Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Sejarah, Filsafat, Budaya

Filters

Showing 121-144 of 268 products

View 24/48/All

Filter by price

121-144 of 268 products

  • Buku - Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis
    Buku - Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis

    Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis – Rusdi Mathari

    , ,
    Penerbit: Mojok Tahun Terbit: 2019 Tebal: 115 halaman ISBN: 978-602-1318-80-5 Kondisi: Baru Buku ini merupakan kumpulan tulisan Rusdi Mathari yang isinya merupakan bagian dari refleksi diri sebagai seorang manusia. Ditulis dengan gaya penceritaan seperti dongeng sebelum tidur dan sesekali petuah-petuah khas KhotbahJumat. Naskah ini berisi mengenai refleksi dan pemahaman mengenai Islam yang rahmatalilalamin, santun, tidakgrusa-grusu, dan lembut. Hal yang patut digarisbawahi terutama karena Islam sekarang sering kali disampaikan dengan nada-nada kelewat keras, sehingga terkesan menakutkan. Beberapa tulisan di buku ini juga merupakan refleksi Cak Rusdi sendiri sebagai manusia. Dalam salah satu tulisan berjudul "Perayaan", Cak Rusdi seolah sudah menduga bahwa beliau sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini. Ada beberapa pesan yang ditujukan kepada semua orang yang mengenalnya. Pesan-pesan yang barangkali tidak disadari Cak Rusdi bahwa tulisan tersebut adalah salah satu dari tulisan perpisahan untuk para pembacanya. “Urusan akidah adalah urusan masing-masing individu tapi urusan berhubungan baik dengan sesama manusia adalah urusan bersama.” Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat, dan fanatisme terhadap agama memuncak, Cak Rusdi hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan hati melainkan mengajak manusia untuk berserah diri kepada-Nya.
    Rp 56.000,00
  • Buku - Unjuk Rasa
    Buku - Unjuk Rasa

    Unjuk Rasa: Aktivisme – Seni – Performativitas

    , ,
    Penulis: Alia Swastika, Asri Saraswati, Cholil Mahmud, Dede Pramayoza, Diah Kusumaningrum, Egbert Wits, Erni Aladjai, Hikmat Darmawan, Ismal Muntaha & Bunga Siagian, Joned Suryatmoko, Manuel Alberto Maia, Muchammad ora, Muhamaad Sibawaihi, Morika Tetelepta, Rachmi Diah Larasati, Yuli Andari Merdikaningtyas Editor: Brigitta Isabella Penerbit: Kelola dan Embassy of Denmark Kondisi: Baru Buku ini menerjemahkan istilah unjuk rasa sebagai suatu wacana estetiko-politik dalam proses demokratisasi di Indonesia. Istilah ini mengandung aspek kreatif dalam medan visual (unjuk-menunjukkan, memperlihatkan, menampakkan) dan aspek pengindraan tekstur pengetahuan yang sensibel (rasa-sumber epistemik yang lekat dengan pengalaman menubuh). Masing-masing sketsa studi kasus dan proposisi gagasan yang ditawarkan 16 kontributor menyuguhkan titik berangkat, metode estetis serta pertaruhan politis yang beragam dari aspek konteks lokasi kultural dan relasi sosialnya. Antara lain: dari praktik berjalan kaki menelusuri dinding-dinding kota Ambon yang menyimpan memori konflik, sampai moda perencanaan ruang dan wajah kampung kota Makassar yang menempatkan warga sebagai arsitek utamanya. Dari suara protes gejog lesung yang ditalukan perempuan petani Kendeng, sampai lantunan syair paupe yang menyuarakan perdamaian di kepulauan Banggai. Dari laku berkabung ibu-ibu korban kejahatan HAM setiap Kamis di depan istana negara, sampai kredo sastra buruh migran Indonesia di luar negeri.
    Rp 135.000,00
  • Buku - Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya
    Buku - Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya

    Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya – Rahayu Surtiati Hidayat (ed.)

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2018 Tebal: x + 442 halaman ISBN: 978-602-433-634-9 Kondisi: Baru Tahukah Anda bahwa Ilmu Pengetahuan Budaya merupakan istilah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dulu Departemen) sebagai rumpun ilmu di samping Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial? Nama rumpun ilmu itu sekarang digunakan sebagai nama fakultas, menggantikan nama Fakultas Sastra yang sering disalahartikan sebagai kesusastraan, padahal dalam bahasa Sanskerta artinya kebudayaan. Mengapa ilmu pengetahuan? Karena banyak ilmu tergabung dalam rumpun itu. Pada hakikatnya, ilmu pengetahuan budaya menekuni hasil akal budi manusia dengan tujuan agar manusia menjadi lebih baik. Maka, para pakar ilmu pengetahuan budaya menggunakan berbagai hasil budi daya manusia sebagai objek penelitiannya. Maka, ancangan tekstual diterapkan dalam penelitiannya. Dalam kumpulan karangan para guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ini, pembaca akan menemukan berbagai tulisan yang menunjukkan hakikat ilmu pngetahuan budaya. Kelima belas tulisan itu dikelompokkan dalam lima bagian: dari tulisan yang bersifat umum di bagian pertama hingga yang bersifat khusus bidang ilmu di bagian-bagian berikutnya: sejarah dan arkeologi, ilmu susastra, kajian budaya, dan linguistik.
    Rp 155.000,00
  • Buku - Seni Budaya Politik
    Buku - Seni Budaya Politik

    Seni Budaya Politik – Juniarso Ridwan

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Latifah Tebal: 108 halaman ISBN: 978-979-9825-86-5 Kondisi: New Old Stocks Dunia pemikiran saat ini tentunya tidak bisa melepaskan diri dari beragam teori atau kebenaran empiris yang telah dilalui para pemikir terdahulu. Seorang penyair tentunya pemikir juga. Hanya keberangkatan penyair tidak dari beragam teori seperti seorang akademisi membahas bidang kajiannya. Penyair lebih memberi tempat kepada kemungkinan-kemungkinan kontemplatif. Ruang dirinya dibuka untuk mencari kebenaran dengan banyak tafsir. Ketika melihat hujan dan merasakan air meresapkan dingin di atas kepala, seorang penyair berpikir dan merenung tidak berangkat dari bagaimana terjadinya hujan, proses apa yang dialami tetes-tetes air itu, tapi lebih tertarik mengungkapkan cekaman yang diberikan hujan kepada tubuhnya, perasaannya, dan pikirannya. Juniarso Ridwan adalah seorang penyair. Ketika dia menulis esai-esai lepas, yang mengalir adalah kesunyian dunia kontemplatif, keruwetan dunia pemikiran dan gemuruh fakta yang seringkali lebih menyesakkan dari apapun. Sekumpulan esai dalam buku sederhana ini seperti luka yang barangkali setiap hari kita rasakan perihnya. di negeri ini.
    Rp 20.000,00
  • Buku - Riawayat Tionghoa Peranakan di Jawa
    Buku - Riawayat Tionghoa Peranakan di Jawa

    Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa – Onghokham

    , ,
    Pengantar: David Reeve Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2009 Tebal: 224 halaman ISBN: 979-3731-63-x Kondisi: Baru "Penerbitan kumpulan tulisan Onghokham tentang riwayat Tionghoa peranakan di Jawa ini bukan saja menarik dan pantas dilirik, melainkan juga menjadi penting karena memuat gagasan nation building--proses mengindonesia dalam sejarah. Ditulis dengan gamblang, tidak menggebu-gebu, dan sesederhana apapun tulisannya, didasarkan pada penelitian." - Harry Tjan Silalahi, Peneliti CSIS
    Rp 80.000,00
  • Buku - Filosofi Pendidikan Musik
    Buku - Filosofi Pendidikan Musik

    Filosofi Pendidikan Musik: Kritik dan Renungan – Erie Setiawan

    , , ,
    Penerbit: Art Music Today Kondisi: Baru Sejak dekade 1950-an hingga kini, pendidikan musik di Indonesia telah berkembang sedemikian rupa. Namun, bukan hal yang mudah untuk menghadapi tantangan-tantangan yang terjadi. Pendidikan musik di Indonesia belum memiliki identitas yang kuat, landasan filosofis yang kokoh, dan belum bisa dikatakan maju. Secara kritis, buku ini mengurai abstraksi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam dimensi filosofis. Menjadi renungan bersama demi menuai asa di masa selanjutnya.
    Rp 55.000,00
  • Buku - Michel Foucault Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi
    Buku - Michel Foucault Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi

    Michel Foucault: Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi – Ketut Wiradnyana

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2018 Tebal: xiv + 106 halaman ISBN: 978-602-433-611-0 Kondisi: Baru Arkeologi pengetahuan dan genealogi kekuasaan merupakan inti dari metodologi Foucault. Arkeologi pengetahuan meliputi upaya penelitian untuk menemukan seperangkat aturan yang menentukan kondisi kemungkinan keseluruhan yang dapat dikatakan dalam wacana khusus pada waktu tertentu. Arkeologi pengetahuan juga merupakan pencarian sistem umum dari formasi dan transformasi pernyataan (ke dalam formasi diskursif). Pencarian sistem umum atau aturan-aturan umum dan fokus pada diskursus atau wacana– dokumen tertulis dan pembicaraan- mencerminkan pengaruh awal dari strukturalisme terhadap karya Foucault. Dalam menganalisis dokumen-dokumen ini, Foucault mengorganisasikan dokumen, membagi, mendistribusikan, dan mengaturnya dalam tingkatan-tingkatan, mengurutkan, membedakan antara relevan dengan yang tidak, menemukan elemen-elemen, mendefinisikan kesatuan, mendeskripsikan relasi. Genealogi kekuasaan, kesatuan pengetahuan dengan menjalankan serangkaian analisis kritis terhadap diskursus historis dan hubungannya dengan isu-isu yang menjadi perhatian, sehingga kekuasaan itu dapat merayap ke diri sendiri dan orang lain. Jadi, pengetahuan, genealogi, dan kekuasaan merupakan konsep teoretis dan metodologi dari Michel Foucault dalam melihat hubungan antara ilmu pengetahuan dengan kekuasaan. Uraian tersebut juga menggambarkan bagaimana proses terbentuknya pengetahuan itu, hingga menjadi sebuah pengetahuan (savoir) dan bagaimana pengetahuan itu digunakan dalam kaitannya dengan kekuasaan (connainsance). Ranah pengetahuan arkeologi ada pada savoir, yaitu menghimpun berbagai sumber pengetahuan melalui seperangkat metode pengetahuannya dan metode pengetahuan bantu lainnya, hingga menjadi sebuah pengetahuan. Kekuasaan yang merupakan pengetahuan itu dapat diimplementasikan ke dalam berbagai elemen kemasyarakatan dan pemerintahan. Metode yang diterapkan dapat beragam. Akan tetapi, yang paling utama adalah kekuasaan itu selalu terasa melekat atau dilekatkan dalam setiap waktu.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Candi Purwo Jejak Nusantara
    Buku - Candi Purwo Jejak Nusantara

    Candi Purwo Jejak Nusantara – Kanduk Supatra

    ,
    Penerbit: Udayana University Press Tebal: xviii + 284 halaman ISBN: 978-602-9042-43-6 Kondisi: Baru Candi Purwo yang terletak di Gumuk Gadung, Dusun Pondok Asem, Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegal Dlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, berfungsi sebagai stana suci leluhur Majapahit beserta dengan para panglima perang yang telah berhasil mempersatukan nusantara. Artinya bahwa seluruh keturunan Majapahit yang tersebar di seluruh nusantara secara moral mesti menjadikan Candi Purwo sebagai tempat penghormatan para leluhur, sebagai sebuah keluarga besar Majapahit. Sebab di Trowulan yang diyakini sebagai pusat kerajaan Majapahit telah menjadi situs purbakala, sehingga tak mungkin mewujudkan sebuah monumen atau tugu sebagai linggih (stana) leluhur Majapahit yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menghormati leluhur. Oleh karena itu Candi Purwo di Gumuk Gadung dapat dijadikan tempat penghormatan leluhur Majapahit, sesuai dengan pesan Prabu Brawijaya sebagai tonggak kembalinya Nusantara.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Kenang-Kenangan Orang Bandel
    Buku - Kenang-Kenangan Orang Bandel

    Kenang-Kenangan Orang Bandel – H. Misbach Yusa Biran

    , , , ,
    Pengantar Ajip Rosidi Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit 2008 Tebal: xviii + 326 halaman / Hard Cover ISBN: 979-3731-43-5 Kondisi: Baru "Membaca otobiografi Misbach ini, saya merasa ternyata apa yang ditulisnya merupakan cermin utuh dari sosok pribadi penulisnya. Misbach menceritakan masa kecil dan remajanya, 'perjuangannya' di dunia film, hingga sekarang dikenal sebagai sosok sejarah film Indonesia itu sendiri karena pengetahuannya yang mendalam tentang subyek itu. Dalam tuturannya yang begitu lancar mengalir dan jujur, kita bukan saja bisa melihat dirinya lebih lengkap, tetapi juga melihat betapa hidup tidak bisa direncanakan begitu saja." - J.B. Kristanto "Memoar yang ditulis oleh H. Misbach Yusa Biran ini sangat menarik dan penting. Menarik karena cara mengisahkannya yang gesit dan bernada mengejek diri (walaupun ada rasa bangga di dalamnya). Penting karena dalam memoar ini bukan saja terungkap latar belakang kehidupannya sebagai orang Banten, melainkan juga tentang situasi perfilman Indonesia sejak tahun 1950-an sampai tahun 1990-an." - Ajip Rosidi
    Rp 165.000,00
  • Buku - Sejarah Hak Cipta Lukisan
    Buku - Sejarah Hak Cipta Lukisan

    Sejarah Hak Cipta Lukisan – Inda Citraninda Noerhadi

    , , ,
    Pengantar: A.D. Pirous Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2012 Tebal: xviii + 406 halaman ISBN: 978-602-9402-15-5 Kondisi: Baru Kasus pemalsuan lukisan yang menjadi pemberitaan media massa sungguh mengguncangkan dunia seni rupa kita. Ia mengingatkan kita akan rapuhnya perlindungan hak cipta di bidang seni rupa di Indonesia. Lukisan-lukisan karya para maestro dipalsukan dengan canggihnya, dan sadar atau tidak, telah menjadi milik para kolektor. Belum lagi kasus pencurian lukisan dan lolosnya lukisan-lukisan palsu dan curian di balai lelang di Hong Kong dan Singapura. Buku ini mencoba memaparkan bukan hanya praktik pemalsuan lukisan, tetapi juga mencoba menelusuri sejarah perlindungan hak cipta di Barat dan Indonesia. Bagaimana kesadaran hak cipta itu tumbuh di kalangan perupa dan pemerintah sebuah negara, dan bagaimana pula ia mempengaruhi hukum internasional di kemudian hari. Buku ini juga merinci upaya-upaya jitu untuk menghindari pemalsuan lukisan dan bentuk-bentuk kriminalisasi lainnya.
    Rp 95.000,00
  • Buku - Kamus Filsafat Nilai
    Buku - Kamus Filsafat Nilai

    Kamus Filsafat Nilai – Ali Mudhofir

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xii + 420 halaman ISBN: 978-602-19954-6-4 Kondisi: Baru Kamus ini secara khusus memuat penjelasan istilah nilai dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan nilai misalnya nilai kenyataan-kebenaran (nilai ilmiah dan logis), nilai kebaikan (nilai etis), nilai keindahan (estetis, seni), dan nilai kesucian (keagamaan). Di samping itu juga dikemukakan pandangan beberapa filsuf tentang nilai. * "... kamus ini penting sebagai acuan para mahasiswa, dosen dan siapa saja yang membutuhkan penjelasan singkat tentang filsafat sebagai istilah dan gagasan etika dan estetika. Istilah dalam kamus mencakup pemahaman filsafat klasik hingga kontemporer. Kamus ini meliputi gambaran umum dan padat mengenai istilah-istilah yang lazim digunakan para filsuf di dunia. Tidak melulu Barat, ada juga istilah keislaman dan terminologi filsafat Hindu serta konfusianisme." - Sri Teddy Rusdi
    Rp 130.000,00
  • Buku - Masa Kuasa Belanda di Papua
    Buku - Masa Kuasa Belanda di Papua

    Masa Kuasa Belanda di Papua (1898-1962) – Rosmaida Sinaga

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal: xxvi + 350 halaman ISBN: 978-602-9402-39-1 Kondisi: Baru Buku ini memaparkan fakta-fakta sejarah yang menjadi motivasi Belanda untuk menguasai dan melakukan pemekaran di Nederlands Nieuw Guinea (Papua) dari 1898 hingga 1962. Berbagai upaya pemekaran di NNG dilakukan Belanda dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, keamanan, ekonomi dan sumber daya manusia secara menyeluruh. Kajian ini relevan untuk melihat kebijakan pemekaran wilayah di Papua di masa kini agar mampu mengelola pemerintahan secara efektif dan efisien.
    Rp 185.000,00
  • Buku - Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa
    Buku - Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa

    Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa: Sebuah Kajian Pascakolonial – Lim Sing Meij

    , ,
    Penerbit; Yayasan Penerbit Obor Indonesia Tahun Terbit: 2009 Tebal: 250 halaman ISBN: 978-979-461-727-4 Kondisi: Baru Pendidikan mampu membentuk identitas seseorang. Melalui jenjang pendidikan tinggi, telah lahir ruang sosial baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh perempuan Tionghoa untuk ditapakinya. Transformasi identitas perempuan Tionghoa dilakukan oleh mereka dengan cara identifikasi secara terus-menerus terhadap berbagai kesempatan dalam segala himpitan budaya patriarki dan diskriminasi legal formal. Keperempuantionghoaan yang terwujud dalam kebijakan dan peraturan yang diskriminatif di masa Orba tidak menjadikan mereka sebagai korban yang pasif dan berserah pada nasib. Keperempuantionghoaan justru diwujudkan kembali secara sosiologis melalui kemampuan pemecahan persoalan keseharian yang berkaitan dengan isu gender, budaya, agama, etnisitas, dan kolonisasi pengetahuan. Melalui pendidikan, mereka mampu menjadi non-violent survivor dalam menjawab bebagai tantangan dan rintangan. Ketionghoaan dan keindonesiaan terkandung dalam diri perempuan Tionghoa. Kedua identitas tersebut telah saling melengkapi dan tak terpisahkan satu dari yang lainnya dalam melahirkan identitas hibrid yang unik. Kedua identitas tersebut telah menyejarah dan menjadi bagian dari mosaik Indonesia yang bhineka. Terbuka terhadap berbagai perubahan telah melahirkan perempuan Tionghoa yang otentik.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Masyarakat dan Perang Asia Timur Raya
    Buku - Masyarakat dan Perang Asia Timur Raya

    Masyarakat & Perang Asia Timur Raya: Sejarah dengan Foto yang Tak Terceritakan – Aiko Kurasawa

    , , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxx + 274 halaman ISBN: 978-602-9402-61-2 Kondisi: Baru Apakah Anda pernah mendengar tentang Perang Asia Timur Raya? Sesungguhnya perang ini sejarahnya masih terselubung dalam kabut. Aiko Kurasawa, sejarawan ahli Indonesia, dengan bukunya ini membeberkan perang itu dalam gaya narasi populer, tetapi sangat kaya informasi. Ternyata dari segi namanya saja, perang tersebut mengandung banyak persoalan berupa klaim historis dari Amerika dan Jepang. Amerika memaksakan nama Perang Pasifik. Padahal wilayah berkecamuknya saja di Asia Tenggara. Apakah Birma, Malaya, dan Singapura yang diserang dan diduduki Jepang bisa disebut daerah Lautan Pasifik? Tetapi, istilah Perang Asia Timur Raya juga tak kurang bermasalah. Para sejarawan Jepang menggunakannya dengan niat membenarkan dan membela diri, serta menghindari label fasis. Bangsa Jepang selalu mengingat perang dengan hati yang sedih. Namun, kesedihan itu bukan rasa menyesal tentang kekejaman orang Jepang di Asia. Melainkan selalu dikaitkan dengan penderitaan orang Jepang, seperti bom atom, serangan udara oleh Sekutu, kekurangan makanan, atau kematian keluarga di medan pertempuran. Perang Asia Timur Raya adalah persoalan yang kompleks. Bukan sekadar menggambarkan peperangan yang keras dan gaduh, tetapi sekaligus situasi yang menjadi sarana perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain. Termasuk pertukaran ilmu, budaya, sosial, bahasa, keahlian-ketrampilan, dan perkawinan antar masyarakat wilayah Asia Tenggara. Bahkan warisannya dalam perpolitikan di Indonesia pascakemerdekaan terkait dengan dana pampasan perang. Juga dalam politik kontemporer Jepang yang berimplikasi pada pelupaan sejarah hitam Jepang, dan keengganan meminta maaf sampai kini.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Melintasi Dua Jaman
    Buku - Melintasi Dua Jaman

    Melintasi Dua Jaman: Kenangan tentang Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan – Elien Utrecht

    , , ,
    Pengantar: Galuh Wandita Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2006 Tebal: xv + 290 halaman ISBN: 979-3731-06-0 Kondisi: Baru Kisah seorang anak jaman yang dibentuk dan membentuk konteks sejarah kolonial Hindia-Belanda, pendudukan Jepang, dan masa pascakemerdekaan di Indonesia. Dia selalu dipandang lain karena darahnya ‘tidak murni’. Kenangan masa kecilnya dipenuhi apresiasi terhadap keindahan alam Indonesia. Namun, menjelang remaja, dia mulai bertanya tentang ketidakadilan dan pola hubungan antar ras. Dia menjadi saksi atas harapan dan kegagalan revolusi. Dia juga menjadi pertemuan dua bangsa. Lahir dari darah dua bangsa, tetapi dikelompokkan sebagai masyarakat bangsa kolonial. * “Elien Utrecht melukiskan jalan hidupnya dengan tekanan utama pada periode Indonesia yang baru merdeka. Ia menulis dengan cara yang sangat terkendali dan berimbang, sebagai seorang pengamat yang cerdas, dan tidak berpikir hitam-putih. Dalam genre kenang-kenangan tentang Hindia, buku ini tergolong bermutu, juga karena menangkap kehidupan di masa pemerintahan Soekarno yang jarang dilukiskan, serta menampilkan potret Ernst Utrecht secara memikat.” - Dr. Harry A. PoezeKenangan hidup Elien Utrech adalah sebuah kado yang tak ternilai bagi generasi sekarang. Sebuah cerita bagaimana seorang perempuan Indonesia, membuat pilihan-pilihan yang sulit dalam masa-masa yang sulit, menganyam kehidupan berkeluarga sebagai seorang ibu dan istri, berinteraksi dengan perkembangan dan pergolakan politik di sekitarnya, mencoba mengatasi dalam tindakan kesehariannya kecurigaan antar ras dan agama, jurang pemisah antara miskin dan kaya. Tantangan-tantangan yang dihadapi Elien di masa lalu masih relevan pada saat sekarang.” - Galuh Wandita
    Rp 40.000,00
  • Buku - Nasionalisme, Laut, dan Sejarah
    Buku - Nasionalisme, Laut, dan Sejarah

    Nasionalisme, Laut, dan Sejarah – Susanto Zuhdi

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: 600 halaman ISBN: 978-602-9402-57-5 Kondisi: Baru Buku ini mencoba mengingatkan pembaca kembali tentang "ikrar bertanah air satu--tanah air Indonesia". Penting untuk mengulas secara mendalam peran unsur 'air' dari 'tanah air' dalam mengintegrasikan negara kepulauan terbesar di dunia tersebut. Susanto Zuhdi sebagai ahli sejarah maritim membahas tentang unsur laut yang kerap dilupakan: selat teluk, juga aliran sungai yang dapat digali dalam tema kajian dan historiografi. Ia menjelaskan bahwa "Nasionalisme, Laut, dan Sejarah" bagi bangsa Indonesia adalah suatu keniscayaan historis. Bahasan dalam buku ini bersifat multidimenasi karena membahas akar-akar nasionalisme Indonesia sebagai bangsa yang menyejarah, dalam talian perjuangan untuk melepaskan diri dari belenggu kolonialisme asing. Ada pula persoalan pascakemerdekaan seperti HAM dan pendidikan karakter bangsa.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan
    Buku - Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan

    Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan: Dari Hindia Belanda sampai Orde Baru – Andrew Goss

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xvi+348 halaman ISBN: 978-602-9402-32-2 Kondisi: Baru Kepulauan Nusantara adalah surga untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Para ilmuwan dari seluruh dunia pernah membuat penemuan penting di sana. Namun, mengapa nama-nama ilmuwan Indonesia itu sendiri hampir tidak pernah muncul dalam catatan sejarah ilmu pengetahuan? Dalam buku ini Andrew Goss menganalisis zaman ke zaman kehidupan profesional para naturalis dan ahli biologi di Indonesia untuk menunjukkan apa yang terjadi pada ilmu pengetahuan ketika negara menjadi satu-satunya patron terhebat. Melalui sokongan dana untuk membayar penelitian, para ilmuwan di Indonesia mengikuti agenda negara yang terutama dipusatkan untuk mengeksploitasi sumber daya alamnya yang paling berharga--terutama tanaman pangan ekspor: kina, gula, kopi, teh, karet, dan nila. Hasilnya adalah satu kelas birokrat botani, yang Goss juluki sebagai 'floracrats'. Dengan menggunakan arsip-arsip dan sejarah lisan, Goss menunjukkan bagaimana para ilmuwan ini berusaha mewujudkan cita-cita Aufklarung alias Pencerahan dari ilmu pengetahuan yang objektif, universal, dan berguna, bahkan ketika mereka mengkhianati cita-cita tersebut karena gagal membagi pengetahuan sains kepada masyarakat umum. Dalam setiap bab, Goss memerinci fase kekuatan dan karakter ilmuwan di Indonesia yang telah berjuang dengan dilema ini, sejak awal era kolonial, melewati kemerdekaan, hingga negara Indonesia modern. Goss menunjukkan betapa kemerdekaan hanya berpengaruh terbatas bagi komunitas ilmuwan, tidak peduli betapa idealisnya, ilmuwan tetap berpatron pada negara. Memang benar bahwa ilmu pengetahuan adalah alat negara, tetapi negara telah membatasi proses penyerapan ilmu pengetahuan, dan akhirnya gagal untuk memimpin masyarakat, tak mampu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan negara. Ilmu pengetahuan masih menjadi urusan bagi segelintir kaum elite yang memang memiliki minat dan bakat.
    Rp 150.000,00
  • Buku - Balance
    Buku - Balance

    Balance – Melly Goeslaw

    , , , ,
    Pengantar: Rahayu Supanggah Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2012 Tebal: 122 halaman ISBN: 978-602-9402-11-7 Kondisi: Baru Melalui buku ini, Melly Goeslaw memperlihatkan sejumlah kondisi nyata dalam industri musik Indonesia saat ini, yang sayangnya lebih terasa mengenaskan daripada menggembirakan. Euforia terhadap jenis musik tertentu yang sedang populer menjadikan banyak pihak memilih untuk mengekor demi mencicipi popularitas tersebut alih-alih menggali kreativitas dan menyodorkan hal baru. Tekanan dari tren ring back tone (RBT) menjadikan sebuah lagu diciptakan secara instan tanpa melalui proses rancang-bangun dan aransemen. Hubungan antara penyanyi dan komposer tidak lagi didasarkan pada perjodohan hati, melainkan laku atau tidak lakunya lagu yang diciptakan sang komposer. Bahkan fans diciptakan melalui jejaring sosial sehingga kesetiaan penggemar cenderung bersifat musiman. * "Melly bicara tentang 'seni'. Tidak sekedar sebagai 'entitas estetika', tetapi sebagai 'wacana'. Dalam konteks sosial, baginya 'seni' berkaitan dengan komposer, penyanyi, publisher, dan fans. Sebagai makhluk sosial, 'seniman' yang genuine baginya adalah yang hidup berlandaskan kejujuran, bukan ketenaran sesaat. Sebagai komposer dan penyanyi sekaligus, Melly jelas tidak berbicara tentang seni musik semata, tetapi tentang hakikat 'seni' dan “seniman” secara umum. Di sinilah letak nilai karya tulisnya." – Prof. Dr. Benny H. Hoed
    Rp 50.000,00
  • Buku - Cina Khek
    Buku - Cina Khek

    Cina Khek di Singkawang – Hari Poerwanto

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal : xxxii + 444 halaman ISBN: 978-602-9402-43-8 Kondisi: Baru Mengapa orang Cina masih sulit diterima sepenuhnya di Indonesia? Mengapa orang Cina secara khusus mesti membuktikan loyalitas dirinya, baik secara politis maupun ekonomi terhadap negara Indonesia, kendati mereka telah berstatus warga negara Indonesia? Buku ini memberi gambaran mengenai masyarakat Cina Khek di Singkawang, sekaligus berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
    Rp 140.000,00
  • Buku - Presiden Prawiranegara
    Buku - Presiden Prawiranegara

    Presiden Prawiranegara: Kisah 207 Hari Syarifuddin Prawiranegara Memimpin Indonesia – Akmal Nasery Basral

    , , ,
    Penerbit: Mizan Pustaka Tahun Terbit: 2011 Tebal: 370 halaman ISBN: 978-979-4336-13-7 Kondisi: Bekas "Zus Lily, saya pinjam suamimu sebentar," ujar Hatta sopan. "Ada tugas yang harus beliau lakukan sebagai Menteri Kemakmuran. Saya janji hanya beberapa hari saja." * 19 Desember 1948. Agresi Militer II Belanda terhadap Ibu Kota Yogyakarta menyebabkan Presiden Sukarno ditangkap. Wakil Presiden Mohammad Hatta yang cemas dengan kondisi itu segera mengirimkan telegram kepada Menteri Kemakmuran RI, Syafrudin Prawiranegara, yang sedang berada di Bukittinggi untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Ternyata benar, tak lama kemudian Hatta pun ditangkap Belanda, Sukarno-Hatta diasingkan ke Bangka. Pemerintahan resmi lumpuh. Di sebuah dangau kecil yang belakangan dikenal sebagai "Dangau Yaya", Syafruddin mengumumkan berdirinya PDRI, pada Rabu 22 Desember 1948. Dari sudut pandang seorang pemuda pengikutnya, Kamil Koto, mengalirlah kisah Presiden Syafruddin Prawiranegara, yang selama 207 hari melanjutkan kemudi kapal besar bernama Indonesia yang sedang oleng, dan nyaris karam. Sebuah perjuangan yang mungkin terlupakan, tetapi sangat krusial dalam memastikan keberlangsungan Indonesia.
    Rp 48.000,00
  • Buku - Flip Da Skrip
    Buku - Flip Da Skrip

    Flip da Skrip: Kumpulan Catatan Rap Nerd Selama Satu Dekade – Herry Sutresna

    , , ,
    Penerbit: Elevation Books Tahun Terbit: 2018 Kondisi: Baru Sejak awal 1990-an, telah begitu banyak karya musik bercorak hip hop dihasilkan oleh artis-artis Indonesia. Pelaku, pengamat dan penggemar juga telah begitu ramai memperbincangkannya di internet, media sosial dan ruang-ruang diskusi. Sudah begitu banyak korporasi, tim bola basket, dan agen periklanan yang mendapatkan begitu banyak uang dari imaji-imaji tentang hip hop dan rap. Dan dalam kasus Homicide, sudah begitu banyak anak-anak muda yang terpantik semangat insureksinya. Yang belum pernah ada adalah sebuah catatan menyeluruh tentang genre musik yang juga sekaligus merupakan kultur unik yang sulit dipungkiri datang dari tempat yang asing, tempat yang spesifik dan rentang waktu yang tidak akan terulang lagi. Yang dilakukan Herry Sutresna di sini adalah mencatat, menata ulang, dan menginterpretasi hip hop dari suatu masa dan satu tempat (Pantai Barat dan Pantai Timur Amerika Serikat) dan memberi konteks atas kehadirannya di dalam konteks besar epos hip hop. Di buku ini hip hop baru adalah kelanjutan dari yang lama, bahwa Afrika Bambataa tetap ada di musik Tyler The Creator dan Kendrick. Sejarah adalah hari ini. Hip hop is not dead, it just smells funny.
    Rp 120.000,00
  • Buku Heavy Metal Parents
    Buku Heavy Metal Parents

    Heavy Metal Parents: Identitas Kultural Metalhead Indonesia 1980-an

    , ,
    Penulis: Yuka Dian Narendra Mangoenkoesoemo dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo Penerbit: Octopus Tebal: 260 halaman ISBN: 978-602-7274-39-6 Kondisi: Baru Ketika popularitas heavy metal menanjak di kancah budaya populer dunia pada era 1980-an, kaum muda di Indonesia mengonsumsi musik ini sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap nilai-nilai sosial, politik, dan budaya Orde Baru. Mereka pula yang pada masa selanjutnya bangkit dan menunjukkan karakteristik jati diri yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, termasuk mendorong Reformasi 1998. Ketika generasi metalhead 1980-an sekarang memasuki usia paruh baya, apakah pemaknaan mereka terhadap konsumsi musik heavy metal mengalami perubahan seiring dengan perkembangan waktu dan pertambahan usia? Apakah pemaknaan mereka ikut berubah ketika dunia tak lagi perlu dilawan dengan kepalan tinju, ideologi tidak selalu disikapi secara garang, estetika teriakan dan raungan distorsi gitar bersahutan dengan rengekan manja anak dan segala urusan keluarga, dan rambut yang dulu gondrong kini cepak dan diwarnai uban keperakan? Seperti apakah pola pengasuhan anak yang dikembangkan dan dipraktikkan dalam keseharian oleh “orang tua metal”? Bagaimana identitas masa muda sebagai “anak metal” beradaptasi dengan tugas perkembangan yang kini beralih pada merawat generasi berikut? Inilah buku yang menguak kisah tentang generasi metalhead 1980-an dalam memaknai konsumsi mereka terhadap metal dan konstruksi identitas kultural mereka. Buku ini merupakan kontribusi yang penting bagi pengembangan pemikiran tentang budaya populer Indonesia dan dinamikanya, khususnya untuk subkultur heavy metal yang selama ini belum banyak dibahas di ranah arus utama (mainstream).
    Rp 70.000,00
  • Buku - Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya
    Buku - Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

    Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya: Kisah Sufi dari Madura – Rusdi Mathari

    , ,
    Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2018 Tebal: 226 halaman ISBN: 978-602-1318-40-9 Kondisi: Baru Serial Cak Dlahom mulanya dimuat di situs mojok.co selama ramadan 2015 dan 2016. Telah dibaca lebih dari enam ratus ribu kali, kini sufi ala Madura ini hadir lewat buku untuk mengajak kita merenungkan kesombongan kita yang acap merasa lebih pintar. Buku ini menceritakan tentang kehidupan di suatu kampung bersama dengan penduduknya yang memiliki karakter yang beraneka ragam. Ada Mat Piti yang suka membantu tetangganya, Ada juga Cak Dlahom yang dianggap kurang waras sama orang dikampungnya, Ada juga Romlah putrinya Mat Piti yang menjadi kembang di desanya, Ada juga Pak Lurah dan lainnya. * "Meskipun bukan seorang ustaz, ulama, atau pendakwah, melalui buku ini Rusdi menunjukkan kualitas dan kecerdasannya dalam mengajarkan agama. Sebagai seorang jurnalis, Rusdi lebih mampu menunjukan kemampuan menyiarkan agama daripada beberapa orang yang mengaku sebagai pendakwah. Melalui karya ini kita bisa mengenal Rusdi nan berwawasan agama luas ketimbang pendakwah-pendakwah yang sering berkutat dengan kontroversi. "Membandingkan karya Rusdi ini dengan pendakwah-pendakwah memang bukan sesuatu yang seimbang. Karena yang dilakukan Rusdi adalah menulis cerita dan kemudian dibukukan. Sedangkan yang dilakukan oleh para pendakwah adalah menyiarkan agama di depan orang banyak. Tapi kiranya dari kisah-kisah di buku ini bisa diambil pelajaran untuk kita semua. - Dandy Try Yacoby, LPM Kemerdekaan
    Rp 68.000,00
  • Buku - Kekuasaan Politik dan Kebudayaan
    Buku - Kekuasaan Politik dan Kebudayaan

    Kekuasaan, Politik, dan Kebudayaan: Wawancara dengan Edward W. Said

    , ,
    Penyunting: Gauri Viswanathan Penerbit: Narasi dan Pustaka Promethea Tebal: xxvi + 670 hlm ISBN: 978-979-168-420-0 Kondisi: Baru Peralihan yang fleksibel dari satu pokok masalah ke pokok masalah lainnya, yang sedemikian rupa merupakan kumpulan wawancara khas, adalah sebuah cara yang unik untuk mengapresiasi pandangan-pandangan cerdas Edward W. Said sebagai kritikus sastra, kebudayaan, dan geopolitis zaman kita. Meskipun berjangkauan luas, Said selalu penuh perhatian pada persemaian nilai kemanusiaan individual dan bukan sekadar institusional. Said menyelami dunia ciptaan karya-karya sebagai pencapaian historis atau kultural. Wawancara yang mengagumkan dan menggugah ini menempatkan Edward W. Said sebagai salah satu intelektual humanis terkemuka, kosmopolit, dan demokratis yang tidak takut mengkritisi dogma politis dan akademis untuk memperluas pemahaman tentang dunia dan diri kita.
    Rp 150.000,00
Subscribe