Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Sejarah, Filsafat, Budaya

Filters

Showing 1-48 of 281 products

View 24/48/All

Filter by price

1-48 of 281 products

  • Buku - Madness Belong to All
    Buku - Madness Belong to All

    Madness Belong to All: Catatan Ganjil Musik Abad 20 – Aliyuna Pratisti

    , , ,
    Membahas: David Bowie, The Stooges, Alexis Korner, PJ Harvey, Fugazi, Joy Division, Frank Zappa, Billie Holiday, Duane Allman, Led Zeppelin, Pil, Brian Eno, Sonic Youth, Bauhaus, Neu!, Neil Young, Talking Heads, King Crimson, Charles Mingus, Blue Cheer, Jimi Hendrix, The Velvet Underground, etc. Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2020 Tebal: 330 halaman ISBN: 978-623-91089-5-3 Kondisi: Baru Ada kegilaan yang bersarang di pikiran organik para musisi, yang pernah mematahkan gaya bermusik monoton atau memaksa label rekaman untuk menerima sisi eksperimentalisme mereka. Aliyuna Pratisti melacak pelbagai patahan sejarah—akibat desakan kegilaan—yang menjungkirbalikkan arah musikalitas sebuah zaman. Ia membicarakan glam rock, blues, heavy metal, krautrock, folk, punk, noise, minimalis, dan segala peristiwa menyimpang terkait skena pada paruh kedua abad 20. Dengan berjalan di seberang trajektori populer dan bising industri, ia menemukan keganjilan yang bersembunyi di sudut terjauh ruang penciptaan musik. Buku ini menyuntikkan efek psychedelic—tanpa perlu melibatkan substance.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Orang Mandar Orang Laut
    Buku - Orang Mandar Orang Laut

    Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman – Muhammad Ridwan Alimuddin

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2013 Tebal: 183 halaman ISBN: 978-602-2581-06-2 Kondisi: Baru Banyak orang yang tinggal di luar Sulawesi bagian selatan menganggap pelaut ulung dari kawasan itu adalah ‘orang Bugis’. Namun, menurut Christian Pelras, penulis buku The Bugis, pelaut ulung di kawasan itu adalah orang Mandar. Dalam buku ini, penulis membeberkan pengamatannya terhadap tiga karya cipta kebudayaan bahari Mandar yang biasanya diangkat sebagai ciri keulungan mereka sebagai pelaut, yakni: perahu layar (sande’), menangkap telur ikan terbang (motangnga), dan rumpon (roppong). Disusun sebagai catatan perjalanan, penulis memperlihatkan bahwa ketiga ciri itu kini sudah ditinggalkan oleh nelayan Mandar. Tapi, perubahan ini bukan mencerminkan pudarnya keulungan Mandar di laut. Keulungan bahari orang Mandar sebenarnya bukan terletak pada karya ciptanya, melainkan daya cipta mereka untuk terus-menerus menyusuaikan diri terhadap gelombang perubahan zaman.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Dunia Maluku
    Buku - Dunia Maluku

    Dunia Maluku: Indonesia Timur Pada Zaman Modern Awal – Leonard Y. Andaya

    , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2015 Tebal: 406 halaman ISBN: 978-602-2258-320-2 Kondisi: Baru Dunia Maluku, berikut kerajaan-kerajaan dan masyarakat di dalamnya, memiliki tatanannya sendiri baik dalam perkara duniawi hingga surgawi, setidaknya begitu menurut Leonard Y. Andaya. Suatu tatanan yang khas, tentunya, dan tidak selalu dapat dipersamakan dengan kebudayaan lain di Indonesia. Tatanan yang meliputi berbagai dimensi dan aspek kehidupan masyarakat Maluku, dan belum lagi berbagai dualisme yang berlaku di dalamnya yang sudah barang tentu sangat membuat bingung orang-orang asing yang mendatanginya, termasuk bangsa Eropa. Yang senantiasa menarik untuk disadari adalah bahwa berbagai tatanan dalam fenomena tatanan tersebutlah yang membentuk Indonesia, sebuah gugusan kepulauan yang nilai budayanya amat kaya. Dunia Maluku, memuat berbagai penjelasan sejarah Kawasan Timur Indonesia yang seakan dianaktirikan oleh kecenderungan dunia sejarah modern ini. Buku ini ditulis dengan menarik oleh seorang sejarawan kenamaan mengenai Indonesia, Leonard Andaya, yang dalam pembahasannya ia ingin menjunjung tinggi pembacaan fenomena sejarah menggunakan “kaca mata” pribumi. Buku ini sengaja kami hadirkan ke hadapan Anda untuk melengkapi pustaka Kawasan Timur Indonesia yang, tidak perlu diperdebatkan lagi, jumlahnya cukup terbatas. Adalah harapan kami bahwa buku ini dapat memberikan pemahaman yang baik bagi Anda para peminat kajian Kawasan Timur Indonesia. Selamat membaca.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Pakkacaping Mandar
    Buku - Pakkacaping Mandar

    Pakkacaping Mandar – Petikan Dawai Pemenuh Janji pada Langit – Asmadi Alimuddin

    , , ,
    Editor: Muhammad Ridwan Alimuddin Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2013 Tebal: xi + 173 halaman ISBN: 978-602-258-100-0 Kondisi: Baru Buku ini memberi pengetahuan bahwa di Mandar pemain kecapi dan kecapinya adalah media penghubung antara manusia dengan penciptanya. Bukan penghibur semata. Sebagian masyarakat Mandar percaya bahwa permainan kecapi, walau baru sebatas meniatkan untuk mengadakan permainan kecapi, bisa membantu harapan terkabul. Sebaliknya, akan ada musibah ketika harapan terwujud, tak jadi mengadakan permainan kecapi. Dewasa ini, orang yang bisa memainkan alat petik berbentuk perahu tersebut semakin sedikit. Bisa dihitung jari. Bila memasukkan kaum perempuan yang lihai menyanyi sambil memetik kecapi, tinggal dua saja. Selain membahas hubungan permainan kecapi dengan beberapa upacara tradisional di Mandar, karya ini juga berisi informasi pemain-pemain kecapi Mandar yang dikenal dalam tiga – empat dekade belakangan. Apakah mereka pemetik kecapi terakhir dari negeri Mandar?
    Rp 60.000,00
  • Buku - Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola
    Buku - Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola

    Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola – R. N. Bayu Aji

    , ,
    Pengantar: Freek Colombijn Penerbit: Ombak Tahun Terbit; 2010 Tebal: 142 halaman ISBN: 978-602-8335-29-4 Kondisi: Baru "Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola 1915-1942 adalah buku yang penting. Sepak bola adalah bagian penting dalam keseharian masyarakat. Di masa kolonial, hampir semua koran lokal memberitakan pertandingan sepak bola di kota-kota tertentu. Sepak bola tidak hanya penting karena menarik banyak perhatian, tetap juga karena mampu mengumpulkan orang-orang dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda. Bangsa Eropa (Belanda) adalah yang pertama kali mengenalkan sepak bola di Indonesia. Pemain sepak bola pada awalnya adalah orang Eropa (Belanda) atau Indo-Eropa. Tidak lama setelah itu, muncul pemain Cina dan Arab mulai bergabung. "Secara umum, sepak bola adalah wadah di mana orang-orang dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda dapat bertemu, meskipun dalam beberapa pertandingan terkadang berakhir dengan pertengkaran antar orang-orang yang berbeda latar belakang. Walaupun demikian, sepak bola tetap menjadi meeting point yang mendapat perhatian oleh masyarakat. "Atas beberapa alasan mengenai pentingnya sepak bola di masa lalu inilah, Rojil Nugroho Bayu Aji menulis buku tentang sepak bola yang secara khusus mengulas bagaimana perjalanan sepak bola pada masyarakat Cina di Surabaya. Buku ini merupakan buku yang perlu dibaca. Kebanyakan buku sejarah menekankan mengenai perbedaan masyarakat Cina dengan yang lain di masa kolonial. Buku ini justru menekankan sebaliknya, bagaimana masyarakat Cina justru sebenarnya terintegrasi dengan masyarakat lainnya dalam kehidupan perkotaan Surabaya. "Saya berharap buku ini menarik bagi pembaca dan menstimulasi akademisi untuk melakukan studi serupa mengenai posisi etnis minoritas dalam sepak bola. Saya juga berharap melalui buku ini, semakin banyak orang gemar bermain sepak bola, di klub-klub resmi, di pantai, ataupun di pinggiran jalan. Sungguh menyenangkan membaca buku tentang sepak bola dan juga bermain sepak bola!" - Freek Colombijn
    Rp 40.000,00
  • Buku - Cita-cita Seni Lukis Indonesia Modern 1900-1995
    Buku - Cita-cita Seni Lukis Indonesia Modern 1900-1995

    Cita-cita Seni Lukis Indonesia Modern 1900-1995: Sebuah Kreasi Identitas Kultural Nasional – Helena Spanjaard

    , , ,
    Penerjemah: Iswahyudi Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2018 Tebal: 338 halaman ISBN: 978-602-2584-88-9 Kondisi: Baru Istilah "Seni lukis Indonesia" di dunia Barat memunculkan berbagai asosiasi stereotip tertentu. Terutama di Belanda, "Seni lukis Indonesia" dengan cepat dihubungkan dengan seni lukis batik Yogyakarta yang ditujukan untuk para wisatawan atau dengan seni lukis populer Bali yang berasal dari Desa Ubud. Selain itu istilah "Seni lukis Indonesia" diasosiasikan dengan berbagai hal yang berbalut romantisme dan eksotisme dari masa kolonial. Dengan ini Hindia Belanda digambarkan dengan gunung-gunung berapi yang menjulang tinggi dan selalu tertutup kabut, hamparan sawah-sawah yang menghijau, pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai dan para gadis Bali yang murah senyum. Dalam hal ini di Indonesia sebenarnya terdapat sebuah bentuk seni lukis modern yang harus ditempatkan di dalam kader perkembangan internasional di bidang seni modern. Perkembangan seni lukis Indonesia modern ini terjadi di dalam konteks intelektual, kekotaan dan bergantung kepada hasil yang dicapai oleh nasionalisme yang sedang mengalami kebangkitan. Berbeda dengan seni Indonesia untuk kepentingan pariwisata dan seni kolonial, maka bentuk seni lukis Indonesia modern ini kurang dikenal di dunia Barat. Buku ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut.
    Rp 150.000,00
  • Buku - Sejarah Kereta Api di Priangan
    Buku - Sejarah Kereta Api di Priangan

    Sejarah Kereta Api di Priangan – Agus Mulyana

    , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2017 Tebal: xi + 244 halaman ISBN: 978-602-2584-53-7 Kondisi: Baru Di Hindia Belanda, liberalisasi terjadi dalam bidang ekonomi dengan semakin tumbuhnya usaha di bidang perkebunan. Tak pelak, pembangunan pun dilaksanakan demi menunjang kepentingan usaha tersebut. Pembangunan jalan kereta api merupakan bagian dari kebutuhan sarana transportasi khususnya untuk pengangkutan hasil-hasil perkebunan. Perkebunan-perkebunan yang ada di Keresidenan Priangan sebagian besar terletak di daerah pedalaman sehingga akan sangat sulit mengangkut hasil-hasil perkebunan dari wilayah pedalaman menuju pelabuhan yang ada di pantai. Dengan demikian, pembangunan jalan kereta api menjadi suatu kebutuhan di Keresidenan Priangan saat itu. Dalam buku ini, diuraikan tarik-ulur pengajuan izin pembangunan jalan kereta api yang berkali-kali mengalami kegagalan, baik dari pihak pemohon maupun dari pihak pemberi izinnya. Juga, diceritakan saling lempar tanggung jawab antara pihak pemerintah dan swasta dalam upaya pembangunan jalan kereta api tersebut.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Dunia Koleksi
    Buku - Dunia Koleksi

    Dunia Koleksi: Hulu Hilir Kepemilikan Karya Seni – Penyunting: M. Kholid Arif Rozaq dan A. Sudjud Dartanto

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2019 Tebal: xii +332 halaman ISBN: 978-602-258-542-2 Kondisi: Baru Buku ini mengetengahkan kisah- kisah di balik pengoleksian benda seni. Sejumlah hal yang terkait di dalamnya adalah kisah pengerjaan karya seni, distribusi, hingga seluk beluk karya di dinding rumah kolektor. Karya seni yang dimaksud bukan lukisan dan patung saja, tetapi nyaris semua benda yang “disakralkan” sebagai koleksi. Jelaslah, benda koleksi tidak bisa didiamkan begitu saja. Perlu ulasan dan kajian yang mendalam atas kehadirannya. Buku berisi 20an artikel inilah jawabannya. Dan, jawaban itu sungguh mencengangkan! * DAFTAR ISI - Adaptasi Kelola di Era Disruptif Industri 4.0 (sektor usaha, fotografi, pendidikan, dan seni visual) ~ M. Kholid Arif Rozaq, M.M. - Aspek Hukum Kepemilikan Karya Seni Bernilai Cagar Budaya ~ Aditya Revianur dan Raihan Tsany Munandar - Ephemera dan Manifestasi Gerakan Sosial: Hulu Hilir Seni Visual Poster (AKSI) ~ Arif Rahman Bramantya dan Ikhtiar Anugrah Hidayat - Aku dan Kolektor-kolektorku ~ I Wayan Sujana Suklu - Kelola Koleksi Museum: Kajian Teoritik ~ Khoirul Anam - Koleksi Wayang Kulit Milik Pribadi di Jawa: Peran, Potensi, dan Tantangannya ~ Rudy Wiratama - Pusat Data Seniman dan Budayawan di Yogyakarta: Upaya Penyelamatan Arsip ~ Faizatush Sholikhah dan Rina Rakhmawati - Pulau Bali Menjadi Pusat Dunia Koleksi Seni Pertunjukan Barong Sakral dan Profan ~ I Wayan Dana - Kaset Barat Rekaman YESS; Produk Unik Lokal untuk Musik Internasional ~ Hermansyah Muttaqin - Metode Inventarisasi dan Penghitungan Harga Karya Seni Kriya Istana Kepresidenan Negara Republik Indonesia ~ Timbul Raharjo - Galeri Nasional Indonesia di Tengah Interaksi Global Studi Pameran Koleksi di Canberra, Australia (2014) dan Sofia, Bulgaria (2017) ~ Citra Smara Dewi dan Bayu Genia Krishbie - Mengoleksi Memori Lewat Sinema ~ Agus Dermawan T. - Diterima, Tetapi Dianggap "Sepi" (Kajian Pengunjung Pameran Seni ArtJog di Yogyakarta) ~ Meike Lusye Karolus dan Revta Fariszy - Replikasi Digital Koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Melalui Penciptaan Fotografi dengan Metode Orbit 360 derajat ~ Yohanes Baptista - Tindakan Konservasi Preventif sebagai Upaya Pelestarian Koleksi Lukisan ~ Vicky Ferdian Saputra - Di Balik Sajian Karya Seni: Peran Art Handler dalam Penanganan Karya Seni, Mulai dari Studio Seni, Galeri, hingga Ruang Koleksi ~ Ladija Triana Dewi - Akuisisi Koleksi Kendaraan Antik David Sunar Handoko ~ Trisna Pradita Putra - Dinamika Manajemen Proyek dalam Karya Seni Murni Patung Win Dwi Laksono ~ Dian Ajeng Kirana - Dari Meja Makan ke Ruang Pameran: Penyajian Koleksi Kelompok Studi Makanan Bakudapan sebagai Hasil dari Penelitian Artistik pada ArtJog 2019 ~ RR. Vegasari Adya Ratna
    Rp 125.000,00
  • Buku - Dramaturgi Sandiwara
    Buku - Dramaturgi Sandiwara

    Dramaturgi Sandiwara: Potret Teater Populer dalam Masyarakat Poskolonial – Dede Pramayoza

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2013 Tebal: xxvii + 282 halaman ISBN: 978-602-2581-02-4 Kondisi: Baru "Sebuah journey, yang memaparkan perkembangan sandiwara dengan kaleidoskopnya yang penuh kejutan. Sungguh, buku ini bukan sekadar literatur yang demikian detail berbicara gerak populis dalam menelurkan peristiwa kesenian, tapi juga sebuah album dengan potret-potret peristiwa yang tergambar sangat bersahaja. Begitu banyak catatan yang mengharukan." - Edi Suisno "Hadir di tengah miskinnya kajian akademis tentang teater di Indonesia, buku ini sangat berharga. Tidak hanya karena menyajikan informasi yang langka, buku yang disusun berdasarkan tesis ini juga berharga karena sudut pandang paparannya yang tergolong mutakhir. Dede Pramayoza mengajak kita untuk melihat kait-mengait antara dimensi 'tekstual' sandiwara dengan konteks sosio-kultural dan ideologisnya. Buku ini membuka mata kita tentang arti penting, peluang, dan masa depan kajian teater di Indonesia. Saya sarankan buku ini dibaca para pemerhati dan pekerja teater maupun seni secara umum, para sosiolog, antropolog, dan sejarawan, serta pihak-pihak pengawal kebijakan kebudayaan/kesenian pada umumnya. Tidak untuk sekadar diikuti, tapi untuk dikembangkan lebih lanjut." - G.R. Lono Lastoro Simatupang
    Rp 60.000,00
  • Buku - Penjaga Memori
    Buku - Penjaga Memori

    Penjaga Memori; Gardu di Perkotaan Jawa – Abidin Kusno

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2007 Tebal: 154 halaman ISBN: 978-979-3472-64-5 Kondisi: Baru Jika ada suatu bangunan yang terlupakan dalam melihat dan membahas arsitektur dan perkotaan kita, mungkin gardu adalah bangunan itu. Gardu bertaut erat dengan sejarah perkotaan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dengan berbagai zaman dan berbagai golongan masyarakat dan rezim kekuasaan. Gardu sering hadir bersama denga bangunan induk dan lingkungannya, dengan pagar dan gapura, dengan kentongan dan penjaga, dengan kumpulan laki-laki di sekelilingnya. Ia juga dengan mudah menghilang bersama mereka, dan muncul lagi di kemudian hari dengan pola yang sama meskipun dalam suasana berbeda. Mungkin karena ia tidak pernah hilang sama sekali, maka kita tidak pernah mengingatnya. Buku kecil ini tidak bermaksud untuk menguasai masa lalu, dan kehidupan gardu hari ini. Tulisan ini hanya ingin menunjukkan bahwa ada satu cerita yang bisa kita sampaikan mengenai gardu yang akan membuat kita memikirkan keragaman dan keluasan, dan juga keterbatasan sejarah Indonesia.
    Rp 40.000,00
  • Buku - Dramawan & Masyarakat
    Buku - Dramawan & Masyarakat

    Dramawan & Masyarakat: Paradigma Sosiologi Seni – Arthur S. Nalan

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2017 Tebal: 160 halaman ISBN: 978-602-2584-23-0 Kondisi: Baru Dunia drama atau lebih akrab disebut teater dapat dianggap sebagai bagian dari teori permainan (games theory) dan teori Homoluden (manusia yang bermain-main) oleh para pelakunya. Oleh karena itu, para aktor dan para aktivis teater selama ini di dalam perjalanannya bermain di atas pentas, sekaligus juga bermain di dalam kehidupan. Skenario dalam dunia teater disebut lakon, dengan inti dari lakon adalah konflik. Tanpa konflik, lakon bukanlah lakon, dan di tangan seorang dramawan, konflik bisa menjadi dramatis dan estetis. Pada gilirannya, hasil eksplorasi kreatif dramawan yang bersumber dari masyarakat dikembalikan kepada masyarakat supaya lebih bijak. Buku ini dikelompokkan ke dalam tiga bagian. Pertama adalah Pembuat Cermin, yang berisi proses kreatif penulis lakon ataupun pandangan-pandangan Arthur S. Nalan dalam suatu lakon; kedua adalah Panggung, yang berbicara tentang praktik berteater (yang dalam hal ini lebih fokus pada drama) di Indonesia dan dunia panggung secara umum; dan yang ketiga Masyarakat, yaitu pandangan yang muncul pascapementasan yang dihubungkan dengan kebudayaan suatu masyarakat.
    Rp 55.000,00
  • Buku - Kelola Seni
    Buku - Kelola Seni

    Kelola Seni: Lukisan, Wayang, Film, hingga Jazz

    , , ,
    Penyunting: Mikke Susanto Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2018 Tebal: x + 137 halaman ISBN: 978-602-258-481-7 Kondisi: Baru Buku ini bukan saja sebagai kajian teori dan praktik kelola seni semata, tetapi juga sebagai “berita” tentang tren pemikiran pengelolaan seni. Berguna dan sangat direkomendasikan bagi para mahasiswa, pegiat, pencinta, dan masyarakat yang berada di bidang seni (budaya), sosial, manajemen, komunikasi, dan permuseuman. Inilah buku yang mengupas berbagai dinamika pengerjaan di balik kegiatan seni berupa pameran, pergelaran, pelestarian, festival, dan penilaian benda seni. * Daftar Isi: RANAH TEORITIS - Kesadaran Sebagai Subyek - M. Dwi Marianto - Pengelolaan Seni (Pertunjukan) dan Penguatan Makna Seni - Sumaryono - Manajemen Seni Pertunjukan Masa Kini - Kasidi Hadipriyatno - Penetapan Harga Lukisan: Sebuah Kajian Teoritis - Mikke Susanto, Lono L. Simatupang, dan Timbul Haryono RANAH EMPIRIS - Festival Kesenian Yogyakarta: Pengalaman dan Usulan Pengelolaan - Timbul Raharjo - Festivalisasi "Jazz" di Indonesia, dari Panggung menuju Peristiwa - Citra Aryandari - Fotografi Suherry Arno: Penciptaan, Manajemen, dan Diseminasi Praktik Seni Fotografi dalam Pameran "Melampaui Fotografi" - Irwandi - Pelestarian dan Pengembangan Wayang Beber Gelaran Wonosari Yogyakarta - Indiria Maharsi - SITI: Ketika Film Indie Bertarung di Pasar Mainstream - Arinta Agustina Hamid
    Rp 60.000,00
  • Buku - Sejarah Kopi Mandailing
    Buku - Sejarah Kopi Mandailing

    Sejarah Kopi Mandailing – Budi Agustono, Junaidi, Kiki Maulana Affandi

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2019 Tebal: 133 halaman ISBN: 978-602-258-546-5 Kondisi: Baru Buku ini berusaha untuk menelusuri sejarah komoditi Kopi Mandailing yang ditanam di wilayah Tapanuli. Wilayah Tapanuli yang dimaksud di sini adalah tempat berdiam penduduk beretnik Mandailing dan Angkola. Kopi Mandailing adalah suatu brand atau merk dagang yang dipakai untuk kopi yang berasal dari daerah Mandailing. Namun, sejak masa lalu banyak daerah-daerah lain di Tapanuli yang memakai merk ini untuk mendulang harga yang tinggi. Kepopuleran Kopi Mandailing sudah sejak masa kolonial Belanda. Pada masa puncak kejayaannya telah menghasilkan lebih dari 5.500.000 pohon kopi. Ini merupakan hasil pencapaian produksi yang luar biasa pada masa itu. Perkembangan produksi Kopi Mandailing ini ternyata juga memiliki dampak terhadap wilayah dan penduduk Tapanuli. Beberapa dampak tersebut di antaranya adalah persoalan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Arus Balik
    Buku - Arus Balik

    Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara, Kolonialisme, dan Poskolonialisme

    , ,
    Editor: Dorothea Rosa Herliany, Imam Muhtarom, Seno Joko Suyono, Wicaksono Adi, Yoke Darmawan Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2014 Tebal: 328 halaman ISBN: 978-602-258-245-8 Kondisi: Baru Dalam sejarah maupun arkeologi laut, maritim di wilayah Nusantara dalam rentang yang panjang banyak memberikan sumbangan bagi perkembangan peradaban Nusantara. Maritim dalam pengertian waktu itu menjadi bagian yang terpisahkan dari kelangsungan kerajaan maupun kelompok yang lebih kecil di mana saja. Segala aktivitas yang menyangkut interaksi yang luas apakah itu sebuah misi politik, ekonomi, budaya, tidak bisa dilepaskan dari maritim. Pada akhir-akhir ini dengan adanya kesadaran menguatnya betapa pentingnya maritim bagi bangsa ini, kehadiran buku berjudul Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara, Kolonialisme, dan Poskolonialisme untuk publik luas, sedikit-banyak akan memberi sumbangan yang berharga. Isi buku ini merentang dari masa silam ketika peradaban maritim menjadi bagian yang tak terpisah dari peradaban hingga masa-masa redupnya di bawah kendali para kolonialis. Proses kolonialisme ini tidak sebatas masa fisik di bawah todongan senjata, tetapi menjelma dalam bentuk kontemporer berupa penguasaan modal dan alat-alat produksi di bidang kelautan. Akses ke laut sebatas mereka yang berkuasa dalam pengertian politik, modal, dan teknologi, sementara rakyat jelata yang kehidupannya semenjak nenek moyangnya hidup bersama laut, tidak memiliki akses tersebut.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Kuasa dalam Sinema
    Buku - Kuasa dalam Sinema

    Kuasa dalam Sinema: Negara, Masyarakat, dan Sinema Orde Baru – Krishna Sen

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2009 Tebal: 345 halaman ISBN: 978-602-8335-23-2 Kondisi: Baru Hingga kini, buku ini adalah studi yang paling komprehensif tentang teks dan institusi sinema Indonesia setelah kontra-revolusi tahun 1965 yang digerakkan oleh militer. Krishna Sen menunjukkan bahwa sinema Indonesia tidak bisa dipahami kecuali dengan merujuk pada transformasi ekonomi dan politik yang dibawa oleh pemerintahan Orde Baru di bawah Jenderal Soeharto. Terjebak dalam gerakan nasionalis radikal sebelum tahun 1965, sinema Indonesia dibersihkan dari elemen-elemen radikalnya dan , dengan pengecualian stasiun televisi milik negara, media massa yang paling dikontrol secara ketat. Meski demikian, pada momen-momen penuh letupan radikal, penulis menunjukkan bagaimana sinema beraliansi dengan para pengkritik rezim Soeharto yang notabene adalah kelas menengah. Di bagian pertama, Krishna Sen mnjelaskan secara rinci latar belakang sejarah dan memeriksa struktur industri sinema Indonesia di bawah Orde Baru. Adapun bagian kedua adalah analisis yang menarik atas beragam teks filmis. Di sini penulis menunjukkan bagaimana hubungan-hubungan sosial di Indonesia terkonstruksi secara diskursif dalam sinema, dan lebih jauh lagi dalam diskursus politik Orde Baru yang dominan. Kuasa dalam Sinema adalah buku yang sangat kaya serta memuat ilustrasi sejumlah poster dan still film. Buku ini menunjukkan pentingnya kebudayaan populer dalam memahami posisi rezim Soeharto secara nasional maupun internasional, dan analisis penulis tentang politik tekstual Indonesia akan sangat tak ternilai harganya bagi siapapun yang tertarik dengan isu pembangunan identitas nasional.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Sinema Horor Kontemporer Indonesia
    Buku - Sinema Horor Kontemporer Indonesia

    Sinema Horor Kontemporer Indonesia – Anton Sutandio

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2016 Tebal: 142 halaman ISBN: 978-602-258-368-4 Kondisi: Baru Dalam dunia akademis Indonesia, tidak banyak buku teks yang berbicara mengenai perfilman Indonesia, terlebih dalam genre horor. Oleh sebab itu, buku ini diharapkan dapat memperkaya keragaman buku-buku akademik mengenai industri film Indonesia yang semakin hari semakin berkembang. Dalam kaitannya dengan sejarah, terutama trauma sejarah Indonesia, buku ini mencoba untuk mengeksplorasi fungsi alegoris sinema horor kontemporer Indonesia yang merepresentasikan kekhawatiran dan ketakutan akan trauma sejarah yang belum tersembuhkan. Menjamurnya produksi film horor di Indonesia pada awal abad ke-21 bukanlah suatu kebetulan. Hal itu menyiratkan adanya kebutuhan untuk mengatasi berbagai bentuk kekerasan politik dan sosial yang belum terselesaikan.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Cendana dan Dinamika Masyarakat Nusa Tenggara Timur
    Buku - Cendana dan Dinamika Masyarakat Nusa Tenggara Timur

    Cendana dan Dinamika Masyarakat Nusa Tenggara Timur – Munandjar Widiyatmika

    , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2014 Tebal: 179 halaman ISBN: 978-602-258-135-4 Kondisi: Baru Cendana sebagai tumbuhan semi parasit yang secara alamiah tumbuh di lingkungan tanah berformasi batu karang dan iklim yang kering, merupakan tumbuhan asli Nusa Tenggara Timur. Karena kegunaan kayu cendana sebagai bahan perabotan mewah, bahan kosmetik, obat-obatan dan benda upacara, sejak masa sekitar awal abad Masehi telah ramai diperdagangkan dalam pasaran dunia. Cendana dan perdagangan cendana menimbulkan kontak budaya antarpendatang dengan penduduk lokal. Kontak dengan para pendatang yang semula hanya sebagai pedagang dan pelaut dalam perkembangan kemudian juga menjadi ajang persaingan dagang kekuasaan dan agama. Lebih-lebih setelah kedatangan bangsa Barat terutama Portugis dan Belanda di Nusa Tenggara Timur persaingan dagang, politik dan agama semakin sengit. Berbagai kelompok etnis di Nusa Tenggara Timur tidak bisa menghindarkan diri dari kancah persaingan ini. Agar mereka mampu mempertahankan hidupnya harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis dari berbagai pengaruh yang datang dari waktu ke waktu sepanjang perjalanan sejarah perdagangan cendana. Perdagangan cendana sebagai suatu proses berlangsung dalam suatu struktur kemasyarakatan dan proses itu menghasilkan pola-pola struktur dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain proses itu menghasilkan dinamika masyarakat dan memberi corak berbagai struktur dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dari hasil perdagangan memberikan berbagai pengetahuan, peralatan dan keterampilan baru, yang dalam proses pemanfaatannya menumbuhkan berbagai warna dan nilai baru dalam berbagai unsur kehidupan sosial budaya yang terikat dengan berbagai norma dalam struktur kehidupan. Akumulasi proses dalam jangka panjang telah terjadi berbagai dinamika dalam: bahasa, kesenian, upacara dalam rangka kepercayaan menyangkut daur hidup, dan pola kehidupan sehari-hari seperti peralatan rumah tangga, pakain, perhiasan, senjata, cara bertani, cara berperang, menenun terikat dengan norma-norma tertentu. Bahkan akhirnya juga menjadi dorong dan daya tarik masuk dan berkembangnya agama baru yakni agama Katolik, Kristen Protestan dan pendidikan dengan pola sebaran yang berbeda di Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila cendana tidak saja merupakan tumbuhan khas tetapi juga sebagai salah satu unsur utama yang memberikan identitas dinamika masyarakat Nusa Tenggara Timur seperti yang sekarang. Itulah sebabnya satu- satunya universitas negeri di Kupang mengambil nama Nusa Cendana, dengan harapan dapat menebarkan keharuman menjadi pemberi identitas dan dinamika baru di masa depan bagi daerah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Zaman Baru Generasi Modernis
    Buku - Zaman Baru Generasi Modernis

    Zaman Baru Generasi Modernis: Sebuah Catatan Arsitektur – Abidin Kusno

    , , , ,
    Editor: Manneke Budiman Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2012 Tebal: 168 halaman ISBN: 978-602-7544-77-2 Kondisi: Baru Kata-kata seperti "gerak," "gerakan" dan "pergerakan" merupakan ungkapan kunci dalam sejarah Indonesia modern. Kata-kata tersebut bisa membangkitkan dan juga menumbangkan sebuah zaman. Ungkapan pergerakan itu juga bisa diartikan sebagai pendobrakan, pembangkangan dan pembaharuan. Bagaimana arsitek ikut berperan, sadar atau tidak, dalam proses pergerakan zaman adalah pertanyaan yang dihadirkan dalam buku ini. Melalui dua puluh satu catatan ringkas, Abidin Kusno meletakkan pertimbangan intelektual dan sosial-politik sebagai asa yang menentukan sejarah arsitektur di Indonesia. Bagaimana arsitek ikut mendorong perubahan zaman dan terlibat penataan jaringan kekuasaan yang sekaligus membentuk dirinya? Bagaimana arsitektur di Indonesia bergesekan dengan semangat "modernisme"? Bagaimana modernis Indonesia merangkul ide-ide baru, meskipun yang lama masih menjadi sumber untuk formasi baru? Dimulai dengan transformasi perkotaan pada awal abad ke-20, buku ini melacak peristiwa-peristiwa pembaharuan yang melibatkan arsitek Sepanjang jalan diperlihatkan tanda-tanda modernisme Indonesia, dan transformasinya di berbagai zaman, sehingga akhirnya tercapai suatu kesimpulan bahwa modernisme Indonesia mengambil bentuk yang beragam: dari yang membangkang kepada kemapanan, hingga yang kompromis kepada kekuasaan, dan ia hidup sejak awal abad ke-20 hingga sekarang.
    Rp 45.000,00
  • Buku - The Jadugar
    Buku - The Jadugar

    The Jadugar: 15 Tahun Mengobrak-Abrik Video Musik Indonesia

    , , , ,
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2020 Tebal: 280 halaman ISBN: 978-602-06-3528-6 Kondisi: Baru The Jadugar adalah kolektif video duo yang dimotori oleh Henry “Betmen” Foundation dan Anggun Priambodo. Keduanya telah melahirkan beragam video klip yang mewakili berbagai macam musisi Indonesia, dengan estetika yang setia kepada karakter musiknya, plus pendekatan yang selalu eksploratif dan eksentrik untuk karya video musik yang unik. * “Gue berani bilang bahwa karya The Jadugar itu levelnya setara dengan video klip Michel Gondry atau Mark Romanek.” - Eka Annash “Sekarang akses kamera lebih mudah, dan video dibuat oleh semua orang. Tapi, point of view ini pernah lahir dari karya The Jadugar.” - Sidi Saleh “Paradoks terbesar tentang The Jadugar adalah bahwa ternyata mereka pernah menjadi mercenaries, hired guns, tentara bayaran yang dikontrak untuk membuat video klip untuk band-band arus utama seperti Peterpan, Slank, Tipe-X, dan bahkan Nidji.” - Taufiq Rahman “Buat gue, omong kosong kalau dibilang mereka punya karya yang konseptual. Tidak ada hal seperti itu. The Jadugar itu kosong, tidak ada karya mereka yang menyembunyikan kegalauan; hal-hal seperti itu tidak ada.” - Oomleo “Yang sebetulnya lebih menarik untuk dibicarakan adalah apa yang mungkin dibikin selanjutnya. Ketika suasana sudah sama sekali berbeda; ketika ajaib-ajaib dahulu diperpanjang masa berlakunya hingga jadi hal biasa di sekitar kita.” - Bin Harlan Boer “Sutradara Anggun Priambodo bikin surprise untuk band, dengan tiba-tiba teman-teman Pure Saturday yang berada di Jakarta dan juga Pure People Jakarta dan Bandung hadir dan merekam mereka pakai kamera yang dipinjamkan atau kamera video sendiri.” - Arian Arifin “Di The Jadugar, yang saya amati dari karya keduanya adalah karakternya yang lumayan berbeda. Mereka berani bermain di luar konsep keren yang telah ada.” - Cholil Mahmud
    Rp 135.000,00
  • Buku - Musik Jakarta
    Buku - Musik Jakarta

    [Issue 01] Musik Jakarta – Felix Dass dan John Navid

    , , ,
    Musik Jakarta vol 01 features talks with: Kukuh Rizal Arfianto, Shunsuke Izumimoto. Samson Pho, Soleh Solihun, Adinda Simandjuntak, Kendra Ahimsa, Merdi Leonardo, Ramengvrl Penerbit: Binatang Press! Tahun Terbit: 2019 Spesifikasi: 4 Colored Risograph print, Printed on Munken Pure 130 gsm, 74 Halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-50951-7-7 Kondisi: Baru Jakarta’s huge contribution in defining Indonesia’s popular culture offers opportunities to make the right connections. But connecting with the city’s independent music scene is to understand its smallest, previously unseen and undocumented details. Never to take small things for granted, Felix Dass has been documenting the scene all these years. This time, he brings John Navid on board as photographer, in hopes to deliver the bigger picture – the vibrant and colorful stories of Jakarta’s sidestream music. This journal is a story of Jakarta’s beginning journey to self-rediscovery. Felix Dass will share his efforts to deliver and reintroduce Jakarta’s independent music scene to the public. In a sprawling capital of the biggest, developing country in South East Asia, how can he help his beloved independent music scene navigate its future?
    Rp 155.000,00
  • Buku - Di Tengah Keluarga
    Buku - Di Tengah Keluarga

    Di Tengah Keluarga – Ajip Rosidi

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2003 (Pertama kali terbit pada 1956) Tebal: 140 halaman ISBN 979-419-315-1 Kondisi: Baru Keadaan manusia dalam hidup sehari-hari, dengan suka dan dukanya, mendapatkan pelukisan yang realistis dalam Di Tengah Keluarga. Inilah sepilihan cerita pendek karya Ajip Rosidi dari dasawarsa 1950-an, yang dituangkan dalam dua bagian, Ajip sepertinya menimba bahan-bahan perkisahannya dari telaga pengalaman pribadi. Pengalaman itu diangkat ke tempat yang lebih tinggi, juga direfleksikan melalui cermin kesadaran, sehingga dapat bersentuhan dengan sebanyak mungkin pribadi lain. Sejak pertama kali terbit pada 1956, buku ini telah mendapatkan sambutan yang baik dari kalangan sasterawan dan kritikus sastera, juga telah menjadi salah satu bagian dari sejarah sastera Indonesia.
    Rp 35.000,00
  • Buku - Sensor Kontemporer
    Buku - Sensor Kontemporer

    Sensor Kontemporer – M. Sudama Dipawikarta

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2019 Tebal: 158 halaman ISBN: 978-623-221-320-3 Kondisi: Baru Film yang sudah diluluskan Lembaga Sensor Film (LSF) seringkali menuai kontroversi. Sebagian sineas berharap LSF tidak terlalu ketat dalam menyensor film, tetapi sineas lainnya mengingatkan LSF untuk lebih selektif dalam meloloskan film demi terjaganya kepuasan penonton. Begitu juga sebagian masyarakat meminta LSF menyensor seketat-ketatnya, bahkan tidak perlu meloloskan film yang menurut pandangan mereka tidak bermutu. Tetapi, tidak sedikit masyarakat yang memaki-maki LSF akibat adegan film yang hilang direvisi. Mereka berharap LSF menyensor lebih longgar, agar tidak mengganggu kenikmatan menonton film. Di sisi lain, peranti digital yang semakin melimpah dapat memudahkan masyarakat untuk menonton apapun tanpa melalui LSF. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak agar dapat memilih dan menghadirkan tontonan yang baik. Sensor Kontemporer merupakan kumpulan tulisan seputar sensor film di Indonesia. Konsep penyensoran selalu mengikuti perkembangan zaman, buku ini dapat mengupas bagian-bagian terpenting dari perkembangan tersebut.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Studium Generale
    Buku - Studium Generale

    Studium Generale – Fuad Hassan

    , , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2001 (Pertama kali diterbitkan pada 1998) Tebal: 239 halaman ISBN: 979-419-282-1 Kondisi: Old Stock Buku ini diberi judul "Studium Generale" karena memang memuat telaah umum mengenai beberapa permasalahan yang diharapkan dapat memperluas wawasan pembacanya, atau cukup merangsang untuk membuat pengkajian lebih lanjut. Sebagai studium generale, pokok bahasan tidak dipaparkan sebagai pengambilan posisi teoritik tertentu, melainkan dikemas sebagai pengolahan (treatise) yang diharapkan dapat merangsang pemikiran (thought-provoking), khususnya bagi mereka yang menekuni disiplin yang tercakup dalam atau berbatasan dengan ilmu tingkahlaku (behavioral science) serta perihal kebudayaan sebagai penjelmaan yang khas manusiawi dalam kehidupannya bermasyarakat. * DAFTAR ISI: - Pengantar - Religi dan Ilmu dalam Masa Industrialisasi - Catatan Umum perihal Muatan Buku Anak - Catatan perihal Pendidikan dalam Budaya Modernisme - Catatan perihal Teknologi dan Teknokrasi - Catatan tentang Urbanism dan Ketahanan Mental - Kecenderungan Perubahan Nilai Memasuki Abad ke-21 dan Implikasinya bagi Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan - Pemahaman tentang Seni dalam Proses Pendidikan - Catata Perihal Pendidikan Tinggi - Dampak Perkembangan Teknologi terhadap Psikologi - Dari Fenomenologi ke Psikologi Humanistik - Orientasi dan Sikap Etik dalam Praktek Psikologi - Pertemuan Antar-Budaya dalam Era Globalisasi - Bermain sebagai Hak Anak - Cultural Dimensions in Psychotherapy - Perihal Perubahan Sosial dan Budaya - Catatan Pinggir tentang Demokrasi - Modernisme dan Elitisme - Respondeo Ergo Sum - Tingkahlaku Agresif dan Kultus Kekerasan
    Rp 72.000,00
  • Buku - Anak Asuh Bernama Indonesia
    Buku - Anak Asuh Bernama Indonesia

    Anak Asuh Bernama Indonesia – Emha Ainun Nadjib

    , , ,
    Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 412 halaman ISBN: 978-602-291-397-9 Kondisi: Baru Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan yang meskipun engkau dikepung oleh kegelapan, tapi engkau tetap sanggup menerbitkan cahaya dari dalam dirimu. Meskipun terbata-bata di jalanan yang sangat terjal, engkau tetap mampu menata kuda-kuda langkahmu sehingga keterjalan jalan itu bergabung ke dalam harmoni tangguhnya langkah-langkahmu. Bahkan, sekalipun engkau ditimpa, ditindih, dihajar, dan seakan-akan dihancurkan oleh beribu beban dan permasalahan, engkau justru menjadi anak-anak cucu-cucuku yang mengubah jalanan itu menjadi rata bagi semua orang. Melalui buku ini, kutitipkan hutan belantara pemikiranku kepadamu.
    Rp 79.000,00
  • Buku - Dari Pojok Sejarah
    Buku - Dari Pojok Sejarah

    Dari Pojok Sejarah – Emha Ainun Nadjib

    , , ,
    Penerbit: Majelis Masyarakat Maiyah dan Mizan Tebal: 508 halaman ISBN 978-602-441-042-1 Kondisi: Baru “Dil, Saudaraku, inilah surat-suratku: menirukan suara-suara liar dari jalanan, gang-gang kampung, sudut-sudut desa, napas dan bau keringat berjuta orang yang dibelakangi oleh perkembangan ... inilah surat, dari pojok-pojok sejarah, dari pinggiran tandus ladang-ladang yang disebut kemajuan ....” Emha Ainun Nadjib, banyak sebutan untuknya: budayawan, penulis, seniman, bahkan ada yang menyebutnya “Kiai Mbeling”. Tapi, dia tak pernah peduli terhadap semua sebutan tersebut. Dia adalah Cak Nun, pengembara spiritual yang mencari makna cinta sejati melalui perjalanan kemanusiaan. Pengembaraan yang membawanya ke dalam pusaran peristiwa-peristiwa penting bangsa, termasuk turunnya Soeharto dan mulainya era Reformasi. Buku ini diberi judul Dari Pojok Sejarah, renungan seorang Emha Ainun Nadjib terhadap perjalanan sekelompok manusia dan wilayah yang menisbahkan diri sebagai bangsa yang bernama Indonesia. “Apabila yang kuomongkan ini sesat (demikian doa sila kelima ini kutiru dari ayat-Nya), maka kesesatan itu berasal dari diriku sendiri. Tetapi apabila tulisan liar ini ternyata ada benarnya, maka, tak lain, kebenaran itu bersumber dari rahasia Allah yang entah bagaimana: nongol begitu saja.”
    Rp 125.000,00
  • Buku - Markesot Bertutur
    Buku - Markesot Bertutur

    Markesot Bertutur – Emha Ainun Nadjib

    , , ,
    Penerbit: Mizan dan Majelis Masyarakat Maiyah Tebal: 472 halaman ISBN: 978-602-441-114-5 Kondisi: Baru Markesot adalah sosok lugu nan cerdas, mbeling, terkadang misterius. Dalam kesehariannya dengan sahabat-sahabatnya, Markembloh, Markasan, Markemon, dan lain-lain—yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb)—Markesot memperbincangkan seabrek problem masyarakat kita. Dari konflik politik internasional sampai soal celana. Dari tasawuf hingga filosofi urap. Dalam gaya bertutur khas Jawa Timuran yang penuh canda dan sindiran, Markesot mengajak kita meneropong kehidupan secara arif dan menemukan hakikat di balik nilai-nilai semu yang merajalela. Markesot Bertutur adalah salah satu karya emas dalam perjalanan kepengarangan Emha Ainun Nadjib. Setelah lama “absen”, buku ini hadir kembali menyapa pembaca. Dan terbukti, apa yang diperbincangkannya masih terus relevan dengan kondisi Indonesia.
    Rp 99.000,00
  • Buku - Bali Tempo Doeloe
    Buku - Bali Tempo Doeloe

    Bali Tempo Doeloe – Adrian Vickers

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2012 Tebal: xviii + 374 halaman ISBN: 978-602-9402-07-0 Kondisi: Baru Sejarah 400 tahun Bali dengan banyak sudut pandang terekam dalam buku ini. Adrian Vickers sejarawan yang lama menekuni sejarah Bali telah meramu empat puluh artikel yang ditulis oleh tiga puluh enam orang asing, dan tiga orang Indonesia menjadi satu untaian narasi, cerita-cerita lucu serta bacaan bersejarah tentang Bali. Tulisan dalam antologi ini meliputi masa pendaratan pertama bangsa Belanda pada 1957 hingga 1990-an saat gegar budaya menggelisahkan penulis-penulis Bali. Dimulai dari pendeta pencerita VOC terkemuka Francois Valentijn yang mengisahkan perdagangan budak dan sodomi sampai Raden Sasrawijaya, santri priyayi Yogyakarta yang jadi turis ke Bali pada pertengahan abad ke-19. Ada Miguel Covarubias yang mengisahkan petani dan seniman Bali pada abad 20, Anne Mathews menuturkan letusan hebat Gunung Agung yang menelan 1500 korban jiwa, juga cerita daerah-daerah "Surga" terkemuka di Bali dari Margaret Mead, Julius Jacobs, W.H. Medhurst, Collin McPhee, Myron Zobel dan Nyoman S. Pendit. Termasuk kisah perang puputan dari H.H. van Kol, pendudukan Jepang oleh Ktut Tantri dan penulis sosialis Jef Last mengulas Bali setelah revolusi. Meskipun tulisan-tulisan itu adalah catatan perjalanan yang disusun dari berbagai sudut pandang, sesungguhnya buku ini merupakan sumber pengetahuan yang menarik sebab mendokumentasikan keadaan sosial budaya Bali dalam arti luas. Pengelompokan dokumentasi dan catatan dari Vickers sebagai editor bukan saja memudahkan setiap pembaca mengenali sosok si penulis dan memahami konteks zaman ketik dibuat, tetapi juga menafsirkan bagaimana peristiwa sosial politik, keajaiban alam, tempat, budaya dan seni, serta agama membentuk sejarah Bali tempo doeloe.
    Rp 110.000,00
  • Buku - Oligarki
    Buku - Oligarki

    Oligarki: Teori dan Kritik – Editor: Abdil Mughis Mudhoffir dan Coen Husain Pontoh

    , ,
    Penulis: Abdil Mughis Mudhoffir, Arianto Sangadji, Coen Husain Pontoh, Geger Riyanto, Intan Suwandi, Johannes Danang Widoyoko, Made Supriatma, Muhammad Ridha, Robertus Robet Penerbit: Marjin Kiri bekerjasama dengan IndoProgress Tahun Terbit: 2020 Tebal: xxiv + 291 halaman ISBN: 978-979-1260-95-4 Kondisi: Baru “Buku ini memuat sejumlah tulisan kritis mengenai politik oligarki dan perkembangan kapitalisme. Hampir setiap artikel menyajikan telaah berguna yang diadaptasi dengan kondisi spesifik Indonesia. Telaah tersebut dikembangkan lewat pergulatan dengan berbagai perdebatan teoretis yang mendasar, tetapi dibarengi pemahaman empiris dan historis yang mendalam. Setuju atau tidak dengan tesis oligarki dan kapitalisme, buku ini mengingatkan kita bahwa analisis tentang banyak masalah kontemporer di negeri ini masih agak sulit mengabaikan berbagai temuan yang dihasilkan lewat tesis tersebut.” — Vedi R. Hadiz, The University of Melbourne, penulis Localising Power in Post-Authoritarian Indonesia “This book is an important contribution to our debates about oligarchs and oligarchy. The authors present new interpretations that are relevant for Indonesians trying to understand how it is possible that their political system can be both democratic and oligarchic at the same time.” — Jeffrey A. Winters, Northwestern University, penulis OligarchyBuku ini menawarkan tinjauan, interpretasi, dan refleksi teoretis untuk memahami kelindan demokrasi dan ekonomi pasar dengan unsur-unsur predatorial yang turut menopang kapitalisme. Kita diingatkan bahwa pembahasan bermakna tentang demokrasi Indonesia tidak akan efektif tanpa pengakuan bahwa oligarki, seperti kapitalisme, tidaklah statis.” — Inaya Rakhmani, Universitas Indonesia, penulis Mainstreaming Islam in Indonesia “An extremely important contribution to the analysis of political power and transformation in Indonesia. It comes at a time when it is increasingly important to understand and explain the rapidly shifting forces and ideas that now confront Indonesia’s democracy.” — Richard Robison, penulis Indonesia: The Rise of Capital “In this new volume, some of Indonesia’s most serious social and political analysts extend and challenge the oligarchy framework, re-examining both its theoretical underpinnings and its empirical implications. This book is a much needed examination of the power of capital in contemporary Indonesia.” — Edward Aspinall, Australian National University
    Rp 89.000,00
  • Buku - Menalar Tuhan
    Buku - Menalar Tuhan

    Menalar Tuhan – Franz Magnis-Suseno

    , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2006 Tebal: 224 halaman ISBN: 978-979-21-1043-2 Kondisi: Baru Menalar Tuhan, itulah yang sejak permulaannya menjadi obsesi filsafat. Menggapai Tuhan melalui pikiran menjadi hasrat tertinggi filsafat sampai 200 tahun lalu. Di permulaan abad 21, pertanyaan tentang Tuhan masih tetap berada di pusat pemikiran para filsuf. Kemudian, di panggung filsafat muncul paham ateisme di mana Tuhan berada di luar batas-batas wacana rasional. Situasi ini menghadapkan manusia intelektual yang tetap percaya pada Tuhan dengan pertanyaan: Apakah imannya lebih dari sekadar warisan indah tradisi yang sudah berumur ribuan tahun? Apakah ia dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan pada Allah secara rasional? Apakah masuk akal masih percaya kepada Tuhan? Buku ini ditulis bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan juga bagi mereka yang tidak lagi percaya kepada Tuhan, tetapi dalam kejujuran intelektual ingin mendalami pertanyaan tentang dasar-dasar rasional kepercayaan akan Tuhan. Buku ini bukan mengenai agama, melainkan mengenai Tuhan. Buku ini termasuk filsafat. Sebagai filsafat, buku ini tidak mendasarkan diri pada keyakinan salah satu agama, melainkan semata-mata pada pertimbangan nalar. Buku ini tidak mau "membuktikan" adanya Tuhan, melainkan menunjukkan bahwa di abad 21 pun manusia tetap dapat percaya kepada Tuhan tanpa harus menyangkal kejujuran intelektualnya.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Pijar-pijar Filsafat
    Buku - Pijar-pijar Filsafat

    Pijar-pijar Filsafat – Franz Magnis-Suseno

    , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2004 Tebal: 304 halaman ISBN: 978-979-21-0331-1 Kondisi: Baru Dalam buku ini dikumpulkan delapan belas karangan dari bidang wilayah filsafat. Masalah yang dibahas adalah agama dan rasionalitas, teknoligi dan paham jawa tentang sangkan paran, aliran seperti Teori Kritis Mazhab Frankfurt, komunitarisme, postmodernisme dan konsepsi etika baru yang dirintis oleh filosof-filosof perempuan. Juga dibahas beberapa pokok pemikiran tokoh-tokoh filsafat seperti Adam Müller, Hegel, Marx, Sutan Takdir Alisjahbana, Habermas dan Spaemann.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Ziarah Arsitektural Gereja Santo Petrus
    Buku - Ziarah Arsitektural Gereja Santo Petrus

    Ziarah Arsitektural Katedral St. Petrus Bandung

    , , , , ,
    Editor: Abang Wirnawan dan Johannes Widodo Tim Kreatif & Editorial: Budi Aksana, Ira Indrawati, Nani Lestari, Rijen Tjandra, Yenny Gunawan Penerbit: Bhumi Preanger Studio Tahun Terbit: 2001 Tebal: 57 halaman ISBN: 979-96191-0-6 Kondisi: New Old Stock Buku ini adalah langkah awal dari sekumpulan insan yang berlatar-belakang pendidikan arsitektur untuk memulai tradisi penulisan tentang berbagai karya arsitektur yang telah kita kenal selama ini. Dengan menggunakan judul 'ziarah arsitektural' buku ini memang tidak berambisi menjadi buku ilmiah tentang arsitektur melainkan sekedar upaya penyampaian pengalaman dan pengetahuan tentang karya arsitektur sejauh informasi yang dapat dijangkau. Dengan demikian buku ini akan selalu terbuka terhadap berbagai informasi baru yang belum terungkap, dan siap untuk dilengkapi di masa mendatang. Melalui ziarah arsitektural yang ringkas tentang Katedral St. Petrus Bandung ini, diharapkan dapat memperkaya apresiasi kita perihal objek tersebut. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, kami telah memperoleh pengalaman yang tak ternilai, yang kami yakini sudah pantas untuk disampaikan kepada masyarakat luas. Kami percaya bahwa ungkapan yang kami sampaikan baru sebagian kecil dari peluang ziarah yang lebih luas, dan langkah berikutnya terbuka bagi siapapun yang ingin masuk ke dalam penjelajahan ini. Selamat berziarah.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan
    Buku - Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan

    Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan – Kusnaka Adimihardja & Purnama Salura

    , , ,
    Penerbit: Foris Publishing Tahun Terbit: 2004 Tebal: 80 halaman ISBN: 979965266-9 Kondisi: New Old Stock Salah satu sudut pandang yang relatif baru digunakan dalam kajian ber-arsitektur adalah kajian Antropologi. Manusia sebagai makhluk kreatif baik secara individu maupun kelompok membangun peradabannya di mana tercermin dalam artefak arsitekturnya. Kajian ini diyakini dapat membantu arsitektur menelusuri dimensi terdalamnya. Kajian kreatif tentang beberapa teori antropologi yang berhubungan dengan kajian arsitektur ini, berawal dari catatan kuliah program S2 Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Melalui suatu proses diskusi yang panjang, gagasan tulisan ini diperkaya para mahasiswa dari berbagai angkatan yang mengikuti mata kuliah Arsitektur Antropologi. Tulisan yang masih jauh dari sempurna ini tidak terlepas dari sumbangan pikiran mereka di atas. Upaya penerbitan ini diharapkan dapat membantu seluruh pihak yang ingin memperkaya wacana arsitektur dalam bingkai budaya.
    Rp 40.000,00
  • Buku - Revolusi Sebatang Jerami
    Buku - Revolusi Sebatang Jerami

    Revolusi Sebatang Jerami – Masanobu Fukuoka

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 ISBN 978-602-433-807-7 Kondisi: Baru Akibat keprihatinan terhadap terjadinya degenerasi tanah dan masyarakat Jepang, di mana orang-orang Jepang meniru secara langsung model pembangunan ekonomi dan industri Amerika. Masanobu Fukuoka bertekad untuk tidak meninggalkan bertani secara tradisional. Malahan ia memperhalus kembali, sehingga metode bertani alamiahnya memerlukan tenaga kerja dan kerusakan alam yang lebih sedikit daripada metode lain mana pun, sedangkan hasilnya per acre dipertahankan sama. Buku ini banyak berisi anjuran-anjuran yang merangsang, penuh dengan uraian tentang cara-cara praktis menanam padi dan biji-bijian musim dingin, buah jeruk dan sayur-mayur kebun di ladang orang Jepang. Ia beranggapan bahwa bertani secara alami berawal dari kesehatan spriritual pribadi orangnya. Buku ini juga bertujuan mengubah sikap terhadap alam, bertani, makanan dan kesehatan jiwa dan raga manusia. Oleh karena itu, buku ini praktis sekaligus filosofis, karena memberi inspirasi dan tidak sekedar berisi tentang pertanian saja.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Meretas Batas-batas Ilmu
    Buku - Meretas Batas-batas Ilmu

    Meretas Batas Ilmu: Perjalanan Intelektual Guru Besar Sosial Humaniora

    , ,
    Penyunting: Yunita T. Winarto , Rahayu S. Hidayat, dan Melani Budianta Prakata: Rosari Saleh, Herkirstuti Harkrisnowo Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 Tebal: 337 halaman ISBN: 978-602-433-815-2 Kondisi: Baru Buku ini merupakan himpunan dari kisah sepuluh Guru Besar bidang Ilmu Sosial-Humaniora Universitas Indonesia dalam mengawali, menumbuhkembangkan, menggumuli, dan menghasilkan karya-karya ilmiahnya. Rentang perjalanan yang panjang dari setiap Guru Besar itu tidaklah berlangsung secara linear, mulus, dan sederhana. Tidak pula seluruhnya berawal dari rintisan karier yang sejalan dengan minat dan pilihan nuraninya. Namun, sekalipun para Guru Besar itu merintis karier dalam disiplin ilmu dengan landasan teoretis, konseptual, dan metodologis yang ditumbuhkembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan manca negara, mereka ternyata mampu memadukan pengetahuan itu dengan fenomena empiris sosial-budaya yang terwujud di bumi Indonesia. Meretas batas disiplin ilmu pun dilakukan agar dapat menyumbangkan karya ilmiahnya secara lebih optimal bagi pengembangan ilmu dan kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia. Pergulatan dan perjuangan yang dialami mereka melalui dialektika beragam teori, konsep, metodologi dengan kehidupan nyata masyarakat dan budaya Indonesia, melahirkan karya-karya ilmiah yang unggul menuju lahir dan tumbuhnya “Ilmu Sosial-Humaniora”.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Hikayat Kebo
    Buku - Hikayat Kebo

    Hikayat Kebo: Sehimpun Laporan tentang Orang-orang Terpinggirkan – Linda Christanty

    , ,
    Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 212 halaman ISBN: 978-602-52645-2-8 Kondisi: Baru Jurnalisme yang disodorkan Linda lewat 17 tulisan bukanlah jurnalisme biasa. Hikayat Kebo tidak dibuat dengan model soft-news. Dia menggunakan teknik bertutur fiksi, dengan bahan fakta dan peristiwa, atau dikenal dengan jurnalisme sastra. *** "Seperti sikapnya dalam sastra, dia menjadikan jurnalisme sebagai karnaval orang-orang pinggiran, yang menggugat pusat kekuasaan." – Nezar Patria "Hikayat Kebo tidak sekadar sindiran norak terhadap sejumlah peristiwa penting yang terjadi di negeri ini, tetapi lebih dari itu merupakan tonggak dalam perkembangan genre yang meleburkan cerita ke berita, atau sebaliknya. Praktis tidak ada ‘jarak’ antara berita dan cerita kecuali huruf ‘b’ dan ‘c’ yang mengawali dua kata itu. Itu sebabnya buku ini wajib kita baca dengan cermat dan cerdik." – Sapardi Djoko Damono, Sastrawan "Melampaui sebuah utopia, sang penulis Hikayat Kebo juga memotret ketimpangan sosial di suatu locus dan tempus yang kerap diklaim sebagai era kemakmuran: Orde Baru. Lebih dari sekadar berkisah, ia secara lugas lalu memfalsifikasi narasi kejayaan masa lalu. Lebih dari itu, ia memprotesnya. Dengan memotret sosok penyair kerakyatan bernama Wiji Thukul, ia memperlihatkan jejak-jejak pemegang kuasa yang terus menyalahgunakan kepercayaan rakyat demi keserakahan diri, keluarga dan kroninya." – Usman Hamid
    Rp 85.000,00
  • Buku - Mempunyai atau Mengada
    Buku - Mempunyai atau Mengada

    Mempunyai atau Mengada? – Erich Fromm

    , ,
    Penerjemah : Aquarina Kharisma Sari Penerbit: IRCiSoD Tahun Terbit: 2019 Tebal: 312 halaman ISBN : 9786237378099 Kondisi: Baru Buku ini merupakan karya orisinal Erich Fromm, yang mengembangkan penelitiannya dalam bidang psikoanalisis radikal-humanis, dan berfokus pada analisis persoalan egoisme dan altruisme sebagai dua orientasi karakter dasar manusia. Dengan kajiannya yang amat mendalam terhadap modus eksistensi “mempunyai” dan “mengada”, Fromm hendak menunjukkan kepada kita tentang krisis akut yang diderita oleh masyarakat kontemporer, baik yang kita sadari ataupun tidak, serta potensi solusinya yang mungkin dilakukan. Dua ideologi besar, komunisme dan kapitalisme, dikritik habis oleh Fromm secara jernih dan tak terduga. Sebaliknya, ia menawarkan suatu gambaran masyarakat baru yang “tak dikenal” oleh “otak kontemporer” kita, sebuah sistem sosial yang mampu melahirkan—sekaligus dilahirkan—oleh individu-individu baru dengan cara pandang baru terhadap realitas, agama, kebudayaan, dan biosfer tempat kita hidup. Ia menamai sistem masyarakat barunya itu sebagai Kota Mengada, sebuah sintesis dari visi masyarakat Abad Pertengahan, Kota Tuhan, dan visi masyarakat modern, Kota Duniawi.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Rasio Sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan
    Buku - Rasio Sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan

    Rasio sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan: Konseptualisasi dan Aktualisasi Filsafat Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram

    , ,
    Penulis: Afthonul Afif, Bandung Mawardi, Marcel Bonneff, M. Endy Saputro, Nanik Prihartanti, Nilam Widyarini, Ryan Sugiarto, Selu Margaretha Kushendrawati, Someya Yoshimichi, Sri Teddy Rusdy Penerbit: Basa Basi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 334 halaman ISBN: 9786237290032 Kondisi: Baru Tulisan-tulisan dalam buku ini membantu untuk menghidupkan kembali kehidupan dan filosofi Ki Ageng Suryomentaram. Ki Ageng Suryomentaram merupakan salah satu dari sejumlah sosok tersohor dalam kehidupan pemikiran dan religius Jawa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia dilahirkan di lingkungan yang berporos pada keraton, sebagaimana Ahmad Dahlan, namun bertolak dari perpaduan antara kebudayaan keraton dan empirisme filosofis untuk menghadapi persoalan dan pertanyaan modernitas serta kondisi kolonial yang dialami oleh apa yang dulu disebut Hindia Belanda dan sekarang dikenal sebagai Indonesia. Sebagaimana yang terlihat pada semua tulisan dalam buku ini, Ki Ageng Suryomentaram adalah sosok yang unik dan istimewa. Pada masa di mana rasionalitas menjadi salah satu ciri dari Renaisans Jawa, ini menjadi karakteristik penentu dari pemikiran Ki Ageng Suryomentaram. Kendati ia jelas-jelas merupakan seorang Jawa Muslim, tulisan-tulisannya dapat dipahami sebagai filsafat rasionalis tentang diri, akal budi, dan masyarakat. Ia tidak terlalu terlibat dengan modernisme Muslim atau mistisisme kebatinan modern.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Seni Berbahagia
    Buku - Seni Berbahagia

    Seni Berbahagia – Epicurus

    , ,
    Penerjemah: Carissa Fadina Permata Penerbit: Basa Basi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 252 halaman ISBN: 978-602-9552-82-9 Kondisi: Baru Di Athena, pada Abad Ketiga Sebelum Masehi, kesadaran dalam berkehidupan mencapai titik tertinggi. Benak para penduduknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana cara kerja alam semesta? Apa yang nyata? Bagaimana bisa manusia ada di tengah kosmos? Kehidupan yang baik itu apa? Apa itu kehidupan yang berbahagia? Apakah kedua hal itu – “baik” dan “bahagia” – saling berselaras atau bertentangan? Apa peran para dewa dalam semua ini? Di meja Taman Epikuros, kaum wanita dan pria mendengarkan Sang Master dengan saksama. Mereka semua sepakat bahwa Epikuros adalah guru terbaik yang pernah ada. Dia telah memikirkan filsafatnya masak-masak, fokus pada diskusinya dengan sesama. Dia menyambut pertanyaan para muridnya, sabar dengan kesalahpahaman mereka, dan menolerir pandangan yang berbeda. Terlepas dari fisiknya yang jelas tampak lemah, kebahagiaannya menjalani hidup tercermin dan menular. Orang lain merasa bersukacita hanya karena berada di dekatnya. Singkatnya, Epikuros memiliki segala hal yang pada zaman sekarang kita pertimbangkan sebagai karakter seorang guru motivator diri yang berkarisma. Untuk sesaat, manusia Abad Ke-21 mungkin menolak adanya seorang pria yang menganggap dirinya guru, dan mengajari murid-muridnya, termasuk kita, tentang cara untuk menjalani hidup. Namun, saya berpegang pada satu alasan bahwa Epikuros mungkin saja memang benar. — Daniel Kleinn
    Rp 70.000,00
  • Buku - Seandainya Aku Bisa Menanam Angin
    Buku - Seandainya Aku Bisa Menanam Angin

    Seandainya Aku Bisa Menanam Angin – Fawaz

    , ,
    Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2019 Tebal: 196 halaman ISBN: 978-602-1318-95-9 Kondisi: Baru “Ah Sese, ko jangan pintar dolo, biar kita sama-sama bodoh dolo, pintar nanti juga sama-sama. Sa jangan ditinggal begitu, tidak bole itu. Tidak baik,” kata Tadius Bisaka, anak ajaib dari Asmat, Papua. Seandainya Aku Bisa Menanam Angin adalah rangkuman kisah, perpaduan tawa bahagia dan tangis sendu. Kisah yang tak pernah sudah tentang hubungan manusia paling jernih: saling percaya, menerima perbedaan, hingga mengikhlaskan. Mengajar bersama anak-anak Suku Anak Dalam Jambi, Asmat Papua, Gunung Argopuro Jember, dan anak-anak di sejumlah tempat yang lain bukan perkara hitung-hitungan dan tata bahasa bagi Fawaz. Ia mengajar, sekaligus diajari tentang sesama, alam raya, dan tentu saja cara berbahagia.
    Rp 78.000,00
  • Buku - Seni Berdebat
    Buku - Seni Berdebat

    Seni Berdebat: 38 Jurus Memenangkan Argumen – Arthur Schopenhauer

    , ,
    Penerjemah: Yudi Santoso Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 138 halaman ISBN: 978-623-9008-77-2 Kondisi: Baru Seni Berdebat: 38 Jurus memenangkan Argumen, merupakan sebuah risalah klasik yang ditulis Arthur Schopenhauer. Di dalam karya ini, filsuf Jerman tersebut memeriksa secara total tiga puluh delapan metode untuk menundukkan argumen lawan dalam debat. Dia mengawali esainya dengan pendapat bahwa para filsuf telah memusatkan perhatian mengenai kaidah-kaidah logika, tetapi tidak menggeluti sisi kelam dari dialektika, dari kontroversi. Mengingat tujuan logika secara sederhana disebut sebagai metode untuk memperoleh kebenaran, dialektika, kata Schopenhauer, bersifat “... sebaliknya, hendak menguji hubungan antara dua individu yang, karena adalah makhluk rasional, hendaknya berpikir dalam kebersamaan, tapi ketika mereka berhenti bersepakat akan seperti dua jam yang berputar bersamaan secara tak putus-putus, menciptakan sebuah perdebatan atau kontestasi intelektual. "Dengan kata lain, jika logika identik dengan upaya mencari kebenaran, maka dialektika berfokus pada keterampilan memenangkan debat; Sama seperti duel ksatria, lebih penting daripada siapa yang salah dan yang benar."
    Rp 65.000,00
  • Buku - Dari Layar Perak
    Buku - Dari Layar Perak

    Dari Balik Layar Perak: Film di Hindia Belanda 1926-1942 – M. Abduh Aziz

    , , ,
    Pengantar: Budi Irawanto Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxii + 106 halaman ISBN: 978-623-7357-07-0 Kondisi: Baru Buku ini mengkaji perihal proses perkembangan film di Hindia Belanda dalam kurun waktu 1926-1942. M. Abduh Aziz menggambarkan bagaimana rupa dan serba-serbi dunia kesenian film semasa kolonial. Ia memulainya dengan membahas lanskap sosial politik masyarakat Hindia Belanda jelang abad ke-20 dan perubahan wajah kota yang mulai menuju modernitas. Selain itu dibahas pula keberlangsungan kesenian tradisional di tengah mulai masuknya bentuk seni terkini juga film-film impor. Sebagai sarana penunjang perfilman, geliat bisnis bioskop juga tak luput dari pembahasan. Jika sebelumnya mereka menjadi pengimpor film dan pengusaha bioskop, mulai akhir 1920-an mereka terlibat langsung di balik layar sebagai produser. Pesatnya perkembangan dunia perfilman tanah air juga mendorong dibuatnya aturan-aturan dari pemerintah kolonial terkait penayangan film-film, juga tentu terhadap pajak dan cukainya. * “Terbitnya buku ini bisa menjadi pengingat bahwa film merupakan anak kandung kehidupan modern. Sejarah film di Indonesia tak bisa diceraikan dari proses urbanisasi yang juga diwarnai oleh regulasi yang hendak menepis ‘efek buruk’ sinema. Tak aneh, hari ini bioskop di Indonesia hadir di tengah pusat perbelanjaan dan impuls untuk menyensor film tak pernah sirna. Setidaknya, buku ini telah menunjukkan akarnya di masa lalu.” - Budi Irawanto, Presiden Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Catatan dari Lapangan
    Buku - Catatan dari Lapangan

    Catatan dari Lapangan: Esai-esai Refleksi Etnografis Bidang Sosial Budaya Mahasiswa Indonesia di Leiden

    , , ,
    Pengantar : Gerry van Klinken – Din Wahid Penulis: Ade Jaya Suryani Ajeng – Ayu Arainikasih – Aminudin TH Siregar – Arfiansyah – Fachrizal Afandi – Grace Leksana – Hari Nugroho – Jermy I. Balukh – Katriani Puspita Ayu – M. Zamzam Fauzanafi – Muhammad Latif Fauzi – Nazarudin – Nor Ismah – Nurenzia Yannuar – Sudarmoko – Syahril Siddik – Taufiq Hanafi – Wijayanto – Yunus Sulistyono – Ward Berenschot – Tom Hoogervorst – Margreet van Till – Marian Klamer Penerbit: Marjin Kiri Tahun Terbit: 2019 Tebal: xliv + 271 halaman ISBN: 978-979-1260-94-7 Kondisi: Baru Apa yang terjadi dalam diri seorang ilmuwan sosial ketika tengah melakukan penelitian di lapangan? Pergulatan batin dan pikiran seperti apakah yang dialaminya? Buku ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu melalui refleksi lima orang profesor dan sembilan belas mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi doktoral di Leiden, Belanda, atas apa yang mereka alami saat melakukan penelitian etnografi di lapangan. Disajikan dalam bentuk narasi yang sederhana, buku ini jauh dari istilah-istilah teknis yang rumit yang biasa ditemui dalam buku metodologi penelitian pada umumnya. Tak lain karena ia berisi kisah-kisah yang dituturkan dengan kejujuran dan kerendahan hati, tentang betapa kerja riset akan memaksa kita terbentur dengan hambatan dan kesulitan, tak jarang juga kegagalan bertubi-tubi. Maka lebih dari sekadar buku tentang refleksi metodologi, buku ini juga bisa dibaca layaknya kisah perjuangan sekelompok kecil anak muda Indonesia yang sedang meneguhkan langkahnya sebagai peneliti sosial-budaya. * “Ada emosi lain yang dapat dijumpai dalam buku ini, yang lebih mendalam sifatnya. Sebagian boleh dibilang filsafati. Kebingungan. Keingintahuan. Kenekatan untuk melawan opini orang yang lebih berkuasa. Perasaan-perasaan ini membawa saya sebagai pembaca masuk ke hal paling fundamental dalam kehidupan akademis.” — Gerry van Klinken
    Rp 55.000,00
  • Buku - Rosa Luxemburg
    Buku - Rosa Luxemburg

    Rosa Luxemburg: Sosialisme dan Demokrasi (Buku 1) – Dede Mulyanto

    , ,
    Pengantar: Ted Sprague Penerbit: Marjin Kiri Tebal: xx + 253 halaman ISBN: 978-979-1260-93-0 Kondisi: Baru Menggabungkan metode penulisan riwayat diri dengan telaah pemikiran, buku ini menyajikan Rosa Luxemburg sebagai pejuang Demokrasi Sosial dalam gaya naratif yang mudah dicerna dan dinikmati. Buku pertama dari rencana dua jilid buku ini mengkhususkan diri pada pembahasan isu-isu seputar demokrasi dan sosialisme yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini, saat ide-ide sosialisme kembali dipeluk anak-anak muda sedunia di tengah kebangkrutan tatanan yang ada. Akan kita temukan pemikiran Rosa Luxemburg mengenai Demokrasi Sosial sebagai leburan antara sosialisme dengan gerakan kelas pekerja, termasuk uraiannya tentang kapan persisnya aksi-aksi demonstrasi dan pemogokan bisa digunakan secara tepat; bagaimana seharusnya sosialisme menyikapi agama, baik umat maupun pemukanya; sikapnya yang anti terorisme politik; beserta kecenderungan internasionalisnya dalam perjuangan demokrasi.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Selat Malaka
    Buku - Selat Malaka

    Selat Malaka: Sejarah Perdagangan dan Etnisitas – Leonard Y. Andaya

    , ,
    Penerjemah: Aditya Pratama Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxxviii+ 342 halaman ISBN: 978-623-7357-04-9 Kondisi: Baru Buku ini menyajikan proses pembentukan etnik dengan menyoroti pergeseran persepsi etnik Melayu di era prakolonial dan peran etnik Melayu dalam merangsang proses etnisisasi (penciptaan etnik baru) komunitas lain. Satu hal yang pokok dalam pembahasan itu adalah gagasan etnisisasi, yakni keputusan politik yang secara sadar dibuat oleh suatu kelompok untuk mengadopsi suatu identitas etnik demi meraih keuntungan. Setiap bahasan di dalam buku ini bersandar pada narasi sejarah perdagangan yang dapat menjelaskan mengapa, kapan, dan di mana aneka kelompok serta kategori etnik terbentuk atau dibentuk ulang di masa lalu, baik masa lalu yang sudah terlewat jauh maupun yang baru saja berlalu. Kelompok-kelompok tersebut adalah yang dianggap sebagai penduduk “purba”, mereka menghuni daratan dan lautan yang berbatasan dengan Selat Malaka. Dengan menyelami etnisitas, sejarawan dapat menawarkan pandangan yang lebih bernuansa tentang hubungan etnik di suatu kawasan yang bertakhtakan keberagaman bahasa dan budaya. Kreatif dan menantang, buku ini menyingkap banyak pertanyaan-pertanyaan baru yang semestinya menghidupkan kembali dan mengubah arah historiografi Asia Tenggara. * “Karya Andaya ini mengingatkan kita bahwa dengan memahami masa lalu, kita bisa belajar banyak mengenai hari ini. Buku ini menjadi sumbangsih yang penting dan tepat waktu terhadap pembahasan-pembahasan mengenai sejarah etnik yang juga berakibat terhadap politik etnik kiwari. Ditulis dengan cukup ringan, karya ini merupakan contoh yang luar biasa terkait bagaimana studi sejarah bisa menyebar dan menjangkau khalayak yang lebih luas.” – Rusaslina Idrus, Pengajar Studi Gender di Faculty of Arts and Social Sciences, University of Malaya.
    Rp 155.000,00
  • Buku - Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya
    Buku - Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya

    Semiotik & Dinamika Sosial Budaya – Benny H. Hoed

    , ,
    Pengantar: Haryatmoko Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xxxi + 352 halaman ISBN: 978-602-9402-44-5 Kondisi: Baru “Di era Reformasi ini kita kebanjiran tanda dalam bentuk pesan politis, iklan, dan ikon yang sarat makna. Penjelasan buku ini mampu mengungkap tabir maknanya. Sebab itu, kehadiran buku ini pantas disambut masyarakat akademik dan mereka yang mengikuti perkembangan pesan yang beredar di berbagai media. Mata dan hati pembaca akan terbuka oleh suguhan yang menerangkan bagaimana tanda yang hadir melalui pesan menjadi makna yang senantiasa melintasi ruang dan waktu pengalaman penerimanya. Apalagi sebagai diskursus akademik yang rumit disampaikan dengan sederhana disertai contoh-contoh yang mudah diasosiasikan dengan pengalaman sehari-hari.” - Prof. Dr. Gunawan Tjahjono, Guru Besar Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas IndonesiaKita menemukan semiotik dalam mitos-mitos baru, tubuh, busana, etika ekonomi dalam kehidupan modern, iklan, dan totemisme, dan lainnya lagi, sebagai arena makna. Telaah semiotik pun dapat pula diterapkan dalam upaya pencarian makna dari hasil kebudayaan masyarakat masa silam. Contoh penerapan semiotik dalam buku ini memperkaya telaah makna tanda dalam kebudayaan. Semiotik terasa mudah, menyenangkan, serius, cair, dan kadang-kadang menemukan juga makna yang kocak.” - Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Guru Besar Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas IndonesiaBuku ini penting di tengah prediksi akan menyusutnya kekayaan sumber daya alam Indonesia dalam 20 tahun-an mendatang yang akan digantikan oleh ekonomi berbasis industri kreatif/Ekonomi kreatif karena dapat menjadi inpirasi proses kreatif. Memahami semiotik bukan saja menjadi penting sebagai unsur utama dalam proses kreatif dan desain, tetapi juga membuat hasil desain menjadi baik objek ekonomi maupun pengutamaan untuk peningkatan makna bagi kehidupan manusia.” - Irvan A. Noe’man, M.ID, BD+A Design, Strategy, Space and Branding Consultants, Alumni Arsitektur Interior, Institut Teknologi Bandung, Industrial Design, Rhode Island School of Design USA
    Rp 110.000,00
  • Buku - Citizenship in Indonesia
    Buku - Citizenship in Indonesia

    Citizenship in Indonesia: Perjuangan atas Hak, Identitas, dan Partisipasi – Penyunting: Ward Berenschot & Gerry van Klinken

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 Tebal: vi + 434 halaman ISBN: 978-602-433-739-1 Kondisi: Baru Kewarganegaraan hadir kembali di Indonesia. Dalam buku ini, kami tidak akan melakukan 'pendidikan kewarganegaraan'. Alih-alih, kami ingin melihat bagaimana orang Indonesia biasa mempraktikkan kewarganegaraan dalam keseharian. Apa yang mereka lakukan? Apa yang mereka yakini? Berfokus pada kewarganegaraan adalah suatu perubahan dari menyalahkan atau memuji kaum elite untuk semua hal yang terjadi di negara ini. Pada kenyataannya, jika demokrasi berjalan dengan baik, maka hal itu terjadi karena warga negara-lah yang membuatnya berhasil. Sebaliknya, jika demokrasi memburuk, hal itu bisa terjadi warga negara tidak berbuat cukup untuk memprotes keegoisan para elite. Kami meyakini bahwa kewarganegaraan adalah cara yang bermanfaat untuk membahas tentang politik Indonesia pasca tahun 1998. Kewarganegaraan menyangkut cara-cara warga negara berinteraksi dengan lembaga-lembaga negara. Perlu dikaji secara empiris, tetapi pada sisi yang lain juga membuat kita berpikir tentang cita-cita bersama. Buku ini memperkenalkan suatu konsep kewarganegaraan yang disesuaikan, tanpa muatan asosiasi dunia Barat, untuk diterapkan di Indonesia. Buku Citizenship in Indonesia: Perjuangan atas Hak, Identitas, dan Partisipasi disusun berdasarkan tiga fitur kewarganegaraan, yaitu hak, identitas sosial, dan keikutsertaan politik.
    Rp 110.000,00
  • Buku - Kejatuhan Sriwijaya, Kebangkitan Malaka
    Buku - Kejatuhan Sriwijaya, Kebangkitan Malaka

    Kejatuhan Sriwijaya Kebangkitan Malaka – O. W. Wolters

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 ISBN: 978-623-7357-02-5 Kondisi: Baru Kajian mendalam mengenai beberapa ciri khas masyarakat maritim Melayu dalam sebuah upaya untuk mendefinisikan arti penting sejarah Melayu. Sejarah yang berlangsung selama 30 tahun sepanjang abad ke-14. Saat itu kerajaan Sriwijaya—yang memiliki asal-muasal sebagai sebuah kerajaan kuno dari abad ke-7—diduga mulai runtuh. Pada tahun-tahun yang sama, Malaka, Ibukota Melayu abad ke-15 yang tersohor mulai membentuk pondasinya. * "Dalam sebuah penjelasan singkat, kebenaran tidak bisa dilakukan dengan pengetahuan imajinatif dan ketelitian guna merekonstruksi sejarah perdagangan awal Indonesia. Karya Ini adalah studi yang paling menyeluruh mengenai topik penting tersebut. Kajian ini mungkin akan tetap menjadi karya otoritatif selama bertahun-tahun mendatang." – Journal of Asian History "Penulis buku ini, O.W. Wolters, selain mempelajari keruntuhan Sriwijaya yang dihubungkan dengan bagian awal sejarah Melayu, yaitu Malaka, sekaligus dengan demikian ia menghasilkan sebuah studi masa awal kemaharajaan maritim tersebut. Sebuah karya yang sangat berharga dari seorang pionir sekaligus ahli sejarah utama Sriwijaya." – Adrian B. Lapian, Nakhoda Sejarawan Maritim Asia Tenggara
    Rp 195.000,00
  • Buku - Gemar Membaca Terampil Menulis
    Buku - Gemar Membaca Terampil Menulis

    Gemar Membaca Terampil Menulis: Transformasi Gerakan Komunitas Literasi di Indonesia – Lukman Solihin

    , , ,
    Penerbit: Tanda Baca Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxvi + 231 halaman ISBN: 9786239062446 Kondisi: Baru Buku ini berusaha mendedah apa yang terjadi pada gerakan literasi yang ditaja oleh komunitas di Indonesia. Komunitas Indonesia Boekoe dan Pustakaloka Rumah Dunia merupakan dua contoh dari sekian banyak komunitas literasi di Indonesia. Dari dua komunitas tersebut, kita tahu bahwa komunitas literasi tidak hanya menyediakan bahan bacaan, melainkan turut serta melahirkan penulis baru sebagai produsen bacaan. Oleh karena itu, konteks buku ini—seperti judulnya—adalah ingin menyatakan bahwa laku membaca akan purna jika dibarengi oleh laku menulis. * "Gemar Membaca, Terampil Menulis menorehkan catatan penting bagi Kajian Literasi Baru (new literacy study) karena menyajikan rekam jejak literasi ideologis." - Sofie Dewayani, Pegiat Literasi dan Ketua Yayasan Litara "Gemar Membaca, Terampil Menulis mengundang kita ke resepsi “pernikahan” membaca dan menulis, kecakapan olah pikir dengan kecerdasan merunut kata dan meletakkan tanda baca dengan tepat." - Maman Suherman, Penulis, Penggerak dan Sahabat Literasi "Buku ini dinanti oleh para penggiat literasi, cendekiawan, dan akademisi untuk memastikan bahwa gerakan literasi secara evolutif telah mengarah pada tatanan baru keindonesiaan kita." - Firman Venayaksa, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Pusat "Membaca buku ini, kita diajak memasuki sebuah jaring dunia kreatif yang riuh, terutama buku. Ia menuntun kita dengan sabar dan hangat. Jalinan narasi yang dianyam penulis membuat kita nyaris tak berjarak." - Muhidin M. Dahlan, Penulis, Arsiparis, Pendiri Warung Arsip
    Rp 80.000,00
Subscribe