Please select a page for the Contact Slideout in Theme Options > Header Options

Puisi

Filters

Showing 25-48 of 49 products

View 24/48/All

Filter by price

25-48 of 49 products

  • PuisiUntukReformasi-KurniaJR
    PuisiUntukReformasi-KurniaJR

    Grafiti di Tembok Istana – Kurnia JR

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2014 Tebal: 124 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 9789794194294Kondisi: Baru“Manusia sekadar semak belukar Yang gampang dikacau dan dibakar Paket-paket pikiran murah dijajakan- RendraBeribu pencari nafkah dengan kapal dipulangkan Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan- Taufiq Ismail
    Rp 31.000,00
  • LukaMata
    LukaMata

    Luka Mata – Buku Sajak Hasan Aspahani

    ,
    Penerbit: Koekoesan Tahun Terbit: 2010 Tebal: 83 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-979-1442-35-0Kondisi: BaruApakah Penguasa di Kotamu Suka Memperdagangkan Kekuasaannya?Di kotaku mula-mula mereka adalah pendusta. Dan dusta mula-mula memang terasa murah dan mudah. Tapi, dusta adalah semacam hewan karnivora, memakan daging sendiri dan itu ongkosnya mahal sekali.Mereka tak bisa berhenti dusta harus dibenarkan dengan dusta. Begitu seterusnya, mereka pun harus terus berdusta. Dari mana mereka menambal ongkosnya? Mula-mula dari harta rakyat yang diamanahkan pada mereka. Nanti, harta itupun tak akan cukup dan mulailah mereka berdagang. Mereka tak bisa berdagang sebenarnya mereka miskin, tak punya barang dan jasa, kecuali kekuasaan, dan mulailah mereka memperdagangkan apa yang mereka punya itu.Mereka berlagak melayani rakyat. Mereka berlakon peduli pada rakyat. Mereka bertopeng senyum palsu, senyum yang paling ramah di khalayak rakyat. Padahal mereka sedang mengincar apa lagi yang tersisa pada rakyat yang bisa mereka minta, atau ambil dengan paksa.Untuk semua itu, mereka membayarnya dengan dusta.Itulah satu-satunya yang paling lihai mereka perankan, sejak mereka mulai menipu kami, meminta agar kekuasaan yang kemudian mereka perdagangkan untuk mengongkosi dusta-dusta mereka, dan untuk mengatur strategi berdusta yang baru.Ah, apakah kamu juga sama seperti kami? Kami, rakyat yang terlalu sering didustai.
    Rp 32.500,00
  • Buku - Kelana Anak Rantau
    Buku - Kelana Anak Rantau

    Kelana Anak Rantau –Frans Ekodhanto Purba

    ,
    Penerbit: Koekoesan Tahun Terbit: 2013 Tebal: 90 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-979-1442-65-7Kondisi: Baru“... banyak penyair atau sastrawan umumnya, harus berjuang keras, memertahankan daya atau kekuatan literernya disaat ia harus menjalani tugas rutin–termasuk menulis kalimat yang baku dan pragmatis–sebagai wartawan atau editor. Banyak yang gagal dalam perjuangan ini. Seorang sastrawan akhirnya menyerah pada tuntutan bahasa jurnalistik, yang mungkin memberi lebih padanya di soal finansial, status, fasilitas dan sebagainya. Frans Ekodhanto adalah salah satu wartawan yang berjuang, dan belum menyerah, memelihara daya-daya literernya dalam puisi, mencoba mengolah batin dalam ekspresi linguistiknya.”– Radhar Panca Dahana
    Rp 37.000,00
  • Cari Muatan - Ajip Rosidi
    Cari Muatan - Ajip Rosidi

    Cari Muatan: Empat Kumpulan Sajak – Ajip Rosidi

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2018 Tebal: 84 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-979-419-458-4Kondisi: BaruSebagai pengarang, Ajip Rosidi–lahir di Jatiwangi, Majalengka, 31 Januari 1938–tergolong kepada para pengarang yang muncul dan berkembang dalam periode 1953-1960. Oleh H.B. Jassin ia digolongkan sebagai salah seorang pengarang Angkatan ’66. Prof. Dr. A Teuuw dalam bukunya Modern Indonesian Literature menyebut Ajip Rosidi sebagai “One of the most important writers of present-day Indonesia” (salah seorang pengarang Indonesia terpenting masa kini).Sebagai penyair Ajip telah menerbitkan beberapa kumpulan sajak, yaitu Ketemu di Jalan (1959) bersama-sama dengan S.M. Ardan dan Sobron Aidit; Pesta (1956) yang menyebabkan ia mendapatkan Hadiah Sastra Nasional dari BMKN untuk puisi tahun 1955-1956; Tjari Muatan (1959), Sjurat Tjinta Endaj Rasidin (1960) dan Djeram (1970). Sebagai pengarang cerpen, Ajip telah menerbitkan Tahun-tahun Kematian (1955), Di Tengah Keluarga (1956); Sebuah Rumah buat Hari Tua (1957) yang menyebabkan ia mendapat Hadiah Sastra Nasional dari BMKN untuk cerpen tahun 1957-1958; dan Pertemuan Kembali (1962). Sebagai seseorang yang berniat menyuguhkan kembali kekayaan karya-karya sastera daerah dalam bahasa nasional, ia telah menerbitkan Lutung Kasarung (1958) yang kemudian dituliskan kembali menjadi Purba Sari Aju Wangi (1962); Mundinglaya di Kusumah (1961), Tjiung Wanara (1961), Sang Kuriang Kesiangan (1961); Djalan ke Surga (1964) semuanya dari sastera Sunda, sedang dari sastera Jawa ia telah menerbitkan Tjandra Kirana (1962) dan Roro Mendut (1961). Kecuali itu ia pun telah menerbitkan Perdjalanan Penganten (1958), drama tiga babak Masjitoh (1969), Anak Tanah Air (1985) dan lain-lain.
    Rp 27.500,00
  • DiAtasUmbria
    DiAtasUmbria

    Di Atas Umbria – Acep Zamzam Noor

    ,
    Penerbit: Gambang Tahun Terbit: 2016 Tebal: 94 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-602-6776-18-1Kondisi: BaruDi sini setiap pohon membuahkan kata-kata Setiap buah adalah kebajikan sekaligus dosa besar Aku tak tahu bagaimana kau tanam kata-katamu di tanah Dan menjelma petuah. Sementara tubuhmu yang pualam Bersahutan dengan tiang-tiang beton, bentangan kawat listrik Serta jalan aspal yang hitam dan berkilat di kejauhan
    Rp 50.000,00
  • Buku - Jeram
    Buku - Jeram

    Jeram – Ajip Rosidi

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2018 Tebal: 84 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-979-419-216-0Kondisi: BaruKepada PenyairPenyair. Kaulah prajurit terahir Yang meski dengan péna patah, mesti menegakkan Kebenaran Karena dunia Tak boleh kaubiarkan tenggelam Dalam lautan fitnah dan taufan penghianatanKaulah yang takkan berdiri Di pihak pemimpin palsu dan penipu. Tak perlu menjilat Karena kau tak bakal kehilangan pangkat. Tak perlu takut Karena kau tak nanti membiarkan bangsamu makan rumput. Kau ‘kan Tegak di depan si kecil yang lapar menggigil.Kaulah pembela si lemah Yang tak habis-habisnya diobral dan dijual Oleh si pembual dari rapat ke rapat. Namun tak pernah Sekali pun ia teringat: Rakyat pun hidup dan mampu melihat Segala kepalsuan yang hendak ditutupi Dengan semboyan dan janji.Penyair! Asah péna, sihirlah Kebenaran dan Keadilan bagi si kecil Yang tak pernah jemu berkurban, sabar dan rela Demi cita-cita yang mulia.1965
    Rp 27.500,00
  • Mata-Kata-Ayatrohaedi-e1521100151804
    Mata-Kata-Ayatrohaedi-e1521100151804

    Mata Kata – Ayatrohaedi

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit:2016 Tebal: 108 halaman Bahasa: Indonesia ISBN: 978-979-419-454-6Kondisi: BaruMelalui puluhan atau ratusan sajak yang telah kutulis, kosakataku sangat terbatas. Mungkin tidak melebihi jumlah 500 patah kata yang biasa kumanfaatkan dari puluhan ribu kosakata bahasa Indonesia yang kukenal. Kosakata yang terbatas itulah yang berulang kali kupakai.Namun, puncak keiritan kata itu bagiku justru melambankan apa yang selama ini kulihat, kuperhatikan, dan kuhayati. Lalu kutuliskan menjadi baris-baris sajak. Semuanya itu juga dapat digunakan untuk menyelami apa yang kuhasilkan. Khusus dalam sajak-menyajak, karyaku terdiri atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah yang lebih merupakan pelukisan apa yang tertangkap mata, dan karenanya kumasukkan dalam kelompok kata mata. Dalam pada itu, kelompok yang kedua dapat dikatakan lebih “menukik”. Bukan sekadar pelukisan, melainkan pemaknaan lebih jauh. Kelompok itulah yang kusebut mata kata.
    Rp 38.500,00
  • Buku-Sajak-Sajak-Anak-Matahari-1-e1521017333572
    Buku-Sajak-Sajak-Anak-Matahari-1-e1521017333572

    Sajak-Sajak Anak Matahari: Dua Kumpulan Sajak – Ajip Rosidi

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2018 (Pertama kali diterbitkan 1979) Tebal: 87 halaman ISBN: 978-979-419-483-6Kondisi: BaruTANDATANYADalam diammu engkau sebuah tandatanyaDalam tandatanya engkau adalah jawabnyaDalam heningmu Siapa masih bertanya? Siapa masih menyeru? Siapa masih ragu?
    Rp 30.000,00
  • Buku - Hijau Matahari
    Buku - Hijau Matahari

    Hijau Matahari – Kumpulan Puisi – Bagus Takwin

    ,
    Penerbit: baNANA ISBN: 978-979-1070-43-1Kondisi: BaruDalam sorotan lampu es di jalan memijar seperti kelabang tersayat Malam yang ngilu tak sempat menghindar, luka cahaya menciprat di dekapannya Kemana pun ia bergerak jerit dingin melengketinya, bahkan di tempat yang tiadaIni bukan musim dingin tetapi yang merayap adalah kebekuan senyap Di mulut gelap mereka memaksa masuk, memacetkan jalan di sela bintang Guncangan yang makan asam garam tak mampu menahan geruduknya Sia-sia ia berkelana sampai wajah langit, kerling yang disimpan pecah sudah tak mampu ia memangku hentakan palu yang lebih kesat dari gerah-Yang Terlewat oleh WaktuMelalui Hijau Matahari, Bagus Takwin mengajak kita mengikuti perjalanannya dalam beberapa tahun terakhir dan turut mencecap apa saja yang ia temui dan pungut.
    Rp 50.000,00
  • Buku Dua Puluh Puisi
    Buku Dua Puluh Puisi

    Duapuluh Puisi Cinta & Satu Nyanyian Putus Asa – Pablo Neruda

    ,
    Penerjemah: Saut Situmorang Penerbit: Indie Book Corner Tahun Terbit: 2017 Tebal: 70 halaman ISBN: 978-602-3092-93-2Kondisi: BaruMalam ini aku bisa saja menulis puisi yang paling sedih. Aku pernah mencintainya, dan kadang dia pun pernah mencintaiku juga.Di malam-malam seperti ini dulu, kurangkul dia dalam pelukanku. Kuciumi berkali-kali di bawah langit yang tak berbatas.Dia pernah mencintaiku, kadang-kadang aku pun mencintainya. Bagaimana mungkin bisa tidak mencintai matanya yang indah dan tenang itu.Malam ini aku bisa saja menulis puisi yang paling sedih. Karena aku tak lagi memilikinya. Karena aku telah kehilangan dia.Malam begitu mencekam, tambah mencekam tanpa dirinya. Dan puisi masuk ke dalam jiwa seperti embun ke rumputan.
    Rp 50.000,00
  • Buku - Perahu Mabuk
    Buku - Perahu Mabuk

    Perahu Mabuk – Sepilihan Sajak Cinta – Saut Situmorang

    ,
    Penerbit; Pustaha Hariara Tahun Terbit: 2014 Tebal: 72 halaman ISBN: 978-602-1599-91-4Kondisi: BaruPerahu Mabuk(antara Aku dan Kau terbentang samudera kata kata, o Imajinasi! di manakah akan Kudapat perahu mimpi untuk melayariNya?)I.perahu kayu berlayar di bibirnya dengan kain layar penuh berkibar… ahooi pelaut yang mabuk birahi buih ombak di laut malam! kapan pulang ke muara yang penuh harum rindu sungai bening tempat kekasih mencuci rambut remajanya!ahooi suara ombak yang menampar perahu! muara sungai muncul dari balik kabut seperti perawan malu malu di malam pertama menyambut!ahooi! di sebuah batu karang dekat garis pantai yang hitam di malam yang kelam terdampar bangkai seekor camar.ahooi pelaut yang lupa pulang, tak ada bulan jadi mercusuar jalan pulang malam ini! tidurlah di kayu perahu sambil kau cumbu bayang kekasih di kibar layar!hanya suara anjing yang melolong di kejauhan pantai menemani sang penyair menghabiskan araknya di karang yang sekarang penuh cahya kunang kunang kehilangan perahu dan cinta yang ditelan metafora muara kata katanya… ahooi!II. aku tak mau jadi mercusuar pelayaranmu, mercusuar yang sendiri dalam dingin malam malam kesepiannya,aku ingin terbakar hangus sampai mampus oleh birahi yang tak putus putus, di manapun cinta terendus!Jogja, 2008*Saut Situmorang lahir 29 Juni 1966 di kota kecil Tebing Tinggi, Sumatera Utara, tapi dibesarkan sebagai "anak kolong" di Kota Medan. Setelah hidup merantau sebagai imigran di Selandia Baru selama 11 tahun, sekarang menetap di Kota Jogjakarta sebagai penulis full-time. Buku-buku puisinya yang sudah terbit adalah saut kecil bicara dengan tuhan (2003), catatan subversif (2004), otobiografi (2007), Les mots cette souffrance (Collection du Banian, Paris, 2012), dan Perahu Mabuk (2014). Sementara itu, buku kumpulan esei sastranya diterbitkan di pertengahan tahun 2009, dengan judul Politik Sastra (2009) dan cerpen-cerpennya dikumpulkan dalam buku Kotbah Hari Minggu (2016).
    Rp 50.000,00
  • Buku - Ketika Hitam dikatakan Putih dan Sajak Tetap Bersuara
    Buku - Ketika Hitam dikatakan Putih dan Sajak Tetap Bersuara

    Ketika Hitam Dikatakan Putih dan Sajak Tetap Bersuara – Sajak-sajak Malaysia-Indonesia

    ,
    Penerbit: Institut Terjemahan & Buku Malaysia dan Yayasa Obor Indonesia Pertama kali diterbitkan: 1955 ISBN: 978-602-433-517-5kondisi: BaruMenghimpun sajak-sajak dari para penulis di Nusantara ini bu­kan sekadar upaya seni, melainkan merupakan suatu usaha un­tuk merangkum kebhinekaan suara di suatu sudut bumi Tuhan ini.Para penulis yang berada di dalam buku ini berasal dari pelbagai daerah dan wilayah nusantara atau alam Melayu. Mereka penghuni dari pelbagai daerah dan pulau yang didatangi oleh kolonialis yang mencari rempah dan hasil bumi seperti bijih timah sejak ratusan tahun yang lalu dari Portugal, Inggris, Belanda,dan Spanyol.Kita menghadirkan suara penyair Aceh, Kuala Lumpur, Jakarta, Perlis, Negeri Sembilan, Bandung, Perak, Pahang, dan Tasikmalaya. Buku ini juga menampilkan sajak-sajak dari D. Zawawi Imron, penyair dan ulama dari Pulau Madura, Sofyan Daud dari Pulau Ternate, hingga Siti Zainon Ismail yang pernah bermukim di Gombak, dan di Yogjakarta. Namun, ini tidak bermakna bahwa mereka “mewakili” wilayah atau sektor tertentu.Ada dari penulis ini yang berlatar belakang pengkajian seni, undang-undang atau hukum, ahli akademik, dan lain-lain. Begitu juga, selain penyair lelaki, ada penyair perempuan, seperti Mahaya Mohd Yassin, D. Kemalawati, Ratna Ayu Budhiarti, dan Rukmi Wisnu Wardani. Di samping itu, mereka melintasi generasi dari yang berumur 20-an, 30-an, sampai yang berumur 70-an.
    Rp 80.000,00
  • Buku-Non-Spesifik-e1503554960458
    Buku-Non-Spesifik-e1503554960458

    Non-Spesifik – Gratiagusti Chananya Rompas

    ,
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2017 Tebal: 150 halaman ISBN: 978-6020-3514-69Kondisi: Baru"Saya tergoda dan “terluka” oleh judul buku puisi ini. Judul yang non-puitik ini sepadan dengan perangai sajak-sajak Anya yang merongrong ketenangan dan ketenteraman jiwa."— Joko Pinurbo"Memilukan tapi tidak cengeng. Membacanya kita seperti mengais wajah kita sendiri."— Oka Rusmini"… keberanian yang mereka tawarkan menghuni pikiran saya untuk waktu yang lama." — Maesy Ang"Fragmen-fragmen diri yang tercecer indah di Kota Ini Kembang Api menolak manis dan meledak di Non-Spesifik ."— Cyntha Hariadi, penulis"Salah satu buku puisi terbaik yang pernah saya baca." — Norman Erikson Pasaribu
    Rp 78.000,00
  • Buku-KesustraanIndonesiaJepang
    Buku-KesustraanIndonesiaJepang

    Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang – H.B. Jassin

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya & Bakti Budaya Djarum Foundation Tahun Terbit: 2013 Tebal: 176 halaman ISBN: 978-979-419-392-1Kondisi: BaruPeriode pendudukan Jepang di Indonesia tidak lama, jika dibandingkan dengan masa kolonialisasi Belanda, sekitar tiga setengah tahun. Walau begitu, kekejaman pemerintah militer Jepang sangat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Ketatnya sensor mengakibatkan tidak banyak dokumentasi sosial yang sampai ke tangan kita kini. Di antara yang sedikit itu, lolos karya sastra yang dihimpun oleh H.B. Jassin dalam bunga rampai penting ini.Karya prosa dan puisi dalam Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang ini mencerminkan apa yang ada di benak, dan dialami bangsa Indonesia di bawah penindasan bala tentara Jepang. Secara tak langsung para sastrawan, antara lain, seperti ingin mengingatkan khalayak betapa penjajahan telah menciptakan mentalitas budak pada diri bangsa kita.
    Rp 190.000,00
  • Buku - Rembah Bijana
    Buku - Rembah Bijana

    Rembah Bijana – Abram Christopher Sinaga

    ,
    Penerbit: Indie Book Corner Tahun Terbit: 2017 Tebal: 314 halaman ISBN: 978-602-3092-84-0Kondisi: BaruApa arti kekekalan sastra, jika orang berhenti bersawala, ia akan mati suri. Meringkuk sedih di jalan sunyi.
    Rp 65.000,00
  • Buku-Sumpah-Saripah-e1501823379931
    Buku-Sumpah-Saripah-e1501823379931

    Sumpah Saripah – Rieke Diah Pitaloka

    ,
    Penerbit: Koekoesan Tahun Terbit: 2011 Tebal: 99 halaman ISBN: 978-979-1442-40-4Kondisi: Barutak akan berhenti di sini terlanjur kutoreh ikrar pada dusun yang digusur jadi pabrik hingga embun dibunuh asap hingga kali jadi bau dan pekat hingga sampah yang tersisa untuk adik yang lapar yang lahir saat aku pergi mengadu nasibtak akan berhenti di sini terlanjur kutoreh ikrar pada diri yang bertahun jadi babuhingga pungguh penuh luka hingga kuping tersumpal cacian hingga sumpah yang tersisa untuk adik yang menunggu menunggu aku pulang menunggu oleholeh parang buat penggal tuan berhati arang!*Buku kumpulan 20 puisi Rieke Diah Pitaloka ini melukiskan aktivisme dan keberpihakannya terhadap pekerja perempuan baik yang tersia-sia di negeri sendiri maupun di negara asing.
    Rp 37.000,00
  • Buku - Kota Ini Kembang Api (3)
    Buku - Kota Ini Kembang Api (3)

    Kota Ini Kembang Api – Gratiagusti Chananya Rompas

    ,
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2016 Tebal: xii + 89 halaman ISBN: 9-786020-334042Kondisi: BaruPendarPendarCahayaMenyelinapRuangMata MengantarCeritaLamaYangTakPernahUsangKotaIniKembangApi KembangnyaPecahDiPucukLangitSekejapSaja-- BegituKatanya*Gratiagusti Chananya Rompas lahir di Jakarta pada 19 Agustus 1979. Ia adalah salah satu pendiri Komunitas BungaMatahari (BuMa), sebuah komunitas puisi daring berbahasa Indonesia. Menyelesaikan studi Sastra Inggris di Universitas Indonesia (2003) dan mengambil program pascasarjana The Gothic Imagination di University of Stirling, Skotlandia (2005). Sekarang tinggal di Jakarta dan senang memandangi maupun memandang keluar jendela.
    Rp 45.000,00
  • CD Dalam Jenggala x S.W.U.N - Teman Sepuluh Tahun
    CD Dalam Jenggala x S.W.U.N - Teman Sepuluh Tahun

    CD Dalam Jenggala x S.W.U.N – Teman Sepuluh Tahun

    , , ,
    Penerbit: Binatang Press! Tahun terbit: 2016Kondisi BaruA poetry book written and illustrated by Dalam Jenggala, and music by S.W.U.N. Each book is accompanied by an audio CD to complete the experience. Printed in 2 color risograph on Fedrigoni Freelife Vellum. Foil stamped linen cover. Numbered edition.*"Dari kisah nyata, antara cowok dan cewek yang sudah berpisah lama, lalu bertemu lagi setelah sepuluh tahun pisah, sama sekali nggak berhubungan. Banyak kejadian selama sepuluh tahun belakangan itu. Kemudian mereka berdua berpisah lagi, dan bertemu sepuluh tahun setelahnya. Begitu seterusnya. Kami sendiri nggak pernah tau gimana akhir dari cerita ini. Yang pasti adalah, ketika kami sampai di cerita ketiga belas, kami memutuskan untuk tidak meneruskannya lagi. Kami anggap teman sepuluh tahun sudah cukup untuk dilepas."Baca, lihat, dan dengar. Teman sepuluh tahun sangat dianjurkan untuk dinikmati sembari pakai earphone, dengan lampu ruangan yang cukup untuk melihat tulisan dan gambar di dalamnya, dan di waktu malam sebelum tidur, seperti waktu karya ini dibuat."- Dalam Jenggala x S.W.U.N
    Rp 165.000,00
  • Buku - Pendidikan Jasmani
    Buku - Pendidikan Jasmani

    Buku Pwissie – Pendidikan Jasmani dan Kesunyian – Beni Satryo

    ,
    Penerbit: EA Books Tahun Terbit: 2016 Tebal: 58 halaman ISBN: 978-602-131-835-5Kondisi: BaruMuhammad Hilmi: Kalau menurut Martin di dalam kesusastraan Indonesia kontemporer siapa orang lain yang keluar dari pakem lirik?Martin Suryajaya: Kalau dalam sastra Indonesia yang keluar dari lirik, Beni Satryo. Dia banyak mengoptimalkan gaya santai yang sebenarnya sudah ada di Joko Pinurbo, ke ke tingkat profanitas yang lebih tinggi. Kalau dalam Joko Pinurbo kita masih menemukan suasana perenungan liris, di karya Beni Satryo itu ditemukan realitas konflik, masalah bokek, masalah yang konkret di manusia sekarang dalam bentuk rancu antara ini bercanda atau ini sedang sedih, kita tidak tahu jelas. Ini mungkin terobosan yang dilakukan oleh Beni.- Whiteboard Journal*Buku Pwissie Pendidikan Jasmani dan Kesunyian terpilih ke dalam longlist Kusala Sastra Khatulistiwa kategori Puisi pada 2016,
    Rp 55.000,00
  • Buku - Rindu Dendam
    Buku - Rindu Dendam

    Rindu Dendam – Jan Engelbert Tatengkeng

    ,
    Penerbit: Pustaka Jaya Tahun Terbit: 2016 Tebal: 48 halaman ISBN: 978-979-419-444-7Kondisi: Baru"Kumpulan sajak ini merupakan curahan perasaan rindu dendam penyair kepada Yang Satu, yang menguasai alam semesta dan hidupnya sendiri dalam bentuk pujian-pujaan terhadap keindahan-keindahan alam. Rindu dendam yang penuh kerelaan dan rasa syukur, serta kesadrahan menghanyutkan diri dalam irama alam yang baginya amat damai dan tentram."Dilihatnya pagi-pagi matahari naik, seolah-olah ada perintah yang mesti dipatuhi oleh sang surya. Dilihatnya pula pada sore hari matahari terbenam, seolah-olah seorang puteri melambai sang raja siang itu di sebelah barat. Kembang-kembang mengelopak, berseri indah. Burung-burung berterbangan, angin sepoi mengembus. Semua kelarasan itu menyebabkan bangkitnya perasaan rindu dendam dalam dada penyair."- Ajip Rosidi*Jan Engelbert (J.E.) Tatengkeng (lahir di Kalongan, Sangihe, Sulawesi Utara, Hindia Belanda, 19 Oktober 1907 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 6 Maret 1968 pada umur 60 tahun) adalah penyair Indonesia dari era Pujangga BaruSelain sebagai penyair, J.E. Tatengkeng juga merupakan tokoh pendidikan dan negarawan. Sebagai tokoh pendidikan ia pernah menjadi guru bahasa Indonesia di Tahuna tahun 1932, Kepala Schakelschool di Pulau Siau, Kepala Sekolah HIS di Tahuna, Menteri Muda urusan Pengajaran tahun 1948, dan terakhir Kepala Jawatan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Kemendikbud perwakilan Sulawesi tahun 1951. Di Makassar, ia turut mengajar dan membidani lahirnya Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.Sebagai negarawan, J.E. Tatengkeng pernah menjabat sebagai Perdana menteri Negara Indonesia Timur pada rentang tahun 1949-1950.
    Rp 20.000,00
  • Buku-BicaraBesar
    Buku-BicaraBesar

    Bicara Besar – Kezia Alaia

    ,
    Kondisi: Baru ISBN: 978-602-309-202-4Di mana pun kau berada, baik di tengah kemacetan kota, di ruang kelas, atau di ruang tamu rumahmu, suara-suara di sekelilingmu seringkali terlalu berisik sehingga kau tak bisa mendengar suaramu sendiri. Namun, tak jarang pula ketika mendengar dirimu sendiri kau merasa muak, jengah, atau lelah dengan apa –dan siapa– yang kau dengar.Bicara Besar adalah sebuah percakapan dengan diri sendiri, tak hanya antara Penulis dengan dirinya, namun juga antara pembaca dengan dirinya. Pada setiap puisi, Penulis dan pembaca mendengarkan diri sendiri, lalu membungkamnya, mendengarkan lagi, membungkam lagi, terus menerus menjawab dan menyanggah hal-hal yang ditanyakan dan disampaikan pada dirinya sendiri.Empat puluh lima puisi di dalam buku ini berbicara mengenai diri, Tuhan dan kepercayaan, pertentangan dan kekuasaan, hubungan anak dengan orang tuanya, dan cinta, dengan menyelami perasaan-perasaan terdalam yang dirasakan oleh Penulis –dan mungkin pembaca– tentang hal-hal di sekitar dan di dalam dirinya. Beberapa puisi dikolaborasikan dengan ilustrasi.
    Rp 65.000,00
  • buku-angkatan66
    buku-angkatan66

    Angkatan 66 – H.B. Jassin

    , , , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: PUSTAKA JAYA Jumlah hal: 599 Format: Hard CoverIdentifikasi angkatan 66 mengindikasikan keterlibatan kesusastraan dalam denyut hidup bangsa, tidak hanya sebatas lingkup kebudayaan, tetapi juga mencakup situasi politik, sosial, an ekonomi menjelang kejatuhan presiden Soekarno. Karya-karya mereka merefleksikan keadaan masyarakat Indonesia selama dasawarsa yang sarat prahara.Karya-karya prosa dan puisi yang terbit selama 1960-an ini diseleksi dan dihimpun sebagai bunga rampai dengan kata pengantar kritis dari H.B. Jasin. Tak pelak lagi, buku ini bukan sekedar dokumentasi karya sastra, tetapi juga dokumentasi sosial yang lebih artikulatif ketimbang arsip statistik yang dingin, formal dan steril.
    Rp 180.000,00
  • buku-dalamsajak
    buku-dalamsajak

    Dalam Sajak – Sitor Situmorang

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Pustaka Jaya ISBN: 978-979-419-443-0Dalam Sajak merupakan kumpulan sajak Sitor Situmorang yang gayanya lincah dan merdu. Selain memberi udara baru bagi iklim dunia persajakan Indonesia pada saat itu, juga berpengaruh banyak kepada para penyair muda. Di dalamnya terasa nada dan bentuk puisi lama, bukan sebagai klise melainkan penuh variasi baru yang segar dan mengasyikkan.
    Rp 22.000,00
  • buku-setanggitimur
    buku-setanggitimur

    Setanggi Timur – Amir Hamzah

    , ,
    Kondisi: Baru Penerbit: Pustaka Jaya ISBN: 978-979-419-403-4Amir Hamzah adalah penyair yang lembut. Lirik-liriknya selalu menyuarakan kesyahduan hati dengan pilihan kata yang kaya sekaligus menuntut kesungguhan para pengagumnya untuk mencari asal kata-kata yang dia gunakan. Pembendaharaan kosakata yang luar biasa dapat dimaklumi apabila kita baca Setanggi Timur. Di sini sang penyair menerjemahkan karya klasik para penyair besar dari Jazirah Arab, India, Cina, Jepang, dan Turki. Selain itu dia memaparkan dasar kesusastraan klasik Indonesia sampai kesusasteraan Indonesia baru dengan gaya prosanya yang khas lemah lembut dan telaten.
    Rp 30.000,00
Subscribe