Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Sejarah, Filsafat, Budaya

Filters

Showing all 281 products

View 24/48/All

Filter by price

281 products

  • Buku - Madness Belong to All
    Buku - Madness Belong to All

    Madness Belong to All: Catatan Ganjil Musik Abad 20 – Aliyuna Pratisti

    , , ,
    Membahas: David Bowie, The Stooges, Alexis Korner, PJ Harvey, Fugazi, Joy Division, Frank Zappa, Billie Holiday, Duane Allman, Led Zeppelin, Pil, Brian Eno, Sonic Youth, Bauhaus, Neu!, Neil Young, Talking Heads, King Crimson, Charles Mingus, Blue Cheer, Jimi Hendrix, The Velvet Underground, etc. Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2020 Tebal: 330 halaman ISBN: 978-623-91089-5-3 Kondisi: Baru Ada kegilaan yang bersarang di pikiran organik para musisi, yang pernah mematahkan gaya bermusik monoton atau memaksa label rekaman untuk menerima sisi eksperimentalisme mereka. Aliyuna Pratisti melacak pelbagai patahan sejarah—akibat desakan kegilaan—yang menjungkirbalikkan arah musikalitas sebuah zaman. Ia membicarakan glam rock, blues, heavy metal, krautrock, folk, punk, noise, minimalis, dan segala peristiwa menyimpang terkait skena pada paruh kedua abad 20. Dengan berjalan di seberang trajektori populer dan bising industri, ia menemukan keganjilan yang bersembunyi di sudut terjauh ruang penciptaan musik. Buku ini menyuntikkan efek psychedelic—tanpa perlu melibatkan substance.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Orang Mandar Orang Laut
    Buku - Orang Mandar Orang Laut

    Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Zaman – Muhammad Ridwan Alimuddin

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2013 Tebal: 183 halaman ISBN: 978-602-2581-06-2 Kondisi: Baru Banyak orang yang tinggal di luar Sulawesi bagian selatan menganggap pelaut ulung dari kawasan itu adalah ‘orang Bugis’. Namun, menurut Christian Pelras, penulis buku The Bugis, pelaut ulung di kawasan itu adalah orang Mandar. Dalam buku ini, penulis membeberkan pengamatannya terhadap tiga karya cipta kebudayaan bahari Mandar yang biasanya diangkat sebagai ciri keulungan mereka sebagai pelaut, yakni: perahu layar (sande’), menangkap telur ikan terbang (motangnga), dan rumpon (roppong). Disusun sebagai catatan perjalanan, penulis memperlihatkan bahwa ketiga ciri itu kini sudah ditinggalkan oleh nelayan Mandar. Tapi, perubahan ini bukan mencerminkan pudarnya keulungan Mandar di laut. Keulungan bahari orang Mandar sebenarnya bukan terletak pada karya ciptanya, melainkan daya cipta mereka untuk terus-menerus menyusuaikan diri terhadap gelombang perubahan zaman.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Dunia Maluku
    Buku - Dunia Maluku

    Dunia Maluku: Indonesia Timur Pada Zaman Modern Awal – Leonard Y. Andaya

    , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2015 Tebal: 406 halaman ISBN: 978-602-2258-320-2 Kondisi: Baru Dunia Maluku, berikut kerajaan-kerajaan dan masyarakat di dalamnya, memiliki tatanannya sendiri baik dalam perkara duniawi hingga surgawi, setidaknya begitu menurut Leonard Y. Andaya. Suatu tatanan yang khas, tentunya, dan tidak selalu dapat dipersamakan dengan kebudayaan lain di Indonesia. Tatanan yang meliputi berbagai dimensi dan aspek kehidupan masyarakat Maluku, dan belum lagi berbagai dualisme yang berlaku di dalamnya yang sudah barang tentu sangat membuat bingung orang-orang asing yang mendatanginya, termasuk bangsa Eropa. Yang senantiasa menarik untuk disadari adalah bahwa berbagai tatanan dalam fenomena tatanan tersebutlah yang membentuk Indonesia, sebuah gugusan kepulauan yang nilai budayanya amat kaya. Dunia Maluku, memuat berbagai penjelasan sejarah Kawasan Timur Indonesia yang seakan dianaktirikan oleh kecenderungan dunia sejarah modern ini. Buku ini ditulis dengan menarik oleh seorang sejarawan kenamaan mengenai Indonesia, Leonard Andaya, yang dalam pembahasannya ia ingin menjunjung tinggi pembacaan fenomena sejarah menggunakan “kaca mata” pribumi. Buku ini sengaja kami hadirkan ke hadapan Anda untuk melengkapi pustaka Kawasan Timur Indonesia yang, tidak perlu diperdebatkan lagi, jumlahnya cukup terbatas. Adalah harapan kami bahwa buku ini dapat memberikan pemahaman yang baik bagi Anda para peminat kajian Kawasan Timur Indonesia. Selamat membaca.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Pakkacaping Mandar
    Buku - Pakkacaping Mandar

    Pakkacaping Mandar – Petikan Dawai Pemenuh Janji pada Langit – Asmadi Alimuddin

    , , ,
    Editor: Muhammad Ridwan Alimuddin Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2013 Tebal: xi + 173 halaman ISBN: 978-602-258-100-0 Kondisi: Baru Buku ini memberi pengetahuan bahwa di Mandar pemain kecapi dan kecapinya adalah media penghubung antara manusia dengan penciptanya. Bukan penghibur semata. Sebagian masyarakat Mandar percaya bahwa permainan kecapi, walau baru sebatas meniatkan untuk mengadakan permainan kecapi, bisa membantu harapan terkabul. Sebaliknya, akan ada musibah ketika harapan terwujud, tak jadi mengadakan permainan kecapi. Dewasa ini, orang yang bisa memainkan alat petik berbentuk perahu tersebut semakin sedikit. Bisa dihitung jari. Bila memasukkan kaum perempuan yang lihai menyanyi sambil memetik kecapi, tinggal dua saja. Selain membahas hubungan permainan kecapi dengan beberapa upacara tradisional di Mandar, karya ini juga berisi informasi pemain-pemain kecapi Mandar yang dikenal dalam tiga – empat dekade belakangan. Apakah mereka pemetik kecapi terakhir dari negeri Mandar?
    Rp 60.000,00
  • Buku - Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola
    Buku - Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola

    Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola – R. N. Bayu Aji

    , ,
    Pengantar: Freek Colombijn Penerbit: Ombak Tahun Terbit; 2010 Tebal: 142 halaman ISBN: 978-602-8335-29-4 Kondisi: Baru "Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola 1915-1942 adalah buku yang penting. Sepak bola adalah bagian penting dalam keseharian masyarakat. Di masa kolonial, hampir semua koran lokal memberitakan pertandingan sepak bola di kota-kota tertentu. Sepak bola tidak hanya penting karena menarik banyak perhatian, tetap juga karena mampu mengumpulkan orang-orang dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda. Bangsa Eropa (Belanda) adalah yang pertama kali mengenalkan sepak bola di Indonesia. Pemain sepak bola pada awalnya adalah orang Eropa (Belanda) atau Indo-Eropa. Tidak lama setelah itu, muncul pemain Cina dan Arab mulai bergabung. "Secara umum, sepak bola adalah wadah di mana orang-orang dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda dapat bertemu, meskipun dalam beberapa pertandingan terkadang berakhir dengan pertengkaran antar orang-orang yang berbeda latar belakang. Walaupun demikian, sepak bola tetap menjadi meeting point yang mendapat perhatian oleh masyarakat. "Atas beberapa alasan mengenai pentingnya sepak bola di masa lalu inilah, Rojil Nugroho Bayu Aji menulis buku tentang sepak bola yang secara khusus mengulas bagaimana perjalanan sepak bola pada masyarakat Cina di Surabaya. Buku ini merupakan buku yang perlu dibaca. Kebanyakan buku sejarah menekankan mengenai perbedaan masyarakat Cina dengan yang lain di masa kolonial. Buku ini justru menekankan sebaliknya, bagaimana masyarakat Cina justru sebenarnya terintegrasi dengan masyarakat lainnya dalam kehidupan perkotaan Surabaya. "Saya berharap buku ini menarik bagi pembaca dan menstimulasi akademisi untuk melakukan studi serupa mengenai posisi etnis minoritas dalam sepak bola. Saya juga berharap melalui buku ini, semakin banyak orang gemar bermain sepak bola, di klub-klub resmi, di pantai, ataupun di pinggiran jalan. Sungguh menyenangkan membaca buku tentang sepak bola dan juga bermain sepak bola!" - Freek Colombijn
    Rp 40.000,00
  • Buku - Cita-cita Seni Lukis Indonesia Modern 1900-1995
    Buku - Cita-cita Seni Lukis Indonesia Modern 1900-1995

    Cita-cita Seni Lukis Indonesia Modern 1900-1995: Sebuah Kreasi Identitas Kultural Nasional – Helena Spanjaard

    , , ,
    Penerjemah: Iswahyudi Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2018 Tebal: 338 halaman ISBN: 978-602-2584-88-9 Kondisi: Baru Istilah "Seni lukis Indonesia" di dunia Barat memunculkan berbagai asosiasi stereotip tertentu. Terutama di Belanda, "Seni lukis Indonesia" dengan cepat dihubungkan dengan seni lukis batik Yogyakarta yang ditujukan untuk para wisatawan atau dengan seni lukis populer Bali yang berasal dari Desa Ubud. Selain itu istilah "Seni lukis Indonesia" diasosiasikan dengan berbagai hal yang berbalut romantisme dan eksotisme dari masa kolonial. Dengan ini Hindia Belanda digambarkan dengan gunung-gunung berapi yang menjulang tinggi dan selalu tertutup kabut, hamparan sawah-sawah yang menghijau, pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai dan para gadis Bali yang murah senyum. Dalam hal ini di Indonesia sebenarnya terdapat sebuah bentuk seni lukis modern yang harus ditempatkan di dalam kader perkembangan internasional di bidang seni modern. Perkembangan seni lukis Indonesia modern ini terjadi di dalam konteks intelektual, kekotaan dan bergantung kepada hasil yang dicapai oleh nasionalisme yang sedang mengalami kebangkitan. Berbeda dengan seni Indonesia untuk kepentingan pariwisata dan seni kolonial, maka bentuk seni lukis Indonesia modern ini kurang dikenal di dunia Barat. Buku ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut.
    Rp 150.000,00
  • Buku - Sejarah Kereta Api di Priangan
    Buku - Sejarah Kereta Api di Priangan

    Sejarah Kereta Api di Priangan – Agus Mulyana

    , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2017 Tebal: xi + 244 halaman ISBN: 978-602-2584-53-7 Kondisi: Baru Di Hindia Belanda, liberalisasi terjadi dalam bidang ekonomi dengan semakin tumbuhnya usaha di bidang perkebunan. Tak pelak, pembangunan pun dilaksanakan demi menunjang kepentingan usaha tersebut. Pembangunan jalan kereta api merupakan bagian dari kebutuhan sarana transportasi khususnya untuk pengangkutan hasil-hasil perkebunan. Perkebunan-perkebunan yang ada di Keresidenan Priangan sebagian besar terletak di daerah pedalaman sehingga akan sangat sulit mengangkut hasil-hasil perkebunan dari wilayah pedalaman menuju pelabuhan yang ada di pantai. Dengan demikian, pembangunan jalan kereta api menjadi suatu kebutuhan di Keresidenan Priangan saat itu. Dalam buku ini, diuraikan tarik-ulur pengajuan izin pembangunan jalan kereta api yang berkali-kali mengalami kegagalan, baik dari pihak pemohon maupun dari pihak pemberi izinnya. Juga, diceritakan saling lempar tanggung jawab antara pihak pemerintah dan swasta dalam upaya pembangunan jalan kereta api tersebut.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Dunia Koleksi
    Buku - Dunia Koleksi

    Dunia Koleksi: Hulu Hilir Kepemilikan Karya Seni – Penyunting: M. Kholid Arif Rozaq dan A. Sudjud Dartanto

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2019 Tebal: xii +332 halaman ISBN: 978-602-258-542-2 Kondisi: Baru Buku ini mengetengahkan kisah- kisah di balik pengoleksian benda seni. Sejumlah hal yang terkait di dalamnya adalah kisah pengerjaan karya seni, distribusi, hingga seluk beluk karya di dinding rumah kolektor. Karya seni yang dimaksud bukan lukisan dan patung saja, tetapi nyaris semua benda yang “disakralkan” sebagai koleksi. Jelaslah, benda koleksi tidak bisa didiamkan begitu saja. Perlu ulasan dan kajian yang mendalam atas kehadirannya. Buku berisi 20an artikel inilah jawabannya. Dan, jawaban itu sungguh mencengangkan! * DAFTAR ISI - Adaptasi Kelola di Era Disruptif Industri 4.0 (sektor usaha, fotografi, pendidikan, dan seni visual) ~ M. Kholid Arif Rozaq, M.M. - Aspek Hukum Kepemilikan Karya Seni Bernilai Cagar Budaya ~ Aditya Revianur dan Raihan Tsany Munandar - Ephemera dan Manifestasi Gerakan Sosial: Hulu Hilir Seni Visual Poster (AKSI) ~ Arif Rahman Bramantya dan Ikhtiar Anugrah Hidayat - Aku dan Kolektor-kolektorku ~ I Wayan Sujana Suklu - Kelola Koleksi Museum: Kajian Teoritik ~ Khoirul Anam - Koleksi Wayang Kulit Milik Pribadi di Jawa: Peran, Potensi, dan Tantangannya ~ Rudy Wiratama - Pusat Data Seniman dan Budayawan di Yogyakarta: Upaya Penyelamatan Arsip ~ Faizatush Sholikhah dan Rina Rakhmawati - Pulau Bali Menjadi Pusat Dunia Koleksi Seni Pertunjukan Barong Sakral dan Profan ~ I Wayan Dana - Kaset Barat Rekaman YESS; Produk Unik Lokal untuk Musik Internasional ~ Hermansyah Muttaqin - Metode Inventarisasi dan Penghitungan Harga Karya Seni Kriya Istana Kepresidenan Negara Republik Indonesia ~ Timbul Raharjo - Galeri Nasional Indonesia di Tengah Interaksi Global Studi Pameran Koleksi di Canberra, Australia (2014) dan Sofia, Bulgaria (2017) ~ Citra Smara Dewi dan Bayu Genia Krishbie - Mengoleksi Memori Lewat Sinema ~ Agus Dermawan T. - Diterima, Tetapi Dianggap "Sepi" (Kajian Pengunjung Pameran Seni ArtJog di Yogyakarta) ~ Meike Lusye Karolus dan Revta Fariszy - Replikasi Digital Koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Melalui Penciptaan Fotografi dengan Metode Orbit 360 derajat ~ Yohanes Baptista - Tindakan Konservasi Preventif sebagai Upaya Pelestarian Koleksi Lukisan ~ Vicky Ferdian Saputra - Di Balik Sajian Karya Seni: Peran Art Handler dalam Penanganan Karya Seni, Mulai dari Studio Seni, Galeri, hingga Ruang Koleksi ~ Ladija Triana Dewi - Akuisisi Koleksi Kendaraan Antik David Sunar Handoko ~ Trisna Pradita Putra - Dinamika Manajemen Proyek dalam Karya Seni Murni Patung Win Dwi Laksono ~ Dian Ajeng Kirana - Dari Meja Makan ke Ruang Pameran: Penyajian Koleksi Kelompok Studi Makanan Bakudapan sebagai Hasil dari Penelitian Artistik pada ArtJog 2019 ~ RR. Vegasari Adya Ratna
    Rp 125.000,00
  • Buku - Dramaturgi Sandiwara
    Buku - Dramaturgi Sandiwara

    Dramaturgi Sandiwara: Potret Teater Populer dalam Masyarakat Poskolonial – Dede Pramayoza

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2013 Tebal: xxvii + 282 halaman ISBN: 978-602-2581-02-4 Kondisi: Baru "Sebuah journey, yang memaparkan perkembangan sandiwara dengan kaleidoskopnya yang penuh kejutan. Sungguh, buku ini bukan sekadar literatur yang demikian detail berbicara gerak populis dalam menelurkan peristiwa kesenian, tapi juga sebuah album dengan potret-potret peristiwa yang tergambar sangat bersahaja. Begitu banyak catatan yang mengharukan." - Edi Suisno "Hadir di tengah miskinnya kajian akademis tentang teater di Indonesia, buku ini sangat berharga. Tidak hanya karena menyajikan informasi yang langka, buku yang disusun berdasarkan tesis ini juga berharga karena sudut pandang paparannya yang tergolong mutakhir. Dede Pramayoza mengajak kita untuk melihat kait-mengait antara dimensi 'tekstual' sandiwara dengan konteks sosio-kultural dan ideologisnya. Buku ini membuka mata kita tentang arti penting, peluang, dan masa depan kajian teater di Indonesia. Saya sarankan buku ini dibaca para pemerhati dan pekerja teater maupun seni secara umum, para sosiolog, antropolog, dan sejarawan, serta pihak-pihak pengawal kebijakan kebudayaan/kesenian pada umumnya. Tidak untuk sekadar diikuti, tapi untuk dikembangkan lebih lanjut." - G.R. Lono Lastoro Simatupang
    Rp 60.000,00
  • Buku - Penjaga Memori
    Buku - Penjaga Memori

    Penjaga Memori; Gardu di Perkotaan Jawa – Abidin Kusno

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2007 Tebal: 154 halaman ISBN: 978-979-3472-64-5 Kondisi: Baru Jika ada suatu bangunan yang terlupakan dalam melihat dan membahas arsitektur dan perkotaan kita, mungkin gardu adalah bangunan itu. Gardu bertaut erat dengan sejarah perkotaan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dengan berbagai zaman dan berbagai golongan masyarakat dan rezim kekuasaan. Gardu sering hadir bersama denga bangunan induk dan lingkungannya, dengan pagar dan gapura, dengan kentongan dan penjaga, dengan kumpulan laki-laki di sekelilingnya. Ia juga dengan mudah menghilang bersama mereka, dan muncul lagi di kemudian hari dengan pola yang sama meskipun dalam suasana berbeda. Mungkin karena ia tidak pernah hilang sama sekali, maka kita tidak pernah mengingatnya. Buku kecil ini tidak bermaksud untuk menguasai masa lalu, dan kehidupan gardu hari ini. Tulisan ini hanya ingin menunjukkan bahwa ada satu cerita yang bisa kita sampaikan mengenai gardu yang akan membuat kita memikirkan keragaman dan keluasan, dan juga keterbatasan sejarah Indonesia.
    Rp 40.000,00
  • Buku - Dramawan & Masyarakat
    Buku - Dramawan & Masyarakat

    Dramawan & Masyarakat: Paradigma Sosiologi Seni – Arthur S. Nalan

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2017 Tebal: 160 halaman ISBN: 978-602-2584-23-0 Kondisi: Baru Dunia drama atau lebih akrab disebut teater dapat dianggap sebagai bagian dari teori permainan (games theory) dan teori Homoluden (manusia yang bermain-main) oleh para pelakunya. Oleh karena itu, para aktor dan para aktivis teater selama ini di dalam perjalanannya bermain di atas pentas, sekaligus juga bermain di dalam kehidupan. Skenario dalam dunia teater disebut lakon, dengan inti dari lakon adalah konflik. Tanpa konflik, lakon bukanlah lakon, dan di tangan seorang dramawan, konflik bisa menjadi dramatis dan estetis. Pada gilirannya, hasil eksplorasi kreatif dramawan yang bersumber dari masyarakat dikembalikan kepada masyarakat supaya lebih bijak. Buku ini dikelompokkan ke dalam tiga bagian. Pertama adalah Pembuat Cermin, yang berisi proses kreatif penulis lakon ataupun pandangan-pandangan Arthur S. Nalan dalam suatu lakon; kedua adalah Panggung, yang berbicara tentang praktik berteater (yang dalam hal ini lebih fokus pada drama) di Indonesia dan dunia panggung secara umum; dan yang ketiga Masyarakat, yaitu pandangan yang muncul pascapementasan yang dihubungkan dengan kebudayaan suatu masyarakat.
    Rp 55.000,00
  • Buku - Kelola Seni
    Buku - Kelola Seni

    Kelola Seni: Lukisan, Wayang, Film, hingga Jazz

    , , ,
    Penyunting: Mikke Susanto Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2018 Tebal: x + 137 halaman ISBN: 978-602-258-481-7 Kondisi: Baru Buku ini bukan saja sebagai kajian teori dan praktik kelola seni semata, tetapi juga sebagai “berita” tentang tren pemikiran pengelolaan seni. Berguna dan sangat direkomendasikan bagi para mahasiswa, pegiat, pencinta, dan masyarakat yang berada di bidang seni (budaya), sosial, manajemen, komunikasi, dan permuseuman. Inilah buku yang mengupas berbagai dinamika pengerjaan di balik kegiatan seni berupa pameran, pergelaran, pelestarian, festival, dan penilaian benda seni. * Daftar Isi: RANAH TEORITIS - Kesadaran Sebagai Subyek - M. Dwi Marianto - Pengelolaan Seni (Pertunjukan) dan Penguatan Makna Seni - Sumaryono - Manajemen Seni Pertunjukan Masa Kini - Kasidi Hadipriyatno - Penetapan Harga Lukisan: Sebuah Kajian Teoritis - Mikke Susanto, Lono L. Simatupang, dan Timbul Haryono RANAH EMPIRIS - Festival Kesenian Yogyakarta: Pengalaman dan Usulan Pengelolaan - Timbul Raharjo - Festivalisasi "Jazz" di Indonesia, dari Panggung menuju Peristiwa - Citra Aryandari - Fotografi Suherry Arno: Penciptaan, Manajemen, dan Diseminasi Praktik Seni Fotografi dalam Pameran "Melampaui Fotografi" - Irwandi - Pelestarian dan Pengembangan Wayang Beber Gelaran Wonosari Yogyakarta - Indiria Maharsi - SITI: Ketika Film Indie Bertarung di Pasar Mainstream - Arinta Agustina Hamid
    Rp 60.000,00
  • Buku - Sejarah Kopi Mandailing
    Buku - Sejarah Kopi Mandailing

    Sejarah Kopi Mandailing – Budi Agustono, Junaidi, Kiki Maulana Affandi

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2019 Tebal: 133 halaman ISBN: 978-602-258-546-5 Kondisi: Baru Buku ini berusaha untuk menelusuri sejarah komoditi Kopi Mandailing yang ditanam di wilayah Tapanuli. Wilayah Tapanuli yang dimaksud di sini adalah tempat berdiam penduduk beretnik Mandailing dan Angkola. Kopi Mandailing adalah suatu brand atau merk dagang yang dipakai untuk kopi yang berasal dari daerah Mandailing. Namun, sejak masa lalu banyak daerah-daerah lain di Tapanuli yang memakai merk ini untuk mendulang harga yang tinggi. Kepopuleran Kopi Mandailing sudah sejak masa kolonial Belanda. Pada masa puncak kejayaannya telah menghasilkan lebih dari 5.500.000 pohon kopi. Ini merupakan hasil pencapaian produksi yang luar biasa pada masa itu. Perkembangan produksi Kopi Mandailing ini ternyata juga memiliki dampak terhadap wilayah dan penduduk Tapanuli. Beberapa dampak tersebut di antaranya adalah persoalan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Arus Balik
    Buku - Arus Balik

    Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara, Kolonialisme, dan Poskolonialisme

    , ,
    Editor: Dorothea Rosa Herliany, Imam Muhtarom, Seno Joko Suyono, Wicaksono Adi, Yoke Darmawan Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2014 Tebal: 328 halaman ISBN: 978-602-258-245-8 Kondisi: Baru Dalam sejarah maupun arkeologi laut, maritim di wilayah Nusantara dalam rentang yang panjang banyak memberikan sumbangan bagi perkembangan peradaban Nusantara. Maritim dalam pengertian waktu itu menjadi bagian yang terpisahkan dari kelangsungan kerajaan maupun kelompok yang lebih kecil di mana saja. Segala aktivitas yang menyangkut interaksi yang luas apakah itu sebuah misi politik, ekonomi, budaya, tidak bisa dilepaskan dari maritim. Pada akhir-akhir ini dengan adanya kesadaran menguatnya betapa pentingnya maritim bagi bangsa ini, kehadiran buku berjudul Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara, Kolonialisme, dan Poskolonialisme untuk publik luas, sedikit-banyak akan memberi sumbangan yang berharga. Isi buku ini merentang dari masa silam ketika peradaban maritim menjadi bagian yang tak terpisah dari peradaban hingga masa-masa redupnya di bawah kendali para kolonialis. Proses kolonialisme ini tidak sebatas masa fisik di bawah todongan senjata, tetapi menjelma dalam bentuk kontemporer berupa penguasaan modal dan alat-alat produksi di bidang kelautan. Akses ke laut sebatas mereka yang berkuasa dalam pengertian politik, modal, dan teknologi, sementara rakyat jelata yang kehidupannya semenjak nenek moyangnya hidup bersama laut, tidak memiliki akses tersebut.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Kuasa dalam Sinema
    Buku - Kuasa dalam Sinema

    Kuasa dalam Sinema: Negara, Masyarakat, dan Sinema Orde Baru – Krishna Sen

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2009 Tebal: 345 halaman ISBN: 978-602-8335-23-2 Kondisi: Baru Hingga kini, buku ini adalah studi yang paling komprehensif tentang teks dan institusi sinema Indonesia setelah kontra-revolusi tahun 1965 yang digerakkan oleh militer. Krishna Sen menunjukkan bahwa sinema Indonesia tidak bisa dipahami kecuali dengan merujuk pada transformasi ekonomi dan politik yang dibawa oleh pemerintahan Orde Baru di bawah Jenderal Soeharto. Terjebak dalam gerakan nasionalis radikal sebelum tahun 1965, sinema Indonesia dibersihkan dari elemen-elemen radikalnya dan , dengan pengecualian stasiun televisi milik negara, media massa yang paling dikontrol secara ketat. Meski demikian, pada momen-momen penuh letupan radikal, penulis menunjukkan bagaimana sinema beraliansi dengan para pengkritik rezim Soeharto yang notabene adalah kelas menengah. Di bagian pertama, Krishna Sen mnjelaskan secara rinci latar belakang sejarah dan memeriksa struktur industri sinema Indonesia di bawah Orde Baru. Adapun bagian kedua adalah analisis yang menarik atas beragam teks filmis. Di sini penulis menunjukkan bagaimana hubungan-hubungan sosial di Indonesia terkonstruksi secara diskursif dalam sinema, dan lebih jauh lagi dalam diskursus politik Orde Baru yang dominan. Kuasa dalam Sinema adalah buku yang sangat kaya serta memuat ilustrasi sejumlah poster dan still film. Buku ini menunjukkan pentingnya kebudayaan populer dalam memahami posisi rezim Soeharto secara nasional maupun internasional, dan analisis penulis tentang politik tekstual Indonesia akan sangat tak ternilai harganya bagi siapapun yang tertarik dengan isu pembangunan identitas nasional.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Sinema Horor Kontemporer Indonesia
    Buku - Sinema Horor Kontemporer Indonesia

    Sinema Horor Kontemporer Indonesia – Anton Sutandio

    , , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2016 Tebal: 142 halaman ISBN: 978-602-258-368-4 Kondisi: Baru Dalam dunia akademis Indonesia, tidak banyak buku teks yang berbicara mengenai perfilman Indonesia, terlebih dalam genre horor. Oleh sebab itu, buku ini diharapkan dapat memperkaya keragaman buku-buku akademik mengenai industri film Indonesia yang semakin hari semakin berkembang. Dalam kaitannya dengan sejarah, terutama trauma sejarah Indonesia, buku ini mencoba untuk mengeksplorasi fungsi alegoris sinema horor kontemporer Indonesia yang merepresentasikan kekhawatiran dan ketakutan akan trauma sejarah yang belum tersembuhkan. Menjamurnya produksi film horor di Indonesia pada awal abad ke-21 bukanlah suatu kebetulan. Hal itu menyiratkan adanya kebutuhan untuk mengatasi berbagai bentuk kekerasan politik dan sosial yang belum terselesaikan.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Cendana dan Dinamika Masyarakat Nusa Tenggara Timur
    Buku - Cendana dan Dinamika Masyarakat Nusa Tenggara Timur

    Cendana dan Dinamika Masyarakat Nusa Tenggara Timur – Munandjar Widiyatmika

    , ,
    Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2014 Tebal: 179 halaman ISBN: 978-602-258-135-4 Kondisi: Baru Cendana sebagai tumbuhan semi parasit yang secara alamiah tumbuh di lingkungan tanah berformasi batu karang dan iklim yang kering, merupakan tumbuhan asli Nusa Tenggara Timur. Karena kegunaan kayu cendana sebagai bahan perabotan mewah, bahan kosmetik, obat-obatan dan benda upacara, sejak masa sekitar awal abad Masehi telah ramai diperdagangkan dalam pasaran dunia. Cendana dan perdagangan cendana menimbulkan kontak budaya antarpendatang dengan penduduk lokal. Kontak dengan para pendatang yang semula hanya sebagai pedagang dan pelaut dalam perkembangan kemudian juga menjadi ajang persaingan dagang kekuasaan dan agama. Lebih-lebih setelah kedatangan bangsa Barat terutama Portugis dan Belanda di Nusa Tenggara Timur persaingan dagang, politik dan agama semakin sengit. Berbagai kelompok etnis di Nusa Tenggara Timur tidak bisa menghindarkan diri dari kancah persaingan ini. Agar mereka mampu mempertahankan hidupnya harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis dari berbagai pengaruh yang datang dari waktu ke waktu sepanjang perjalanan sejarah perdagangan cendana. Perdagangan cendana sebagai suatu proses berlangsung dalam suatu struktur kemasyarakatan dan proses itu menghasilkan pola-pola struktur dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain proses itu menghasilkan dinamika masyarakat dan memberi corak berbagai struktur dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dari hasil perdagangan memberikan berbagai pengetahuan, peralatan dan keterampilan baru, yang dalam proses pemanfaatannya menumbuhkan berbagai warna dan nilai baru dalam berbagai unsur kehidupan sosial budaya yang terikat dengan berbagai norma dalam struktur kehidupan. Akumulasi proses dalam jangka panjang telah terjadi berbagai dinamika dalam: bahasa, kesenian, upacara dalam rangka kepercayaan menyangkut daur hidup, dan pola kehidupan sehari-hari seperti peralatan rumah tangga, pakain, perhiasan, senjata, cara bertani, cara berperang, menenun terikat dengan norma-norma tertentu. Bahkan akhirnya juga menjadi dorong dan daya tarik masuk dan berkembangnya agama baru yakni agama Katolik, Kristen Protestan dan pendidikan dengan pola sebaran yang berbeda di Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila cendana tidak saja merupakan tumbuhan khas tetapi juga sebagai salah satu unsur utama yang memberikan identitas dinamika masyarakat Nusa Tenggara Timur seperti yang sekarang. Itulah sebabnya satu- satunya universitas negeri di Kupang mengambil nama Nusa Cendana, dengan harapan dapat menebarkan keharuman menjadi pemberi identitas dan dinamika baru di masa depan bagi daerah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Zaman Baru Generasi Modernis
    Buku - Zaman Baru Generasi Modernis

    Zaman Baru Generasi Modernis: Sebuah Catatan Arsitektur – Abidin Kusno

    , , , ,
    Editor: Manneke Budiman Penerbit: Ombak Tahun Terbit: 2012 Tebal: 168 halaman ISBN: 978-602-7544-77-2 Kondisi: Baru Kata-kata seperti "gerak," "gerakan" dan "pergerakan" merupakan ungkapan kunci dalam sejarah Indonesia modern. Kata-kata tersebut bisa membangkitkan dan juga menumbangkan sebuah zaman. Ungkapan pergerakan itu juga bisa diartikan sebagai pendobrakan, pembangkangan dan pembaharuan. Bagaimana arsitek ikut berperan, sadar atau tidak, dalam proses pergerakan zaman adalah pertanyaan yang dihadirkan dalam buku ini. Melalui dua puluh satu catatan ringkas, Abidin Kusno meletakkan pertimbangan intelektual dan sosial-politik sebagai asa yang menentukan sejarah arsitektur di Indonesia. Bagaimana arsitek ikut mendorong perubahan zaman dan terlibat penataan jaringan kekuasaan yang sekaligus membentuk dirinya? Bagaimana arsitektur di Indonesia bergesekan dengan semangat "modernisme"? Bagaimana modernis Indonesia merangkul ide-ide baru, meskipun yang lama masih menjadi sumber untuk formasi baru? Dimulai dengan transformasi perkotaan pada awal abad ke-20, buku ini melacak peristiwa-peristiwa pembaharuan yang melibatkan arsitek Sepanjang jalan diperlihatkan tanda-tanda modernisme Indonesia, dan transformasinya di berbagai zaman, sehingga akhirnya tercapai suatu kesimpulan bahwa modernisme Indonesia mengambil bentuk yang beragam: dari yang membangkang kepada kemapanan, hingga yang kompromis kepada kekuasaan, dan ia hidup sejak awal abad ke-20 hingga sekarang.
    Rp 45.000,00
  • Buku - The Jadugar
    Buku - The Jadugar

    The Jadugar: 15 Tahun Mengobrak-Abrik Video Musik Indonesia

    , , , ,
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2020 Tebal: 280 halaman ISBN: 978-602-06-3528-6 Kondisi: Baru The Jadugar adalah kolektif video duo yang dimotori oleh Henry “Betmen” Foundation dan Anggun Priambodo. Keduanya telah melahirkan beragam video klip yang mewakili berbagai macam musisi Indonesia, dengan estetika yang setia kepada karakter musiknya, plus pendekatan yang selalu eksploratif dan eksentrik untuk karya video musik yang unik. * “Gue berani bilang bahwa karya The Jadugar itu levelnya setara dengan video klip Michel Gondry atau Mark Romanek.” - Eka Annash “Sekarang akses kamera lebih mudah, dan video dibuat oleh semua orang. Tapi, point of view ini pernah lahir dari karya The Jadugar.” - Sidi Saleh “Paradoks terbesar tentang The Jadugar adalah bahwa ternyata mereka pernah menjadi mercenaries, hired guns, tentara bayaran yang dikontrak untuk membuat video klip untuk band-band arus utama seperti Peterpan, Slank, Tipe-X, dan bahkan Nidji.” - Taufiq Rahman “Buat gue, omong kosong kalau dibilang mereka punya karya yang konseptual. Tidak ada hal seperti itu. The Jadugar itu kosong, tidak ada karya mereka yang menyembunyikan kegalauan; hal-hal seperti itu tidak ada.” - Oomleo “Yang sebetulnya lebih menarik untuk dibicarakan adalah apa yang mungkin dibikin selanjutnya. Ketika suasana sudah sama sekali berbeda; ketika ajaib-ajaib dahulu diperpanjang masa berlakunya hingga jadi hal biasa di sekitar kita.” - Bin Harlan Boer “Sutradara Anggun Priambodo bikin surprise untuk band, dengan tiba-tiba teman-teman Pure Saturday yang berada di Jakarta dan juga Pure People Jakarta dan Bandung hadir dan merekam mereka pakai kamera yang dipinjamkan atau kamera video sendiri.” - Arian Arifin “Di The Jadugar, yang saya amati dari karya keduanya adalah karakternya yang lumayan berbeda. Mereka berani bermain di luar konsep keren yang telah ada.” - Cholil Mahmud
    Rp 135.000,00
  • Buku - Musik Jakarta
    Buku - Musik Jakarta

    [Issue 01] Musik Jakarta – Felix Dass dan John Navid

    , , ,
    Musik Jakarta vol 01 features talks with: Kukuh Rizal Arfianto, Shunsuke Izumimoto. Samson Pho, Soleh Solihun, Adinda Simandjuntak, Kendra Ahimsa, Merdi Leonardo, Ramengvrl Penerbit: Binatang Press! Tahun Terbit: 2019 Spesifikasi: 4 Colored Risograph print, Printed on Munken Pure 130 gsm, 74 Halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-50951-7-7 Kondisi: Baru Jakarta’s huge contribution in defining Indonesia’s popular culture offers opportunities to make the right connections. But connecting with the city’s independent music scene is to understand its smallest, previously unseen and undocumented details. Never to take small things for granted, Felix Dass has been documenting the scene all these years. This time, he brings John Navid on board as photographer, in hopes to deliver the bigger picture – the vibrant and colorful stories of Jakarta’s sidestream music. This journal is a story of Jakarta’s beginning journey to self-rediscovery. Felix Dass will share his efforts to deliver and reintroduce Jakarta’s independent music scene to the public. In a sprawling capital of the biggest, developing country in South East Asia, how can he help his beloved independent music scene navigate its future?
    Rp 155.000,00
  • Buku - Di Tengah Keluarga
    Buku - Di Tengah Keluarga

    Di Tengah Keluarga – Ajip Rosidi

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2003 (Pertama kali terbit pada 1956) Tebal: 140 halaman ISBN 979-419-315-1 Kondisi: Baru Keadaan manusia dalam hidup sehari-hari, dengan suka dan dukanya, mendapatkan pelukisan yang realistis dalam Di Tengah Keluarga. Inilah sepilihan cerita pendek karya Ajip Rosidi dari dasawarsa 1950-an, yang dituangkan dalam dua bagian, Ajip sepertinya menimba bahan-bahan perkisahannya dari telaga pengalaman pribadi. Pengalaman itu diangkat ke tempat yang lebih tinggi, juga direfleksikan melalui cermin kesadaran, sehingga dapat bersentuhan dengan sebanyak mungkin pribadi lain. Sejak pertama kali terbit pada 1956, buku ini telah mendapatkan sambutan yang baik dari kalangan sasterawan dan kritikus sastera, juga telah menjadi salah satu bagian dari sejarah sastera Indonesia.
    Rp 35.000,00
  • Buku - Sensor Kontemporer
    Buku - Sensor Kontemporer

    Sensor Kontemporer – M. Sudama Dipawikarta

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2019 Tebal: 158 halaman ISBN: 978-623-221-320-3 Kondisi: Baru Film yang sudah diluluskan Lembaga Sensor Film (LSF) seringkali menuai kontroversi. Sebagian sineas berharap LSF tidak terlalu ketat dalam menyensor film, tetapi sineas lainnya mengingatkan LSF untuk lebih selektif dalam meloloskan film demi terjaganya kepuasan penonton. Begitu juga sebagian masyarakat meminta LSF menyensor seketat-ketatnya, bahkan tidak perlu meloloskan film yang menurut pandangan mereka tidak bermutu. Tetapi, tidak sedikit masyarakat yang memaki-maki LSF akibat adegan film yang hilang direvisi. Mereka berharap LSF menyensor lebih longgar, agar tidak mengganggu kenikmatan menonton film. Di sisi lain, peranti digital yang semakin melimpah dapat memudahkan masyarakat untuk menonton apapun tanpa melalui LSF. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak agar dapat memilih dan menghadirkan tontonan yang baik. Sensor Kontemporer merupakan kumpulan tulisan seputar sensor film di Indonesia. Konsep penyensoran selalu mengikuti perkembangan zaman, buku ini dapat mengupas bagian-bagian terpenting dari perkembangan tersebut.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Studium Generale
    Buku - Studium Generale

    Studium Generale – Fuad Hassan

    , , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2001 (Pertama kali diterbitkan pada 1998) Tebal: 239 halaman ISBN: 979-419-282-1 Kondisi: Old Stock Buku ini diberi judul "Studium Generale" karena memang memuat telaah umum mengenai beberapa permasalahan yang diharapkan dapat memperluas wawasan pembacanya, atau cukup merangsang untuk membuat pengkajian lebih lanjut. Sebagai studium generale, pokok bahasan tidak dipaparkan sebagai pengambilan posisi teoritik tertentu, melainkan dikemas sebagai pengolahan (treatise) yang diharapkan dapat merangsang pemikiran (thought-provoking), khususnya bagi mereka yang menekuni disiplin yang tercakup dalam atau berbatasan dengan ilmu tingkahlaku (behavioral science) serta perihal kebudayaan sebagai penjelmaan yang khas manusiawi dalam kehidupannya bermasyarakat. * DAFTAR ISI: - Pengantar - Religi dan Ilmu dalam Masa Industrialisasi - Catatan Umum perihal Muatan Buku Anak - Catatan perihal Pendidikan dalam Budaya Modernisme - Catatan perihal Teknologi dan Teknokrasi - Catatan tentang Urbanism dan Ketahanan Mental - Kecenderungan Perubahan Nilai Memasuki Abad ke-21 dan Implikasinya bagi Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan - Pemahaman tentang Seni dalam Proses Pendidikan - Catata Perihal Pendidikan Tinggi - Dampak Perkembangan Teknologi terhadap Psikologi - Dari Fenomenologi ke Psikologi Humanistik - Orientasi dan Sikap Etik dalam Praktek Psikologi - Pertemuan Antar-Budaya dalam Era Globalisasi - Bermain sebagai Hak Anak - Cultural Dimensions in Psychotherapy - Perihal Perubahan Sosial dan Budaya - Catatan Pinggir tentang Demokrasi - Modernisme dan Elitisme - Respondeo Ergo Sum - Tingkahlaku Agresif dan Kultus Kekerasan
    Rp 72.000,00
  • Buku - Anak Asuh Bernama Indonesia
    Buku - Anak Asuh Bernama Indonesia

    Anak Asuh Bernama Indonesia – Emha Ainun Nadjib

    , , ,
    Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 412 halaman ISBN: 978-602-291-397-9 Kondisi: Baru Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan yang meskipun engkau dikepung oleh kegelapan, tapi engkau tetap sanggup menerbitkan cahaya dari dalam dirimu. Meskipun terbata-bata di jalanan yang sangat terjal, engkau tetap mampu menata kuda-kuda langkahmu sehingga keterjalan jalan itu bergabung ke dalam harmoni tangguhnya langkah-langkahmu. Bahkan, sekalipun engkau ditimpa, ditindih, dihajar, dan seakan-akan dihancurkan oleh beribu beban dan permasalahan, engkau justru menjadi anak-anak cucu-cucuku yang mengubah jalanan itu menjadi rata bagi semua orang. Melalui buku ini, kutitipkan hutan belantara pemikiranku kepadamu.
    Rp 79.000,00
  • Buku - Dari Pojok Sejarah
    Buku - Dari Pojok Sejarah

    Dari Pojok Sejarah – Emha Ainun Nadjib

    , , ,
    Penerbit: Majelis Masyarakat Maiyah dan Mizan Tebal: 508 halaman ISBN 978-602-441-042-1 Kondisi: Baru “Dil, Saudaraku, inilah surat-suratku: menirukan suara-suara liar dari jalanan, gang-gang kampung, sudut-sudut desa, napas dan bau keringat berjuta orang yang dibelakangi oleh perkembangan ... inilah surat, dari pojok-pojok sejarah, dari pinggiran tandus ladang-ladang yang disebut kemajuan ....” Emha Ainun Nadjib, banyak sebutan untuknya: budayawan, penulis, seniman, bahkan ada yang menyebutnya “Kiai Mbeling”. Tapi, dia tak pernah peduli terhadap semua sebutan tersebut. Dia adalah Cak Nun, pengembara spiritual yang mencari makna cinta sejati melalui perjalanan kemanusiaan. Pengembaraan yang membawanya ke dalam pusaran peristiwa-peristiwa penting bangsa, termasuk turunnya Soeharto dan mulainya era Reformasi. Buku ini diberi judul Dari Pojok Sejarah, renungan seorang Emha Ainun Nadjib terhadap perjalanan sekelompok manusia dan wilayah yang menisbahkan diri sebagai bangsa yang bernama Indonesia. “Apabila yang kuomongkan ini sesat (demikian doa sila kelima ini kutiru dari ayat-Nya), maka kesesatan itu berasal dari diriku sendiri. Tetapi apabila tulisan liar ini ternyata ada benarnya, maka, tak lain, kebenaran itu bersumber dari rahasia Allah yang entah bagaimana: nongol begitu saja.”
    Rp 125.000,00
  • Buku - Markesot Bertutur
    Buku - Markesot Bertutur

    Markesot Bertutur – Emha Ainun Nadjib

    , , ,
    Penerbit: Mizan dan Majelis Masyarakat Maiyah Tebal: 472 halaman ISBN: 978-602-441-114-5 Kondisi: Baru Markesot adalah sosok lugu nan cerdas, mbeling, terkadang misterius. Dalam kesehariannya dengan sahabat-sahabatnya, Markembloh, Markasan, Markemon, dan lain-lain—yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb)—Markesot memperbincangkan seabrek problem masyarakat kita. Dari konflik politik internasional sampai soal celana. Dari tasawuf hingga filosofi urap. Dalam gaya bertutur khas Jawa Timuran yang penuh canda dan sindiran, Markesot mengajak kita meneropong kehidupan secara arif dan menemukan hakikat di balik nilai-nilai semu yang merajalela. Markesot Bertutur adalah salah satu karya emas dalam perjalanan kepengarangan Emha Ainun Nadjib. Setelah lama “absen”, buku ini hadir kembali menyapa pembaca. Dan terbukti, apa yang diperbincangkannya masih terus relevan dengan kondisi Indonesia.
    Rp 99.000,00
  • Buku - Bali Tempo Doeloe
    Buku - Bali Tempo Doeloe

    Bali Tempo Doeloe – Adrian Vickers

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2012 Tebal: xviii + 374 halaman ISBN: 978-602-9402-07-0 Kondisi: Baru Sejarah 400 tahun Bali dengan banyak sudut pandang terekam dalam buku ini. Adrian Vickers sejarawan yang lama menekuni sejarah Bali telah meramu empat puluh artikel yang ditulis oleh tiga puluh enam orang asing, dan tiga orang Indonesia menjadi satu untaian narasi, cerita-cerita lucu serta bacaan bersejarah tentang Bali. Tulisan dalam antologi ini meliputi masa pendaratan pertama bangsa Belanda pada 1957 hingga 1990-an saat gegar budaya menggelisahkan penulis-penulis Bali. Dimulai dari pendeta pencerita VOC terkemuka Francois Valentijn yang mengisahkan perdagangan budak dan sodomi sampai Raden Sasrawijaya, santri priyayi Yogyakarta yang jadi turis ke Bali pada pertengahan abad ke-19. Ada Miguel Covarubias yang mengisahkan petani dan seniman Bali pada abad 20, Anne Mathews menuturkan letusan hebat Gunung Agung yang menelan 1500 korban jiwa, juga cerita daerah-daerah "Surga" terkemuka di Bali dari Margaret Mead, Julius Jacobs, W.H. Medhurst, Collin McPhee, Myron Zobel dan Nyoman S. Pendit. Termasuk kisah perang puputan dari H.H. van Kol, pendudukan Jepang oleh Ktut Tantri dan penulis sosialis Jef Last mengulas Bali setelah revolusi. Meskipun tulisan-tulisan itu adalah catatan perjalanan yang disusun dari berbagai sudut pandang, sesungguhnya buku ini merupakan sumber pengetahuan yang menarik sebab mendokumentasikan keadaan sosial budaya Bali dalam arti luas. Pengelompokan dokumentasi dan catatan dari Vickers sebagai editor bukan saja memudahkan setiap pembaca mengenali sosok si penulis dan memahami konteks zaman ketik dibuat, tetapi juga menafsirkan bagaimana peristiwa sosial politik, keajaiban alam, tempat, budaya dan seni, serta agama membentuk sejarah Bali tempo doeloe.
    Rp 110.000,00
  • Buku - Oligarki
    Buku - Oligarki

    Oligarki: Teori dan Kritik – Editor: Abdil Mughis Mudhoffir dan Coen Husain Pontoh

    , ,
    Penulis: Abdil Mughis Mudhoffir, Arianto Sangadji, Coen Husain Pontoh, Geger Riyanto, Intan Suwandi, Johannes Danang Widoyoko, Made Supriatma, Muhammad Ridha, Robertus Robet Penerbit: Marjin Kiri bekerjasama dengan IndoProgress Tahun Terbit: 2020 Tebal: xxiv + 291 halaman ISBN: 978-979-1260-95-4 Kondisi: Baru “Buku ini memuat sejumlah tulisan kritis mengenai politik oligarki dan perkembangan kapitalisme. Hampir setiap artikel menyajikan telaah berguna yang diadaptasi dengan kondisi spesifik Indonesia. Telaah tersebut dikembangkan lewat pergulatan dengan berbagai perdebatan teoretis yang mendasar, tetapi dibarengi pemahaman empiris dan historis yang mendalam. Setuju atau tidak dengan tesis oligarki dan kapitalisme, buku ini mengingatkan kita bahwa analisis tentang banyak masalah kontemporer di negeri ini masih agak sulit mengabaikan berbagai temuan yang dihasilkan lewat tesis tersebut.” — Vedi R. Hadiz, The University of Melbourne, penulis Localising Power in Post-Authoritarian Indonesia “This book is an important contribution to our debates about oligarchs and oligarchy. The authors present new interpretations that are relevant for Indonesians trying to understand how it is possible that their political system can be both democratic and oligarchic at the same time.” — Jeffrey A. Winters, Northwestern University, penulis OligarchyBuku ini menawarkan tinjauan, interpretasi, dan refleksi teoretis untuk memahami kelindan demokrasi dan ekonomi pasar dengan unsur-unsur predatorial yang turut menopang kapitalisme. Kita diingatkan bahwa pembahasan bermakna tentang demokrasi Indonesia tidak akan efektif tanpa pengakuan bahwa oligarki, seperti kapitalisme, tidaklah statis.” — Inaya Rakhmani, Universitas Indonesia, penulis Mainstreaming Islam in Indonesia “An extremely important contribution to the analysis of political power and transformation in Indonesia. It comes at a time when it is increasingly important to understand and explain the rapidly shifting forces and ideas that now confront Indonesia’s democracy.” — Richard Robison, penulis Indonesia: The Rise of Capital “In this new volume, some of Indonesia’s most serious social and political analysts extend and challenge the oligarchy framework, re-examining both its theoretical underpinnings and its empirical implications. This book is a much needed examination of the power of capital in contemporary Indonesia.” — Edward Aspinall, Australian National University
    Rp 89.000,00
  • Buku - Menalar Tuhan
    Buku - Menalar Tuhan

    Menalar Tuhan – Franz Magnis-Suseno

    , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2006 Tebal: 224 halaman ISBN: 978-979-21-1043-2 Kondisi: Baru Menalar Tuhan, itulah yang sejak permulaannya menjadi obsesi filsafat. Menggapai Tuhan melalui pikiran menjadi hasrat tertinggi filsafat sampai 200 tahun lalu. Di permulaan abad 21, pertanyaan tentang Tuhan masih tetap berada di pusat pemikiran para filsuf. Kemudian, di panggung filsafat muncul paham ateisme di mana Tuhan berada di luar batas-batas wacana rasional. Situasi ini menghadapkan manusia intelektual yang tetap percaya pada Tuhan dengan pertanyaan: Apakah imannya lebih dari sekadar warisan indah tradisi yang sudah berumur ribuan tahun? Apakah ia dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan pada Allah secara rasional? Apakah masuk akal masih percaya kepada Tuhan? Buku ini ditulis bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan juga bagi mereka yang tidak lagi percaya kepada Tuhan, tetapi dalam kejujuran intelektual ingin mendalami pertanyaan tentang dasar-dasar rasional kepercayaan akan Tuhan. Buku ini bukan mengenai agama, melainkan mengenai Tuhan. Buku ini termasuk filsafat. Sebagai filsafat, buku ini tidak mendasarkan diri pada keyakinan salah satu agama, melainkan semata-mata pada pertimbangan nalar. Buku ini tidak mau "membuktikan" adanya Tuhan, melainkan menunjukkan bahwa di abad 21 pun manusia tetap dapat percaya kepada Tuhan tanpa harus menyangkal kejujuran intelektualnya.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Pijar-pijar Filsafat
    Buku - Pijar-pijar Filsafat

    Pijar-pijar Filsafat – Franz Magnis-Suseno

    , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2004 Tebal: 304 halaman ISBN: 978-979-21-0331-1 Kondisi: Baru Dalam buku ini dikumpulkan delapan belas karangan dari bidang wilayah filsafat. Masalah yang dibahas adalah agama dan rasionalitas, teknoligi dan paham jawa tentang sangkan paran, aliran seperti Teori Kritis Mazhab Frankfurt, komunitarisme, postmodernisme dan konsepsi etika baru yang dirintis oleh filosof-filosof perempuan. Juga dibahas beberapa pokok pemikiran tokoh-tokoh filsafat seperti Adam Müller, Hegel, Marx, Sutan Takdir Alisjahbana, Habermas dan Spaemann.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Ziarah Arsitektural Gereja Santo Petrus
    Buku - Ziarah Arsitektural Gereja Santo Petrus

    Ziarah Arsitektural Katedral St. Petrus Bandung

    , , , , ,
    Editor: Abang Wirnawan dan Johannes Widodo Tim Kreatif & Editorial: Budi Aksana, Ira Indrawati, Nani Lestari, Rijen Tjandra, Yenny Gunawan Penerbit: Bhumi Preanger Studio Tahun Terbit: 2001 Tebal: 57 halaman ISBN: 979-96191-0-6 Kondisi: New Old Stock Buku ini adalah langkah awal dari sekumpulan insan yang berlatar-belakang pendidikan arsitektur untuk memulai tradisi penulisan tentang berbagai karya arsitektur yang telah kita kenal selama ini. Dengan menggunakan judul 'ziarah arsitektural' buku ini memang tidak berambisi menjadi buku ilmiah tentang arsitektur melainkan sekedar upaya penyampaian pengalaman dan pengetahuan tentang karya arsitektur sejauh informasi yang dapat dijangkau. Dengan demikian buku ini akan selalu terbuka terhadap berbagai informasi baru yang belum terungkap, dan siap untuk dilengkapi di masa mendatang. Melalui ziarah arsitektural yang ringkas tentang Katedral St. Petrus Bandung ini, diharapkan dapat memperkaya apresiasi kita perihal objek tersebut. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, kami telah memperoleh pengalaman yang tak ternilai, yang kami yakini sudah pantas untuk disampaikan kepada masyarakat luas. Kami percaya bahwa ungkapan yang kami sampaikan baru sebagian kecil dari peluang ziarah yang lebih luas, dan langkah berikutnya terbuka bagi siapapun yang ingin masuk ke dalam penjelajahan ini. Selamat berziarah.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan
    Buku - Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan

    Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan – Kusnaka Adimihardja & Purnama Salura

    , , ,
    Penerbit: Foris Publishing Tahun Terbit: 2004 Tebal: 80 halaman ISBN: 979965266-9 Kondisi: New Old Stock Salah satu sudut pandang yang relatif baru digunakan dalam kajian ber-arsitektur adalah kajian Antropologi. Manusia sebagai makhluk kreatif baik secara individu maupun kelompok membangun peradabannya di mana tercermin dalam artefak arsitekturnya. Kajian ini diyakini dapat membantu arsitektur menelusuri dimensi terdalamnya. Kajian kreatif tentang beberapa teori antropologi yang berhubungan dengan kajian arsitektur ini, berawal dari catatan kuliah program S2 Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Melalui suatu proses diskusi yang panjang, gagasan tulisan ini diperkaya para mahasiswa dari berbagai angkatan yang mengikuti mata kuliah Arsitektur Antropologi. Tulisan yang masih jauh dari sempurna ini tidak terlepas dari sumbangan pikiran mereka di atas. Upaya penerbitan ini diharapkan dapat membantu seluruh pihak yang ingin memperkaya wacana arsitektur dalam bingkai budaya.
    Rp 40.000,00
  • Buku - Revolusi Sebatang Jerami
    Buku - Revolusi Sebatang Jerami

    Revolusi Sebatang Jerami – Masanobu Fukuoka

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 ISBN 978-602-433-807-7 Kondisi: Baru Akibat keprihatinan terhadap terjadinya degenerasi tanah dan masyarakat Jepang, di mana orang-orang Jepang meniru secara langsung model pembangunan ekonomi dan industri Amerika. Masanobu Fukuoka bertekad untuk tidak meninggalkan bertani secara tradisional. Malahan ia memperhalus kembali, sehingga metode bertani alamiahnya memerlukan tenaga kerja dan kerusakan alam yang lebih sedikit daripada metode lain mana pun, sedangkan hasilnya per acre dipertahankan sama. Buku ini banyak berisi anjuran-anjuran yang merangsang, penuh dengan uraian tentang cara-cara praktis menanam padi dan biji-bijian musim dingin, buah jeruk dan sayur-mayur kebun di ladang orang Jepang. Ia beranggapan bahwa bertani secara alami berawal dari kesehatan spriritual pribadi orangnya. Buku ini juga bertujuan mengubah sikap terhadap alam, bertani, makanan dan kesehatan jiwa dan raga manusia. Oleh karena itu, buku ini praktis sekaligus filosofis, karena memberi inspirasi dan tidak sekedar berisi tentang pertanian saja.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Meretas Batas-batas Ilmu
    Buku - Meretas Batas-batas Ilmu

    Meretas Batas Ilmu: Perjalanan Intelektual Guru Besar Sosial Humaniora

    , ,
    Penyunting: Yunita T. Winarto , Rahayu S. Hidayat, dan Melani Budianta Prakata: Rosari Saleh, Herkirstuti Harkrisnowo Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 Tebal: 337 halaman ISBN: 978-602-433-815-2 Kondisi: Baru Buku ini merupakan himpunan dari kisah sepuluh Guru Besar bidang Ilmu Sosial-Humaniora Universitas Indonesia dalam mengawali, menumbuhkembangkan, menggumuli, dan menghasilkan karya-karya ilmiahnya. Rentang perjalanan yang panjang dari setiap Guru Besar itu tidaklah berlangsung secara linear, mulus, dan sederhana. Tidak pula seluruhnya berawal dari rintisan karier yang sejalan dengan minat dan pilihan nuraninya. Namun, sekalipun para Guru Besar itu merintis karier dalam disiplin ilmu dengan landasan teoretis, konseptual, dan metodologis yang ditumbuhkembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan manca negara, mereka ternyata mampu memadukan pengetahuan itu dengan fenomena empiris sosial-budaya yang terwujud di bumi Indonesia. Meretas batas disiplin ilmu pun dilakukan agar dapat menyumbangkan karya ilmiahnya secara lebih optimal bagi pengembangan ilmu dan kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia. Pergulatan dan perjuangan yang dialami mereka melalui dialektika beragam teori, konsep, metodologi dengan kehidupan nyata masyarakat dan budaya Indonesia, melahirkan karya-karya ilmiah yang unggul menuju lahir dan tumbuhnya “Ilmu Sosial-Humaniora”.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Hikayat Kebo
    Buku - Hikayat Kebo

    Hikayat Kebo: Sehimpun Laporan tentang Orang-orang Terpinggirkan – Linda Christanty

    , ,
    Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 212 halaman ISBN: 978-602-52645-2-8 Kondisi: Baru Jurnalisme yang disodorkan Linda lewat 17 tulisan bukanlah jurnalisme biasa. Hikayat Kebo tidak dibuat dengan model soft-news. Dia menggunakan teknik bertutur fiksi, dengan bahan fakta dan peristiwa, atau dikenal dengan jurnalisme sastra. *** "Seperti sikapnya dalam sastra, dia menjadikan jurnalisme sebagai karnaval orang-orang pinggiran, yang menggugat pusat kekuasaan." – Nezar Patria "Hikayat Kebo tidak sekadar sindiran norak terhadap sejumlah peristiwa penting yang terjadi di negeri ini, tetapi lebih dari itu merupakan tonggak dalam perkembangan genre yang meleburkan cerita ke berita, atau sebaliknya. Praktis tidak ada ‘jarak’ antara berita dan cerita kecuali huruf ‘b’ dan ‘c’ yang mengawali dua kata itu. Itu sebabnya buku ini wajib kita baca dengan cermat dan cerdik." – Sapardi Djoko Damono, Sastrawan "Melampaui sebuah utopia, sang penulis Hikayat Kebo juga memotret ketimpangan sosial di suatu locus dan tempus yang kerap diklaim sebagai era kemakmuran: Orde Baru. Lebih dari sekadar berkisah, ia secara lugas lalu memfalsifikasi narasi kejayaan masa lalu. Lebih dari itu, ia memprotesnya. Dengan memotret sosok penyair kerakyatan bernama Wiji Thukul, ia memperlihatkan jejak-jejak pemegang kuasa yang terus menyalahgunakan kepercayaan rakyat demi keserakahan diri, keluarga dan kroninya." – Usman Hamid
    Rp 85.000,00
  • Buku - Mempunyai atau Mengada
    Buku - Mempunyai atau Mengada

    Mempunyai atau Mengada? – Erich Fromm

    , ,
    Penerjemah : Aquarina Kharisma Sari Penerbit: IRCiSoD Tahun Terbit: 2019 Tebal: 312 halaman ISBN : 9786237378099 Kondisi: Baru Buku ini merupakan karya orisinal Erich Fromm, yang mengembangkan penelitiannya dalam bidang psikoanalisis radikal-humanis, dan berfokus pada analisis persoalan egoisme dan altruisme sebagai dua orientasi karakter dasar manusia. Dengan kajiannya yang amat mendalam terhadap modus eksistensi “mempunyai” dan “mengada”, Fromm hendak menunjukkan kepada kita tentang krisis akut yang diderita oleh masyarakat kontemporer, baik yang kita sadari ataupun tidak, serta potensi solusinya yang mungkin dilakukan. Dua ideologi besar, komunisme dan kapitalisme, dikritik habis oleh Fromm secara jernih dan tak terduga. Sebaliknya, ia menawarkan suatu gambaran masyarakat baru yang “tak dikenal” oleh “otak kontemporer” kita, sebuah sistem sosial yang mampu melahirkan—sekaligus dilahirkan—oleh individu-individu baru dengan cara pandang baru terhadap realitas, agama, kebudayaan, dan biosfer tempat kita hidup. Ia menamai sistem masyarakat barunya itu sebagai Kota Mengada, sebuah sintesis dari visi masyarakat Abad Pertengahan, Kota Tuhan, dan visi masyarakat modern, Kota Duniawi.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Rasio Sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan
    Buku - Rasio Sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan

    Rasio sebagai Pedoman, Rasa Sebagai Acuan: Konseptualisasi dan Aktualisasi Filsafat Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram

    , ,
    Penulis: Afthonul Afif, Bandung Mawardi, Marcel Bonneff, M. Endy Saputro, Nanik Prihartanti, Nilam Widyarini, Ryan Sugiarto, Selu Margaretha Kushendrawati, Someya Yoshimichi, Sri Teddy Rusdy Penerbit: Basa Basi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 334 halaman ISBN: 9786237290032 Kondisi: Baru Tulisan-tulisan dalam buku ini membantu untuk menghidupkan kembali kehidupan dan filosofi Ki Ageng Suryomentaram. Ki Ageng Suryomentaram merupakan salah satu dari sejumlah sosok tersohor dalam kehidupan pemikiran dan religius Jawa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia dilahirkan di lingkungan yang berporos pada keraton, sebagaimana Ahmad Dahlan, namun bertolak dari perpaduan antara kebudayaan keraton dan empirisme filosofis untuk menghadapi persoalan dan pertanyaan modernitas serta kondisi kolonial yang dialami oleh apa yang dulu disebut Hindia Belanda dan sekarang dikenal sebagai Indonesia. Sebagaimana yang terlihat pada semua tulisan dalam buku ini, Ki Ageng Suryomentaram adalah sosok yang unik dan istimewa. Pada masa di mana rasionalitas menjadi salah satu ciri dari Renaisans Jawa, ini menjadi karakteristik penentu dari pemikiran Ki Ageng Suryomentaram. Kendati ia jelas-jelas merupakan seorang Jawa Muslim, tulisan-tulisannya dapat dipahami sebagai filsafat rasionalis tentang diri, akal budi, dan masyarakat. Ia tidak terlalu terlibat dengan modernisme Muslim atau mistisisme kebatinan modern.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Seni Berbahagia
    Buku - Seni Berbahagia

    Seni Berbahagia – Epicurus

    , ,
    Penerjemah: Carissa Fadina Permata Penerbit: Basa Basi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 252 halaman ISBN: 978-602-9552-82-9 Kondisi: Baru Di Athena, pada Abad Ketiga Sebelum Masehi, kesadaran dalam berkehidupan mencapai titik tertinggi. Benak para penduduknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana cara kerja alam semesta? Apa yang nyata? Bagaimana bisa manusia ada di tengah kosmos? Kehidupan yang baik itu apa? Apa itu kehidupan yang berbahagia? Apakah kedua hal itu – “baik” dan “bahagia” – saling berselaras atau bertentangan? Apa peran para dewa dalam semua ini? Di meja Taman Epikuros, kaum wanita dan pria mendengarkan Sang Master dengan saksama. Mereka semua sepakat bahwa Epikuros adalah guru terbaik yang pernah ada. Dia telah memikirkan filsafatnya masak-masak, fokus pada diskusinya dengan sesama. Dia menyambut pertanyaan para muridnya, sabar dengan kesalahpahaman mereka, dan menolerir pandangan yang berbeda. Terlepas dari fisiknya yang jelas tampak lemah, kebahagiaannya menjalani hidup tercermin dan menular. Orang lain merasa bersukacita hanya karena berada di dekatnya. Singkatnya, Epikuros memiliki segala hal yang pada zaman sekarang kita pertimbangkan sebagai karakter seorang guru motivator diri yang berkarisma. Untuk sesaat, manusia Abad Ke-21 mungkin menolak adanya seorang pria yang menganggap dirinya guru, dan mengajari murid-muridnya, termasuk kita, tentang cara untuk menjalani hidup. Namun, saya berpegang pada satu alasan bahwa Epikuros mungkin saja memang benar. — Daniel Kleinn
    Rp 70.000,00
  • Buku - Seandainya Aku Bisa Menanam Angin
    Buku - Seandainya Aku Bisa Menanam Angin

    Seandainya Aku Bisa Menanam Angin – Fawaz

    , ,
    Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2019 Tebal: 196 halaman ISBN: 978-602-1318-95-9 Kondisi: Baru “Ah Sese, ko jangan pintar dolo, biar kita sama-sama bodoh dolo, pintar nanti juga sama-sama. Sa jangan ditinggal begitu, tidak bole itu. Tidak baik,” kata Tadius Bisaka, anak ajaib dari Asmat, Papua. Seandainya Aku Bisa Menanam Angin adalah rangkuman kisah, perpaduan tawa bahagia dan tangis sendu. Kisah yang tak pernah sudah tentang hubungan manusia paling jernih: saling percaya, menerima perbedaan, hingga mengikhlaskan. Mengajar bersama anak-anak Suku Anak Dalam Jambi, Asmat Papua, Gunung Argopuro Jember, dan anak-anak di sejumlah tempat yang lain bukan perkara hitung-hitungan dan tata bahasa bagi Fawaz. Ia mengajar, sekaligus diajari tentang sesama, alam raya, dan tentu saja cara berbahagia.
    Rp 78.000,00
  • Buku - Seni Berdebat
    Buku - Seni Berdebat

    Seni Berdebat: 38 Jurus Memenangkan Argumen – Arthur Schopenhauer

    , ,
    Penerjemah: Yudi Santoso Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 138 halaman ISBN: 978-623-9008-77-2 Kondisi: Baru Seni Berdebat: 38 Jurus memenangkan Argumen, merupakan sebuah risalah klasik yang ditulis Arthur Schopenhauer. Di dalam karya ini, filsuf Jerman tersebut memeriksa secara total tiga puluh delapan metode untuk menundukkan argumen lawan dalam debat. Dia mengawali esainya dengan pendapat bahwa para filsuf telah memusatkan perhatian mengenai kaidah-kaidah logika, tetapi tidak menggeluti sisi kelam dari dialektika, dari kontroversi. Mengingat tujuan logika secara sederhana disebut sebagai metode untuk memperoleh kebenaran, dialektika, kata Schopenhauer, bersifat “... sebaliknya, hendak menguji hubungan antara dua individu yang, karena adalah makhluk rasional, hendaknya berpikir dalam kebersamaan, tapi ketika mereka berhenti bersepakat akan seperti dua jam yang berputar bersamaan secara tak putus-putus, menciptakan sebuah perdebatan atau kontestasi intelektual. "Dengan kata lain, jika logika identik dengan upaya mencari kebenaran, maka dialektika berfokus pada keterampilan memenangkan debat; Sama seperti duel ksatria, lebih penting daripada siapa yang salah dan yang benar."
    Rp 65.000,00
  • Buku - Dari Layar Perak
    Buku - Dari Layar Perak

    Dari Balik Layar Perak: Film di Hindia Belanda 1926-1942 – M. Abduh Aziz

    , , ,
    Pengantar: Budi Irawanto Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxii + 106 halaman ISBN: 978-623-7357-07-0 Kondisi: Baru Buku ini mengkaji perihal proses perkembangan film di Hindia Belanda dalam kurun waktu 1926-1942. M. Abduh Aziz menggambarkan bagaimana rupa dan serba-serbi dunia kesenian film semasa kolonial. Ia memulainya dengan membahas lanskap sosial politik masyarakat Hindia Belanda jelang abad ke-20 dan perubahan wajah kota yang mulai menuju modernitas. Selain itu dibahas pula keberlangsungan kesenian tradisional di tengah mulai masuknya bentuk seni terkini juga film-film impor. Sebagai sarana penunjang perfilman, geliat bisnis bioskop juga tak luput dari pembahasan. Jika sebelumnya mereka menjadi pengimpor film dan pengusaha bioskop, mulai akhir 1920-an mereka terlibat langsung di balik layar sebagai produser. Pesatnya perkembangan dunia perfilman tanah air juga mendorong dibuatnya aturan-aturan dari pemerintah kolonial terkait penayangan film-film, juga tentu terhadap pajak dan cukainya. * “Terbitnya buku ini bisa menjadi pengingat bahwa film merupakan anak kandung kehidupan modern. Sejarah film di Indonesia tak bisa diceraikan dari proses urbanisasi yang juga diwarnai oleh regulasi yang hendak menepis ‘efek buruk’ sinema. Tak aneh, hari ini bioskop di Indonesia hadir di tengah pusat perbelanjaan dan impuls untuk menyensor film tak pernah sirna. Setidaknya, buku ini telah menunjukkan akarnya di masa lalu.” - Budi Irawanto, Presiden Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Catatan dari Lapangan
    Buku - Catatan dari Lapangan

    Catatan dari Lapangan: Esai-esai Refleksi Etnografis Bidang Sosial Budaya Mahasiswa Indonesia di Leiden

    , , ,
    Pengantar : Gerry van Klinken – Din Wahid Penulis: Ade Jaya Suryani Ajeng – Ayu Arainikasih – Aminudin TH Siregar – Arfiansyah – Fachrizal Afandi – Grace Leksana – Hari Nugroho – Jermy I. Balukh – Katriani Puspita Ayu – M. Zamzam Fauzanafi – Muhammad Latif Fauzi – Nazarudin – Nor Ismah – Nurenzia Yannuar – Sudarmoko – Syahril Siddik – Taufiq Hanafi – Wijayanto – Yunus Sulistyono – Ward Berenschot – Tom Hoogervorst – Margreet van Till – Marian Klamer Penerbit: Marjin Kiri Tahun Terbit: 2019 Tebal: xliv + 271 halaman ISBN: 978-979-1260-94-7 Kondisi: Baru Apa yang terjadi dalam diri seorang ilmuwan sosial ketika tengah melakukan penelitian di lapangan? Pergulatan batin dan pikiran seperti apakah yang dialaminya? Buku ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu melalui refleksi lima orang profesor dan sembilan belas mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi doktoral di Leiden, Belanda, atas apa yang mereka alami saat melakukan penelitian etnografi di lapangan. Disajikan dalam bentuk narasi yang sederhana, buku ini jauh dari istilah-istilah teknis yang rumit yang biasa ditemui dalam buku metodologi penelitian pada umumnya. Tak lain karena ia berisi kisah-kisah yang dituturkan dengan kejujuran dan kerendahan hati, tentang betapa kerja riset akan memaksa kita terbentur dengan hambatan dan kesulitan, tak jarang juga kegagalan bertubi-tubi. Maka lebih dari sekadar buku tentang refleksi metodologi, buku ini juga bisa dibaca layaknya kisah perjuangan sekelompok kecil anak muda Indonesia yang sedang meneguhkan langkahnya sebagai peneliti sosial-budaya. * “Ada emosi lain yang dapat dijumpai dalam buku ini, yang lebih mendalam sifatnya. Sebagian boleh dibilang filsafati. Kebingungan. Keingintahuan. Kenekatan untuk melawan opini orang yang lebih berkuasa. Perasaan-perasaan ini membawa saya sebagai pembaca masuk ke hal paling fundamental dalam kehidupan akademis.” — Gerry van Klinken
    Rp 55.000,00
  • Buku - Rosa Luxemburg
    Buku - Rosa Luxemburg

    Rosa Luxemburg: Sosialisme dan Demokrasi (Buku 1) – Dede Mulyanto

    , ,
    Pengantar: Ted Sprague Penerbit: Marjin Kiri Tebal: xx + 253 halaman ISBN: 978-979-1260-93-0 Kondisi: Baru Menggabungkan metode penulisan riwayat diri dengan telaah pemikiran, buku ini menyajikan Rosa Luxemburg sebagai pejuang Demokrasi Sosial dalam gaya naratif yang mudah dicerna dan dinikmati. Buku pertama dari rencana dua jilid buku ini mengkhususkan diri pada pembahasan isu-isu seputar demokrasi dan sosialisme yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini, saat ide-ide sosialisme kembali dipeluk anak-anak muda sedunia di tengah kebangkrutan tatanan yang ada. Akan kita temukan pemikiran Rosa Luxemburg mengenai Demokrasi Sosial sebagai leburan antara sosialisme dengan gerakan kelas pekerja, termasuk uraiannya tentang kapan persisnya aksi-aksi demonstrasi dan pemogokan bisa digunakan secara tepat; bagaimana seharusnya sosialisme menyikapi agama, baik umat maupun pemukanya; sikapnya yang anti terorisme politik; beserta kecenderungan internasionalisnya dalam perjuangan demokrasi.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Selat Malaka
    Buku - Selat Malaka

    Selat Malaka: Sejarah Perdagangan dan Etnisitas – Leonard Y. Andaya

    , ,
    Penerjemah: Aditya Pratama Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxxviii+ 342 halaman ISBN: 978-623-7357-04-9 Kondisi: Baru Buku ini menyajikan proses pembentukan etnik dengan menyoroti pergeseran persepsi etnik Melayu di era prakolonial dan peran etnik Melayu dalam merangsang proses etnisisasi (penciptaan etnik baru) komunitas lain. Satu hal yang pokok dalam pembahasan itu adalah gagasan etnisisasi, yakni keputusan politik yang secara sadar dibuat oleh suatu kelompok untuk mengadopsi suatu identitas etnik demi meraih keuntungan. Setiap bahasan di dalam buku ini bersandar pada narasi sejarah perdagangan yang dapat menjelaskan mengapa, kapan, dan di mana aneka kelompok serta kategori etnik terbentuk atau dibentuk ulang di masa lalu, baik masa lalu yang sudah terlewat jauh maupun yang baru saja berlalu. Kelompok-kelompok tersebut adalah yang dianggap sebagai penduduk “purba”, mereka menghuni daratan dan lautan yang berbatasan dengan Selat Malaka. Dengan menyelami etnisitas, sejarawan dapat menawarkan pandangan yang lebih bernuansa tentang hubungan etnik di suatu kawasan yang bertakhtakan keberagaman bahasa dan budaya. Kreatif dan menantang, buku ini menyingkap banyak pertanyaan-pertanyaan baru yang semestinya menghidupkan kembali dan mengubah arah historiografi Asia Tenggara. * “Karya Andaya ini mengingatkan kita bahwa dengan memahami masa lalu, kita bisa belajar banyak mengenai hari ini. Buku ini menjadi sumbangsih yang penting dan tepat waktu terhadap pembahasan-pembahasan mengenai sejarah etnik yang juga berakibat terhadap politik etnik kiwari. Ditulis dengan cukup ringan, karya ini merupakan contoh yang luar biasa terkait bagaimana studi sejarah bisa menyebar dan menjangkau khalayak yang lebih luas.” – Rusaslina Idrus, Pengajar Studi Gender di Faculty of Arts and Social Sciences, University of Malaya.
    Rp 155.000,00
  • Buku - Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya
    Buku - Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya

    Semiotik & Dinamika Sosial Budaya – Benny H. Hoed

    , ,
    Pengantar: Haryatmoko Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xxxi + 352 halaman ISBN: 978-602-9402-44-5 Kondisi: Baru “Di era Reformasi ini kita kebanjiran tanda dalam bentuk pesan politis, iklan, dan ikon yang sarat makna. Penjelasan buku ini mampu mengungkap tabir maknanya. Sebab itu, kehadiran buku ini pantas disambut masyarakat akademik dan mereka yang mengikuti perkembangan pesan yang beredar di berbagai media. Mata dan hati pembaca akan terbuka oleh suguhan yang menerangkan bagaimana tanda yang hadir melalui pesan menjadi makna yang senantiasa melintasi ruang dan waktu pengalaman penerimanya. Apalagi sebagai diskursus akademik yang rumit disampaikan dengan sederhana disertai contoh-contoh yang mudah diasosiasikan dengan pengalaman sehari-hari.” - Prof. Dr. Gunawan Tjahjono, Guru Besar Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas IndonesiaKita menemukan semiotik dalam mitos-mitos baru, tubuh, busana, etika ekonomi dalam kehidupan modern, iklan, dan totemisme, dan lainnya lagi, sebagai arena makna. Telaah semiotik pun dapat pula diterapkan dalam upaya pencarian makna dari hasil kebudayaan masyarakat masa silam. Contoh penerapan semiotik dalam buku ini memperkaya telaah makna tanda dalam kebudayaan. Semiotik terasa mudah, menyenangkan, serius, cair, dan kadang-kadang menemukan juga makna yang kocak.” - Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Guru Besar Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas IndonesiaBuku ini penting di tengah prediksi akan menyusutnya kekayaan sumber daya alam Indonesia dalam 20 tahun-an mendatang yang akan digantikan oleh ekonomi berbasis industri kreatif/Ekonomi kreatif karena dapat menjadi inpirasi proses kreatif. Memahami semiotik bukan saja menjadi penting sebagai unsur utama dalam proses kreatif dan desain, tetapi juga membuat hasil desain menjadi baik objek ekonomi maupun pengutamaan untuk peningkatan makna bagi kehidupan manusia.” - Irvan A. Noe’man, M.ID, BD+A Design, Strategy, Space and Branding Consultants, Alumni Arsitektur Interior, Institut Teknologi Bandung, Industrial Design, Rhode Island School of Design USA
    Rp 110.000,00
  • Buku - Citizenship in Indonesia
    Buku - Citizenship in Indonesia

    Citizenship in Indonesia: Perjuangan atas Hak, Identitas, dan Partisipasi – Penyunting: Ward Berenschot & Gerry van Klinken

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2019 Tebal: vi + 434 halaman ISBN: 978-602-433-739-1 Kondisi: Baru Kewarganegaraan hadir kembali di Indonesia. Dalam buku ini, kami tidak akan melakukan 'pendidikan kewarganegaraan'. Alih-alih, kami ingin melihat bagaimana orang Indonesia biasa mempraktikkan kewarganegaraan dalam keseharian. Apa yang mereka lakukan? Apa yang mereka yakini? Berfokus pada kewarganegaraan adalah suatu perubahan dari menyalahkan atau memuji kaum elite untuk semua hal yang terjadi di negara ini. Pada kenyataannya, jika demokrasi berjalan dengan baik, maka hal itu terjadi karena warga negara-lah yang membuatnya berhasil. Sebaliknya, jika demokrasi memburuk, hal itu bisa terjadi warga negara tidak berbuat cukup untuk memprotes keegoisan para elite. Kami meyakini bahwa kewarganegaraan adalah cara yang bermanfaat untuk membahas tentang politik Indonesia pasca tahun 1998. Kewarganegaraan menyangkut cara-cara warga negara berinteraksi dengan lembaga-lembaga negara. Perlu dikaji secara empiris, tetapi pada sisi yang lain juga membuat kita berpikir tentang cita-cita bersama. Buku ini memperkenalkan suatu konsep kewarganegaraan yang disesuaikan, tanpa muatan asosiasi dunia Barat, untuk diterapkan di Indonesia. Buku Citizenship in Indonesia: Perjuangan atas Hak, Identitas, dan Partisipasi disusun berdasarkan tiga fitur kewarganegaraan, yaitu hak, identitas sosial, dan keikutsertaan politik.
    Rp 110.000,00
  • Buku - Kejatuhan Sriwijaya, Kebangkitan Malaka
    Buku - Kejatuhan Sriwijaya, Kebangkitan Malaka

    Kejatuhan Sriwijaya Kebangkitan Malaka – O. W. Wolters

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 ISBN: 978-623-7357-02-5 Kondisi: Baru Kajian mendalam mengenai beberapa ciri khas masyarakat maritim Melayu dalam sebuah upaya untuk mendefinisikan arti penting sejarah Melayu. Sejarah yang berlangsung selama 30 tahun sepanjang abad ke-14. Saat itu kerajaan Sriwijaya—yang memiliki asal-muasal sebagai sebuah kerajaan kuno dari abad ke-7—diduga mulai runtuh. Pada tahun-tahun yang sama, Malaka, Ibukota Melayu abad ke-15 yang tersohor mulai membentuk pondasinya. * "Dalam sebuah penjelasan singkat, kebenaran tidak bisa dilakukan dengan pengetahuan imajinatif dan ketelitian guna merekonstruksi sejarah perdagangan awal Indonesia. Karya Ini adalah studi yang paling menyeluruh mengenai topik penting tersebut. Kajian ini mungkin akan tetap menjadi karya otoritatif selama bertahun-tahun mendatang." – Journal of Asian History "Penulis buku ini, O.W. Wolters, selain mempelajari keruntuhan Sriwijaya yang dihubungkan dengan bagian awal sejarah Melayu, yaitu Malaka, sekaligus dengan demikian ia menghasilkan sebuah studi masa awal kemaharajaan maritim tersebut. Sebuah karya yang sangat berharga dari seorang pionir sekaligus ahli sejarah utama Sriwijaya." – Adrian B. Lapian, Nakhoda Sejarawan Maritim Asia Tenggara
    Rp 195.000,00
  • Buku - Gemar Membaca Terampil Menulis
    Buku - Gemar Membaca Terampil Menulis

    Gemar Membaca Terampil Menulis: Transformasi Gerakan Komunitas Literasi di Indonesia – Lukman Solihin

    , , ,
    Penerbit: Tanda Baca Tahun Terbit: 2019 Tebal: xxvi + 231 halaman ISBN: 9786239062446 Kondisi: Baru Buku ini berusaha mendedah apa yang terjadi pada gerakan literasi yang ditaja oleh komunitas di Indonesia. Komunitas Indonesia Boekoe dan Pustakaloka Rumah Dunia merupakan dua contoh dari sekian banyak komunitas literasi di Indonesia. Dari dua komunitas tersebut, kita tahu bahwa komunitas literasi tidak hanya menyediakan bahan bacaan, melainkan turut serta melahirkan penulis baru sebagai produsen bacaan. Oleh karena itu, konteks buku ini—seperti judulnya—adalah ingin menyatakan bahwa laku membaca akan purna jika dibarengi oleh laku menulis. * "Gemar Membaca, Terampil Menulis menorehkan catatan penting bagi Kajian Literasi Baru (new literacy study) karena menyajikan rekam jejak literasi ideologis." - Sofie Dewayani, Pegiat Literasi dan Ketua Yayasan Litara "Gemar Membaca, Terampil Menulis mengundang kita ke resepsi “pernikahan” membaca dan menulis, kecakapan olah pikir dengan kecerdasan merunut kata dan meletakkan tanda baca dengan tepat." - Maman Suherman, Penulis, Penggerak dan Sahabat Literasi "Buku ini dinanti oleh para penggiat literasi, cendekiawan, dan akademisi untuk memastikan bahwa gerakan literasi secara evolutif telah mengarah pada tatanan baru keindonesiaan kita." - Firman Venayaksa, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Pusat "Membaca buku ini, kita diajak memasuki sebuah jaring dunia kreatif yang riuh, terutama buku. Ia menuntun kita dengan sabar dan hangat. Jalinan narasi yang dianyam penulis membuat kita nyaris tak berjarak." - Muhidin M. Dahlan, Penulis, Arsiparis, Pendiri Warung Arsip
    Rp 80.000,00
  • Buku - Mitos dari Lebak
    Buku - Mitos dari Lebak

    Mitos dari Lebak: Telaah Kritis Peran Revolusioner Multatuli – Rob Nieuwenhuys

    , , ,
    Penerjemah: Sitor Situmorang Pengantar: JJ Rizal, Emma Keizer & Tico Onderwater Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: 140 halaman ISBN: 978-623-7357-03-2 Kondisi: Baru Mitos dari Lebak merupakan sebuah telaah kritis tentang pandangan hidup Douwes Dekker, asisten residen di Lebak pada abad ke-19, dalam kasus yang terkenal karena tuduhannya terhadap bupati Lebak, dan permintaan berhenti sebagai asisten residen yang diajukannya kepada Gubernur Jenderal Belanda. Tanpa berbasa-basi dan dengan diksi-diksi tajam yang “menusuk”, Rob Nieuwenhuys berhasil menguliti habis-habisan peristiwa bersejarah yang terjadi di Lebak, Banten, hampir dua abad lalu. Melalui studi sejarah, ia menguak peran Douwes Dekker alias Multatuli alias Max Havelaar sewaktu jadi asisten residen di Lebak yang kemudian menjadi latar masalah dalam mahakaryanya, Max Havelaar. Karyanya ini penting karena menjadi semcam pengisi kekosongan yang mungkin terlewatkan oleh mereka para kritikus sastra dan sejarawan ketika berbincang mengenai andil Dekker sewaktu kolonialisme Indonesia. Mitos dari Lebak juga bisa dipandang sebagai kritik atas romantisme sejarah terhadap baik Dekker sendiri maupun karya besarnya Max Havelaar. Alih-alih revolusioner, tindakan Lebaknya ternyata sebuah usaha pencaplokan politik.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Surabaya 1945
    Buku - Surabaya 1945

    Surabaya 1945: Sakral Tanahku – Frank Palmos

    , ,
    Penerjemah: Johannes Nugroho Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Tebal: xviii + 461 halaman ISBN: 978-979-461-638-3 Kondisi: Baru Surabaya 1945: Sakral Tanahku mengungkap sejarah lengkap tegak berdirinya RI di tahun 1945 melalui kesaksian para pelaku sejarah, detil-detil perjuangan, pengorbanan para pejuang dan taktik mereka dalam mempertahankan kemerdekaan. Nyawa merenggang dan kekerasan mewarnai masa awal RI antara Agustus dan Desember 1945. Dengan berani, pejuang di Surabaya mencapai tiga capaian: menaklukkan pasukan Jepang dan melucuti senjatanya, melawan dan menggagalkan kekuatan Belanda yang hendak mengambil kembali bekas jajahannya, dan menantang tentara gabungan Inggris-India dengan misi mereka memulangkan pasukan Jepang yang telah kalah perang dan membantu Belanda berkuasa kembali di Hindia Timur (Indonesia). Yang tak banyak diketahui adalah bahwa setelah proklamasi kemerdekaan, pasukan Inggris dan Jepang dengan cepat mampu menguasai Jakarta dan secara brutal menumpas tuntutan merdeka di Bandung, Bogor, Cirebon, dan Semarang. Pada bulan Oktober 1945 pasukan Inggris mendarat di Surabaya dengan tujuan untuk menaklukkannya, namun mereka gagal. Hanya di Surabaya, pejuang RI mampu memberikan perlawanan yang berarti bagi pasukan Jepang dan Inggris-India. Para Arek Suroboyo, di bawah arahan jitu para tokoh nasionalis lokal, melucuti senjata tentara Jepang, menggagalkan usaha Belanda menundukkan Surabaya dan akhirnya menggempur pasukan Inggris-India di bulan Oktober 1945. Wilayah RI pertama yang secara riil merdeka adalah kota Surabaya, dan karena itu penduduknya adalah WNI pertama yang mengecap kemerdekaan. Buku karya sejarawan Dr Frank Palmos menyajikan kisah-kisah 99 hari heroik yang bergolak di Surabaya dari tanggal 22 Agustus hingga 30 November 1945, sebuah rangkaian peristiwa yang memutuskan harapan Belanda dan Inggris untuk berkuasa kembali.
    Rp 140.000,00
  • Buku - Bandung Digambar Euy!
    Buku - Bandung Digambar Euy!

    Bandung Digambar Euy! Sejarah Singkat Bandung dalam 100 Sketsa Full-Colour

    , , ,
    Ilustrasi: M. Ichsan H., Arinaka T., M. Avrilany, R. Satryaji Fotografer: Indrayudha A. Teks: Medina Desianti, M. Ichsan H. Penerbit: Art Paper Publishing House Tahun Terbit: 2006 Tebal: 32 halaman ISBN: 979-996-323-0 Kondisi: New Old Stock Bandung adalah sebuah kota dengan warisan sejarah dan budaya yang luar biasa. Semenjak pengembangannya pada awal abad ke-19, para preangerplanters (pengusaha perkebunan) menggemari Bandung karena iklimnya yang sejuk dan pemandangannya yang indah. Di awal abad ke-20, Bandung menjadi kiblat gaya hidup dan mode di Hindia Belanda. Mobil-mobil terbaru, pakaian terbaru, bahkan gaya arsitektur terbaru yang muncul di Eropa, khususnya Paris, bisa segera ditemukan di kota ini. Sebagai hasil dari perkembangan kota selama dua abad, ratusan bangunan bernilai sejarah dan arsitektur tinggi bertebaran di Kota Bandung, mulai dari bangunan pendopo kabupaten gaya Mataram dari abad ke-18, hingga bank bergaya Art-Deco tahun 40-an. Buku kecil ini mencoba mengisahkan sekilas perkembangan Kota Bandung selama dua abad dengan cara yang unik, melalui sketsa dengan media cat air! Sekitar 100-an sketsa yang ditampilkan di sini mampu membuat bangunan tua yang terabaikan dalam kehidupan kita sehari-hari mengalami transformasi menjadi sesuatu yang indah dan romantis. Buku ini layak untuk dimiliki oleh mereka yang peduli akan keindahan Kota Bandung, atau untuk dipersembahkan kepada tamu-tamu istimewa Anda yang sedang berkunjung ke kota kita tercinta ini.
    Rp 45.000,00
  • Buku - Arsipelago (Bahasa Indonesia)
    Buku - Arsipelago (Bahasa Indonesia)

    Arsipelago: Kerja Arsip & Pengarsipan Seni Budaya di Indonesia

    , , ,
    Penulis: Anna Mariana, Erie Setiawan, Galatia Puspa Sani Nugroho, Gde Putra, Hafiz Rancajale, Helly Minarti, Joned Suryoatmoko, Kathleen Azali, Muhidin M Dahlan, Rachmi Diyah Larasati Penyunting: Farah Wardani & Yoshi Fajar Kresno Murti Penerbit: IVAA, in colaboration with Ford Foundation & Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Bahasa: Indonesia Tebal: xx + 198 halaman ISBN: 978-602-70013-3-6 Kondisi: Baru DAFTAR ISI: - PENGANTAR: DAUR ULANG! KERJA ARSIP DAN PENGARSIPAN SENI BUDAYA DI INDONESIA - PRAKTIK KLIPING & DAYA BUDI KULTURAL - MENGINGAT TUBUH: TUBUH TARI SEBAGAI ARSIP - ARSIPTEKTUR MUSIK SENI INDONESIA MASA KINI (IDEOLOGI & KRITIK) - PAK MISBACH: SANG ARSIP - DI BALIK REKAMAN "ANAK SABIRAN: DI BALIK CAHAYA GEMERLAPAN" - "MENGHIDUPKAN ARSIP", MENCIPTA WACANA: PENTINGNYA ARSIP UNTUK GERAKAN SOSIAL - POSTER AKSI TOLAK REKLAMASI DI TELUK BENOA, DAN MEREBUT MASA DEPAN BALI - PENGARSIPAN DAN SEJARAH NASIONAL: MEDAYU AGUNG DAN OEI HIEM HWIE - ARSIP BERGERAK: MENGARSIPKAN SENI TRADISI, MENGOLAH INTERAKSI - MEMBUKA KATALOG, MENGUNGKAP IDEOLOGI - MEMBACA KOTA: REPORTASE SINGKAT KERJA ARSIP DAN PENGARSIPAN SENI BUDAYA - MENEORIKAN ARSIP
    Rp 85.000,00
  • Buku - Arsipelago
    Buku - Arsipelago

    Arsipelago: Archival Work & Archiving Art & Culture in Indonesia

    , , ,
    Penulis: Anna Mariana, Erie Setiawan, Galatia Puspa Sani Nugroho, Gde Putra, Hafiz Rancajale, Helly Minarti, Joned Suryoatmoko, Kathleen Azali, Muhidin M Dahlan, Rachmi Diyah Larasati Penerjemah: Elly Kent, Idaman Andarmosoko, Rani Elsanti Editor: Farah Wardani & Yoshi Fajar Kresno Murti Penerbit: IVAA, in colaboration with Ford Foundation & Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Bahasa: Inggris Tebal: xx + 198 halaman ISBN: 978-602-70013-5-0 Kondisi: Baru CONTENTS: - INTRODUCTION: RECYCLING! ARCHIVAL WORK & ARCHIVING ART & CULTURE IN INDONESIA - THE PRACTICE OF CLIPPING AS FUEL FOR CULTURAL INTELLIGENCE - REMEMBERING THE BODY: THE DANCING BODY AS AN ARCHIVE - THE ARCHI(VE)TECTURE OF ART MUSIC IN INDONESIA IN OUR TIME (IDEOLOGY & CRITICISM) - PAK MISBACH: THE ARCHIVE BEHIND THE RECORDINGS OF "ANAK SABIRAN: BEHIND THE GLOW OF THE GLITTER" - INVIGORATING THE ARCHIVE, CREATING DISCOURSE: THE IMPORTANCE OF THE ARCHIVE FOR SOCIAL MOVEMENTS - ACTION POSTERS REJECT RECLAMATION IN TELUK BENOA AND FIGHT FOR BALI'S FUTURE - (PERSONAL) ARCHIVING AND HISTORY: MEDAYU AGUNG AND OEI HIEM HWIE - DYNAMIC ARCHIVES: ARCHIVING TRADITIONAL ART, MANAGING INTERACTION - OPENING CATALOGUES, REVEALING IDEOLOGIES - READING THE CITY: CONCISE ARTICLES, ARCHIVAL WORK AND ARCHIVING ARTS AND CULTURE - THEORIZING THE ARCHIVE: CORPOREALNESS, DECOLONIZATION OF THINKING AND TACTICS, AND PLAYFULNESS OF MEMORY
    Rp 85.000,00
  • Buku - Interkultur
    Buku - Interkultur

    [Buku+CD] Interkultur: Pengolahan Gagasan dan Ekspresi Seni Visual Serta Media Alternatif dalam Konteks Keberagaman (1935-2011)

    , , ,
    Penerbit: IVAA, didukung Hivos Tahun Terbit: 2012 Tebal: 136 halaman ISBN: 978-979-99045-4-6 Kondisi: Baru Seri Buku Katalog Data IVAA merupakan terbitan buku saku yang dilengkapi CD bersifat interaktif, dan mempunyai tautan langsung ke situs atau online archive IVAA. Seri tersebut dimaksudkan pertama-tama lebih sebagai buku saku yang diharapkan dapat memancing inspirasi pembacanya - tidak saja untuk mengeksplorasinya lebih lanjut berkaitan dengan tema-tema yang diangkat, juga melengkapinya pelan-pelan. Buku katalog data IVAA ini menggelar data yang dirangkai dan dikumpulkan dari peristiwa-peristiwa seni visual di Indonesi. Dikurasi dari database IVAA sebagai produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA selama ini untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer. Buku saku ini dimaksudkan untuk ikut membangun bahan, medium, dan wacana seni rupa dan perkembangan masyarakat bagi dunia pendidikan dan eksperimentasi praktik seni rupa di masa yang akan datang. Arsip seni visual dipahami sebagai media membaca dan alat pembacaan perkembangan masyarakat. Perjalanan dan perkembangan dunia seni rupa (kontemporer) Indonesia sesungguhnya telah melahirkan berbagai produksi pengetahuan yang dihasilkan dari perputaran dan pergulatan karya seni rupa maupun proses berkarya, jalan hidup seniman maupun komunitas seni, ruang peristiwa seni maupun ruang kehidupan sehari-hari. Perkembangan dunia seni visual Indonesia - "sekecil apapun peranan"nya dalam kehidupan bersama - tidak bisa dikatakan lahir dan berada dalam ruang kosong. Karya seni, proses berkarya, seniman, komunitas seni, peristiwa seni dan pengalaman seni selalu berada dalam konteks masyarakatnya. Dan karena itu, sesungguhnya estetika - sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual - sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual - selalu berada dalam ruang sosialnya. Penilaian karya, peristiwa maupun proses seni rupa yang didasarkan pada dikotomi baik buruk, mahal murah, berhasil gagal, indah jelek, ataupun penilaian seperti politik-apolitis, dan lain sebagainya akan selalu hadir berbareng dengan pengabaian atas penilaian tersebut. Estetika merupakan kelenturan yang bisa hadir dari mana saja, hadir dari situasi ataupun konteks yang beraneka ragam. Katalog kecil ini bukan berangkat dari perdebatan estetika beserta penilaian-penilaiannya, tetapi dari bagaimana pernyataan, strategi dan eksperimentasi (estetik) dipraktikkan. Tujuannya lebih pada urgensi untuk menemukan strategi visual yang dengan tepat menggambarkan keterlibatan dan posisi seni visual dalam keadaan sekarang dan sebagai inspirasi masa yang akan datang. - Yoshi Fajar Kresno Murti * DAFTAR ISI: PENGANTAR IVAA I PERBEDAAN (IDENTITAS), SENI RUPA DAN KEBERAGAMAN a. Identitas yang Bergerak b. Ketegangan Identitas c. Identitas dalam Medium II. DIRI, YANG LAIN DAN IMAJINASI KERAGAMAN DALAM NEGARA BANGSA YANG BARU III. BHINNEKA TUNGGAL IKA: MEMPERSATUKAN PENYERAGAMAN IDENTITAS (NASIONAL a. Identitas Kota: (seolah) Representasi Ideologi dan Aliran b. Seni Rupa dan Identitas Agama: Dari Buraq Hingga Sadali (Seni Rupa dan Akar Otokrasi Agama) c. Identitas (Kelas) Konsumsi dan Budaya Pop IV. PERAYAAN KEBERAGAMAN V. RUANG KOMUNIKASI (KEBERAGAMAN)
    Rp 120.000,00
  • Buku - Fixing The Bridge
    Buku - Fixing The Bridge

    Buku Lanjuran “Fixing The Bridge: An International Workshop on Artists Initiatives”

    , , ,
    Penerbit: Cemeti Art Foundation Tahun Terbit: 2004 Bahasa: Indonesia dan Inggris Tebal: 187 halaman ISBN: 979-95909-9-X Kondisi: Old Stock Fuck you! Bagi sebagian orang di belahan Barat bola dunia, bisa saja kata ini berarti sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Dalam bahasa Indonesia "gaya Jakarta", kata itu kurang lebih bisa diartikan dengan "ngentot lu!". Dalam kenyataannya sehari-hari satu kalimat atau kata yang sama persis susunan huruf-hurufnya, tidak berarti kemudian mempunyai arti sama di lain tempat. Fuck you di Jawa (salah satu pulau terpadat di Indonesia) berarti kurang lebih: umpatan halus yang menunjukkan bahwa sang pengumpat cukup terdidik, menggemari film-film Barat terutama Amerika, sekuler, dan terbiaa untuk berbicara dalam bahasa asing. Oleh karena itulah maka dalam film-film televisi Amerika yang diputar di Indonesia, "fuck you" tidak pernah disensor. Kata itu mungkin dianggap sama dengan kalimat "Have a nice day!" atau "Good morning!" Hal yang kurang lebih sama, terjadi di workshop dan seminar "Fixing The Bridge" yang diadakan Yayasan Seni Cemeti di Kedai Kebun Forum Yogyakarta. Partisipan Korea berulangkali menyebut, "Kami menolak karya seni yang dikaitkan dengan humanisme," ini menarik, karena humanisme (di Barat, humanisme adalah semacam bensinnya ilmu pengetahuan) a la Korea, saya yakin sekali berbeda dengan humanisme a la finger (Frankfurt) atau CASCO (Utrecht). Perdebatan ini juga mengingatkan saya pada pertemuan pertama "Community and Art" di Seoul pada musim panas 2002. Ketika itu ada perdebatan yang cukup tajam antara peserta dari Asia dan Eropa. Peserta dari Asia menganggap globalisme itu iblis dari neraka jahanam, sedangkan peserta dari Eropa menganggap globalisme adalah bidadari cantik dari surga. Selain perbedaan atas satu hal, seminar ini juga ditandai dengan banyaknya persamaan. Persamaan itu muncul terutama pada aspek pendekatan, penggunaan medium, dan hasil akhir. Persamaan itu bisa jadi sama sekali tidak disengaja, dan itu kemudian menyiratkan adanya sebuah dunia yang kurang lebih "satu". Sehingga hal itu menyebabkan seniman dari Tulungagung (di Jawa Timur, Indonesia) menghadapi persoalan yang kurang lebih sama dengan seniman dari Denmark, sebagaimana seniman dari Seoul berhaapan dengan masalah yang sama dengan seniman yang bekerja di pelosok hutan di Jawa Barat. Dunia itu satu. Saya menyikapi itu dengan perasaan ambigu. Lalu di mana perang peradaban a la Huntington? Mungkinkah persamaan itu disebabkan karena pada dasarnya mereka menghadapi musuh bersama? Moelyono dengan berang menyebut sang "musuh bersama" adalah neoliberalisme. Saya tidak tahu pasti apakah seniman-seniman yang berasal dari kota-kota besar dunia "pertama" juga sepakat dengan Moelyono untuk hal itu. Akan tetapi forum "Fixing The Bridge" nampak benar menyiratkan spirit anti neoliberalisme itu. Semoga saja saya benar. - Agung Kurniawan, Project Officer
    Rp 25.000,00
  • Buku - Reka Alam
    Buku - Reka Alam

    [Buku+CD] Reka Alam: Praktik Seni Visual dan Isu Lingkungan di Indonesia (Dari Mooi Indië Hingga Reformasi)

    , ,
    Penerbit: IVAA, didukung Hivos Tahun Terbit: 2011 Tebal: 144 halaman ISBN: 978-979-99045-4-6 Kondisi: Baru Seri Buku Katalog Data IVAA merupakan terbitan buku saku yang dilengkapi CD bersifat interaktif, dan mempunyai tautan langsung ke situs atau online archive IVAA. Seri tersebut dimaksudkan pertama-tama lebih sebagai buku saku yang diharapkan dapat memancing inspirasi pembacanya – tidak saja untuk mengeksplorasinya lebih lanjut berkaitan dengan tema-tema yang diangkat, juga melengkapinya pelan-pelan. Buku katalog data IVAA ini menggelar data yang dirangkai dan dikumpulkan dari peristiwa-peristiwa seni visual di Indonesi. Dikurasi dari database IVAA sebagai produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA selama ini untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer. Buku saku ini dimaksudkan untuk ikut membangun bahan, medium, dan wacana seni rupa dan perkembangan masyarakat bagi dunia pendidikan dan eksperimentasi praktik seni rupa di masa yang akan datang. Arsip seni visual dipahami sebagai media membaca dan alat pembacaan perkembangan masyarakat. Perjalanan dan perkembangan dunia seni rupa (kontemporer) Indonesia sesungguhnya telah melahirkan berbagai produksi pengetahuan yang dihasilkan dari perputaran dan pergulatan karya seni rupa maupun proses berkarya, jalan hidup seniman maupun komunitas seni, ruang peristiwa seni maupun ruang kehidupan sehari-hari. Perkembangan dunia seni visual Indonesia – “sekecil apapun peranan”nya dalam kehidupan bersama – tidak bisa dikatakan lahir dan berada dalam ruang kosong. Karya seni, proses berkarya, seniman, komunitas seni, peristiwa seni dan pengalaman seni selalu berada dalam konteks masyarakatnya. Dan karena itu, sesungguhnya estetika – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – selalu berada dalam ruang sosialnya. Penilaian karya, peristiwa maupun proses seni rupa yang didasarkan pada dikotomi baik buruk, mahal murah, berhasil gagal, indah jelek, ataupun penilaian seperti politik-apolitis, dan lain sebagainya akan selalu hadir berbareng dengan pengabaian atas penilaian tersebut. Estetika merupakan kelenturan yang bisa hadir dari mana saja, hadir dari situasi ataupun konteks yang beraneka ragam. Katalog kecil ini bukan berangkat dari perdebatan estetika beserta penilaian-penilaiannya, tetapi dari bagaimana pernyataan, strategi dan eksperimentasi (estetik) dipraktikkan. Tujuannya lebih pada urgensi untuk menemukan strategi visual yang dengan tepat menggambarkan keterlibatan dan posisi seni visual dalam keadaan sekarang dan sebagai inspirasi masa yang akan datang. – Yoshi Fajar Kresno Murti * DAFTAR ISI: PENGANTAR IVAA I. LINGKUNGAN: CARA PANDANG, ALAM DAN VISUALISASI II. POLITICS OF SEEING: MEMANDANG BANGSA, MEMBANGSAKAN LINGKUNGAN a. Mooi Indië b. Persagi c. Realisme Sosial: Kemerdekaan (Revolusi 1945) Belum Selesai III. BERSIH LINGKUNGAN. LINGKUNGAN BERSIH ORDE BARU a. Militerisme Lingkungan b. Suara-suara (Penyadaran) Lingkungan MEMBACA JEJAK LANGKAH SENIRUPAWAN MENUJU LINGKUNGAN IV. TRANSNASIONALISME DAN LINGKUNGAN a. Kamuflase Hijau b. Peringatan Hari Lingkungan Hidup V. URBANISASI: LINGKUNGAN URBAN a. Kota dalam Lukisan b. Bekerja dengan Kota MEMBAYANGKAN JAKARTA VI. ISU LINGKUNGAN SEBAGAI KERJA BERSAMA DAN KOMUNITAS SENI RUPA DAN MUATAN LINGKUNGAN
    Rp 120.000,00
  • Buku - Seni, Aksi, dan Jogja Sebagai Ruang Urban
    Buku - Seni, Aksi, dan Jogja Sebagai Ruang Urban

    Seni, Aksi dan Jogja sebagai Ruang Urban (sejak reformasi hingga kini)

    , , ,
    Tim Penyusun: Lisistrata Lusandiana, Sukma Smita, Krisnawan Wisnu Adi Kontributor: Syafiatudina, Kus Sri Antoro Penerjemah: Translexi Editor: Arham Rahman Penerbit: IVAA, didukung Ford Foundation Tahun Terbit: 2017 Bahasa: Indonesia dan Inggris Tebal: vi + 170 halaman ISBN: 978-602-70013-7-4 Kondisi: Baru Buku Katalog Data IVAA ini merupakan gelaran data yang dirangkai dan dikumpulkan dari beragam peristiwa seni budaya atau yang berkaitan dengannya, yang mengiringi perubahan dan pergeseran arah gerak Jogja sebagai ruang urban pasca-1998. Mengingat keberadaan karya dan peristiwa yang tidak bisa dilepaskan dari konteksnya, kami merasa perlu untuk selalu mengingatkan pentingnya melakukan kontekstualisasi, serta menempatkan peristiwa seni budaya sebagai bagian dari bahasa kritik sosial, sebelum lebih jauh menuntutnya menjadi kritik kekuasaan. Konteks yang dimaksud kami batasi dengan batasan administratif wilayah provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Membicarakan Jogja berarti membicarakan kontestasi ruang. Di satu sisi, hampir setiap hari kita terus dihadapkan pada berbagai narasi yang menguatkan model pengembangan dan pembangunan kota dengan narasi 'istimewanya'nya. Sementara di sisi lain, di tengah narasi dominan keistimewaan, terdapat geliat warga yang tidak tinggal diam, merespons situasi ini sebagai kondisi yang tidak baik-baik saja. Terhitung sejak masa reformasi geliat dan dinamika politik kewargaan hampir selalu ada. Sementara seniman dan pekerja budaya yang hidup di kota ini menjadi bagian darinya. Dengan menggarisbawahi geliat tersebut, kami menekankan bahwa geliat atau gerakan seni budaya itu penting, tak terkecuali kritiknya. Berbagai tonggak, yang tidak harus besar dan monumental, sengaja kami hadirkan, mengingat kecenderungan kita yang memiliki ingatan pendek. Kita sering kali lupa atas beberapa peristiwa yang telah lewat, sehingga tidak jarang melakukan pengulangan yang tidak perlu. Atau bahkan merasa telah menciptakan peristiwa atau terobosan baru dalam konteks kehidupan bersama. - Lisistrata Lusandiana * Daftar Isi: - Pengantar / Foreword - Ragam Peristiwa dan Jogja Sebagai Arena / An Array of Events and Yogyakarta as a Field - Seni dan Praktik Budya di Tengah Upaya Modernisasi Jogja: Serangkaian Hipotesa / Art And Cultural Practices Amid the Urbanity of Jogja: A Series of Hypotheses - Seni dan Lingkungan / Art and Environment - Seni dan Narasi / Art and Naration
    Rp 75.000,00
  • Buku - Kolektif Kreatif
    Buku - Kolektif Kreatif

    [Buku+CD] Kolektif Kreatif: Dinamika Seni Rupa dalam Perkembangan Kerja Bersama Gagasan dan Ekonomi (Kreatif), (1938-2011)

    , ,
    Penerbit: IVAA, didukung Hivos Tahun Terbit: 2012 Tebal: 136 halaman ISBN: 978-979-99045-4-6 Kondisi: Baru Seri Buku Katalog Data IVAA merupakan terbitan buku saku yang dilengkapi CD bersifat interaktif, dan mempunyai tautan langsung ke situs atau online archive IVAA. Seri tersebut dimaksudkan pertama-tama lebih sebagai buku saku yang diharapkan dapat memancing inspirasi pembacanya – tidak saja untuk mengeksplorasinya lebih lanjut berkaitan dengan tema-tema yang diangkat, juga melengkapinya pelan-pelan. Buku katalog data IVAA ini menggelar data yang dirangkai dan dikumpulkan dari peristiwa-peristiwa seni visual di Indonesi. Dikurasi dari database IVAA sebagai produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA selama ini untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer. Buku saku ini dimaksudkan untuk ikut membangun bahan, medium, dan wacana seni rupa dan perkembangan masyarakat bagi dunia pendidikan dan eksperimentasi praktik seni rupa di masa yang akan datang. Arsip seni visual dipahami sebagai media membaca dan alat pembacaan perkembangan masyarakat. Perjalanan dan perkembangan dunia seni rupa (kontemporer) Indonesia sesungguhnya telah melahirkan berbagai produksi pengetahuan yang dihasilkan dari perputaran dan pergulatan karya seni rupa maupun proses berkarya, jalan hidup seniman maupun komunitas seni, ruang peristiwa seni maupun ruang kehidupan sehari-hari. Perkembangan dunia seni visual Indonesia – “sekecil apapun peranan”nya dalam kehidupan bersama – tidak bisa dikatakan lahir dan berada dalam ruang kosong. Karya seni, proses berkarya, seniman, komunitas seni, peristiwa seni dan pengalaman seni selalu berada dalam konteks masyarakatnya. Dan karena itu, sesungguhnya estetika – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – sebuah kata kunci yang menjadi jantung dari keberadaan seni visual – selalu berada dalam ruang sosialnya. Penilaian karya, peristiwa maupun proses seni rupa yang didasarkan pada dikotomi baik buruk, mahal murah, berhasil gagal, indah jelek, ataupun penilaian seperti politik-apolitis, dan lain sebagainya akan selalu hadir berbareng dengan pengabaian atas penilaian tersebut. Estetika merupakan kelenturan yang bisa hadir dari mana saja, hadir dari situasi ataupun konteks yang beraneka ragam. Katalog kecil ini bukan berangkat dari perdebatan estetika beserta penilaian-penilaiannya, tetapi dari bagaimana pernyataan, strategi dan eksperimentasi (estetik) dipraktikkan. Tujuannya lebih pada urgensi untuk menemukan strategi visual yang dengan tepat menggambarkan keterlibatan dan posisi seni visual dalam keadaan sekarang dan sebagai inspirasi masa yang akan datang. – Yoshi Fajar Kresno Murti * DAFTAR ISI: I. SENI RUPA, KERJA BERSAMA DAN PERJUANGAN POSISI a. Dalam Gelora Lingkaran Pemimpin Nasional(isme) b. Dalam Keluarga Sanggar Institusi Nasional(isme) II. AKADEMI SENI DAN KOMODITI KARYA SENI a. Dalam Arus Pendidikan (Formal) Seni Rupa b. Dalam Jaringan Pasar III. RUANG ALTERNATIF - Politik dan Puitik Ruang Seni: Sebuah Sejarah Singkat IV. (TEKNOLOGI) MEDIA, DESAIN DAN JARINGAN - Design It Yourself, Surabaya
    Rp 120.000,00
  • Buku - Folders
    Buku - Folders

    Folders: 10 Tahun Dokumentasi Yayasan Seni Cemeti (Dwibahasa: Indonesia dan Inggris)

    , , ,
    Penulis: Nuraini Juliastuti dan Yuli Andari Merdikaningtyas Penerbit: IVAA dan Hivos Tahun Terbit: 2007 Tebal: 160 halaman ISBN: 978-979-99045-3-9 Kondisi: New Old Stock Yayasan Seni Cemeti berfungsi sebagai mediator antara masa lalu dan situasi kontemporer, sebagai upaya kritis terhadap mistifikasi masa lalu dan pengharapan berlebihan pada masa depan. Ide pendirian Yayasan Seni Cemeti terbentuk di teras rumah bergaya Jawa kolonial di salah satu sudut benteng Kraton Yogyakarta. Saya ingat waktu itu sore hari, tujuh orang berkumpul rata-rata masih berusia tiga puluhan-untuk membentuk sebuah lembaga yang bertujuan melakukan pengumpulan data dan aktivitas seni di Indonesia. Saya tidak tahu apakah karena terlalu banyak teh dan kopi yang kami minum pada saat itu, atau karena sebab lain, pertemuan singkat itu berujung pada kesepakatan segera membentuk sebuah lembaga. Sebuah lembaga yang berfungsi untuk melakukan kerja pengumpulan data dan penyebaran informasi tentang situasi seni di Indonesia, dan di Yogyakarta khususnya. - Agung Kurniawan
    Rp 60.000,00
  • Buku - Jejak
    Buku - Jejak

    Jejak: Seni dan Pernak-Pernik Dunia Nyata – Kumpulan Esai Peserta Lokakarya Penulisan dan Pengarsipan Seni Rupa IVAA 2017

    , , , ,
    Penerbit: IVAA ISBN: 978-602-70003-6-7 Kondisi: Baru Sebagian besar esai di buku ini menghadirkan kemewahan akademik tanpa mengurangi ketajaman berpikir. Tebaran teori dihadirkan sebagai penuntun sekaligus pembatas agar pembahasa tiak melebar. Artinya, para penulis lebih memilih menggali lebih dalam. Sebagian besar esai di buku ini tak terpengaruh pada hiruk pikuk seni rupa dengan kebesaran-kebesaran peristiwa yang melingkupinya. Justru masuk lebih intim dalam karya dan personal seniman. Sebab peristiwa hanyalah efek dari keduanya. Itulah dua alasan yang saya ajukan untuk menjawab pertanyaan anda, "Kenapa saya harus membaca buku ini?" - Fairuzul Mumtaz
    Rp 75.000,00
  • Buku - Semesta Perayaan - Jogja Kemrungsung
    Buku - Semesta Perayaan - Jogja Kemrungsung

    Semesta Perayaan: Jogja Kemrungsung – Kumpulan Esai Peserta Lokakarya #2 Penulisan dan Pengarsipan IVAA

    , , , ,
    Penulis: Aik Vela Pratisca, Ajeng Anggrahita, Anne Shakka, Istifadah Nur Rahma, Nadia Maya Ardiani, Nurina Susanti, Rendra Agusta Penerbit: IVAA dan Ford Foundation ISBN: 978-602-70013-9-8 Kondisi: Baru Tulisan yang terhimpun di buku ini cukup menunjukkan bahwa masing-masing dari kita telah merasakan kehadiran rezim percepatan pembangunan yang muncul di keseharian kita. Dari titik ini, sesungguhnya kita bisa melanjutkan pembahasan di sekitar asumsi bahwa ritme batin manusia, yang juga merupakan ritme sosial masyarakat, merupakan elemen yang juga politis. Harapannya, catatan dan asumsi awal yang terhimpun di buku ini bisa dilanjutkan melalui penelitian yang memperkuat argumentasi kita, bahwa Jogja yang selow adalah mitos!
    Rp 35.000,00
  • Buku - Ego dan Id
    Buku - Ego dan Id

    Ego dan Id – Sigmund Freud

    , ,
    Penerbit: Tanda Baca Tahun Terbit: 2018 Tebal: 104 halaman ISBN: 978-602-52260-1-4 Kondisi: Baru Pada tahun 1923, dalam buku ini, Freud menyusun implikasi-implikasi penting dari teori struktural pikiran yang pertama kali dia ketengahkan tiga tahun sebelumnya dalam Beyond the Pleasure Principle. Ego dan Id memiliki kedudukan penting dalam karya Freud setelahnya. Buku ini menyoroti Ego sebagai bagian esensial dari manusia dan bagaimana ia dipengaruhi oleh Id, Super-ego, dan dunia luar.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Esai Tentang Pembebasan
    Buku - Esai Tentang Pembebasan

    Esai Tentang Pembebasan – Herbert Marcuse

    , ,
    Penerjemah: Praksi Pradipta Penerbit: Tanda Baca Tahun Terbit: 2019 Tebal: 133 halaman Kondisi: Baru Dalam masyarakat makmur, kapitalisme datang dengan sendirinya. Dua dorongan utama dinamikanya--eskalasi produksi komoditas dan eksplotasi yang produktif--menyertai dan menyerap ke dalam semua dimensi ruang publik dan privat. Sumber daya material dan intelektual yang tersedia (potensi pembebasan) telah berkembang jauh melebihi Penguasa yang ada, sehingga hanyalah peningkatan sistematis dalam pembuangan, penghancuran, dan pengaturan yang mampu menjaga sistem tetap berjalan.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Bandung Pop Darlings
    Buku - Bandung Pop Darlings

    Bandung Pop Darlings: Catatan Dua Dekade Skena Indie Pop Bandung (1995-2015) – Irfanpopish

    , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2019 Tebal: 434 halaman ISBN: 978-623-91089-1-5 Kondisi: Baru Indies dengan pengaruh besar Britpop menemui surut setelah pasang sejak 1995 sampai 1999. Memasuki milenium ketiga, indie pop menjadi salah satu referensi baru di kancah musik. Masuk melalui internet dan orang-orang yang pernah tinggal di luar negeri, indie pop menjadi pilihan lain bagi mereka yang berniat mencari jejak Britpop. Indie pop juga menghadirkan episode baru dari perkembangan skena indie di Bandung. Bandung Pop Darlings bercerita tentang dinamika yang mengikuti kelahiran dan perkembangan skena indie pop di Bandung. Tentang kutub A dan B yang sejatinya harus tetap ada, berjalan beriringan meski kadang menimbulkan gesekan. Menciptakan harmoni agar skena tetap berkembang dengan ragam pilihan.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Gayo
    Buku - Gayo

    Gayo: Masyarakat dan Kebudayaannya Awal Abad ke-20 – C. Snouck Hurgronje

    , ,
    Penerjemah: Hatta Hasan Aman Asnah Penerbit: Balai Pustaka Tahun Terbit: 1996 Tebal: xxiv + 294 halaman ISBN: 979-407-988-x Kondisi: New Old Stock Sampai masa terakhir ini, data tentang Tanah Gayo masih sangat sedikit dan itu pun belumlah dapat dipercaya. Sebenarnya banyak kesempatan terluang, di mana-mana di daerah pesisir Aceh bisa kita jumpai orang-orang Gayo, dan pasti apabila diberikan sedikit imbalan uang, mereka akan bersedia memberikan keterangan tentang daerahnya. Mengapa hal ini tidak dilakukan, alasannya karena adanya tekanan-tekanan yang sejak 1986 dan akhirnya pada 1898 barulah politik bertahan ini ditinggalkan. Dalam semester kedua tahun 1900, di Desa Purumeue di dekat Meulaboh, saya berjumpa denga seorang Gayo berasal dari Isak bernama Nyak Putih; potretnya kita cantumkan di halaman buku ini. Anak muda ini berintelijensi tinggi, cukup mengenal dan mengetahui sebagian besar dari Tanah Gayo, bahkan dapat menuturkan dengan baik keadaan lingkungannya. Ajudan Gubernur Aceh, Kapten P.J. Spruijt memindahkannya ke dalam satu bentuk peta darurat, dan selanjutnya dari Nyak Putih yang mahir berbahasa Aceh inilah saya banyak mendapat keterangan dan penjelasan yang amat berharga tentang bahasa dan penduduk Tanah Gayo sendiri. Sesudah itu, selama saya berada di daerah Blang Pidie, saya selalu mengambil kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang Gayo dari Gayo Lues untuk mempelajari banyak hal tentang Tanah Gayo. Sejak itu pulalah selama saya berada di sekitar pesisir Aceh, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menemui orang-orang Gayo, yang datang dari berbagai pelosok Tanah Gayo, yang kadang-kadang di antaranya sampai beberapa hari saya wawacarai guna menambah wawasan saya mengenai penduduk negeri ini.
    Rp 88.000,00
  • Buku - Kepulauan Nusantara (II)
    Buku - Kepulauan Nusantara (II)

    Kepulauan Nusantara: Kisah Perjalanan, Kajian Manusia dan Alam – Alfred Russel Wallace

    , , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: xiii + 524 halaman ISBN: 978-602-9402-99-5 Kondisi: Baru Alfred Russel Wallace, Bapak Biogeografi Evolusi, lahir 8 Januari 1923 di Usk, Wales, Inggris. Ia dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan biologi. Ia adalah salah satu penemu teori seleksi alam. Penjelajahannya di Nusantara menghasilkan sebuah garis imajiner pembagi flora dan fauna Indonesia, yang dikenal dengan nama Garis Wallacea. Selain itu, ia juga dikenal dengan “Efek Wallace”, sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna. Wallace meninggal pada 7 November 1913 di Dorset, Inggris. * “Luar biasa sekali Anda kembali dalam keadaan selamat setelah berbagai risiko penyakit dan pelayaran jauh, terutama pelayaran ke dan dari Waigou yang begitu menarik. Dari semua kesan yang saya dapat dari buku Anda, yang begitu kuat membekas bagi saya adalah ketekunan Anda dalam ilmu pengetahuan. Sangat heroik. Dan saya begitu iri pada Anda, menemukan berbagai jenis kupu-kupu cantik, membuat saya merasa muda kembali ….— Charles Darwin, penulis The Origin of SpeciesAlfred Russel Wallace adalah nama besar dalam jagat ilmu pengetahuan dunia. Tetapi melalui bukti-bukti, peninggalan Wallace dapat dengan nyata teraba dan dengan mudah teridentifikasi bahwa dia adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Sayangnya, Wallace dan karya besarnya The Malay Archipelago di Indonesia masih terlupakan. Di Ternate—tempat ia lama bekerja dan tempat sesungguhnya teori akbar mengenai evolusi lahir—sampai tahun lalu sama sekali bersih dari tanda-tanda yang mengingatkan adanya penemuan paling besar pada abad ke-19 itu. Sayang sekali.” — Sangkot Marzuki, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Ketua Dewan Pengurus Yayasan Wallacea IndonesiaSeandainya Wallace bersama dalam pelayaran kami, ia tidak akan terkejut dengan jalanan yang padat atau hutan-hutan ini. Tapi ia akan sangat tercengang ketika melihat dari bibir perahu kecil kami ketika berlayar ke pelabuhan Ambon. Taman terumbu karang bawah laut yang digambarkannya begitu elok, kini hilang dan takkan kembali. Betapa Wallace akan sangat terpukul.” — Tim Severin, penulis The Spice Islands Voyage.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Batavia
    Buku - Batavia

    Batavia: Masyarakat Kolonial Abad XVII – Hendrik E. Niemeijer

    , ,
    Penerbit: Masup Jakarta Tahun Terbit: 2012 Tebal: xiv + 450 halaman ISBN: 978-602-96256-8-4 Kondisi: Baru Bagaimana kota Batavia dibangun dan gaya hidup serta perilaku kehidupan masyarakat di dalam, serta di sekitarnya, pada abad ke-17? Ditulis oleh sejarawan Hendrik E. Niemeijer yang bertahun-tahun berkecimpung dalam lautan arsip VOC, buku ini adalah sebuah perkisahan yang luas juga terperinci tentang bagaimana orang-orang Belanda dalam waktu panjang secara gigih mengelola ragam etnis bangsa dengan aneka agama dan kepercayaan, serta perilaku dan gaya hidup penghuni Batavia dengan suatu sistem pengendalian sosial. Pergundikan, minuman keras, pelacuran, anak-anak terlantar, fakir miskin adalah beberapa masalah yang dianggap perlu dikendalikan, malah tak jarang untuk memaksakannya digunakan kekerasan, seperti pemaksaan mengikuti kursus agama kristen, hukuman rantai, penyambukan, dan gantung. Namun, isi buku ini tak melulu merupakan riwayat praktik sadis Kompeni menangani aneka pelanggaran dan melukiskan berbagai norma beserta penyimpangannya, melainkan terurai pula kisah derai tawa keceriaan di serambi rumah-rumah, di warung-warung minum atau selama berpiknik dengan perahu di sepanjang kanal-kanal dan menikmati pertunjukan seni di Batavia. Ini adalah buku suka duka dunia Batavia abad ke-17, sebuah gambaran lincah tentang kehidupan rakyat jelata di dalam kota lama yang sohor disebut Oud Batavia dan lama sudah dilupakan.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Pengantar Komprehensif untuk Memahami Hegemoni
    Buku - Pengantar Komprehensif untuk Memahami Hegemoni

    Pengantar Komprehensif untuk Memahami Hegemoni – Robert Bocock

    , ,
    Penerbit: Jalasutra Tahun Terbit: 2015 Tebal: 194 halaman ISBN : 979-3684-74-7 Kondisi: Baru Hegemoni merupakan konsep penting bagi keragaman intelektual gagasan sosial modern dan merupakan salah satu masalah konseptual paling serius dalam Marxisme. Hegemoni berkaitan dengan 'ideologi' yang memiliki cakupan melebihi semua bidang sosial, budaya, dan ekonomi, dalam suatu masyarakat. Hegemoni adalah konsep yang digunakan untuk menjelaskan waawasan--dunia yang bertujuan membekukan dominasi suatu kelas ekonomi terhadap kelas yang lain.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Jakarta 1960-an
    Buku - Jakarta 1960-an

    Jakarta 1960-an: Kenangan Semasa Mahasiswa – Firman Lubis

    , , ,
    Penerbit: Masup Jakarta Tahun Terbit: 2008 Tebal: 334 halaman ISBN: 978-979-3731-46-9 Kondisi: Baru Setelah sukses dengan Jakarta 1950-an, melalui buku ini Firman Lubis kembali mengisahkan kesaksiannya ihwal Jakarta 1960-an. Ia menyajikan keadaan dan komposisi penduduk yang makin beragam dengan rasisme yang muncul juga hilangnya penduduk ras kulit putih. Termasuk suasana lalu lintas dan alat transportasi lama, maupun yang baru, perubahan fisik kota oleh masifnya pembangunan jalan, gedung dan monumen serta perubahan gaya hidup remaja juga orang tua kota besar Jakarta. Seperti umumnya mereka yang menulis periode 1960-an, ia juga membeberkan kisah zaman yang mendidih oleh api revolusi dan antineokolonialis, serta intrik-aksi politik zaman Demokrasi Terpimpin. Namun, perkisahan ini menjadi menarik karena ditampilkan sebagai sebuah kesaksian personal Firman sebagai pelaku sejarah yang saat itu adalah mahasiswa FKUI, disertai cerita kehidupan dunia pendidikan dan mahasiswa saat itu. Sebagaimana kehidupan anak SMA, mahasiswa memiliki kebiasaan dan kesenangannya: perpeloncoan, perkuliahan, mode pakaian, tempat jajan-makan, hiburan, rekreasi, film, musik, olahraga, dll; lengkap dengan foto seaman yang akan memancing imajinasi historis setiap pembaca.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Profil Etnik Jakarta
    Buku - Profil Etnik Jakarta

    Profil Etnik Jakarta – Lance Castles

    , ,
    Pengantar: Bondan Kanumoyoso Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xxxii + 112 halaman ISBN: 978-979-2572-94-0 Kondisi: Baru Di antara berbagai karya ilmiah sejarah kota Jakarta karya Lance Castles ini berposisi istimewa. Artikel ini seringkali mendapat kritik dari masyarakat Betawi yang menjadi salah satu pokok bahasannya. Mereka mengkritik karena Castles menyatakan bahwa unsur utama yang membentuk etnis Betawi adalah para budak. Argumen Castles itu sendiri tidaklah akurat. Castles mendasarkan analisisnya pada data jumlah budak yang menetap di kota Batavia. Memang benar bahwa sampai dengan abad ke-18 jumlah budak di dalam kota Batavia lebih banyak daripada jumlah penduduk bebas. Namun, jika kita mengalihkan perhatian ke wilayah di luar tembok kota yang disebut Ommelanden akan didapat gambaran yang berbeda. Fakta-fakta dari Ommelanden membawa kita pada kesimpulan bahwa sangat mungkin orang Betawi telah muncul lebih cepat daripada yang diperkirakan Castles. Namun, karya Castles ini tetap menarik, terutama ihwal Jakarta dan proses "terjadinya orang Indonesia". la mengungkap dalam lingkup geografis yang saling berdekatan dan kontak sosial yang intensif telah mendorong penduduk Jakarta meninggalkan identitas etnis mereka dan membentuk identitas komunal yang baru. Penduduk Jakarta dengan identitas baru merupakan representasi dari orang Indonesia dalam arti yang sebenar- benarnya. "Di Jakarta," kata Castles, "Tuhan sedang membuat orang Indonesia!"
    Rp 60.000,00
  • Buku - The Leader Who Had No Title
    Buku - The Leader Who Had No Title

    The Leader Who Had No Title: Seni Memimpin Tanpa Jabatan – Robin Sharma

    , ,
    Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 276 halaman ISBN 978-602-291-506-5 Kondisi: Baru Berbeda dengan buku kepemimpinan pada umumnya, Sharma membius kita semua melalui cerita seorang penjaga toko buku bernama Blake Davis yang merasa hidupnya kering dan datar. Baginya, pekerjaan hanya jalan untuk membayar tagihan daripada sarana untuk unjuk kemampuan terbaik. Hingga suatu hari, muncul keajaiban pada rutinitas hariannya yang luar biasa membosankan. Ia mendapatkan teman kerja baru berusia 77 tahun yang telah berkali-kali menyandang gelar Employee of the Year. Selama 50 tahun masa kerjanya, pria tua ini menolak berbagai promosi jabatan yang ditawarkan kepadanya. Posisi Vice President sekali pun!
    Rp 79.000,00
  • Buku - Kaca Benggala
    Buku - Kaca Benggala

    Kaca Benggala: Perkembangan Habitat Manusia di Indonesia – Tjuk Kuswartojo

    , , ,
    Penerbit: Ukara Lawang Buana Tahun Terbit: 2019 Tebal: xiv + 250 halaman ISBN: 978-602-53834-0-3 Kondisi: Baru "Kaca Benggala adalah cermin besar, yang dalam kisah Ramayana dimiliki oleh Rahwana yang digunakan oleh putera Hanoman untuk memantulkan kembali sorotan mata mematikan anak Dasamuka yang menjadi musuhnya. Kaca Benggala menjadi tameng sekaligus menjadi alat untuk menyerang balik lawannya sehingga lawannya gugur oleh pantulan sorot matanya sendiri. Dalam Babad Mataram, Kaca Benggala diartikan cermin keburukan oleh pembuat cerita, yaitu kelakuan, perbuatan, kejadian yang tidak boleh ditiru atau diulang kembali. Sedang Kaca Benggala yang dimaksud di sini adalah alat untuk membantu telaah, untuk melihat paras, tubuh bahkan gerak yang tidak bisa dilihat oleh diri sendiri dengan cara biasa. Dengan berkaca dapat dikenali apa yang harus dikoreksi atau diperbaiki. Walaupun demikian perlu juga dipahami bahwa gambaran cermin bukan keadaan sebenarnya. Karena meskipun cermin memperlihatkan kondisi dan situasi dengan jelas, tetapi pasti ada distorsi dan ada yang tidak tampak. "Distorsi itu terjadi karena apa yang tampak di kiri sebetulnya di kanan, dan cermin tidak dapat memperlihatkan apa yang ada di belakang. Bagaimanapun apa yang tampak di cermin dapat digunakan untuk melakukan suatu perbaikan sendiri. Artinya Kaca Benggala adalah juga alat untuk introspeksi. Dapat digunakan untuk memperbaiki rias, pemasangan aksesoris sampai hal yang lebih mendasar seperti gerak tubuh. Bahkan juga dapat digunakan untuk mewaspadai keadaan yang di belakang, seperti telaah yang dilakukan melalui kaca spion. Kajian ini diumpamakan Kaca Benggala dengan maksud dapat merefleksikan kondisi dan situasi lebih jauh dan lebih luas daripada kaca spion atau cermin rias. Diharapkan telaah ini dapat menjadi inspirasi dan menghantar pada pemahaman yang jauh lebih mendalam. Selanjutnya setiap bagian yang ditelaah dapat diperiksa dengan surya kanta, sehingga dapat memberi pemahaman yang lebih baik lagi atas habitat Indonesia. "Apa yang akan ditelaah dalam buku ini adalah perkembangan permukiman dan perkotaan dari sejak hadirnya permukiman di wilayah yang sekarang, di Indonesia. Melalui Kaca Benggala ini dicoba ditelaah bagaimana permukiman dengan batu besar hadir pada masa sebelum ada catatan sejarah dan masih bisa bertahan sampai saat ini, sampai pada kota yang didominasi bangunan menara pada abad ke-21. Artinya, suatu gambaran dengan jangkauan waktu lebih dari 2000 tahun. Tidak semua hal dapat digambarkan dalam Kaca Benggala ini, dan karenanya buku ini harus dianggap sebagai penghantar. Meskipun demikian, diharapkan muatan pengetahuan yang dikandungnya dapat memberi inspirasi bagi pembangunan pranata negara yang lebih utuh dan lebih kokoh untuk menata habitat Indonesia." - Tjuk Kuswartojo
    Rp 250.000,00
  • Buku - Lao Tzu
    Buku - Lao Tzu

    Lao Tzu: Kisah Hidup dan Pemikirannya – Thomas Watters

    , , ,
    Penerbit: Basabasi Tebal: 196 halaman ISBN: 978-602-5783-68-5 Kondisi: Baru Kehidupan Lao Tzu, seperti buku yang dia tulis, terbungkus dalam misteri. Bisa dimaklumi jika seseorang bertanya apakah Lao Tzu pernah benar-benar ada. Terlepas dari asal muasalnya, Lao Tzu adalah satu manusia hebat dalam sejarah Cina. Risalahnya yang filosofis, Tao-te Ching, yang dipandang oleh pengikutnya sebagai sebuah karya filsafat yang melampaui zaman. Dalam banyak kisah, Lao-tzu dipersamakan dengan Shakyamuni yang diyakini sebagai Buddha. Dia juga adalah guru dari K’ung chiu atau Confucius—yang di kemudian hari banyak bertentangan dengannya. Voltaire mendakwanya: merupakan suatu kebodohan dan takhayul ketika mengamalkan ajaran Tao. Para penulis lain terkesan hebat olehnya. Beberapa dari mereka menemukan bahwa Tao, yang banyak dibicarakan Lao-tzu, telah diserupakan dengan Dewa, mirip Logos yang digambarkan Plato dan para penganut Neoplatonisme. Beberapa penulis bahkan menyatakan bahwa Lao-tzu adalah sosok spiritual, abadi, dan hidup dalam dirinya sendiri-mewujudkan diri sebagai seorang manusia di bumi pada berbagai zaman dan dengan nama yang beraneka ragam.
    Rp 60.000,00
  • Buku Tentang Tabu
    Buku Tentang Tabu

    Buku Tentang Tabu: Hakikat Diri Manusia – Alan Watts

    , ,
    Penerjemah: Siska Nurrohmah Penerbit: Basabasi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 200 halaman ISBN: 978-602-5783-86-9 Kondisi: Baru "Buku ini menelusuri tabu yang tak banyak dikenali tetapi mengakar--yakni sikap diam kita terhadap pertanyaan siapa, atau apa, sesungguhnya diri kita. Singkatnya, sensasi lazim tentang diri sebagai sebentuk ego yang dibalut selubung kulit, adalah halusinasi yang tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan Barat maupun filosofi--agama eksperimental yang berasal dari Timur--terutama dengan inti filosofi Hindu Vedanta. Halusinasi inilah yang melatarbelakangi penyalahgunaan teknologi menjadi alat penaklukan yang brutal terhadap alam yang mengakibatkan kehancuran. "Kita tengah berada di dalam situasi mendesak untuk memperoleh kesadaran eksistensi yang sesuai dengan bukti-bukti fisik sekaligus dapat mengatasi rasa keterasingan kita dari semesta. Untuk tujuan inilah saya mengangkat wawasan Vedanta dan menyajikannya dalam cita rasa Barat yang sepenuhnya modern--dengan demikian, buku ini sama sekali tidak berupaya untuk menjadi buku ajar maupun pendahuluan terhadap ajaran Vedanta Buku ini merupakan hasil kawin silang antara ilmu pengetahuan Barat dengan intuisi Timur." - Alan Watts
    Rp 65.000,00
  • Buku - Fantasmagoria
    Buku - Fantasmagoria

    Fantasmagoria: Citra, Tubuh, Teks – Zulkarnaen Ishak

    , ,
    Penerbit: Basabasi Tebal: 276 halaman ISBN: 978-602-6651-72-3 Kondisi: Baru "Menonton, membaca, dan selanjutnya menuliskan apa yang ditonton dan dibaca seperti memberi saya kilasan-kilasan gambar, dalam suatu komposisi visual yang acak, sehampar fantasmagoria yang tak sanggup saya taklukkan atau ringkus sepenuhnya ke dalam tulisan. Selalu ada saja yang tercecer, selalu saja ada yang luput, sehingga sungguh mustahil menghasilkan sebuah visi total, dan akibatnya saya menjadi sekadar sebintik titik dari kisah-kisah yang berseliweran; semata-mata lintasan dari gagasan, imajinasi, fantasi, halusinasi, ilusi, yang gegap gempita. "Namun menulis, menulis tentang apa saja, memang mendebarkan, walau bukan berarti gampang. Dan apabila sejarah adalah proyeksi dari citra kita perihal dunia sebagaimana yang dikatakan penyair Octavio Paz, maka menulis mengaruniai saya kebebasan, atau paling tidak kemungkinan, untuk menggaris waktu, menyela masa, demi menggariskan gagasan, merangkai narasi, serta memekarkan dan menumbuhkan ingatan atas apa saja yang saya lihat, di tengah gemuruh sejarah yang melintas lekas." - Zulkarnaen Ishak
    Rp 65.000,00
  • Buku - Hannah Arendt
    Buku - Hannah Arendt

    Hannah Arendt: Hidup sebagai Sebuah Narasi – Julia Kristeva

    , ,
    Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 108 halaman ISBN: 978-602-90087-5-8 Kondisi: Baru Arendt jelas salah satu di antara bintang-bintang intelektual paling gemilang abad 20. Dengan menulis buku berjudul The Human Condition dan Eichmann in Jerusalem, dia membabar filsafatnya dengan memusatkan perhatian pada kisah dan refleksi pribadi yang disemangati oleh kehidupan pribadinya yang luar biasa. Di sepanjang biografi ini, Kristeva membentangkan karya Arendt, menggunakan kehidupan Arendt untuk menerangi pemikiran Arendt. Selanjutnya Kristeva memeriksa bagaimana Arendt menggunakan narasi, bagaimana ia merenungkan Keyahudian dan anti-Semitisme, dan menguraikan filsafat politiknya. Kecerdasan Kristeva di buku ini ikut juga memastikan tempatnya di kanon perempuan genius itu bersama Arendt.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Timaeus dan Critias
    Buku - Timaeus dan Critias

    Timaeus dan Critias: Awal Mula Kisah Atlantis – Plato

    ,
    Penerbit: Basabasi Tahun Terbit: 2018 Tebal: 252 halaman ISBN: 978-602-5783-29-6 Kondisi: Baru Timaeus dan Critias, dua dari dialog-dialog karya Plato, adalah satu-satunya catatan tertulis yang tersedia dan secara spesifik membahas tentang Atlantis. Keduanya berisi percakapan antara Socrates, Hermocrates, Timaeus, dan Critias. Dalam rangka menanggapi pembicaraan Socrates sebelumnya tentang masyarakat yang ideal, Timeaus dan Critias sepakat untuk menjamu Socrates dengan sebuah kisah yang ''"bukan fiksi, melainkan kisah nyata'''. Sebuah kisah tentang konflik antara orang-orang Athena dan Atlanta kuno yang terjadi 9000 tahun sebelum masa Plato. Pengetahuan tentang masa lampau yang sepertinya sudah dilupakan oleh orang-orang Athena pada masa Plato, kisah tentang Atlantis yang disampaikan kepada Solon oleh pendeta Mesir. Solon menyampaikan kisah ini kepada Dropides, kakek buyut Critias. Critias mendengarnya dari kakeknya yang juga bernama Critias, anak dari Dropides. Kedua dialog berikut ditulis oleh Plato pada sekitar 360 SM dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Benjamin Jowett.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Imajinasi Intelektual
    Buku - Imajinasi Intelektual

    Imajinasi Intelektual – Edward Said

    , ,
    Penerjemah: Nanda Akbar Ariefianto Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: viii+160 ISBN: 978-602-52645-7-3 Kondisi: Baru Tulisan yang terhimpun dalam buku ini diikat oleh satu benang merah yang sama: semuanya mendedah tentang intelektual eksil. Mahmoud Darwish, penyair Palestina yang menjadi eksil 'pengembara'; Adorno, pemikir Frankfurt yang menjadi eksil di Oxford, New York, Los Angeles; Salman Rusdhie, penulis India yang menjadi eksil di Inggris. Selain itu, Said juga berbicara tentang dirinya sendiri, karena bahkan ketika dia berbicara tentang para intelektual eksil itu, dia pada dasarnya berbicara tentang dirinya. Maka tak mengherankan jika dia merasa kecewa terhadap Jean-Paul Sartre. Said diundang oleh Simone de Beauvoir dan Sartre ke seminar tentang perdamaian Timur Tengah yang diadakan di Paris, dia datang dengan penuh semangat, tapi lalu kecewa karena Simone 'meninggalkan tempat pertemuan begitu saja setelah berceloteh mengutarakan pandangan yang tendensius tentang islam dan wanita berhijab' dan Sartre hanya ikut berbicara setelah 'dituntut' olehnya, itu pun dengan ... 'paparan yang hambar dan teramat dangkal'. Satu esei panjang Said tentang Foucault juga dimuat dalam buku ini; suatu telaah yang menyingkap basis pemikiran Foucault sebagai seorang posmodernis. Enam esei dalam buku ini menunjukkan Said adalah perpaduan langka antara intelektual yang dahsyat dan aktivis yang tajam.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Dari Sergai ke Kefa
    Buku - Dari Sergai ke Kefa

    Dari Sergai ke Kefa: Kumpulan Reportase Geliat Hidup Rakyat

    , , ,
    Penulis: Linda Fitria, Joffie DB, Annas Chairunnisa Latifah, Indri Moniaga, Maflahah, Haris Prabowo, Irene Aprilya Meok, Filisianus Richardus Vitor, Laras Olivia, Yepuni 'Jeffry' Giyai Penerbit: Perkumpulan Terasmitra Kondisi: Baru Menulis cerita sudut-sudut wilayah Indonesia yang kaya budaya dan beragam kepada khalayak bukan perkara gampang. Tantangannya tidak sedikit. Prosesnya tentu panjang, dan melelahkan. Seseorang yang berniat menulis tentang sebuah tempat di Indonesia, setidaknya mesti melakukan perjalanan; berbincang dan tertawa bersama masyarakat di sana. Mendengarkan pengalaman warga menangkap perjuangan dan kepahitan hidup. Merasakan alam lingkungan di sekelilingnya. Lalu, tentu saja, menuliskannya dengan gaya bercerita. Mengalur seperti menyaksikan film. Mengalir seperti Anda mendengar penutur dongeng.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Kang Mbok
    Buku - Kang Mbok

    Kang Mbok: Sketsa Kehidupan Sri Teddy Rusdy – Sujiwo Tejo

    , , ,
    Penerbit: Yayasan Kertagama Tahun Terbit: 2013 Tebal: 202 halaman ISBN: 978-602-1995-43-3 Kondisi: Baru Sebetulnya seperti apakah hubungan saya dengan Kang Mbok kok bisa-bisanya menulis tentang tokoh ini? Mestinya pertanyaan itu sudah muncul sejak awal, namun anehnya baru menyeruak setelah saya tulis bab demi bab tentang Kang Mbok. "Kamu kok lancang berani-beraninya nulis tentang Sri Teddy Rusdy, menulis bab-bab yang belum tentu bisa persis menggambarkan keseluruhan perempuan itu, emangnya kamu siapa?" kira-kira begitu pertanyaan tahu diri saya. Saya baru bisa menjawabnya beberapa hari kemudian. Begini, hubungan saya dengan Kang Mbok adalah bahwa saya selalu "hadir" baginya. Dan sebaliknya "hadir" tidak berarti harus berupa kedatangan ragawi. "Hadir" di sini saya pinjam dari filsuf Prancis, Gabriel Marcel. Maknanya "ada bersama walau tak mesti di dalam ruang maupun waktu yang sama". Kang Mbok bisa "manjing, makahanan". Bisa hadir di segala ruang dan waktu bersama banyak pihak. Selain kesan kebersahajaan, Kang Mbok bisa "manjing, makahanan" karena kepedulian. Kepedulian adalah hal paling penting yang perlu dilakukan pada orang paling penting pada saat paling penting. Orang paling penting adalah orang yang sedang hadir bersama kita. Kang Mbok adalah orang penting dalam kehadiran saya. Kang Mbok adalah pengertian saya tentang seluruh perpaduan tradisi dan kekinian. Inilah perempuan yang akan sampeyan jumpai pada bab-bab buku ini.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Batavia Kala Malam
    Buku - Batavia Kala Malam

    Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit, dan Senjata Api – Margreet van Till

    , ,
    Penerbit: Masup Jakarta dan Nederlands letterenfonds dutch foundation for literature Tahun Terbit: 2018 Tebal: 312 halaman ISBN: 978-602-72003-7-3 Kondisi: Baru Batavia pada akhir abad ke-19 merupakan masa yang diwarnai kriminalitas, terutama perampokan, tetapi ada yang unik pada masa ini. Perampok yang disebut bandit atau dalam beberapa kasus disebut jago ternyata begitu dikagumi masyarakat. Mereka layaknya selebritas yang kehadirannya ditunggu tunggu. Sebut saja jago bernama Gantang, Tjonat, dan tentu yang paling kita kenal adalah si Pitung. Para jago ini begitu terkenal di kalangan masyarakat kita dan membuat kepolisian kolonial Belanda begitu kesulitan menangkap mereka. Perihal si Pitung, jago ini begitu melegenda, bahkan kisahnya sampai difilmkan dua kali. la begitu kontroversial sekaligus memesona untuk dibicarakan. Begitu banyak versi kisahnya yang beredar, beberapa mengatakan bahwa ia tak bisa mati Bahkan kepolisian kolonial sampai menjaga kuburannya beberapa hari takut kalau kalau ia bangkit lagi. Lebih lebih kuburannya dibongkar lagi untuk memastikannya. Dalam hal ini pihak kolonial Belanda seperti dibodoh-bodohi, bahkan oleh jago yang sudah mati. Di buku ini Margreet van Till mencoba mengulasnya guna mendapat gambaran penyebab mereka mendapat perlakuan istimewa seperti itu. Ulasannya cukup ringkas dan dibungkus dengan penyampaian yang mengalir perlahan, tetapi jelas. Hal-hal yang tidak masuk akal seperti jimat juga mendapat porsi tersendiri dan menjadi cukup penting di sini.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro
    Buku - Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro

    Asal-Usul Nama Yogyakarta & Malioboro – Penyusun: Peter Carey

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2015 Tebal: 120 halaman ISBN: 978-602-9402-62-9 Kondisi: Baru Etimologi nama-nama tempat selalu menarik untuk dibahas. Asal-usulnya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya adalah nama Yogyakarta dan Malioboro. Apakah nama Malioboro berasal dari nama Duke of Marlborough pertama? Ataukah dari kata “mâlyabharin” dari bahasa Sanskerta yang berarti “berhiaskan untaian bunga”? Bagaimana dengan nama Yogyakarta sendiri? Apakah berasal dari kata “Ngayogyakarta” dari bahasa Sanskerta? Ataukah dari sebuah dusun bernama Yogya atau Ayogya yang ada pada masa pemerintahan Sultan Mangkubumi? Buku ini dibuka dengan artikel yang ditulis oleh Peter Carey yang menjelaskan asumsinya mengenai asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro. Kemudian, dilanjutkan dengan artikel tanggapan dari Jacobus (Koos) Noorduyn, dan ditutup oleh Merle Calvin Ricklefs. Akan ditemukan tiga paparan menarik mengenai spekulasi asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta
    Buku - Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta

    Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta/The Origin of the Place Names in Jakarta – Rachmat Ruchiat

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2018 Bahasa: Indonesia dan Inggris ISBN: 978-602-72001-5-9 Kondisi: Baru Siapa bilang nama Luar Batang berasal dari peristiwa ajaib habib sakti yang keluar dari kurung batang saat digotong ke pemakaman? Kata siapa nama Pluit berasal dari peluit atau roti seperti yang sering disebut-sebut? Benarkah Jatinegara itu kampung leluhur orang Betawi? Mengapa ada kampung dengan nama Japad, Tiang Bendera. Lantas mengapa ada Kampung Ambon, Kampung Bugis, Kampung Bali, Kampung Jawa, Kampung Bandan? Temukan semua jawabannya dalam buku ini dan puluhan lagi sejarah asal-usul nama tempat lainnya di Jakarta. Berbekal kekayaan sumber, tetapi dalam format ringkas dan populer, Rachmat Ruchiyat sebagai pengamat sejarah Jakarta akhirnya bukan sekadar menyajikan asal usul nama-nama tempat di Jakarta, lebih jauh lagi memberikan gambaran mengenai perkembangan sejarah Jakarta sebagai kota yang kaya oleh keragaman budaya dan jejak sejarah. Penelusurannya secara kronologis mulai abad ke-15 sampai abad ke-20, tidak hanya memperlihatkan perubahan geografi dan demografi Jakarta, melainkan juga perubahan sosial, budaya, politik dan ekonomi.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Tenun dan Para Penjaga Identitas
    Buku - Tenun dan Para Penjaga Identitas

    Tenun & Para Penjaga Identitas/Weaving, Guardian of Identity – Terasmitra

    , ,
    Penerbit: Perkumpulan Terasmitra Tahun terbit: 2017 Bahasa: Indonesia dan Inggris ISBN: 978-602-522-160-6 Kondisi: Baru "Inspirasi penerbitan buku ini bersumber dari perjuangan kaum perempuan masyarakat adat Tiga Batu Tungku: Mollo, Amanatun, dan Amanuban di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Para perempuan penenun berjuang melawan perusakan lingkungan yang hadir melalui perusahaan tambang marmer dengan menggunakan media tenun. Dari inspirasi itu, kami melakukan proses penelusuran di lapangan, dan menemukan banyak kenyataan lain, tenun ternyata punya makna yang begitu luas bagi masyarakat Timor, antara lain sebagai identitas budaya, pelestari lingkungan, alat ekonomi, hingga arsip pengetahuan dan pengalaman yang tumbuh terus menerus dari waktu ke waktu." - Catharina Dwihastarini
    Rp 150.000,00
  • Buku - Ecce Homo
    Buku - Ecce Homo

    Ecce Homo: Lihatlah Dia – Nietzsche

    , ,
    Penerjemah: Omi Intan Naomi Penerbit: Pustaka Pelajar Tebal: 175 halaman ISBN: 979-9075-21-1 Kondisi: Baru "Akulah yang pertama menemukan kebenaran. … akulah yang pertama merasakan dengan indera–mencium–dusta sebagai dusta … telah kupilih untuk diriku sendiri kata imoralis sebagai marka pembeda dan lencana kehormatan aku bangga memiliki kata ini yang mempersiapkan aku melawan kemanusiaan." - Friedrich Nietzsche, Mengapa Aku Adalah Takdir
    Rp 65.000,00
  • Buku - Orang Aceh
    Buku - Orang Aceh

    Orang Aceh: Budaya, Masyarakat, dan Politik Kolonial – C. Snouck Hurgronje

    , ,
    Penerbit: Ircisod Tahun Terbit: 2019 Tebal: 968 halaman ISBN: 978-602-7696-86-0 Kondisi: Baru Siapakah orang Aceh yang dimaksud Snouck Hurgronje dalam buku ini? Bagaimana hubungan antara Aceh dan wilayah-wilayah lain di nusantara? Apa kaitan antara budaya Jawa, Melayu, dan Aceh? Bagaimana mitos, legenda, agama, dan adat turut membentuk orang Aceh? Meskipun Islam merupakan agama yang dominan di Aceh, tetapi pengaruh budaya pra-Islarn dan adat pribumi tidak serta merta digantikan dengan ajaran Islam. Karena Islam yang dibawa ke Aceh pun tidak selalu memberi warna dan penafsiran yang sama. Ada Islam yang bercorak suiistik, berorientasi fiqh, dan ada pula Islam politik yang datang membawa semangat perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Buku ini juga menyajikan data dan analisis yang masih sangat relevan tentang praktik budaya dalam tarian, seni berpantun, pembagian tanah, hukum waris, ilmu pertanian, perbintangan, praktis mencari ikan di laut, hingga pengaturan administrasi kekuasaan politik dan agama yang mungkin masih eksis hingga saat ini. * "Ada baiknya kita tidak lupa bahwa persoalan Snouck Hurgronje bukan hanya sejarah. Snouck Hurgronje dengan segala diskursus dan kontroversinya bukan hanya masa lalu, melainkan menjadi persoalan abadi yang melingkupi dunia ilmu dan politik, menjerat hubungan ilmuwan dan penguasa. Snouck Hurgronje tetap ada di zaman kita. Dan, jika cermat dan lapang dada, kita juga akan tahu bahwa Snouck Hurgrohje selalu ada di antara kita." - Ahmad-Norma Permata
    Rp 200.000,00
  • Buku - Medan Kreativitas Memahami Dunia Gagasan
    Buku - Medan Kreativitas Memahami Dunia Gagasan

    Medan Kreativitas: Memahami Dunia Gagasan – Yasraf Amir Piliang

    , ,
    Penerbit: Cantrik Pustaka Tahun Terbit: 2019 Tebal: 356 halaman ISBN: 978-602-0708-03-4 Kondisi: Baru Dalam masyarakat yang didominasi oleh modus produksi kapitalisme, nasib seseorang akan selalu ditentukan oleh hukum kompetisi. Mereka yang lemah akan kalah, dan mereka yang menang akan bertindak sebagai penguasa atas yang kalah. Kekuatan yang sangat diperlukan untuk memenangkan kompetisi bebas itu adalah kreativitas. Semakin tinggi daya kreatif seseorang, semakin sering ia memunculkan kebaruan-kebaruan, maka ia akan tampil sebagai pemenang. Namun, oleh karena kapitalisme berkait-kelindan dengan liberalisme, maka kreativitas yang diperlukan dalam kompetisi itu selalu adalah kreativitas individual. Tendensi individualistik dari liberalisme mereduksi daya kreatif hanya kepada kekuatan individu. Buku ini, berbeda sama sekali dari tendensi pemahaman yang individualistik, menyajikan soal bagaimana kreativitas tumbuh tidak hanya bergantung pada kekuatan individu, tetapi juga–dan ini yang terpenting–pada apa yang disebutnya sebagai ‘pikiran kolektif’ masyarakat. Ini merupakan sebuah upaya mengangkat modus ontologis kreativitas dari medan yang individualistik ke medan kolektif-kolaboratif.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Pirates and Emperors
    Buku - Pirates and Emperors

    Pirates and Emperors: Pelaku Terorisme Internasional yang Sesungguhnya – Noam Chomsky

    , ,
    Penerbit: Bentang Pustaka ISBN: 978-602-291-424-2 Kondisi: Baru Santo Agustinus bercerita tentang seorang bajak laut yang ditangkap oleh Alexander Agung. Sang Kaisar pun mengajukan pertanyaan, “Kenapa kamu mengganggu keamanan di perairan ini?” Bajak laut yang marah membalas pertanyaan itu dengan pertanyaan serupa, “Lalu kenapa kamu justru mengganggu keamanan di seluruh dunia? Hanya karena menyerang dengan kapal kecil, saya disebut pencuri; sementara kamu, yang mengobarkan perang dengan armada laut yang hebat, disebut sebagai Kaisar.” Ilustrasi cerita Bajak Laut dan Sang Kaisar yang diangkat oleh Noam Chomsky dalam buku ini, menggambarkan secara tepat mengenai kampanye perang melawan terorisme yang digencarkan negara-negara Barat. Dengan dalih menjaga keamanan dan perdamaian, Amerika Serikat justru memimpin invasi berskala besar ke berbagai wilayah di dunia yang dianggap “mungkin punya” rencana untuk mencelakakan mereka “suatu saat nanti”. Catatan-catatan Chomsky ini menjadi bukti yang terang benderang mengenai kejahatan internasional terselubung yang telah merenggut jutaan jiwa penduduk tak bersalah di berbagai belahan bumi. Sebuah catatan yang akan membuat kita kembali merenung: siapa sesungguhnya dalang teroris yang membuat hidup kita tak tenang belakangan ini?
    Rp 79.000,00
  • Buku - Pendidikan Istri
    Buku - Pendidikan Istri

    Pendidikan Istri: Ketika Suami Mencari-cari Pembenaran – André Gide

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2008 Tebal: 289 halaman ISBN: 978-979-461-691-8 Kondisi: Baru Buku ini tentu bukan untuk membuat takut terhadap perkawinan, tetapi melontarkan ajakan untuk mendengarkan pasangan dan bukan menjalin hubungan dominasi. Kejengkelan Eveline berasal dari dominasi Robert melalui wacana. Penguasaan atas wacana menjadikan dominasi laki-laki seakan-akan sesuatu yang alamiah dan bisa diterima. Bahkan situasi paling menyiksa dan tak bisa ditoleransi bisa tampak wajar. Anggapan yang alamiah, yang sudah semestinya itu menjadi mitos yang didukung oleh wacana yang dikuasai laki-laki, diterima dan didukung oleh struktur sosio-budaya, agama dan pengorganisasian masyarakat.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Keberagaman Gender di Indonesia
    Buku - Keberagaman Gender di Indonesia

    Keberagaman Gender di Indonesia – Sharyn Graham Davies

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2018 Tebal: xiv + 422 halaman ISBN: 978-979-461-960-5 Kondisi: Baru Indonesia, terutama, memiliki bermacam contoh gender. Relasi antar sesama jenis kelamin, transversti, dan perilaku lintas budaya, yang sudah lama diamati orang Indonesia dari berbagai kalangan. Berdasarkan penelitian-penelitian etnografis yang ekstensif, buku ini membahas isu-isu, terutama celalai- individu yang terlahir sebagai perempuan tetapi mengidentifikasi dirinya bukan perempuan, bukan pula sebagai laki-laki; calabai – individu yang terlahir sebagi laki-laki di Indonesia tetapi mengidentifikasi dirinya bukan sebagai laki-laki, bukan juga sebagai perempuan; dan bissu – sebagai dukun yang mewujud dengan elemen perempuan dan laki-laki. Buku ini mengamati kehidupan dan peran para pelaku gender dalam aktivitas mereka secara serius, termasuk ritual-ritual yang dilakukan individu yang berasal dari masyarakat berstatus rendah, antara lain upacara pernikahan, parade pakaian, festival budaya, kutipan-kutipan islami, dan ritual-ritual perdukunan. Buku ini menganalisa tempat tinggal para pelaku tersebut yang terkait dengan teori gender. teori aneka gender dan jenis kelamin.
    Rp 160.000,00
  • Buku - Hidup Matinya Sang Pengarang
    Buku - Hidup Matinya Sang Pengarang

    Hidup Matinya Sang Pengarang – Editor: Toeti Heraty

    , , ,
    Penulis: R.M. Rilke, R. Bathes, T.S. Eliot, J.P. Sartre, F. Nietzsche, M. Foucault, R. Descartes, Plato, E.D. Hirsch, Michel de Montaigne, Sigmund Freud, Richard Rorty, Simone de Beauvoir, Boris Tomasevekij, Helena Cixous, Molly Nesbit, Virginia Woolf, W.K. Wimsatt Jr., Sandra M. Gilbert, Monroe C. Beardsley, Susan Gubar, dan Percy Bysshe Shelley Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2018 Tebal: xxviii +372 halaman ISBN: 978-602-433-692-9 Kondisi: Baru Wacana klasik sudah sepantasnya di-masyarakat-kan, agar polemik tentang kepengarangan tidak hanya menjadi wacara akademik yang esoterik. Yang dibedah dalam buku ini adalah wilayah antara dua ekstrem dengan berbagai nuansanya, yaitu antara pengarang sebagai jenius dan sosok agung di satu pihak, dan pengarang yang harus mundur dari pentas, digantikan oleh kritikus, bahkan pembaca. Siapkah kita terima pergantian peran ini? Bila pengarang kita gusur demi kemandirian teks, sebaliknya diharapkan pengarang perempuan yang membisu di dalam sejarah (“history”) tampil dengan “herstory”. Di sini kita telusuri pertarungan pendapat yang belum tuntas. Pilihan karangan-karangan klasik dalam buku ini pantas dibaca oleh para seniman, khususnya penyair, dramawan dan esais; peminat, penikmat, pengamat dan kritikus; mereka yang bergumul dengan dunia sastra, filsafat dan kebudayaan. Peluru-peluru tajam tersedia untuk menembus ke jantung pemahaman kreativitas dalam alur sejarah dan waktu.
    Rp 120.000,00
  • Buku - Masa Depan Sebuah Ilusi
    Buku - Masa Depan Sebuah Ilusi

    Masa Depan Sebuah Ilusi – Sigmund Freud

    , ,
    Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 95 halaman ISBN: 978-602-52645-4-2 Kondisi: Baru Masa Depan Sebuah Ilusi merupakan sebuah tawaran untuk berdialog tentang apa yang mungkin terjadi dalam peradaban manusia di masa depan, dengan agama, (atau) tanpa agama. Pada masa kini ketika dialog kian jarang ditemukan sementara gagasan-gagasan hitam putih hadir semakin sering dan dipekikkan semakin nyaring, mungkin sudah saatnya umat manusia membaca ulang satu analisis saintifik tentang agama dan peradaban dari masa silam tentang masa depan yang sudah menjadi masa kini. Itulah kiranya alasan yang paling penting mengapa bisikan singkat pada hampir satu abad silam dari salah satu genius yang mengguncang dunia ini perlu dipublikasikan terjemahan bahasa Indonesianya, untuk pertama kalinya, dengan sebaik-baiknya.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Mengapa Aku Begitu Pandai
    Buku - Mengapa Aku Begitu Pandai

    Mengapa Aku Begitu Pandai – Friedrich Nietzsche

    , ,
    Penerjemah: Noor Cholis Penerbit: Circa Tebal: 124 halaman ISBN: 978-602-52645-3-5 Kondisi: Baru Dalam buku tipis ini kita akan menemukan Nietzsche yang bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya dalam narasi-narasi sastrawi, dilanjutkan dengan aforisme-aforisme yang menjadi ciri khasnya: deret proposisi padat yang berpotensi menimbulkan pertanyaan panjang dalam imajinasi pembaca, proposisi-proposisi yang mengutip Milan Kundera, merupakan salah satu dari enam karya yang lahir pada masa kematangan Nietzsche. Membaca teks Nietzsche 'sang sastrawan' sekaligus 'sang filsuf' pada zaman ketika ruang kontemplasi semakin sukar ditemukan karena hidup penuh dengan narasi besar yang berlintasan dengan cepat--serta teks yang dirumit-rumitkan untuk menutupi kurangnya imajinasi--tampaknya adalah sebuah upaya untuk kembali ke keheningan kodrati, di mana kita bebas untuk menjadi orang lain sebagai jalan menjadi diri kita sendiri.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Merangkai Ingatan Mencipta Peristiwa
    Buku - Merangkai Ingatan Mencipta Peristiwa

    Merangkai Ingatan Mencipta Peristiwa – Michael HB Raditya

    , ,
    Penerbit: Lintang Pustaka Utama dan Senrepila ISBN: 978-602-1546-87-1 Kondisi: Baru "Seni pertunjukan adalah peristiwa budaya multidimensi yang ada kalanya tidak mudah dipahami. Di balik daya pesona dan daya pukaunya terselip pesan-pesan mendalam yang hanya bisa dipahami dengan tingkat kepekaan dan kecermatan tertentu. Hal ini dibuktikan oleh Michael HB Raditya melalui catatannya terhadap lima puluh seni pertunjukan yang ia saksikan selama lima tahun terakhir ini. "Banyak tulisan peristiwa seni yang hanya berisikan deskripsi fisik atau gambaran umum dari sebuah kesenian. Tidak sedikit resensi pertunjukan yang berisikan puja-puji atau caci maki tanpa alasan yang jelas. Keduanya tidak akan mampu memberikan pencerahan kepada pembaca apalagi untuk membuat mereka merasa ikut "menyaksikan" suatu pertunjukan. Dalam tulisan ini Michael secara cermat, jujur, dan obyektif menyajikan rekaman sejumlah pertunjukan oleh para seniman berkelas. Satu persatu ia ulas dengan lugas, serta dengan kalimat yang halus ia bahkan mampu menyelipkan catatan plus-minus dari suatu pertunjukan. "Buku Merangkai Ingatan Mencipta Peristiwa seperti "mementaskan" kembali sejumlah kesenian metaksu yang memancarkan energi puncak untuk menggetarkan kalbu. Buku ini membangkitkan daya kreatif dan imajinatif pembaca untuk menyimak suatu peristiwa pertunjukan tanpa harus menontonnya secara langsung." - I Wayan Dibia
    Rp 75.000,00
  • Buku - Politik Jatah Preman
    Buku - Politik Jatah Preman

    Politik Jatah Preman – Ian Douglas Wilson

    , ,
    Penerjemah: Mirza Jaka Suryana Penerbit: Marjin Kiri Tebal: xxii + 315 hlm ISBN: 978-979-1260-83-1 Kondisi: Baru Keberadaan geng, preman, dan milisi telah menjadi ciri yang melekat dalam kehidupan sosial-politik di Indonesia. Selama masa Orde Baru, mereka digunakan sebagai alat untuk menegakkan tertib sosial versi negara dan melanggengkan kekuasaan rezim, misalnya “kewenangan” yang dimiliki organisasi pemuda untuk menggebuk para pengkritik rezim dengan mengatasnamakan Pancasila. Demokratisasi pasca 1998 tidak mengakibatkan lenyapnya kelompok-kelompok ini, melainkan mereka beradaptasi dan mencari celah dalam konteks politik yang berubah. Membela agama—bukan lagi membela rezim—kini menjadi salah satu alasan keberadaan mereka. Lalu desentralisasi menguatkan unsur etnisitas sebagai landasan ormas. Jenis baru ormas-ormas jalanan ini memadukan perburuan rente secara predatoris dengan klaim merepresentasikan kelompok sosial-ekonomi yang terpinggir. Didasarkan pada riset lapangan yang intens dan panjang, buku ini menyuguhkan analisis komprehensif mengenai hubungan yang berubah antara kelompok-kelompok ini dengan pihak berwenang dan kekuasaan politik pasca Orde Baru. Dalam mengonsolidasi kuasa kewilayahan mereka di tingkat lokal, kelompok-kelompok ini pada taraf tertentu berhasil merebut legitimasi yang tidak semata-mata dilandaskan pada tindak pemalakan dan kekerasan. Dalam konteks demokrasi elektoral di Indonesia, mereka pun berhasil menjadi perantara antara politik informal jalanan dengan politik formal parlemen. Bagaimana mereka memanfaatkan posisi ini untuk meningkatkan daya tawar mereka, dan bagaimana dunia politik formal memanfaatkan “layanan” mereka akan sangat memengaruhi masa depan kehidupan sosial-politik di Indonesia.
    Rp 92.000,00
  • Buku - Kakawin Sutasoma
    Buku - Kakawin Sutasoma

    Kakawin Sutasoma – Mpu Tantular

    , ,
    Penerjemah: Dwi Woro Retno Mastuti dan Hasto Bramantyo Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2019 Tebal: 568 halaman ISBN: 978-602-9402-94-0 Kondisi: Baru "Kita telah mengetahui “Bhineka Tunggal Ika”, namun guna menghayati maknanya yang lebih dalam diperlukan pembacaan secara utuh Kakawin Sutasoma dari mana semboyan itu dikutip. Kehadiran terjemahan Kakawin Sutasoma ke dalam bahasa Indonesia tentu bukan saja membuat kita menjadi jauh lebih mudah mendalaminya daripada harus membaca naskah aslinya yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno, tetapi juga akan makin menguatkan amalan makna sosialnya." - Noerhadi Magetsari "Kakawin Sutasoma adalah salah satu ekspresi kebudayaan Indonesia, khususnya Jawa, yang berasal dari akhir abad ke-14, yaitu zaman Majapahit, yang merupakan puncak kemegahan Kerajaan Jawa–lama sebelum mulainya zaman kolonial. Kakawin Sutasoma bukan sekedar riwayat panjang. Di samping unsur narasi dan keindahan, juga ada unsur filsafat khas Indonesia, di mana menurut ajaran sang pengarang, Mpu Tantular, aliran-aliran agama tidak dianggap bertentangan, malah merupakan kesatuan pada tingkat tertinggi. Kini Pembaca bisa menikmati segala aspek karya sastra ini. Terjemahan yang disajikan di sini dapat dikatakan mengatasi rintangan kesulitan bahasa aslinya, sehingga berhasil mencapai status kesusasteraan zaman modern, oleh karena kelancaran dan kehalusan bahasanya yang mengesankan." - S.O. Robson
    Rp 185.000,00
  • Buku - Budaya Musik Indonesia
    Buku - Budaya Musik Indonesia

    Budaya Musik Indonesia – Wisnu Mintargo

    , , ,
    Penerbit: Kanisius Tebal: 173 halaman ISBN: 978-979-21-5747-5 Kondisi: Baru Budaya musik Indonesia tidak mungkin hanya dilihat dari segi teknis dan analisis musiknya, tanpa melihat fenomena di balik kehidupan budaya masyarakat pendukungnya. Keanekaragaman budaya musik Indonesia bisa diamati melalui pendekatan historis, seperti halnya pada kehidupan kesenian yang lain. Situasi di Indonesia barangkali justru yang paling unik dibandingkan negara-negara lain di dunia karena keanekaragaman budaya etnis yang tumbuh dan berkembang di Kepualuan Nusantara. Pada dasarnya musik masyarakat etnis di Indonesia merupakan hasil akulturasi dan persilangan dari kebudayaan lokal dengan kebudayaan asing (hybrid) melalui budaya Hindu, Buddha, Islam, dan Barat. Sebagai contoh, ketika musik keroncong dan musik dangdut kita klaim sebagai musik Indonesia, ternyata ada unsur budaya asing di situ. Sebelum kemajuan ilmu pengetahuan, masyarakat hanya dapat menikmati musik di panggung, gedung-gedung pertunjukan, atau tempat keramaian yang diselenggarakan pada waktu tertentu, misalnya saat pasar malam. Sejak permulaan abad ke-20, kemajuan musik industri menyebabkan masyarakat dapat menikmati musik di rumah melalui radio, televisi, rekaman kaset, piringan hitam, CD, VCD, DVD. Masyarakat dapat pula memilih musik yang digemari sambil duduk dalam suasana santai, berbaring, atau bekerja. Musik menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan manusia, baik sebagai bagian dari kegiatan upacara keagamaan maupun sarana hiburan.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Memahami Propaganda
    Buku - Memahami Propaganda

    Memahami Propaganda: Metode, Praktik, dan Analisis – Alip Yog Kunandar

    , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2017 Tebal: 352 halaman ISBN: 9789792153378 Kondisi: Baru "Alip membentangkan spektrum luas teori dan praktik propaganda serta seluk beluknya dari perspektif teori komunikasi mutakhir. Bahasanya lugas dan jernih. Propaganda sebagai ragam komunikasi masih jarang ditulis oleh para pakar kita, dan buku ini dengan jitu mengisi kekosongan itu. Para jurnalis akan memetik manfaat dari buku ini, setidaknya untuk menemukan garis demarkasi antara propaganda dan jurnalisme." - Nezar Patria (Anggota Dewan Pers, Wakil Pemimpin Redaksi (Digital) CNN Indonesia) "Spektrum buku ini amat luas dan komprehensif. Darinya kita memperoleh pemahaman utuh, tidak sepotong-sepotong, tentang propaganda. Di tengah gempuran propaganda via media sosial, buku ini layak dibaca bukan hanya oleh mereka yang bergerak di bidang komunikasi, melainkan juga oleh masyarakat luas." - Usman Kansong (Pemimpin Redaksi Media Indonesia)"
    Rp 95.000,00
  • Buku - Saatnya Bercerita
    Buku - Saatnya Bercerita

    Saatnya Bercerita: Mengenalkan Literasi Sejak Dini – Sofie Dewayani & Roosie Setiawan

    , , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2018 Tebal: 103 halaman ISBN: 978-979-21-5776-5 Kondisi: Baru Kecakapan literasi anak dapat ditumbuhkan sejak dini. Banyak hal dapat dilakukan orang tua; salah satunya, mengenalkan mereka kepada kekayaan kata-kata melalui cerita. Buku ini memaparkan langkah-langkah sederhana untuk bercerita kepada anak sejak tahun pertama kehidupannya hingga saat mereka menapaki jenjang formal pertamanya, yaitu PAUD atau TK. Stimulasi cerita tak hanya mengembangkan kecakapan berhbahasa anak, tetapi juga kecerdasan nalar, sosial, dan emosi mereka.
    Rp 40.000,00
  • Buku - Rebel Notes Catatan Seniman Pemberontak
    Buku - Rebel Notes Catatan Seniman Pemberontak

    Rebel Notes: Catatan Seniman Pemberontak

    , ,
    Penulis: John Lennon, Kurt Cobain, Andy Warhol, Bob Dylan, Bob Marley, Elvis Presley, Jimi Hendrix, Jean Michel Basquiat, James Dean, Jim Morrison, Bono, Yoko Ono, Oliver Stone, Steven Spielberg, Marilyn Monroe, Pablo Picasso, Thom Yorke Penerbit: Katalika x Octopus Tahun Terbit: 2017 Tebal: xxiv + 160 halaman Kondisi: Baru Dari sekian catatan yang tertulis, ada satu kata yang sangat dekat dengan kesenian; “perlawanan”. Steven Spielberg menggunakan montase ruang tiga dimensi untuk mengungkap fakta holocaust, menghisap ganja bersama Tuhan dipilih Bob Marley, tapi Jim Morisson, lewat The Doors-nya, menolak dianggap sebagai pembebas. Mereka berkarya pada masanya, dan perlawanan abadi selamanya. Seni melampaui bentuk ‘seni’ itu sendiri. Ia berdiri dan menembus kehidupan sosial-ekonomi-politik. Rebel Notes, adalah rampaian yang terserak di tengah karya megah seniman-seniman dunia. Mereka tidak hanya berkutat dengan kuas, tubuh, dan microphone untuk membuat wujud estetik. Lebih dari itu, ada gagasan pemberontakan terhadap permasalahan dunia. Catatan ini menjadi bentuk refleksi dari karya yang mendorong perubahan sosial.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Pengantar Filsafat untuk Psikologi
    Buku - Pengantar Filsafat untuk Psikologi

    Pengantar Filsafat untuk Psikologi – Dr. Raja Oloan Tumanggor & Carolus Sudaryanto

    , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2017 Tebal:344 halaman ISBN: 978-979-21-5456-6 Kondisi: Baru Filsafat merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan (mater scientiarum). Oleh karena itu filsafat yang melahirkan ilmu pengetahuan senantiasa tetap relevan bagi setiap orang yang menggeluti ilmu itu sendiri. Kehadiran filsafat selama kurang lebih 25 abad telah memengaruhi kehidupan manusia. Dengan demikian belajar filsafat tetap menjadi hal penting, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun peradaban manusia. Buku ini berusaha menolong pembaca guna memperoleh gambaran mengenai filsafat, persoalan yang dibahas beserta cabang-cabangnya. Buku ini merupakan materi kuliah Pengantar Filsafat untuk mahasiswa Fakultas Psikologi. Sudah menjadi tradisi bahwa Pengantar Filsafat menjadi mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa psikologi. Sebagai kuliah pengantar dan pembimbing, materi yang ditawarkan lebih memperkenalkan apa yang perlu diketahui oleh seorang mahasiswa yang baru berhadapan dengan filsafat. Setiap bab dalam buku ajar ini selalu dilengkapi dengan tujuan instruksional umum, tujuan instruksional khusus, dan kompetensi dengan maksud menolong mahasiswa/pembaca memahami materi yang akan dibahas dalam setiap bab. Selain itu sebagai bahan evaluasi, disediakan juga pertanyaan untuk dikerjakan dalam bentuk tugas. Pembaca juga dapat merujuk langsung ke buku sumber melalui bacaan rekomendasi yang tersedia di akhir setiap bab.
    Rp 95.000,00
  • Buku - Dari Kekalahan ke Kematian
    Buku - Dari Kekalahan ke Kematian

    Dari Kekalahan ke Kematian: Keluhan, makian, ratapan, alih-alih catatan, seorang pencinta sepakbola Indonesia yang putus asa. – Mahfud Ikhwan

    , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2018 Tebal: 140 halaman ISBN: 978-602-50222-9-6 Kondisi: Baru "Keluhan, makian, ratapan adalah bukti bahwa publik sepakbola Indonesia masih bernyawa. Tidak. Tidak. Kita belum sepenuhnya putus asa. Harapan itu masih ada. Ia masih terdengar dari jantung jutaan orang yang berdegup pelan, yang akan mengencang jika timnas Indonesia bertanding. Ketika rasa bangga, haru, sekaligus sedih dan putus asa itu tiba-tiba menyelinap di balik kulit dan meremangkan bulu kita, itulah saat kita bisa berimajinasi kolektif sebagai sebuah publik, sebagai sebuah bangsa." - Darmanto Simapea
    Rp 55.000,00
  • Buku - Questioning Everything
    Buku - Questioning Everything

    Questioning Everything: Kreativitas di Dunia yang Tidak Baik-Baik Saja – Tomi Wibisono & Soni Triantoro

    , ,
    Penyunting: Mawaidi Penerbit: Shira Media x Warning Books Tahun Terbit: 2018 Tebal: 388 halaman ISBN: 978-602-61975-7-3 Kondisi: Baru KUMPULAN WAWANCARA TERBAIK WARNING MAGAZINE Remy Sylado - Joshua Oppenheimer - Jrx SID - Seno Gumira - Puthut EA - Sheila on 7 - Nia DiNata - Death Vomit - Ismail Basbeth - Dishcarge - Buzzcocks - Anti-flag - Bumblefoot - Soko - Doom 0 Fstvlst - ((Auman)) - Wendi Putranto - Sangkakala - Begundal Lowokwaru = Dandhy Laksono - Anti-tank - Rizky Summerbee - Serigala Malam - Farid Stevy 0 Candra Malik - Banda Neira * “Ada dua cara ampuh untuk memahami isi kepala seseorang: Pertama, sambangi tempat ia tinggal dan lihat koleksi bukunya. Kedua, luangkan waktu yang amat panjang dan ngobrol-lah dengan dia. Kalau tak punya waktu dan segan bertemu, baca saja wawancaranya. Adalah suatu hal yang patut disyukuri di tengah deruan zaman artikel distortif serba singkat nir-5W+1H, masih ada anak-anak muda yang sudi berkutat berjam-jam menranskrip dan menyunting wawancara panjang seperti yang ada dalam buku ini.” Ananda Badudu, Jurnalis VICE.ID
    Rp 75.000,00
  • Buku - Kamus Kajian Budaya
    Buku - Kamus Kajian Budaya

    Kamus Kajian Budaya – Chris Barker

    , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2014 Tebal: 306 halaman ISBN: 978-979-2136-82-1 Kondisi: Baru Berisi lebih dari 200 kata kunci, teori, dan konsep. - Panduan untuk masuk ke dalam ranah Kajian Budaya - Definisi-definisi otoritatif - Mudah dipahami sebagai bahan pembelajaran - Konsep dan teori yang up to date dan pendekatan yang tetap inovatif Kamus Kajian Budaya ini merupakan sumber yang ideal untuk riset dan pengajaran. Kamus ini cocok digunakan bersama karya Chris Barker yang lain yaitu Kajian Budaya: Teori dan Praktik (2003) dan Menalar Kajian Budaya (2002). Kamus ini berguna bagi pemelajar budaya, media, dan Ilmu Komunikasi. Dengan cakupan tema yang luas dan jelas, Kamus Kajian Budaya sangat baik bagi pembaca lintas ilmu, dari Ilmu Sosial hingga Humaniora.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Pekak!
    Buku - Pekak!

    Pekak! Skena Eksperimental Noise di Asia Tenggara dan Jepang – Indra Menus

    , , ,
    Penerbit: Warning Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 122 halaman Kondisi: Baru Skena eksperimental noise di berbagai wilayah bersama semangat resistannya masih bersinambung menciptakan riak di pelosok ruang-ruang pertunjukan budaya populer. Tanpa harus banyak tertangkap radar, skena-skena ini berupaya menjalin relasi yang lebih solid di skala internasional. Indra Menus mengarungi Filipina, Malaysia, Singapuran, Thailand, dan Jepang untuk menyelami bagaimana berbagai praktik pengaryaan noise tumbuh berdampingan di wilayah-wilayah tersebut. Ia melakukan pengamatan dan wawancara dengan musisi, penyelenggara acara, perintis label rekaman, pemilik venue, kolektif atau organisasi, dan segenap insan yang bertungkus lumus di medan ini. Semua dalam rangka memaparkan bagaimana skena eksperimental noise di negara-negara itu berkembang, dan mencari peluang meningkatkan daya hidupnya di hari-hari esok.
    Rp 55.000,00
  • Buku - Cinta Bukan Cokelat
    Buku - Cinta Bukan Cokelat

    Cinta Bukan Cokelat – Saras Dewi

    , , ,
    Penerbit: Kanisius Tahun Terbit: 2009 Tebal: 126 halaman ISBN: 978-979-21-2181-0 Kondisi: Baru Entah mengapa cinta kerap dihubungkan dengan cokelat. Apakah karena cokelat itu manis, lalu disamakan dengan cinta yang juga manis? Entahlah. Yang pasti, cinta jauh lebih misterius dibandingkan sebatang cokelat. Perhatikan saja, setiap kamu ditanya, cinta itu apa sih, dahi kamu pasti berkerut, memikirkan apa sesungguhnya cinta itu. Berbeda dengan cokelat, dengan resep dan teknik yang tepat, setiap orang pasti bisa membuat cokelat. Di sisi lain, cinta adalah sesuatu yang kita alami tiap hari. Kendati demikian, tidaklah mudah untuk merumuskannya dengan kata-kata. Sekalipun kita mempelajari semua teori tentang cinta, belum tentu kita pakar dalam praktiknya.
    Rp 30.000,00
  • Buku - Eros dan Peradaban
    Buku - Eros dan Peradaban

    Eros dan Peradaban: Sebuah Telaah Filosofis tentang Freud – Herbert Marcuse

    , ,
    Penerjemah: Noor Cholis Penerbit: Tanda Baca Tahun Terbit: 2018 Tebal: 345 halaman ISBN: 978-602-53503-1-3 Kondisi: Baru Eros dan Peradaban adalah salah satu karya utama Herbert Marcuse, atau bahkan dalam pandangan dia sendiri: yang paling utama. Di dalamnya dia berbicara sebagai intelektual yang menggabungkan dua pemikiran besar, Marxisme dan Psikoanalisis. Judulnya sendiri terhubung pada salah satu karya terbesar Freud, Peradaban dan Kekecewaan-kekecewaannya. Marcuse menutup karya ini dengan epilog yang menghantam para revisionis Psikoanalisis. Epilog itu dibalas tak lama kemudian oleh Erich Fromm melalui tulisannya di majalah intelektual sayap kiri Dissent. Terlepas dari adanya kritik yang mengatakan bahwa dalam satu dua poin. Marcuse keliru, satu fakta yang tak terbantahkan adalah ini: Eros dan Peradaban adalah karya yang enak dibaca dan perlu.
    Rp 85.000,00
  • Buku - Ruang-ruang Rahasia
    Buku - Ruang-ruang Rahasia

    Ruang-ruang Rahasia – Farchan Noor Rachman

    , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: xiv+176 halaman ISBN: 978-602-50222-1-0 Kondisi: Baru Dunia ini amat luas dan senantiasa berdinamika setiap waktu. Maka, selalu ada cerita baru dari berbagai tempat yang bisa mengisi penuh nurani dan pikiran manusia. Itulah kenapa Santo Agustinus menyabdakan bahwa orang yang tidak melakukan perjalanan, menyentuh sudut-sudut lain di bumi, adalah orang yang rugi. Dikemas dengan bahasa yang mengalir dan kerap kali puitis, Farchan tidak saja memberi informasi tapi juga mengajak kita merenung; bahwa perjalanan apa pun, bertalian erat dengan aspek kehidupan manusia yang kita jalani sehari-hari.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya
    Buku - Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya

    Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya – Dea Anugrah

    , , ,
    Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2019 Tebal: 181 halaman ISBN: 978-602-1318-81-2 Kondisi: Baru Dengan kedua lutut yang sedikit tertekuk, ia berkitar-kitar sambil memainkan gunting di atas kepala si pelanggan. Seperti ketam, tapi sedikit lebih besar. Ini bukan pangkas rambut, katanya sambil mendongak ke cermin, sadar bahwa saya memperhatikannya. Ini martial art. (Kebebasan dan Keberanian) * Dea Anugrah menulis puisi, kemudian cerita pendek, terutama untuk menghibur diri. Ketika buku-bukunya—Misa Arwah (2015) dan Bakat Menggonggong (2016)—terbit, dia bersiap dihajar komentar-komentar keji dan laporan penjualan yang mengenaskan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: buku-buku itu diterima dengan baik. Buku ini adalah bunga rampai nonfiksi pertamanya. Ia membicarakan mulai dari perang sampai industri pisang, dari kesedihan kolektif sebuah bangsa hingga seni membikin senang bagian tubuh tertentu.
    Rp 68.000,00
  • Buku - Unjuk Rasa
    Buku - Unjuk Rasa

    Unjuk Rasa: Aktivisme – Seni – Performativitas

    , ,
    Penulis: Alia Swastika, Asri Saraswati, Cholil Mahmud, Dede Pramayoza, Diah Kusumaningrum, Egbert Wits, Erni Aladjai, Hikmat Darmawan, Ismal Muntaha & Bunga Siagian, Joned Suryatmoko, Manuel Alberto Maia, Muchammad ora, Muhamaad Sibawaihi, Morika Tetelepta, Rachmi Diah Larasati, Yuli Andari Merdikaningtyas Editor: Brigitta Isabella Penerbit: Kelola dan Embassy of Denmark Kondisi: Baru Buku ini menerjemahkan istilah unjuk rasa sebagai suatu wacana estetiko-politik dalam proses demokratisasi di Indonesia. Istilah ini mengandung aspek kreatif dalam medan visual (unjuk-menunjukkan, memperlihatkan, menampakkan) dan aspek pengindraan tekstur pengetahuan yang sensibel (rasa-sumber epistemik yang lekat dengan pengalaman menubuh). Masing-masing sketsa studi kasus dan proposisi gagasan yang ditawarkan 16 kontributor menyuguhkan titik berangkat, metode estetis serta pertaruhan politis yang beragam dari aspek konteks lokasi kultural dan relasi sosialnya. Antara lain: dari praktik berjalan kaki menelusuri dinding-dinding kota Ambon yang menyimpan memori konflik, sampai moda perencanaan ruang dan wajah kampung kota Makassar yang menempatkan warga sebagai arsitek utamanya. Dari suara protes gejog lesung yang ditalukan perempuan petani Kendeng, sampai lantunan syair paupe yang menyuarakan perdamaian di kepulauan Banggai. Dari laku berkabung ibu-ibu korban kejahatan HAM setiap Kamis di depan istana negara, sampai kredo sastra buruh migran Indonesia di luar negeri.
    Rp 135.000,00
  • Buku - Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya
    Buku - Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya

    Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya – Rahayu Surtiati Hidayat (ed.)

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2018 Tebal: x + 442 halaman ISBN: 978-602-433-634-9 Kondisi: Baru Tahukah Anda bahwa Ilmu Pengetahuan Budaya merupakan istilah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dulu Departemen) sebagai rumpun ilmu di samping Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial? Nama rumpun ilmu itu sekarang digunakan sebagai nama fakultas, menggantikan nama Fakultas Sastra yang sering disalahartikan sebagai kesusastraan, padahal dalam bahasa Sanskerta artinya kebudayaan. Mengapa ilmu pengetahuan? Karena banyak ilmu tergabung dalam rumpun itu. Pada hakikatnya, ilmu pengetahuan budaya menekuni hasil akal budi manusia dengan tujuan agar manusia menjadi lebih baik. Maka, para pakar ilmu pengetahuan budaya menggunakan berbagai hasil budi daya manusia sebagai objek penelitiannya. Maka, ancangan tekstual diterapkan dalam penelitiannya. Dalam kumpulan karangan para guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ini, pembaca akan menemukan berbagai tulisan yang menunjukkan hakikat ilmu pngetahuan budaya. Kelima belas tulisan itu dikelompokkan dalam lima bagian: dari tulisan yang bersifat umum di bagian pertama hingga yang bersifat khusus bidang ilmu di bagian-bagian berikutnya: sejarah dan arkeologi, ilmu susastra, kajian budaya, dan linguistik.
    Rp 155.000,00
  • Buku - Jawinul
    Buku - Jawinul

    Jawinul: Jalan-jalan di Rimba Kebudayaan – Kumpulan Esai Herry Dim

    , , ,
    Penerbit: Rekamedia Tahun Terbit: 1995 Kondisi: Bekas Kumpulan esai Jawinul karya Herry Dim, seorang jurnalis, senirupawan, dan penata artistik teater, merupakan rekaman tentang kebudayaan umumnya dan kesenian Indonesia khususnya. Pembaca diajak berjalan-jalan dalam rimba kebudayaan secara mendalam tanpa harus berpikir "berat".
    Rp 75.000,00
  • Buku - Seni Budaya Politik
    Buku - Seni Budaya Politik

    Seni Budaya Politik – Juniarso Ridwan

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Latifah Tebal: 108 halaman ISBN: 978-979-9825-86-5 Kondisi: New Old Stocks Dunia pemikiran saat ini tentunya tidak bisa melepaskan diri dari beragam teori atau kebenaran empiris yang telah dilalui para pemikir terdahulu. Seorang penyair tentunya pemikir juga. Hanya keberangkatan penyair tidak dari beragam teori seperti seorang akademisi membahas bidang kajiannya. Penyair lebih memberi tempat kepada kemungkinan-kemungkinan kontemplatif. Ruang dirinya dibuka untuk mencari kebenaran dengan banyak tafsir. Ketika melihat hujan dan merasakan air meresapkan dingin di atas kepala, seorang penyair berpikir dan merenung tidak berangkat dari bagaimana terjadinya hujan, proses apa yang dialami tetes-tetes air itu, tapi lebih tertarik mengungkapkan cekaman yang diberikan hujan kepada tubuhnya, perasaannya, dan pikirannya. Juniarso Ridwan adalah seorang penyair. Ketika dia menulis esai-esai lepas, yang mengalir adalah kesunyian dunia kontemplatif, keruwetan dunia pemikiran dan gemuruh fakta yang seringkali lebih menyesakkan dari apapun. Sekumpulan esai dalam buku sederhana ini seperti luka yang barangkali setiap hari kita rasakan perihnya. di negeri ini.
    Rp 20.000,00
  • Buku - Teori Tentang Praktik
    Buku - Teori Tentang Praktik

    Teori Tentang Praktik – Selly Riawanti

    , ,
    Judul: Teori Tentang Praktik: Saduran Outline of a Theory of Practice karya Pierre Bourdieu Penerbit: Ultimus Tebal: x + 86 halaman ISBN: 978-602-8331-74-6 Kondisi: Baru Perhatian Bourdieu kepada dimensa penguasaan atau ketidaksetaraan dalam kehidupan sosial, berawal dari teori reproduksi dominasi pada masyarakat pra-kapitalis seperti orang Kabyle, melalui modal simbolik. Pada masyarakat kapitalis modern, reproduksi struktur-sosial diobyektifkan melalui investasi modal ekonomi dan modal budaya seperti pendidikan dan seni.
    Rp 35.000,00
  • Buku - HAKI dan Aset Kultural
    Buku - HAKI dan Aset Kultural
  • Buku - Riawayat Tionghoa Peranakan di Jawa
    Buku - Riawayat Tionghoa Peranakan di Jawa

    Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa – Onghokham

    , ,
    Pengantar: David Reeve Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2009 Tebal: 224 halaman ISBN: 979-3731-63-x Kondisi: Baru "Penerbitan kumpulan tulisan Onghokham tentang riwayat Tionghoa peranakan di Jawa ini bukan saja menarik dan pantas dilirik, melainkan juga menjadi penting karena memuat gagasan nation building--proses mengindonesia dalam sejarah. Ditulis dengan gamblang, tidak menggebu-gebu, dan sesederhana apapun tulisannya, didasarkan pada penelitian." - Harry Tjan Silalahi, Peneliti CSIS
    Rp 80.000,00
  • Buku - New Dawn Fades
    Buku - New Dawn Fades

    New Dawn Fades: Panduan Mendengarkan Musik Awal Milenium

    , , ,
    Penerbit: Elevation Books Tahun Terbit: 2018 ISBN: 0-705632441941 Kondisi: Baru Seharusnya grunge adalah kereta terakhir yang lewat. Namun, sejarah menentukan lain. Setelah sempat turun ke titik nadir beberapa saat, di awal milenium terbit fajar baru yang menjanjikan harapan. Musik rock yang berbasiskan gitar seperti menemukan gairah baru di tangan anak-anak muda. Dimulai dengan The Strokes, diperbaiki oleh Interpol, dan disempurnakan oleh Vampire Weekend.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Filosofi Pendidikan Musik
    Buku - Filosofi Pendidikan Musik

    Filosofi Pendidikan Musik: Kritik dan Renungan – Erie Setiawan

    , , ,
    Penerbit: Art Music Today Kondisi: Baru Sejak dekade 1950-an hingga kini, pendidikan musik di Indonesia telah berkembang sedemikian rupa. Namun, bukan hal yang mudah untuk menghadapi tantangan-tantangan yang terjadi. Pendidikan musik di Indonesia belum memiliki identitas yang kuat, landasan filosofis yang kokoh, dan belum bisa dikatakan maju. Secara kritis, buku ini mengurai abstraksi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam dimensi filosofis. Menjadi renungan bersama demi menuai asa di masa selanjutnya.
    Rp 55.000,00
  • Buku - Michel Foucault Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi
    Buku - Michel Foucault Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi

    Michel Foucault: Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi – Ketut Wiradnyana

    , ,
    Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2018 Tebal: xiv + 106 halaman ISBN: 978-602-433-611-0 Kondisi: Baru Arkeologi pengetahuan dan genealogi kekuasaan merupakan inti dari metodologi Foucault. Arkeologi pengetahuan meliputi upaya penelitian untuk menemukan seperangkat aturan yang menentukan kondisi kemungkinan keseluruhan yang dapat dikatakan dalam wacana khusus pada waktu tertentu. Arkeologi pengetahuan juga merupakan pencarian sistem umum dari formasi dan transformasi pernyataan (ke dalam formasi diskursif). Pencarian sistem umum atau aturan-aturan umum dan fokus pada diskursus atau wacana– dokumen tertulis dan pembicaraan- mencerminkan pengaruh awal dari strukturalisme terhadap karya Foucault. Dalam menganalisis dokumen-dokumen ini, Foucault mengorganisasikan dokumen, membagi, mendistribusikan, dan mengaturnya dalam tingkatan-tingkatan, mengurutkan, membedakan antara relevan dengan yang tidak, menemukan elemen-elemen, mendefinisikan kesatuan, mendeskripsikan relasi. Genealogi kekuasaan, kesatuan pengetahuan dengan menjalankan serangkaian analisis kritis terhadap diskursus historis dan hubungannya dengan isu-isu yang menjadi perhatian, sehingga kekuasaan itu dapat merayap ke diri sendiri dan orang lain. Jadi, pengetahuan, genealogi, dan kekuasaan merupakan konsep teoretis dan metodologi dari Michel Foucault dalam melihat hubungan antara ilmu pengetahuan dengan kekuasaan. Uraian tersebut juga menggambarkan bagaimana proses terbentuknya pengetahuan itu, hingga menjadi sebuah pengetahuan (savoir) dan bagaimana pengetahuan itu digunakan dalam kaitannya dengan kekuasaan (connainsance). Ranah pengetahuan arkeologi ada pada savoir, yaitu menghimpun berbagai sumber pengetahuan melalui seperangkat metode pengetahuannya dan metode pengetahuan bantu lainnya, hingga menjadi sebuah pengetahuan. Kekuasaan yang merupakan pengetahuan itu dapat diimplementasikan ke dalam berbagai elemen kemasyarakatan dan pemerintahan. Metode yang diterapkan dapat beragam. Akan tetapi, yang paling utama adalah kekuasaan itu selalu terasa melekat atau dilekatkan dalam setiap waktu.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Candi Purwo Jejak Nusantara
    Buku - Candi Purwo Jejak Nusantara

    Candi Purwo Jejak Nusantara – Kanduk Supatra

    ,
    Penerbit: Udayana University Press Tebal: xviii + 284 halaman ISBN: 978-602-9042-43-6 Kondisi: Baru Candi Purwo yang terletak di Gumuk Gadung, Dusun Pondok Asem, Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegal Dlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, berfungsi sebagai stana suci leluhur Majapahit beserta dengan para panglima perang yang telah berhasil mempersatukan nusantara. Artinya bahwa seluruh keturunan Majapahit yang tersebar di seluruh nusantara secara moral mesti menjadikan Candi Purwo sebagai tempat penghormatan para leluhur, sebagai sebuah keluarga besar Majapahit. Sebab di Trowulan yang diyakini sebagai pusat kerajaan Majapahit telah menjadi situs purbakala, sehingga tak mungkin mewujudkan sebuah monumen atau tugu sebagai linggih (stana) leluhur Majapahit yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menghormati leluhur. Oleh karena itu Candi Purwo di Gumuk Gadung dapat dijadikan tempat penghormatan leluhur Majapahit, sesuai dengan pesan Prabu Brawijaya sebagai tonggak kembalinya Nusantara.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Kenang-Kenangan Orang Bandel
    Buku - Kenang-Kenangan Orang Bandel

    Kenang-Kenangan Orang Bandel – H. Misbach Yusa Biran

    , , , ,
    Pengantar Ajip Rosidi Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit 2008 Tebal: xviii + 326 halaman / Hard Cover ISBN: 979-3731-43-5 Kondisi: Baru "Membaca otobiografi Misbach ini, saya merasa ternyata apa yang ditulisnya merupakan cermin utuh dari sosok pribadi penulisnya. Misbach menceritakan masa kecil dan remajanya, 'perjuangannya' di dunia film, hingga sekarang dikenal sebagai sosok sejarah film Indonesia itu sendiri karena pengetahuannya yang mendalam tentang subyek itu. Dalam tuturannya yang begitu lancar mengalir dan jujur, kita bukan saja bisa melihat dirinya lebih lengkap, tetapi juga melihat betapa hidup tidak bisa direncanakan begitu saja." - J.B. Kristanto "Memoar yang ditulis oleh H. Misbach Yusa Biran ini sangat menarik dan penting. Menarik karena cara mengisahkannya yang gesit dan bernada mengejek diri (walaupun ada rasa bangga di dalamnya). Penting karena dalam memoar ini bukan saja terungkap latar belakang kehidupannya sebagai orang Banten, melainkan juga tentang situasi perfilman Indonesia sejak tahun 1950-an sampai tahun 1990-an." - Ajip Rosidi
    Rp 165.000,00
  • Buku - Sejarah Hak Cipta Lukisan
    Buku - Sejarah Hak Cipta Lukisan

    Sejarah Hak Cipta Lukisan – Inda Citraninda Noerhadi

    , , ,
    Pengantar: A.D. Pirous Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2012 Tebal: xviii + 406 halaman ISBN: 978-602-9402-15-5 Kondisi: Baru Kasus pemalsuan lukisan yang menjadi pemberitaan media massa sungguh mengguncangkan dunia seni rupa kita. Ia mengingatkan kita akan rapuhnya perlindungan hak cipta di bidang seni rupa di Indonesia. Lukisan-lukisan karya para maestro dipalsukan dengan canggihnya, dan sadar atau tidak, telah menjadi milik para kolektor. Belum lagi kasus pencurian lukisan dan lolosnya lukisan-lukisan palsu dan curian di balai lelang di Hong Kong dan Singapura. Buku ini mencoba memaparkan bukan hanya praktik pemalsuan lukisan, tetapi juga mencoba menelusuri sejarah perlindungan hak cipta di Barat dan Indonesia. Bagaimana kesadaran hak cipta itu tumbuh di kalangan perupa dan pemerintah sebuah negara, dan bagaimana pula ia mempengaruhi hukum internasional di kemudian hari. Buku ini juga merinci upaya-upaya jitu untuk menghindari pemalsuan lukisan dan bentuk-bentuk kriminalisasi lainnya.
    Rp 95.000,00
  • Buku - Kuasa Media di Indonesia
    Buku - Kuasa Media di Indonesia

    Kuasa Media di Indonesia – Ross Tapsell

    , ,
    Penerjemah: Wisnu Prasetya Utomo Penerbit: Marjin Kiri Tebal: x + 298 halaman ISBN: 978-979-1260-81-7 Kondisi: Baru Cara berkomunikasi, cara mencari berita dan informasi, bahkan kehidupan sosial dan politik yang lebih luas di Indonesia saat ini tengah berubah pesat akibat perkembangan media-media digital kontemporer. Kendati statistik resmi menyebut penetrasi internet di Indonesia masih rendah, nyatanya Indonesia dikenal sangat aktif di media sosial: lebih dari 70 juta penduduk Indonesia mempunyai akun Facebook dan kicauan terbanyak di Twitter berlokasi dari Jakarta. Berdasarkan riset selama tujuh tahun, buku ini meneliti bagaimana digitalisasi telah membuat industri media massa di Indonesia mengalami pemusatan dan konglomerasi, yang memungkinkan para oligark pemilik media menjadi semakin kaya sekaligus berpengaruh secara politik. Namun, media digital sebaliknya juga membuka peluang bagi warga biasa untuk menyuarakan kepentingannya dan memperjuangkan perubahan. Dilengkapi wawancara-wawancara langsung bersama para oligark media, politisi, dan pelaku jurnalisme di lapangan, buku ini menunjukkan bagaimana media digital kian menjadi kancah tempur bagi kepentingan yang saling bertabrakan antara oligarki dan warga. * “Barangsiapa ingin memahami masyarakat dan politik Indonesia kontemporer, dan memakai media sebagai titik masuknya atau sebagai perangkat pemahaman, akan dimudahkan oleh kajian Tapsell ini.- David T. Hill * “Buku penting yang menggali hubungan antara media Indonesia, khususnya dalam bentuk digital, dengan oligarki di satu sisi, dan masyarakat sipil di sisi lain. Menyuguhkan analisis detail yang juga reflektif mengenai cara media digital bisa turut memperkuat posisi elite oligarki, sekaligus juga menumbuhkan beberapa sumber tantangan terhadap mereka.” - Vedi R. Hadiz
    Rp 82.000,00
  • Buku - Kamus Filsafat Nilai
    Buku - Kamus Filsafat Nilai

    Kamus Filsafat Nilai – Ali Mudhofir

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xii + 420 halaman ISBN: 978-602-19954-6-4 Kondisi: Baru Kamus ini secara khusus memuat penjelasan istilah nilai dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan nilai misalnya nilai kenyataan-kebenaran (nilai ilmiah dan logis), nilai kebaikan (nilai etis), nilai keindahan (estetis, seni), dan nilai kesucian (keagamaan). Di samping itu juga dikemukakan pandangan beberapa filsuf tentang nilai. * "... kamus ini penting sebagai acuan para mahasiswa, dosen dan siapa saja yang membutuhkan penjelasan singkat tentang filsafat sebagai istilah dan gagasan etika dan estetika. Istilah dalam kamus mencakup pemahaman filsafat klasik hingga kontemporer. Kamus ini meliputi gambaran umum dan padat mengenai istilah-istilah yang lazim digunakan para filsuf di dunia. Tidak melulu Barat, ada juga istilah keislaman dan terminologi filsafat Hindu serta konfusianisme." - Sri Teddy Rusdi
    Rp 130.000,00
  • Buku - Masa Kuasa Belanda di Papua
    Buku - Masa Kuasa Belanda di Papua

    Masa Kuasa Belanda di Papua (1898-1962) – Rosmaida Sinaga

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal: xxvi + 350 halaman ISBN: 978-602-9402-39-1 Kondisi: Baru Buku ini memaparkan fakta-fakta sejarah yang menjadi motivasi Belanda untuk menguasai dan melakukan pemekaran di Nederlands Nieuw Guinea (Papua) dari 1898 hingga 1962. Berbagai upaya pemekaran di NNG dilakukan Belanda dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, keamanan, ekonomi dan sumber daya manusia secara menyeluruh. Kajian ini relevan untuk melihat kebijakan pemekaran wilayah di Papua di masa kini agar mampu mengelola pemerintahan secara efektif dan efisien.
    Rp 185.000,00
  • Buku - Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa
    Buku - Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa

    Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa: Sebuah Kajian Pascakolonial – Lim Sing Meij

    , ,
    Penerbit; Yayasan Penerbit Obor Indonesia Tahun Terbit: 2009 Tebal: 250 halaman ISBN: 978-979-461-727-4 Kondisi: Baru Pendidikan mampu membentuk identitas seseorang. Melalui jenjang pendidikan tinggi, telah lahir ruang sosial baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh perempuan Tionghoa untuk ditapakinya. Transformasi identitas perempuan Tionghoa dilakukan oleh mereka dengan cara identifikasi secara terus-menerus terhadap berbagai kesempatan dalam segala himpitan budaya patriarki dan diskriminasi legal formal. Keperempuantionghoaan yang terwujud dalam kebijakan dan peraturan yang diskriminatif di masa Orba tidak menjadikan mereka sebagai korban yang pasif dan berserah pada nasib. Keperempuantionghoaan justru diwujudkan kembali secara sosiologis melalui kemampuan pemecahan persoalan keseharian yang berkaitan dengan isu gender, budaya, agama, etnisitas, dan kolonisasi pengetahuan. Melalui pendidikan, mereka mampu menjadi non-violent survivor dalam menjawab bebagai tantangan dan rintangan. Ketionghoaan dan keindonesiaan terkandung dalam diri perempuan Tionghoa. Kedua identitas tersebut telah saling melengkapi dan tak terpisahkan satu dari yang lainnya dalam melahirkan identitas hibrid yang unik. Kedua identitas tersebut telah menyejarah dan menjadi bagian dari mosaik Indonesia yang bhineka. Terbuka terhadap berbagai perubahan telah melahirkan perempuan Tionghoa yang otentik.
    Rp 60.000,00