Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Non-Fiksi

Filters

Showing 97-120 of 402 products

View 24/48/All

Filter by price

97-120 of 402 products

  • Buku - Jakarta 1960-an
    Buku - Jakarta 1960-an

    Jakarta 1960-an: Kenangan Semasa Mahasiswa – Firman Lubis

    , , ,
    Penerbit: Masup Jakarta Tahun Terbit: 2008 Tebal: 334 halaman ISBN: 978-979-3731-46-9Kondisi: BaruSetelah sukses dengan Jakarta 1950-an, melalui buku ini Firman Lubis kembali mengisahkan kesaksiannya ihwal Jakarta 1960-an. Ia menyajikan keadaan dan komposisi penduduk yang makin beragam dengan rasisme yang muncul juga hilangnya penduduk ras kulit putih. Termasuk suasana lalu lintas dan alat transportasi lama, maupun yang baru, perubahan fisik kota oleh masifnya pembangunan jalan, gedung dan monumen serta perubahan gaya hidup remaja juga orang tua kota besar Jakarta.Seperti umumnya mereka yang menulis periode 1960-an, ia juga membeberkan kisah zaman yang mendidih oleh api revolusi dan antineokolonialis, serta intrik-aksi politik zaman Demokrasi Terpimpin. Namun, perkisahan ini menjadi menarik karena ditampilkan sebagai sebuah kesaksian personal Firman sebagai pelaku sejarah yang saat itu adalah mahasiswa FKUI, disertai cerita kehidupan dunia pendidikan dan mahasiswa saat itu. Sebagaimana kehidupan anak SMA, mahasiswa memiliki kebiasaan dan kesenangannya: perpeloncoan, perkuliahan, mode pakaian, tempat jajan-makan, hiburan, rekreasi, film, musik, olahraga, dll; lengkap dengan foto seaman yang akan memancing imajinasi historis setiap pembaca.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Profil Etnik Jakarta
    Buku - Profil Etnik Jakarta

    Profil Etnik Jakarta – Lance Castles

    , ,
    Pengantar: Bondan Kanumoyoso Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xxxii + 112 halaman ISBN: 978-979-2572-94-0Kondisi: BaruDi antara berbagai karya ilmiah sejarah kota Jakarta karya Lance Castles ini berposisi istimewa. Artikel ini seringkali mendapat kritik dari masyarakat Betawi yang menjadi salah satu pokok bahasannya. Mereka mengkritik karena Castles menyatakan bahwa unsur utama yang membentuk etnis Betawi adalah para budak.Argumen Castles itu sendiri tidaklah akurat. Castles mendasarkan analisisnya pada data jumlah budak yang menetap di kota Batavia. Memang benar bahwa sampai dengan abad ke-18 jumlah budak di dalam kota Batavia lebih banyak daripada jumlah penduduk bebas. Namun, jika kita mengalihkan perhatian ke wilayah di luar tembok kota yang disebut Ommelanden akan didapat gambaran yang berbeda. Fakta-fakta dari Ommelanden membawa kita pada kesimpulan bahwa sangat mungkin orang Betawi telah muncul lebih cepat daripada yang diperkirakan Castles.Namun, karya Castles ini tetap menarik, terutama ihwal Jakarta dan proses "terjadinya orang Indonesia". la mengungkap dalam lingkup geografis yang saling berdekatan dan kontak sosial yang intensif telah mendorong penduduk Jakarta meninggalkan identitas etnis mereka dan membentuk identitas komunal yang baru. Penduduk Jakarta dengan identitas baru merupakan representasi dari orang Indonesia dalam arti yang sebenar- benarnya. "Di Jakarta," kata Castles, "Tuhan sedang membuat orang Indonesia!"
    Rp 60.000,00
  • Buku - The Leader Who Had No Title
    Buku - The Leader Who Had No Title

    The Leader Who Had No Title: Seni Memimpin Tanpa Jabatan – Robin Sharma

    , ,
    Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 276 halaman ISBN 978-602-291-506-5Kondisi: BaruBerbeda dengan buku kepemimpinan pada umumnya, Sharma membius kita semua melalui cerita seorang penjaga toko buku bernama Blake Davis yang merasa hidupnya kering dan datar. Baginya, pekerjaan hanya jalan untuk membayar tagihan daripada sarana untuk unjuk kemampuan terbaik. Hingga suatu hari, muncul keajaiban pada rutinitas hariannya yang luar biasa membosankan. Ia mendapatkan teman kerja baru berusia 77 tahun yang telah berkali-kali menyandang gelar Employee of the Year. Selama 50 tahun masa kerjanya, pria tua ini menolak berbagai promosi jabatan yang ditawarkan kepadanya. Posisi Vice President sekali pun!
    Rp 79.000,00
  • Buku - Kaca Benggala
    Buku - Kaca Benggala

    Kaca Benggala: Perkembangan Habitat Manusia di Indonesia – Tjuk Kuswartojo

    , , ,
    Penerbit: Ukara Lawang Buana Tahun Terbit: 2019 Tebal: xiv + 250 halaman ISBN: 978-602-53834-0-3Kondisi: Baru"Kaca Benggala adalah cermin besar, yang dalam kisah Ramayana dimiliki oleh Rahwana yang digunakan oleh putera Hanoman untuk memantulkan kembali sorotan mata mematikan anak Dasamuka yang menjadi musuhnya. Kaca Benggala menjadi tameng sekaligus menjadi alat untuk menyerang balik lawannya sehingga lawannya gugur oleh pantulan sorot matanya sendiri. Dalam Babad Mataram, Kaca Benggala diartikan cermin keburukan oleh pembuat cerita, yaitu kelakuan, perbuatan, kejadian yang tidak boleh ditiru atau diulang kembali. Sedang Kaca Benggala yang dimaksud di sini adalah alat untuk membantu telaah, untuk melihat paras, tubuh bahkan gerak yang tidak bisa dilihat oleh diri sendiri dengan cara biasa. Dengan berkaca dapat dikenali apa yang harus dikoreksi atau diperbaiki. Walaupun demikian perlu juga dipahami bahwa gambaran cermin bukan keadaan sebenarnya. Karena meskipun cermin memperlihatkan kondisi dan situasi dengan jelas, tetapi pasti ada distorsi dan ada yang tidak tampak."Distorsi itu terjadi karena apa yang tampak di kiri sebetulnya di kanan, dan cermin tidak dapat memperlihatkan apa yang ada di belakang. Bagaimanapun apa yang tampak di cermin dapat digunakan untuk melakukan suatu perbaikan sendiri. Artinya Kaca Benggala adalah juga alat untuk introspeksi. Dapat digunakan untuk memperbaiki rias, pemasangan aksesoris sampai hal yang lebih mendasar seperti gerak tubuh. Bahkan juga dapat digunakan untuk mewaspadai keadaan yang di belakang, seperti telaah yang dilakukan melalui kaca spion. Kajian ini diumpamakan Kaca Benggala dengan maksud dapat merefleksikan kondisi dan situasi lebih jauh dan lebih luas daripada kaca spion atau cermin rias. Diharapkan telaah ini dapat menjadi inspirasi dan menghantar pada pemahaman yang jauh lebih mendalam. Selanjutnya setiap bagian yang ditelaah dapat diperiksa dengan surya kanta, sehingga dapat memberi pemahaman yang lebih baik lagi atas habitat Indonesia."Apa yang akan ditelaah dalam buku ini adalah perkembangan permukiman dan perkotaan dari sejak hadirnya permukiman di wilayah yang sekarang, di Indonesia. Melalui Kaca Benggala ini dicoba ditelaah bagaimana permukiman dengan batu besar hadir pada masa sebelum ada catatan sejarah dan masih bisa bertahan sampai saat ini, sampai pada kota yang didominasi bangunan menara pada abad ke-21. Artinya, suatu gambaran dengan jangkauan waktu lebih dari 2000 tahun. Tidak semua hal dapat digambarkan dalam Kaca Benggala ini, dan karenanya buku ini harus dianggap sebagai penghantar. Meskipun demikian, diharapkan muatan pengetahuan yang dikandungnya dapat memberi inspirasi bagi pembangunan pranata negara yang lebih utuh dan lebih kokoh untuk menata habitat Indonesia."- Tjuk Kuswartojo
    Rp 250.000,00
  • Buku - Lao Tzu
    Buku - Lao Tzu

    Lao Tzu: Kisah Hidup dan Pemikirannya – Thomas Watters

    , , ,
    Penerbit: Basabasi Tebal: 196 halaman ISBN: 978-602-5783-68-5Kondisi: BaruKehidupan Lao Tzu, seperti buku yang dia tulis, terbungkus dalam misteri. Bisa dimaklumi jika seseorang bertanya apakah Lao Tzu pernah benar-benar ada. Terlepas dari asal muasalnya, Lao Tzu adalah satu manusia hebat dalam sejarah Cina. Risalahnya yang filosofis, Tao-te Ching, yang dipandang oleh pengikutnya sebagai sebuah karya filsafat yang melampaui zaman.Dalam banyak kisah, Lao-tzu dipersamakan dengan Shakyamuni yang diyakini sebagai Buddha. Dia juga adalah guru dari K’ung chiu atau Confucius—yang di kemudian hari banyak bertentangan dengannya. Voltaire mendakwanya: merupakan suatu kebodohan dan takhayul ketika mengamalkan ajaran Tao. Para penulis lain terkesan hebat olehnya. Beberapa dari mereka menemukan bahwa Tao, yang banyak dibicarakan Lao-tzu, telah diserupakan dengan Dewa, mirip Logos yang digambarkan Plato dan para penganut Neoplatonisme. Beberapa penulis bahkan menyatakan bahwa Lao-tzu adalah sosok spiritual, abadi, dan hidup dalam dirinya sendiri-mewujudkan diri sebagai seorang manusia di bumi pada berbagai zaman dan dengan nama yang beraneka ragam.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Memancing
    Buku - Memancing

    Memancing: Sepilihan Karya Jurnalistik Ernest Hemingway

    , ,
    Penerjemah: An Ismanto Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2018 Tebal: 86 halaman ISBN: 978-602-5264-51-1Kondisi: BaruSaat tidak menulis novel, Ernest Hemingway mengisi waktu dengan petualangan. Ia berburu hewan berukuran besar di Afrika, adu banteng di Spanyol, dan memancing di laut dalam di sekitar Florida dan Kuba.Buku ini adalah kumpulan laporan tentang salah satu hobinya, yaitu pengalaman memancing di beberapa tempat di dunia, mulai dari pedalaman Kanada di Amerika dan pedesaan Austria di Eropa hingga perairan laut dalam di sekitar Kuba.Walaupun ditulis sebagai laporan jurnalistik, pembaca dapat merasakan gaya bahasa efektif dan efisien yang biasa dijumpai dalam karya-karya prosa fiksi Hemingway.
    Rp 55.000,00
  • Buku Tentang Tabu
    Buku Tentang Tabu

    Buku Tentang Tabu: Hakikat Diri Manusia – Alan Watts

    , ,
    Penerjemah: Siska Nurrohmah Penerbit: Basabasi Tahun Terbit: 2019 Tebal: 200 halaman ISBN: 978-602-5783-86-9Kondisi: Baru"Buku ini menelusuri tabu yang tak banyak dikenali tetapi mengakar--yakni sikap diam kita terhadap pertanyaan siapa, atau apa, sesungguhnya diri kita. Singkatnya, sensasi lazim tentang diri sebagai sebentuk ego yang dibalut selubung kulit, adalah halusinasi yang tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan Barat maupun filosofi--agama eksperimental yang berasal dari Timur--terutama dengan inti filosofi Hindu Vedanta. Halusinasi inilah yang melatarbelakangi penyalahgunaan teknologi menjadi alat penaklukan yang brutal terhadap alam yang mengakibatkan kehancuran."Kita tengah berada di dalam situasi mendesak untuk memperoleh kesadaran eksistensi yang sesuai dengan bukti-bukti fisik sekaligus dapat mengatasi rasa keterasingan kita dari semesta. Untuk tujuan inilah saya mengangkat wawasan Vedanta dan menyajikannya dalam cita rasa Barat yang sepenuhnya modern--dengan demikian, buku ini sama sekali tidak berupaya untuk menjadi buku ajar maupun pendahuluan terhadap ajaran Vedanta Buku ini merupakan hasil kawin silang antara ilmu pengetahuan Barat dengan intuisi Timur."- Alan Watts
    Rp 65.000,00
  • Buku - Fantasmagoria
    Buku - Fantasmagoria

    Fantasmagoria: Citra, Tubuh, Teks – Zulkarnaen Ishak

    , ,
    Penerbit: Basabasi Tebal: 276 halaman ISBN: 978-602-6651-72-3Kondisi: Baru"Menonton, membaca, dan selanjutnya menuliskan apa yang ditonton dan dibaca seperti memberi saya kilasan-kilasan gambar, dalam suatu komposisi visual yang acak, sehampar fantasmagoria yang tak sanggup saya taklukkan atau ringkus sepenuhnya ke dalam tulisan. Selalu ada saja yang tercecer, selalu saja ada yang luput, sehingga sungguh mustahil menghasilkan sebuah visi total, dan akibatnya saya menjadi sekadar sebintik titik dari kisah-kisah yang berseliweran; semata-mata lintasan dari gagasan, imajinasi, fantasi, halusinasi, ilusi, yang gegap gempita."Namun menulis, menulis tentang apa saja, memang mendebarkan, walau bukan berarti gampang. Dan apabila sejarah adalah proyeksi dari citra kita perihal dunia sebagaimana yang dikatakan penyair Octavio Paz, maka menulis mengaruniai saya kebebasan, atau paling tidak kemungkinan, untuk menggaris waktu, menyela masa, demi menggariskan gagasan, merangkai narasi, serta memekarkan dan menumbuhkan ingatan atas apa saja yang saya lihat, di tengah gemuruh sejarah yang melintas lekas."- Zulkarnaen Ishak
    Rp 65.000,00
  • Buku - Demi Masa (2)
    Buku - Demi Masa (2)

    Demi Masa, Kapsul Waktu dan Nostalgia Radikal – Fajar Nugraha

    , ,
    Penerbit: Elevation Books Tahun Terbit: 2019 Tebal: 220 halamanKondisi: BaruSangat jarang seorang penulis bisa menguliti sebuah album (lama maupun baru) dengan begitu paripurna. Dan tentu saja tidak banyak yang bisa meragukan bahwa album Demi Masa Morgue Vanguard dan Doyz adalah sebuah instant classic yang terus akan dibicarakan sampai beberapa tahun ke depan. Kami ingin menjadi yang pertama membicarakannya secara panjang lebar.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Hannah Arendt
    Buku - Hannah Arendt

    Hannah Arendt: Hidup sebagai Sebuah Narasi – Julia Kristeva

    , ,
    Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: 108 halaman ISBN: 978-602-90087-5-8Kondisi: BaruArendt jelas salah satu di antara bintang-bintang intelektual paling gemilang abad 20. Dengan menulis buku berjudul The Human Condition dan Eichmann in Jerusalem, dia membabar filsafatnya dengan memusatkan perhatian pada kisah dan refleksi pribadi yang disemangati oleh kehidupan pribadinya yang luar biasa.Di sepanjang biografi ini, Kristeva membentangkan karya Arendt, menggunakan kehidupan Arendt untuk menerangi pemikiran Arendt. Selanjutnya Kristeva memeriksa bagaimana Arendt menggunakan narasi, bagaimana ia merenungkan Keyahudian dan anti-Semitisme, dan menguraikan filsafat politiknya. Kecerdasan Kristeva di buku ini ikut juga memastikan tempatnya di kanon perempuan genius itu bersama Arendt.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Timaeus dan Critias
    Buku - Timaeus dan Critias

    Timaeus dan Critias: Awal Mula Kisah Atlantis – Plato

    ,
    Penerbit: Basabasi Tahun Terbit: 2018 Tebal: 252 halaman ISBN: 978-602-5783-29-6Kondisi: BaruTimaeus dan Critias, dua dari dialog-dialog karya Plato, adalah satu-satunya catatan tertulis yang tersedia dan secara spesifik membahas tentang Atlantis. Keduanya berisi percakapan antara Socrates, Hermocrates, Timaeus, dan Critias. Dalam rangka menanggapi pembicaraan Socrates sebelumnya tentang masyarakat yang ideal, Timeaus dan Critias sepakat untuk menjamu Socrates dengan sebuah kisah yang ''"bukan fiksi, melainkan kisah nyata'''.Sebuah kisah tentang konflik antara orang-orang Athena dan Atlanta kuno yang terjadi 9000 tahun sebelum masa Plato. Pengetahuan tentang masa lampau yang sepertinya sudah dilupakan oleh orang-orang Athena pada masa Plato, kisah tentang Atlantis yang disampaikan kepada Solon oleh pendeta Mesir. Solon menyampaikan kisah ini kepada Dropides, kakek buyut Critias. Critias mendengarnya dari kakeknya yang juga bernama Critias, anak dari Dropides.Kedua dialog berikut ditulis oleh Plato pada sekitar 360 SM dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Benjamin Jowett.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Humor Jurnalistik
    Buku - Humor Jurnalistik

    Humor Jurnalistik – Mahbub Djunaidi

    , ,
    Penerbit: Ircisod Tahun Terbit: 2018 Tebal: 432 halaman ISBN: 978-602-7696-65-5Kondisi: BaruIbarat suatu pertunjukan, suasana segar dalam buku ini senantiasa terjaga dari satu adegan ke adegan berikutnya. Gaya khas Mahbub yang tajam sekaligus kocak menyemburatkan warna tersendiri dalam dunia jurnalistik Indonesia. Dalam buku ini, Mahbub meramu aneka masalah yang pahit dan serba muram-buram menjadi semacam bahan olok-olok. Mahbub memang kaya gagasan, dan itu telah berhasil diapungkannya ke atas melalui canda dan humor.Membaca buku ini, bibir kita pasti akan terus-menerus menyunggingkan senyum. Sementara itu, mata kita tak akan rela beranjak melepaskan halaman demi halaman. Pendek kata, buku yang semula merupakan rangkuman tulisan Mahbub di pelbagai media massa terkemuka di Indonesia ini menjanjikan suatu pesona yang akan memperkaya cakrawala batin kita. Tabik!*"Itulah Mahbub, yang dengan gaya tulisannya mampu mengubah tragedi menjadi komedi."— Fariz Alniezar
    Rp 90.000,00
  • Buku - Imajinasi Intelektual
    Buku - Imajinasi Intelektual

    Imajinasi Intelektual – Edward Said

    , ,
    Penerjemah: Nanda Akbar Ariefianto Penerbit: Circa Tahun Terbit: 2019 Tebal: viii+160 ISBN: 978-602-52645-7-3Kondisi: BaruTulisan yang terhimpun dalam buku ini diikat oleh satu benang merah yang sama: semuanya mendedah tentang intelektual eksil. Mahmoud Darwish, penyair Palestina yang menjadi eksil 'pengembara'; Adorno, pemikir Frankfurt yang menjadi eksil di Oxford, New York, Los Angeles; Salman Rusdhie, penulis India yang menjadi eksil di Inggris.Selain itu, Said juga berbicara tentang dirinya sendiri, karena bahkan ketika dia berbicara tentang para intelektual eksil itu, dia pada dasarnya berbicara tentang dirinya. Maka tak mengherankan jika dia merasa kecewa terhadap Jean-Paul Sartre. Said diundang oleh Simone de Beauvoir dan Sartre ke seminar tentang perdamaian Timur Tengah yang diadakan di Paris, dia datang dengan penuh semangat, tapi lalu kecewa karena Simone 'meninggalkan tempat pertemuan begitu saja setelah berceloteh mengutarakan pandangan yang tendensius tentang islam dan wanita berhijab' dan Sartre hanya ikut berbicara setelah 'dituntut' olehnya, itu pun dengan ... 'paparan yang hambar dan teramat dangkal'.Satu esei panjang Said tentang Foucault juga dimuat dalam buku ini; suatu telaah yang menyingkap basis pemikiran Foucault sebagai seorang posmodernis.Enam esei dalam buku ini menunjukkan Said adalah perpaduan langka antara intelektual yang dahsyat dan aktivis yang tajam.
    Rp 65.000,00
  • Buku - Dari Sergai ke Kefa
    Buku - Dari Sergai ke Kefa

    Dari Sergai ke Kefa: Kumpulan Reportase Geliat Hidup Rakyat

    , , ,
    Penulis: Linda Fitria, Joffie DB, Annas Chairunnisa Latifah, Indri Moniaga, Maflahah, Haris Prabowo, Irene Aprilya Meok, Filisianus Richardus Vitor, Laras Olivia, Yepuni 'Jeffry' Giyai Penerbit: Perkumpulan TerasmitraKondisi: BaruMenulis cerita sudut-sudut wilayah Indonesia yang kaya budaya dan beragam kepada khalayak bukan perkara gampang. Tantangannya tidak sedikit. Prosesnya tentu panjang, dan melelahkan. Seseorang yang berniat menulis tentang sebuah tempat di Indonesia, setidaknya mesti melakukan perjalanan; berbincang dan tertawa bersama masyarakat di sana. Mendengarkan pengalaman warga menangkap perjuangan dan kepahitan hidup. Merasakan alam lingkungan di sekelilingnya. Lalu, tentu saja, menuliskannya dengan gaya bercerita. Mengalur seperti menyaksikan film. Mengalir seperti Anda mendengar penutur dongeng.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Kang Mbok
    Buku - Kang Mbok

    Kang Mbok: Sketsa Kehidupan Sri Teddy Rusdy – Sujiwo Tejo

    , , ,
    Penerbit: Yayasan Kertagama Tahun Terbit: 2013 Tebal: 202 halaman ISBN: 978-602-1995-43-3Kondisi: BaruSebetulnya seperti apakah hubungan saya dengan Kang Mbok kok bisa-bisanya menulis tentang tokoh ini?Mestinya pertanyaan itu sudah muncul sejak awal, namun anehnya baru menyeruak setelah saya tulis bab demi bab tentang Kang Mbok. "Kamu kok lancang berani-beraninya nulis tentang Sri Teddy Rusdy, menulis bab-bab yang belum tentu bisa persis menggambarkan keseluruhan perempuan itu, emangnya kamu siapa?" kira-kira begitu pertanyaan tahu diri saya.Saya baru bisa menjawabnya beberapa hari kemudian. Begini, hubungan saya dengan Kang Mbok adalah bahwa saya selalu "hadir" baginya. Dan sebaliknya "hadir" tidak berarti harus berupa kedatangan ragawi. "Hadir" di sini saya pinjam dari filsuf Prancis, Gabriel Marcel. Maknanya "ada bersama walau tak mesti di dalam ruang maupun waktu yang sama".Kang Mbok bisa "manjing, makahanan". Bisa hadir di segala ruang dan waktu bersama banyak pihak. Selain kesan kebersahajaan, Kang Mbok bisa "manjing, makahanan" karena kepedulian. Kepedulian adalah hal paling penting yang perlu dilakukan pada orang paling penting pada saat paling penting. Orang paling penting adalah orang yang sedang hadir bersama kita.Kang Mbok adalah orang penting dalam kehadiran saya. Kang Mbok adalah pengertian saya tentang seluruh perpaduan tradisi dan kekinian. Inilah perempuan yang akan sampeyan jumpai pada bab-bab buku ini.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Batavia Kala Malam
    Buku - Batavia Kala Malam

    Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit, dan Senjata Api – Margreet van Till

    , ,
    Penerbit: Masup Jakarta dan Nederlands letterenfonds dutch foundation for literature Tahun Terbit: 2018 Tebal: 312 halaman ISBN: 978-602-72003-7-3Kondisi: BaruBatavia pada akhir abad ke-19 merupakan masa yang diwarnai kriminalitas, terutama perampokan, tetapi ada yang unik pada masa ini. Perampok yang disebut bandit atau dalam beberapa kasus disebut jago ternyata begitu dikagumi masyarakat. Mereka layaknya selebritas yang kehadirannya ditunggu tunggu. Sebut saja jago bernama Gantang, Tjonat, dan tentu yang paling kita kenal adalah si Pitung. Para jago ini begitu terkenal di kalangan masyarakat kita dan membuat kepolisian kolonial Belanda begitu kesulitan menangkap mereka.Perihal si Pitung, jago ini begitu melegenda, bahkan kisahnya sampai difilmkan dua kali. la begitu kontroversial sekaligus memesona untuk dibicarakan. Begitu banyak versi kisahnya yang beredar, beberapa mengatakan bahwa ia tak bisa mati Bahkan kepolisian kolonial sampai menjaga kuburannya beberapa hari takut kalau kalau ia bangkit lagi. Lebih lebih kuburannya dibongkar lagi untuk memastikannya. Dalam hal ini pihak kolonial Belanda seperti dibodoh-bodohi, bahkan oleh jago yang sudah mati.Di buku ini Margreet van Till mencoba mengulasnya guna mendapat gambaran penyebab mereka mendapat perlakuan istimewa seperti itu. Ulasannya cukup ringkas dan dibungkus dengan penyampaian yang mengalir perlahan, tetapi jelas. Hal-hal yang tidak masuk akal seperti jimat juga mendapat porsi tersendiri dan menjadi cukup penting di sini.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro
    Buku - Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro

    Asal-Usul Nama Yogyakarta & Malioboro – Penyusun: Peter Carey

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2015 Tebal: 120 halaman ISBN: 978-602-9402-62-9Kondisi: BaruEtimologi nama-nama tempat selalu menarik untuk dibahas. Asal-usulnya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya adalah nama Yogyakarta dan Malioboro. Apakah nama Malioboro berasal dari nama Duke of Marlborough pertama? Ataukah dari kata “mâlyabharin” dari bahasa Sanskerta yang berarti “berhiaskan untaian bunga”? Bagaimana dengan nama Yogyakarta sendiri? Apakah berasal dari kata “Ngayogyakarta” dari bahasa Sanskerta? Ataukah dari sebuah dusun bernama Yogya atau Ayogya yang ada pada masa pemerintahan Sultan Mangkubumi?Buku ini dibuka dengan artikel yang ditulis oleh Peter Carey yang menjelaskan asumsinya mengenai asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro. Kemudian, dilanjutkan dengan artikel tanggapan dari Jacobus (Koos) Noorduyn, dan ditutup oleh Merle Calvin Ricklefs. Akan ditemukan tiga paparan menarik mengenai spekulasi asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro.
    Rp 80.000,00
  • Buku - Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta
    Buku - Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta

    Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta/The Origin of the Place Names in Jakarta – Rachmat Ruchiat

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2018 Bahasa: Indonesia dan Inggris ISBN: 978-602-72001-5-9Kondisi: BaruSiapa bilang nama Luar Batang berasal dari peristiwa ajaib habib sakti yang keluar dari kurung batang saat digotong ke pemakaman? Kata siapa nama Pluit berasal dari peluit atau roti seperti yang sering disebut-sebut? Benarkah Jatinegara itu kampung leluhur orang Betawi? Mengapa ada kampung dengan nama Japad, Tiang Bendera. Lantas mengapa ada Kampung Ambon, Kampung Bugis, Kampung Bali, Kampung Jawa, Kampung Bandan? Temukan semua jawabannya dalam buku ini dan puluhan lagi sejarah asal-usul nama tempat lainnya di Jakarta.Berbekal kekayaan sumber, tetapi dalam format ringkas dan populer, Rachmat Ruchiyat sebagai pengamat sejarah Jakarta akhirnya bukan sekadar menyajikan asal usul nama-nama tempat di Jakarta, lebih jauh lagi memberikan gambaran mengenai perkembangan sejarah Jakarta sebagai kota yang kaya oleh keragaman budaya dan jejak sejarah. Penelusurannya secara kronologis mulai abad ke-15 sampai abad ke-20, tidak hanya memperlihatkan perubahan geografi dan demografi Jakarta, melainkan juga perubahan sosial, budaya, politik dan ekonomi.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Tenun dan Para Penjaga Identitas
    Buku - Tenun dan Para Penjaga Identitas

    Tenun & Para Penjaga Identitas/Weaving, Guardian of Identity – Terasmitra

    , ,
    Penerbit: Perkumpulan Terasmitra Tahun terbit: 2017 Bahasa: Indonesia dan Inggris ISBN: 978-602-522-160-6Kondisi: Baru"Inspirasi penerbitan buku ini bersumber dari perjuangan kaum perempuan masyarakat adat Tiga Batu Tungku: Mollo, Amanatun, dan Amanuban di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Para perempuan penenun berjuang melawan perusakan lingkungan yang hadir melalui perusahaan tambang marmer dengan menggunakan media tenun. Dari inspirasi itu, kami melakukan proses penelusuran di lapangan, dan menemukan banyak kenyataan lain, tenun ternyata punya makna yang begitu luas bagi masyarakat Timor, antara lain sebagai identitas budaya, pelestari lingkungan, alat ekonomi, hingga arsip pengetahuan dan pengalaman yang tumbuh terus menerus dari waktu ke waktu."- Catharina Dwihastarini
    Rp 150.000,00
  • Buku - Ecce Homo
    Buku - Ecce Homo

    Ecce Homo: Lihatlah Dia – Nietzsche

    , ,
    Penerjemah: Omi Intan Naomi Penerbit: Pustaka Pelajar Tebal: 175 halaman ISBN: 979-9075-21-1Kondisi: Baru"Akulah yang pertama menemukan kebenaran. … akulah yang pertama merasakan dengan indera–mencium–dusta sebagai dusta … telah kupilih untuk diriku sendiri kata imoralis sebagai marka pembeda dan lencana kehormatan aku bangga memiliki kata ini yang mempersiapkan aku melawan kemanusiaan."- Friedrich Nietzsche, Mengapa Aku Adalah Takdir
    Rp 65.000,00
  • Buku - Orang Aceh
    Buku - Orang Aceh

    Orang Aceh: Budaya, Masyarakat, dan Politik Kolonial – C. Snouck Hurgronje

    , ,
    Penerbit: Ircisod Tahun Terbit: 2019 Tebal: 968 halaman ISBN: 978-602-7696-86-0Kondisi: BaruSiapakah orang Aceh yang dimaksud Snouck Hurgronje dalam buku ini? Bagaimana hubungan antara Aceh dan wilayah-wilayah lain di nusantara? Apa kaitan antara budaya Jawa, Melayu, dan Aceh? Bagaimana mitos, legenda, agama, dan adat turut membentuk orang Aceh?Meskipun Islam merupakan agama yang dominan di Aceh, tetapi pengaruh budaya pra-Islarn dan adat pribumi tidak serta merta digantikan dengan ajaran Islam. Karena Islam yang dibawa ke Aceh pun tidak selalu memberi warna dan penafsiran yang sama. Ada Islam yang bercorak suiistik, berorientasi fiqh, dan ada pula Islam politik yang datang membawa semangat perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.Buku ini juga menyajikan data dan analisis yang masih sangat relevan tentang praktik budaya dalam tarian, seni berpantun, pembagian tanah, hukum waris, ilmu pertanian, perbintangan, praktis mencari ikan di laut, hingga pengaturan administrasi kekuasaan politik dan agama yang mungkin masih eksis hingga saat ini.*"Ada baiknya kita tidak lupa bahwa persoalan Snouck Hurgronje bukan hanya sejarah. Snouck Hurgronje dengan segala diskursus dan kontroversinya bukan hanya masa lalu, melainkan menjadi persoalan abadi yang melingkupi dunia ilmu dan politik, menjerat hubungan ilmuwan dan penguasa. Snouck Hurgronje tetap ada di zaman kita. Dan, jika cermat dan lapang dada, kita juga akan tahu bahwa Snouck Hurgrohje selalu ada di antara kita."- Ahmad-Norma Permata
    Rp 200.000,00
  • Buku - Medan Kreativitas Memahami Dunia Gagasan
    Buku - Medan Kreativitas Memahami Dunia Gagasan

    Medan Kreativitas: Memahami Dunia Gagasan – Yasraf Amir Piliang

    , ,
    Penerbit: Cantrik Pustaka Tahun Terbit: 2019 Tebal: 356 halaman ISBN: 978-602-0708-03-4Kondisi: BaruDalam masyarakat yang didominasi oleh modus produksi kapitalisme, nasib seseorang akan selalu ditentukan oleh hukum kompetisi. Mereka yang lemah akan kalah, dan mereka yang menang akan bertindak sebagai penguasa atas yang kalah. Kekuatan yang sangat diperlukan untuk memenangkan kompetisi bebas itu adalah kreativitas. Semakin tinggi daya kreatif seseorang, semakin sering ia memunculkan kebaruan-kebaruan, maka ia akan tampil sebagai pemenang.Namun, oleh karena kapitalisme berkait-kelindan dengan liberalisme, maka kreativitas yang diperlukan dalam kompetisi itu selalu adalah kreativitas individual. Tendensi individualistik dari liberalisme mereduksi daya kreatif hanya kepada kekuatan individu.Buku ini, berbeda sama sekali dari tendensi pemahaman yang individualistik, menyajikan soal bagaimana kreativitas tumbuh tidak hanya bergantung pada kekuatan individu, tetapi juga–dan ini yang terpenting–pada apa yang disebutnya sebagai ‘pikiran kolektif’ masyarakat. Ini merupakan sebuah upaya mengangkat modus ontologis kreativitas dari medan yang individualistik ke medan kolektif-kolaboratif.
    Rp 100.000,00
  • Buku - The Letters Page

    The Letters Page Vol. 3

    , , , ,
    Penulis: Jon McGregor, Luke Kennard, Emily Lu, Kaci Laws, Pat Tompkins, Chris Arthur, Keren Pickard, John Saul, Max Porter, Claire-Louise Bennett, Mark O'Connell, Rolf Venner, Lindsay Zier-Vogel, Kate Feld Penerbit: University of Nottingham Tahun Terbit: 2018 Bahasa: Inggris Tebal: 78 halaman ISBN: 978-199-9612-44-3Kondisi: BaruDear Kindred Spirits,I wanted to write about the peeling of an orange. Sitting at the table, my daughter zoned out on Curious George, my son not yet home from school (and the fight over homework having not yet begun), I began to peel and was overcome by a delightful feeling. Carefully slicing into the top (NOT the navel side!) so as not to pierce the flesh of the orange itself, then slicing four equal sections and peeling them away while most intently trying not to 'break the seal' that result in sticky fingers, I mate it to the final and most thrilling step: driving my thumb into the centre and hearing the Velcro-like crackle as the halves are pulled apart. The smells, the memory of Mimi, who did it the exact same way, the quiet solitude of enjoying the fruit made to be eaten in the wintertime and not having to share a single bite! I discovered you The Letters Page, while eating this orange, while having an experience most unextraordinary and yet so memorable, and thought I would take the time to share.Anyone else would think me crazy for writing to them about an orange, but perhaps in you I've found someone who can still appreciate the magic in peeling citrus fruit.Sincerely, Keren Pickard
    Rp 180.000,00
  • Buku - Pirates and Emperors
    Buku - Pirates and Emperors

    Pirates and Emperors: Pelaku Terorisme Internasional yang Sesungguhnya – Noam Chomsky

    , ,
    Penerbit: Bentang Pustaka ISBN: 978-602-291-424-2Kondisi: BaruSanto Agustinus bercerita tentang seorang bajak laut yang ditangkap oleh Alexander Agung. Sang Kaisar pun mengajukan pertanyaan, “Kenapa kamu mengganggu keamanan di perairan ini?”Bajak laut yang marah membalas pertanyaan itu dengan pertanyaan serupa, “Lalu kenapa kamu justru mengganggu keamanan di seluruh dunia? Hanya karena menyerang dengan kapal kecil, saya disebut pencuri; sementara kamu, yang mengobarkan perang dengan armada laut yang hebat, disebut sebagai Kaisar.”Ilustrasi cerita Bajak Laut dan Sang Kaisar yang diangkat oleh Noam Chomsky dalam buku ini, menggambarkan secara tepat mengenai kampanye perang melawan terorisme yang digencarkan negara-negara Barat. Dengan dalih menjaga keamanan dan perdamaian, Amerika Serikat justru memimpin invasi berskala besar ke berbagai wilayah di dunia yang dianggap “mungkin punya” rencana untuk mencelakakan mereka “suatu saat nanti”.Catatan-catatan Chomsky ini menjadi bukti yang terang benderang mengenai kejahatan internasional terselubung yang telah merenggut jutaan jiwa penduduk tak bersalah di berbagai belahan bumi. Sebuah catatan yang akan membuat kita kembali merenung: siapa sesungguhnya dalang teroris yang membuat hidup kita tak tenang belakangan ini?
    Rp 79.000,00
Subscribe