Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Sejarah, Filsafat, Budaya

Filters

Showing 217-240 of 283 products

View 24/48/All

Filter by price

217-240 of 283 products

  • Buku - Cut Nyak Din
    Buku - Cut Nyak Din

    Cut Nyak Din – Kisah Ratu Perang Aceh – M.H. Szekely Lulofs

    , ,
    Pengantar: Azhari Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xiv+302 halaman ISBN: 979-3731-81-8Kondisi: Baru"Kisah pahlawan perempuan Aceh ini, serta kewibawaannya dan kepandaiannya juga keberaniannya dalam berjuang melawan Belanda, tetapi juga contoh kisah tragis sekaligus inspiratif yang menunjukkan pada kita bahwa perempuan juga dapat melaksanakan peranan-peranan yang cuma “ditakdirkan” untuk lelaki."- Maria Ulfah Subandio & T.O. Ihromi"Berkat biografi karya Nyonya Luulofs inilah kita dapat mengetahui dalam sejarah Indonesia, selain Kartini yang lembut, ada Cut Nyak Din yang mengobar perang dan begitu tabah mengembara di hutan sampai terserang penyakit dan menjadi buta, tetapi tak juga mau menyerah melawan Belanda. Ia sungguh 'Ratu Perang Aceh' yang menggetarkan."- Paul van 't Veer"Lewat biografi ini kita dapat memahami bahwa sefundamental apapun sebuah wawasan zaman, ternyata tak luput dari kontradiksi: satu sisi Lulofs memahami benar mengapa Cut Nyak Din melawan, untuk itu dia menunjukkan penghargaannya dengan gambaran heroisme dan keberanian Din, di sisi lain dengan begitu justru kegemilangan penaklukan kolonialis Belanda di Aceh mencuat. Tapi dalam kontradiksi itulah buku ini malah menjadi kisah penaklukan yang mengharukan. Apalagi ditulis dengan narasi sastra yang juga kuat dengan sumber dan khasanah."- Azhari
    Rp 85.000,00
  • Buku - Sejarah Perempuan Indonesia
    Buku - Sejarah Perempuan Indonesia

    Sejarah Perempuan Indonesia – Gerakan & Pencapaian – Cora Vreede-De Stuers

    , ,
    Penerjemah: Elvira Rosa, Paramita Ayuningtyas, Dwi Istiani Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xxvi+302 halaman ISBN: 979-3731-27-3Kondisi: Baru"Cora Vreede-de Stuers telah mempelajari pergerakan perempuan Indonesia dengan cara yang berbeda, ia merefleksikan hubungannya dengan berbagai pergerakan perempuan, ideologi politik sezaman, dan masalah-masalah penting untuk memahami Indonesia."— Elizabeth Martyn (dalam The Women’s Movement in Postcolonial Indonesia)
    Rp 90.000,00
  • Buku - Angkot
    Buku - Angkot

    Angkot & Bus Minangkabau – Budaya Pop & Nilai-Nilai Budaya Pop – David Reeve

    , , ,
    Penerjemah: Iskandar P. Nugraha Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: 344 halaman ISBN: 978-602-9402-73-5 Cetakan: Full ColourKondisi: Baru"Karya tentang budaya yang luar biasa. Topik angkot dan bus yang dipilih David Reeve sangat sederhana dan lekat dengan keseharian. Bagi orang Minang, angkot dan bus telah menjadi bagian dari kehidupan yang diterima dan tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya (taken for granted). Namun, Reeve membedah topik ini dengan sangat rinci dan mendalam dari sudut pandang seorang budayawan—jika tidak mau disebut antropolog. Kekayaan topik itu tergali secara tuntas. Detail fisik angkot dan bus serta detail linguistik tersentuh dengan menarik sehingga membuka wawasan pembaca, baik orang non-Minang maupun orang Minang. Karya ini merupakan contoh penulisan hasil penelitian kualitatif yang menarik, sederhana, tetapi tetap mendalam dan cermat."- Dr. Felicia N. Utorodewo, Pengajar Program Studi Indonesia, Universitas Indonesia
    Rp 250.000,00
  • Buku - Sejarah Asia Tenggara
    Buku - Sejarah Asia Tenggara

    Sejarah Asia Tenggara – Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer – M.G Ricklefs, dkk

    , ,
    Penulis: M.G. Ricklefs, Bruce Lockhart, Albert Lau, Portia Reyes, Maitrii Aung-Thwin Penyunting dan Penerjemah: Tim Komunitas Bambu Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal: xliv+828 halaman ISBN: 978-602-9402-24-7Kondisi: New Old StockBuku Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer yang baru dan komprehensif ini mencakup periode panjang, yaitu mulai dari zaman prasejarah sampai tahun 2000-an. Sejarawan M.C. Ricklefs menggandeng empat sejarawan lainnya yang menjadi rekan kerjanya di National University of Singapore. Mereka adalah para pakar utama Asia Tenggara dalam lingkup sejarah politik, sosial, ekonomi, agama, dan budaya.Ceritanya dibuka dengan kelompok etnis serta struktur sosial dan budaya periode awal Asia Tenggara. Dilanjutkan menyusuri zaman sejarah 'klasik' negara-negara Asia Tenggara, kedatangan agama Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen, serta pengaruh para pelaku sejarah yang berlomba-lomba ke kawasan regional ini, yaitu aktor-aktor non-Pribumi. Lantas, sejarah kolonial dan munculnya kekuasaan modern yang baru berdiri serta diwarnai berbagai transisi kekuasaan. Ulasan ini masih disusul dengan analisis dampak Perang Dunia ke seluruh penjuru Asia Tenggara. Penguraian catatan lengkap seputar Asia Tenggara pada masa akhir kolonialisme dan pembangunan bangsa-bangsa pascakolonial. Sebelum akhirnya mengantar pembaca ke masa-masa modern Asia Tenggara untuk mengetahui lebih lanjut usaha bangsa-bangsanya bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi global dan memainkan peran di kancah dunia.Tim yang terdiri dari lima penulis ini menampilkan karya ensiklopedik dengan narasi terpercaya dan mudah dicerna, menggunakan hasil-hasil penelitian mutakhir dengan sumber-sumber lainnya yang kaya dan rinci. Kerja bersama yang memukau ini merupakan kontribusi penting terhadap kajian Asia Tenggara.
    Rp 350.000,00
  • Buku - Presiden Guyonan
    Buku - Presiden Guyonan

    Presiden Guyonan – Butet Kartaredjasa

    , , ,
    Pengantar: Mohamad Sobary Gambar: Dwi Koen Penerbit: Kitab Sarimin Tahun Terbit: 2008 Tebal: 286 halaman ISBN: 978-979-187-7Kondisi: New Old StockBuku Presiden Guyonan yang berisi 54 judul karangan Butet Kartaredjasa ini, merupakan sketsa-sketsa sosial yang muncul dalam kolom mingguan di koran Suara Merdeka, terbitan Semarang. Sketsa sosial itu tak ubahnya permainan monolog Butet yang selama ini dikenal sebagai aktor monolog. Selain dikenal sebagai penggiat kesenian khususnya seni teater, Butet juga seorang penulis. Lewat buku perdananya ini, Butet mengajak kita merenungi nasib bangsa dan membangun impian tentang sebuah Indonesia yang lebih baik. Semua disajikan dalam gaya tutur yang khas Butet: kocak berotak. Full jenaka.*"Kini dengan gembira saya menemukan hal yang selama ini tak saya temui: seorang komediwan, seorang yang bisa memadukan antara kemampuan seni pertunjukan dan kemampuan memproduksi humor. Butet Kartaredjasa menulis dengan menarik. Bahkan harus saya katakan: di pentas, kemampuan Butet yang tinggi untuk "seni-tiru", mime, acapkali dibatasi oleh tuntutan penonton yang cenderung menginginkan familiaritas, sehingga terjadi pengulangan. Sementara itu, dalam karya tulisnya, Butet punya kesempatan lebih luas."- Goenawan Mohamad"Tulisan Butet dalam suara alter-ego-nya, Mas Celathu, meneruskan tradisi Jawa sindiran dan kritik politik wong cilik dengan humor yang kental. Mas Celathu mengingatkan kita pada punakawan dalam wayang kulit, atau Pak Ageng dalam kolom Umar Kayam. Tetapi, tulisan Butet memang khas: sebagai pemain drama dan monolog, Butet piawai menangkap dialog dan ucapan. Bahasanya sangat hidup, dan tulisannya bisa dibaca (lebih tepatnya didengar) sebagai pagelaran!"- Jennifer Lindsay
    Rp 60.000,00
  • Buku - Aku India 2
    Buku - Aku India 2

    Aku & Film India Melawan Dunia – Buku II – Mahfud Ikhwan

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 218 halaman ISBN: 978-602-1318-47-8Kondisi: BaruMenjadi penonton film India di Indonesia sama seperti menjadi sudra: terlalu memalukan untuk diakui dan terlunta-lunta sendiri. Apa benar negara dengan produksi film tahunan terbanyak di seluruh dunia itu tak punya film-film yang membanggakan?Ini buku pengalaman menonton film India. Tentang nostalgia, perjuangan menonton, dan kisah-kisah tentang sejumlah film terbaik yang pernah dihasilkan manusia di muka bumi - film-film dari India, sebuah negara dengan amat banyak kemiripan dengan Indonesia.*Karya penulis pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Aku India I
    Buku - Aku India I

    Aku & Film India Melawan Dunia – Buku I – Mahfud Ikhwan

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 150 halaman ISBN: 978-602-131-847-8Kondisi: BaruMenonton film India, membahasnya, apalagi menuliskannya adalah semacam kerelaan menjadi - meminjam judul film garapan Mehmood tahun 1996 - dushman duniya ka; sang musuh semesta.*Karya penulis pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Involusi Pertanian
    Buku - Involusi Pertanian

    Involusi Pertanian – Proses Perubahan Ekologi di Indonesia – Clifford Geertz

    , ,
    Pengantar: Benjamin Higgins Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxii+218 hlm ISBN: 979-979-9542-38-3Kondisi: BaruSatu lagi karya dari seorang antropolog budaya paling berpengaruh di Amerika Serikat selama tiga dekade yang menggunakan Indonesia sebagai objek penelitiannya. Karya ini awalnya merupakan bab pertama esai programatis Clifford Geertz, “The Development of the Javanese Economy: A Sosio-Cultural Approach”—hasil dari penelitian proyek yang dilakukan Massachusetts Institute of Technology pada 1956. Banyak pengembangan dan perbaikan dilakukan terhadap tulisan tersebut sehingga buku tentang kemunduran pertanian di Indonesia ini dapat lahir.Seperti penelitian yang dilakukan sebelumnya, Geertz menggabungkan beberapa disiplin ilmu dalam karya antropologinya. Kali ini dengan menggunakan berbagai pendekatan - utamanya ekologis - Geertz mendeskripsikan perkembangan penggunaan lahan di Indonesia pada masa kolonial Belanda dari abad ke-17 hingga abad ke-20.Sistem Tanam Paksa yang diterapkan pemerintah kolonial ketika itu nyatanya tidak berhasil menjadikan pertanian Indonesia mengalami evolusi, tetapi sebaliknya. Involusi ini menjadikan pertanian hanya sebagai tempat penampungan penduduk yang terus bertambah serta kemiskinan yang dibagi rata (shared poverty). Menurut antropolog ini, sistem pertanian dan sistem budaya menjadi pemicu dari kondisi involutif tersebut. Selain itu, dikotomi sawah-ladang dan Indonesia Bagian Dalam (Jawa)-Indonesia Bagian Luar (Luar Jawa) yang digunakan Geertz memperlihatkan perbedaan mencolok pola penggunaan lahan yang sedikit banyak dapat merefleksikan keadaan sosial budaya masyarakat Indonesia pada saat itu.
    Rp 95.000,00
  • Buku - Memori, Mimpi, Refleksi
    Buku - Memori, Mimpi, Refleksi

    Memori, Mimpi, Refleksi – Carl Gustav Jung

    , ,
    Penerbit: Octopus Tahun Terbit: 2016 Tebal: 600 halaman ISBN: 978-602-72743-41Kondisi: BaruPada musim semi 1957, tepatnya ketika berusia delapan puluh satu tahun, C.G. Jung menyusun kisah hidupnya. Dengan teratur, ia melakukan dialog bersama kolega sekaligus temannya, Aniela Jaffe. Mereka berkolaborasi dalam menyiapkan dasar-dasar teks dalam topik ini, lalu Jung menuliskan kesemuanya dengan tangannya sendiri. Ia menulis hingga sesaat sebelum kematiannya pada 6 Juni 1961.*Carl Gustav Jung adalah psikiater Swiss dan perintis psikologi analitik. Pendekatan Jung terhadap psikologi yang unik dan berpengaruh luas ditekankan pada pemahaman “psyche” melalui eksplorasi dunia mimpi, seni, mitologi, agama serta filsafat.Bagi Jung, kepribadian merupakan kombinasi yang mencakup perasaan dan tingkah laku, baik sadar maupun tidak sadar. Meskipun ia seorang psikolog teoretis dan praktis dalam sebagian besar masa hidupnya, kebanyakan karya Jung mengeksplorasi bidang lain, seperti filsafat Timur vs Barat, alkimia, astrologi, sosiologi, juga sastra dan seni.Jung menekankan pentingnya keseimbangan dan harmoni. Ia memperingatkan bahwa manusia modern terlalu banyak mengandalkan sains dan logika, bahwa manusia akan mendapat manfaat dari pengintegrasian spiritualitas serta apresiasi terhadap dunia bawah sadar.
    Rp 130.000,00
  • Buku - Filsafat Timur
    Buku - Filsafat Timur

    Filsafat Timur – Sebuah Pengantar Hinduisme & Buddhisme – Matius Ali

    , ,
    Penerbit: Sanggar Luxor Tahun Terbit: 2013 Tebal: vi + 294 halaman ISBN: 978-979-98484-4-4Kondisi: BaruSetiap sistem filsafat bermula dengan analisis unsur-unsur yang membangun eksistensi dan pengalaman manusia. Kemudian, mereka mencoba menjelasan hubungan antara kedua kategori unsur utama, yakni: Roh Absolut dan Alam. Akhirnya, tujuan mereka adalah untuk mendefinisikan serta menjelaskan Roh Absolut, agar dapat mencapai pembebasan melalui realisasi pribadi.Enam sistem filsafat ortodoks India yang disampaikan dalam sistem klasik disebut Shad Dasharnas. Aliran pemikiran filsafat tersebut dikembangkan sebagai hasil dan pengetahuan yang dipadatkan melalui masa Weda, Brahmana, Upanishad, dan Prana, dalam sejarah pemikiran India. Sistem-sistem itu berasal dari para pertapa dan orang-orang bijak India, sebagai hasil realisasi spiritual serta penglihatan kontemplatif mereka.Buku ini bertujuan mengantarkan pembaca mengenal sistem-sistem tersebut.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Pemberontak - Camus
    Buku - Pemberontak - Camus

    Pemberontak – Albert Camus

    , , ,
    Penerbit: NARASI dan Pustaka Promethea Tebal: 578 halamanKondisi: Baru"Dengan bukunya ini, Albert Camus masuk dalam silsilah orang-orang terhormat yang dimulai dari Montaigne. Eseinya ini boleh disebut sebagai ziarah intelektual terhadap surga di Bumi. Sebuah biografi tentang pemberontakan Eropa yang pecah bersama Revolusi Prancis - dalam arti yang lebih mendalam merupakan sebuah autobiografi."- Manes Spenber, The New York Times"Buku ini adalah segugusan pemikiran dalam tradisi besar logika Prancis. Di sini, tak ditemukan jejak-jejak sentimentalitas, retorika, ataupun jargon-jargon yang hanya dipahami segelintir orang. Argumennya dihidupkan oleh gairah yang terjaga ketat dan sebuah gaya sastra yang bertabur dengan frase-frase yang berkelebat cemerlang serta aforisme-aforisme yang memukau. Namun di atas segalanya, yang menggembirakan dari esei Albert Camus adalah di sini kita dapat mendengar suara manusia yang teguh memegang nilai-nilai kesusilaan."- Charles J. Rolo, The Atlantic
    Rp 110.000,00
  • Buku Tanah dan Air Sunda
    Buku Tanah dan Air Sunda

    Tanah dan Air Sunda – Kumpulan Esai – Hawe Setiawan

    , , ,
    Penerbit: Api Kecil Tahun terbit: 2017 Tebal: 402 halaman ISBN: 978-602-396-121-4Kondisi: BaruHawe Setiawan kerap diundang untuk menyampaikan pemikirannya dalam simposium, kuliah umum, atau jurnal ilmiah. Dia bicara dan menulis tentang legenda Lutung Kasarung, relasi Sunda dan Islam, pengamatan Franz Wilhelm Junghuhn atas tanah Priangan, konstruksi kecantikan perempuan Suda dalam iklan pada masa kolonial, serta hal-hal lain.Benang merah dari semua bahasan Hawe itu adalah kebudayaan Sunda. Dia menghayati kesundaan secara intens dan memiliki perkakas intelektual yang memadai untuk menggeledah dengan kritis.Antologi ini menghimpuan telaah-telaah tajam dan mencerahkan dari doktor lulusan ITB tersebut.
    Rp 78.000,00
  • Buku - Manusia Indonesia - Mochtar Lubis
    Buku - Manusia Indonesia - Mochtar Lubis

    Manusia Indonesia – Mochtar Lubis

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2012 Jumlah Halaman: viii + 140 halaman ISBN: 978-979-461-818-9Kondisi: BaruPidato kebudayaan Mochtar Lubis (1977) di Taman Ismail Marzuki (TIM) diterbitkan menjadi buku berjudul Manusia Indonesia. Karena gaya dan sikapnya yang lugas dalam mengupas terutama sifat-sifat negatif orang Indonesia, buku ini menimbulkan pendapat pro dan kontra, selain membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia.Sifat-sifat manusia Indonesia yang dimaksud ialah munafik, tidak mau bertanggungjawab, berperilaku feodal, percaya pada takhyul, berbakat seni, dan lemah karakternya. Stereotipe ini tentu saja tidak semuanya benar, namun tidak juga seluruhnya salah. Ketika reformasi sedang berkembang, sosok manusia Indonesia seperti dilukiskan di atas lebih kuat lagi aktualitas dan relevansinya. beberapa penyebabnya ialah pendidikan, sistem, dan struktur politik yang ikut mengentalkan sifat-sifat negatif tersebut. dari kedua sudut pandang tersebut, buku Manusia Indonesia menyajikan bahan dan permulaan kerangka yang berguna untuk membangun kembali manusia Indonesia yang sedang porak-poranda.
    Rp 50.000,00
  • Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia
    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia

    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia – Peter Carey dan Suhardiyoto Haryadi

    , ,
    Pengantar: Rimawan Pradiptyo Epilog: Pujo Semedi Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Jilid: Soft Cover Tebal: 262 halamanKondisi: BaruKorupsi menjadi isu abadi, isu yang selalu menghantui Tanah Air. Bahkan, sejak zaman Diponegoro (1785-1855)! Masalah korupsi juga menjadi pemicu utama Perang Jawa (1825-1830) meskipun tak pernah sekalipun dibahas dalam buku-buku sejarah di sekolah. Selama hampir 200 tahun sejak Diponegoro menampar patih di hadapan para kerabat sultan di Keraton Yogya, isu korupsi dan cara menghadapinya tidak banyak mengalami perubahan.Arus uang yang melimpah oleh kedatangan penyewa tanah dari Eropa setelah Agustus 1816 di Pulau Jawa—berbarengan dengan berakhirnya kekuasaan Raffles (1811-1816) dan Hindia Timur dikembalikan kepada Belanda—membuka jalan bagi para pejabat pribumi bertindak korup. Cara-cara yang dilakukan Danureja IV di Yogya untuk cepat memperkaya diri adalah contohnya. Tidak selesai sampai di situ. Korupsi terjadi saat Indonesia tumbuh menjadi bangsa, mengalami jatuh bangun, dan masih ada sampai sekarang. Sungguh riwayat yang suram.Buku ini membawa kita menilik kembali kompleksitas korupsi dengan mengurai budaya korupsi di Indonesia dari zaman Daendles (1808-1811) sampai masa Reformasi.Terlebih menarik, buku ini juga memberi perbandingan sejarah aktivitas korupsi dan cara pencegahannya di negeri-negeri Eropa, terutama Inggris selama abad ke-18 'yang panjang' (1660-1830). Melalui buku ini, sejarawan Peter Carey bersama mantan wartawan Suhardiyoto Haryadi membuktikan betapa seriusnya persoalan korupsi mengancam nasib hidup bangsa dan negara. Sebab korupsi di berbagai negara mengakibatkan hal yang sama. Semuanya sama-sama meruntuhkan sendi-sendi bangsa.
    Rp 145.000,00
  • Identity Crisis - Brian Arnold
    Identity Crisis - Brian Arnold

    Identity Crisis – Reflections on Public & Private Life in Contemporary Javanese Photography – Brian Arnold

    , , , ,
    Afterhours, Jakarta, Indonesia, 2017. In English. 134 pp., 9¾x11".This limited-edition, serial-numbered book is the result of a three-year study of contemporary photography by Brian Arnold made across the island of Java.Working with a grant from the American Institute for Indonesian Studies, Brian traveled Java teaching and lecturing on photography at a variety of institutions and universities. In doing so, he engaged the developing ideas and patterns on photography emerging in the Javanese art schools and markets. The resulting book focuses on a group of artists and photographers addressing issues of personal or cultural identity, questioning or examining the forces that shape each of the individual photographers and the communities they represent, while also looking at the emergence and discourse of art photography in Java today.Featuring work by a number of important photographers and artists working around the island – including Krisna Murti, Wimo Ambala Bayang, Jim Allen Abel, Angki Purbandono, Dito Yuwono, Deden Durahman, Henrycus Napit Sunargo, Arum Tresnaningtyas Dayuputri, Amran Malik Hakim, and Tino Djumini – as well as historical photographs from the collections at the National Gallery of Art in Australia, the New York Public Library for the Performing Arts, and Cornell University, the book offers a unique perspective on the emerging trends of fine art photography across Java. Brian’s accompanying text offers historical and global contexts for understanding the uses of photography in Indonesia today, and includes some of his own pictures made while working in Java. An afterward by art historian and writer Aminudin TH Siregar provides further historical context for looking at photography in Indonesia.
    Rp 770.000,00
  • Buku - Sejarah Pemikiran Politik Klasik (2)
    Buku - Sejarah Pemikiran Politik Klasik (2)

    Sejarah Pemikiran Politik Klasik – Dari Prasejarah Hingga Abad ke-4 M – Martin Suryajaya

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Marjin Kiri ISBN: 978-979-1260-60-2 Tebal: xvi + 347 hlm Dimensi: 14.8 x 21.0 cmApa itu politik? Sejak kapankah tatanan politik muncul? Seperti apakah bentuk pemerintahan yang paling ideal itu? Apa sajakah komponen dari pengetahuan politik? Apakah hubungan antara politik dan etika? Bagaimanakah wacana soal kebebasan muncul untuk pertama kalinya? Itulah sebagian pertanyaan yang diajukan dan diuraikan dalam Sejarah Pemikiran Politik Klasik: Dari Prasejarah Hingga Abad ke-4 M.Buku ini merupakan buku pertama dari seri buku “Sejarah Pemikiran Politik” yang direncanakan terbit dalam empat jilid dan mencakup hingga pemikiran politik terkini. Untuk buku pertama ini, diuraikan tentang sejarah perkembangan pemikiran politik sejak masa prasejarah hingga abad ke-4 Masehi, dalam tradisi Barat maupun Timur. Pemikir yang dibahas mencakup sosok yang relatif dikenal seperti Plato, Aristoteles, dan Cicero, hingga sosok yang masih langka dibahas di Indonesia, seperti Thoukydides, Polybios, dan Kautilya. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna bagi kajian sosial dan politik, sejarah pemikiran serta filsafat.
    Rp 89.000,00
  • Buku-Mustikarasa2
    Buku-Mustikarasa2

    Mustikarasa – Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

    , , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-9402-69-8 Penerbit: Komunitas Bambu Kelompok: Resep Masakan Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxxiv + 1208 hlm Jilid: Hard Cover Berat: 1.5 kg Pengantar: JJ Rizal Jenis Kertas: Bookpaper Mustikarasa merupakan kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia warisan Presiden Sukarno. Sebab buku ini lahir atas gagasan Proklamator Republik Indonesia yang pencinta makanan dan merasa bahwa makanan adalah persoalan penting. Tak ayal makanan pun menjadi bagian dari derap politik revolusi yang didengungkan Sukarno sejak akhir 1950-an. Sukarno sebagai presiden memerintahkan mengumpulkan resep masakan Indonesia selengkap-lengkapnya. Bukan saja untuk mendokumentasikan dan menyelamatkan kekayaan warisan makanan minuman Indonesia yang beragam serta kaya pengaruh hasil silang budaya dalam sejarahnya yang panjang bertemu aneka bangsa, tetapi juga sebagai upaya memberi basis bagi politik pemertahanan pangan.
    Rp 400.000,00
  • Buku-SejarahEstetika
    Buku-SejarahEstetika

    Sejarah Estetika – Martin Suryajaya

    , , ,
    Kondisi: Baru Format: Hard Cover Penerbit: Gang Kabel, Indie Book Corner Tahun Terbit: 2016 Tebal halaman: 944Dalam buku setebal nyaris 1000 halaman ini, diuraikan sejarah estetika sebagai filsafat kesenian sejak masa prasejarah hingga abad ke-21. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna dalam kritik seni dan sastra, kurasi maupun praktik berkesenian itu sendiri.***Apa yang kita bayangkan jika mendengar kata “estetika” di masa kini? Klinik kecantikan—bagi kaum perempuan khususnya—dengan fasad kaca bening dihiasi citra raut cantik yang tampak bling-bling? Pemerintah Orde Lama dimasa lalu sering disebut berbakat “estetik” karena lebih mementingkan bentuk ketimbang isi, dan dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang dandy.Buku ini membentang-luaskan sejarah pemikiran dan perdebatan tentang wacana yang kita sebut “estetika”. Inilah warisan dari abad ke-18 yang mengadopsi kata dalam bahasa Yunani, “aesthêsis” yang berarti pencerapan inderawi. Melalui wacana este tika, seni dikaji sebagai gugus estetik (aesthetic entities), dan segera dibedakan dengan entitas nalar atau pikiran rasional (noetic entities). Kaitan estetika dengan “yang indah” kiranya ber mula dari kajian mengenai hal-ihwal yang kita persepsi, apakah berkenaan dengan “sikap estetik” atau “obyek estetik”. Keyakinan pada masa pencerahan bahwa di dalam diri kita ada semacam kemampuan untuk menghayati cita-rasa (disebut “Faculty of Taste”), mendorong munculnya pembedaan antara apa yang dianggap indah dan tidak indah. Pengalaman estetik—berhubungan dengan “sikap estetik” dan “obyek estetik”—merangsang masalah baru ketika muncul anggapan bahwa ada orang yang memiliki cita-rasa lebih canggih ketika berhadapan dengan ekspresi seni dibandingkan yang lain, yang “selera”nya dianggap belum cukup berkembang.Sebagai studi tentang gejala yang disebut “yang indah”, kajian estetika sebenarnya tidak terbatas pada lingkup seni, karena ke indahan tidak hanya melekat pada fenomena artistik, tapi juga alam.Inilah jalur estetika sebagai perkembangan dari tradisi filsafat keindahan. Ketika studi estetika kelak dimaknai sebagai fil safat seni, muncul anggapan bahwa semua yang dianggap seni mesti nya memiliki bobot estetik. Tapi kemudian perkembangan seni justru menunjukkan, bahwa menjadi estetis bukanlah sya ratyang diperlukan oleh seni. Dalam arti itulah “filsafat seni” berpisah dengan estetika yang berkutat dengan ihwal persepi serta ideal-ideal keindahan.Buku “Sejarah Estetika” karya Martin Suryajaya ini justru mema parkan, bahwa gejala yang belakangan kita kaitkan dengan isti lah “estetika” sejak abad ke-18 sesungguhnya bisa saja dilacak sam pai jauh ke belakang. Ketika manusia mulai menggunakan alat-alatnya yang paling bersahaja untuk bertahan hidup, pada saat itulah lahir suatu bentuk – sesuai dengan kegunaan praktisnya—yang bias dipersepsiSecara “estetis”. Martin dengan telaten menyusuri gejala “bentuk” keindahan sejak masa purba: kapak batu dari zaman “teknologi Oldowan” yang ditemukan di Ngarai Olduvai, daratan Afrika, berasal dari zaman Paleolitik Rendah (sekitar 2,6 juta tahun SM). Bentuk benda ini sudah diasah dan ujungnya menunjukkan kepekaan pada “estetika” yang kekal, apa lagi kalau bukan rupa-kesetangkupan” (simetri). (Teknologi) kapak batulah yang dipersepsi Martin melahirkan karya seni pertama di dalam perjalanan peradaban manusia. Itulah pula rupa “yang indah” yang tetap berhubungan dengan rasa-merasa es tetis kita di masa kini. Jika di dalam sejarah seni (rupa), ahli sejarah seni menempatkan “tangan yang melambai” di dinding batu sebagai karya seni pertama, itu adalah bias sensibilitas modern yang terlanjur membikin “distingsi dari abad ke-19 antara apa yang kita sebut sebagai “seni murni” (fine art) dan “seni terapan” (applied art).Dengan buku ini, Martin keluar dari kebiasaan orang membahas estetika, yang umumnya membuat semacam garis besar, misalnya dari masa Yunani klasik atau masa modern sebagai jalan pintas untuk memasuki wacana estetika.Untuk memahami hubungan yang lebih rumit antara estetika dan perkembangan berbagai cabang seni, maka bagi Martin, estetika tidak lagi dianggap cukup untuk dipahami sebagai jalur dalam “filsafat keindahan”, melainkan sebagai “filsafat kesenian”. Alih­alih mengatakan bahwa filsafat seni berpisah dari kajian mengenai estetika, Martin justru mempertahankan istilah dan keluasan kajian “estetika” (refleksi tentang nilai estetis, pengalaman estetis, seni yang non atau kontra-estetis, hubungan senidan masyarakat, dan seterusnya) sebagai “filsafat kesenian”. Di situ lah letak sumbangan estetika bagi perkembangan seni, yakni “sumbangan teoritisnya yang berguna dalam perumusan kritik seni yang memadai”.Tentunya kita berharap bahwa dengan penerbitan buku ini, mereka yang terlibat di dunia seni lebih memahami kom pleksitas perkembangan seni dan kait-kelindannya dengan wa cana es tetika. Para seniman tidak sekadar ge-er membayang-bayangkan seni yang manapun lahir mendahului refleksi teoritis, istilah “keindahan” atau “anti keindahan” digunakan sebatas jargon tanpa mengenali argumen-argumen yang kaya yang menjelujur jauh di belakang perdebatan itu. Mestinya sudah sejak lama buku semacam ini hadir di dalam khasanah pustaka seni kita.Energi dan ketekunan studi Martin Suryajaya untuk mendedahkan jelujur perdebatan di dalam sejarah estetika dan pemikiran seni sungguh menantang. Tanpa bermaksud membangun sebuah system pemikiran tentang estetika, dia yakin bahwa “kerja membangun sistem baru dapat dilakukan setelah survey sejarah pemikiran dituntaskan”. Dengan kata lain, buku ini meng isi lubang besar paparan sejarah mengenai estetika dalam khasanah bacaan seni kita di Indonesia yang selama dibiarkan menganga lebar, lubang yang membuat berbagai perdebatan seni sering kejeblos tanpa arah dan rujukan memadai.
    Rp 275.000,00
  • Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik
    Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik

    Petani, Priayi, dan Mitos Politik (Esai-esai Sejarah) – Dr. Kuntowijoyo

    , ,
    Kondisi: baru Penerbit: Matabangsa ISBN: 978-979-9471-25-3Dengan memahami sejarah, kita menjadi memiliki alternatif untuk memahami gejala aktual, sekaligus alternatif untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual.Apa yang ditulis Dr. Kuntowijoyo dalam buku ini ––mengenai radikalisasi petani di tahuan 1960-an, dunia priayi di awal abad kedua puluh, dan mistisisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah pantai utara Jawa, dll.–– mengandung kekuatan seperti itu.
    Rp 85.000,00
  • buku-mediabarutubuhdanruangpublik
    buku-mediabarutubuhdanruangpublik

    Media [Baru], Tubuh, dan Ruang Publik – Budiawan (Editor)

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Jalasutra Cetakan I, 2015 xxvi+274 hlm; 15 x 21 cm ISBN: 978-602-8252-40-9Dalam pengertian “kebudayaan” sebagai “praktik penandaan” (atau “praktik pemaknaan”), terdapat dua hal penting: pertama, setiap “praktik penandaan” sebenarnya adalah satu bentuk operasi kuasa (exercise of power), atau sebaliknya, upaya untuk melakukan resistensi; kedua, karena “praktik penandaan” yang satu senantiasa bertemu dengan “praktik-praktik penandaan” yang lain, entah pertemuan itu berupa gesekan, tabrakan, atau negosiasi, maka “budaya” sebenarnya bisa dilihat sebagai medan pertarungan kuasa.“Kuasa” (power) dipahami dalam konteks yang luas, dari yang terlembagakan dan bersifat makro sampai yang personal, sehari-hari dan mikro, bahkan tak jarang termanifestasikan dalam hal-hal yang dianggap remeh, sepele, dan “tidak penting” dalam kehidupan banyak orang. Hal-hal yang disebut belakangan itulah yang cenderung menjadi pusat perhatian Cultural Studies.Esei-esei yang dihimpun di dalam buku ini berupaya memahami serta menjelaskan isu-isu yang menjadi fokus perhatian masing-masing sebagai medan pertarungan kuasa. Pemahaman dan penjelasan itu bersifat kontekstual dan partikular, karena Cultural Studies memang tidak berpretensi membangun generalisasi-generalisasi.
    Rp 85.000,00
  • buku-perempuanjawa
    buku-perempuanjawa

    Perempuan Jawa – Titi Surti Nastiti

    , ,
    Kondisi: Baru Tahun terbit : 2016 Ukuran : 14,5 x 21 cm Halaman : 448 hlm Berat : 630gr Penerbit: Pustaka JayaBuku ini merupakan rekonstruksi tentang kedudukan dan peranan perempuan dalam masyarakat Jawa abad VII-XV berdasarkan data tekstual (prasasti, sumber asing, naskah) dan data tekstual (area, figurin, relief). Dalam telaahnya, Titi Surti Nastiti, melihat adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan hampir di seluruh aspek kehidiipan, meliputi bidang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan seni. Dalam kesetaraan, kedudukan dan peranan perempuan bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari laki-laki. Demikian pula kedudukan dan peranan laki-laki bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari perempuan. Kesetaraan itu pula yang membuat perempuan pada masa Jawa Kuna bisa bergerak di ranah domestik sekaligus ranah publik.
    Rp 140.000,00
  • buku-duniasophie
    buku-duniasophie

    Dunia Sophie – Jostein Gaarder

    , ,
    ISBN: 9789794335741 Penerbit: Mizan Kategori: FilosofiSophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahu. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: "Siapa kamu?"Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: "Dari manakah datangnya dunia?"Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu mempuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.
    Rp 135.000,00
  • Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja - Kardono Setyorakhmadi
    Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja - Kardono Setyorakhmadi

    Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja – Kardono Setyorakhmadi

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Mojok ISBN: 978-602-1318-13-3 Kawasan Indonesia Timur mendapat banyak stereotip. Umumnya dianggap sebagai non Islam. Padahal, di kawasan itu, Islam tumbuh dan berkembang dengan segala kekhasannya. Juga jika merunut ke belakang, ada empat Kerajaan Islam besar yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Melalui lawatan ke daerah-daerah yang mempunyai ikatan dengan Islam di Maluku dan Papua, Kardono Setyorakhmadi mendapati kenyataan yang jauh berbeda. Ia melihat keberadaan Islam justru tumbuh dan berkembang sangat kuat. Sama seperti di Jawa, Islam di Indonesia Timur juga mengalami proses pembumian dengan pengetahuan dan kearifan masyarakat setempat sehingga menimbulkan ragam keunikan. Di sana pula, ia menyaksikan tumbuh subur rasa saling menghargai, toleransi, dan belas kasih di antara pemeluk agama satu dan lainnya. Suatu praktik kehidupan beragama yang diidamkan terwujud. Buku ini penting bagi Anda yang mencintai Indonesia, dan masih punya harapan atas berlangsungnya keragaman di negeri ini.
    Rp 62.000,00
  • Playing Cities, Making Sport - Andy Fuller
    Playing Cities, Making Sport - Andy Fuller

    Playing Cities, Making Sport – Andy Fuller

    , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-70286-3-0 Penerbit: Tan Kinira Books"My body became the main field of encountering Jakarta. Until I became a teenager, I experienced my body as roads with holes, muddy laneways, floods in the rainy season, noisy buses, the smoke from exhaust pipes, shouts from conductors, fires in urban kampungs, traffic jams and the threats of hell from varying religions. Every morning, my uncle would grab me by the nose and order me to pray at dawn. I would pray while my hurt still stung. My older brother would then take me to play badminton with him. He never realised I have never liked any kind of sport." –Afrizal Malna, Introduction."Football is a story with no end. It's a game that brings us together. And our code –Australian Rules football– is a sport that reflects who we are, what we want to be and how we've created our place in the world. Ours is a game of wide and open spaces, of a playing field that included once local river red guns and she-oaks, with rules that at their heart are egalitarian; allowing for all sorts of body shapes and sizes, all sorts of skill sets and character traits. It's a game with its own idiom, its own forms of self-expression, its own heroes and villains and tragedies and ways of storystelling. We barrack, we belong, and that's all that need be said." –Dugald Jellie, Epilogue.
    Rp 50.000,00
Subscribe