Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Non-Fiksi

Filters

Showing 73-96 of 373 products

View 24/48/All

Filter by price

73-96 of 373 products

  • Buku - The Essential Willem de Kooning
    Buku - The Essential Willem de Kooning

    The Essential Willem de Kooning – Catherine Morris

    , ,
    Penerbit: Cader Books Tahun Terbit: 1999 Tebal: 112 halaman ISBN: 08-3621-93-3Kondisi: BekasHere's a series of quick, savvy, entertaining books on artists and pop culture at a popular price. It's for readers who want easy access to information and who are turned off by art-world jargon.With cutting-edge tone and text, these innovative, richly illustrated, compact books (6" x 6" gift size) are targeted at busy people who've heard of these much-discussed artists -- and who know that many people, for some reason, think these artists are important -- but honestly don't get what the big fuss is all about.Abrams produces fine illustrated books with such major art institutions as the Museum of Modern Art in New York and the Louvre.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Kamus Filsafat Nilai
    Buku - Kamus Filsafat Nilai

    Kamus Filsafat Nilai – Ali Mudhofir

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xii + 420 halaman ISBN: 978-602-19954-6-4Kondisi: BaruKamus ini secara khusus memuat penjelasan istilah nilai dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan nilai misalnya nilai kenyataan-kebenaran (nilai ilmiah dan logis), nilai kebaikan (nilai etis), nilai keindahan (estetis, seni), dan nilai kesucian (keagamaan). Di samping itu juga dikemukakan pandangan beberapa filsuf tentang nilai.*"... kamus ini penting sebagai acuan para mahasiswa, dosen dan siapa saja yang membutuhkan penjelasan singkat tentang filsafat sebagai istilah dan gagasan etika dan estetika. Istilah dalam kamus mencakup pemahaman filsafat klasik hingga kontemporer. Kamus ini meliputi gambaran umum dan padat mengenai istilah-istilah yang lazim digunakan para filsuf di dunia. Tidak melulu Barat, ada juga istilah keislaman dan terminologi filsafat Hindu serta konfusianisme."- Sri Teddy Rusdi
    Rp 130.000,00
  • Buku - Mochtar Naim
    Buku - Mochtar Naim

    Mochtar Naim: Merantau Sepanjang Masa

    , ,
    Penulis: Affan Delano, Afrinaldi, Elprisdat, Erdi Taufik, Irfani Darma Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal: xviii + 382 halaman ISBN: 978-602-9402-24-7Kondisi: BaruMochtar Naim, secara keilmuan mendalami dengan baik aneka persoalan Minangkabau dari perspektif Minangkabau sendiri. Beberapa pikirannya yang dominan, dapat dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yakni sistem Matrilin­eal, Merantau dan sistem pemerintahan terendah di Minangkabau, Nagari.Seluruh hidup Mochtar didedikasikan untuk mengkaji dan mempromosikan budayanya secara keilmuan. Dalam konteks itu, dia boleh jadi sosok yang langka sekaligus pejuang dalam sunyi. Berbekal kepakarannya atas sosiologi, ia dapat menetap di negeri orang. Namun, agaknya ia sadar betul ungkapan tua 'hujan emas di rantau orang, lebih baik hujan batu di kampung sendiri" dan Mocchtar pun kembali ke ranah Minang menapaki perjuangan kulturalnya.
    Rp 120.000,00
  • Buku - Masa Kuasa Belanda di Papua
    Buku - Masa Kuasa Belanda di Papua

    Masa Kuasa Belanda di Papua (1898-1962) – Rosmaida Sinaga

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal: xxvi + 350 halaman ISBN: 978-602-9402-39-1Kondisi: BaruBuku ini memaparkan fakta-fakta sejarah yang menjadi motivasi Belanda untuk menguasai dan melakukan pemekaran di Nederlands Nieuw Guinea (Papua) dari 1898 hingga 1962. Berbagai upaya pemekaran di NNG dilakukan Belanda dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, keamanan, ekonomi dan sumber daya manusia secara menyeluruh. Kajian ini relevan untuk melihat kebijakan pemekaran wilayah di Papua di masa kini agar mampu mengelola pemerintahan secara efektif dan efisien.
    Rp 185.000,00
  • Buku - Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa
    Buku - Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa

    Ruang Sosial Baru Perempuan Tionghoa: Sebuah Kajian Pascakolonial – Lim Sing Meij

    , ,
    Penerbit; Yayasan Penerbit Obor Indonesia Tahun Terbit: 2009 Tebal: 250 halaman ISBN: 978-979-461-727-4Kondisi: BaruPendidikan mampu membentuk identitas seseorang. Melalui jenjang pendidikan tinggi, telah lahir ruang sosial baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh perempuan Tionghoa untuk ditapakinya. Transformasi identitas perempuan Tionghoa dilakukan oleh mereka dengan cara identifikasi secara terus-menerus terhadap berbagai kesempatan dalam segala himpitan budaya patriarki dan diskriminasi legal formal.Keperempuantionghoaan yang terwujud dalam kebijakan dan peraturan yang diskriminatif di masa Orba tidak menjadikan mereka sebagai korban yang pasif dan berserah pada nasib. Keperempuantionghoaan justru diwujudkan kembali secara sosiologis melalui kemampuan pemecahan persoalan keseharian yang berkaitan dengan isu gender, budaya, agama, etnisitas, dan kolonisasi pengetahuan. Melalui pendidikan, mereka mampu menjadi non-violent survivor dalam menjawab bebagai tantangan dan rintangan.Ketionghoaan dan keindonesiaan terkandung dalam diri perempuan Tionghoa. Kedua identitas tersebut telah saling melengkapi dan tak terpisahkan satu dari yang lainnya dalam melahirkan identitas hibrid yang unik. Kedua identitas tersebut telah menyejarah dan menjadi bagian dari mosaik Indonesia yang bhineka. Terbuka terhadap berbagai perubahan telah melahirkan perempuan Tionghoa yang otentik.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Masyarakat dan Perang Asia Timur Raya
    Buku - Masyarakat dan Perang Asia Timur Raya

    Masyarakat & Perang Asia Timur Raya: Sejarah dengan Foto yang Tak Terceritakan – Aiko Kurasawa

    , , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxx + 274 halaman ISBN: 978-602-9402-61-2Kondisi: BaruApakah Anda pernah mendengar tentang Perang Asia Timur Raya? Sesungguhnya perang ini sejarahnya masih terselubung dalam kabut. Aiko Kurasawa, sejarawan ahli Indonesia, dengan bukunya ini membeberkan perang itu dalam gaya narasi populer, tetapi sangat kaya informasi. Ternyata dari segi namanya saja, perang tersebut mengandung banyak persoalan berupa klaim historis dari Amerika dan Jepang. Amerika memaksakan nama Perang Pasifik. Padahal wilayah berkecamuknya saja di Asia Tenggara. Apakah Birma, Malaya, dan Singapura yang diserang dan diduduki Jepang bisa disebut daerah Lautan Pasifik?Tetapi, istilah Perang Asia Timur Raya juga tak kurang bermasalah. Para sejarawan Jepang menggunakannya dengan niat membenarkan dan memblea diri, serta menghindari label fasis. Bangsa Jepang selalu mengingat perang dengan hati yang sedih. Namun, kesedihan itu bukan rasa menyesal tentang kekejaman orang Jepang di Asia. Melainkan selalu dikaitkan dengan penderitaan orang Jepang, seperti bom atom, serangan udara oleh Sekutu, kekurangan makanan, atau kematian keluarga di medan pertempuran.Perang Asia Timur Raya adalah persoalan yang kompleks. Bukan sekadar menggambarkan peperangan yang keras dan gaduh, tetapi sekaligus situasi yang menjadi sarana perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain. Termasuk pertukaran ilmu, budaya, sosial, bahasa, keahlian-ketrampilan, dan perkawinan antar masyarakat wilayah Asia Tenggara. Bahkan warisannya dalam perpolitikan di Indonesia pascakemerdekaan terkait dengan dana pampasan perang. Juga dalam politik kontemporer Jepang yang berimplikasi pada pelupaan sejarah hitam Jepang, dan keengganan meminta maaf sampai kini.
    Rp 125.000,00
  • Buku - Melintasi Dua Jaman
    Buku - Melintasi Dua Jaman

    Melintasi Dua Jaman: Kenangan tentang Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan – Elien Utrecht

    , , ,
    Pengantar: Galuh Wandita Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2006 Tebal: xv + 290 halaman ISBN: 979-3731-06-0Kondisi: BariKisah seorang anak jaman yang dibentuk dan membentuk konteks sejarah kolonial Hindia-Belanda, pendudukan Jepang, dan masa pascakemerdekaan di Indonesia. Dia selalu dipandang lain karena darahnya ‘tidak murni’. Kenangan masa kecilnya dipenuhi apresiasi terhadap keindahan alam Indonesia. Namun, menjelang remaja, dia mulai bertanya tentang ketidakadilan dan pola hubungan antar ras. Dia menjadi saksi atas harapan dan kegagalan revolusi. Dia juga menjadi pertemuan dua bangsa. Lahir dari darah dua bangsa, tetapi dikelompokkan sebagai masyarakat bangsa kolonial.*“Elien Utrecht melukiskan jalan hidupnya dengan tekanan utama pada periode Indonesia yang baru merdeka. Ia menulis dengan cara yang sangat terkendali dan berimbang, sebagai seorang pengamat yang cerdas, dan tidak berpikir hitam-putih. Dalam genre kenang-kenangan tentang Hindia, buku ini tergolong bermutu, juga karena menangkap kehidupan di masa pemerintahan Soekarno yang jarang dilukiskan, serta menampilkan potret Ernst Utrecht secara memikat.”- Dr. Harry A. PoezeKenangan hidup Elien Urtech adalah sebuah kado yang tak ternilai bagi generasi sekarang. Sebuah cerita bagaimana seorang perempuan Indonesia, membuat pilihan-pilihan yang sulit dalam masa-masa yang sulit, menganyam kehidupan berkeluarga sebagai seorang ibu dan istri, berinteraksi dengan perkembangan dan pergolakan politik di sekitarnya, mencoba mengatasi dalam tindakan kesehariannya kecurigaan antar ras dan agama, jurang pemisah antara miskin dan kaya. Tantangan-tantangan yang dihadapi Elien di masa lalu masih relevan pada saat sekarang.”- Galuh Wandita
    Rp 40.000,00
  • Buku - Ibuisme Negara
    Buku - Ibuisme Negara

    Ibuisme Negara & State Ibuism (Dwibahasa) – Julia Suryakusuma

    , ,
    Pengantar: Robert Cribb dan David Reeve Penerbit:Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2011 Tebal: xxx+162 halaman Bahasa: Indonesia dan Inggris ISBN: 979-3731-65-6Kondisi: BaruSepanjang sejarah, negara lazim memanipulasi secara bergantian paham perempuan sebagai isteri atau ibu, atau keduanya, sesuai dengan “kebutuhan” negara atau bangsa. Di negara Orde Baru Indonesia, nampaknya pemerintah menemukan bahwa cara yang paling baik untuk membendung dan memanipulasi kekuatan kaum perempuan, baik secara sosial, politik dan ekonomi, adalah dengan mendefinisikan mereka dalam kategori utama sebagai “isteri”.Julia Suryakusuma menganalisis bagaimana konstruksi sosial keperempuanan Indonesia sebagai ideologi jender negara merupakan manipulasi unsur-unsur “pengibu-rumahtanggaan” dan “ibuisme” dalam konteks pembangunan ekonomi kapitalis yang dipimpin negara.
    Rp 90.000,00
  • Buku - Nasionalisme, Laut, dan Sejarah
    Buku - Nasionalisme, Laut, dan Sejarah

    Nasionalisme, Laut, dan Sejarah – Susanto Zuhdi

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: 600 halaman ISBN: 978-602-9402-57-5Kondisi: BaruBuku ini mencoba mengingatkan pembaca kembali tentang "ikrar bertanah air satu--tanah air Indonesia". Penting untuk mengulas secara mendalam peran unsur 'air' dari 'tanah air' dalam mengintegrasikan negara kepulauan terbesar di dunia tersebut.Susanto Zuhdi sebagai ahli sejarah maritim membahas tentang unsur laut yang kerap dilupakan: selat teluk, juga aliran sungai yang dapat digali dalam tema kajian dan historiografi. Ia menjelaskan bahwa "Nasionalisme, Laut, dan Sejarah" bagi bangsa Indonesia adalah suatu keniscayaan historis.Bahasan dalam buku ini bersifat multidimenasi karena membahas akar-akar nasionalisme Indonesia sebagai bangsa yang menyejarah, dalam talian perjuangan untuk melepaskan diri dari belenggu kolonialisme asing. Ada pula persoalan pascakemerdekaan seperi HAM dan pendidikan karakter bangsa.
    Rp 180.000,00
  • Buku - Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan
    Buku - Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan

    Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan: Dari Hindia Belanda sampai Orde Baru – Andrew Goss

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2014 Tebal: xvi+348 halaman ISBN: 978-602-9402-32-2Kondisi: BaruKepulauan Nusantara adalah surga untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Para ilmuwan dari seluruh dunia pernah membuat penemuan penting di sana. Namun, mengapa nama-nama ilmuwan Indonesia itu sendiri hampir tidak pernah muncul dalam catatan sejarah ilmu pengetahuan? Dalam buku ini Andrew Goss menganalisis zaman ke zaman kehidupan profesional para naturalis dan ahli biologi di Indonesia untuk menunjukkan apa yang terjadi pada ilmu pengetahuan ketika negara menjadi satu-satunya patron terhebat.Melalui sokongan dana untuk membayar penelitian, para ilmuwan di Indonesia mengikuti agenda negara yang terutama dipusatkan untuk mengeksploitasi sumber daya alamnya yang paling berharga--terutama tanaman pangan ekspor: kina, gula, kopi, teh, karet, dan nila. Hasilnya adalah satu kelas birokrat botani, yang Goss juluki sebagai 'floracrats'. Dengan menggunakan arsip-arsip dan sejarah lisan, Goss menunjukkan bagaimana para ilmuwan ini berusaha mewujudkan cita-cita Aufklarung alias Pencerahan dari ilmu pengetahuan yang objektif, universal, dan berguna, bahkan ketika mereka mengkhianati cita-cita tersebut karena gagal membagi pengetahuan sains kepada masyarakat umum. Dalam setiap bab, Goss memerinci fase kekuatan dan karakter ilmuwan di Indonesia yang telah berjuang dengan dilema ini, sejak awal era kolonial, melewati kemerdekaan, hingga negara Indonesia modern. Goss menunjukkan betapa kemerdekaan hanya berpengaruh terbatas bagi komunitas ilmuwan, tidak peduli betapa idealisnya, ilmuwan tetap berpatron pada negara.Memang benar bahwa ilmu pengetahuan adalah alat negara, tetapi negara telah membatasi proses penyerapan ilmu pengetahuan, dan akhirnya gagal untuk memimpin masyarakat, tak mampu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan negara. Ilmu pengetahuan masih menjadi urusan bagi segelintir kaum elite yang memang memiliki minat dan bakat.
    Rp 150.000,00
  • Buku - Balance
    Buku - Balance

    Balance – Melly Goeslaw

    , , , ,
    Pengantar: Rahayu Supanggah Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2012 Tebal: 122 halaman ISBN: 978-602-9402-11-7Kondisi: BaruMelalui buku ini, Melly Goeslaw memperlihatkan sejumlah kondisi nyata dalam industri musik Indonesia saat ini, yang sayangnya lebih terasa mengenaskan daripada menggembirakan. Euforia terhadap jenis musik tertentu yang sedang populer menjadikan banyak pihak memilih untuk mengekor demi mencicipi popularitas tersebut alih-alih menggali kreativitas dan menyodorkan hal baru. Tekanan dari tren ring back tone (RBT) menjadikan sebuah lagu diciptakan secara instan tanpa melalui proses rancang-bangun dan aransemen. Hubungan antara penyanyi dan komposer tidak lagi didasarkan pada perjodohan hati, melainkan laku atau tidak lakunya lagu yang diciptakan sang komposer. Bahkan fans diciptakan melalui jejaring sosial sehingga kesetiaan penggemar cenderung bersifat musiman.*"Melly bicara tentang 'seni'. Tidak sekedar sebagai 'entitas estetika', tetapi sebagai 'wacana'. Dalam konteks sosial, baginya 'seni' berkaitan dengan komposer, penyanyi, publisher, dan fans. Sebagai makhluk sosial, 'seniman' yang genuine baginya adalah yang hidup berlandaskan kejujuran, bukan ketenaran sesaat. Sebagai komposer dan penyanyi sekaligus, Melly jelas tidak berbicara tentang seni musik semata, tetapi tentang hakikat 'seni' dan “seniman” secara umum. Di sinilah letak nilai karya tulisnya."– Prof. Dr. Benny H. Hoed
    Rp 50.000,00
  • Buku - Beyond Belief
    Buku - Beyond Belief

    Beyond Belief – V. S. Naipaul

    , ,
    Judul Lengkap: Beyond Belief: Islamic Excursions Among the Converted Peoples Penerbit: Abacus Tahun Terbit: 1999 Tebal: 448 halaman Bahasa: Inggris ISBN: 978-034-9110-10-3Kondisi: BekasJourneying into the non-Arab Islamic countries of Indonesia, Iran, Pakistan, and Malaysia, Naipaul wonders about how these young nations are absorbing a resurgent Islam into their ancient societies and where it might lead them. His exploration is at the grassroots level, through the people living and breathing Islam today. Naipaul illustrates his points with vignettes about characters he meets, by both happenstance and calculation, along the way. We learn about their histories, their families' histories, their motivations, and their dreams. The mosaic that materializes is not always appealing, for Naipaul is a sensitive but disinterested observer, more a watcher than a champion. Islam, we learn, is a font of hope for the converted peoples, sweet when taken in gulps but often bearing an acrid aftertaste. It buries traditional cultures under promising new foundations, indirectly encourages broken families through polygamy, and turns only tentatively to face the issues of modernity.
    Rp 95.000,00
  • Buku - An Area of Darkness
    Buku - An Area of Darkness

    An Area of Darkness: His Discovery of India – V. S. Naipaul

    , , ,
    Penerbit: Picador Bahasa: Inggris ISBN: 978-033-0487-16-0Kondisi: BekasAn Area of Darkness is V. S. Naipaul's semi-autobiographical account - at once painful and hilarious, always concerned - of his first visit to India, the land of his forebears. He was twenty-nine years old; he stayed for a year. From the moment of his inauspicious arrival in Prohibition-dry Bombay, bearing whisky and cheap brandy, he began to experience a sense of cultural estrangement from the subcontinent. It became for him a land of myths, an area of darkness closing up behind him as he travelled ...
    Rp 65.000,00
  • Buku - Politik Ideologi dan Sastra Hibrida
    Buku - Politik Ideologi dan Sastra Hibrida

    Politik Ideologi dan Sastra Hibrida – Sapardi Djoko Damono

    , ,
    Penerbit: Pustaka Firdaus Tahun Terbit: 1999 Tebal: 236 halaman ISBN: 979-541-108-XKondisi: Bekas"SARA dengan demikian merupakan penghalang resmi perkembangan sastra; ia merupakan alasan yang bisa diterima setiap pihak dalam masyarakat untuk menghambat sastra. Justru karena kita telah sekata untuk mempergunakan bahasa Indonesia, yang berarti kita harus berbagi masalah suku, agama, ras, dan adat-istiadat masing-masing dengan kelompok lain dalam masyarakat, kebebasan itu menjadi sangat terbatas."Berbeda dengan keadaan sebelum kemerdekaan, kini sulit dibayangkan seorang sastrawan peranakan Tionghoa menulis novel mngenai masalah-masalah yang hidup di lingkungan rasnya dalam kaitannya dengan pribumi; tidak mungkin ia dengan bebas menyuarakan apa yang dirasakannya dalam karya sastra yang luas dibaca di negeri ini."Sulit juga dibayangkan munculnya sikap dan penilaian suatu kelompok terhadap kelompok lain. Seorang sastrawan Kristen, misalnya, juga akan mengalami kesulitan yang sama jika ia merasa perlu mengungkapkan segala pengalamannya berkaitan dengan pergaulannya dengan orang Islam. Begitu pula sebaliknya."Dan sastrawan Batak akan harus bersikap sangat hati-hati seandainya ia berniat mengungkapkan kejengkelan kelompok etnisnya terhadap adat-istiadat Jawa. Dan keterbatasan ini akan menjadi tekanan jika pemerintah terlalu banyak campur tangan; namun sebenarnya yang lebih sering menjadi juru sensor yang sangat kejam adalah masyarakat sendiri. Ini terbukti dari berbagai kasus pelarangan yang pernah terjadi."- Sapardi Djoko Damono, Beberapa Masalah dalam Perkembangan Sastra Indonesia Modern
    Rp 75.000,00
  • Buku - Cina Khek
    Buku - Cina Khek

    Cina Khek di Singkawang – Hari Poerwanto

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal : xxxii + 444 halaman ISBN: 978-602-9402-43-8Kondisi: BaruMengapa orang Cina masih sulit diterima sepenuhnya di Indonesia? Mengapa orang Cina secara khusus mesti membuktikan loyalitas dirinya, baik secara politis maupun ekonomi terhadap negara Indonesia, kendati mereka telah berstatus warga negara Indonesia?Buku ini memberi gambaran mengenai masyarakat Cina Khek di Singkawang, sekaligus berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
    Rp 140.000,00
  • Buku - Presiden Prawiranegara
    Buku - Presiden Prawiranegara

    Presiden Prawiranegara: Kisah 207 Hari Syarifuddin Prawiranegara Memimpin Indonesia – Akmal Nasery Basral

    , , ,
    Penerbit: Mizan Pustaka Tahun Terbit: 2011 Tebal: 370 halaman ISBN: 978-979-4336-13-7Kondisi: Bekas"Zus Lily, saya pinjam suamimu sebentar," ujar Hatta sopan. "Ada tugas yang harus beliau lakukan sebagai Menteri Kemakmuran. Saya janji hanya beberapa hari saja."*19 Desember 1948. Agresi Militer II Belanda terhadap Ibu Kota Yogyakarta menyebabkan Presiden Sukarno ditangkap. Wakil Presiden Mohammad Hatta yang cemas dengan kondisi itu segera mengirimkan telegram kepada Menteri Kemakmuran RI, Syafrudin Prawiranegara, yang sedang berada di Bukittinggi untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)Ternyata benar, tak lama kemudian Hatta pun ditangkap Belanda, Sukarno-Hatta diasingkan ke Bangka. Pemerintahan resmi lumpuh. Di sebuah dangau kecil yang belakangan dikenal sebagai "Dangau Yaya", Syafruddin mengumumkan berdirinya PDRI, pada Rabu 22 Desember 1948.Dari sudut pandang seorang pemuda pengikutnya, Kamil Koto, mengalirlah kisah Presiden Syafruddin Prawiranegara, yang selama 207 hari melanjutkan kemudi kapal besar bernama Indonesia yang sedang oleng, dan nyaris karam. Sebuah perjuangan yang mungkin terlupakan, tetapi sangat krusial dalam memastikan keberlangsungan Indonesia.
    Rp 48.000,00
  • Buku - Lima Serpihan Moral
    Buku - Lima Serpihan Moral

    Lima Serpihan Moral – Umberto Eco

    , , ,
    Penerjemah: Eka Kurniawan & Elpiwin Aldela Penerbit: Octopus Tahun Terbit: 2016 Tebal: 156 halaman ISBN: 978-6027-2743-9-6Kondisi: BaruBuku ini adalah kumpulan esei Umberto Eco yang mencakup lima topik penting dalam kebudayaan. Ia menulis tentang perang, pers, fasisme, dan situasi menjelang pergantian milenium.Etik adalah hal penting bagi Eco. Pengalaman masa mudanya yang lekat dengan kehidupan di bawah kekuasaan fasis Mussolini semakin mengukuhkan telaahnya atas etik. Menurutnya, repetisi kekejaman tidak pernah berujung walau zaman terus berganti.
    Rp 65.000,00
  • Buku - From Beirut to Jerusalem
    Buku - From Beirut to Jerusalem

    From Beirut to Jerusalem – Thomas Friedman

    , ,
    Penerbit: HarperCollins Tahun Terbit: 1998 (Pertama kali diterbitkan pada 1989) Tebal: 571 halaman Bahasa: Inggris ISBN: 0-00-653070-2Kondisi: BekasIn this text, Friedman reaches deep into the traumatic and complex recent history of the conflicts in the Middle East. For this edition, Friedman has added a further two chapters that bring the book up to 1995 and the unfolding and stalling of the Middle Eastern peace process.
    Rp 55.000,00
  • Buku Reggae
    Buku Reggae

    Reggae: Musik, Spiritual, dan Perlawanan – Jube’

    , , ,
    Penerbit: 02 ISBN: 978-979-1734-32-1Kondisi: Baru"Reggae adalah rebel musik! Sosok Bob Marley melalui musik reggae telah mewariskan sikap perlawanan terhadap segala bentuk penindasan."- Mas Anis"Lebih baik mendengar dan memainkan reggae daripada mendengarkan orasi politikus. Reggae mempunyai pengaruh dalam hidupku dan bermusikku."- Heru, Shaggy Dog"Tidak semua pemusik bisa memainkan reggae. Reggae adalah soul! Butuh penghayatan khusus, dan merupakan pekerjaan jiwa."- Yanto Merapu
    Rp 25.000,00
  • Buku - Flip Da Skrip
    Buku - Flip Da Skrip

    Flip da Skrip: Kumpulan Catatan Rap Nerd Selama Satu Dekade – Herry Sutresna

    , , ,
    Penerbit: Elevation Books Tahun Terbit: 2018Kondisi: BaruSejak awal 1990-an, telah begitu banyak karya musik bercorak hip hop dihasilkan oleh artis-artis Indonesia. Pelaku, pengamat dan penggemar juga telah begitu ramai memperbincangkannya di internet, media sosial dan ruang-ruang diskusi. Sudah begitu banyak korporasi, tim bola basket, dan agen periklanan yang mendapatkan begitu banyak uang dari imaji-imaji tentang hip hop dan rap. Dan dalam kasus Homicide, sudah begitu banyak anak-anak muda yang terpantik semangat insureksinya. Yang belum pernah ada adalah sebuah catatan menyeluruh tentang genre musik yang juga sekaligus merupakan kultur unik yang sulit dipungkiri datang dari tempat yang asing, tempat yang spesifik dan rentang waktu yang tidak akan terulang lagi.Yang dilakukan Herry Sutresna di sini adalah mencatat, menata ulang, dan menginterpretasi hip hop dari suatu masa dan satu tempat (Pantai Barat dan Pantai Timur Amerika Serikat) dan memberi konteks atas kehadirannya di dalam konteks besar epos hip hop. Di buku ini hip hop baru adalah kelanjutan dari yang lama, bahwa Afrika Bambataa tetap ada di musik Tyler The Creator dan Kendrick. Sejarah adalah hari ini. Hip hop is not dead, it just smells funny.
    Rp 120.000,00
  • Buku - Two Japanese Novelists
    Buku - Two Japanese Novelists

    Two Japanese Novelists: Soseki & Toson – Edwin McClellan

    , ,
    Penerbit: Tuttle Publishing Tahun Terbit: 2004 Tebal: 180 halaman ISBN: 978-080-4833-40-0Kondisi: BekasThe modern Japanese novel has a very short history, reaching its maturity only in the first decade of the twentieth century. It came into being--as so much else in modern Japan--as a result of Western influence. Natsume Soseki (1867-1916) and Shimazaki Toson (1872-1943) were two outstanding Japanese writers of this formative period. Through them, among other contemporaries, the realistic novel came to be established as a major literary form in Japan. Both novelists were men of originality, yet both retained their Japanese identity throughout their writing careers while inheriting very little from their native writing tradition. They wrote not as imitators of Western models but as modern Japanese who found the realistic novel the best means of expressing themselves.Soseki was the more imaginative storyteller of the two, bringing to the Japanese novel a hitherto unknown daring. Toson contributed just as much Moe than any other writer of his time, he was a nature-loving essayist who gave prominence to the "naturalist" school of writers. Edwin McClellan's essays on these two pioneering fiction writers are unique contributions to our understanding of the development of the modern Japanese novel.
    Rp 65.000,00
  • Buku Heavy Metal Parents
    Buku Heavy Metal Parents

    Heavy Metal Parents: Identitas Kultural Metalhead Indonesia 1980-an

    , ,
    Penulis: Yuka Dian Narendra Mangoenkoesoemo dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo Penerbit: Octopus Tebal: 260 halaman ISBN: 978-602-7274-39-6Kondisi: BaruKetika popularitas heavy metal menanjak di kancah budaya populer dunia pada era 1980-an, kaum muda di Indonesia mengonsumsi musik ini sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap nilai-nilai sosial, politik, dan budaya Orde Baru. Mereka pula yang pada masa selanjutnya bangkit dan menunjukkan karakteristik jati diri yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, termasuk mendorong Reformasi 1998.Ketika generasi metalhead 1980-an sekarang memasuki usia paruh baya, apakah pemaknaan mereka terhadap konsumsi musik heavy metal mengalami perubahan seiring dengan perkembangan waktu dan pertambahan usia? Apakah pemaknaan mereka ikut berubah ketika dunia tak lagi perlu dilawan dengan kepalan tinju, ideologi tidak selalu disikapi secara garang, estetika teriakan dan raungan distorsi gitar bersahutan dengan rengekan manja anak dan segala urusan keluarga, dan rambut yang dulu gondrong kini cepak dan diwarnai uban keperakan? Seperti apakah pola pengasuhan anak yang dikembangkan dan dipraktikkan dalam keseharian oleh “orang tua metal”? Bagaimana identitas masa muda sebagai “anak metal” beradaptasi dengan tugas perkembangan yang kini beralih pada merawat generasi berikut?Inilah buku yang menguak kisah tentang generasi metalhead 1980-an dalam memaknai konsumsi mereka terhadap metal dan konstruksi identitas kultural mereka. Buku ini merupakan kontribusi yang penting bagi pengembangan pemikiran tentang budaya populer Indonesia dan dinamikanya, khususnya untuk subkultur heavy metal yang selama ini belum banyak dibahas di ranah arus utama (mainstream).
    Rp 70.000,00
  • Buku Analisa Sorotan Atas Cerita Pendek
    Buku Analisa Sorotan Atas Cerita Pendek

    Analisa: Sorotan Atas Cerita Pendek – H.B. Jassin

    , ,
    Penerbit: Gunung Agung Tahun Terbit: 1986 Tebal: 184 halamanKondisi: BekasPertengahan tahun 1953, bulan Juli, diterbitkan majalah Kisah yang didirikan oleh Sudjati S.A. dengan redaksinya Muhammad Balfas, Idrus dan H.B Jassin. Majalah yang khusus memuat cerita pendek ini meskipun hanya dapat bertahan sampai Maret 1957, telah mendapat tempat terhormat dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern, seperti juga Pujangga Baru, Panca Raja, Arena Seniman, Zenith dan Seni.Sebagai salah seorang anggota redaksi saya mendapat kesempatan melihat dari dalam pertumbuhan majalah itu dan perkembangan kualitas cerita-cerita yang dimuat di dalamnya. Sorotan-sorotan yang terkumpul dalam buku ini ialah sebagian dari pembicaraan-pembicaraan saya di samping pembicaraan-pembicaraan Balfas dan Idrus. Saya kumpulkan atas anjuran beberapa kawan, mengingat sukarnya didapat kembali majalah Kisah dan perlunya para pengarang mendapat sekadar pegangan mengenai karang-mengarang. Pada tempatnya saya di sini mengucapkan terima kasih pada saudara Sudjati S.A. yang telah mengizinkan mengutip karangan-karangan ini dari majalah Kisah dan para pengarang yang telah merelakan karangannya dijadikan bahan analisa.Cerita-cerita yang saya sertakan sebaai bahan perbandingan, hendaknya dibaca lebih dulu sebelum membaca sorotan atasnya. Maksud saya ialah menunjukkan di mana letak kualitas suatu karangan diukur menurut isinya, bahasanya, gayanya komposisinya dan lain sebagainya, supaya terlatih daya kritis pembaca dan para pengarang mengelakkan kekurangn-kekurangan yang mungkin dengan sadar dilakukannya, mempertajam cita-rasanya dalam mengarang.
    Rp 58.000,00
  • Buku - Merasa Pintar Bodoh Saja Tidak Punya
    Buku - Merasa Pintar Bodoh Saja Tidak Punya

    Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya: Kisah Sufi dari Madura – Rusdi Mathari

    , ,
    Penerbit: Buku Mojok Tahun Terbit: 2018 Tebal: 226 halaman ISBN: 978-602-1318-40-9Kondisi: BaruSerial Cak Dlahom mulanya dimuat di situs mojok.co selama ramadan 2015 dan 2016. Telah dibaca lebih dari enam ratus ribu kali, kini sufi ala Madura ini hadir lewat buku untuk mengajak kita merenungkan kesombongan kita yang acap merasa lebih pintar.Buku ini menceritakan tentang kehidupan di suatu kampung bersama dengan penduduknya yang memiliki karakter yang beraneka ragam. Ada Mat Piti yang suka membantu tetangganya, Ada juga Cak Dlahom yang dianggap kurang waras sama orang dikampungnya, Ada juga Romlah putrinya Mat Piti yang menjadi kembang di desanya, Ada juga Pak Lurah dan lainnya.*"Meskipun bukan seorang ustaz, ulama, atau pendakwah, melalui buku ini Rusdi menunjukkan kualitas dan kecerdasannya dalam mengajarkan agama. Sebagai seorang jurnalis, Rusdi lebih mampu menunjukan kemampuan menyiarkan agama daripada beberapa orang yang mengaku sebagai pendakwah. Melalui karya ini kita bisa mengenal Rusdi nan berwawasan agama luas ketimbang pendakwah-pendakwah yang sering berkutat dengan kontroversi."Membandingkan karya Rusdi ini dengan pendakwah-pendakwah memang bukan sesuatu yang seimbang. Karena yang dilakukan Rusdi adalah menulis cerita dan kemudian dibukukan. Sedangkan yang dilakukan oleh para pendakwah adalah menyiarkan agama di depan orang banyak. Tapi kiranya dari kisah-kisah di buku ini bisa diambil pelajaran untuk kita semua.- Dandy Try Yacoby, LPM Kemerdekaan
    Rp 60.000,00
Subscribe