Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Sejarah, Filsafat, Budaya

Filters

Showing 217-240 of 264 products

View 24/48/All

Filter by price

217-240 of 264 products

  • Buku-Mustikarasa2
    Buku-Mustikarasa2

    Mustikarasa – Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

    , , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-9402-69-8 Penerbit: Komunitas Bambu Kelompok: Resep Masakan Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxxiv + 1208 hlm Jilid: Hard Cover Berat: 1.5 kg Pengantar: JJ Rizal Jenis Kertas: Bookpaper   Mustikarasa merupakan kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia warisan Presiden Sukarno. Sebab buku ini lahir atas gagasan Proklamator Republik Indonesia yang pencinta makanan dan merasa bahwa makanan adalah persoalan penting. Tak ayal makanan pun menjadi bagian dari derap politik revolusi yang didengungkan Sukarno sejak akhir 1950-an. Sukarno sebagai presiden memerintahkan mengumpulkan resep masakan Indonesia selengkap-lengkapnya. Bukan saja untuk mendokumentasikan dan menyelamatkan kekayaan warisan makanan minuman Indonesia yang beragam serta kaya pengaruh hasil silang budaya dalam sejarahnya yang panjang bertemu aneka bangsa, tetapi juga sebagai upaya memberi basis bagi politik pemertahanan pangan.
    Rp 400.000,00
  • Buku-SejarahEstetika
    Buku-SejarahEstetika

    Sejarah Estetika – Martin Suryajaya

    , , ,
    Kondisi: Baru Format: Hard Cover Penerbit: Gang Kabel, Indie Book Corner Tahun Terbit: 2016 Tebal halaman: 944 Dalam buku setebal nyaris 1000 halaman ini, diuraikan sejarah estetika sebagai filsafat kesenian sejak masa prasejarah hingga abad ke-21. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna dalam kritik seni dan sastra, kurasi maupun praktik berkesenian itu sendiri. *** Apa yang kita bayangkan jika mendengar kata “estetika” di masa kini? Klinik kecantikan—bagi kaum perempuan khususnya—dengan fasad kaca bening dihiasi citra raut cantik yang tampak bling-bling? Pemerintah Orde Lama dimasa lalu sering disebut berbakat “estetik” karena lebih mementingkan bentuk ketimbang isi, dan dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang dandy. Buku ini membentang-luaskan sejarah pemikiran dan perdebatan tentang wacana yang kita sebut “estetika”. Inilah warisan dari abad ke-18 yang mengadopsi kata dalam bahasa Yunani, “aesthêsis” yang berarti pencerapan inderawi. Melalui wacana estetika, seni dikaji sebagai gugus estetik (aesthetic entities), dan segera dibedakan dengan entitas nalar atau pikiran rasional (noetic entities). Kaitan estetika dengan “yang indah” kiranya bermula dari kajian mengenai hal-ihwal yang kita persepsi, apakah berkenaan dengan “sikap estetik” atau “obyek estetik”. Keyakinan pada masa pencerahan bahwa di dalam diri kita ada semacam kemampuan untuk menghayati cita-rasa (disebut “Faculty of Taste”), mendorong munculnya pembedaan antara apa yang dianggap indah dan tidak indah. Pengalaman estetik—berhubungan dengan “sikap estetik” dan “obyek estetik”—merangsang masalah baru ketika muncul anggapan bahwa ada orang yang memiliki cita-rasa lebih canggih ketika berhadapan dengan ekspresi seni dibandingkan yang lain, yang “selera”nya dianggap belum cukup berkembang. Sebagai studi tentang gejala yang disebut “yang indah”, kajian estetika sebenarnya tidak terbatas pada lingkup seni, karena keindahan tidak hanya melekat pada fenomena artistik, tapi juga alam. Inilah jalur estetika sebagai perkembangan dari tradisi filsafat keindahan. Ketika studi estetika kelak dimaknai sebagai filsafat seni, muncul anggapan bahwa semua yang dianggap seni mestinya memiliki bobot estetik. Tapi kemudian perkembangan seni justru menunjukkan, bahwa menjadi estetis bukanlah syarat yang diperlukan oleh seni. Dalam arti itulah “filsafat seni” berpisah dengan estetika yang berkutat dengan ihwal persepi serta ideal-ideal keindahan. Buku “Sejarah Estetika” karya Martin Suryajaya ini justru memaparkan, bahwa gejala yang belakangan kita kaitkan dengan istilah “estetika” sejak abad ke-18 sesungguhnya bisa saja dilacak sampai jauh ke belakang. Ketika manusia mulai menggunakan alat-alatnya yang paling bersahaja untuk bertahan hidup, pada saat itulah lahir suatu bentuk – sesuai dengan kegunaan praktisnya—yang bias dipersepsi secara “estetis”. Martin dengan telaten menyusuri gejala “bentuk” keindahan sejak masa purba: kapak batu dari zaman “teknologi Oldowan” yang ditemukan di Ngarai Olduvai, daratan Afrika, berasal dari zaman Paleolitik Rendah (sekitar 2,6 juta tahun SM). Bentuk benda ini sudah diasah dan ujungnya menunjukkan kepekaan pada “estetika” yang kekal, apa lagi kalau bukan rupa-kesetangkupan” (simetri). (Teknologi) kapak batulah yang dipersepsi Martin melahirkan karya seni pertama di dalam perjalanan peradaban manusia. Itulah pula rupa “yang indah” yang tetap berhubungan dengan rasa-merasa estetis kita di masa kini. Jika di dalam sejarah seni (rupa), ahli sejarah seni menempatkan “tangan yang melambai” di dinding batu sebagai karya seni pertama, itu adalah bias sensibilitas modern yang terlanjur membikin “distingsi dari abad ke-19 antara apa yang kita sebut sebagai “seni murni” (fine art) dan “seni terapan” (applied art). Dengan buku ini, Martin keluar dari kebiasaan orang membahas estetika, yang umumnya membuat semacam garis besar, misalnya dari masa Yunani klasik atau masa modern sebagai jalan pintas untuk memasuki wacana estetika. Untuk memahami hubungan yang lebih rumit antara estetika dan perkembangan berbagai cabang seni, maka bagi Martin, estetika tidak lagi dianggap cukup untuk dipahami sebagai jalur dalam “filsafat keindahan”, melainkan sebagai “filsafat kesenian”. Alih­-alih mengatakan bahwa filsafat seni berpisah dari kajian mengenai estetika, Martin justru mempertahankan istilah dan keluasan kajian “estetika” (refleksi tentang nilai estetis, pengalaman estetis, seni yang non atau kontra-estetis, hubungan seni dan masyarakat, dan seterusnya) sebagai “filsafat kesenian”. Di situlah letak sumbangan estetika bagi perkembangan seni, yakni “sumbangan teoritisnya yang berguna dalam perumusan kritik seni yang memadai”. Tentunya kita berharap bahwa dengan penerbitan buku ini, mereka yang terlibat di dunia seni lebih memahami kompleksitas perkembangan seni dan kait-kelindannya dengan wacana estetika. Para seniman tidak sekadar ge-er membayang-bayangkan seni yang manapun lahir mendahului refleksi teoritis, istilah “keindahan” atau “anti keindahan” digunakan sebatas jargon tanpa mengenali argumen-argumen yang kaya yang menjelujur jauh di belakang perdebatan itu. Mestinya sudah sejak lama buku semacam ini hadir di dalam khazanah pustaka seni kita. Energi dan ketekunan studi Martin Suryajaya untuk mendedahkan jelujur perdebatan di dalam sejarah estetika dan pemikiran seni sungguh menantang. Tanpa bermaksud membangun sebuah system pemikiran tentang estetika, dia yakin bahwa “kerja membangun sistem baru dapat dilakukan setelah survey sejarah pemikiran dituntaskan”. Dengan kata lain, buku ini mengisi lubang besar paparan sejarah mengenai estetika dalam khasanah bacaan seni kita di Indonesia yang selama dibiarkan menganga lebar, lubang yang membuat berbagai perdebatan seni sering kejeblos tanpa arah dan rujukan memadai.
    Rp 275.000,00
  • Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik
    Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik

    Petani, Priayi, dan Mitos Politik (Esai-esai Sejarah) – Dr. Kuntowijoyo

    , ,
    Kondisi: baru Penerbit: Matabangsa ISBN: 978-979-9471-25-3 Dengan memahami sejarah, kita menjadi memiliki alternatif untuk memahami gejala aktual, sekaligus alternatif untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual. Apa yang ditulis Dr. Kuntowijoyo dalam buku ini ––mengenai radikalisasi petani di tahuan 1960-an, dunia priayi di awal abad kedua puluh, dan mistisisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah pantai utara Jawa, dll.–– mengandung kekuatan seperti itu.
    Rp 85.000,00
  • buku-mediabarutubuhdanruangpublik
    buku-mediabarutubuhdanruangpublik

    Media [Baru], Tubuh, dan Ruang Publik – Budiawan (Editor)

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Jalasutra Cetakan I, 2015 xxvi+274 hlm; 15 x 21 cm ISBN: 978-602-8252-40-9 Dalam pengertian “kebudayaan” sebagai “praktik penandaan” (atau “praktik pemaknaan”), terdapat dua hal penting: pertama, setiap “praktik penandaan” sebenarnya adalah satu bentuk operasi kuasa (exercise of power), atau sebaliknya, upaya untuk melakukan resistensi; kedua, karena “praktik penandaan” yang satu senantiasa bertemu dengan “praktik-praktik penandaan” yang lain, entah pertemuan itu berupa gesekan, tabrakan, atau negosiasi, maka “budaya” sebenarnya bisa dilihat sebagai medan pertarungan kuasa. “Kuasa” (power) dipahami dalam konteks yang luas, dari yang terlembagakan dan bersifat makro sampai yang personal, sehari-hari dan mikro, bahkan tak jarang termanifestasikan dalam hal-hal yang dianggap remeh, sepele, dan “tidak penting” dalam kehidupan banyak orang. Hal-hal yang disebut belakangan itulah yang cenderung menjadi pusat perhatian Cultural Studies. Esei-esei yang dihimpun di dalam buku ini berupaya memahami serta menjelaskan isu-isu yang menjadi fokus perhatian masing-masing sebagai medan pertarungan kuasa. Pemahaman dan penjelasan itu bersifat kontekstual dan partikular, karena Cultural Studies memang tidak berpretensi membangun generalisasi-generalisasi.
    Rp 85.000,00
  • buku-perempuanjawa
    buku-perempuanjawa

    Perempuan Jawa – Titi Surti Nastiti

    , ,
    Kondisi: Baru Tahun terbit : 2016 Ukuran : 14,5 x 21 cm Halaman : 448 hlm Berat : 630gr Penerbit: Pustaka Jaya Buku ini merupakan rekonstruksi tentang kedudukan dan peranan perempuan dalam masyarakat Jawa abad VII-XV berdasarkan data tekstual (prasasti, sumber asing, naskah) dan data tekstual (area, figurin, relief). Dalam telaahnya, Titi Surti Nastiti, melihat adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan hampir di seluruh aspek kehidiipan, meliputi bidang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan seni. Dalam kesetaraan, kedudukan dan peranan perempuan bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari laki-laki. Demikian pula kedudukan dan peranan laki-laki bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari perempuan. Kesetaraan itu pula yang membuat perempuan pada masa Jawa Kuna bisa bergerak di ranah domestik sekaligus ranah publik.
    Rp 140.000,00
  • buku-duniasophie
    buku-duniasophie

    Dunia Sophie – Jostein Gaarder

    , ,
    ISBN: 9789794335741 Penerbit: Mizan Kategori: Filosofi Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahu. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: "Siapa kamu?" Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: "Dari manakah datangnya dunia?" Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu mempuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.
    Rp 135.000,00
  • Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja - Kardono Setyorakhmadi
    Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja - Kardono Setyorakhmadi

    Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja – Kardono Setyorakhmadi

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Mojok ISBN: 978-602-1318-13-3 Kawasan Indonesia Timur mendapat banyak stereotip. Umumnya dianggap sebagai non Islam. Padahal, di kawasan itu, Islam tumbuh dan berkembang dengan segala kekhasannya. Juga jika merunut ke belakang, ada empat Kerajaan Islam besar yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Melalui lawatan ke daerah-daerah yang mempunyai ikatan dengan Islam di Maluku dan Papua, Kardono Setyorakhmadi mendapati kenyataan yang jauh berbeda. Ia melihat keberadaan Islam justru tumbuh dan berkembang sangat kuat. Sama seperti di Jawa, Islam di Indonesia Timur juga mengalami proses pembumian dengan pengetahuan dan kearifan masyarakat setempat sehingga menimbulkan ragam keunikan. Di sana pula, ia menyaksikan tumbuh subur rasa saling menghargai, toleransi, dan belas kasih di antara pemeluk agama satu dan lainnya. Suatu praktik kehidupan beragama yang diidamkan terwujud. Buku ini penting bagi Anda yang mencintai Indonesia, dan masih punya harapan atas berlangsungnya keragaman di negeri ini.
    Rp 62.000,00
  • Playing Cities, Making Sport - Andy Fuller
    Playing Cities, Making Sport - Andy Fuller

    Playing Cities, Making Sport – Andy Fuller

    , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-70286-3-0 Penerbit: Tan Kinira Books "My body became the main field of encountering Jakarta. Until I became a teenager, I experienced my body as roads with holes, muddy laneways, floods in the rainy season, noisy buses, the smoke from exhaust pipes, shouts from conductors, fires in urban kampungs, traffic jams and the threats of hell from varying religions. Every morning, my uncle would grab me by the nose and order me to pray at dawn. I would pray while my hurt still stung. My older brother would then take me to play badminton with him. He never realised I have never liked any kind of sport." –Afrizal Malna, Introduction. "Football is a story with no end. It's a game that brings us together. And our code –Australian Rules football– is a sport that reflects who we are, what we want to be and how we've created our place in the world. Ours is a game of wide and open spaces, of a playing field that included once local river red guns and she-oaks, with rules that at their heart are egalitarian; allowing for all sorts of body shapes and sizes, all sorts of skill sets and character traits. It's a game with its own idiom, its own forms of self-expression, its own heroes and villains and tragedies and ways of storystelling. We barrack, we belong, and that's all that need be said." –Dugald Jellie, Epilogue.
    Rp 50.000,00
  • Sejarah Filsafat Tiongkok - Budiono Kusumohamiodjojo
    Sejarah Filsafat Tiongkok - Budiono Kusumohamiodjojo

    Sejarah Filsafat Tiongkok – Budiono Kusumohamiodjojo

    , ,
    Kondisi: Baru Ukuran: 14 x 21 cm Tebal: xxxvi + 276 hlm Kategori: Filsafat Penerbit: Jalasutra ISBN: 978-602-8252-51-5 Rasanya tidak berlebihan jika pelajaran berharga yang bisa kita tarik dari sejarah filsafat Tiongkok adalah seni ketangguhan, bagaimana mereka jatuh-bangun mengatasi pelbagai kemelut politik dalam negeri (yang acap terjadi di sekujur tiga milenium sejarah Tiongkok) maupun kemelut internasional (terutama dengan Jepang 1932-1945), bencana alam, juga kelaparan hebat dan pelbagai krisis lainnya sedemikian rupa sehingga Tiongkok menampilkan suatu peradaban yang sinambung sampai masuk ke zaman postmodern dan seterusnya. Menarik pelajaran dari filsafat Tiongkok pastilah akan berguna bagi kita sendiri. Seperti tulis Jonathan Fenby: kita berkepentingan untuk mengetahui, dari mana datangnya RRT, sehingga mereka menjadi seperti sekarang ini. Disposisi itu juga sejalan dengan apa yang pernah dikatakan oleh Konfusius dalam Ln-yu XV.11: "Barang siapa hendak memahami masa depan, dia harus tahu masa lalu". Itu pasti bukan narasi gampang, tetapi justru karena tidak gampang, penulis amat bernafsu untuk membongkarnya: mulai kosmologi dan ideosinkretisme, Konfusianisme, Mohisme, Daoisme, Kaum Dialektik, Ajaran Yin-Yang, Kaum Legalis, Buddhisme Tiongkok, hingga Kang Youwei.
    Rp 56.000,00
  • Psikologi Media Entertainment - LJ. Shurm (ed.)
    Psikologi Media Entertainment - LJ. Shurm (ed.)

    Psikologi Media Entertainment: Membedah Periklanan Subliminal dan Bujukan yang Tak Disadari Konsumen – LJ. Shurm (ed.)

    , ,
    Kondisi: Baru Tebal: xvi 480 hlm Cetakan: Pertama, Agustus 2010 Kategori: Marketing, Advertising, Kajian Media, Cultural Studies, Psikologi Divisi: Jalasutra ISBN: 978-602-8252-41-6 Pelekatan slogan 'minum Coke' dan 'makan jagung berondong' pada film Picnic telah meningkatkan penjualan Coke hingga 18% dan jagung berondong hingga 58% dalam waktu dua minggu setelah film itu tayang. Penjualan Reeses Pieces juga meningkat hingga 67%, beberapa bulan setelah pemirsa menyaksikan alien kecil tertarik mendatangi sebuah rumah, karena seorang bocah laki-laki meninggalkan jejak Reeses Pieces dari tempat persembunyian si alien menuju rumah si bocah dalam film E.T., besutan Spielberg. Inilah satu di antara bukti keampuhan periklanan subliminal (subliminal advertising) dalam membujuk konsumen tanpa sepengetahuan mereka. Di sini, garis batas antara entertainment dan persuasi semakin kabur. Kekaburan batas ini bisa memperlancar atau menghambat perubahan sikap, kepercayaan, dan persepsi. Untuk membahas hal ini, para ahli berkumpul dalam 21st Annual Advertising and Consumer Psychology Conference, di Omni Berkshire Place, New York City, pada 16-18 Mei 2002. Dan buku ini adalah perasan diskusi mereka. Selain itu, sejumlah bab tambahan juga diminta dari beberapa sarjana terkenal dalam bidang psikologi, pemasaran, dan komunikasi. Secara keseluruhan, buku ini merepresentasikan pemeriksaan multidisipliner atas sebuah proses yang telah tua (persuasi) yang mengambil wujud relatif baru (misalnya: penempatan produk, film untuk memperkuat merek dan program televisi, sponsor). Tujuannya untuk mengeksplorasi bagaimana persuasi bekerja dalam konteks-konteks tersebut dan untuk mengembangkan gagasan tentang apa yang menentukan persuasi, dengan harapan untuk menghasilkan bidang kajian dan konsumen yang lebih dapat dipahami.
    Rp 87.000,00
  • Gunung Pi: Kisah-kisah Matematika Paling Asyik - Ricard Preston
    Gunung Pi: Kisah-kisah Matematika Paling Asyik - Ricard Preston

    Gunung Pi: Kisah-kisah Matematika Paling Asyik – Ricard Preston

    , ,
    Kondisi: Baru Penulis: Ricard Preston Tebal: 172 hlm Ukuran: 11 x 18 cm ISBN: 979-99986-4-6 Terbit: 2005 Balapan mendapatkan jumlah desimal pi terbanyak amat gila-gilaan. Gregory dan David Chudnovsky sedang membidik rekor dua milyar digit pi. Mereka mengejar jumlah itu dengan mesin superkomputer rakitan sendiri, hal ini dilakukan karena mereka tak punya uang untuk menggunakan "superkomputer" sebenarnya. Tapi mengapa beberapa matematikawan terhormat menganggap perjuangan Gregory dan David sia-sia?
    Rp 25.000,00
  • Semiotik dan Filsafat Wayang - Sri Teddy Rusdy
    Semiotik dan Filsafat Wayang - Sri Teddy Rusdy

    Semiotik dan Filsafat Wayang – Sri Teddy Rusdy

    , ,
    Kondisi Baru ISBN 978-602-19954-9-5 Format Soft Cover Waktu Terbit 2015 Penerbit Yayasan Kertagama Jumlah Halaman 304 Seni pewayangan dan pedalangan banyak memuat berbagai ajaran moral, yang secara inheren berada di dalam cerita lakon, karakter tokoh wayang, sulukan wayang, dialog antartokoh wayang, tembang wayang, dan sebagainya. Maka etika dalam wayang sesungguhnya berkewajiban untuk meninjau, memahami, dan mengerti betul secara kritis dan mendasar tentang berbagai ajaran moral yang ada di dalam wayang. Selain menawarkan berbagai macam cabang seni, nilai moral dalam pergelaran wayang juga memberikan pencerahan kepada penontonnya tentang banyak hal ajaran kebijaksanaan untuk menuju ke arah kesempurnaan hidup. Buku ini memaparkan bahwa pergelaran wayang tidak hanya menampilkan hiburan lewat alunan suara swarawati, musik gamelan atau pun ketrampilan dalang menghidupkan boneka-boneka wayang, tetapi juga menawarkan nilai-nilai yang sangat berguna dalam kehidupan manusia. Tidak semua aspek etis dapat disampaikan, tetapi ada beberapa contoh yang dapat dikembangkan, misalnya tentang aspek nilai kepemimpinan, kepahlawanan, dan aspek nilai religiusitas.
    Rp 110.000,00
  • Perkotaan, Masalah Sosial - John Ingleson
    Perkotaan, Masalah Sosial - John Ingleson

    Perkotaan, Masalah Sosial – John Ingleson

    , ,
    Kondisi: Baru ISBN 978-602-6402-29-2 Format Soft Cover Waktu Terbit 2013 Penerbit Komunitas Bambu Buku ini tidak saja menyajikan soal buruh dan perburuhan, namun juga dinamika perkotaan kolonial dengan segala persoalan-persoalan sosialnya, mulai dari Depresi Ekonomi hebat 1930-an, pengangguran di kalangan keturunan Eropa, prostitusi sampai kecemasan-kecemasan masyarakat. Semua itu merupakan bagian penting kehidupan di Hindia Belanda yang masih belum mendapat perhatian sejarawan. Lewat tulisannya ini, John Ingleson memulai upaya memberi sumbangan bagi kemunculan seri sejarah urban/perkotaan masa kolonial. Hasil penelitian Ingleson menunjukkan bahwa dinamika perkotaan di Jawa masa kolonial amat mempengaruhi cikal-bakal munculnya gerakan buruh yang militan. Terutama pasa soal buruh dan perburuhan Ingleson memberi gambaran yang kaya tentang pengaruh situasi kolonial terhadap kondisi mereka. Termasuk soal Depresi Ekonomi 1930-an yang mengguncang masyarakat kolonial dan akibat-akibatnya pada buruh, jaminan sosial bagi buruh dan perjuangan yang telah dilakukan oleh sarekat buruh. Dikupasnya kondisi buruh upahan di Jawa, proses timbulnya kesadaran perjuangan buruh dan sarekat buruh serta faktor-faktor di belakangnya. Ditelusurinya pula kegagalan gerakan buruh dan bencana akibatnya. Ternyata sejarah menunjukkan bahwa perjuangan buruh hanya berhasil bila dilakukan lewat kerjasama erat dan berkesinambungan dengan organisasi dan partai politik, di samping juga konsolidasi yang dilakukan di kalangan buruh itu sendiri. Adalah menarik usaha perbaikan yang dicita-citakan kaum buruh di abad metode juga caranya lebih lengkap dan profesional bila dibandingkan dengan masa kini. Karya yang bukan saja masih relevan bagi masalah-masalah buruh sekarang, tetapi juga sekali lagi menunjukkan keberhasilan Ingleson menempatkan kaum buruh masa kolonial di tempat yang lebih terhormat, bukan sebagai figuran, namun sebagai aktor sentral di panggung sejarah Indonesia yang selama ini terlupakan.
    Rp 130.000,00
  • Napoleon dan Strategi Perang Modern - Conrad H. Lanza
    Napoleon dan Strategi Perang Modern - Conrad H. Lanza

    Napoleon dan Strategi Perang Modern – Conrad H. Lanza

    , , ,
    Kondisi Baru ISBN 9793731710 Format Soft Cover Waktu Terbit 2010 Penerbit Komunitas Bambu Jumlah Halaman 240 hal. Catatan: Diterjemahkan dari buku berjudul: Napoleon and modern war; his Military maxims, revised and annotated (Military service publishing company, 1943) Buku ini menyuguhkan kejeniusan taktik militer Napoleon. Taktik militer Napoleon yang sering disebut sebagai salahsatu jenderal terbesar sepanjang zaman itu diperinci dan dijelaskan secara lebih teknis. Dalam buku ini dipaparkan ihwal waktu yang tepat untuk menyerang dan bertahan atau mundur, melatih dan mengorganisasi pasukan, mengelabui, memata-matai serta cara-cara menghambat musuh.
    Rp 45.000,00
  • Onze Ong; Onghokham dalam Kenangan - David Reeve, JJ Rizal & Wasmi Alhaziri
    Onze Ong; Onghokham dalam Kenangan - David Reeve, JJ Rizal & Wasmi Alhaziri

    Onze Ong; Onghokham dalam Kenangan – David Reeve, JJ Rizal & Wasmi Alhaziri

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN13: 9789793731186 Tanggal Terbit: Desember 2007 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 374 Dimensi: 130 mm x 190 mm Onghokham, ia dapat seperangkat gelar: "sejarawan", "kolumnis", "intelektual publik", "koki", "penggila pesta", "antiquarian", "eksentrik". Terlahir sebagai Tionghoa peranakan yang "gila Belanda", kemudian menjadi Indonesia malih ke Jawa dan meninggal sebagai Tionghoa. Ia yang lahir pada 1 Mei 1933 hidup dalam berbagai pergolakan dari nasionalisme, perang kemerdekaan, modernisme, dan konflik ideologi-ideologi besar. Menghadapi dan mengalami perubahan politik sejak kolonialisme hingga era reformasi kini dan pemikiran pasca modernisme. Ong adalah "pohon sejarah" yang tumbuh dengan akar, dahan, ranting dan daun-daunnya yang kaya warna. Kekayaan warna hidup Onghokham itulah yang di dalam buku ini coba diperlihatkan oleh 52 sahabatnya dari dalam maupun luar negeri, yaitu: Adrian B. Lapian; Andi Achdian; Angus McIntyre; Anthony Reid; Asvi Warman Adam; Barbara Hatley; Barbara S. Harvey; Benedict Anderson; Benny Subianto; Charles A. Coppel; Christianto Wibisono; David Reeve; Dede Oetomo; Eka Budianta; Francesca Beddie; Frits J.E. Tan; Goenawan Mohamad; Hamish McDonald; Harold Crouch; Harry Tjan Silalahi; Heather Sutherland; Herwin Sumarda; Jacob Vredenbregt; Jakob Oetama; James T. Siegel; Jamie Mackie; JJ Rizal; Joel Rocamora; John McGlynn; Julia Suryakusuma; Kasijanto Sastrodinomo; Kevin Evans; Linawati Sidarto; Mary S. Heidhues; Mely G. Tan; Miriam Margolyes; Mohammad Iskandar; Mona Lohanda; Myra Sidharta; Paoke Hudyana & Jeffrey Hendra; Peter Sie; Pia Alisjahbana; Richard Chauvel; Roger Paget; Ruth McVey; Sidney Jones; Taufik Abdullah; Thee Kian Wie; Toeti Kakiailatu; Tony Pratt; Wasmi Alhaziri; Wilson; dan Yang Suwan
    Rp 50.000,00
  • Ni Hoe Kong; Kapitein Tionghoa di Betawie dalem Taon 1740 - B. Hoetink
    Ni Hoe Kong; Kapitein Tionghoa di Betawie dalem Taon 1740 - B. Hoetink

    Ni Hoe Kong; Kapitein Tionghoa di Betawie dalem Taon 1740 – B. Hoetink

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9791570620 ISBN13: 9789791570626 Tanggal Terbit: September 2007 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 192 Dimensi: 115 mm x 175 mm Liem Koen Hian (Tokoh gerakan nasionalis tionghoa Indonesia pejuang persamaan hak dan keberagaman) menerjemahkan nya untuk membeberkan peristiwa itu dan bagaimana Nie Hoe Kong menjadi mangsa empuk korban kejahatan VOC. Sejumlah lithografi sejaman yang menjadi ilustrasi buku ini menguatkan imajinasi historis setiap pembaca untuk menghayati peristiwa tragis tiga setengah abad lalu itu.
    Rp 35.000,00
  • Samurai; Sejarah dan Perkembangannya - H. Paul Varley
    Samurai; Sejarah dan Perkembangannya - H. Paul Varley

    Samurai; Sejarah dan Perkembangannya – H. Paul Varley

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9793731400 ISBN13: 9789793731407 Tanggal Terbit: 2008 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman : 200 Dimensi: 130 mm x 190 mm Samurai adalah karya Paul Varley yang meskipun singkat tetapi mampu melacak jejak evolusi kaum samurai dari asal mulanya hingga ke masa modern. Varley menjelajah sejarah Jepang ribuan tahun yang lalu untuk menganalisa kedudukan kaum samurai sebagai institusi penting dan besar pengaruhnya dalam sejarah Jepang. Kaum samurai berkontribusi penting dalam membuat kekuasaan feodal dan tradisi militeristik Jepang. Bahkan ketika Jepang telah memasuki pintu zaman modern pada akhir abad ke-19 dan kaum samurai kehilangan kekuasaannya, spirit samurai terus hidup di antara masyarakat Jepang. Spirit samurai jadi way of life, perlambang kehormatan dan martabat. Terutama spirit itu terwujud dalam semangat kaum militer dan rakyat Jepang untuk menempuh "jalan samurai"- tradisi-budaya berani menghadapi maut-ketika terlibat dalam Perang Dunia II, seperti tercermin dalam semangat kamikaze. Dibantu oleh Ivan Morris, seorang penerjemah sastra Jepang,dan Nobuko Morris, seorang produser teater, karya Varley ini adalah ulasan menyeluruh yang tajam dan kritis mengenai samurai berdasar pada sumber sejarah, sastra dan lakon teater Jepang. Dengan 59 buah ilustrasi di dalamnya, gaya narasi sastra dalam buku ini akan semakin terasa gregetnya.
    Rp 45.000,00
  • Orang Cina, Bandar Tol, Candu dan Perang Jawa - Peter Carey
    Orang Cina, Bandar Tol, Candu dan Perang Jawa - Peter Carey

    Orang Cina, Bandar Tol, Candu dan Perang Jawa – Peter Carey

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9793731192 ISBN13: 9789793731193 Tanggal Terbit: Maret 2008 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 160 Dimensi: 130 mm x 190 mm Sebuah buku penelitian yang kaya dan sangat menarik tentang hubungan orang keturunan Cina dan orang Jawa pada abad ke-19. Goenawan Mohamad Pendiri dan kolomnis majalah TEMPO Analisis yang tajam serat didukung oleh studi pustaka yang mengagumkan dari berbagai sumber-khususnya babad dan arsip berbahasa Belanda, Jawa dan Inggris-menjadikan studi Peter Carey ini salahsatu acuan klasik dalam sejarah Jawa maupun sejarah orang Cina di Jawa/Indonesia. Didi Kwartanada Kandidat PhD di History Department-Asia Research Institue, National University of Singapure (NUS)
    Rp 80.000,00
  • Kota Yogyakarta Tempo Doeloe - Abdurrahman Surjomihardjo
    Kota Yogyakarta Tempo Doeloe - Abdurrahman Surjomihardjo

    Kota Yogyakarta Tempo Doeloe – Abdurrahman Surjomihardjo

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9793731478 ISBN13: 9789793731476 Tanggal Terbit: November 2008 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman : 296 Dimensi: 140 mm x 210 mm Yogyakarta tempo doeloe menyimpan banyak kenangan. Sampai kini kenangan itu masih terus hidup. Buku ini memamparkan akar-akar pembentukannya, kehidupan serta proses penyesuaian kelompok penduduk kota kerajaan dengan kolonialisme Belanda yang mulai mencengkram kota itu sejak abad ke-19. Diulas kontak bahkan perbenturan budaya antara kekuatan tradisional dengan kekuatan kolonial yang membawa modernisasi. Saat itu muncul perusahaan kereta api, gas, listrik dan air minum yang mengubah segi fisik kota dengan jalan-jalan, gedung-gedung dan pemukiman baru. Semua mempengaruhi cara berpikir penduduknya. Kota kerajaan tumbuh menjadi kota dengan kemudahan-kemudahan baru yang tidak terdapat dalam kota tradisional. Tumbuh juga lembaga pendidikan, organisasi pergerakan nasional, pers serta melahirkan elite-elite modern yang akhirnya membawa perubahan dan pembaruan dalam pelbagai bidang kehidupan kota Yogyakarta. Tetapi yang menarik adalah bagaimana kota itu terus maju dan menjadi modern dengan tetap mempertahankan tradisi.
    Rp 50.000,00
  • Kehidupan Sosial di Batavia - Jean Gelman Taylor
    Kehidupan Sosial di Batavia - Jean Gelman Taylor

    Kehidupan Sosial di Batavia – Jean Gelman Taylor

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN13: 9789791570657 Tanggal Terbit: Mei 2009 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 444 Dimensi: 140 mm x 210 mm Buku ini menggambarkan kehidupan sosial dan lebih banyak menyentuh aspek domestik keluarga-keluarga pembesar Hindia Timur pada abad 18. Bagaimana pentingnya pengaruh keluarga dan koneksi dalam mencapai kedudukan-kedudukan penting. Perkembangan budaya campuran juga merupakan pokok bahasan yang penting, sama pentingnya seperti pola pengasuhan pelayan dan budak Asia (Hindia) dalam membentuk budaya tersebut. Dalam Hal ini, perempuan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam pembentukkan budaya campuran di Batavia.
    Rp 90.000,00
  • Menimbang Sitor Situmorang - VS Naipaul, dkk
    Menimbang Sitor Situmorang - VS Naipaul, dkk

    Menimbang Sitor Situmorang – VS Naipaul, dkk

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9793731621 ISBN13: 9789793731629 Tanggal Terbit: 15 Oktober 2009 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 298 Dimensi: 140 mm x 210 mm Ketika bertemu dengan Sitor, saya belum memahami seluruh manusianya... Ia seorang penyair yang hadir sebagai penulis yang manusiawi dan suka merenung." - V.S. Naipaul, Penerima Penghargaan Nobel Sastra 2001 "Kita dapat membaca otobiografi Sitor sebagai renungan mengenai perkembangan bangsa Indonesia selama 70 tahun terakhir." - C.H. Watson, Emeritus Professor of Social Anthropology and Multi-cultural Studies, Kent University, Inggris
    Rp 70.000,00
  • Pasar Gambir, Komik Cina dan Es Shanghai - Zeffry Alkatiri
    Pasar Gambir, Komik Cina dan Es Shanghai - Zeffry Alkatiri

    Pasar Gambir, Komik Cina dan Es Shanghai – Zeffry Alkatiri

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN13: 2000019005117 Tanggal Terbit: 8 Agustus 2010 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 200 Dimensi: 140 mm x 210 mm Buku ini adalah kumpulan kisah yang menjadi dokumen sosial tentang Jakarta tahun 1970-an yang memikat, seperti kebiasaan makan minum, perjudian, musik, komik, dunia hiburan, kebersihan, pemukiman, olahraga dan lainnya. Adalah menarik Zeffry tidak hanya siap dengan pelbagai sumber tertulis, tetapi juga banyak sekali memanfaatkan memori kolektif yang hidup di tengah masyarakat Jakarta. Gaya penulisan populer membuat pengalaman empiris antropologis Zeffry sebagai orang yang dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta, terasa dekat sekali dan akrab bagi siapapun yang membaca buku ini, bukan saja orang-orang yang pernah mengalami periode 1970-an, tetapi juga yang hidup di masa kemudiannya.
    Rp 45.000,00
  • Politik Film di Hindia Belanda - M. Sarief Arief
    Politik Film di Hindia Belanda - M. Sarief Arief

    Politik Film di Hindia Belanda – M. Sarief Arief

    , , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9793731680 ISBN13: 9789793731681 Tanggal Terbit: 20 Januari 2010 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 120 Dimensi: 140 mm x 210 mm Buku ini memberikan fakta-fakta menarik bagaimana pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik film dengan cara mempertajam dan mengarahkan gunting sensornya secara serampangan, asal-asalan, tanpa aturan yang mengebiri film pada saat pertumbuhannya. Bahkan seorang anggota Komisi Sensor Film saat itu dapat melakukan penyensoran tanpa harus menunggu keluarnya surat perintah. Carut marut tersebut terjadi hanya lantaran rasa malu dan takut pemerintah terhadap pencitraan orang Barat yang akan terlihat buruk di mata Pribumi. Penulis bukan saja menyajikan dan menganalisis setiap peraturan dengan kritis, juga memberikan contoh-contohnya. Ia siap dengan kekayaan sumber-sumber sezaman. Diperkuat pula dengan wawancara para pelaku sejarah, termasuk dengan mantan pemain Dardanella, Tan Boen Seng. Sebab itu dapat memberikan pemahaman yang utuh mengenai latarbelakang politik film di Hindia Belanda dan cukup kuat sebagai bahan refleksi politik film masa kini, khususnya dalam hal kelayakan, sensor, pengguntingan, dan lain sebagainya.
    Rp 40.000,00
  • Gajah Mada; Biografi Politik - Agus Aris Munandar
    Gajah Mada; Biografi Politik - Agus Aris Munandar

    Gajah Mada; Biografi Politik – Agus Aris Munandar

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9793731729 ISBN13: 9789793731728 Tanggal Terbit: 11 Maret 2010 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 176 Dimensi: 140 mm x 210 mm Gajah Mada toko besar dan terkenal tetapi masih sangat gelap riwayat hidupnya. Bahkan keterangan mendasar ihwal Gajah Mada masih kabur: siapa sejatinya dan bagaimana akhir hayatnya? Apakah benar ia berasal dari kalangan penguasa Majapahit? Betulkah ia yang merancang pembunuhan Jayanegara melalui tangan Tanca sang tabib istana karena Raja Majapahit itu telah melanggar perundang-undangan kerajaan yang melarang menggauli isteri orang? Apakah Sumpah Palapa dan benarkah itu ide Gajah Mada? Siapakah sesungguhnya yang menjadi penyebab pecahnya Perang Bubat, benarkah itu skenario Gajah Mada untuk menakhlukan Sunda? Mana yang benar, Gajah Mada sebagai tokoh penyebab perpecahan dan perang saudara di Majapahit atau ia tokoh yang dirindukan kehadirannya sebagai kekuatan pemersatu? Banyak buku telah terbit tetapi inilah buku pertama yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan mengindahkan kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai doktor arkeologi Agus Aris Munandar siap dengan berbagai sumber kajian ilmiah kontemporer yang diraciknya dengan pembacaan sejumlah prasasti dan naskah sastra kuno serta kisah panji. Hasilnya tak diragukan lagi, sebuah buku yang bukan saja mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut, tetapi juga memiliki otoritas dan punya kekuatan karena mampu menghadirkan riwayat Gajah Mada secara serius, cermat, kaya dan berwarna.
    Rp 40.000,00
Subscribe