Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Sejarah, Filsafat, Budaya

Filters
  • Sorry, this product cannot be purchased.

Showing 193-216 of 282 products

View 24/48/All

Filter by price

193-216 of 282 products

  • Buku - Bahasa Betawi
    Buku - Bahasa Betawi

    Bahasa Betawi: Sejarah dan Perkembangannya – Muhadjir

    , , ,
    Penerbit: Yayasan Obor Indonesia Tahun Terbit: 2000 Tebal: 160 halaman ISBN 979-461-360-1 Kondisi: Baru Bahasa Betawi adalah salah satu varian dari lebih daripada 30 varian bahasa Melayu lokal yang yang digunakan di bumi Nusantara. Untuk mengenal bahasa Betawi dengan lebih baik, pada awal buku Bahasa Betawi penulis berfokus pada situasi kebahasaan dan kedudukan bahasa tersebut di antara bahasa Melayu lokal lainnya. Sejalan dengan sejarahnya, bahasa Betawi memperlihatkan ciri-ciri khas bahasa Melayu Timur, di samping ciri-ciri umum bahasa Melayu lainnya. Kekhasannya yang tampak, baik dalam struktur fonologi, morfologi, maupun sintaksisnya merupakan bahasan pokok buku ini. Selain itu, buku ini bukan hanya membahas kehadirannya sebagai bahasa perhubungan antarpenduduk yang terdiri dari berbagai suku bangsa, melainkan secara sepintas dibahas juga tentang lahirnya sejumlah sastra naskah yang tampaknya luput dari perhatian para ahli dan para pemerhati lainnya. Selain kaya akan sastra lisan dan sastra naskah tersebut, sastra tulis Betawi juga diperkaya dengan berbagai karya kontemporer yang dimuat dalam surat kabar sejak awal abad ke-19.
    Rp 23.000,00
  • Buku-Introducing-Cultural-and-Media-Studies-e1517209153365
    Buku-Introducing-Cultural-and-Media-Studies-e1517209153365

    Introducing Cultural and Media Studies – Tony Thwaites, Lloyd Davis, dan Warwick Mules

    , ,
    Penerbit: Jalasutra Tebal: xx+ 364 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-8252-15-7 Kondisi: Baru Introducing Cultural and Media Studies: Sebuah Pendekatan Semiotik menawarkan pengantar ringkas, tajam, langsung, dan mudah digunakan untuk memahami budaya. Secara prinsip, penulisan buku ini dimaksudkan untuk pembaca mahasiswa tingkat sarjana, dengan menggunakan pendekatan praktis dan serbaguna terhadap analisis kebudayaan. Buku ini tidak dimulai dengan penjelasan kumpulan teori abstrak, melainkan dengan sejumlah contoh penggunaan tanda sosial yang dibedah secara kritis menggunakan pelbagai konsep dan peristirahatan semiotika dasar untuk membangun kosa kata analisis pembaca secara praktis. Buku ini menawarkan pendekatan terstruktur terhadap subjeknya melalui bab demi bab berturut-turut. Semua disajikan dengan mempertimbangkan isu yang dimunculkan pada bab sebelumnya. Menariknya, tata letak teks sangat mendukung jalan alternatif untuk melewati materi tiap bab. Definisi istilah kunci yang sedang digunakan dikotaki di tengah teks utama serta disorot dengan cetak tebal dalam indeks; bagian dan subbagian dijaga tetap pendek dan menunjukkan arah secara jelas; contoh-contoh ilustratif ditampilkan secara visual dari narasi utama; serta latihan-latihan, sumber, dan daftar bacaan lebih lanjut yang dibubuhi keterangan. Yang terakhir ini bisa diakses dengan mudah pada akhir tiap bab. Dengan dorongan sikap kritis lagi berdaya cipta terhadap teori kebudayaan, buku ini mencakup seluruh peristirahatan dan ide standar yang digunakan dalam analisis kritis budaya material kehidupan sehari-hari, meliputi: - tekstualitas dan intertekstualitas - diskursus - genre - naratif - mitos - ideologi - perbedaan budaya dan identitas Buku ini merupakan titik awal ideal untuk mata kuliah komprehensif yang bidang cakupannya sangat luas baik dalam Cultural Studies dan studi media maupun subjek lain yang terkait seperti kajian film, sastra, dan sosiologi.
    Rp 83.000,00
  • Buku-Melawan-Takdir-e1516424475653
    Buku-Melawan-Takdir-e1516424475653

    Melawan Takdir – Ramayda Akmal

    , , ,
    Penyunting: Adhe Penerbit: Octopus Tebal: xii+198 halaman ISBN: 978-602-7274-36-5 Kondisi: Baru Buku ini menguraikan subjektivitas Pramoedya Ananta Toer dalam tindakannya menulis novel Perburuan. Tindakan itu bertujuan untuk membangun jarak dan melepaskan diri dari jerat yang Simbolik. Pembahasan terhadap Pramoedya dalam prespektif ini perlu dilakukan sebab beberapa penelitian terhadap Pram sebelumnya selalu melihat diri dan karyanya sebagai representasi dimensi simbolik tanpa memperhatikan fakta-fakta bahwa Pram juga menunjukkan penolakan frontal terhadap Yang Simbolik itu.
    Rp 68.000,00
  • Buku - Kelisanan dan Keaksaraan
    Buku - Kelisanan dan Keaksaraan

    Kelisanan dan Keaksaraan – Walter J. Ong

    , , ,
    Pengantar: Bisri Efendi Penerbit: Gading Tebal: xxvi+314 halaman ISBN: 978-602-17575-4-3 Kondisi: Baru Lisan dan Tulisan bukan semata soal media, sarana, yang dipakai untuk berkomunikasi, lalu yang satu menggeser dan menggantikan yang lain. Benar bahwa memandangnya semata sebagai ‘sarana’, tampak apa yang disebut ‘tulisan’ demikian berjaya. Namun jika kita menengoknya lebih mendalam, akan terlihat bahwa kelisanan dan keberaksaraan adalah fenomena yang rumit, kompleks dan tindih menindih, serta silang menyilang. Walter J. Ong menyajikan kepada kita topik itu melalui pendekatan historisnya yang jauh dan luas. Ia menunjukkan bagaimana sistem tulisan yang kemudian diiringi teknologi cetak memang mengurangi dan menurunkan tradisi kelisanan. Namun semua itu tak memerosotkan pengaruh kelisanan sebagai suatu mentalitas. Dalam tradisi tulis membayang terus cara berpikir lisan. Kelisanan hadir seperti teror terhadap pemikiran yang sedemikian rupa ditata dan dirapikan dalam teknologi tulisan.
    Rp 85.000,00
  • KritikBudayaKomunikasi
    KritikBudayaKomunikasi

    Kritik Budaya Komunikasi – Idi Subandy Ibrahim

    , ,
    Penerbit: Jalasutra Tahun Terbit: 2011 Tebal: xviii + 376 halaman ISBN : 978-602-8252-64-5 Kondisi: Baru Mengapa perhatian terhadap budaya komunikasi dan budaya media menjadi mendesak untuk diangkat? Mengapa kritik terhadap budaya komunikasi perlu dihidupkan saat ini? Tidak dapat dipungkiri bahwa budaya media telah muncul dalam bentuk citra, bunyi, dan tontonan yang membantu membangun struktur kehidupan sehari-hari, mendominasi waktu luang, membentuk pandangan politik dan perilaku sosial, serta menyediakan landasan bagi kita untuk membangun identitas. Oleh karena itu, sebuah kritik budaya komunikasi yang membidik budaya media dan gaya hidup menjadi penting apalagi dalam kaitannya dengan konteks kekinian - proses demokratisasi di Indonesia. Pemaparan buku ini diawali dengan membahas persoalan krisis budaya dalam ruang publik. Yaitu, bagaimana wajah industri berita pasca Orde Baru, bagaimana dulu media massa berperan dalam masyarakat postmodern, serta bagaimana mediatisasi krisis di ruang publik yang sudah menjadi gambaran dari krisis umum budaya dalam ruang publik. Dari ragam jurnalisme yang berkembang di tengah pelbagai krisis seperti WikiLeaks hingga merambah ke media sosial baru seperti Facebook yang ternyata mampu menjadi alat komunikasi politik yang efektif. Tidak ketinggalan, buku ini pun menyoroti permasalahan budaya kekerasan yang telah merasuki media. Penulis menangkap munculnya gejala teater nekrofilia dalam tayangan-tayangan televisi. Betapa kekerasan menjadi sebuah warna dari komoditas hiburan yang dikemas dalam bingkai 'infotainment'. Apabila demikian, akan menjadi apa kekuatan 'mediakrasi': teknologi demokrasi atau teknologi dominasi? Hedonisme di ruang publik juga menjadi sorotan kritik. Merebaknya pelbagai bentuk komodifikasi dan hedonisasi gaya hidup menunjukkan indikasi krisis dan panik media yang berlangsung dalam dunia tontonn itu sendiri. Yang tak kalah menarik adalah ulasan mengenai perang budaya citra. Yaitu, bagaimana media mengonstruksi budaya citra di ruang publik, serta bagaimana media beroperasi dalam menghegemoni kesadaran kita.
    Rp 115.000,00
  • Buku - Putih
    Buku - Putih

    Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional – L. Ayu Saraswati

    , ,
    Penerjemah: Ninus D. Andarnuswari Penerbit: Marjin Kiri Tebal: viv + 254 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-979-1260-70-1 Kondisi: Baru Di Indonesia, berkulit putih dipandang sebagai norma kecantikan. Obsesi memiliki kulit putih membuat produk pemutih kulit menduduki tempat teratas dalam penjualan industri kosmetik. Dari mana obsesi itu bermula, dan apa makna sosial-politik berkulit putih di Indonesia? Bahkan jauh sebelum masuknya kolonialisme Barat, perempuan berkulit putih sudah dianggap sebagai ideal kecantikan, se­perti terlihat dari epos India Ramayana yang diadaptasi di Jawa pada akhir abad ke-9. Pada era kolonialisme Belanda, putih mulai mendapat muatan rasialnya ketika cantik putih diidentikkan dengan ras Kaukasia. Seiring masuknya Jepang ke Indo­nesia, disebarkanlah ideal ­cantik putih yang baru: putih Asia. Sementara pada era pascakolonial, ruang geografis Indonesia rupanya menjadi penanda penting untuk dilekatkan pada kategori putih yang kini nasionalistik , yakni “putih Indonesia”. Terakhir, pada era globalisasi kontemporer saat ini, kulit putih menjadi kualitas virtual yang lepas dari tubuh riilnya secara rasial maupun kebangsaan. Buku ini bermaksud melacak peredaran citra-citra kecantikan lintas lokasi geografis dan babak kesejarahan yang berbeda-beda, dan menjelaskan bagaimana sirkulasi trans­nasional tersebut tu­rut melestarikan supremasi putih di aras global dan membentuk konstruksi ras, gender, dan warna kulit di Indonesia.
    Rp 90.000,00
  • Buku - Perjalanan Tak Bermodal
    Buku - Perjalanan Tak Bermodal

    Perjalanan Tak Bermodal – Nasjah Djamin

    , , , ,
    Penerbit: Nyala Tahun Terbit: 2017 ISBN: 978-602-60855-7-3 Kondisi: Baru Beramai-ramai dengan kawanan pelukis lain kami menyerbu tembok-tembok dinding di tengah kota Medan bersenjatakan kuas dan cat. Tiap dinding, tiap tembok gedung dan rumah yang terluang, kami tulisi dengan semboyan-semboyan. Besar-besar kami tulisi semboyan itu, dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris, dan dalam bahasa Belanda. Juga dinding kereta api kami tulisi. Tak jarang kami diancam oleh peluru tapi kami terus menyerbu dinding-dinding yang belum ditulisi. Kalau tak dapat di siang hari, kami menyerbu malam hari.
    Rp 52.000,00
  • Buku - Etnis Tionghoa di Indonesia
    Buku - Etnis Tionghoa di Indonesia

    Etnis Tionghoa di Indonesia: Kumpulan Tulisan – Mely G. Tan

    , ,
    Pengantar: Charles Coppel Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2008 Tebal: 324 halaman ISBN: 978-979-461-689-5 Kondisi: Baru Dalam buku ini terkumpul 12 tulisan terpilih Mely G. Tan yang telah dipresentasikan dan diterbitkan dari tahun 1990-an sampai dengan tahun 2004. Kebanyakan, 9 dari 12, ditulis dalam bahasa Inggris, karena dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah internasional dan diterbitkan di luar negeri. Kurun waktu ini mencakup peristiwa Mei 1998, yang merupakan tonggak amat penting (watershed) dalam sejarah masyarakat Indonesia Tionghoa. Berbagai aspek kehidupan orang beretnis Tionghoa tergambar dalam buku ini: dari gambaran kehadiran mereka di Indonesia, pandangan Bung Karno tentang keragaman etnis, serta dimensi sosial kultural peran etnis Tionghoa di masyarakat Indonesia. Kemudian, terlihat bagamana beragamnya masyarakat etnis Tionghoa; ada yang menganut agama Islam, bahkan sudah ada komunitas Islam Tionghoa pada abad ke-15 dan ke-16. Orang beretnis Tionghoa juga mempunya pengaruh mendalam pada makanan dan bahasa yang bertalian dengan makanan pada orang Indonesia umumnya. Mengenai peran mereka dalam ekonomi dan bisnis, tulisan yang termuat dalam buku ini justru mempertanyakan berbagai stereotipe yang sudah umum diterima dalam masyarakat Indonesia. Ada pula bahasan tentang identitas, yang sekarang banyak dibicarakan.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Puitika Seni Puisi
    Buku - Puitika Seni Puisi

    Puitika: Seni Puisi – Aristoteles

    , , ,
    Penerbit: basabasi Tahun Terbit: 2017 Tebal: 172 halaman ISBN: 978-602-3913-68-8 Kondisi: Baru Puitika adalah risalah pendek tentang estetika dan merupakan salah satu karya babon dalam kritik sastra. Dalam Puitika, Aristoteles menyajikan pikiran-pikiriannya dengan bahasa sederhana sehingga pembaca dapat memahami isinya dengan jernih, Aristoteles membahas bentuk plot dan perwatakan yang baik, rumitan dan leraian, dan tentu perbedaan antara jenis-jenis puisi: tragedi, dithyramb, komedi, iambik, drama, ainos, diagramma, satir, poemata, epik, retorik, amphi geneseos, dan akustik. Dengan bubuhan komentar dari Al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Rusyd, buku ini menjadi semakin lengkap dan layak menjadi titik awal dalam memahami seni puisi.
    Rp 50.000,00
  • Buku - John Ingleson
    Buku - John Ingleson

    Buruh, Serikat, dan Politik Indonesia pada 1920an-1930an – John Ingleson

    , ,
    Penerjemah: Andi Achdian Penerbit: Marjin Kiri Tebal: 522 +xx halaman ISBN: 978-979-1260-44-2 Kondisi: Baru Masa-masa akhir 1920an hingga akhir 1930an di Indonesia lebih banyak dilihat sebagai masa-masa yang lesu dan tidak menarik—bukan hanya karena depresi ekonomi dunia ikut menghantam wilayah koloni, melainkan juga karena luapan aktivisme politik dari dekade sebelumnya ditumpas dan dikekang dengan ketat oleh pemerintah kolonial. Melacak sumber-sumber dari majalah-majalah terbitan serikat buruh, artikel-artikel koran, dan laporan-laporan dinas intelijen kolonial dari periode tersebut, John Ingleson berusaha menunjukkan bahwa di dalam ruang gerak yang sempit itu sesungguhnya berlangsung suatu pergulatan menarik dari para aktivis buruh dan politik yang terus berjuang mencari celah untuk menantang pihak majikan, negara kolonial, serta kepasrahan masyarakat itu sendiri. Cara-cara konfrontatif ditinggalkan, dan sebagai gantinya serikat-serikat buruh memusatkan aktivitas pemenuhan kesejahteraan anggotanya melalui inisiatif-inisiatif dana gotong-royong, kursus-kursus bahasa, konsultasi hukum dlsb. Melalui wahana inilah kaum buruh perkotaan belajar berorganisasi dan berpolitik, sementara majalah-majalah serikat yang menjangkau sampai lapis bawah masyarakat perkotaan berperan penting dalam mendorong gagasan tentang Indonesia merdeka. Pengalaman penguatan masyarakat dari era inilah yang kemudian menjadi landasan gerakan buruh pasca kemerdekaan Indonesia.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Dunia yang Berlari
    Buku - Dunia yang Berlari

    Dunia yang Berlari – Yasraf Amir Piliang

    , ,
    Penerbit: Cantrik Pustaka Pertama kali diterbitkan: 2004 Tebal: 424 halaman ISBN: 978-602-6645-33-3 Kondisi: Baru Menelusuri sudut demi sudut dunia—menjelajahi ruang demi ruangnya, menelusuri liku demi liku jejaringnya, membaca tanda demi tandanya, mengikuti jejak demi jejak waktunya, mencatat penggal demi penggal sejarahnya—merupakan sebuah perjalanan yang menggairahkan, tetapi sekaligus melelahkan. Dunia telah membawa kita menjelajahi berjuta pengembaraan, berjuta kegairahan, berjuta keterpesonaan. Ia telah mempertontonkan kepada kita berjuta panorama tanda, berjuta citra dan berjuta makna. Ia telah mempertunjukkan pula berjuta keterpesonaan, berjuta kehanyutan, berjuta ekstasi. Akan tetapi semua penjelajahan, semua tontonan, semua keterpesonaan, semua tanda dan makna itu ternyata tak pernah memuaskan hasrat manusia. Yang sebaliknya dihasilkan adalah rasa “ketakpuasan abadi”, karena sebuah pemenuhan kepuasan hasrat akan menuntut pemuasan berikutnya, secara tanpa henti. Hasrat secara terus-menerus mengejar kepuasan akan dunia, akan tetapi dunia itu sendiri berlari dan terus berlari. Ia kini berlari semakin cepat, melampaui ruang, melewati waktu, mendobrak tapal batas, melangkahi segala kemungkinan. Dunia—yang tak pernah memberikan kepuasan akhir pada manusia—kini justru ‘berlari’ melampaui Tuhan, melampaui Yang Transenden.
    Rp 120.000,00
  • Kecerdasan-Semiotik
    Kecerdasan-Semiotik

    Kecerdasan Semiotik – Yasraf Amir Piliang dan Audifax

    , , ,
    Penerbit: Aurora Tahun Terbit: 2017 Tebal: 492 halaman ISBN: 978-602-6096-34-0 Kondisi: Baru Manusia adalah makhluk yang terjerat dalam jejaring penanda yang ditenunnya sendiri. Ernst Cassirer mengumandangkan kredo bahwa manusia adalah 'binatang simbolik' (animal symbolicum). Dunia manusia adalah dunia yang diciptakan melalui bentuk-bentuk simbolik pemikiran manusia yang bisa kita temukan pada bahasa, filsafat, pendidikan, sains, pakaian, seni, dan/atau apa pun yang bertungkus lumus dengan manusia. Melalui simbol dan tanda, manusia menautkan dirinya dengan sesama. Atau dengan kebudayaan yang melingkunginya. Pemahaman seseorang akan tanda atau simbol inilah yang sebenarnya menjadi esensi dari kecerdasan. Semua kecerdasan pada dasarnya adalah kecerdasan memahami dan mengolah tanda. Penulis buku ini menyebutnya: kecerdasan semiotik (semiotic intelligence). Buku ini tidak bermaksud memampatkan makna kecerdasan pada satu aspek sempit yang reduktif, tetapi justru hendak mewedarkan kejuntrungan ihwal paling fundamental dalam hampir semua kajian tentang kecerdasan. Gabungan pendekatan psikologi kognitif dan semiotika dalam buku ini akan mempertemukan pembaca pada gagasan besar tentang kecerdasan mulai dari Francis Galton, Alfred Binet, Richard J. Herrnstein, Charles Murray, hingga Ulrich Nasser, yang berpadu dengan baik di rimba raya semiotika kontemporer mulai dari Umberto Eco, Roland Barthes, Ferdinand de Ssaussure, hingga psikoanalisis Jacques Lacan.
    Rp 110.000,00
  • Buku - Hikayat Tirai Besi
    Buku - Hikayat Tirai Besi

    Hikayat Tirai Besi – The Bolshevik Myth – Alexander Berkman

    , ,
    Penerbit: SvaTantra Tahun Terbit: 2016 Tebal: 343 halaman Kondisi: Baru "Keyakinan yang bergairah pada kemungkinan-kemungkinan dalam Revolusi Rusia menyuntikkan nyawa baru bagi Alexander Berkman--bahkan bagi kami semua. Kamerad Berkman menuliskan sendiri pengalaman-pengalamannya di Rusia. Halaman demi halaman yang menggambarkan situasi Revolusi Rusia, pada fasenya yang paling vital, menunjukkan kepada pembaca penyebab utama dari kegagalan revolusi itu." - Emma Goldman * Hikayat Tirai Besi menyajikan kesaksian orang yang hadir, terlibat, dan akhirnya dikhianati, dalam revolusi paling menggemparkan di abad 20, dengan pengisahan bagai novel: dramatis dan mencekam.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Busana Jawa Kuna
    Buku - Busana Jawa Kuna

    Busana Jawa Kuna – Inda Citraninda Noerhadi

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2012 Tebal: 128 halaman ISBN: 978-602-9402-16-2 Kondisi: Baru Busana Jawa Kuna memaparkan data yang semula tersembunyi di relief Karmawibhangga Candi Borobudur. Ternyata pada masa kuno orang Jawa sudah memiliki cara berbusana tersendiri. Ada sistem yang mengatur cara berpakaian anggota keluarga kerajaan, kaum bangsawan, ksatria, petani dan rakyat. Termasuk, apa saja perlengkapan busana yang boleh dipakai dan tidak boleh dipakai. Sistem berpakaian ini benar-benar menentukan status sosial para pemakainya. Kalau kini mencuat persoalan tentang busana nasional, maka buku ini memberikan penelusuran akar historis yang cukup rinci. Dapatlah diketahui dari mana sebenarnya asal-muasal kebaya. Akan dipahami mengapa kebanyakan laki-laki dan perempuan hanya memakai kain di sekitar bagian pinggang ke bawah. Inilah buku kesaksian tentang busana pada abad VIII-IX.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Folklor Betawi
    Buku - Folklor Betawi

    Folklor Betawi – Abdul Chaer

    , ,
    Penerbit: Masup Jakarta Tahun Terbit: 2012 Tebal: xiii+303 halaman ISBN: 978-602-9625-69-1 Kondisi: Baru Folklor Betawi mengajak pembaca menyimak gambaran besar tentang Betawi. Sebab, segala hal yang menyangkut manusia, sejarah, dan kebudayaan Betawi dibahas jelas ringkas di sini. Suatu buku 'sapu jagad' karena memuat informasi yang padat dan kuat terkait bahasa, cerita rakyat, lagu, humor, sampai dengan kepercayaan, upacara-upacara, permainan, juga ilmu beladiri alias silat Betawi. Termasuk juga kesenian, arsitektur dan ragam hias rumah, busana, pekerjaan, makanan, minuman, buah-buahan, kue-kue, obat-obatan, alat angkut, senjata, dunia gaib, bahkan makam keramat. * Abdul Chaer ialah orang Betawi dan sarjana yang telah menggeluti sejarah budaya Betawi-Jakarta selama lebih daripada 40 tahun. Dari pergulatan yang panjang itu, ia telah menulis puluhan buku, di antaranya Kamus Dialek Jakarta dan Kamus Ungkapan dan Peribahasa Betawi. Berkat genealogis dan reputasi akademik itulah pembaca diajak menemukan, menyaksikan, dan mencerap kesejatian kebudayaan Betawi, etnis pemukim asli kota Jakarta yang sudah sangat terkenal. Akan tetapi, sesungguhnya masih sedikit sekali diketahui dan ironisnya, sangat sering identitas budayanya dicanteli nilai-nilai kultural yang menyesatkan.
    Rp 90.000,00
  • Buku - Membongkar Sensasi dan Godaan Iklan
    Buku - Membongkar Sensasi dan Godaan Iklan

    Membongkar Sensasi dan Godaan Iklan – Kathy Myers

    , ,
    Penerbit: Jalasutra Tahun Terbit: 2012 Tebal: 200 halaman ISBN: 978-602-8252-72-0 Kondisi: Baru Buku ini mengulas sejarah dan fungsi ekonomi periklanan. Dengan mengambil serangkaian kajian kasus, buku ini mengeksplorasi bagaimana iklan menggambarkan konsumen, dan bagaimana iklan menggunakan bahasa dan citra untuk memberikan identitas pada produk. Bagian kedua buku ini berisi survei tentang kritik kaum sayap kiri Inggris terhadap iklan dan mengapa hingga tahun 1986 belum ada teori konsumsi. Buku ini sekaligus mendedahkan teori konsumsi. Bagian akhir buku ini menelusuri arah yang diambil oleh tiga "institusi" sosialis, yang karena pelbagai alasan telah menggunakan periklanan untuk mempromosikan pelbagai kepercyaan politik dan tujuan ekonomi mereka. Majalah acara (listing magazine) City Limits digunakan sebagai contoh publikasi kiri yang bertahan dengan pendapatan iklan komersial. Sementara GLC dan Partai Buruh diteliti sebagai contoh institusi yang telah menggunakan periklanan sebagai sarana yang disukai untuk berkomunikasi dengan publik. Perbagai rekomendasi dan saran bagi periklanan dan konsumsi di masa depan diungkap di buku ini. Karena, kecuali jika kita dapat memastikan hak individu untuk memilih apa yang mereka ingin beli dan jenis gaya hidup apa yang ingin mereka jalani, visi suram George Orwell dalam 1984 akan tetap merupakan kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan. * Kathy Myers mengajar Kajian Media di Martins School of Art: editor kajian televisi majalah City Limits milik London Listings, penulis lepas untuk The Guardian; sebelumnya editor majalah Camerawork.
    Rp 45.000,00
  • PeranIntelektual
    PeranIntelektual

    Peran Intelektual – Edward W. Said

    , ,
    Pengantar: Franz Magniz Suseno Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Pertama kali diterbitkan: 1998 Bahasa: Indonesia ISBN 979-461-293-6 Kondisi: Baru Apa itu intelektual? Apa fungsinya dalam masyarakat? Bagi Edward W. Said seorang intelektual adalah "pencipta sebuah bahasa yang mengatakan yang benar kepada yang berkuasa." Seorang intelektual mengatakan yang dianggapnya benar, entah sesuai atau tidak dengan pikiran-pikiran pihak penguasa. Karena itu ia lebih cenderung oposisi daripada akomodasi. Dosa paling besar seorang intelektual adalah apabila ia tahu apa yang seharusnya dikatakan tetapi menghindari mengatakannya. Ia hendaknya jangan sekali-kali mau mengabdi kepada mereka yang berkuasa. ?Hidup seorang intelektual, menurut Said, pada hakikatnya adalah mengenai pengetahuan dan kebebasan. Pertanyaan dasar yang diajukannya adalah, "Bagaimana orang mengatakan kebenaran? Kebenaran apa? Bagi siapa dan di mana?" Intelektual tidak dapat menjadi milik siapa-siapa. Karena itu, ia sering dianggap berbahaya. Ia boleh solider dengan kelompoknya, tetapi selalu dengan kritis. Ia karena itu, mudah dicurigai, dicap tidak loyal. Ia pada hakikatnya berjuang sendirian. Berhadapan dengan khalayaknya, ia pertama-tama tidak membuat mereka puas, tetapi menantang mereka. Ia harus menantang "ajaran ortodoks dan dogma", baik yang religius maupun yang politik. Ia harus berpiha pada kebenaran dan keadilan. Dan itu berarti, di antara orang ia tidak berpihak. "Kalau Anda mau membela keadilan manusiawi dasar, Anda harus melakukannya kepada siapa saja, bkan hanya secara selektif bagi mereka yang didukung oleh orang-orang di pihak Anda, di budaya Anda, di bangsa Anda."
    Rp 60.000,00
  • Buku-Demokrasi-di-Pedesaan-Jawa-e1507700975220
    Buku-Demokrasi-di-Pedesaan-Jawa-e1507700975220

    Demokrasi di Pedesaan Jawa – Yumiko M. Prijono & Prijono Tjiptoherijanto

    , ,
    Penerbit: Sinar Harapan Pertama kali diterbitkan: 1983 Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-8966-36-8 Kondisi: New Old Stock Sudah lumrah bagi sebagian ahli dan peminat kebudayaan Jawa bahwa masyarakat Jawa tradisional bercorak feodal. Pusat kekuasaan berada di keraton. Raja memiliki kekuasaan mutlak. Tidak ada lembaga pengontrol atau lembaga sejenis yang dapat membatasi kekuasaan penguasa. Berapa jauh pengaruh keraton ini efektif bagi daerah yang berada jauh dari pusat keraton? Dalam hal apa desa-desa yang letaknya jauh dari pusat keraton itu menjalankan otonominya sendiri? Apakah dalam otonomi itu terkandung unsur-unsur demokrasi, yang mengikutsertakan wakil-wakil rakyat untuk terlibat dalam masalah pedesaan?
    Rp 40.000,00
  • Buku - Cheng Ho
    Buku - Cheng Ho

    Cheng Ho – Muslim Tionghoa – Prof. Kong Yuanzhi

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Pertama kali diterbitka: 2000 Tebal: 299 halaman ISBN: 978-979-4617-85-4 Kondisi: Baru Lebih banyak orang yang tidak mengenal Cheng Ho, daripada yang mengenalnya. Tidak banyak yang tahu bahwa pada abak ke-14, telah ada seseorang dari Tiongkok yang telah berlayar ke berbagai penjuru Asia dan Afrika, dengan memimpin sekitar 208 kapal, yang sulit ditandingi oleh pelaut mana pun hingga saat ini.
    Rp 85.000,00
  • Buku - Semua Manusia Bersaudara
    Buku - Semua Manusia Bersaudara

    Semua Manusia Bersaudara – Mahatma Gandhi

    , , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Tebal: xx + 240 halaman ISBN: 978-979-461-017-6 Kondisi: Baru Buku berjudul asli All Men Are Brothers ini berisikan kisah kehidupan dan pandangan Mahatma Gandhi yang luas dan mendalam tentang kehidupan manusia secara menyeluruh. Banyak hal yang diutarakan oleh Gandhi antara lain tentang Agama dan Kebenaran, cara dan tujuan, bagaimana mengendalikan diri, apa itu perdamaian dunia, beda manusia dengan mesin, bahwa kemiskinan ada di tengah-tengah kelimpahan, demokrasi dan rakyat, pendidikan, kaum wanita, serta serba-serbi pandangan Mahatma Gandhi lainnya. Semua ini secara lengkap dipaparkan dalam Semua Manusia Bersaudara. * Lahir di negara bagian Gujarat, Inda, pada 2 Oktober 1969. Gandhi pada perkembangannya terpengaruhi tulisan-tulisan Tolstoy dan Thoreau. Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum University College, London (1891), Gandhi membuka praktik hukumnya di Bombay. Namun sayang, kariernya sebagai pengacara tidak berlangsung lama. Gandhi lantas berangkat ke Durban, Afrika Selatan, dan bekerja untuk sebuah biro hukum India. Di sana, ia dan rekan-rekannya mendapat perlakuan sebagai ras yang lebih rendah oleh orang kulit putih Afrika. Gandhi pun segera terlibat dalam membela hak-hak warga India di Afrika Selatan. Pada 1919, parlemen meloloskan Rowlatt Acts yang memberikan kekuasaan darurat kepada pemerintah kolonial India untuk menindas aktivis revolusioner. Kebijakan itu memicu demonstrasi besar yang menimbulkan pembantaian warga India oleh tentra Inggris di Amritsar. Setidaknya 400 warga India terbunuh dalam insiden itu. Pada 1947, India dan Pakistan menjadi dua negara terpisah. Pemisahan ini mengakibatkan kerusuhan yang berlanjut. Gandhi kembali menyerukan perdamaian. Sebuah seruan mulia, tetapi tidak semua suka. Pada 30 Januari 1948, ia ditembak oleh Nathram Godse. Gandhi, sang penyeru perdamaian itu, tewas pada usia ke-78 tahun.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Ilmu dalam Perspektif
    Buku - Ilmu dalam Perspektif

    Ilmu dalam Perspektif – Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu – Jujun S. Suriasumantri

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2012 Tebal: xii + 344 halaman ISBN: 978-979-461-805-9 Kondisi: Baru Buku ini membahas hakekat keilmuan secara mendalam sekaligus populer. Dimulai dengan sebuah pengantar redaksi yang mengupas hakekat keilmuan secara menyeluruh, kumpulan karangan ini dilengkapi dua puluh tulisan sarjana terkemuka dari dalam dan luar negeri, seperti Albert Einstein, Bertrand Russell, John G. Kemeny, Gilbert Highet, Rudolf Carnap, Bochenski, di samping Slamet Iman Santoso, Liek Wilardjo, B. Suprapto dan N. Daldjoeni. Permasalahan yang dibahas dalam kumpulan karangan ini mencakup peranan berpikir dalam peradaban manusia, hakekat ilmu, kelebihan dan kekurangannya, serta kegunaan teori keilmuan. Juga dibahas peranan beberapa disiplin keilmuan seperti misalnya matematika, logika, statistika, bahasa dan juga peranan penelitian. Tidak dilupakan pula pembahasan mengenai hubungan antara etika dengan ilmu. Bunga rampai ini ditujukan kepada semua orang yang mencintai ilmu agar mereka lebih memahami apa yang mereka cintai, dan dengan demikian dirangsang untuk mempelajarinya dengan lebih baik.
    Rp 91.000,00
  • Buku - Nice Boys Don't Write Rock and Roll
    Buku - Nice Boys Don't Write Rock and Roll

    Nice Boys Don’t Write Rock N Roll: Obsesi Busuk Menulis Musik – Nuran Wibisono

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 581 halaman ISBN: 978-602-50222-0-2 Kondisi: Baru "Usia belasan menjadi kala awal mengenal musik. Membeli kaset pertama, jatuh cinta dengan Mötley Crüe dan hair metal, hingga menghamburkan uang jajan untuk membeli kaset. Setelah benar-benar terhisap dalam musik, maka cita-cita pun dicanangkan: jadi anak band. Tapi sebagai remaja yang sadar diri dengan skill bermusik yang terbatas, maka menjadi jurnalis musik menjadi pilihan cita-cita utama. Apalagi setelah melihat Almost Famous dan menyadari betapa terlihat menyenangkannya menjadi jurnalis musik." (SIDE A 18 And Life*) * “Membaca buku ini Anda akan setuju dengan saya bahwa Nuran adalah penulis musik sangat berbakat. Rajutan data, pemahamannya akan ekosistem industri, dan referensinya terhadap band-band terhormat serta album-album musik bermartabat sangat luas dan dalam. Nuran sudah masuk dalam barisan dan menambah jumlah penulis musik independen, melebihi mereka yang bekerja di penerbitan/majalah musik. Rock on!” – Phillips J. Vermonte
    Rp 125.000,00
  • Buku - A History of Classical Malay Literature
    Buku - A History of Classical Malay Literature

    A History of Classical Malay Literature – Liaw Yock Fang

    , , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia & ISEAS Pubishing Tahun Terbit: 2013 Bahasa: Inggris Tebal: 505 halaman ISBN: 978-979-461-810-3 Kondisi: Baru This is a detailed, narrative-based history of Classical Malay Literature. It covers a wide range of Malay texts, including folk literature; the influence of the Indian epics and shadow theatre literature; Panji tales; the transition from Hindu to Muslim literary models; Muslim literature; framed tales; theological literature; historical literature; legal codes; and the dominant forms of poetry, the pantun and syair. The author describes the background to each of these particular literary periods. He engages in depth with specific texts, their various manuscripts, and their contents. In so doing, he draws attention to the historical complexity of traditional Malay society, its worldviews, and its place within the wider framework of human experience. Dr Liaw’s A History of Classical Malay Literature will be of benefit to beginning students of Malay Literature and to established scholars alike. It can also be read with benefit by those with a wider interest in Comparative Literature and in Southeast Asian culture in general.
    Rp 220.000,00
  • Buku - Menanam Padi di Langit
    Buku - Menanam Padi di Langit

    Menanam Padi di Langit – Puthut EA

    , , ,
    Penyunting: Prima S. Wardhani Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2016 Tebal: 342 halaman ISBN: 978-602-1318-42-3 Kondisi: Baru Memaparkan kisah hidup tiga perupa muda Indonesia (Bob, Teddy, dan Toni) lengkap dengan kegilaan, kekonyolan, kisah cinta, proses kreatif, impian dan jalinan persahabatan di antara mereka. Kisah mereka ditempatkan dalam konteks sosial dan politik, juga di telatah seni rupa Indonesia. * "Buku ini memberikan banyak perspektif baru dalam memandang seni rupa. Bukan seni rupa dari perihal teknis ... melainkan dari sisi manusiawi, dari sisi pembuatnya. Dari sebuah karya yang dahsyat, selalu ada cerita tak kalah dahsyat dari penciptanya. Tepat di sana, buku ini sangat berhasil menceritakan kisah-kisah ajaib dari seniman-seniman yang juga ajaib. Puthut bisa mengungkapnya dengan menalir. Ada tawa yang meledak. Kepedihan. Perpisahan. Kegilaan. Semua berkelindan menjadi kisah yang sangat menarik untuk dibaca. Setiap halaman buku ini bisa memberikan kejutan yang tak terduga." - Nuran Wibisono
    Rp 100.000,00
Subscribe