
  • Buku - Monumen - NH Dini
    Buku - Monumen - NH Dini

    Monumen – Kumpulan Cerpen – Nh. Dini

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun terbit: 2014 Tebal: 104 halaman ISBN: 9789794194225Kondisi: BaruSepuluh cerita di buku ini sarat akan realita di rumah kita dan orang di sekitar kita. Dini menulis kisah orang kecil, seperti pedagang asongan dan pembantu rumah tangga, maupun kaum mapan yang memiliki banyak rumah di kawasan elite Ibu Kota, dengan kefasihan yang sama. Mulai dari warga desa miskin di Jawa, sampai kehidupan kosmopolitan di Paris, serta kehidupan tragis di Afrika Utara yang porak-poranda akibat konflik berlatar keagamaan.*Nh. Dini merupakan nama pena Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin. CNN Indonesia.com melaporkan, sejak kelas tiga SD ia suka menulis. Saat SMP, Nh. Dini sudah mengisi majalah dinding sekolah dan mengirimkan sajak ke Radio Republik Indonesia. Pada 1956, Nh. Dini bekerja di maskapai Garuda Indonesia di Bandara Kemayoran, ia mulai menerbitkan buku kumpulan cerita pendek. Sejak itu, ia semakin produktif menulis. Sejumlah karyanya antara lain Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Iran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), serta Hati yang Damai (1998). Ia dianugerahi SEA Write Award di bidang sastra dari Thailand.
    Rp 44.000,00
  • Buku Tanah dan Air Sunda
    Buku Tanah dan Air Sunda

    Tanah dan Air Sunda – Kumpulan Esai – Hawe Setiawan

    , , ,
    Penerbit: Api Kecil Tahun terbit: 2017 Tebal: 402 halaman ISBN: 978-602-396-121-4Kondisi: BaruHawe Setiawan kerap diundang untuk menyampaikan pemikirannya dalam simposium, kuliah umum, atau jurnal ilmiah. Dia bicara dan menulis tentang legenda Lutung Kasarung, relasi Sunda dan Islam, pengamatan Franz Wilhelm Junghuhn atas tanah Priangan, konstruksi kecantikan perempuan Suda dalam iklan pada masa kolonial, serta hal-hal lain.Benang merah dari semua bahasan Hawe itu adalah kebudayaan Sunda. Dia menghayati kesundaan secara intens dan memiliki perkakas intelektual yang memadai untuk menggeledah dengan kritis.Antologi ini menghimpuan telaah-telaah tajam dan mencerahkan dari doktor lulusan ITB tersebut.
    Rp 78.000,00
  • Buku - Bahasa Indonesia
    Buku - Bahasa Indonesia

    Bahasa Indonesia Bahasa Kita – Sekumpulan Karangan – Ajip Rosidi

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2001 Tebal: 140 halaman ISBN: 9794192880Kondisi: Baru"... sejak awal kemerdekaan, bangsa kita sudah mempunyai bahasa nasional, bahkan bahasa negara. Berlainan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina, apalagi Indoa. Negara-negara itu bahkan sampai sekarang masih bergulat dalam usahanya untuk mempunyai satu bahasa nasional. Dalam pergulatan itu, di India bahkan sampai jatuh kurban manusia. Berlainan dengan banyak negara yang baru merdeka setelah perang dunia kedua, yang mengadopsi bahasa penjajahnya, kita punya bahasa sendiri. Bahasa Indonesia yang kita punyai cukup modern untuk dipakai menyampaikan pikiran yang betapa rumitnya, termasuk ilmu yang betapa tingginya, dan perasaan yang betapa halusnya sekalipun. Dengan begitu kita tidak terjebak dalam kerangkeng bahasa penjajah kita."- Ajip Rosidi, Bahasa Indonesia, Bahasa Kita
    Rp 56.500,00
  • Buku - Gema
    Buku - Gema

    Merenungkan Gema – Perjumpaan Musikal Indonesia-Belanda

    , , ,
    Penyunting: Bart Barendregt dan Els Bogaerts Penerjemah: Landung Simatupang Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Tebal: xvi + 403 hlm ISBN: 978-979-461-635-2Kondisi: BaruDari waktu ke waktu, hingga kini, komposer, pelaku pergelaran, dan sarjana musik saling mengilhami. Kehadiran orang Belanda di Hindia Belanda dan Indonesia serta keberadaan komunitas diaspora yang besar di negeri Belanda telah memberi kontribusi terhadap pertukaran timbal-balik dalam bidang musik: dari kelompok musik tiup militer, musik klasik dan liturgi sampai musik jazz, Indo rock, dan musik dunia sebagai yang lebih baru. Meskipun demikian, interaksi musikal seperti itu sering dibentuk oleh kekuatan kekuasaan yang tidak seimbang, apalagi dengan motif-motif yang sangat beragam pada awalnya. Merenungkan Gema menyajikan eksplorasi musikologis, historis, dan antropologis dalam perjumpaan musikal yang telah dibentuk dalam masa lalu dan masa sekarang. Hasilnya adalah warisan musik yang hingga kini dapat didengarkan.*Kontributor: Bart Barendregt, Els Bogaerts, Liesbeth Ouwehand, Gerard A. Persoon, Sumarsam, Miriam Brenner, R. Franki S. Notosudirdjo, Henk Mak van Dijk, Madelon Djajadiningrat, Clara Brinkgreve, Wim van Zanten, Matthew Cohen, Lutgard Mutsaers, Rein Spoorman, Annika Ockhorst, dan Fridus Steijlen.*Bart Barendregt adalah antropolog yang mengajar di Institut Studi Sosial dan Budaya, Universitas Leiden. Ia telah melakukan penerbitan dan membuat film tentang seni pertunjukan Asia Tenggara, media baru dan mobil, dan musik pop (Islami).Els Bogaerts berspesialisasi dalam bahasa-bahasa dan kebudayaan Asia Tenggara (Universitas Leiden) serta tari dan musik Jawa klasik (Yogyakarta). Ia menulis artikel tentang hasil perjumpaan kultural, seni pertunjukan, budaya dan dekolonisasi, dan menyunting beberapa buku. Ia juga sedang melakukan riset tentang representasi budaya-budaya Jawa di televisi Indonesia.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Rindu Dendam
    Buku - Rindu Dendam

    Rindu Dendam – Jan Engelbert Tatengkeng

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2016 Tebal: 48 halaman ISBN: 978-979-419-444-7Kondisi: Baru"Kumpulan sajak ini merupakan curahan perasaan rindu dendam penyair kepada Yang Satu, yang menguasai alam semesta dan hidupnya sendiri dalam bentuk pujian-pujaan terhadap keindahan-keindahan alam. Rindu dendam yang penuh kerelaan dan rasa syukur, serta kesadrahan menghanyutkan diri dalam irama alam yang baginya amat damai dan tentram."Dilihatnya pagi-pagi matahari naik, seolah-olah ada perintah yang mesti dipatuhi oleh sang surya. Dilihatnya pula pada sore hari matahari terbenam, seolah-olah seorang puteri melambai sang raja siang itu di sebelah barat. Kembang-kembang mengelopak, berseri indah. Burung-burung berterbangan, angin sepoi mengembus. Semua kelarasan itu menyebabkan bangkitnya perasaan rindu dendam dalam dada penyair."- Ajip Rosidi*Jan Engelbert (J.E.) Tatengkeng (lahir di Kalongan, Sangihe, Sulawesi Utara, Hindia Belanda, 19 Oktober 1907 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 6 Maret 1968 pada umur 60 tahun) adalah penyair Indonesia dari era Pujangga BaruSelain sebagai penyair, J.E. Tatengkeng juga merupakan tokoh pendidikan dan negarawan. Sebagai tokoh pendidikan ia pernah menjadi guru bahasa Indonesia di Tahuna tahun 1932, Kepala Schakelschool di Pulau Siau, Kepala Sekolah HIS di Tahuna, Menteri Muda urusan Pengajaran tahun 1948, dan terakhir Kepala Jawatan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Kemendikbud perwakilan Sulawesi tahun 1951. Di Makassar, ia turut mengajar dan membidani lahirnya Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.Sebagai negarawan, J.E. Tatengkeng pernah menjabat sebagai Perdana menteri Negara Indonesia Timur pada rentang tahun 1949-1950.
    Rp 20.000,00
  • Buku - The Pating Tlecek
    Buku - The Pating Tlecek

    The Pating Tlecek Ruang Arsitektur – Cerita Rumah Eko Nugroho … – Yoshi Fajar Kresno Murti

    , ,
    Tim Editor: Eko Nugroho, Mita Ratna Harjanti, Yoshi Fajar Kresno Murti Desain Grafis: Sari Handayani Tebal: 152 halaman Tahun Terbit: 2012 Bahasa: Indonesia dan Inggris Penerbit: Daging Tumbuh StudioKondisi: BaruBuku ini merupakan cerita mengenai rumah. Lebih tepatnya merupakan hasil refleksi atas kisah pembangunan sebuah rumah. Rumah keluarga seniman Eko Nugroho, berikut sel serta jaringan yang ada di sekitarnya. Rumah itu dibangun dan dikerjakan bersama seorang arsitek Indonesia yang unik dan terkenal: Eko Prawoto.Buku ini diramu dari berbagai bahan, mulai dari biografi keluarga Eko Nugroho, gagasan seninya, pengalaman ruang dan skala ruang yang dihidupi. Semuanya dikolaborasikan dengan konteks kampung kota di Yogyakarta.Bagaimana membicarakan proses hidup rumah tersebut dalam arus pembicaraan rumah dan arsitektur Indonesia saat ini?*Pating tlecek berasal dari istilah dalam Bahasa Jawa yang biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari. Maknanya mengacu kepada bentuk atau kondisi yang "tidak beraturan" di dalam konteks bentuk atau kondisi yang stabil. Misalnya bisa ditemui dalam kalimat: "Kotoran burung itu pating tlecek mengotori seluruh taman." Dalam kalimat tersebut kotoran burung tidak bisa diprediksi posisinya, karena mereka berada di mana-mana di seluruh taman tanpa bisa dibikin pola yang jelas. Pating tlecek dalam judul buku ini merupakan istilah yang digali dari karya-karya seni rupa Eko Nugroho, yang sesungguhnya dengan tepat menggambarkan konsep ruang dan aktivitas yang terjadi, serta menjadi wajah dari realitas urban kita yang "tanpa aturan", kompleks, dan polanya sulit dikenali, karena berangkat dari konteks yang lokal, konkret, dan spesifik.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Manusia Indonesia - Mochtar Lubis
    Buku - Manusia Indonesia - Mochtar Lubis

    Manusia Indonesia – Mochtar Lubis

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2012 Jumlah Halaman: viii + 140 halaman ISBN: 978-979-461-818-9Kondisi: BaruPidato kebudayaan Mochtar Lubis (1977) di Taman Ismail Marzuki (TIM) diterbitkan menjadi buku berjudul Manusia Indonesia. Karena gaya dan sikapnya yang lugas dalam mengupas terutama sifat-sifat negatif orang Indonesia, buku ini menimbulkan pendapat pro dan kontra, selain membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia.Sifat-sifat manusia Indonesia yang dimaksud ialah munafik, tidak mau bertanggungjawab, berperilaku feodal, percaya pada takhyul, berbakat seni, dan lemah karakternya. Stereotipe ini tentu saja tidak semuanya benar, namun tidak juga seluruhnya salah. Ketika reformasi sedang berkembang, sosok manusia Indonesia seperti dilukiskan di atas lebih kuat lagi aktualitas dan relevansinya. beberapa penyebabnya ialah pendidikan, sistem, dan struktur politik yang ikut mengentalkan sifat-sifat negatif tersebut. dari kedua sudut pandang tersebut, buku Manusia Indonesia menyajikan bahan dan permulaan kerangka yang berguna untuk membangun kembali manusia Indonesia yang sedang porak-poranda.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Ibu Pergi ke Surga
    Buku - Ibu Pergi ke Surga

    Ibu Pergi ke Surga – Kumpulan Cerpen Lengkap – Sitor Situmorang

    ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tebal: 248 halaman Tahun Terbit: 2011 ISBN: 979-3731-88-5Kondisi: Baru"... tak ada satu pun kalimat yang tak berwujud pengamatan yang cemerlang; dalam arti tertentu beberapa cerpen Sitor adalah sebuah masterpiece."- Denys Lombard dalam Histoires Courtes d'Indonésie"... dalam kesusastraan Indonesia modern, sejumlah cerpen Sitor tidak ada bandingannya ... pantas memperoleh tempat dalam sebuah antologi cerita pendek modern Barat."- A. Teeuw dalam Modern Indonesian Literature I"Salah seorang cerpenis Indonesia terpenting yang memungkinkan kita, dari cerpen-cerpennya, memperoleh nilai tambah pengetahuan latar belakang kebudayaan, di samping, kita juga bisa belajar dari pengalaman tokoh-tokohnya."- Harry Aveling dalam Rumah Sastra Indonesia
    Rp 100.000,00
  • Buku - Kahlil Gibran di Indonesia
    Buku - Kahlil Gibran di Indonesia

    Kahlil Gibran di Indonesia

    , ,
    Editor: Eka Budianto Penerbit: Ruas Tebal: xvi+176 hlm Tahun Terbit: 2011 Jenis Kertas: Bookpaper Jilid: Soft Cover ISBN: 979-25-1644-1Kondisi: Baru
    Rp 50.000,00
  • Buku - Musik Indonesia
    Buku - Musik Indonesia

    Musik Indonesia 1997-2001 – Kebisingan & Keberagaman Aliran Lagu – Jeremy Wallach

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xx + 322 hlm Jenis Kertas: Bookpaper Jilid: Soft Cover ISBN: 978-602-9402-75-9Kondisi: BaruApa yang terjadi dengan suara “lokal” ketika globalisasi menyingkap para musisi dan penikmat musik pada pengaruh budaya dari seluruh dunia?Jeremy Wallach menyelidikinya sebagaimana pertanyaan ini “dipermainkan” pada perkembangan eklektik dunia musik Indonesia pasca runtuhnya rezim Soeharto yang represif. Dilatarbelakangi transisi kaotis negara-bangsa Indonesia menuju demokrasi, Wallach membawa kita menjelajahi studio rekaman, toko musik, konser musik, kampus, perekaman video musik, dan lingkungan urban. Memadukan berbagai detail, buku ini merupakan riset etnografi yang “membumi” dengan ketajaman analisis yang berasal dari teori budaya kontemporer.Ia menunjukkan bahwa akses yang dimiliki negara-bangsa Indonesia atas musik dan teknologi yang bersirkulasi secara global tidak menyurutkan dan menyeragamkan pembuatan musik lokal di Indonesia. Nyatanya malah sebaliknya. Hal ini telah menyediakan kesempatan kreatif kaum muda Indonesia untuk mengeksplorasi identitas mereka di dalam sebuah bangsa ragam budaya yang mengalami perubahan dramatis dalam dunia yang makin saling berkaitan.Testimoni:Buku yang penting ini memaparkan bagaimana musik (populer atau lainnya) membumi di dalam berbagai kemungkinan yang tersedia sekarang ini melalui orang-orang yang mendapat kenikmatan di dalamnya. Sudah sepatutnya jika buku ini dibaca oleh siapa pun yang tertarik pada media populer, Indonesia, antropologi, etnomusikologi, dan gagasan-gagasan globalisasi/lokalisasi.”René T. A. Lysloff, Universitas California, Riverside, asisten editor, Music and Technoculture.
    Rp 110.000,00
  • Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia
    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia

    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia – Peter Carey dan Suhardiyoto Haryadi

    , ,
    Pengantar: Rimawan Pradiptyo Epilog: Pujo Semedi Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Jilid: Soft Cover Tebal: 262 halamanKondisi: BaruKorupsi menjadi isu abadi, isu yang selalu menghantui Tanah Air. Bahkan, sejak zaman Diponegoro (1785-1855)! Masalah korupsi juga menjadi pemicu utama Perang Jawa (1825-1830) meskipun tak pernah sekalipun dibahas dalam buku-buku sejarah di sekolah. Selama hampir 200 tahun sejak Diponegoro menampar patih di hadapan para kerabat sultan di Keraton Yogya, isu korupsi dan cara menghadapinya tidak banyak mengalami perubahan.Arus uang yang melimpah oleh kedatangan penyewa tanah dari Eropa setelah Agustus 1816 di Pulau Jawa—berbarengan dengan berakhirnya kekuasaan Raffles (1811-1816) dan Hindia Timur dikembalikan kepada Belanda—membuka jalan bagi para pejabat pribumi bertindak korup. Cara-cara yang dilakukan Danureja IV di Yogya untuk cepat memperkaya diri adalah contohnya. Tidak selesai sampai di situ. Korupsi terjadi saat Indonesia tumbuh menjadi bangsa, mengalami jatuh bangun, dan masih ada sampai sekarang. Sungguh riwayat yang suram.Buku ini membawa kita menilik kembali kompleksitas korupsi dengan mengurai budaya korupsi di Indonesia dari zaman Daendles (1808-1811) sampai masa Reformasi.Terlebih menarik, buku ini juga memberi perbandingan sejarah aktivitas korupsi dan cara pencegahannya di negeri-negeri Eropa, terutama Inggris selama abad ke-18 'yang panjang' (1660-1830). Melalui buku ini, sejarawan Peter Carey bersama mantan wartawan Suhardiyoto Haryadi membuktikan betapa seriusnya persoalan korupsi mengancam nasib hidup bangsa dan negara. Sebab korupsi di berbagai negara mengakibatkan hal yang sama. Semuanya sama-sama meruntuhkan sendi-sendi bangsa.
    Rp 145.000,00
  • Fovea #1
    Fovea #1

    FOVEA MAGAZINE #1

    , ,
    A4. PERFECT BINDING. BLACK&WHITE. OFFSET PRINTED.Kondisi: New Old Stocks“Who are we and what is our quest?”“We are gourmets, guides, and knights.“We are gourmets because we like good cooks: people who can turn a few basic ingredients into something extraordinary for other’s delicate and often demanding palates. This first issue will deal with those excellent cooks that are independent filmmakers, having to deal with limited resources and confronted to high expectations. Just like your auntie preparing the best Nasi Goreng in the world.“We are guides because we have been traveling the ways of movies in many directions, hanging out in the dark rooms of local theaters, in the erudite spheres of the cinematheques, in the festivals for the most lucky of us, and let’s admit it, in front of computer’s screen waiting for the torrents to be downloaded. Hours after hours. We have seen it almost all and we like to share it with others. (Not the torrents, but the excitement!) Showing you the unnoticed details that make sense. You know, like the statues in ‘Angels and Demons’. (But rest assured, we don’t live in Vatican’.)“We are knights because, come on! We are starting a paper-only magazine in the age of internet, about independent cinema, without subventions and formal link to any film distributors. It is a work of resistance, of guerilla. Yeah! Once a masochist, always a masochist! Or on more positive perspective: the key to freedom, and the price to pay! And we didn’t forget that Mr. Wayne who reminded us that: with great power comes great responsibility.“Our quest: to find the Grail of course! That movie which speaks to our heads and hearts. (Admittedly, the other way around is fine as well.) That filmmakers who will not only make you learn to make movies, but also make you learn to think. Those people who organize alternative distribution networks and viewing opportunities. Those ideas that put back the thinking in the viewing, that help discerned gold from lead.”– The editor and its shadowFOVEA MAGAZINE #1HEADLINE: SINEMATEKDedikasi Untuk Sinematek IndonesiaMantan Kepala Sinematek, Adi Pranajaya :“Dibutuhkan Energi Yang Luar Biasa Untuk Mengurus Sinematek Indonesia”Lisabona Rahman (Kineforum) dan Lintang Gitomartoyo (Yayasan Konfiden)“Sinematek Lepas Dari Orbit”Essay Photo : Survive On A ShoestringKurator Sinematek Brussels, Nicola Mazzanti“The Key Is Politics”Essay Photo : Cinematek Certainly Is Not A Boring PlaceFESTIVALsBUSAN FILM FESTIVAL 2012Catatan Dari Busan Film Festival:Wajah Karya Wajah PemirsaBusan Film Festival : The ReviewsEssay : The Gardener and His QuestsA conversation with Ifa Isfansyah :On Style In Directing TreatmentsCATATAN Dari HONGKONG Film Festival:Hongkong dan Cinema Pada Suatu KetikaSEA SCREEN ACADEMYMakassar Belajar Dari Fukuoka?Selamat Datang Calon Sineas-Sineas Indonesia TimurRiri Riza :“Karena Kita Pergi Untuk Kembali”CATATAN Dari ASEACC (Association For Southeast Cinemas Conference):Merayakan Lagi Lewat Djam Malam dan Mengapa Matt Dower Penting Untuk Direstorasi TotalFILM INDONESIA di AKHIR TAHUNHabis The Raid, Terbitlah ...PROFILEKenji MizoguchiSejarah Jepang dan Wanita - WanitanyaJiang WenRealisme Sinis dan Manusia Cina KiniMeiske Taurisia :“Kepercayaan Adalah Investasi dan Pondasi”Ismail BasbethSiapakah Ismail Basbeth?KLASIKMilestones:Amerika Pada Suatu MasaFEATUREThe Haunted Works Of Apichatpong Weerasethakul : PrimitivePersonalized and Depersonalized Memory Of PlacesVampir Dalam Sinema : Monster, Pahlawan, dan KekasihFashion Dalam Film : Ketika Fashion Tidak Lagi Jadi HiasanHumanimals : How Close Are You, Insects?Travelogue : Surat Kecil Pencinta Film JepangREVIEWOnce Upon A Time in Anatolia:Perjalanan Melewati Buramnya Sifat ManusiaPrometheusDon't Shoot At The Ambulance !Ambilkan BulanBulan Untuk AmeliaDi Timur MatahariMenggali Makna Film Anak Bagi Penonton DewasaPerahu KertasRomantisme Yang terus Berlayar Sampai TersesatSoegijaMengungkap Hidup Dibalik KekakuanOBITUARIAndrew SarrisChris Marker
    Rp 70.000,00
  • Fovea #0
    Fovea #0

    FOVEA MAGAZINE #0

    , ,
    154 PAGES. A4. PERFECT BINDING. BLACK&WHITE. OFFSET PRINTED.Kondisi: New Old Stocks"Who are we and what is our quest?""We are gourmets, guides, and knights."We are gourmets because we like good cooks: people who can turn a few basic ingredients into something extraordinary for other's delicate and often demanding palates. This first issue will deal with those excellent cooks that are independent filmmakers, having to deal with limited resources and confronted to high expectations. Just like your auntie preparing the best Nasi Goreng in the world."We are guides because we have been traveling the ways of movies in many directions, hanging out in the dark rooms of local theaters, in the erudite spheres of the cinematheques, in the festivals for the most lucky of us, and let's admit it, in front of computer's screen waiting for the torrents to be downloaded. Hours after hours. We have seen it almost all and we like to share it with others. (Not the torrents, but the excitement!) Showing you the unnoticed details that make sense. You know, like the statues in 'Angels and Demons'. (But rest assured, we don't live in Vatican'.)"We are knights because, come on! We are starting a paper-only magazine in the age of internet, about independent cinema, without subventions and formal link to any film distributors. It is a work of resistance, of guerilla. Yeah! Once a masochist, always a masochist! Or on more positive perspective: the key to freedom, and the price to pay! And we didn't forget that Mr. Wayne who reminded us that: with great power comes great responsibility."Our quest: to find the Grail of course! That movie which speaks to our heads and hearts. (Admittedly, the other way around is fine as well.) That filmmakers who will not only make you learn to make movies, but also make you learn to think. Those people who organize alternative distribution networks and viewing opportunities. Those ideas that put back the thinking in the viewing, that help discerned gold from lead."- The editor and its shadowFOVEA MAGAZINE #0:HEADLINEsSensor - Sensor di Indonesia - Sensor di Kamboja - Wawancara dengan Mukhlis Paeni, Ketua Lembaga Sensor Film IndonesiaCrowdfunding - Solusi Baru Filmmaking? - Wawancara dengan Sammaria Simanjuntak, sutradara Demi UcokFESTIVALsBerlinale 2012- Ada Apa di Berlinale tahun ini? - Wawancara dengan Edwin - Wawancara dengan John Badalu - Wawancara dengan Marlon Rivera - Film-film Asia Tenggara Di Berlinale65 Festival De Cannes - Bertaburan Kritik dan Komentar Sosial - Dominasi Film-Film Amerika - Lewat Djam Malam di Cannes Classics - Kontroversi Filsuf Selebriti Bernard-Henri Levy - Film-Film politik - Para Generasi BaruFILM INDONESIA DI AWAL TAHUN SHORTSHARPSHOCKFilm Pendek, Kenapa Tidak?DOKUMENTERWawancara dengan Ucu AgustinTRACKING THE SOUNDOn David Julyan's Work with Christopher NolanPROFILEJohn Cassavettes George Méliès Paul Agusta Kamila AndiniFEATURETowards A Grey World: From Apollo 13 to Apollo 18 Freak Cinema: Memandang Yang (Tidak) SeadanyaARTIST's CORNERArie Asona Sheila Rooswitha Putri Gambar SelawREVIEWModus Anomali The Mirror Never Lies Le Havre Joven Y Alocada The Iron Lady Cesare Deve Morire We Need To Talk About KevinOBITUARIAlmarhum Misbach Yusa Biran
    Rp 70.000,00
  • Buku - Repetisi
    Buku - Repetisi

    RE: PETISI/POSISI – F.X. Harsono – Amanda Katherine Rath, Hendro Wiyanto, Seng Yu Jin, Tan Siuli

    , ,
    Penerbit: Langgeng Art Foundation Tahun Terbit: 2010 Tebal: 259 halaman ISBN: 9786029693812Kondisi: Baru"... karya-karya Harsono merupakan kritik politik yang ditujukan kepada masyarakat, organ-organ dalam kehidupan sehari-hari, dan bukan secara khusus kepada publik seni. Sembari mengeksplorasi kesadaran sosialnya, menjadi corong bagi mereka yang dimarjinalisasi, Harsono mengasah dan memperdalam keterampilannya menggunakan berbagai teknik, material, dan teknologi. Dengan bekal tersebut, seniman andal ini kemudian mulai menciptakan bentuk yang signifikan dari serangkaian karya-karya yang berkecenderungan investigatif dan kritis terhadap dirinya sendiri."Saya sungguh percaya bahwa karya-karya FX Harsono layak untuk diapresiasi oleh publik yang lebih banyak dan lebih tersebar. Demi mencapai apresiasi tersebut, penting bagi publik untuk memahami akar Harsono yang merupakan keturunan Cina Blitar dan Malang, dinamika hari-hari tanpa uang sakunya selaku mahasiswa Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, pemberontakannya melalui Gerakan Seni Rupa Baru, dan kesuksesan kariernya selaku desainer grafis di Jakarta yang menuntunnya semakin jauh ke dalam jalur artistiknya. Saya harap esei-esei keempat penulis dalam buku ini bisa menginspirasi lebih banyak orang tentang latar belakang Harsono."Deddy Irianto, pendiri dan dewan pembina Langgeng Art Foundation.
    Rp 150.000,00
  • Identity Crisis - Brian Arnold
    Identity Crisis - Brian Arnold

    Identity Crisis – Reflections on Public & Private Life in Contemporary Javanese Photography – Brian Arnold

    , , , ,
    Afterhours, Jakarta, Indonesia, 2017. In English. 134 pp., 9¾x11".This limited-edition, serial-numbered book is the result of a three-year study of contemporary photography by Brian Arnold made across the island of Java.Working with a grant from the American Institute for Indonesian Studies, Brian traveled Java teaching and lecturing on photography at a variety of institutions and universities. In doing so, he engaged the developing ideas and patterns on photography emerging in the Javanese art schools and markets. The resulting book focuses on a group of artists and photographers addressing issues of personal or cultural identity, questioning or examining the forces that shape each of the individual photographers and the communities they represent, while also looking at the emergence and discourse of art photography in Java today.Featuring work by a number of important photographers and artists working around the island – including Krisna Murti, Wimo Ambala Bayang, Jim Allen Abel, Angki Purbandono, Dito Yuwono, Deden Durahman, Henrycus Napit Sunargo, Arum Tresnaningtyas Dayuputri, Amran Malik Hakim, and Tino Djumini – as well as historical photographs from the collections at the National Gallery of Art in Australia, the New York Public Library for the Performing Arts, and Cornell University, the book offers a unique perspective on the emerging trends of fine art photography across Java. Brian’s accompanying text offers historical and global contexts for understanding the uses of photography in Indonesia today, and includes some of his own pictures made while working in Java. An afterward by art historian and writer Aminudin TH Siregar provides further historical context for looking at photography in Indonesia.
    Rp 770.000,00
  • Buku - Sejarah Pemikiran Politik Klasik (2)
    Buku - Sejarah Pemikiran Politik Klasik (2)

    Sejarah Pemikiran Politik Klasik – Dari Prasejarah Hingga Abad ke-4 M – Martin Suryajaya

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Marjin Kiri ISBN: 978-979-1260-60-2 Tebal: xvi + 347 hlm Dimensi: 14.8 x 21.0 cmApa itu politik? Sejak kapankah tatanan politik muncul? Seperti apakah bentuk pemerintahan yang paling ideal itu? Apa sajakah komponen dari pengetahuan politik? Apakah hubungan antara politik dan etika? Bagaimanakah wacana soal kebebasan muncul untuk pertama kalinya? Itulah sebagian pertanyaan yang diajukan dan diuraikan dalam Sejarah Pemikiran Politik Klasik: Dari Prasejarah Hingga Abad ke-4 M.Buku ini merupakan buku pertama dari seri buku “Sejarah Pemikiran Politik” yang direncanakan terbit dalam empat jilid dan mencakup hingga pemikiran politik terkini. Untuk buku pertama ini, diuraikan tentang sejarah perkembangan pemikiran politik sejak masa prasejarah hingga abad ke-4 Masehi, dalam tradisi Barat maupun Timur. Pemikir yang dibahas mencakup sosok yang relatif dikenal seperti Plato, Aristoteles, dan Cicero, hingga sosok yang masih langka dibahas di Indonesia, seperti Thoukydides, Polybios, dan Kautilya. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna bagi kajian sosial dan politik, sejarah pemikiran serta filsafat.
    Rp 89.000,00
  • BukuDVD-LautBercermin
    BukuDVD-LautBercermin

    Buku + DVD Laut Bercermin / The Mirror Never Lies

    , , , , ,
    Sebuah Catatan & Tafsir Film Penulis: Yvonne Michalik, IGAK Satrya Wibawa, Irham Nur Anshari, WIsnu Wijayanto Anwar, Prima Rusdi, Indah Wenerda, Novi Kurnia Kondisi: Baru Penerbit: Tree Water dan Rumah Sinema Editor: Dyna Herlina S & Kamila AndiniWakatobi, surga laut yang berhasil terangkat ke permukaan. Selama 4 tahun, saya mencoba membantu Wakatobi menunjukkan keindahan yang tersembunyi. Terima kasih atas kerjasama yang baik untuk film The Mirror Never Lies, khususnya masyarakat Wakatobi yang telah memberi dukungan penuh. Juga kepada WWF Indonesia yang telah mendukung ruang kreatif sebagai bentuk partisipasi terhadap konservasi alam. Berharap lewat film dan buku ini, semakin banyak orang yang menghargai serta menjaga ekosistem bawah laut kita. Melalui karya, kita berbagi kepedulian terhadap alam bawah laut Indonesia.–Nadine Chandrawinata (Produser The Mirror Never Lies)
    Rp 150.000,00
  • Buku-Mustikarasa2
    Buku-Mustikarasa2

    Mustikarasa – Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

    , , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-9402-69-8 Penerbit: Komunitas Bambu Kelompok: Resep Masakan Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxxiv + 1208 hlm Jilid: Hard Cover Berat: 1.5 kg Pengantar: JJ Rizal Jenis Kertas: Bookpaper Mustikarasa merupakan kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia warisan Presiden Sukarno. Sebab buku ini lahir atas gagasan Proklamator Republik Indonesia yang pencinta makanan dan merasa bahwa makanan adalah persoalan penting. Tak ayal makanan pun menjadi bagian dari derap politik revolusi yang didengungkan Sukarno sejak akhir 1950-an. Sukarno sebagai presiden memerintahkan mengumpulkan resep masakan Indonesia selengkap-lengkapnya. Bukan saja untuk mendokumentasikan dan menyelamatkan kekayaan warisan makanan minuman Indonesia yang beragam serta kaya pengaruh hasil silang budaya dalam sejarahnya yang panjang bertemu aneka bangsa, tetapi juga sebagai upaya memberi basis bagi politik pemertahanan pangan.
    Rp 400.000,00
  • Buku-BicaraBesar
    Buku-BicaraBesar

    Bicara Besar – Kezia Alaia

    ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-309-202-4Di mana pun kau berada, baik di tengah kemacetan kota, di ruang kelas, atau di ruang tamu rumahmu, suara-suara di sekelilingmu seringkali terlalu berisik sehingga kau tak bisa mendengar suaramu sendiri. Namun, tak jarang pula ketika mendengar dirimu sendiri kau merasa muak, jengah, atau lelah dengan apa –dan siapa– yang kau dengar.Bicara Besar adalah sebuah percakapan dengan diri sendiri, tak hanya antara Penulis dengan dirinya, namun juga antara pembaca dengan dirinya. Pada setiap puisi, Penulis dan pembaca mendengarkan diri sendiri, lalu membungkamnya, mendengarkan lagi, membungkam lagi, terus menerus menjawab dan menyanggah hal-hal yang ditanyakan dan disampaikan pada dirinya sendiri.Empat puluh lima puisi di dalam buku ini berbicara mengenai diri, Tuhan dan kepercayaan, pertentangan dan kekuasaan, hubungan anak dengan orang tuanya, dan cinta, dengan menyelami perasaan-perasaan terdalam yang dirasakan oleh Penulis –dan mungkin pembaca– tentang hal-hal di sekitar dan di dalam dirinya. Beberapa puisi dikolaborasikan dengan ilustrasi.
    Rp 65.000,00
Subscribe