Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Sejarah, Filsafat, Budaya

Filters
  • Sorry, this product cannot be purchased.

Showing 217-240 of 281 products

View 24/48/All

Filter by price

217-240 of 281 products

  • Buku - Journalist Marco
    Buku - Journalist Marco

    Journalist Marco – Mas Marco Kartodikromo

    , , ,
    Penerbit: Octopus Tahun Terbit: 2017 Jumlah Halaman: vii + 224 ISBN: 978-602-747-0-361 Kondisi: Baru Mas Marco Kartodikromo memperoleh ilmu jurnalistik dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo ketika ia menjadi wartawan magang di Medan Prijaji pada 1909. Ia lantas menjadi jurnalis dan aktivis pembela rakyat pribumi yang ditindas oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pada 1914 Marco menjadi ketia Indlandsche Journalisten Bond (IJB) atau Perhimpunan Jurnalis Hindia. Pada tahun yang sama, ia memimpin Doenia Bergerak, surat kabar yang terbit pertama kali pada Maret 1914. Sejak itu pula, ia berkali-kali masuk bui akibat tulisan-tulisannya yang keras dan persdelict (pengadilan pers). Pada 21 Juni 1927, Marco dibuang oleh pemerintahan kolonial ke Boven Digoel, Papua. Kesukaran hidup dan tekanan mental membuatnya tak mampu bertahan lagi. Ia wafat di sana pada 1931. Buku ini merupakan kumpulan tulisan Marco di empat surat kabar yang pernah diawakinya, yaitu Doenia Bergerak, Sinar Hindia, Sinar Djawa, dan Hidoep. Isinya beragam, dari soal politik, keorganisasian, keredaksian surat kabar, hingga syair. Hal yang menyambungkan setiap tulisan di buku ini adalah napas dan semangat anti-penjajahan yang selalu disampaikan oleh Marco. Itulah sebab buku ini menjadi bukti tentang peran media massa di fase pergerakan anti-kolonialisme atau yang disebut dengan istilah “Zaman Bergerak”.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Jurnalisme
    Buku - Jurnalisme

    Jurnalisme dan Politik di Indonesia – Biografi Mochtar Lubis – David T. Hill

    , , , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2011 Tebal: xiv + 362 halaman ISBN: 978-979-461-788-5 Kondisi: Baru Mochtar Lubis adalah salah seorang pemimpin redaksi, pengarang, dan tokoh budaya Indonesia yang paling dikenal. Buku ini menelusuri peristiwa-peristiwa besar dalam jagad kehidupan Mochtar Lubis: seorang tokoh yang memberikan makna pada penafsiran sejarah pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia. Selain menggambarkan ketokohan Mochtar Lubis secara pribadi, buku ini juga merupakan cerita tentang Indonesia pada paruh kedua abad ke-20, saat Indonesia menjadi bangsa merdeka, dan ketika media cetak serta orang-orang berpengaruh menguasai dan menerbitkan surat kabar, memainkan peran yang menentukan dalam kehidupan politik, pendidikan, dan budaya nasional, serta merumuskan arti Indonesia. Pada masa ini, para pemimpin redaksi yang berkepribadian kuat menguasai industri pers dan bersilat lidah dengan pemimpin bangsa. Mochtar Lubis adalah seorang pengkritik lantang terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan merupakan "duri" bagi dua mantan presiden Indonesia. Pada masa Sukarno dan Suharto korannya dibreidel dan ia masuk penjara. Nama Mochtar Lubis pun identik dengan jurnalisme jihad. Buku ini berupaya menyajikan pembahasan yang mendalam tentang sejarah dan perkembangan media, sastra, dan sistem politik di Indonesia.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Catatan Pinggir Sejarah Aceh1
    Buku - Catatan Pinggir Sejarah Aceh1

    Catatan Pinggir Sejarah Aceh – Perdagangan Diplomasi dan Perjuangan Rakyat – Prof. Dr. M. Dien Madjid

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2014 Tebal: xiv + 430 halaman ISBN: 978-979-461-855-4 Kondisi: Baru Buku ini merupakan cahaya di tengah gulita yang menyenandungkan kisah heroisme Teungku Husin Lueng Bata. Selaksa peristiwa yang dijelajahinya senantiasa aktual untuk ditelaah di era posteknologi seperti sekarang ini, kendati raganya hancur menyatu dengan debu waktu, namun suaranya akan tetap menggelegar dari liang lahatnya. Yang terpenting dari semua ini adalah upaya memekarkan pekik sorak patriotisme dan nasionalisme yang kian pudar. Keberanian Teungku Husin mengusir Belanda dengan segala kepongahannya, tak ubahnya seperti perjalanan sebuah bangsa yang menghadapi badai besar berupa cobaan yang mendera, baik dari luar maupun dari dalam. Terlebih penjajahan yang tervisualisasi di masa ini adalah penjajahan ide, yang kerap kali mengaburkan pandangan. Terlihat baik namun jahat. Di era kekinian, memupuk patriotisme dan rasa cinta akan kebangsaan, persaudaraan, dan visi kemandirian, merupakan nilai-nilai keutamaan yang dapat dipetik dari kisah heroik Husin Leung Bata. Belum lagi ketika menimbang keadaan sosial tempat Husin Lueng Bata berjuang, segera tubuh ini dilemparkan ke ranah penuh dengan kegetiran, ketakutan, namun tersembul pula keinginan untuk angkat senjata melawan segala bentuk penindasan. Nah, di era kontemporer, persiapan untuk berjuang tentu lebih kompleks dan beragam. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mendandani keindonesiaan yang kian abstrak ini.
    Rp 85.000,00
  • Buku - Toba Na Sae
    Buku - Toba Na Sae

    Toba Na Sae – Sitor Situmorang

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2009 Tebal: xx + 548 halaman ISBN: 979-3731-61-3 Kondisi: Bekas Gambaran menyeluruh antropologi historis orang Batak tergambar secara komplit dalam buku ini. Sitor menelusuri dan menganalisa Batak dari mulai zaman mitos sampai kejatuhannya oleh kolonialisme pada abad ke-20. * “Karya Sitor ini tidak sekadar menunjukkan ‘mata rantai sejarah Batak yang hilang’. Lebih jauh lagi ia masuk ke dalam dinamika sejarah Batak dan membuka lebih banyak jalan baru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting.” - Johan AngerlerContoh inspiratif penulisan history from within (sejarah dari dalam) di tengah dominasi peneliti luar kajian sejarah dan antropologi Batak. Sitor sebagai satu dari pewaris sejarah Batak Toba siap dengan berbagai sumber asing tetapi kekuatannya terutama pada penggunaan sumber-sumber lisan. Hasil penelitian lebih dari 10 tahun dijahit menjadi narasi bergaya sastra. Membaca buku ini jadi mengasyikkan, tidak saja karena bahasanya yang enak dan mudah dicerna, namun juga sarat kejutan akan data baru atas sejarah dan budaya lokal.” - Iskandar P. Nugraha
    Rp 85.000,00
  • Buku - The Rise
    Buku - The Rise

    The Rise of Religion-Based Political Movements – Selected Papers

    , , ,
    Editor: Darwis Khudori Penerbit: Bandung Spirit Book Series Tahun Terbit: 2010 ISBN: 978-979-18746-0-1 Kondisi: New Old Stocks Religion-based political movements are not new in the history of humanity. However, the intensification and the internationalization of the movements since the last quarter of the 20th century have raised a question whether they constitute a threat or a chance of peace, security and sustainable development among the nation. In accordance with the growing concern in this phenomenon, a group of socially engaged intellectuals met to share their knowledge, experience and reflection on the question. This book is one outcome of the meeting. It is not an exhaustive document on this highly important issue. It is intended to humbly introduce the problem to the public and to participate in the collective search for a solution. * CONTENT -  Acknowledgment Darwis Khudori - Introduction FRAMEWORK Darwis Khudori - Key Issues related to the Rise of Religion-based Political Movements COMPARATIVE VIEWS Antoine Sondag - The Religion-based Political Parties in Europe: Obstacles or Channel for the Democratization of Societies? Jean-Jacques Ngor Sène - The Politics of Religion in Black Africa: Patterns of Fragmentation and Ectropy CASES Boutros Labaki - Globalization and the Rise of Political Movements based on Religions in Lebanon, the Middle East and the Arab World Wajahat Masood - A Prognostic Critique of Fundamentalism: A Case Study of Pakistan Peter Jacob - Common Ground Between Religious Minorities and Secular Forces in Pakistan Barnabas Tiburtius - From Pluralism to Sectarianism to Holism: Evolving the Indian Mind Siti Musdah Mulia - Portrait of Religion-based Organizations and Violence in Indonesia in the Era of Reform Syafi’i Anwar - The Rise and Development of Radical Salafi Movements in Post-Soeharto Indonesia Syafiq Hasyim - Blending Dakwa and Politics: The Case of PKS (Justice-Prosperous Party) Ariffin Omar - Social and Political Movements based on Religion in Malaysia: a General Overview Ibrahim Abu Bakar - Pan-Malaysian Islamic Party (PMIP): An Impertinent and Fundamentalist Religion-Based Political Movement in Malaysia Thaweesak Putsukee - Buddhism and Political Development in Thailand Esmeralda Sanchez and Albert Banico - To God is to God. For Caesar is for Caesar! Institutionalised Party-list Based Religious Movements in the Philippines Shamsuddin L. Taya - The Rise of the MILF as an Islam-Based Political Movement in the Philippines Mussolini Sinsuat Lidasan - The Struggle of the Iranun for Peace and Cultural Independence: From a Religion-Based Political Movement to a Culture-Based Political Movement Yoshihide Sakurai - The Social Perceptions of New Religious Movements in the Post-Aum Japan: The Popular Use of "Cult" and "Mind Control" and its Context Paul Hwang - The Reality and Task of Religion-based Movements in Buddhism and Christianity in Korea John B. Zhang - Development of Faith-based Social Service Organizations from the Prospects of Jinde Charities REPORT Asia-Europe People’s Forum Workshop Report: Darwis Khudori and Isabelle Duquesne - The Rise of Religious Extremism in Asia and Europe: Impacts and Responses
    Rp 80.000,00
  • Buku - 65=67, Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya
    Buku - 65=67, Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya

    65=67 – Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya – Memoar Ayatrohaedi

    , , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2011 Tebal: 631 halaman ISBN: 978-979-419=370-9 Kondisi: Baru Di kalangan para tokoh politik, ekonom, akadimisi, dan lain-lain, profesi akhir karir sering ditandai dengan penerbitan memoar, baik yang ditulis sendiri maupun - lebih banyak - melalui pena orang lain berdasarkan pesanan sang tokoh. Prof. Dr. Ayatrohaedi (akrab disapa Mang Ayat), guru besar widyapurba dan widyabasa Fakultas Sastra - Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, menulis memoar sebelum dirinya meninggal pada 18 Februari 2006. Dalam 65=67 Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya, Mang Ayat menyajikan sejarah perkembangan Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang ia ketahui dan alami secara cermat.
    Rp 190.000,00
  • Buku - Kisah Lima Keluarga
    Buku - Kisah Lima Keluarga

    Kisah Lima Keluarga – Telaah-Telaah Kasus Orang Meksiko dalam Kebudayaan Kemiskinan – Oscar Lewis

    , ,
    Pengantar: Parsudi Suparlan Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Jumlah Halaman: xix +347 halaman ISBN: 978-979-461-987-2 Kondisi: Baru Kisah Lima Keluarga merupakan sebuah gambaran tentang kehidupan keluarga-keluarga miskin, serta sebuah keluarga "Orang Kaya Baru" di Mexico City. Dalam buku ini Oscar Lewis membahas kehidupan bangsa Amerika Latin pada umumnya, baik dari segi antropologis, psikologis, dan sosiologis. Ia menguraikan dengan panjang lebar pengalaman hidupnya selama tinggal bersama keluarga-keluarga tersebut. Kebudayaan kemiskinan memang telah membelenggu mereka sekian lamanya, tetapi kemiskinan pada bangsa-bangsa modern seperti mereka adalah hal yang sangat berbeda. Kemiskinan ini menunjukkan pertentangan kelas, masalah-masalah sosial, dan perlunya perubahan. Kemiskinan menjadi suatu faktor dinamis yang mempengaruhi partisipasi dalam kebudayaan nasional yang lebih luas dan menciptakan suatu subkultur tersendiri.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Cut Nyak Din
    Buku - Cut Nyak Din

    Cut Nyak Din – Kisah Ratu Perang Aceh – M.H. Szekely Lulofs

    , ,
    Pengantar: Azhari Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xiv+302 halaman ISBN: 979-3731-81-8 Kondisi: Baru "Kisah pahlawan perempuan Aceh ini, serta kewibawaannya dan kepandaiannya juga keberaniannya dalam berjuang melawan Belanda, tetapi juga contoh kisah tragis sekaligus inspiratif yang menunjukkan pada kita bahwa perempuan juga dapat melaksanakan peranan-peranan yang cuma “ditakdirkan” untuk lelaki." - Maria Ulfah Subandio & T.O. Ihromi "Berkat biografi karya Nyonya Luulofs inilah kita dapat mengetahui dalam sejarah Indonesia, selain Kartini yang lembut, ada Cut Nyak Din yang mengobar perang dan begitu tabah mengembara di hutan sampai terserang penyakit dan menjadi buta, tetapi tak juga mau menyerah melawan Belanda. Ia sungguh 'Ratu Perang Aceh' yang menggetarkan." - Paul van 't Veer "Lewat biografi ini kita dapat memahami bahwa sefundamental apapun sebuah wawasan zaman, ternyata tak luput dari kontradiksi: satu sisi Lulofs memahami benar mengapa Cut Nyak Din melawan, untuk itu dia menunjukkan penghargaannya dengan gambaran heroisme dan keberanian Din, di sisi lain dengan begitu justru kegemilangan penaklukan kolonialis Belanda di Aceh mencuat. Tapi dalam kontradiksi itulah buku ini malah menjadi kisah penaklukan yang mengharukan. Apalagi ditulis dengan narasi sastra yang juga kuat dengan sumber dan khasanah." - Azhari
    Rp 85.000,00
  • Buku - Sejarah Perempuan Indonesia
    Buku - Sejarah Perempuan Indonesia

    Sejarah Perempuan Indonesia – Gerakan & Pencapaian – Cora Vreede-De Stuers

    , ,
    Penerjemah: Elvira Rosa, Paramita Ayuningtyas, Dwi Istiani Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xxvi+302 halaman ISBN: 979-3731-27-3 Kondisi: Baru "Cora Vreede-de Stuers telah mempelajari pergerakan perempuan Indonesia dengan cara yang berbeda, ia merefleksikan hubungannya dengan berbagai pergerakan perempuan, ideologi politik sezaman, dan masalah-masalah penting untuk memahami Indonesia." — Elizabeth Martyn (dalam The Women’s Movement in Postcolonial Indonesia)
    Rp 90.000,00
  • Buku - Angkot
    Buku - Angkot

    Angkot & Bus Minangkabau – Budaya Pop & Nilai-Nilai Budaya Pop – David Reeve

    , , ,
    Penerjemah: Iskandar P. Nugraha Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: 344 halaman ISBN: 978-602-9402-73-5 Cetakan: Full Colour Kondisi: Baru "Karya tentang budaya yang luar biasa. Topik angkot dan bus yang dipilih David Reeve sangat sederhana dan lekat dengan keseharian. Bagi orang Minang, angkot dan bus telah menjadi bagian dari kehidupan yang diterima dan tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya (taken for granted). Namun, Reeve membedah topik ini dengan sangat rinci dan mendalam dari sudut pandang seorang budayawan—jika tidak mau disebut antropolog. Kekayaan topik itu tergali secara tuntas. Detail fisik angkot dan bus serta detail linguistik tersentuh dengan menarik sehingga membuka wawasan pembaca, baik orang non-Minang maupun orang Minang. Karya ini merupakan contoh penulisan hasil penelitian kualitatif yang menarik, sederhana, tetapi tetap mendalam dan cermat." - Dr. Felicia N. Utorodewo, Pengajar Program Studi Indonesia, Universitas Indonesia
    Rp 250.000,00
  • Buku - Nyai
    Buku - Nyai

    Nyai & Pergundikan di Hindia Belanda – Reggie Baay

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2010 Tebal: xx + 300 halaman ISBN: 979-3731-78-8 Kondisi: Baru Istri simpanan atau gundik adalah masalah klasik yang sudah lazim di Nusantara. Buku ini mengungkap masalah cinta jalur-belakang tersebut di masa penjajahan Belanda di Nusantara. Untuk pertama kalinya diungkapkan sejarah mengenai nyai, perempuan Pribumi, Tionghoa, dan Jepang yang hidup bersama lelaki Eropa di masa Hindia-Belanda. Sepenggal kisah pemerasan ekonomi, perbudakan, dan bagaimana seorang ibu dipisahkan dengan berbagai cara dari anak kandungnya. Di dalam buku ini terkuak sebuah sisi kelam dari penjajahan yang dilakukan Belanda selama hampir tiga setengah abad di Hindia-Belanda; hubungan pernyaian antara tuan putih (Belanda) dengan perempuan pribumi. Di dalam sistem masyarakat feodal pada saat itu, menjalani hubungan pernyaian diibaratkan memakan buah simalakama—baik bagi tuan putih maupun perempuan pribumi. Sebuah pilihan sulit yang menuntut konsekuensi berat dari kedua pihak. Faktor pendukung, politik maupun intrik yang mendorong lahirnya hubungan tersebut pun diceritakan secara kronologis di dalam buku ini. Kehidupan, duka dan penderitaan perempuan pribumi yang terhimpit keadaan dan menjadi nyai bagi para tuan putih pun tergambar nyata di dalamnya. * "Buku menawan mengenai sebuah tema yang tidak dibicarakan untuk waktu yang lama." - Historisch Niewsblad
    Rp 90.000,00
  • Buku - Sejarah Asia Tenggara
    Buku - Sejarah Asia Tenggara

    Sejarah Asia Tenggara – Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer – M.G Ricklefs, dkk

    , ,
    Penulis: M.G. Ricklefs, Bruce Lockhart, Albert Lau, Portia Reyes, Maitrii Aung-Thwin Penyunting dan Penerjemah: Tim Komunitas Bambu Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal: xliv+828 halaman ISBN: 978-602-9402-24-7 Kondisi: New Old Stock Buku Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer yang baru dan komprehensif ini mencakup periode panjang, yaitu mulai dari zaman prasejarah sampai tahun 2000-an. Sejarawan M.C. Ricklefs menggandeng empat sejarawan lainnya yang menjadi rekan kerjanya di National University of Singapore. Mereka adalah para pakar utama Asia Tenggara dalam lingkup sejarah politik, sosial, ekonomi, agama, dan budaya. Ceritanya dibuka dengan kelompok etnis serta struktur sosial dan budaya periode awal Asia Tenggara. Dilanjutkan menyusuri zaman sejarah 'klasik' negara-negara Asia Tenggara, kedatangan agama Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen, serta pengaruh para pelaku sejarah yang berlomba-lomba ke kawasan regional ini, yaitu aktor-aktor non-Pribumi. Lantas, sejarah kolonial dan munculnya kekuasaan modern yang baru berdiri serta diwarnai berbagai transisi kekuasaan. Ulasan ini masih disusul dengan analisis dampak Perang Dunia ke seluruh penjuru Asia Tenggara. Penguraian catatan lengkap seputar Asia Tenggara pada masa akhir kolonialisme dan pembangunan bangsa-bangsa pascakolonial. Sebelum akhirnya mengantar pembaca ke masa-masa modern Asia Tenggara untuk mengetahui lebih lanjut usaha bangsa-bangsanya bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi global dan memainkan peran di kancah dunia. Tim yang terdiri dari lima penulis ini menampilkan karya ensiklopedik dengan narasi terpercaya dan mudah dicerna, menggunakan hasil-hasil penelitian mutakhir dengan sumber-sumber lainnya yang kaya dan rinci. Kerja bersama yang memukau ini merupakan kontribusi penting terhadap kajian Asia Tenggara.
    Rp 350.000,00
  • Buku - Presiden Guyonan
    Buku - Presiden Guyonan

    Presiden Guyonan – Butet Kartaredjasa

    , , ,
    Pengantar: Mohamad Sobary Gambar: Dwi Koen Penerbit: Kitab Sarimin Tahun Terbit: 2008 Tebal: 286 halaman ISBN: 978-979-187-7 Kondisi: New Old Stock Buku Presiden Guyonan yang berisi 54 judul karangan Butet Kartaredjasa ini, merupakan sketsa-sketsa sosial yang muncul dalam kolom mingguan di koran Suara Merdeka, terbitan Semarang. Sketsa sosial itu tak ubahnya permainan monolog Butet yang selama ini dikenal sebagai aktor monolog. Selain dikenal sebagai penggiat kesenian khususnya seni teater, Butet juga seorang penulis. Lewat buku perdananya ini, Butet mengajak kita merenungi nasib bangsa dan membangun impian tentang sebuah Indonesia yang lebih baik. Semua disajikan dalam gaya tutur yang khas Butet: kocak berotak. Full jenaka. * "Kini dengan gembira saya menemukan hal yang selama ini tak saya temui: seorang komediwan, seorang yang bisa memadukan antara kemampuan seni pertunjukan dan kemampuan memproduksi humor. Butet Kartaredjasa menulis dengan menarik. Bahkan harus saya katakan: di pentas, kemampuan Butet yang tinggi untuk "seni-tiru", mime, acapkali dibatasi oleh tuntutan penonton yang cenderung menginginkan familiaritas, sehingga terjadi pengulangan. Sementara itu, dalam karya tulisnya, Butet punya kesempatan lebih luas." - Goenawan Mohamad "Tulisan Butet dalam suara alter-ego-nya, Mas Celathu, meneruskan tradisi Jawa sindiran dan kritik politik wong cilik dengan humor yang kental. Mas Celathu mengingatkan kita pada punakawan dalam wayang kulit, atau Pak Ageng dalam kolom Umar Kayam. Tetapi, tulisan Butet memang khas: sebagai pemain drama dan monolog, Butet piawai menangkap dialog dan ucapan. Bahasanya sangat hidup, dan tulisannya bisa dibaca (lebih tepatnya didengar) sebagai pagelaran!" - Jennifer Lindsay
    Rp 60.000,00
  • Buku - Aku India 2
    Buku - Aku India 2

    Aku & Film India Melawan Dunia – Buku II – Mahfud Ikhwan

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 218 halaman ISBN: 978-602-1318-47-8 Kondisi: Baru Menjadi penonton film India di Indonesia sama seperti menjadi sudra: terlalu memalukan untuk diakui dan terlunta-lunta sendiri. Apa benar negara dengan produksi film tahunan terbanyak di seluruh dunia itu tak punya film-film yang membanggakan? Ini buku pengalaman menonton film India. Tentang nostalgia, perjuangan menonton, dan kisah-kisah tentang sejumlah film terbaik yang pernah dihasilkan manusia di muka bumi - film-film dari India, sebuah negara dengan amat banyak kemiripan dengan Indonesia. * Karya penulis pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Involusi Pertanian
    Buku - Involusi Pertanian

    Involusi Pertanian – Proses Perubahan Ekologi di Indonesia – Clifford Geertz

    , ,
    Pengantar: Benjamin Higgins Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxii+218 hlm ISBN: 979-979-9542-38-3 Kondisi: Baru Satu lagi karya dari seorang antropolog budaya paling berpengaruh di Amerika Serikat selama tiga dekade yang menggunakan Indonesia sebagai objek penelitiannya. Karya ini awalnya merupakan bab pertama esai programatis Clifford Geertz, “The Development of the Javanese Economy: A Sosio-Cultural Approach”—hasil dari penelitian proyek yang dilakukan Massachusetts Institute of Technology pada 1956. Banyak pengembangan dan perbaikan dilakukan terhadap tulisan tersebut sehingga buku tentang kemunduran pertanian di Indonesia ini dapat lahir. Seperti penelitian yang dilakukan sebelumnya, Geertz menggabungkan beberapa disiplin ilmu dalam karya antropologinya. Kali ini dengan menggunakan berbagai pendekatan - utamanya ekologis - Geertz mendeskripsikan perkembangan penggunaan lahan di Indonesia pada masa kolonial Belanda dari abad ke-17 hingga abad ke-20. Sistem Tanam Paksa yang diterapkan pemerintah kolonial ketika itu nyatanya tidak berhasil menjadikan pertanian Indonesia mengalami evolusi, tetapi sebaliknya. Involusi ini menjadikan pertanian hanya sebagai tempat penampungan penduduk yang terus bertambah serta kemiskinan yang dibagi rata (shared poverty). Menurut antropolog ini, sistem pertanian dan sistem budaya menjadi pemicu dari kondisi involutif tersebut. Selain itu, dikotomi sawah-ladang dan Indonesia Bagian Dalam (Jawa)-Indonesia Bagian Luar (Luar Jawa) yang digunakan Geertz memperlihatkan perbedaan mencolok pola penggunaan lahan yang sedikit banyak dapat merefleksikan keadaan sosial budaya masyarakat Indonesia pada saat itu.
    Rp 95.000,00
  • Buku - Filsafat Timur
    Buku - Filsafat Timur

    Filsafat Timur – Sebuah Pengantar Hinduisme & Buddhisme – Matius Ali

    , ,
    Penerbit: Sanggar Luxor Tahun Terbit: 2013 Tebal: vi + 294 halaman ISBN: 978-979-98484-4-4 Kondisi: Baru Setiap sistem filsafat bermula dengan analisis unsur-unsur yang membangun eksistensi dan pengalaman manusia. Kemudian, mereka mencoba menjelasan hubungan antara kedua kategori unsur utama, yakni: Roh Absolut dan Alam. Akhirnya, tujuan mereka adalah untuk mendefinisikan serta menjelaskan Roh Absolut, agar dapat mencapai pembebasan melalui realisasi pribadi. Enam sistem filsafat ortodoks India yang disampaikan dalam sistem klasik disebut Shad Dasharnas. Aliran pemikiran filsafat tersebut dikembangkan sebagai hasil dan pengetahuan yang dipadatkan melalui masa Weda, Brahmana, Upanishad, dan Prana, dalam sejarah pemikiran India. Sistem-sistem itu berasal dari para pertapa dan orang-orang bijak India, sebagai hasil realisasi spiritual serta penglihatan kontemplatif mereka. Buku ini bertujuan mengantarkan pembaca mengenal sistem-sistem tersebut.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Pemberontak - Camus
    Buku - Pemberontak - Camus

    Pemberontak – Albert Camus

    , , ,
    Penerbit: NARASI dan Pustaka Promethea Tebal: 578 halaman Kondisi: Baru "Dengan bukunya ini, Albert Camus masuk dalam silsilah orang-orang terhormat yang dimulai dari Montaigne. Eseinya ini boleh disebut sebagai ziarah intelektual terhadap surga di Bumi. Sebuah biografi tentang pemberontakan Eropa yang pecah bersama Revolusi Prancis - dalam arti yang lebih mendalam merupakan sebuah autobiografi." - Manes Spenber, The New York Times "Buku ini adalah segugusan pemikiran dalam tradisi besar logika Prancis. Di sini, tak ditemukan jejak-jejak sentimentalitas, retorika, ataupun jargon-jargon yang hanya dipahami segelintir orang. Argumennya dihidupkan oleh gairah yang terjaga ketat dan sebuah gaya sastra yang bertabur dengan frase-frase yang berkelebat cemerlang serta aforisme-aforisme yang memukau. Namun di atas segalanya, yang menggembirakan dari esei Albert Camus adalah di sini kita dapat mendengar suara manusia yang teguh memegang nilai-nilai kesusilaan." - Charles J. Rolo, The Atlantic
    Rp 110.000,00
  • Buku - Arsitek Soejoedi
    Buku - Arsitek Soejoedi

    Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi – Budi A. Sukada

    , , , ,
    Penerbit: Gubahlaras Arsitek & Perencana Tahun Terbit: 2011 Tebal: 237 halaman ISBN: 978-602-98519-0-8 Kondisi: Baru "Buku ini mengajak kita untuk menatap perkembangan arsitektur di Eropa, dan selanjutnya menyikapi perkembangan duni arsitektur di Indonesia. Khususnya gagasan-gagasan dari karya Soejoedi. Buku ini dapat menjadi panduan singkat dan tepat agar arsitek generasi muda akan menjadi arsitek idealis sekaligus realistis dalam mempersiapkan perkembangan dan kehidupan arsitektur Indonesia untuk masa kini dan masa depan." - Josef Prijotomo "Soejoedi sejak kuliah di ITB, TH Delft, dan TU Berlin mendambakan arsitektur Nusantara yang didasari oleh kearifan lokal, dalam bahasa arsitektur modern internasioal. Karya-karyanya pun kemudian merupakan kenyataan terbangun (built statement). Aksen Pendopo (shelter) dalam bahasa beton tercermin pada karyanya. Penyesuaiannya kepada iklim lokal membuat bangunannya kokoh tapi ringan dengan mengangkat badan bangunan berat lepas dari Bumi. Belum pula pesonanya terhadap kecantikan alam Sawah Berteras, baginya sebagai puisi (Asean, Villa Arsyad.) Soejoedi menyumbang peran yang tidak terhingga dalam perjalanan menuju arsitektur modern Indonesia." - Han Awal
    Rp 330.000,00
  • Majalah - Subversi
    Majalah - Subversi

    SUBVersi: Kolase Cerita Kecil & Jaringan Kota Surabaya (Dwibahasa: Indonesia dan Inggris)

    , , , , ,
    Editor: Anas Hidayat, Erlin Goentoro, kathleen azali Editor Inggris: Martine Randolphe, Will Glasscock, Noel Schroeder, Matthew Borden, Joseph Taylor Penerbit: Ayorek! berkolaborasi dengan Rujak Centre for Urban Studies Tahun terbit: 2013 Bahasa: Indonesia dan Inggris Kondisi: Baru This book presents a variety of (hi)stories of Surabaya that you may not be familiar with. The story of the larung along the Bratang Tangkis riverside village. Some recurring fashion tendencies in some malls in Surabaya. The Gembong flea and wet market. The trails of the defunct-but-soon-to-be-revived trams of Surabaya, and its 90-years-old ex-driver. How the visually impaired students and teachers navigate their ways through this hot and congested city. The gold shop owner in the Pasar Atom observing the first "modern" shopping centre in Surabaya built in 1970s. Also in this book: wonderful routes for the adventurous to explore o foot. Short reviews of books about Surabaya. Delicious dishes you can find in the cit: iwak pe (stingray), pickled vegetable salad, and karak satay. They around us.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Manusia Indonesia - Mochtar Lubis
    Buku - Manusia Indonesia - Mochtar Lubis

    Manusia Indonesia – Mochtar Lubis

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2012 Jumlah Halaman: viii + 140 halaman ISBN: 978-979-461-818-9 Kondisi: Baru Pidato kebudayaan Mochtar Lubis (1977) di Taman Ismail Marzuki (TIM) diterbitkan menjadi buku berjudul Manusia Indonesia. Karena gaya dan sikapnya yang lugas dalam mengupas terutama sifat-sifat negatif orang Indonesia, buku ini menimbulkan pendapat pro dan kontra, selain membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia. Sifat-sifat manusia Indonesia yang dimaksud ialah munafik, tidak mau bertanggungjawab, berperilaku feodal, percaya pada takhyul, berbakat seni, dan lemah karakternya. Stereotipe ini tentu saja tidak semuanya benar, namun tidak juga seluruhnya salah. Ketika reformasi sedang berkembang, sosok manusia Indonesia seperti dilukiskan di atas lebih kuat lagi aktualitas dan relevansinya. beberapa penyebabnya ialah pendidikan, sistem, dan struktur politik yang ikut mengentalkan sifat-sifat negatif tersebut. dari kedua sudut pandang tersebut, buku Manusia Indonesia menyajikan bahan dan permulaan kerangka yang berguna untuk membangun kembali manusia Indonesia yang sedang porak-poranda.
  • Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia
    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia

    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia – Peter Carey dan Suhardiyoto Haryadi

    , ,
    Pengantar: Rimawan Pradiptyo Epilog: Pujo Semedi Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Jilid: Soft Cover Tebal: 262 halaman Kondisi: Baru Korupsi menjadi isu abadi, isu yang selalu menghantui Tanah Air. Bahkan, sejak zaman Diponegoro (1785-1855)! Masalah korupsi juga menjadi pemicu utama Perang Jawa (1825-1830) meskipun tak pernah sekalipun dibahas dalam buku-buku sejarah di sekolah. Selama hampir 200 tahun sejak Diponegoro menampar patih di hadapan para kerabat sultan di Keraton Yogya, isu korupsi dan cara menghadapinya tidak banyak mengalami perubahan. Arus uang yang melimpah oleh kedatangan penyewa tanah dari Eropa setelah Agustus 1816 di Pulau Jawa—berbarengan dengan berakhirnya kekuasaan Raffles (1811-1816) dan Hindia Timur dikembalikan kepada Belanda—membuka jalan bagi para pejabat pribumi bertindak korup. Cara-cara yang dilakukan Danureja IV di Yogya untuk cepat memperkaya diri adalah contohnya. Tidak selesai sampai di situ. Korupsi terjadi saat Indonesia tumbuh menjadi bangsa, mengalami jatuh bangun, dan masih ada sampai sekarang. Sungguh riwayat yang suram. Buku ini membawa kita menilik kembali kompleksitas korupsi dengan mengurai budaya korupsi di Indonesia dari zaman Daendles (1808-1811) sampai masa Reformasi.Terlebih menarik, buku ini juga memberi perbandingan sejarah aktivitas korupsi dan cara pencegahannya di negeri-negeri Eropa, terutama Inggris selama abad ke-18 'yang panjang' (1660-1830). Melalui buku ini, sejarawan Peter Carey bersama mantan wartawan Suhardiyoto Haryadi membuktikan betapa seriusnya persoalan korupsi mengancam nasib hidup bangsa dan negara. Sebab korupsi di berbagai negara mengakibatkan hal yang sama. Semuanya sama-sama meruntuhkan sendi-sendi bangsa.
    Rp 145.000,00
  • Identity Crisis - Brian Arnold
    Identity Crisis - Brian Arnold

    Identity Crisis – Reflections on Public & Private Life in Contemporary Javanese Photography – Brian Arnold

    , , , ,
    Afterhours, Jakarta, Indonesia, 2017. In English. 134 pp., 9¾x11". This limited-edition, serial-numbered book is the result of a three-year study of contemporary photography by Brian Arnold made across the island of Java. Working with a grant from the American Institute for Indonesian Studies, Brian traveled Java teaching and lecturing on photography at a variety of institutions and universities. In doing so, he engaged the developing ideas and patterns on photography emerging in the Javanese art schools and markets. The resulting book focuses on a group of artists and photographers addressing issues of personal or cultural identity, questioning or examining the forces that shape each of the individual photographers and the communities they represent, while also looking at the emergence and discourse of art photography in Java today. Featuring work by a number of important photographers and artists working around the island – including Krisna Murti, Wimo Ambala Bayang, Jim Allen Abel, Angki Purbandono, Dito Yuwono, Deden Durahman, Henrycus Napit Sunargo, Arum Tresnaningtyas Dayuputri, Amran Malik Hakim, and Tino Djumini – as well as historical photographs from the collections at the National Gallery of Art in Australia, the New York Public Library for the Performing Arts, and Cornell University, the book offers a unique perspective on the emerging trends of fine art photography across Java. Brian’s accompanying text offers historical and global contexts for understanding the uses of photography in Indonesia today, and includes some of his own pictures made while working in Java. An afterward by art historian and writer Aminudin TH Siregar provides further historical context for looking at photography in Indonesia.
    Rp 770.000,00
  • Buku - Sejarah Pemikiran Politik Klasik (2)
    Buku - Sejarah Pemikiran Politik Klasik (2)

    Sejarah Pemikiran Politik Klasik – Dari Prasejarah Hingga Abad ke-4 M – Martin Suryajaya

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Marjin Kiri ISBN: 978-979-1260-60-2 Tebal: xvi + 347 hlm Dimensi: 14.8 x 21.0 cm Apa itu politik? Sejak kapankah tatanan politik muncul? Seperti apakah bentuk pemerintahan yang paling ideal itu? Apa sajakah komponen dari pengetahuan politik? Apakah hubungan antara politik dan etika? Bagaimanakah wacana soal kebebasan muncul untuk pertama kalinya? Itulah sebagian pertanyaan yang diajukan dan diuraikan dalam Sejarah Pemikiran Politik Klasik: Dari Prasejarah Hingga Abad ke-4 M. Buku ini merupakan buku pertama dari seri buku “Sejarah Pemikiran Politik” yang direncanakan terbit dalam empat jilid dan mencakup hingga pemikiran politik terkini. Untuk buku pertama ini, diuraikan tentang sejarah perkembangan pemikiran politik sejak masa prasejarah hingga abad ke-4 Masehi, dalam tradisi Barat maupun Timur. Pemikir yang dibahas mencakup sosok yang relatif dikenal seperti Plato, Aristoteles, dan Cicero, hingga sosok yang masih langka dibahas di Indonesia, seperti Thoukydides, Polybios, dan Kautilya. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna bagi kajian sosial dan politik, sejarah pemikiran serta filsafat.
    Rp 89.000,00
  • Buku-SejarahEstetika
    Buku-SejarahEstetika

    Sejarah Estetika – Martin Suryajaya

    , , ,
    Kondisi: Baru Format: Hard Cover Penerbit: Gang Kabel, Indie Book Corner Tahun Terbit: 2016 Tebal halaman: 944 Dalam buku setebal nyaris 1000 halaman ini, diuraikan sejarah estetika sebagai filsafat kesenian sejak masa prasejarah hingga abad ke-21. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna dalam kritik seni dan sastra, kurasi maupun praktik berkesenian itu sendiri. *** Apa yang kita bayangkan jika mendengar kata “estetika” di masa kini? Klinik kecantikan—bagi kaum perempuan khususnya—dengan fasad kaca bening dihiasi citra raut cantik yang tampak bling-bling? Pemerintah Orde Lama dimasa lalu sering disebut berbakat “estetik” karena lebih mementingkan bentuk ketimbang isi, dan dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang dandy. Buku ini membentang-luaskan sejarah pemikiran dan perdebatan tentang wacana yang kita sebut “estetika”. Inilah warisan dari abad ke-18 yang mengadopsi kata dalam bahasa Yunani, “aesthêsis” yang berarti pencerapan inderawi. Melalui wacana estetika, seni dikaji sebagai gugus estetik (aesthetic entities), dan segera dibedakan dengan entitas nalar atau pikiran rasional (noetic entities). Kaitan estetika dengan “yang indah” kiranya bermula dari kajian mengenai hal-ihwal yang kita persepsi, apakah berkenaan dengan “sikap estetik” atau “obyek estetik”. Keyakinan pada masa pencerahan bahwa di dalam diri kita ada semacam kemampuan untuk menghayati cita-rasa (disebut “Faculty of Taste”), mendorong munculnya pembedaan antara apa yang dianggap indah dan tidak indah. Pengalaman estetik—berhubungan dengan “sikap estetik” dan “obyek estetik”—merangsang masalah baru ketika muncul anggapan bahwa ada orang yang memiliki cita-rasa lebih canggih ketika berhadapan dengan ekspresi seni dibandingkan yang lain, yang “selera”nya dianggap belum cukup berkembang. Sebagai studi tentang gejala yang disebut “yang indah”, kajian estetika sebenarnya tidak terbatas pada lingkup seni, karena keindahan tidak hanya melekat pada fenomena artistik, tapi juga alam. Inilah jalur estetika sebagai perkembangan dari tradisi filsafat keindahan. Ketika studi estetika kelak dimaknai sebagai filsafat seni, muncul anggapan bahwa semua yang dianggap seni mestinya memiliki bobot estetik. Tapi kemudian perkembangan seni justru menunjukkan, bahwa menjadi estetis bukanlah syarat yang diperlukan oleh seni. Dalam arti itulah “filsafat seni” berpisah dengan estetika yang berkutat dengan ihwal persepi serta ideal-ideal keindahan. Buku “Sejarah Estetika” karya Martin Suryajaya ini justru memaparkan, bahwa gejala yang belakangan kita kaitkan dengan istilah “estetika” sejak abad ke-18 sesungguhnya bisa saja dilacak sampai jauh ke belakang. Ketika manusia mulai menggunakan alat-alatnya yang paling bersahaja untuk bertahan hidup, pada saat itulah lahir suatu bentuk – sesuai dengan kegunaan praktisnya—yang bias dipersepsi secara “estetis”. Martin dengan telaten menyusuri gejala “bentuk” keindahan sejak masa purba: kapak batu dari zaman “teknologi Oldowan” yang ditemukan di Ngarai Olduvai, daratan Afrika, berasal dari zaman Paleolitik Rendah (sekitar 2,6 juta tahun SM). Bentuk benda ini sudah diasah dan ujungnya menunjukkan kepekaan pada “estetika” yang kekal, apa lagi kalau bukan rupa-kesetangkupan” (simetri). (Teknologi) kapak batulah yang dipersepsi Martin melahirkan karya seni pertama di dalam perjalanan peradaban manusia. Itulah pula rupa “yang indah” yang tetap berhubungan dengan rasa-merasa estetis kita di masa kini. Jika di dalam sejarah seni (rupa), ahli sejarah seni menempatkan “tangan yang melambai” di dinding batu sebagai karya seni pertama, itu adalah bias sensibilitas modern yang terlanjur membikin “distingsi dari abad ke-19 antara apa yang kita sebut sebagai “seni murni” (fine art) dan “seni terapan” (applied art). Dengan buku ini, Martin keluar dari kebiasaan orang membahas estetika, yang umumnya membuat semacam garis besar, misalnya dari masa Yunani klasik atau masa modern sebagai jalan pintas untuk memasuki wacana estetika. Untuk memahami hubungan yang lebih rumit antara estetika dan perkembangan berbagai cabang seni, maka bagi Martin, estetika tidak lagi dianggap cukup untuk dipahami sebagai jalur dalam “filsafat keindahan”, melainkan sebagai “filsafat kesenian”. Alih­-alih mengatakan bahwa filsafat seni berpisah dari kajian mengenai estetika, Martin justru mempertahankan istilah dan keluasan kajian “estetika” (refleksi tentang nilai estetis, pengalaman estetis, seni yang non atau kontra-estetis, hubungan seni dan masyarakat, dan seterusnya) sebagai “filsafat kesenian”. Di situlah letak sumbangan estetika bagi perkembangan seni, yakni “sumbangan teoritisnya yang berguna dalam perumusan kritik seni yang memadai”. Tentunya kita berharap bahwa dengan penerbitan buku ini, mereka yang terlibat di dunia seni lebih memahami kompleksitas perkembangan seni dan kait-kelindannya dengan wacana estetika. Para seniman tidak sekadar ge-er membayang-bayangkan seni yang manapun lahir mendahului refleksi teoritis, istilah “keindahan” atau “anti keindahan” digunakan sebatas jargon tanpa mengenali argumen-argumen yang kaya yang menjelujur jauh di belakang perdebatan itu. Mestinya sudah sejak lama buku semacam ini hadir di dalam khazanah pustaka seni kita. Energi dan ketekunan studi Martin Suryajaya untuk mendedahkan jelujur perdebatan di dalam sejarah estetika dan pemikiran seni sungguh menantang. Tanpa bermaksud membangun sebuah system pemikiran tentang estetika, dia yakin bahwa “kerja membangun sistem baru dapat dilakukan setelah survey sejarah pemikiran dituntaskan”. Dengan kata lain, buku ini mengisi lubang besar paparan sejarah mengenai estetika dalam khasanah bacaan seni kita di Indonesia yang selama dibiarkan menganga lebar, lubang yang membuat berbagai perdebatan seni sering kejeblos tanpa arah dan rujukan memadai.
    Rp 275.000,00
Subscribe