Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Non-Fiksi

Filters

Showing 313-336 of 385 products

View 24/48/All

Filter by price

313-336 of 385 products

  • Buku - Cut Nyak Din
    Buku - Cut Nyak Din

    Cut Nyak Din – Kisah Ratu Perang Aceh – M.H. Szekely Lulofs

    , ,
    Pengantar: Azhari Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xiv+302 halaman ISBN: 979-3731-81-8Kondisi: Baru"Kisah pahlawan perempuan Aceh ini, serta kewibawaannya dan kepandaiannya juga keberaniannya dalam berjuang melawan Belanda, tetapi juga contoh kisah tragis sekaligus inspiratif yang menunjukkan pada kita bahwa perempuan juga dapat melaksanakan peranan-peranan yang cuma “ditakdirkan” untuk lelaki."- Maria Ulfah Subandio & T.O. Ihromi"Berkat biografi karya Nyonya Luulofs inilah kita dapat mengetahui dalam sejarah Indonesia, selain Kartini yang lembut, ada Cut Nyak Din yang mengobar perang dan begitu tabah mengembara di hutan sampai terserang penyakit dan menjadi buta, tetapi tak juga mau menyerah melawan Belanda. Ia sungguh 'Ratu Perang Aceh' yang menggetarkan."- Paul van 't Veer"Lewat biografi ini kita dapat memahami bahwa sefundamental apapun sebuah wawasan zaman, ternyata tak luput dari kontradiksi: satu sisi Lulofs memahami benar mengapa Cut Nyak Din melawan, untuk itu dia menunjukkan penghargaannya dengan gambaran heroisme dan keberanian Din, di sisi lain dengan begitu justru kegemilangan penaklukan kolonialis Belanda di Aceh mencuat. Tapi dalam kontradiksi itulah buku ini malah menjadi kisah penaklukan yang mengharukan. Apalagi ditulis dengan narasi sastra yang juga kuat dengan sumber dan khasanah."- Azhari
    Rp 85.000,00
  • Buku - Sejarah Perempuan Indonesia
    Buku - Sejarah Perempuan Indonesia

    Sejarah Perempuan Indonesia – Gerakan & Pencapaian – Cora Vreede-De Stuers

    , ,
    Penerjemah: Elvira Rosa, Paramita Ayuningtyas, Dwi Istiani Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xxvi+302 halaman ISBN: 979-3731-27-3Kondisi: Baru"Cora Vreede-de Stuers telah mempelajari pergerakan perempuan Indonesia dengan cara yang berbeda, ia merefleksikan hubungannya dengan berbagai pergerakan perempuan, ideologi politik sezaman, dan masalah-masalah penting untuk memahami Indonesia."— Elizabeth Martyn (dalam The Women’s Movement in Postcolonial Indonesia)
    Rp 90.000,00
  • Buku - Angkot
    Buku - Angkot

    Angkot & Bus Minangkabau – Budaya Pop & Nilai-Nilai Budaya Pop – David Reeve

    , , ,
    Penerjemah: Iskandar P. Nugraha Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: 344 halaman ISBN: 978-602-9402-73-5 Cetakan: Full ColourKondisi: Baru"Karya tentang budaya yang luar biasa. Topik angkot dan bus yang dipilih David Reeve sangat sederhana dan lekat dengan keseharian. Bagi orang Minang, angkot dan bus telah menjadi bagian dari kehidupan yang diterima dan tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya (taken for granted). Namun, Reeve membedah topik ini dengan sangat rinci dan mendalam dari sudut pandang seorang budayawan—jika tidak mau disebut antropolog. Kekayaan topik itu tergali secara tuntas. Detail fisik angkot dan bus serta detail linguistik tersentuh dengan menarik sehingga membuka wawasan pembaca, baik orang non-Minang maupun orang Minang. Karya ini merupakan contoh penulisan hasil penelitian kualitatif yang menarik, sederhana, tetapi tetap mendalam dan cermat."- Dr. Felicia N. Utorodewo, Pengajar Program Studi Indonesia, Universitas Indonesia
    Rp 250.000,00
  • Buku - Nyai
    Buku - Nyai

    Nyai & Pergundikan di Hindia Belanda – Reggie Baay

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2010 Tebal: xx + 300 halaman ISBN: 979-3731-78-8Kondisi: BaruIstri simpanan atau gundik adalah masalah klasik yang sudah lazim di Nusantara. Buku ini mengungkap masalah cinta jalur-belakang tersebut di masa penjajahan Belanda di Nusantara.Untuk pertama kalinya diungkapkan sejarah mengenai nyai, perempuan Pribumi, Tionghoa, dan Jepang yang hidup bersama lelaki Eropa di masa Hindia-Belanda. Sepenggal kisah pemerasan ekonomi, perbudakan, dan bagaimana seorang ibu dipisahkan dengan berbagai cara dari anak kandungnya.Di dalam buku ini terkuak sebuah sisi kelam dari penjajahan yang dilakukan Belanda selama hampir tiga setengah abad di Hindia-Belanda; hubungan pernyaian antara tuan putih (Belanda) dengan perempuan pribumi. Di dalam sistem masyarakat feodal pada saat itu, menjalani hubungan pernyaian diibaratkan memakan buah simalakama—baik bagi tuan putih maupun perempuan pribumi. Sebuah pilihan sulit yang menuntut konsekuensi berat dari kedua pihak.Faktor pendukung, politik maupun intrik yang mendorong lahirnya hubungan tersebut pun diceritakan secara kronologis di dalam buku ini. Kehidupan, duka dan penderitaan perempuan pribumi yang terhimpit keadaan dan menjadi nyai bagi para tuan putih pun tergambar nyata di dalamnya.*"Buku menawan mengenai sebuah tema yang tidak dibicarakan untuk waktu yang lama."- Historisch Niewsblad
    Rp 90.000,00
  • Buku - Sejarah Asia Tenggara
    Buku - Sejarah Asia Tenggara

    Sejarah Asia Tenggara – Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer – M.G Ricklefs, dkk

    , ,
    Penulis: M.G. Ricklefs, Bruce Lockhart, Albert Lau, Portia Reyes, Maitrii Aung-Thwin Penyunting dan Penerjemah: Tim Komunitas Bambu Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2013 Tebal: xliv+828 halaman ISBN: 978-602-9402-24-7Kondisi: New Old StockBuku Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer yang baru dan komprehensif ini mencakup periode panjang, yaitu mulai dari zaman prasejarah sampai tahun 2000-an. Sejarawan M.C. Ricklefs menggandeng empat sejarawan lainnya yang menjadi rekan kerjanya di National University of Singapore. Mereka adalah para pakar utama Asia Tenggara dalam lingkup sejarah politik, sosial, ekonomi, agama, dan budaya.Ceritanya dibuka dengan kelompok etnis serta struktur sosial dan budaya periode awal Asia Tenggara. Dilanjutkan menyusuri zaman sejarah 'klasik' negara-negara Asia Tenggara, kedatangan agama Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen, serta pengaruh para pelaku sejarah yang berlomba-lomba ke kawasan regional ini, yaitu aktor-aktor non-Pribumi. Lantas, sejarah kolonial dan munculnya kekuasaan modern yang baru berdiri serta diwarnai berbagai transisi kekuasaan. Ulasan ini masih disusul dengan analisis dampak Perang Dunia ke seluruh penjuru Asia Tenggara. Penguraian catatan lengkap seputar Asia Tenggara pada masa akhir kolonialisme dan pembangunan bangsa-bangsa pascakolonial. Sebelum akhirnya mengantar pembaca ke masa-masa modern Asia Tenggara untuk mengetahui lebih lanjut usaha bangsa-bangsanya bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi global dan memainkan peran di kancah dunia.Tim yang terdiri dari lima penulis ini menampilkan karya ensiklopedik dengan narasi terpercaya dan mudah dicerna, menggunakan hasil-hasil penelitian mutakhir dengan sumber-sumber lainnya yang kaya dan rinci. Kerja bersama yang memukau ini merupakan kontribusi penting terhadap kajian Asia Tenggara.
    Rp 350.000,00
  • Buku - Presiden Guyonan
    Buku - Presiden Guyonan

    Presiden Guyonan – Butet Kartaredjasa

    , , ,
    Pengantar: Mohamad Sobary Gambar: Dwi Koen Penerbit: Kitab Sarimin Tahun Terbit: 2008 Tebal: 286 halaman ISBN: 978-979-187-7Kondisi: New Old StockBuku Presiden Guyonan yang berisi 54 judul karangan Butet Kartaredjasa ini, merupakan sketsa-sketsa sosial yang muncul dalam kolom mingguan di koran Suara Merdeka, terbitan Semarang. Sketsa sosial itu tak ubahnya permainan monolog Butet yang selama ini dikenal sebagai aktor monolog. Selain dikenal sebagai penggiat kesenian khususnya seni teater, Butet juga seorang penulis. Lewat buku perdananya ini, Butet mengajak kita merenungi nasib bangsa dan membangun impian tentang sebuah Indonesia yang lebih baik. Semua disajikan dalam gaya tutur yang khas Butet: kocak berotak. Full jenaka.*"Kini dengan gembira saya menemukan hal yang selama ini tak saya temui: seorang komediwan, seorang yang bisa memadukan antara kemampuan seni pertunjukan dan kemampuan memproduksi humor. Butet Kartaredjasa menulis dengan menarik. Bahkan harus saya katakan: di pentas, kemampuan Butet yang tinggi untuk "seni-tiru", mime, acapkali dibatasi oleh tuntutan penonton yang cenderung menginginkan familiaritas, sehingga terjadi pengulangan. Sementara itu, dalam karya tulisnya, Butet punya kesempatan lebih luas."- Goenawan Mohamad"Tulisan Butet dalam suara alter-ego-nya, Mas Celathu, meneruskan tradisi Jawa sindiran dan kritik politik wong cilik dengan humor yang kental. Mas Celathu mengingatkan kita pada punakawan dalam wayang kulit, atau Pak Ageng dalam kolom Umar Kayam. Tetapi, tulisan Butet memang khas: sebagai pemain drama dan monolog, Butet piawai menangkap dialog dan ucapan. Bahasanya sangat hidup, dan tulisannya bisa dibaca (lebih tepatnya didengar) sebagai pagelaran!"- Jennifer Lindsay
    Rp 60.000,00
  • Volume 11 -Visual Thief. - Art Book of Resatio Adi Putra

    Visual Thief – Vol. 11 – Art Book of Resatio Adi Putra

    ,
    Design and Art Direction: Resatio Adi Putra Typefaces: Surfing Capital and Futura Printed on Coronado Paper and Acrylic Sheet Self Published, 2016Condition: NewResatio cuts encylopedias and put them back together.Twelve fuzzy, intricate, and otherworldly prints to treasure.
    Rp 400.000,00
  • Buku - Aku India 2
    Buku - Aku India 2

    Aku & Film India Melawan Dunia – Buku II – Mahfud Ikhwan

    , , , ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2017 Tebal: 218 halaman ISBN: 978-602-1318-47-8Kondisi: BaruMenjadi penonton film India di Indonesia sama seperti menjadi sudra: terlalu memalukan untuk diakui dan terlunta-lunta sendiri. Apa benar negara dengan produksi film tahunan terbanyak di seluruh dunia itu tak punya film-film yang membanggakan?Ini buku pengalaman menonton film India. Tentang nostalgia, perjuangan menonton, dan kisah-kisah tentang sejumlah film terbaik yang pernah dihasilkan manusia di muka bumi - film-film dari India, sebuah negara dengan amat banyak kemiripan dengan Indonesia.*Karya penulis pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.
    Rp 75.000,00
  • Buku - Involusi Pertanian
    Buku - Involusi Pertanian

    Involusi Pertanian – Proses Perubahan Ekologi di Indonesia – Clifford Geertz

    , ,
    Pengantar: Benjamin Higgins Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxii+218 hlm ISBN: 979-979-9542-38-3Kondisi: BaruSatu lagi karya dari seorang antropolog budaya paling berpengaruh di Amerika Serikat selama tiga dekade yang menggunakan Indonesia sebagai objek penelitiannya. Karya ini awalnya merupakan bab pertama esai programatis Clifford Geertz, “The Development of the Javanese Economy: A Sosio-Cultural Approach”—hasil dari penelitian proyek yang dilakukan Massachusetts Institute of Technology pada 1956. Banyak pengembangan dan perbaikan dilakukan terhadap tulisan tersebut sehingga buku tentang kemunduran pertanian di Indonesia ini dapat lahir.Seperti penelitian yang dilakukan sebelumnya, Geertz menggabungkan beberapa disiplin ilmu dalam karya antropologinya. Kali ini dengan menggunakan berbagai pendekatan - utamanya ekologis - Geertz mendeskripsikan perkembangan penggunaan lahan di Indonesia pada masa kolonial Belanda dari abad ke-17 hingga abad ke-20.Sistem Tanam Paksa yang diterapkan pemerintah kolonial ketika itu nyatanya tidak berhasil menjadikan pertanian Indonesia mengalami evolusi, tetapi sebaliknya. Involusi ini menjadikan pertanian hanya sebagai tempat penampungan penduduk yang terus bertambah serta kemiskinan yang dibagi rata (shared poverty). Menurut antropolog ini, sistem pertanian dan sistem budaya menjadi pemicu dari kondisi involutif tersebut. Selain itu, dikotomi sawah-ladang dan Indonesia Bagian Dalam (Jawa)-Indonesia Bagian Luar (Luar Jawa) yang digunakan Geertz memperlihatkan perbedaan mencolok pola penggunaan lahan yang sedikit banyak dapat merefleksikan keadaan sosial budaya masyarakat Indonesia pada saat itu.
    Rp 95.000,00
  • Buku - Filsafat Timur
    Buku - Filsafat Timur

    Filsafat Timur – Sebuah Pengantar Hinduisme & Buddhisme – Matius Ali

    , ,
    Penerbit: Sanggar Luxor Tahun Terbit: 2013 Tebal: vi + 294 halaman ISBN: 978-979-98484-4-4Kondisi: BaruSetiap sistem filsafat bermula dengan analisis unsur-unsur yang membangun eksistensi dan pengalaman manusia. Kemudian, mereka mencoba menjelasan hubungan antara kedua kategori unsur utama, yakni: Roh Absolut dan Alam. Akhirnya, tujuan mereka adalah untuk mendefinisikan serta menjelaskan Roh Absolut, agar dapat mencapai pembebasan melalui realisasi pribadi.Enam sistem filsafat ortodoks India yang disampaikan dalam sistem klasik disebut Shad Dasharnas. Aliran pemikiran filsafat tersebut dikembangkan sebagai hasil dan pengetahuan yang dipadatkan melalui masa Weda, Brahmana, Upanishad, dan Prana, dalam sejarah pemikiran India. Sistem-sistem itu berasal dari para pertapa dan orang-orang bijak India, sebagai hasil realisasi spiritual serta penglihatan kontemplatif mereka.Buku ini bertujuan mengantarkan pembaca mengenal sistem-sistem tersebut.
    Rp 60.000,00
  • Buku - Pemberontak - Camus
    Buku - Pemberontak - Camus

    Pemberontak – Albert Camus

    , , ,
    Penerbit: NARASI dan Pustaka Promethea Tebal: 578 halamanKondisi: Baru"Dengan bukunya ini, Albert Camus masuk dalam silsilah orang-orang terhormat yang dimulai dari Montaigne. Eseinya ini boleh disebut sebagai ziarah intelektual terhadap surga di Bumi. Sebuah biografi tentang pemberontakan Eropa yang pecah bersama Revolusi Prancis - dalam arti yang lebih mendalam merupakan sebuah autobiografi."- Manes Spenber, The New York Times"Buku ini adalah segugusan pemikiran dalam tradisi besar logika Prancis. Di sini, tak ditemukan jejak-jejak sentimentalitas, retorika, ataupun jargon-jargon yang hanya dipahami segelintir orang. Argumennya dihidupkan oleh gairah yang terjaga ketat dan sebuah gaya sastra yang bertabur dengan frase-frase yang berkelebat cemerlang serta aforisme-aforisme yang memukau. Namun di atas segalanya, yang menggembirakan dari esei Albert Camus adalah di sini kita dapat mendengar suara manusia yang teguh memegang nilai-nilai kesusilaan."- Charles J. Rolo, The Atlantic
    Rp 110.000,00
  • Majalah - Subversi
    Majalah - Subversi

    SUBVersi: Kolase Cerita Kecil & Jaringan Kota Surabaya (Dwibahasa: Indonesia dan Inggris)

    , , , , ,
    Editor: Anas Hidayat, Erlin Goentoro, kathleen azali Editor Inggris: Martine Randolphe, Will Glasscock, Noel Schroeder, Matthew Borden, Joseph Taylor Penerbit: Ayorek! berkolaborasi dengan Rujak Centre for Urban Studies Tahun terbit: 2013Bahasa: Indonesia dan InggrisKondisi: BaruThis book presents a variety of (hi)stories of Surabaya that you may not be familiar with. The story of the larung along the Bratang Tangkis riverside village. Some recurring fashion tendencies in some malls in Surabaya. The Gembong flea and wet market. The trails of the defunct-but-soon-to-be-revived trams of Surabaya, and its 90-years-old ex-driver. How the visually impaired students and teachers navigate their ways through this hot and congested city. The gold shop owner in the Pasar Atom observing the first "modern" shopping centre in Surabaya built in 1970s.Also in this book: wonderful routes for the adventurous to explore o foot. Short reviews of books about Surabaya. Delicious dishes you can find in the cit: iwak pe (stingray), pickled vegetable salad, and karak satay.They around us.
    Rp 70.000,00
  • Buku - Bahasa Indonesia
    Buku - Bahasa Indonesia

    Bahasa Indonesia Bahasa Kita – Sekumpulan Karangan – Ajip Rosidi

    , , ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2001 Tebal: 140 halaman ISBN: 9794192880Kondisi: Baru"... sejak awal kemerdekaan, bangsa kita sudah mempunyai bahasa nasional, bahkan bahasa negara. Berlainan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina, apalagi Indoa. Negara-negara itu bahkan sampai sekarang masih bergulat dalam usahanya untuk mempunyai satu bahasa nasional. Dalam pergulatan itu, di India bahkan sampai jatuh kurban manusia. Berlainan dengan banyak negara yang baru merdeka setelah perang dunia kedua, yang mengadopsi bahasa penjajahnya, kita punya bahasa sendiri. Bahasa Indonesia yang kita punyai cukup modern untuk dipakai menyampaikan pikiran yang betapa rumitnya, termasuk ilmu yang betapa tingginya, dan perasaan yang betapa halusnya sekalipun. Dengan begitu kita tidak terjebak dalam kerangkeng bahasa penjajah kita."- Ajip Rosidi, Bahasa Indonesia, Bahasa Kita
    Rp 56.500,00
  • Buku - Gema
    Buku - Gema

    Merenungkan Gema – Perjumpaan Musikal Indonesia-Belanda

    , , ,
    Penyunting: Bart Barendregt dan Els Bogaerts Penerjemah: Landung Simatupang Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun Terbit: 2016 Tebal: xvi + 403 hlm ISBN: 978-979-461-635-2Kondisi: BaruDari waktu ke waktu, hingga kini, komposer, pelaku pergelaran, dan sarjana musik saling mengilhami. Kehadiran orang Belanda di Hindia Belanda dan Indonesia serta keberadaan komunitas diaspora yang besar di negeri Belanda telah memberi kontribusi terhadap pertukaran timbal-balik dalam bidang musik: dari kelompok musik tiup militer, musik klasik dan liturgi sampai musik jazz, Indo rock, dan musik dunia sebagai yang lebih baru. Meskipun demikian, interaksi musikal seperti itu sering dibentuk oleh kekuatan kekuasaan yang tidak seimbang, apalagi dengan motif-motif yang sangat beragam pada awalnya. Merenungkan Gema menyajikan eksplorasi musikologis, historis, dan antropologis dalam perjumpaan musikal yang telah dibentuk dalam masa lalu dan masa sekarang. Hasilnya adalah warisan musik yang hingga kini dapat didengarkan.*Kontributor: Bart Barendregt, Els Bogaerts, Liesbeth Ouwehand, Gerard A. Persoon, Sumarsam, Miriam Brenner, R. Franki S. Notosudirdjo, Henk Mak van Dijk, Madelon Djajadiningrat, Clara Brinkgreve, Wim van Zanten, Matthew Cohen, Lutgard Mutsaers, Rein Spoorman, Annika Ockhorst, dan Fridus Steijlen.*Bart Barendregt adalah antropolog yang mengajar di Institut Studi Sosial dan Budaya, Universitas Leiden. Ia telah melakukan penerbitan dan membuat film tentang seni pertunjukan Asia Tenggara, media baru dan mobil, dan musik pop (Islami).Els Bogaerts berspesialisasi dalam bahasa-bahasa dan kebudayaan Asia Tenggara (Universitas Leiden) serta tari dan musik Jawa klasik (Yogyakarta). Ia menulis artikel tentang hasil perjumpaan kultural, seni pertunjukan, budaya dan dekolonisasi, dan menyunting beberapa buku. Ia juga sedang melakukan riset tentang representasi budaya-budaya Jawa di televisi Indonesia.
    Rp 100.000,00
  • Buku - Kahlil Gibran di Indonesia
    Buku - Kahlil Gibran di Indonesia

    Kahlil Gibran di Indonesia

    , ,
    Editor: Eka Budianto Penerbit: Ruas Tebal: xvi+176 hlm Tahun Terbit: 2011 Jenis Kertas: Bookpaper Jilid: Soft Cover ISBN: 979-25-1644-1Kondisi: Baru
    Rp 50.000,00
  • Buku - Musik Indonesia
    Buku - Musik Indonesia

    Musik Indonesia 1997-2001 – Kebisingan & Keberagaman Aliran Lagu – Jeremy Wallach

    , ,
    Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2017 Tebal: xx + 322 hlm Jenis Kertas: Bookpaper Jilid: Soft Cover ISBN: 978-602-9402-75-9Kondisi: BaruApa yang terjadi dengan suara “lokal” ketika globalisasi menyingkap para musisi dan penikmat musik pada pengaruh budaya dari seluruh dunia?Jeremy Wallach menyelidikinya sebagaimana pertanyaan ini “dipermainkan” pada perkembangan eklektik dunia musik Indonesia pasca runtuhnya rezim Soeharto yang represif. Dilatarbelakangi transisi kaotis negara-bangsa Indonesia menuju demokrasi, Wallach membawa kita menjelajahi studio rekaman, toko musik, konser musik, kampus, perekaman video musik, dan lingkungan urban. Memadukan berbagai detail, buku ini merupakan riset etnografi yang “membumi” dengan ketajaman analisis yang berasal dari teori budaya kontemporer.Ia menunjukkan bahwa akses yang dimiliki negara-bangsa Indonesia atas musik dan teknologi yang bersirkulasi secara global tidak menyurutkan dan menyeragamkan pembuatan musik lokal di Indonesia. Nyatanya malah sebaliknya. Hal ini telah menyediakan kesempatan kreatif kaum muda Indonesia untuk mengeksplorasi identitas mereka di dalam sebuah bangsa ragam budaya yang mengalami perubahan dramatis dalam dunia yang makin saling berkaitan.Testimoni:Buku yang penting ini memaparkan bagaimana musik (populer atau lainnya) membumi di dalam berbagai kemungkinan yang tersedia sekarang ini melalui orang-orang yang mendapat kenikmatan di dalamnya. Sudah sepatutnya jika buku ini dibaca oleh siapa pun yang tertarik pada media populer, Indonesia, antropologi, etnomusikologi, dan gagasan-gagasan globalisasi/lokalisasi.”René T. A. Lysloff, Universitas California, Riverside, asisten editor, Music and Technoculture.
    Rp 110.000,00
  • Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia
    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia

    Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia – Peter Carey dan Suhardiyoto Haryadi

    , ,
    Pengantar: Rimawan Pradiptyo Epilog: Pujo Semedi Penerbit: Komunitas Bambu Tahun Terbit: 2016 Jilid: Soft Cover Tebal: 262 halamanKondisi: BaruKorupsi menjadi isu abadi, isu yang selalu menghantui Tanah Air. Bahkan, sejak zaman Diponegoro (1785-1855)! Masalah korupsi juga menjadi pemicu utama Perang Jawa (1825-1830) meskipun tak pernah sekalipun dibahas dalam buku-buku sejarah di sekolah. Selama hampir 200 tahun sejak Diponegoro menampar patih di hadapan para kerabat sultan di Keraton Yogya, isu korupsi dan cara menghadapinya tidak banyak mengalami perubahan.Arus uang yang melimpah oleh kedatangan penyewa tanah dari Eropa setelah Agustus 1816 di Pulau Jawa—berbarengan dengan berakhirnya kekuasaan Raffles (1811-1816) dan Hindia Timur dikembalikan kepada Belanda—membuka jalan bagi para pejabat pribumi bertindak korup. Cara-cara yang dilakukan Danureja IV di Yogya untuk cepat memperkaya diri adalah contohnya. Tidak selesai sampai di situ. Korupsi terjadi saat Indonesia tumbuh menjadi bangsa, mengalami jatuh bangun, dan masih ada sampai sekarang. Sungguh riwayat yang suram.Buku ini membawa kita menilik kembali kompleksitas korupsi dengan mengurai budaya korupsi di Indonesia dari zaman Daendles (1808-1811) sampai masa Reformasi.Terlebih menarik, buku ini juga memberi perbandingan sejarah aktivitas korupsi dan cara pencegahannya di negeri-negeri Eropa, terutama Inggris selama abad ke-18 'yang panjang' (1660-1830). Melalui buku ini, sejarawan Peter Carey bersama mantan wartawan Suhardiyoto Haryadi membuktikan betapa seriusnya persoalan korupsi mengancam nasib hidup bangsa dan negara. Sebab korupsi di berbagai negara mengakibatkan hal yang sama. Semuanya sama-sama meruntuhkan sendi-sendi bangsa.
    Rp 145.000,00
  • Fovea #1
    Fovea #1

    FOVEA MAGAZINE #1

    , ,
    A4. PERFECT BINDING. BLACK&WHITE. OFFSET PRINTED.Kondisi: New Old Stocks“Who are we and what is our quest?”“We are gourmets, guides, and knights.“We are gourmets because we like good cooks: people who can turn a few basic ingredients into something extraordinary for other’s delicate and often demanding palates. This first issue will deal with those excellent cooks that are independent filmmakers, having to deal with limited resources and confronted to high expectations. Just like your auntie preparing the best Nasi Goreng in the world.“We are guides because we have been traveling the ways of movies in many directions, hanging out in the dark rooms of local theaters, in the erudite spheres of the cinematheques, in the festivals for the most lucky of us, and let’s admit it, in front of computer’s screen waiting for the torrents to be downloaded. Hours after hours. We have seen it almost all and we like to share it with others. (Not the torrents, but the excitement!) Showing you the unnoticed details that make sense. You know, like the statues in ‘Angels and Demons’. (But rest assured, we don’t live in Vatican’.)“We are knights because, come on! We are starting a paper-only magazine in the age of internet, about independent cinema, without subventions and formal link to any film distributors. It is a work of resistance, of guerilla. Yeah! Once a masochist, always a masochist! Or on more positive perspective: the key to freedom, and the price to pay! And we didn’t forget that Mr. Wayne who reminded us that: with great power comes great responsibility.“Our quest: to find the Grail of course! That movie which speaks to our heads and hearts. (Admittedly, the other way around is fine as well.) That filmmakers who will not only make you learn to make movies, but also make you learn to think. Those people who organize alternative distribution networks and viewing opportunities. Those ideas that put back the thinking in the viewing, that help discerned gold from lead.”– The editor and its shadowFOVEA MAGAZINE #1HEADLINE: SINEMATEKDedikasi Untuk Sinematek IndonesiaMantan Kepala Sinematek, Adi Pranajaya :“Dibutuhkan Energi Yang Luar Biasa Untuk Mengurus Sinematek Indonesia”Lisabona Rahman (Kineforum) dan Lintang Gitomartoyo (Yayasan Konfiden)“Sinematek Lepas Dari Orbit”Essay Photo : Survive On A ShoestringKurator Sinematek Brussels, Nicola Mazzanti“The Key Is Politics”Essay Photo : Cinematek Certainly Is Not A Boring PlaceFESTIVALsBUSAN FILM FESTIVAL 2012Catatan Dari Busan Film Festival:Wajah Karya Wajah PemirsaBusan Film Festival : The ReviewsEssay : The Gardener and His QuestsA conversation with Ifa Isfansyah :On Style In Directing TreatmentsCATATAN Dari HONGKONG Film Festival:Hongkong dan Cinema Pada Suatu KetikaSEA SCREEN ACADEMYMakassar Belajar Dari Fukuoka?Selamat Datang Calon Sineas-Sineas Indonesia TimurRiri Riza :“Karena Kita Pergi Untuk Kembali”CATATAN Dari ASEACC (Association For Southeast Cinemas Conference):Merayakan Lagi Lewat Djam Malam dan Mengapa Matt Dower Penting Untuk Direstorasi TotalFILM INDONESIA di AKHIR TAHUNHabis The Raid, Terbitlah ...PROFILEKenji MizoguchiSejarah Jepang dan Wanita - WanitanyaJiang WenRealisme Sinis dan Manusia Cina KiniMeiske Taurisia :“Kepercayaan Adalah Investasi dan Pondasi”Ismail BasbethSiapakah Ismail Basbeth?KLASIKMilestones:Amerika Pada Suatu MasaFEATUREThe Haunted Works Of Apichatpong Weerasethakul : PrimitivePersonalized and Depersonalized Memory Of PlacesVampir Dalam Sinema : Monster, Pahlawan, dan KekasihFashion Dalam Film : Ketika Fashion Tidak Lagi Jadi HiasanHumanimals : How Close Are You, Insects?Travelogue : Surat Kecil Pencinta Film JepangREVIEWOnce Upon A Time in Anatolia:Perjalanan Melewati Buramnya Sifat ManusiaPrometheusDon't Shoot At The Ambulance !Ambilkan BulanBulan Untuk AmeliaDi Timur MatahariMenggali Makna Film Anak Bagi Penonton DewasaPerahu KertasRomantisme Yang terus Berlayar Sampai TersesatSoegijaMengungkap Hidup Dibalik KekakuanOBITUARIAndrew SarrisChris Marker
    Rp 70.000,00
  • Fovea #0
    Fovea #0

    FOVEA MAGAZINE #0

    , ,
    154 PAGES. A4. PERFECT BINDING. BLACK&WHITE. OFFSET PRINTED.Kondisi: New Old Stocks"Who are we and what is our quest?""We are gourmets, guides, and knights."We are gourmets because we like good cooks: people who can turn a few basic ingredients into something extraordinary for other's delicate and often demanding palates. This first issue will deal with those excellent cooks that are independent filmmakers, having to deal with limited resources and confronted to high expectations. Just like your auntie preparing the best Nasi Goreng in the world."We are guides because we have been traveling the ways of movies in many directions, hanging out in the dark rooms of local theaters, in the erudite spheres of the cinematheques, in the festivals for the most lucky of us, and let's admit it, in front of computer's screen waiting for the torrents to be downloaded. Hours after hours. We have seen it almost all and we like to share it with others. (Not the torrents, but the excitement!) Showing you the unnoticed details that make sense. You know, like the statues in 'Angels and Demons'. (But rest assured, we don't live in Vatican'.)"We are knights because, come on! We are starting a paper-only magazine in the age of internet, about independent cinema, without subventions and formal link to any film distributors. It is a work of resistance, of guerilla. Yeah! Once a masochist, always a masochist! Or on more positive perspective: the key to freedom, and the price to pay! And we didn't forget that Mr. Wayne who reminded us that: with great power comes great responsibility."Our quest: to find the Grail of course! That movie which speaks to our heads and hearts. (Admittedly, the other way around is fine as well.) That filmmakers who will not only make you learn to make movies, but also make you learn to think. Those people who organize alternative distribution networks and viewing opportunities. Those ideas that put back the thinking in the viewing, that help discerned gold from lead."- The editor and its shadowFOVEA MAGAZINE #0:HEADLINEsSensor - Sensor di Indonesia - Sensor di Kamboja - Wawancara dengan Mukhlis Paeni, Ketua Lembaga Sensor Film IndonesiaCrowdfunding - Solusi Baru Filmmaking? - Wawancara dengan Sammaria Simanjuntak, sutradara Demi UcokFESTIVALsBerlinale 2012- Ada Apa di Berlinale tahun ini? - Wawancara dengan Edwin - Wawancara dengan John Badalu - Wawancara dengan Marlon Rivera - Film-film Asia Tenggara Di Berlinale65 Festival De Cannes - Bertaburan Kritik dan Komentar Sosial - Dominasi Film-Film Amerika - Lewat Djam Malam di Cannes Classics - Kontroversi Filsuf Selebriti Bernard-Henri Levy - Film-Film politik - Para Generasi BaruFILM INDONESIA DI AWAL TAHUN SHORTSHARPSHOCKFilm Pendek, Kenapa Tidak?DOKUMENTERWawancara dengan Ucu AgustinTRACKING THE SOUNDOn David Julyan's Work with Christopher NolanPROFILEJohn Cassavettes George Méliès Paul Agusta Kamila AndiniFEATURETowards A Grey World: From Apollo 13 to Apollo 18 Freak Cinema: Memandang Yang (Tidak) SeadanyaARTIST's CORNERArie Asona Sheila Rooswitha Putri Gambar SelawREVIEWModus Anomali The Mirror Never Lies Le Havre Joven Y Alocada The Iron Lady Cesare Deve Morire We Need To Talk About KevinOBITUARIAlmarhum Misbach Yusa Biran
    Rp 70.000,00
  • Identity Crisis - Brian Arnold
    Identity Crisis - Brian Arnold

    Identity Crisis – Reflections on Public & Private Life in Contemporary Javanese Photography – Brian Arnold

    , , , ,
    Afterhours, Jakarta, Indonesia, 2017. In English. 134 pp., 9¾x11".This limited-edition, serial-numbered book is the result of a three-year study of contemporary photography by Brian Arnold made across the island of Java.Working with a grant from the American Institute for Indonesian Studies, Brian traveled Java teaching and lecturing on photography at a variety of institutions and universities. In doing so, he engaged the developing ideas and patterns on photography emerging in the Javanese art schools and markets. The resulting book focuses on a group of artists and photographers addressing issues of personal or cultural identity, questioning or examining the forces that shape each of the individual photographers and the communities they represent, while also looking at the emergence and discourse of art photography in Java today.Featuring work by a number of important photographers and artists working around the island – including Krisna Murti, Wimo Ambala Bayang, Jim Allen Abel, Angki Purbandono, Dito Yuwono, Deden Durahman, Henrycus Napit Sunargo, Arum Tresnaningtyas Dayuputri, Amran Malik Hakim, and Tino Djumini – as well as historical photographs from the collections at the National Gallery of Art in Australia, the New York Public Library for the Performing Arts, and Cornell University, the book offers a unique perspective on the emerging trends of fine art photography across Java. Brian’s accompanying text offers historical and global contexts for understanding the uses of photography in Indonesia today, and includes some of his own pictures made while working in Java. An afterward by art historian and writer Aminudin TH Siregar provides further historical context for looking at photography in Indonesia.
    Rp 770.000,00
  • Buku - Goddess of Pantura
    Buku - Goddess of Pantura

    Goddess of Pantura – Arum Tresnaningtyas Dayuputri

    , , ,
    Desainer: Meicy Sitorus Editor Teks: Chabib Duta Hapsoro Sampul: Vitarlenology Detail Produksi: 28 double side 23x 40 cm, full colour, loose binding, Mate paper & Book paper Kondisi: BaruBuku Goddess of Pantura menangkap keseharian penyanyi dangdut Diana Sastra dengan sensasional. Sekalipun nama Diana Sastra asing bagi kita, gambaran ketenaran dalam buku itu akan terasa akrab bagi siapapun yang pernah menggandrungi seorang tokoh.Arum Tresnaningtyas Dayuputri tidak hanya memotret kemeriahan ketika Diana naik ke atas panggung, tapi juga pemandangan sebelum dan setelah konser. Sebagian besar fotonya dicetak memenuhi halaman, disusun seolah bertabrakan; tanpa ada ‘bingkai’ tanpa ada keterangan foto. Namun, karena binding buku tidak mengikat halaman-halamannya, cetakan foto itu bisa dilepas dari buku, sehingga kita bisa melihat pemandangan yang lebih luas lagi. Desain buku ini dikerjakan oleh Meicy Sitorus.Saat menyimak Goddess of Pantura, sulit menghindari gemerlap glitter menempel di tangan maupun bagian tubuh kita yang lain.
    Rp 170.000,00
  • Buku-Mustikarasa2
    Buku-Mustikarasa2

    Mustikarasa – Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

    , , ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-9402-69-8 Penerbit: Komunitas Bambu Kelompok: Resep Masakan Tahun Terbit: 2016 Tebal: xxxiv + 1208 hlm Jilid: Hard Cover Berat: 1.5 kg Pengantar: JJ Rizal Jenis Kertas: Bookpaper Mustikarasa merupakan kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia warisan Presiden Sukarno. Sebab buku ini lahir atas gagasan Proklamator Republik Indonesia yang pencinta makanan dan merasa bahwa makanan adalah persoalan penting. Tak ayal makanan pun menjadi bagian dari derap politik revolusi yang didengungkan Sukarno sejak akhir 1950-an. Sukarno sebagai presiden memerintahkan mengumpulkan resep masakan Indonesia selengkap-lengkapnya. Bukan saja untuk mendokumentasikan dan menyelamatkan kekayaan warisan makanan minuman Indonesia yang beragam serta kaya pengaruh hasil silang budaya dalam sejarahnya yang panjang bertemu aneka bangsa, tetapi juga sebagai upaya memberi basis bagi politik pemertahanan pangan.
    Rp 400.000,00
  • Buku-AkuMepsBeps
    Buku-AkuMepsBeps

    Aku, Meps, dan Beps – Soca Sobhita & Reda Gaudiamo

    , ,
    Buku yang berisikan catatan sehari-hari, hasil kolaborasi Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo====“Aku panggil emakku Meps dan bapakku Beps. Kenapa? Hihihi, aku nggak tahu. Tahu-tahu aku sudah panggil mereka begitu. Meps rambutnya pendek banget. Kata Beps, setiap minggu Meps mesti cukur. Kalau tidak, kesaktiannya hilang. Apa kesaktian Meps? Nanti aku ceritakan!”
    Rp 55.000,00
  • Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik
    Buku-PetaniPriayiDanMitosPolitik

    Petani, Priayi, dan Mitos Politik (Esai-esai Sejarah) – Dr. Kuntowijoyo

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Matabangsa ISBN: 978-979-9471-25-3Dengan memahami sejarah, kita menjadi memiliki alternatif untuk memahami gejala aktual, sekaligus alternatif untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual.Apa yang ditulis Dr. Kuntowijoyo dalam buku ini –mengenai radikalisasi petani di dekade 1960-an, dunia priayi di awal abad kedua puluh, dan mistisisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah pantai utara Jawa, dll. –mengandung kekuatan seperti itu.
    Rp 85.000,00
Subscribe