Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Non-Fiksi

Filters

Showing 337-360 of 391 products

View 24/48/All

Filter by price

337-360 of 391 products

  • Buku-Mustikarasa2
    Buku-Mustikarasa2

    Mustikarasa – Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

    , , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-9402-69-8 Penerbit: Komunitas Bambu Kelompok: Resep Masakan Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxxiv + 1208 hlm Jilid: Hard Cover Berat: 1.5 kg Pengantar: JJ Rizal Jenis Kertas: Bookpaper Mustikarasa merupakan kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia warisan Presiden Sukarno. Sebab buku ini lahir atas gagasan Proklamator Republik Indonesia yang pencinta makanan dan merasa bahwa makanan adalah persoalan penting. Tak ayal makanan pun menjadi bagian dari derap politik revolusi yang didengungkan Sukarno sejak akhir 1950-an. Sukarno sebagai presiden memerintahkan mengumpulkan resep masakan Indonesia selengkap-lengkapnya. Bukan saja untuk mendokumentasikan dan menyelamatkan kekayaan warisan makanan minuman Indonesia yang beragam serta kaya pengaruh hasil silang budaya dalam sejarahnya yang panjang bertemu aneka bangsa, tetapi juga sebagai upaya memberi basis bagi politik pemertahanan pangan.
    Rp 400.000,00
  • Buku-SejarahEstetika
    Buku-SejarahEstetika

    Sejarah Estetika – Martin Suryajaya

    , , ,
    Kondisi: Baru Format: Hard Cover Penerbit: Gang Kabel, Indie Book Corner Tahun Terbit: 2016 Tebal halaman: 944Dalam buku setebal nyaris 1000 halaman ini, diuraikan sejarah estetika sebagai filsafat kesenian sejak masa prasejarah hingga abad ke-21. Dipenuhi dengan penelusuran ke sumber-sumber primer, buku ini membekali pembaca dengan piranti konseptual yang berguna dalam kritik seni dan sastra, kurasi maupun praktik berkesenian itu sendiri.***Apa yang kita bayangkan jika mendengar kata “estetika” di masa kini? Klinik kecantikan—bagi kaum perempuan khususnya—dengan fasad kaca bening dihiasi citra raut cantik yang tampak bling-bling? Pemerintah Orde Lama dimasa lalu sering disebut berbakat “estetik” karena lebih mementingkan bentuk ketimbang isi, dan dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang dandy.Buku ini membentang-luaskan sejarah pemikiran dan perdebatan tentang wacana yang kita sebut “estetika”. Inilah warisan dari abad ke-18 yang mengadopsi kata dalam bahasa Yunani, “aesthêsis” yang berarti pencerapan inderawi. Melalui wacana estetika, seni dikaji sebagai gugus estetik (aesthetic entities), dan segera dibedakan dengan entitas nalar atau pikiran rasional (noetic entities). Kaitan estetika dengan “yang indah” kiranya bermula dari kajian mengenai hal-ihwal yang kita persepsi, apakah berkenaan dengan “sikap estetik” atau “obyek estetik”. Keyakinan pada masa pencerahan bahwa di dalam diri kita ada semacam kemampuan untuk menghayati cita-rasa (disebut “Faculty of Taste”), mendorong munculnya pembedaan antara apa yang dianggap indah dan tidak indah. Pengalaman estetik—berhubungan dengan “sikap estetik” dan “obyek estetik”—merangsang masalah baru ketika muncul anggapan bahwa ada orang yang memiliki cita-rasa lebih canggih ketika berhadapan dengan ekspresi seni dibandingkan yang lain, yang “selera”nya dianggap belum cukup berkembang.Sebagai studi tentang gejala yang disebut “yang indah”, kajian estetika sebenarnya tidak terbatas pada lingkup seni, karena keindahan tidak hanya melekat pada fenomena artistik, tapi juga alam.Inilah jalur estetika sebagai perkembangan dari tradisi filsafat keindahan. Ketika studi estetika kelak dimaknai sebagai filsafat seni, muncul anggapan bahwa semua yang dianggap seni mestinya memiliki bobot estetik. Tapi kemudian perkembangan seni justru menunjukkan, bahwa menjadi estetis bukanlah syarat yang diperlukan oleh seni. Dalam arti itulah “filsafat seni” berpisah dengan estetika yang berkutat dengan ihwal persepi serta ideal-ideal keindahan.Buku “Sejarah Estetika” karya Martin Suryajaya ini justru memaparkan, bahwa gejala yang belakangan kita kaitkan dengan istilah “estetika” sejak abad ke-18 sesungguhnya bisa saja dilacak sampai jauh ke belakang. Ketika manusia mulai menggunakan alat-alatnya yang paling bersahaja untuk bertahan hidup, pada saat itulah lahir suatu bentuk – sesuai dengan kegunaan praktisnya—yang bias dipersepsi secara “estetis”. Martin dengan telaten menyusuri gejala “bentuk” keindahan sejak masa purba: kapak batu dari zaman “teknologi Oldowan” yang ditemukan di Ngarai Olduvai, daratan Afrika, berasal dari zaman Paleolitik Rendah (sekitar 2,6 juta tahun SM). Bentuk benda ini sudah diasah dan ujungnya menunjukkan kepekaan pada “estetika” yang kekal, apa lagi kalau bukan rupa-kesetangkupan” (simetri). (Teknologi) kapak batulah yang dipersepsi Martin melahirkan karya seni pertama di dalam perjalanan peradaban manusia. Itulah pula rupa “yang indah” yang tetap berhubungan dengan rasa-merasa estetis kita di masa kini. Jika di dalam sejarah seni (rupa), ahli sejarah seni menempatkan “tangan yang melambai” di dinding batu sebagai karya seni pertama, itu adalah bias sensibilitas modern yang terlanjur membikin “distingsi dari abad ke-19 antara apa yang kita sebut sebagai “seni murni” (fine art) dan “seni terapan” (applied art).Dengan buku ini, Martin keluar dari kebiasaan orang membahas estetika, yang umumnya membuat semacam garis besar, misalnya dari masa Yunani klasik atau masa modern sebagai jalan pintas untuk memasuki wacana estetika.Untuk memahami hubungan yang lebih rumit antara estetika dan perkembangan berbagai cabang seni, maka bagi Martin, estetika tidak lagi dianggap cukup untuk dipahami sebagai jalur dalam “filsafat keindahan”, melainkan sebagai “filsafat kesenian”. Alih­-alih mengatakan bahwa filsafat seni berpisah dari kajian mengenai estetika, Martin justru mempertahankan istilah dan keluasan kajian “estetika” (refleksi tentang nilai estetis, pengalaman estetis, seni yang non atau kontra-estetis, hubungan seni dan masyarakat, dan seterusnya) sebagai “filsafat kesenian”. Di situlah letak sumbangan estetika bagi perkembangan seni, yakni “sumbangan teoritisnya yang berguna dalam perumusan kritik seni yang memadai”.Tentunya kita berharap bahwa dengan penerbitan buku ini, mereka yang terlibat di dunia seni lebih memahami kompleksitas perkembangan seni dan kait-kelindannya dengan wacana estetika. Para seniman tidak sekadar ge-er membayang-bayangkan seni yang manapun lahir mendahului refleksi teoritis, istilah “keindahan” atau “anti keindahan” digunakan sebatas jargon tanpa mengenali argumen-argumen yang kaya yang menjelujur jauh di belakang perdebatan itu. Mestinya sudah sejak lama buku semacam ini hadir di dalam khazanah pustaka seni kita.Energi dan ketekunan studi Martin Suryajaya untuk mendedahkan jelujur perdebatan di dalam sejarah estetika dan pemikiran seni sungguh menantang. Tanpa bermaksud membangun sebuah system pemikiran tentang estetika, dia yakin bahwa “kerja membangun sistem baru dapat dilakukan setelah survey sejarah pemikiran dituntaskan”. Dengan kata lain, buku ini mengisi lubang besar paparan sejarah mengenai estetika dalam khasanah bacaan seni kita di Indonesia yang selama dibiarkan menganga lebar, lubang yang membuat berbagai perdebatan seni sering kejeblos tanpa arah dan rujukan memadai.
    Rp 275.000,00
  • Buku-AkuMepsBeps
    Buku-AkuMepsBeps

    Aku, Meps, dan Beps – Soca Sobhita & Reda Gaudiamo

    , ,
    Buku yang berisikan catatan sehari-hari, hasil kolaborasi Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo====“Aku panggil emakku Meps dan bapakku Beps. Kenapa? Hihihi, aku nggak tahu. Tahu-tahu aku sudah panggil mereka begitu. Meps rambutnya pendek banget. Kata Beps, setiap minggu Meps mesti cukur. Kalau tidak, kesaktiannya hilang. Apa kesaktian Meps? Nanti aku ceritakan!”
    Rp 55.000,00
  • Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik
    Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik

    Petani, Priayi, dan Mitos Politik (Esai-esai Sejarah) – Dr. Kuntowijoyo

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Matabangsa ISBN: 978-979-9471-25-3Dengan memahami sejarah, kita menjadi memiliki alternatif untuk memahami gejala aktual, sekaligus alternatif untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual.Apa yang ditulis Dr. Kuntowijoyo dalam buku ini –mengenai radikalisasi petani di dekade 1960-an, dunia priayi di awal abad kedua puluh, dan mistisisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah pantai utara Jawa, dll. –mengandung kekuatan seperti itu.
    Rp 85.000,00
  • buku-sastraritual
    buku-sastraritual

    Sastra Ritual: Wawacan Batara Kala, Wawacan Sulanjana

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2016 Tebal: 104 halaman ISBN: 978-979-419-442-3Kondisi: BaruBeberapa upaya penyelamatan karya sastra lama — baik lisan maupun tulisan — terutama yang masih tersebar di masyarakat, di antaranya melalui inventarisasi, penelitian, dan pengkajian; serta hasilnya dapat dimanfaatkan dalam kehidupan masa kini. Wawacan Batara Kala (WBK) dan Wawacan Sulanjana (WS) karya sastra lama yang pada zaman dahulu dikenal dalam kehidupan masyarakat Sunda.Karya sastra yang pada awalnya berupa sastra lisan ini memiliki fungsi khusus untuk ritual dalam kehidupan masyarakat Sunda. WBK berfungsi sebagai sarana upacara ngaruat (penolak malapetaka) dan WS sebagai sarana upacara pemuliaan (penanaman) padi. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama yang dianut masyarakat Sunda, fungsi serta peran WBK dan WS semakin pudar dan nyaris punah; tentu suatu saat akan punah tak berbekas karena kedua ritual tersebut sudah tidak dilakukan lagi.Teks WBK dan WS yang berbahasa Sunda itu, dapat dijadikan bahan penyusunan kamus bahasa Sunda dan penelitian perkembangan bahasa Sunda. Adapun keritualan WBK dan WS, baik yang tersirat maupun yang tersurat dapat dijadikan bahan penelitian tentang adat-istiadat, kepercayaan, dan nilai sosial budaya masyarakat Sunda masa lalu.
    Rp 36.000,00
  • buku-perempuanjawa
    buku-perempuanjawa

    Perempuan Jawa – Titi Surti Nastiti

    , ,
    Kondisi: Baru Tahun terbit : 2016 Ukuran : 14,5 x 21 cm Halaman : 448 hlm Berat : 630gr Penerbit: Pustaka JayaBuku ini merupakan rekonstruksi tentang kedudukan dan peranan perempuan dalam masyarakat Jawa abad VII-XV berdasarkan data tekstual (prasasti, sumber asing, naskah) dan data tekstual (area, figurin, relief). Dalam telaahnya, Titi Surti Nastiti, melihat adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan hampir di seluruh aspek kehidiipan, meliputi bidang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan seni. Dalam kesetaraan, kedudukan dan peranan perempuan bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari laki-laki. Demikian pula kedudukan dan peranan laki-laki bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari perempuan. Kesetaraan itu pula yang membuat perempuan pada masa Jawa Kuna bisa bergerak di ranah domestik sekaligus ranah publik.
    Rp 140.000,00
  • buku-muhammadali
    buku-muhammadali

    Muhammad Ali – Thomas Hauser

    ,
    Kondisi: Baru Penerbit: MizanHanya sedikit tokoh dunia yang bisa menggerakkan penikmat olahraga dan masyarakat secara luas seperti Muhammad Ali. Banyak juga yang mencoba menafsirkan kembali pengaruh dan warisannya ke dalam tulisan. Kini, Muhammad Ali: A Tribute to the Greatest memberikan kesempatan bagi kita untuk mengapresiasi secara mendalam kebenaran di balik sosok ini—sekaligus memahami Ali dan cara-cara yang ia gunakan untuk menafsirkan kembali pandangan dunia mengenai sosoknya yang penuh kontroversi.Lewat buku ini, Thomas Hauser, penulis buku laris versi The New York Times yang mendapatkan kepercayaan penuh dari Ali untuk menuliskan biografinya, memberikan sudut pandang terbaru tentang kehidupan sang petinju legendaris. Berdasarkan kedekatan personal, wawancara dengan kawan-kawan dekat dan orang-orang yang sezaman dengan Ali, serta laporan jurnalistik mengenai tinju yang mutakhir selama beberapa dekade, Hauser mengeksplorasi Ali secara terperinci, baik di dalam maupun di luar ring tinju.Muhammad Ali: A Tribute to the Greatest menguliti perubahan ini untuk mengungkapkan sosok Ali yang sebenarnya. Sosok yang penuh cinta kasih, menjunjung tinggi perdamaian, kebanggaannya akan Islam dan persamaan hak manusia, hingga responsnya terhadap dunia sekitar yang membenci sekaligus mencintainya.
    Rp 79.000,00
  • buku-angkatan66
    buku-angkatan66

    Angkatan 66 – H.B. Jassin

    , , , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: PUSTAKA JAYA Jumlah hal: 599 Format: Hard CoverIdentifikasi angkatan 66 mengindikasikan keterlibatan kesusastraan dalam denyut hidup bangsa, tidak hanya sebatas lingkup kebudayaan, tetapi juga mencakup situasi politik, sosial, an ekonomi menjelang kejatuhan presiden Soekarno. Karya-karya mereka merefleksikan keadaan masyarakat Indonesia selama dasawarsa yang sarat prahara.Karya-karya prosa dan puisi yang terbit selama 1960-an ini diseleksi dan dihimpun sebagai bunga rampai dengan kata pengantar kritis dari H.B. Jasin. Tak pelak lagi, buku ini bukan sekedar dokumentasi karya sastra, tetapi juga dokumentasi sosial yang lebih artikulatif ketimbang arsip statistik yang dingin, formal dan steril.
    Rp 180.000,00
  • buku-sasteradanbudaya
    buku-sasteradanbudaya

    Sastera dan Budaya – Ajip Rosidi

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Pustaka JayaTulisan yang terhimpun dalam kumpulan karangan ini cukup beragam dan tidak semuanya tentang sastera dan bahasa Indonesia, karena beberapa karangan membahas sastera dengan bahasa daerah. Ada dua hal yang menjadi bahan pembahasan karangan ini dan karenanya bisa dikatakan merupakan dua tema pokok yang mewarnai suatu tema (dalam dua bagian) yang menyatukan kumpulan karangan menjadi satu kesatuan yang utuh yaitu persoalan sastera dan bahasa Indonesia yang merupakan suatu tema dan suatu tema lebih besar yaitu tempat dan peranan sastera dan bahasa dalam pembinaan kebudayaan nasional.Dari tulisan-tulisannya mengenai sastera dan bahasa daerah serta hubungannya dengan sastera dan bahasa nasional, Saudara Ajip Rosidi termasuk orang yang melihat keduanya itu sebagai komplementer, saling mengisi, bukan sebagai dua hal yang saling bersaingan atau bertentangan. Ini merupakan suatu pendirian yang realistik dan menunjukkan kepercayaan pada hari depan perkembangan bahasa Indonesia yang wajar. –Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja
    Rp 108.000,00
  • buku-duniasophie
    buku-duniasophie

    Dunia Sophie – Jostein Gaarder

    , ,
    ISBN: 9789794335741 Penerbit: Mizan Kategori: FilosofiSophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahu. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: "Siapa kamu?"Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: "Dari manakah datangnya dunia?"Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu mempuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.
    Rp 135.000,00
  • Buku - Sedang Tuhan Pun Cemburu
    Buku - Sedang Tuhan Pun Cemburu

    Sedang Tuhan Pun Cemburu – Emha Ainun Nadjib

    , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 9786022910794 Penerbit: Bentang Pustaka Jumlah Halaman: 456Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia.Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk memilih bunuh diri atau melenyapkan standar-standarnya terhadap nilai kemanusiaan.Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dengan Tuhan yang semakin mengabur, tetapi juga semakin tersingkirnya manusia dari strata-strata sosial yang mereka bentuk sendiri.
    Rp 99.000,00
  • Dari Twitwar ke Twitwar - Arman Dhani
    Dari Twitwar ke Twitwar - Arman Dhani

    Dari Twitwar ke Twitwar – Arman Dhani

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Buku Mojok"Buku ini merupakan hasil pemikiran manusia medioker di tengah manusia-manusia medioker lain. Bedanya, saya menulis sementara yang lain hanya bisa berkomentar dan bicara." –Arman DhaniArman Dhani serupa mesin kata-kata. Nyaris tidak ada fenomena yang tak luput dari bidikannnya. Ia menulis sangat cepat. Berita baru keluar, Arman Dhani sudah nongol seperti jin yang terperangkap dalam botol. Gosok sedikit, Dhani keluar dengan tulisan barunya. Berantem dengan siapa saja di twitter dan facebook, perang di blog, nulis liputan, bikin meme sembari nyengir kuda.Ratusan tulisannya tersebar di seluruh penjuru media. Ganas, kritis dan satire. Tak jarang tulisannya menjadi pedang bermata dua yang menyerang balik dan melukai dirinya.Tapi bukan Arman Dhani namanya kalau tidak tahan banting. Postur tubuhnya yang empuk membuat dia siap dibanting sekeras apapun tanpa merasa sakit. Ia bangun, keluar dari botol membawa tulisan barunya.Inilah buku yang berisi tulisan terbaik dan terpilih Arman Dhani. Buku pertama dalam karier menulisnya, ditunggu-tunggu para pembaca, ditunggu-tunggu para calon mertua.
    Rp 68.000,00
  • Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja - Kardono Setyorakhmadi
    Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja - Kardono Setyorakhmadi

    Melawat ke Timur: Menyusuri Semenanjung Raja-raja – Kardono Setyorakhmadi

    , , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Mojok ISBN: 978-602-1318-13-3 Kawasan Indonesia Timur mendapat banyak stereotip. Umumnya dianggap sebagai non Islam. Padahal, di kawasan itu, Islam tumbuh dan berkembang dengan segala kekhasannya. Juga jika merunut ke belakang, ada empat Kerajaan Islam besar yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Melalui lawatan ke daerah-daerah yang mempunyai ikatan dengan Islam di Maluku dan Papua, Kardono Setyorakhmadi mendapati kenyataan yang jauh berbeda. Ia melihat keberadaan Islam justru tumbuh dan berkembang sangat kuat. Sama seperti di Jawa, Islam di Indonesia Timur juga mengalami proses pembumian dengan pengetahuan dan kearifan masyarakat setempat sehingga menimbulkan ragam keunikan. Di sana pula, ia menyaksikan tumbuh subur rasa saling menghargai, toleransi, dan belas kasih di antara pemeluk agama satu dan lainnya. Suatu praktik kehidupan beragama yang diidamkan terwujud. Buku ini penting bagi Anda yang mencintai Indonesia, dan masih punya harapan atas berlangsungnya keragaman di negeri ini.
    Rp 62.000,00
  • Kesetrum Cinta - Sigit Susanto
    Kesetrum Cinta - Sigit Susanto

    Kesetrum Cinta – Sigit Susanto

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Buku Mojok ISBN: 9786021318324 248 hlm, 13 x 20 cm Takdir membuat Sigit Susanto yang asli Kendal, Jawa Tengah, menikah dengan Claudia Beck, perempuan Swiss totok yang baru tiga kali berwisata ke Indonesia. Rupanya kawin tidak semata soal cinta, tetapi juga pertemuan dua budaya. Di sinilah petualangan keduanya untuk saling mengenal budaya satu sama lain dimulai. Buku ini menyajikan kisah-kisah humanis tentang gegar budaya dua insan yang beda negara. Cerita-cerita itu kadang mengocok perut, sesekali juga menyentuh hati. Disajikan dengan gurih oleh salah seorang pelopor penulisan catatan perjalanan lewat buku Menyusuri Lorong-Lorong Dunia.
    Rp 77.000,00
  • Tamasya Bola: Cinta, Gairah, dan Luka dalam Sepakbola (Kumpulan Esai) - Darmanto Simaepa
    Tamasya Bola: Cinta, Gairah, dan Luka dalam Sepakbola (Kumpulan Esai) - Darmanto Simaepa

    Tamasya Bola: Cinta, Gairah, dan Luka dalam Sepakbola (Kumpulan Esai) – Darmanto Simaepa

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Buku Mojok ISBN: 978-602-1318-31-7 Cetakan Pertama, April 2016 384 hlm, 14 x 21 cmMengapa Messi, yang jadi pusat idola dan impian jutaan anak seluruh dunia, bisa dianggap biasa saja? Bagaimana negara yang pernah melahirlan seorang fasis bisa begitu memesona tim sepakbolanya? Mengapa kita masih saja berharap kesebelasan nasional meraih puncak kejuaraan? Bagaimana industri sepakbola melahirkan sosok pelatih seperti Mourinho? Apa hubungan industri sepakbola dengan jaringan orang superkaya?Kisah-kisah di atas bersanding dengan narasi bola di pinggiran desa-desa di Jawa dan Sumatra maupun taman-taman kota di Australia dan Belanda. Dinantikan oleh para pengagumnya, sepiliham esai berkualitas dunia ini mengajak kita bertamasya menelusuri putaran bola dalam kompetisi global hingga laga remaja tingkat kampung; diperam lewat bahasa yang lumer dengan emosi berlimpah dan gairah menyala.
    Rp 85.000,00
  • Playing Cities, Making Sport - Andy Fuller
    Playing Cities, Making Sport - Andy Fuller

    Playing Cities, Making Sport – Andy Fuller

    , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-70286-3-0 Penerbit: Tan Kinira Books"My body became the main field of encountering Jakarta. Until I became a teenager, I experienced my body as roads with holes, muddy laneways, floods in the rainy season, noisy buses, the smoke from exhaust pipes, shouts from conductors, fires in urban kampungs, traffic jams and the threats of hell from varying religions. Every morning, my uncle would grab me by the nose and order me to pray at dawn. I would pray while my hurt still stung. My older brother would then take me to play badminton with him. He never realised I have never liked any kind of sport." –Afrizal Malna, Introduction."Football is a story with no end. It's a game that brings us together. And our code –Australian Rules football– is a sport that reflects who we are, what we want to be and how we've created our place in the world. Ours is a game of wide and open spaces, of a playing field that included once local river red guns and she-oaks, with rules that at their heart are egalitarian; allowing for all sorts of body shapes and sizes, all sorts of skill sets and character traits. It's a game with its own idiom, its own forms of self-expression, its own heroes and villains and tragedies and ways of storystelling. We barrack, we belong, and that's all that need be said." –Dugald Jellie, Epilogue.
    Rp 50.000,00
  • Sejarah Filsafat Tiongkok - Budiono Kusumohamiodjojo
    Sejarah Filsafat Tiongkok - Budiono Kusumohamiodjojo

    Sejarah Filsafat Tiongkok – Budiono Kusumohamiodjojo

    , ,
    Kondisi: Baru Ukuran: 14 x 21 cm Tebal: xxxvi + 276 hlm Kategori: Filsafat Penerbit: Jalasutra ISBN: 978-602-8252-51-5Rasanya tidak berlebihan jika pelajaran berharga yang bisa kita tarik dari sejarah filsafat Tiongkok adalah seni ketangguhan, bagaimana mereka jatuh-bangun mengatasi pelbagai kemelut politik dalam negeri (yang acap terjadi di sekujur tiga milenium sejarah Tiongkok) maupun kemelut internasional (terutama dengan Jepang 1932-1945), bencana alam, juga kelaparan hebat dan pelbagai krisis lainnya sedemikian rupa sehingga Tiongkok menampilkan suatu peradaban yang sinambung sampai masuk ke zaman postmodern dan seterusnya.Menarik pelajaran dari filsafat Tiongkok pastilah akan berguna bagi kita sendiri. Seperti tulis Jonathan Fenby: kita berkepentingan untuk mengetahui, dari mana datangnya RRT, sehingga mereka menjadi seperti sekarang ini. Disposisi itu juga sejalan dengan apa yang pernah dikatakan oleh Konfusius dalam Ln-yu XV.11: "Barang siapa hendak memahami masa depan, dia harus tahu masa lalu". Itu pasti bukan narasi gampang, tetapi justru karena tidak gampang, penulis amat bernafsu untuk membongkarnya: mulai kosmologi dan ideosinkretisme, Konfusianisme, Mohisme, Daoisme, Kaum Dialektik, Ajaran Yin-Yang, Kaum Legalis, Buddhisme Tiongkok, hingga Kang Youwei.
    Rp 56.000,00
  • Gunung Pi: Kisah-kisah Matematika Paling Asyik - Ricard Preston
    Gunung Pi: Kisah-kisah Matematika Paling Asyik - Ricard Preston

    Gunung Pi: Kisah-kisah Matematika Paling Asyik – Ricard Preston

    , ,
    Kondisi: Baru Penulis: Ricard Preston Tebal: 172 hlm Ukuran: 11 x 18 cm ISBN: 979-99986-4-6 Terbit: 2005Balapan mendapatkan jumlah desimal pi terbanyak amat gila-gilaan. Gregory dan David Chudnovsky sedang membidik rekor dua milyar digit pi. Mereka mengejar jumlah itu dengan mesin superkomputer rakitan sendiri, hal ini dilakukan karena mereka tak punya uang untuk menggunakan "superkomputer" sebenarnya. Tapi mengapa beberapa matematikawan terhormat menganggap perjuangan Gregory dan David sia-sia?
    Rp 25.000,00
  • Simbol-simbol Dongeng Prancis - Ninuk Lustyantie
    Simbol-simbol Dongeng Prancis - Ninuk Lustyantie

    Simbol-simbol Dongeng Prancis – Ninuk Lustyantie

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Banana Jilid: Soft Cover Tahun Terbit: 2016 MANUSIA sudah mengenal tradisi bercerita jauh sebelum tulisan. Ada banyak jenis cerita tradisional, salah satunya dongeng. Dongeng sendiri sering dipahami sebagai cerita tidak nyata yang berisi kisah indah dan menakjubkan. Dongeng masih hidup di semua lapisan masyarakat. Dongeng digemari karena memuat nilai-nilai pendidikan yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Cinderella, Si Tudung Merah, Si Janggut Biru, dan Kucing Bersepatu Bot adalah sebagian dari dongeng-dongeng gemilang karya Charles Perrault, penulis Prancis yang hidup pada abad ke-17. Kita akrab dengan dongeng-dongeng itu, bahkan dengan pesan moralnya pula. Tapi, apa sebenarnya nilai-nilai moral yang ingin disampaikan Perrault? Dalam buku ini diungkap simbol-simbol dongeng Prancis atas dasar struktural dan semiotik. Pembaca diajak mengunjungi Prancis ratusan tahun silam, menelusuri kekayaan budayanya sekaligus mencermati simbol-simbol yang terdapat dalam teks verbal dan teks ikonis dalam dongeng-dongeng yang kaya makna tersebut."
    Rp 75.000,00
  • Semiotik dan Filsafat Wayang - Sri Teddy Rusdy
    Semiotik dan Filsafat Wayang - Sri Teddy Rusdy

    Semiotik dan Filsafat Wayang – Sri Teddy Rusdy

    , ,
    Kondisi Baru ISBN 978-602-19954-9-5 Format Soft Cover Waktu Terbit 2015 Penerbit Yayasan Kertagama Jumlah Halaman 304 Seni pewayangan dan pedalangan banyak memuat berbagai ajaran moral, yang secara inheren berada di dalam cerita lakon, karakter tokoh wayang, sulukan wayang, dialog antartokoh wayang, tembang wayang, dan sebagainya. Maka etika dalam wayang sesungguhnya berkewajiban untuk meninjau, memahami, dan mengerti betul secara kritis dan mendasar tentang berbagai ajaran moral yang ada di dalam wayang. Selain menawarkan berbagai macam cabang seni, nilai moral dalam pergelaran wayang juga memberikan pencerahan kepada penontonnya tentang banyak hal ajaran kebijaksanaan untuk menuju ke arah kesempurnaan hidup. Buku ini memaparkan bahwa pergelaran wayang tidak hanya menampilkan hiburan lewat alunan suara swarawati, musik gamelan atau pun ketrampilan dalang menghidupkan boneka-boneka wayang, tetapi juga menawarkan nilai-nilai yang sangat berguna dalam kehidupan manusia. Tidak semua aspek etis dapat disampaikan, tetapi ada beberapa contoh yang dapat dikembangkan, misalnya tentang aspek nilai kepemimpinan, kepahlawanan, dan aspek nilai religiusitas.
    Rp 110.000,00
  • Perkotaan, Masalah Sosial - John Ingleson
    Perkotaan, Masalah Sosial - John Ingleson

    Perkotaan, Masalah Sosial – John Ingleson

    , ,
    Kondisi: Baru ISBN 978-602-6402-29-2 Format Soft Cover Waktu Terbit 2013 Penerbit Komunitas Bambu Buku ini tidak saja menyajikan soal buruh dan perburuhan, namun juga dinamika perkotaan kolonial dengan segala persoalan-persoalan sosialnya, mulai dari Depresi Ekonomi hebat 1930-an, pengangguran di kalangan keturunan Eropa, prostitusi sampai kecemasan-kecemasan masyarakat. Semua itu merupakan bagian penting kehidupan di Hindia Belanda yang masih belum mendapat perhatian sejarawan. Lewat tulisannya ini, John Ingleson memulai upaya memberi sumbangan bagi kemunculan seri sejarah urban/perkotaan masa kolonial. Hasil penelitian Ingleson menunjukkan bahwa dinamika perkotaan di Jawa masa kolonial amat mempengaruhi cikal-bakal munculnya gerakan buruh yang militan. Terutama pasa soal buruh dan perburuhan Ingleson memberi gambaran yang kaya tentang pengaruh situasi kolonial terhadap kondisi mereka. Termasuk soal Depresi Ekonomi 1930-an yang mengguncang masyarakat kolonial dan akibat-akibatnya pada buruh, jaminan sosial bagi buruh dan perjuangan yang telah dilakukan oleh sarekat buruh. Dikupasnya kondisi buruh upahan di Jawa, proses timbulnya kesadaran perjuangan buruh dan sarekat buruh serta faktor-faktor di belakangnya. Ditelusurinya pula kegagalan gerakan buruh dan bencana akibatnya. Ternyata sejarah menunjukkan bahwa perjuangan buruh hanya berhasil bila dilakukan lewat kerjasama erat dan berkesinambungan dengan organisasi dan partai politik, di samping juga konsolidasi yang dilakukan di kalangan buruh itu sendiri. Adalah menarik usaha perbaikan yang dicita-citakan kaum buruh di abad metode juga caranya lebih lengkap dan profesional bila dibandingkan dengan masa kini. Karya yang bukan saja masih relevan bagi masalah-masalah buruh sekarang, tetapi juga sekali lagi menunjukkan keberhasilan Ingleson menempatkan kaum buruh masa kolonial di tempat yang lebih terhormat, bukan sebagai figuran, namun sebagai aktor sentral di panggung sejarah Indonesia yang selama ini terlupakan.
    Rp 130.000,00
  • Onze Ong; Onghokham dalam Kenangan - David Reeve, JJ Rizal & Wasmi Alhaziri
    Onze Ong; Onghokham dalam Kenangan - David Reeve, JJ Rizal & Wasmi Alhaziri

    Onze Ong; Onghokham dalam Kenangan – David Reeve, JJ Rizal & Wasmi Alhaziri

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN13: 9789793731186 Tanggal Terbit: Desember 2007 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 374 Dimensi: 130 mm x 190 mm Onghokham, ia dapat seperangkat gelar: "sejarawan", "kolumnis", "intelektual publik", "koki", "penggila pesta", "antiquarian", "eksentrik". Terlahir sebagai Tionghoa peranakan yang "gila Belanda", kemudian menjadi Indonesia malih ke Jawa dan meninggal sebagai Tionghoa. Ia yang lahir pada 1 Mei 1933 hidup dalam berbagai pergolakan dari nasionalisme, perang kemerdekaan, modernisme, dan konflik ideologi-ideologi besar. Menghadapi dan mengalami perubahan politik sejak kolonialisme hingga era reformasi kini dan pemikiran pasca modernisme. Ong adalah "pohon sejarah" yang tumbuh dengan akar, dahan, ranting dan daun-daunnya yang kaya warna. Kekayaan warna hidup Onghokham itulah yang di dalam buku ini coba diperlihatkan oleh 52 sahabatnya dari dalam maupun luar negeri, yaitu: Adrian B. Lapian; Andi Achdian; Angus McIntyre; Anthony Reid; Asvi Warman Adam; Barbara Hatley; Barbara S. Harvey; Benedict Anderson; Benny Subianto; Charles A. Coppel; Christianto Wibisono; David Reeve; Dede Oetomo; Eka Budianta; Francesca Beddie; Frits J.E. Tan; Goenawan Mohamad; Hamish McDonald; Harold Crouch; Harry Tjan Silalahi; Heather Sutherland; Herwin Sumarda; Jacob Vredenbregt; Jakob Oetama; James T. Siegel; Jamie Mackie; JJ Rizal; Joel Rocamora; John McGlynn; Julia Suryakusuma; Kasijanto Sastrodinomo; Kevin Evans; Linawati Sidarto; Mary S. Heidhues; Mely G. Tan; Miriam Margolyes; Mohammad Iskandar; Mona Lohanda; Myra Sidharta; Paoke Hudyana & Jeffrey Hendra; Peter Sie; Pia Alisjahbana; Richard Chauvel; Roger Paget; Ruth McVey; Sidney Jones; Taufik Abdullah; Thee Kian Wie; Toeti Kakiailatu; Tony Pratt; Wasmi Alhaziri; Wilson; dan Yang Suwan
    Rp 50.000,00
  • Ni Hoe Kong; Kapitein Tionghoa di Betawie dalem Taon 1740 - B. Hoetink
    Ni Hoe Kong; Kapitein Tionghoa di Betawie dalem Taon 1740 - B. Hoetink

    Ni Hoe Kong; Kapitein Tionghoa di Betawie dalem Taon 1740 – B. Hoetink

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9791570620 ISBN13: 9789791570626 Tanggal Terbit: September 2007 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman: 192 Dimensi: 115 mm x 175 mm Liem Koen Hian (Tokoh gerakan nasionalis tionghoa Indonesia pejuang persamaan hak dan keberagaman) menerjemahkan nya untuk membeberkan peristiwa itu dan bagaimana Nie Hoe Kong menjadi mangsa empuk korban kejahatan VOC. Sejumlah lithografi sejaman yang menjadi ilustrasi buku ini menguatkan imajinasi historis setiap pembaca untuk menghayati peristiwa tragis tiga setengah abad lalu itu.
    Rp 35.000,00
  • Samurai; Sejarah dan Perkembangannya - H. Paul Varley
    Samurai; Sejarah dan Perkembangannya - H. Paul Varley

    Samurai; Sejarah dan Perkembangannya – H. Paul Varley

    , ,
    Kondisi: Baru Format: Soft Cover ISBN: 9793731400 ISBN13: 9789793731407 Tanggal Terbit: 2008 Bahasa: Indonesia Penerbit: Komunitas Bambu Halaman : 200 Dimensi: 130 mm x 190 mm Samurai adalah karya Paul Varley yang meskipun singkat tetapi mampu melacak jejak evolusi kaum samurai dari asal mulanya hingga ke masa modern. Varley menjelajah sejarah Jepang ribuan tahun yang lalu untuk menganalisa kedudukan kaum samurai sebagai institusi penting dan besar pengaruhnya dalam sejarah Jepang. Kaum samurai berkontribusi penting dalam membuat kekuasaan feodal dan tradisi militeristik Jepang. Bahkan ketika Jepang telah memasuki pintu zaman modern pada akhir abad ke-19 dan kaum samurai kehilangan kekuasaannya, spirit samurai terus hidup di antara masyarakat Jepang. Spirit samurai jadi way of life, perlambang kehormatan dan martabat. Terutama spirit itu terwujud dalam semangat kaum militer dan rakyat Jepang untuk menempuh "jalan samurai"- tradisi-budaya berani menghadapi maut-ketika terlibat dalam Perang Dunia II, seperti tercermin dalam semangat kamikaze. Dibantu oleh Ivan Morris, seorang penerjemah sastra Jepang,dan Nobuko Morris, seorang produser teater, karya Varley ini adalah ulasan menyeluruh yang tajam dan kritis mengenai samurai berdasar pada sumber sejarah, sastra dan lakon teater Jepang. Dengan 59 buah ilustrasi di dalamnya, gaya narasi sastra dalam buku ini akan semakin terasa gregetnya.
    Rp 45.000,00
Subscribe